cover
Contact Name
-
Contact Email
info@jpkp.kemendikdasmen.go.id
Phone
+62215713827
Journal Mail Official
info@jpkp.kemendikdasmen.go.id
Editorial Address
Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikdasmen Building E Floor 19, Jenderal Sudirman -- Senayan Street, Jakarta 10270
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
Published by Kemendikdasmen
ISSN : 02162792     EISSN : 2654427X     DOI : https://doi.org/10.24832/jpkp
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan is a peer-reviewed journal that publishes research and analysis-based articles on education policy. The journal publishes a range of education policy topics such as education management, educational evaluation and assessment, curriculum, education technology, and educational innovations.
Articles 133 Documents
PERILAKU HIDUP SEHAT SISWA SD DI SEKOLAH SEKITAR PASAR teguh, supriyadi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i1.358

Abstract

Perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah masih menjadi persoalan, terutama bagi SD-SD yang berada di sekitar pasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Respoden penelitian ini adalah siswa Kelas 4, 5, dan 6 SD di sekitar pasar. Pengambilan data dilakukan secara daring/online dengan kuesioner dalam format google form. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan inferensial. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah memiliki rata-rata skor 87,15 serta standar deviasi 12,004 dengan skor minimum 51,11 dan skor maksimum 114,35. Dengan rata-rata skor 87,15 berarti capaian perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah rata-rata baru mencapai 75,13 persen dari skor maksimum ideal yang dapat dicapai. Banyak siswa SD (68,00 persen) yang berperilaku hidup sehat di sekolah dalam kategori sedang, sedangkan kategori tinggi dan rendah sama banyaknya, yakni 16,00 persen. Capaian perilaku hidup sehat di sekolah menunjukkan perbedaan pada masing-masing indikator perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar. Indikator menggunakan jamban sehat berada pada posisi terendah diikuti mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah di tempat sampah, dan mengkonsumsi makanan dan minuman sehat. Rata-rata skor siswa laki-laki dan perempuan tidak berbeda secara signifikan. Rata-rata skor antar tingkat kelas (Kelas 4, 5, dan 6) berbeda secara signifikan. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah sekitar pasar belum memuaskan karena banyak siswa SD yang berperilaku hidup sehat di sekolah dalam kategori sedang. Indikator yang capaiannya belum baik adalah penggunaan jamban sehat dan mencuci tangan menggunakan sabun. Rata-rata skor antar tingkat kelas (Kelas 4, 5, dan 6) berbeda secara signifikan dengan skor tertinggi diperoleh siswa Kelas 4, kemudian kelas 5 dan 6.
PENGARUH MODEL INQUIRY DENGAN BANTUAN MEDIA GAMES BOOK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SEKOLAH DASAR Rahmat, Acep Saepul
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i1.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis inquiry dengan bantuan media Games Book terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA ditinjau dari minat belajar siswa sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 dikelas IV Sekolah Dasar Negeri Kampung Bali 07 Pagi Jakarta Pusat. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, yang menghasilkan 30 siswa kelas IVA sebagai kelompok eksperimen dan 30 siswa kelas IVB sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen yang menggunakan treatment by level 2 x 2. Teknik analisis data menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA yang berbeda pada siswa menggunakan inquiry dengan bantuan media Games Book dengan siswa yang menggunakan ekpositori. 2) Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan minat belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA. 3) pemahaman konsep IPA siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan menggunakan metode inquiry dengan bantuan media Games Book lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan ekpositori. 4) pemahaman konsep IPA siswa yang memiliki minat belajar rendah dan menggunakan metode inquiry dengan bantuan media Games Book lebih rendah dibandingkan siswa yang belajar menggunakan ekpositori.
POLA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA DI KABUPATEN BANGKA BARAT Suryadin, Asyraf
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i1.362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kasus kenakalan remaja serta perilaku negatif di kalangan remaja sehingga diketahui gambaran pola pendidikan karakter dalam mengatasi kenakalan remaja di Kabupaten Bangka Barat. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2019 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui survei. Jumlah sampel penelitian ditentukan berdasarkan teori Isaac and Michael dengan Significance Level 5%. Responden penelitian berjumlah 666 siswa yang berasal dari seluruh sekolah menengah. Analisis data menggunakan metode analisis deskritif terhadap instrumen penelitian yang berupa kuesioner. Diketahui kenakalan remaja yang mendapat penilaian negatif dari yang paling tinggi adalah: pergaulan bebas (17%), bullying (13%), keluar malam (11%), dan pacaran (10%). Perilaku seperti merokok (9%), bolos sekolah (7%), narkoba (5%), kekerasan (5%), mabuk (4%), tindakan pornografi (3%), melawan guru (3%), dan mencuri (2%) masih dalam kategori sedang dan rendah. Sebanyak 89% responden setuju bahwa pendidikan karakter dapat mengembangkan potensi siswa untuk berhati baik, perpikiran baik, dan bertindak baik sehingga perlu adanya kerja sama intervensi orang dewasa di sekitar remaja dan pembentukan kebiasaan dalam empat lingkungan yaitu lingkungan keluarga, temansebaya, sekolah, dan masyarakat.
PENINGKATAN SIKAP DAN DISIPLIN SISWA SMK MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI DALAM PEMBELAJARAN K3 Mariani; Subijanto; Sulistyono, Agus Amin
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i2.364

Abstract

The improvement of attitude and disciplinary behavior of vocational school students in using personal protective equipment is part of standard operating procedures according to applicable regulations. Desk research is used as a method of the study. The purpose of the study is to examine and provide policy suggestions to improve student disciplinary attitudes and behavior when working in a culinary workshop/laboratory/kitchen.. The results of the study show that 1) the attitude and behavior of student work discipline in practicing using personal protective equipment are still not fully following the rules of law work safety and healthy; 2) the practice room is not equipped with a set of personal protective equipment including pictures/posters of occupational safety and health. This study concludes that the use of personal protective equipment as part of efforts to establish a work ethic and graduate competence is important for the implementation of workplace safety and health in line with the demands of the world of work in the era of globalization. It is concluded that the implementation of occupational safety and health using personal protective equipment has not been enforced in compliance with legislative requirements and needs to be incorporated as part of the profile of vocational high school graduates.
STRATEGI MGMP SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI TENGAH BERBAGAI KENDALA : (Studi Kasus di Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat) Joko, Bambang Suwardi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i2.375

Abstract

This study aims to i) obtain information on what efforts are carried out by MGMP with junior high school subjects in the district. Fifty Cities in order to be able to run to maximize teacher professionalism in the midst of constraints and limitations, ii) know the profile of the MGMP subject to SMP from funding, and activeness, iii) obtain information on the constraints and solutions carried out by the junior high school MGMP management, in facing limitations and obstacles. This study used a descriptive qualitative approach with a case study research design. Data collection techniques are non-participant open observation, semi-structured interviews and documentation studies. The data used in this study are primary data collected through clustered group discussion (DKT) and filling out a questionnaire by 14 heads / administrators of the MGMP. Data were analyzed using descriptive statistical techniques. The results of the study concluded that (i) the efforts made by MGMP with junior high school subjects included upholding the principle of kinship. The activities are always coordinating, and all problems are always decided together related to funds, location, materials and the existence of the narcissum, (ii) the profile of the MGMP subject to junior high school is mostly very active in holding meetings 12 times a year, as well as the percentage of active MGMP on average. average above 70 percent. The management also assured, whether there is assistance or not, the MGMP must continue to run with independent funds, (iii) the classic obstacles of the MGMP are always decided together, the working principle reflects the activities of "from, by and for the teacher".
PEMANFAATAN ZIPGRADE SEBAGAI MEDIA PENILAIAN UNTUK MEMETAKAN PENGUASAAN SISWA TERHADAP TOPIK PENGUKURAN DI SMK Mustofa, Zainul
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i2.377

Abstract

The topic of measurement is an important topic that must be mastered by SMK students in the field of computer and network engineering. Teachers as learning facilitators need to map students' mastery in terms of theory and practice as an evaluation material for providing feedback in the form of enrichment and remedial. One of the media that can quickly and accurately map student mastery is ZipGrade. The purpose of this study was to determine students' acquisition of the topic of measurement using ZipGrade. The research method used the case study method. The research subjects were students of computer and network engineering at SMK Al Munawwariyyah in the academic year 2020/2021 by 86 students. The results showed that the average mastery was 47,5%. Some of the concepts that most students find difficult are reading the measured value of the AVO meter, the rule to use AVOmeter, and using the significant figures rules in multiplication and division operations, and predicting the appropriate resistor according to a given value.
POTENSI PENDUKUNG PELAKSANAAN PROGRAM INDONESIA PINTAR: STUDI KASUS DI KECAMATAN BABAKAN KABUPATEN CIREBON Meiynana; Machdum, Sari Viciawati
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i2.381

Abstract

The study aims to determine the potential support for the implementation of PIP policies in an effort to improve access to education for school-age children who come from underprivileged families. This research is a case study in Babakan subdistrict which based on preliminary observations shows an indication of successful PIP implementation. This research uses a descriptive qualitative approach. The data is collected through document review by analyzing the PIP report data and in-depth interviews with relevant stakeholders. The results show that the successful implementation of PIP was supported by four interrelated aspects, including good communication and coordination between the stakeholders involved in tiered, adequate resources, and a good bureaucracy based on their roles and functions. It is hoped that the research results can inspire and motivate other regions to implement PIP.
PERAN DAN STRATEGI KOMUNITAS LONTAR DALAM MENYEBARKAN BUDAYA LITERASI DI NUSA TENGGARA BARAT M. Zaenul Muttaqin; Muttaqin, M. Zaenul; Evendi, Azhari; Dwi Suryanti, Made Selly
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i2.382

Abstract

This study aims to analyze the roles and strategies of the Lontar literacy community to introduce literacy culture to the wider community in the West Nusa Tenggara region. Primary data obtained through observation and interviews. Data analysis was carried out systematically by determining the sections and relationships between the data sections. The validity of the data is measured by triangulation and external audit. The results show that the Lontar Community has played its role by providing intensive coaching since 2017 at Taman Baca Masyarakat in two regencies that are tourist destinations, such as TBM Rinjani at the slopes of Rinjani, and the Perpustakaan Adat Bayan for this Traditional Village, North Lombok Regency. In this journey, the Community cooperates with all parties whose mission is to advance education. As for the strategy of spreading literacy culture, the Lontar Community utilizes public space as a place for reading books, scientific discussion and writing in the classroom, and uses social media for literacy campaigns.
EDITORIAL DAN DAFTAR ISI, JURNAL LITJAK, VOL. 13, NO. 1 TAHUN 2020 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun ini, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia, Nomor 85/M/KPT/2020 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I tahun 2020, tanggal 1 April 2020, Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan (JPKP) telah ditetapkan sebagai Jurnal Terakreditasi Peringkat 5. Capaian tersebut menjadi pendorong bagi peningkatan kualitas JPKP pada terbitan-terbitan selanjutnya melalui peningkatan mutu artikel dan penampilan jurnal dari segi desain dan tata letak. JPKP Volume 12 nomor 1 tahun 2020 memuat enam artikel dengan topik-topik yang bervariasi mulai dari pendidikan karakter, evaluasi pembelajaran, beban kerja guru, perilaku hidup sehat siswa, dan pemberian dana BOP PAUD. Asyraf Suryadin membahas tentang pola pendidikan karakter yang dapat diketahui melalui bentuk kasus kenakalan remaja serta perilaku negatif dikalangan remaja. Sedangkan, Ikhya Ulumudin menyoroti tentang penerapan kurikulum yang sudah memuat kompetensi abad 21 di Indonesia yang tidak sejalan dengan hasil Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 yang mengalami penurunan, hal tersebut ada kaitannya dengan proses pembelajaran yang pada kegiatan pendahuluan sudah sangat baik namun pada kegiatan inti dan penutup masih tergolong cukup terutama pada pelaksanaan pembelajaran saintifik dan dorongan guru dalam pengembangan metakognisi. Adapun Simon Sili Sabon menemukan bahwa masih banyak guru yang terkendala dalam pemenuhan beban kerja minimal sehingga mereka kehilangan peluang untuk mendapatkan tunjangan profesi. Selanjutnya, Acep Saepul Rahmat dan kawan-kawan, menyajikan bagaimana model pembelajaran berbasis inquiry dengan bantuan media games book dapat mempengaruhi kemampuan pemahaman konsep IPA siswa sekolah dasar. Sementara itu, Teguh Suriyadi menyatakan bahwa perilaku hidup sehat siswa SD di sekolah yang berlokasi di sekitar pasar belum memuaskan karena masih banyak siswa SD yang belum menerapkan perilaku hidup sehat. Terakhir, Sudiyono dan Yunita Murdianingrum menyampaikan bahwa pemberian dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini cukup efektif dalam membantu biaya operasional, meningkatkan kegiatan pembelajaran, dan meringankan beban pembiayaan orang tua siswa, namun penerimaan dana belum tepat waktu dan pemanfaatan dana juga belum sesuai dengan petunjuk teknis. Keenam artikel tersebut diharapkan dapat memperkaya pengetahuan, wawasan, dan daya kritis para pembaca terhadap kebijakan pendidikan. Akhir kata, Dewan Redaksi Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan mengucapkan selamat membaca dan semoga mendapatkan manfaat dari artikel-artikel yang disajikan.
MENUNGGU KIPRAH NEGARA PADA SEKOLAH RUMAHAN ALA SAMIN: Studi Kasus di Kudus Rosyid, Moh
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 14 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v14i1.384

Abstract

This research was conducted to understand the home school model of Samin residents in Kudus, Central Java. Research data obtained through interviews, observations, and literature review. Data was analyzed using a qualitative descriptive approach. Samin’s home school was initially led by Ki Samin Surosentiko during the resistance against the Dutch colonial in Blora and has spread to Kudus until now. Samin residents do not go to formal schools, but form home schools with the aim of protecting their generation from being carried away by the current dynamics. The learning materials focus on the principles of life and to stay away from five taboos: bedok (accusing), colong (stealing), pethil; pinch; and nemu wae ora keno; taboo to find goods. Samin residents do not go to formal schools because they still maintain their ancestral teachings with speech traditions. The educators are parents and traditional leaders. The results of the evaluation are reflected in their behavior in life. The Samin people’s passions are to serve, care for, and protect Ki Samin’s teachings in terms of ordinances, manners, and dharma so that the roots of the noble tradition are maintained. The success of homeschooling is reflected when students behave according to the teachings of their parents and can be followed as examples. The state must be present to provide continuous enlightenment so that its curriculum leads to formal education or equality, while also maintaining that local wisdom is not uprooted from its cultural roots. The role of the state ideally is to explicate with a persuasive approach, so that the teaching material could integrate formal homeschooling. Penelitian ini dilakukan untuk memahami model sekolah rumahan warga Samin di Kudus Jawa Tengah. Data riset diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kajian pustaka. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sekolah rumahan Samin awalnya dimotori oleh Ki Samin Surosentiko di masa perlawanan kolonial Belanda di Blora dan menyebar sampai Kudus hingga kini. Warga Samin tidak bersekolah formal, tetapi membentuk sekolah rumahan dengan tujuan memproteksi generasinya agar tidak terbawa dinamika kekinian. Materi pembelajarannya berfokus pada prinsip hidup dan menjauhi lima pantangan: bedok (menuduh), colong (mencuri), pethil; jumput; dan nemu wae ora keno; pantangan menemukan barang. Warga Samin tidak bersekolah formal karena masih mempertahankan ajaran leluhur dengan tradisi tutur. Pendidiknya adalah orang tua dan tokoh adat. Hasil evaluasi tercermin pada perilaku hidupnya. Obsesi orang Samin yaitu nglayani, ngrawat, nglindungi ajaran Ki Samin dalam hal tata cara, tata krama, dan tata darma agar akar tradisi adiluhung terawat. Keberhasilan sekolah rumahan tercermin ketika peserta didik berperilaku sebagaimana ajaran orang tua dan dapat diteladani. Negara harus hadir memberi pencerahan secara berkesinambungan agar kurikulumnya mengarah pada pendidikan formal atau kesetaraan dan kearifan lokalnya tak tercerabut dari akar budayanya. Peran negara idealnya menjelaskan agar materi ajarnya menjadi homeschooling formal dengan pendekatan persuasif.

Page 7 of 14 | Total Record : 133