Articles
78 Documents
Peningkatan Kemampuan Sains Melalui Sentra Bahan Alam
Ayu Lestari
Idaarotul Ulum Vol 1 No 2 Desember (2019): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70688/idaarotululum.v1i2 Desember.104
Subject this research were seventeen students in kindergarten Nurul Huda Malang. This research refers to research methods Kemmis & Taggart models with one cycle of three meetings. Quantitative data is the result of the study shows that the development of science skills were statistically analyzed descriptively. The result is a process of learning science through learning strategy centers of natural ingredients can indicate the presence of seven components of scientific processes include observing, comparing, classifying, measuring, making simple inferences and predict and centers of learning strategies can improve the ability of natural materials science learners from meeting to 1 to meeting to 3 with an average 2.60 respectively; 2.70, and 2.99 in the growing category of learners and also increased the percentage of completeness of meetings to 1 to 3 to the meeting in a row with a value of 52.9%; 76.4% and 100%.
Pengaruh Penggunaan Media Visual Terhadap Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran Fikih Kelas X Di MA YPI Darul Huda Lubuk Harjo Kecamatan Belitang Madang Raya Kabupaten OKU Timur
Nur Hidayah
Idaarotul Ulum Vol 1 No 2 Desember (2019): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70688/idaarotululum.v1i2 Desember.105
Kajian ini difokuskan padaPendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup komplek dimana banyak faktor yang ikut mempengaruhinya.Salah satu faktor tersebut diantaranya adalah guru yang enyampaikan materi pelajaran pada siswa melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar-mengajar yang dilakukannya. Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat tergantung kepada kelancaran interaksi antara guru dengan siswanya.Agar pesan dan informasi bisa di serap dan mudah dipahami oleh siswa, maka diperlukan sarana dan komunikasi. Adapun saran dan alat yang digunakan untuk memperlancar komunikasi dalam proses belajar-mengajar disebut media visual.Untuk melaksanakan fungsi dan untuk mencapai tujuan tersebut, dapat dikatakan fungsi media visual adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang di tata dan diciptakan oleh guru. maka peran dan fungsi simtem dan proses pembelajaran atau pengajaran ternyata sangat penting, bahkan sangat menentukan.
Efektivitas Penggunaan Media Dalam Pembelajaran Tematik Pada Sekolah Dasar
Eka Novia Anggraini
Idaarotul Ulum Vol 2 No 1 Juni (2020): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70688/idaarotululum.v2i1 Juni.120
Artikel ilmiah ini berjudul “Efektivitas penggunaan media dalam pembelajaran tematik pada sekolah dasar”. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan mendeskripsikan media pembelajaran, pembelajaran tematik, dan Efektivitas penggunaan media dalam pembelajaran tematik pada sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam menyusun karya ilmiah ini adalah metode studi kepustakaan. Data yang didapat dalam bentuk tulisan, sehingga penulis harus membaca terlebih dahulu dari beberapa buku dan artikel yang sesuai dengan konsep. Penulis berpendapat bahwa efektivitas penggunaan media dalam pembelajaran tematik pada sekolah dasar yang benar sehingga dapat digunakan pendidik untuk mengkontrol pembelajaran peserta didik. Untuk itu, penyajian materi Efektivitas penggunaan media dalam pembelajaran tematik pada sekolah dasar sangat penting untuk dideskripsikan.
Pasang Surut Diskursus Islam Dan Sains(Integralisme Armahedi Mahzar)
Akhsanul Huda
Idaarotul Ulum Vol 2 No 1 Juni (2020): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70688/idaarotululum.v2i1 Juni.121
Berbicara mengenai sains dan agama, maka secara tidak langsung orang akan berpikir sejarah hubungan di antara keduanya. Dalam perjalanan sejarah pertemuan antara sains dan agama tidak hanya pertentangan saja akan tetapi juga orang berusaha untuk mencari hubungan di antara keduanya. Sains dan agama merupakan hal yang sangat menarik untuk kita pelajari bersama. Hingga saat ini masih banyak terdapat anggapan yang kuat dalam masyarakat luas yang mengatakan bahwa antara sains dan agama susah untuk disatukan (dipertermukan). Antara sains dan agama mempunyai daerah masing-masing terpisah antara satu dengan yang lainnya, baik itu dilihat dari segi objek formal material, objek penelitian, kriteria kebenaran dan juga peran yang dimainkan oleh ilmuan. Ungkapan lain mengatakan bahwa sains tidak mempedulikan agama dan agama pun tidak mempedulikan sains. Sebenarnya relasi antara sains dan agama dapat dirunut pada pemberontakan pemikiran yang dilakukan oleh para penemu di bidang sains terhadap kekuasaan gereja pada abad ke-15. Pertentangan pertama dilakukan oleh Galileo Galilei dengan membalik ide gereja yang mengatakan bahwa bumi sebagai pusat tata surya (geosentris), namun Galileo Galei berpendapat bahwa bukan bumi sebagai pusat tata surya akan tetapi mataharilah yang merupakan pusat tata surya (heliosentris). Satu hal yang paling memilukan dialami umat islam seluruh dunia dewasa ini adalah ketinggalan dalam persoalan ilmu pengetahuan dan teknologi, padahal untuk kebutuhan kontemporer, kehadiran IPTEK merupakan keharusan yang tidak dapat ditawar , terlebih IPTEK yang dapat membantu dan mempermudah manusia dalam memahami kekuasaan Allah swt serta melaksanakan tugas kepemimpinannya.
Manajemen Kurikulum Tarikh Islam Di Pondok Pesantren Modern Nurussalam Sidogede Belitang
Nur Hidayah
Idaarotul Ulum Vol 2 No 1 Juni (2020): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70688/idaarotululum.v2i1 Juni.122
Manajemen kurikulum merupakan sistem menejemen kurikulum yang kooperatif, komperhensif, sistematik dan sistematis. Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bebasis masyarakat. Manajemen kurikulum yang baik yaitu menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam pendidikan karena itu tanggung jawab lembaga pendidikan dan semua pemangku kepentingan pendidikan harus memiliki visi yang sama dalam perencanaa pengorganisasian, penerapan dan evaluasi kurikulum. Penulis menggunakan beberapa metode untuk meneliti tentang manajemen kurikulum tarikh Islam di pondok pesantren modern Nurussalam Sidogede, jenis data yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang memaparkan seluruh kajian manajemen pemberdayaan sumber daya manusia.
Peningkatan Kecerdasan Intrapersonal Melalui Kegiatan Bermain Peran
Ayu Lestari
Idaarotul Ulum Vol 2 No 1 Juni (2020): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70688/idaarotululum.v2i1 Juni.123
This study aims to improve early childhood intrapersonal intelligence through role-playing activities in kindergarten MI Karang Binangun. The method used is the method of action research. This study was conducted from August 1 to October 12, 2013. The method of analysis studies concluded with analysis using the percentage. Research declared successful if the percentage of intrapersonal intelligence assessment >20 after commencing the method of playing a role.in the first act, twenty students have increased intrapersonal intelligence. The highest percentage increase in the intrapersonal intelligence is achieved by PJ,AM,and FA subjects, at 95.59 %. Learning methods implemented by the teacher 's role to step to propose and discuss the situation, preparing roles, played a role, express the experience, and finish well. The purpose of this study has been achieved whit a maximum as expected.
Metode Pemahaman Hadits Nabi
Ahmadi
Idaarotul Ulum Vol 2 No 1 Juni (2020): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70688/idaarotululum.v2i1 Juni.124
Penelitian ini berusaha menjelaskan tentang Metode Pemahaman Hadits Nabi. Penelitian ini dilatar belakangi bahwa pemahaman hadits Nabi merupakan persoalan yang sangat urgent untuk diangkat. Hal demikian berangkat dari realitas hadits sebagai sumber kedua ajaran islam setelah Al-Qur’an. Maka dari itu metode-metode dalam memahami hadist juga penting untuk dipelajari agar lebih mudah untuk memahaminya. Bukan hanya bagi yang sedang belajar atau yang sudah ahli, tetapi juga bagi orang awam. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) baik berupa buku, catatan, atau laporan hasil penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data dengan menggunakan metode dokumentasi yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku, karya ilmiah, jurnal dll) yang didasarkan atas penelitian data. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode content analisys atau analisis isi, yaitu data deskriptif hanya dianalisis menurut isinya saja. Dari penelitian ini didapatkan hasil kesimpulan bahwa Ada 4 metode / langkah dalam memahami dan mengamalkan sunnah Nabi dengan benar, yaitu: Memahami Hadis sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an; Memahami Hadis secara Tematik-Korelatif; Memahami Hadis secara Tekstual dan Kontekstual; dan Memahami konsep pengujian Hadis dengan kebenaran Ilmiah.
Manajemen Strategis Dan Analisis SWOT Dalam Pendidikan
Tri Rahayu
Idaarotul Ulum Vol 2 No 1 Juni (2020): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70688/idaarotululum.v2i1 Juni.125
Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Analisis SWOT (SWOT analysis) yakni mencakup upaya-upaya untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang menentukan kinerja perusahaan. Informasi eksternal mengeni peluang dan ancaman dapat diperoleh dari banyak sumber, termasuk pelanggan, dokumen pemerintah, pemasok, kalangan perbankan, rekan diperusahaan lain. Banyak perusahaan menggunakan jasa lembaga pemindaian untuk memperoleh keliping surat kabar, riset di internet, dan analisis tren-tren domestik dan global yang relevan. Upaya-upaya untuk mengatasi kelemahan dan tantangan dalam meningkatkan produktifitas lembaga pendidikan dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: mengidentifikasi dan ikut berpartisipasi dalam perubahan,dan melibatkan diri dalam perubahan sosial dan menjadikan dirinya pusat perubahan social.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan
Agus Siswanto
Idaarotul Ulum Vol 2 No 2 Desember (2020): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70688/idaarotululum.v2i2 Desember.127
Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting karena lebih dekat dan langsung berhubungan dengan pelaksanaan program pendidikan tiap-tiap sekolah. Kepemimpinan yang resmi di dalam pelaksanaannya selalu berada di atas landasan-landasan atau peraturan-peraturan resmi. Pada lembaga pendidikan formal, kepemimpinan di perankan oleh seorang kepala sekolah yang bertindak sebagai pendidik dan bertanggung jawab terhadap manajemen sekolah. Dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin formal, maka seorang kepala sekolah di hadapkan pada persoalan-persoalan teknis manajerial sekolah serta dituntut untuk menjadi administrator yang handal untuk mengupayakan adanya kemajuan-kemajuan bagi sekolah yang dikelolanya. Kepala sekolah mempunyai tugas dan fungsi serta beberapa peranan yaitu sebagai pendidik, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator dan motivator.
Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
Akhsanul Huda
Idaarotul Ulum Vol 2 No 2 Desember (2020): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70688/idaarotululum.v2i2 Desember.128
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peranan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan untuk melihat bagaimana mutu pendidikan disekolah. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif, yaitu reduksi data penyajian data dan verifikasi yang berupa data-data yang tertulis atau lisan dari orang dan prilaku yang diamati. Semua data-data tersebut dianalisis secara induktif. Dari hasil analisis yang peneliti lakukan berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, menunjukkan bahwa peranan kepala sekolah sebagai administrator, pemimpin, dan supervisor dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan tergolong baik, karena kepala sekolah sudah melakukan administrasi dan menjalankan kepemimpinannya serta telah melaksanakan supervisi dengan baik. Mutu pendidikan tergolong cukup baik dengan melihat mutu lulusannya, proses belajar mengajarnya, kualitas guru, pengelolaan sekolah, dan sistem penilaian.