cover
Contact Name
Dewi Nurviana Suharto
Contact Email
dewinurviana.suharto@gmail.com
Phone
+62811459788
Journal Mail Official
dewinurviana.suharto@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Madago Community Empowerment for Health Journal
ISSN : 28088247     EISSN : 28087003     DOI : https://doi.org/10.33860/mce.v4i1
Core Subject : Health,
Madago Community Empowerment for Health Journal is a medium for academicians, government, private companies, and social institutions to communicate community empowerment activities. Each published article is expected to provide new insights and inspire activities elsewhere on related issues. This journal focuses on health services, environmental health, community nursing, and community midwifery
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 5 Documents clear
Pendampingan Masyarakat dalam Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Galenso, Nitro; Dg.Mangemba; Yuwono, Dian Kurniasari; Sukmawati, Sukmawati
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v5i1.4206

Abstract

Keberhasilan pengobatan penyakit seringkali bergantung pada kepatuhan pasien dalam melakukan kunjungan ulang (follow-up) ke fasilitas kesehatan. Data dari UPT Puskesmas Biak menunjukkan bahwa rendahnya kunjungan ulang berdampak pada pencapaian target program kesehatan dan menyebabkan pengobatan yang tidak tuntas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan memberikan pendampingan kepada masyarakat Desa Awu guna meningkatkan perlindungan melalui informasi yang komprehensif, pelayanan langsung, dan penatalaksanaan peraturan desa. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 di Balai Desa Awu, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai. Metode yang digunakan terdiri dari tiga tahap: (1) Inisiasi berupa observasi dan koordinasi awal; (2) Pelaksanaan berupa forum diskusi terpandang yang melibatkan aparat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan Puskesmas Biak; dan (3) Penutupan berupa perumusan rekomendasi tindak lanjut. Berhasil teridentifikasi beberapa masalah utama pelayanan kesehatan yang dirasakan masyarakat, khususnya terkait akses informasi dan kepatuhan kunjungan ulang. Forum diskusi menghasilkan potensi solusi yang partisipatif. Rekomendasi utama adalah perlunya perancangan Peraturan Desa yang mengatur keterlibatan pemerintah desa dalam mendukung pelayanan kesehatan primer. Kegiatan ini efektif dalam merumuskan akar masalah dan solusi terkait kunjungan ulang di Desa Awu. Usulan perancangan Peraturan Desa diharapkan dapat menjadi landasan hukum untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkelanjutan dan pada akhirnya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Cegah dan Atasi Stunting Melalui Edukasi KB dan Intervensi Nutrisi Sumber Protein Hewani Parwata, Ni Made Ridla Nilasanti; Noya, Fransisca
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v5i1.4217

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain rendahnya pemahaman masyarakat mengenai keluarga berencana (KB) dan pemenuhan gizi anak, terutama sumber protein hewani. Desa Betania Kabupaten Poso merupakan salah satu wilayah dengan kasus balita stunting yang memerlukan upaya intervensi edukatif berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting melalui edukasi keluarga berencana dan intervensi nutrisi sumber protein hewani. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan edukatif dan diskusi interaktif, disertai pemberian intervensi nutrisi protein hewani kepada balita stunting dengan melibatkan pasangan usia subur, keluarga balita stunting, dan kader posyandu. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden, di mana sebelum penyuluhan sebanyak 24 responden (77,5%) memiliki pengetahuan rendah tentang KB dan hanya 7 responden (22,5%) memiliki pengetahuan tinggi. Setelah penyuluhan, jumlah responden dengan pengetahuan tinggi meningkat menjadi 26 responden (83,8%), sedangkan responden dengan pengetahuan rendah menurun menjadi 5 responden (16,2%). Kegiatan ini memberikan kontribusi sebagai upaya promotif dan preventif berbasis komunitas dalam mendukung pencegahan dan penanganan stunting
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader melalui Kelas Kader Hebat Desa Sehat di Desa Tumora Sakti, Putri Mulia; Zaitun, Zaitun; Alya, Nurul; Rahma, Nurul; Makasaru, Puput Wahyuni; Arsyad, Syahra Aulia; Rosdiana, Rosdiana; Novita, Dian; Kuswanti, Febty; Longgupa, Lisda Widianti
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v5i1.4279

Abstract

Desa Tumora di Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, memiliki struktur kelembagaan masyarakat yang berperan dalam pemberdayaan kader kesehatan. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader masih menjadi kendala dalam pelaksanaan edukasi kesehatan ibu dan anak serta skrining tumbuh kembang balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari program Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu Program Studi DIII Kebidanan Poso. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pendekatan edukatif melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi. Ceramah digunakan untuk menyampaikan materi pendidikan kesehatan dengan media leaflet, diskusi dilakukan untuk memperkuat pemahaman kader, sedangkan demonstrasi diterapkan pada praktik pengisian Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader, yang ditunjukkan melalui kemampuan kader dalam menjelaskan kembali materi edukasi serta menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tim pengabdian. Kegiatan yang dilaksanakan di rumah kader Desa Tumora berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kelas kader terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan. Diharapkan kader mampu berperan aktif dalam penyebaran informasi kesehatan serta mendampingi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Hamil melalui Edukasi Kesehatan dan Senam Hamil di Desa Tumora Sakti, Putri Mulia; Fadli, Rahma Fadila B; Nurmiaty, Nurmiaty; Mutmainna, Siti; Ibrahim, Savilla; Hardianti, Dian; Lasbara, Sanawia; Brungus, Alda W; Tekay, Devy; Kuswanti, Febty; Noya, Fransisca
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v5i1.4281

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis kompleks yang memerlukan pemantauan dan perawatan yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Salah satu upaya penting dalam pencegahan komplikasi kehamilan adalah melalui pelayanan Antenatal Care (ANC) yang optimal. Namun, masih terdapat ibu hamil yang memiliki keterbatasan pengetahuan terkait frekuensi kunjungan ANC, pemahaman terhadap risiko komplikasi kehamilan, serta praktik perawatan kehamilan yang benar. Berdasarkan analisis situasi di Desa Tumora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, ditemukan bahwa ibu hamil masih kurang memahami ketidaknyamanan selama kehamilan, pemenuhan gizi seimbang, personal hygiene, ASI eksklusif, dan senam hamil, yang berdampak pada status gizi dan kesehatan kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil melalui edukasi kesehatan dan praktik senam hamil. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19, 20, dan 22 Mei 2025 dengan melibatkan empat ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi, termasuk praktik pengolahan bahan pangan lokal bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait ketidaknyamanan kehamilan, gizi seimbang, personal hygiene, dan ASI eksklusif. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat ibu hamil sebagai upaya promotif dan preventif dalam pencegahan komplikasi kehamilan
Upaya Pencegahan Karies Melalui Kegiatan Edukasi: Senyum Sehat Bebas Karies Pada Anak Usia Dini Ni Luh Gede Intan Saraswati; I Gst Ayu Putu Satya Laksmi; Niken Ayu Merna Eka Sari; Ni Komang Ayu Resiyanthi; Putu Ayu Parwati
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v5i1.4297

Abstract

Kesehatan gigi tidak dapat diabaikan terutama pada anak usia dini di TK, karena kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Prevalensi karies pada anak usia 2–5 tahun masih tinggi di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak dini. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa terkait cara menggosok gigi yang benar. Pada pengabdian masyarakat ini dilakukan edukasi dengan metode penyuluhan dan demonstrasi dengan menggunakan phantom gigi, penyuluhan diikuti oleh 55 anak PAUD Kumaraloka berusia 4-6 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dengan menggunakan teknik demonstrasi sikat gigi dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan gosok gigi yang benar. Demonstasi menjadi cara yang efektif bagi anak usia dini dalam meningkatkan keterampilan karena siswa juga ikut terlibat aktif secara langsung dalam memperagakan cara menggosok gigi yang benar. Diharapkan program ini tetap berjalan dengan tetap melibatkan pendidik dan juga orang tua.

Page 1 of 1 | Total Record : 5