cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Dual Faces Architecture of Nias Wananto, Meridiani Trianandari; Rahmani, Afina; Ginandjar, Dadi Satria; Sukarya, Angga Kusumah; Wahadamaputera, Shirley
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.737 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.285

Abstract

Abstract Many Indonesian people built a traditional house based on beliefs of their ancestors for generations, without knowing the scientific reason. Meanwhile, indirectly, ancestors already thinking about housing that adapts the environmental conditions such as in Nias Island. Nias is an island that has two different forms of traditional houses which are affected by the differences geographic, highland and lowland. Geographic factors and beliefs not only affect the shape of the house but also the structure of the house. Located on the earthquake fault lines, Nias traditional houses was designed to withstand earthquakes that often befall. A study using description and analysis methods about design and structure which used in traditional houses in Nias Island, would develop a good sense of the idea to apply these materials on modern building to preserve the culture of Indonesia. Key Words: Nias Island, Nias Traditional House, Earthquake, Building Material
Kajian Efisiensi Desain Sirkulasi pada Fungsi Bangunan Mall Dan Hotel BTC Pynkyawati, Theresia; Aripin, Samsul; Ilyasa, Eri; Ningsih, Leslye Yunita; Amri, Amri
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.263 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.452

Abstract

ABSTRAK Bandung Trade Centre (BTC) adalah bangunan komersil yang memiliki dua fungsi bangunan berupa Mall dan Hotel. Bangunan tersebut berdiri pada satu kawasan yang sama tanpa ada pembatas untuk bisa mencapai kedua fungsi bangunan tersebut, sehingga kedua fungsi bangunan ini sangat menarik untuk dikaji mengenai kesinambungan efisiensi desain sirkulasinya. Kajian dari kedua fungsi bangunan komersil ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bentuk ruang sirkulasi, zona fungsi ruang, pola desain sirkulasi ruang dan beberapa aspek kenyamanan sirkulasi seperti jarak dan waktu  pencapaian serta penerapan elemen sirkulasi (signage) yang efisien pada bangunan Mall dan Hotel BTC. Studi dilakukan melalui analisis deskriptif, sehingga dengan adanya dua fungsi bangunan dalam satu kawasan, efektif dan efisien pada jarak dan waktu tempuh dapat diwujudkan dengan meminimalkan penerapan desain sirkulasi berupa jembatan penghubung serta penggunaan elemen sirkulasi (signage) untuk kenyamanan dan kemudahan dalam bersirkulasi. Kata kunci : Kesinambungan, efisiensi, sirkulasi, jarak, waktu, mall dan hotel Abstract Bandung Trade Center ( BTC ) is a commercial building that has two functions of building a Mall and Hotel . The building stands on the same region without any barrier to reach the second function of the building , so that the second function of this building is very interesting to study the sustainability of the design efficiency of circulation . Studies of both commercial buildings function is to know and understand the form of circulation space , zone function space , circulation space design patterns and some aspects of the circulation of such convenience of distance and time as well as the achievement of the application of circulation elements ( signage ) are efficient at building Mall and Hotel BTC . The study was conducted through descriptive analysis , so that the two functions in one area of the building , effectively and efficiently in the distance and travel time can be realized by minimizing the application of a circulating bridge design and the use of circulation elements ( signage ) for comfort and ease of circulation . Keywords : sustainability , efficiency , circulation , distance , time , malls and hotels
Penerapan Kebijakan Daerah Pada Pemukiman Di Kawasan Konservasi Puncak Dwi Kustianingrum; Sarah Fitria Andriani Fauziah; Novi Anggraeni; Wisnu Adi Wicaksono; Rauda Alessa Hendarman
REKA KARSA Vol 5, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i1.1490

Abstract

AbstrakPuncak merupakan kawasan area konservasi dimana kawasan tersebut harus dijaga sebagai kawasan lindung karena sudah dikenal sebagai salah satu “Paru paru pulau Jawa”. Isu permasalahan utama di Puncak yaitu adanya beberapa alih fungsi ruang yang belum sesuai dengan kebijakan daerah dari kawasan konservasi menjadi kawasan terbangun atau budidaya yang akan menimbulkan bencana seperti banjir, longsor dan bencana lainnya. Fungsi kawasan konservasi dalam hal ini mempunyai kerentanan ruang yang sangat tinggi terutama terkait dengan pertumbuhan kawasan di kawasan puncak, Kabupaten Cianjur yang memiliki tekanan yang cukup tinggi terhadap pembangunan permukiman, pariwisata dan sebagai tempat peristirahatan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kebijakan daerah, intensitas lahan serta sarana dan prasarana pada kawasan lindung melalui studi kasus yang berada di kawasan Villa Kota Bunga, Puncak, Kabupaten Cianjur. Pendekatan kajian ini dengan mengidentifikasi permasalahan kawasan terbangun yaitu perumahan dan permukiman dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan deskriptif komparasi. Pada akhir studi, akan didapatkan kesimpulan bagaimana kebijakan daerah diterapkan pada perencanaan kawasan Villa Kota Bunga, serta kelengkapan sarana dan prasarananyaKata kunci:  konservasi, kebijakan daerah, intensitas lahan, sarana prasarana AbstraCTPuncak is known as the conservation area whereas the area must be protected as a protected area because Puncak is also known as “Jawa Barat’s Lungs”. The main issue in Puncak is the functional shift that not suit with the region policy, which the area are changing from the cultivation area became the builded area that will cause some nature disaster such as flood, landslide and another nature disaster. The conservation area function have a realy high space vunerability that related with the growth of Puncak, Cianjur also have a high pressure of the growth of housing area, tourism area and as the rest area. This study meant to know about the practise of the region policy in the area, the land intensity, and also the facilities and infrastructures of a housing area that located in conservation area trough the case that located in Kawasan Villa Kota Bunga, Puncak, Cianjur. The approach of this study is by indentify the main issue in the location with the descriptive analysis and descriptive comparative methods. At the end of the study, it was conclude about how the policy applied in the area and also the completeness of the housing facilities and infrastructuresin the area.Keyword: conservation, regional policy, land intensity, facilities and infrastructures.
Kelayakan Pasar Rakyat Cihapit Ditinjau Dari Aspek Persyaratan Teknis SNI Bambang Subekti; Iyus Sutisna; Novia Iqrar Gandhita; Rizal Haniffan
REKA KARSA Vol 5, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i1.1498

Abstract

AbstrakPerkembangan penduduk Indonesia dinilai sangat pesat. Pertumbuhan penduduk yang terus menerus meningkat, ditambah lagi dengan turis yang berkunjung ke Indonesia merupakan penyebab semakin banyaknya pasar di Indonesia. Baik itu pasar baru, maupun pasar yang secara tidak sengaja terbentuk kemudian berkembang menjadi lebih besar. Agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik, pasar membutuhkan beberapa komponen, dan desain pasar yang menimbulkan rasa aman, nyaman bagi penggunanya. Dengan adanya rasa nyaman tersebut kegiatan ekonomi dipasar dapat berlangsung dengan baik dan menimbulkan dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi pembeli,Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk mengetahui kelayakan fungsi Pasar di tinjau dari aspek persyaratan teknis dengan studi kasus di Pasar Cihapit Bandung. Metode yang digunakan untuk menganalisa yaitu dengan pendekatan analisis secara kualitatif. Penelitian ini menghasilkan bahwa fungsi Pasar di tinjau kelayakannya dengan aspek persyaratan teknis dari Standar Nasional Indonesia sehingga bisa menyatakan apakah Pasar ini layak atau tidak layak dan masyarakat bisa merasakan bagaimana Pasar yang aman, nyaman,  dan layak.  Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa arsitektur dan arsitek agar berpartisipasi untuk membangun Pasar yang layak menurut aspek persyaratan teknis dari Standar Nasional Indonesia. Kata kunci: aspek kelayakan, Standar Nasional Indonesia, pasar rakyat AbstraCT Population growth in Indonesia is growing rapidly.  Continuous population growth has increased, coupled with tourists visiting Indonesia is a cause of the increasing number of markets in Indonesia. Whether it's a new market, and the market is inadvertently formed later become larger. In order to perform its functions properly, the market requires several components, and market design creates a feeling of safety, comfort for its users. With their comfortable sense of the economic activity in the market could take place and cause a positive impact on social and economic life buyers, The purpose of writing this paper is to determine the feasibility of market functioning in the review of aspects of technical requirements with a case study in Bandung Cihapit Market. The method used to analyze is the descriptive qualitative analysis approach. This study resulted in that market function in reviewing the feasibility aspects technical requirements of the Indonesian National Standards so that it can say whether this market is feasible or not feasible and the public can feel how the market is safe, comfortable, and well worth it. This study is expected to be a reference for students of architecture and architects in order to participate to build a viable market from the aspect of the technical requirements of the Indonesian National Standard. Keywords: feasibility aspects, the Indonesian National Standard, traditional market
Struktur Sebagai Elemen Estetis Dalam Rancangan Pengembangan di Kawasan Institut Teknologi Nasional Bandung Nur Muhamad Firman Saputra; Theresia Pynkyawati
REKA KARSA Vol 1, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i4.362

Abstract

ABSTRAKSejak didirikan pada tahun 1972 hingga saat ini, ITENAS telah mengalami berbagai perkembangan yang sangat signifikan, baik dari segi sumber daya manusia, fasilitas pembelajaran, program studi, maupun kelembagaan. Maka sudah tidak heran dengan prestasi yang telah di raih ITENAS dapat menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jawa Barat. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi calon mahasiswa baru untuk masuk ITENAS, terbukti dengan selalu bertambahnya jumlah peminat mahasiswa baru pada setiap tahunnya. Akan tetapi hal ini harus di imbangi dengan perkembangan kondisi setiap gedung yang berada di kawasan ITENAS agar dapat memenuhi kebutuhan aktifitas mahasiswa, maka direncanakan suatu pengembangan terhadap kawasan ITENAS. Dimana dalam pengembangan ini diantaranya perluasan gedung yang meliputi gedung rektorat dan gedung 4, sedangkan rancangan bangunan terdiri dari gedung perkuliahan umum dan gedung pascasarjana. Tema perancangan struktur sebagai elemen estetis dipilih sebagai penerapan kedalam desain rancangannya.Kata kunci: Pengembangan, Elemen struktur, Estetis. ABSTRACTSince its founding in 1972 until today , ITENAS has undergone significant developments , both in terms of human resources , learning facilities , courses , and institutions . Then it is no wonder with the achievements that have been achieved , ITENAS can be one of the leading private universities in West Java . This can be a consideration for prospective new students to enter ITENAS , as evidenced by the growing number of enthusiasts are always new students every year . However, this must be balanced with the development of the condition of each building in ITENAS region , in order to meet the needs of student activities .Then planned a development of the region ITENAS. Where in this development include some part of them, the expansion of the building includes Rectorate building and building 4, while the design of the new building include building public lectures and graduate building. With the application structure as aesthetic elements as a theme in its design.Keywords: Development, Structural elements, Aesthetic.
Kajian Desain Struktur Rumah Tinggal Masyarakat Kampung Naga di Tasikmalaya Theresia Pynkyawati; Efri Agung; Aditya Noviandi; Raden Nenden Suhardiman; Mutiara Anggita Putri
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.597

Abstract

Abstrak Kampung Naga merupakan salah satu kampung adat yang terletak di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kesederhanaan tradisi yang didasari oleh hubungan manusia dan alam telah menjadi identitas dari masyarakat Kampung Naga sebagai kearifan lokal dan tercermin dalam arsitektur rumah tinggal. Rumah tinggal di Kampung Naga memiliki keunikan yang berasal dari kesederhanaan tatanan masa, desain struktur dan material sehingga menarik untuk dikaji. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui desain struktur yang digunakan oleh masyarakat Kampung Naga yang didasari teori pola ruang Francis D.K Ching, serta material yang digunakan seperti kayu, batu, bambu dan lain lain. Hasil Kajian menunjukan bahwa tatanan masa rumah tinggal di Kampung Naga memiliki pola linear. Bangunan rumah tinggal menggunakan pondasi umpak dengan material batu kali dan desain atap jolopong dengan rangka kayu. Kata kunci: vernakular, material struktur, desain struktur, Kampung Naga Abstract Kampung Naga is a traditional village located in the district of Tasikmalaya, West Java. Simplicity tradition based on the relationship between humans and nature has become the identity of people in Kampung Naga as the local wisdom and reflected in residential architecture. House in Kampung Naga has a uniqueness that comes from the simplicity of building patterns, structure design and material, make this case interesting to study. This study aims to determine the design of structures used by the people of Kampung Naga is based on the theory of Francis DK Ching space patterns, and materials used such as wood, stone, bamboo and others. The study results showed that the system of residential houses in Kampung Naga has a linear pattern. Residential buildings using the umpak foundation with stone materials and jolopong roof design with wood frame. Keywords: vernakular, material of structure, structure design, Kampung Naga
Cara Pemeliharaan dan Perawatan Material Fasad Vertikal Non Struktural Pada Bangunan Rumah Susun Tecky Hendarto; Muhammad Kahfi; Aditya Danudja; Nadhifa Khairana; Arini Pramudiani
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1349

Abstract

CARA PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN MATERIAL FASAD VERTIKAL NON STRUKTURAL PADA BANGUNAN RUMAH SUSUN   muhammad kahfi, aditya danudja, nadhifa khairana, arini pramudiani, tecky hendrarto Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email : muhammadkahfi2552@gmail.com   Abstrak Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) semakin berkembang di Bandung tetapi ada beberapa hal yang terabaikan, salah satunya adalah dari segi pemeliharaan dan perawatan bangunan, khususnya pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal pada bangunan, yang dapat mempengaruhi faktor kenyamanan, kelayakan, dan kesehatan bagi penghuninya. Guna mengetahui aspek kelayakan dari pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal pada bangunan rumah susun sederhana sewa yang berada di Cingised, Arcamanik, Bandung, dilakukan kajian tentang cara pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu membandingkan kasus desain, terhadap teori dan peraturan yang berlaku. Kajian ini bertujuan untuk rumah susun yang layak huni oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah, baik secara visual, kesehatan, dan kenyamanan yang salah satunya dapat dipengaruhi oleh cara pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal pada bangunan hunian vertikal. Kata Kunci : Rusunawa, pemeliharaan dan perawatan, material. Abstract The vertical residences such as mansions seem to be expanding in Bandung City, but there are some aspects overlooked; one of them is building maintenance, particularly the facade maintenance of inside and outside of the buildings that could affect on the convenience, feasibility, and the health factors of its residents. In order to know the feasibility aspect of the material maintenance of inside and outside of the buildings, we conduct a study by using descriptive analysis method which compares the design case to the theories and regulations about how to conduct a facade maintenance for inside and outside of the mansion. A study about the mansion which located in Cingised, Bandung aims to build a feasible residence for the lower middle society based on visual, health, and convenience aspects in which one of them could be affected by the method of facade maintenance for inside and outside vertical residence. Keywords : vertical residence, maintenance, material
Kajian Bentuk Fasad Depan Hotel Aston Primera Achsien Hidayat; Yoma Hendratmoko; Mohammad Raezah; Agus Ekoprasetyo Widodo
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.187

Abstract

ABSTRAKArsitektur dewasa ini harus mampu memahami kekhasan suatu bentuk pada bangunan, denganpemanfaatan secara maksimum dari penggunaan bahan-bahan bangunan, tekstur bahanbangunan, serta warna permukaan yang akan diterapkan pada facade bangunan tersebut,sehingga suatu bangunan mempunyai ciri khas sendiri yang berbeda dari bangunan-bangunanyang ada. Facade pada bangunan Hotel Aston Primera Pasteur ini terlihat sederhana denganbentuk geometris dan warna yang khas. Bentuk dasar pada bangunan ini terlihat jelas, yaituperpaduan antara persegi panjang dan bujur sangkar. Bentuk geometris tersebut juga diterapkan pada bentuk jendela dan tower, sehingga pada facade bangunan terlihat suatu polayang tersusun baik. Namun bentuk facade dan nilai kenyamanan tersebut diharapkan sesuaidengan kebutuhan bangunan.Kata Kunci: Wujud, Dimensi, Warna, Tekstur, Posisi, OrientasiABSTRAKArsitektur dewasa ini harus mampu memahami kekhasan suatu bentuk pada bangunan, denganpemanfaatan secara maksimum dari penggunaan bahan-bahan bangunan, tekstur bahanbangunan, serta warna permukaan yang akan diterapkan pada facade bangunan tersebut,sehingga suatu bangunan mempunyai ciri khas sendiri yang berbeda dari bangunan-bangunanyang ada. Facade pada bangunan Hotel Aston Primera Pasteur ini terlihat sederhana denganbentuk geometris dan warna yang khas. Bentuk dasar pada bangunan ini terlihat jelas, yaituperpaduan antara persegi panjang dan bujur sangkar. Bentuk geometris tersebut juga diterapkan pada bentuk jendela dan tower, sehingga pada facade bangunan terlihat suatu polayang tersusun baik. Namun bentuk facade dan nilai kenyamanan tersebut diharapkan sesuaidengan kebutuhan bangunan.Kata Kunci: Wujud, Dimensi, Warna, Tekstur, Posisi, Orientasi
Pengolahan Elemen Pada Fasad Bangunan Apartement Cosmo Terrace Terhadap Tema Back To The City Iman Aji; Mutiara Dwi Lestari; Anastasia Levina Anthony
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1402

Abstract

Pengolahan Elemen Pada Fasad Bangunan Apartement Cosmo Terrace Terhadap Tema Back To The City Utami, Iman Aji, Mutiara Dwi Lestari, Anastasia Levina Anthony Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email: iman.aji1894@gmail.com ABSTRAK Apartemen  memiliki atribut-atribut yang berperan dalam mendukung fungsi apartemen sebagai hunian serta merupakan faktor yang dipertimbangkan penghuni dalam memilih apartemen. Salah satu faktor yang paling mudah dinilai oleh orang awam adalah fasade sebuah bangunan. Dimana fasade merupakan muka dan citra yang ingin ditunjukan oleh sebuah bangunan yang dirancang yang menjadi daya tarik tersendiri bagi calon penghuni. Penelitian ini menganalisa keterkaitan antara tema konsep dengan fasade bangunan dengan tema yaitu “Back To The City’. Metoda yang dilakukan untuk menganalisa yaitu dengan pendekatan analisis deskriptif secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suatu desain dapat mengekspresikan sesuatu pada hasil rancangan dengan tidak lagi terbatasi oleh material-material dan metode konstruksi sehingga perlakuan elemen terhadap fasade bangunan tidak dapat dikesampingkan. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa arsitektur dan arsitek dalam mendesain pengolahan elemen fasade bangunan berupa rancangan fasade yang menjadi daya tarik akibat elemen fasade bangunan yang terbentuk. Kata Kunci: Bangunan tinggi apartemen, Bentuk massa dan material fasad bangunan ABSTRACT The apartments have attributes play a role in supporting the functions of the apartment as a residence as well as a factor that is taken into consideration in selecting the apartment dweller. One of the easiest factors assessed by lay people is the façade of a building. Where is the façade of the advance and the image want to shown by a building designed which becomes attraction for prospective residents. On this penilitian will be analyzed further regarding the interconnectedness between the theme concept with the façade. The survey was conducted on apartemen in Cosmo Terrace in the form of an analysis of the elements of the façade of the building and processing dependencies with the theme concept taken by officials ' Back To The City '. The interview will also be done to the building manager in the form of the intended purpose of taking the theme concept of ' Back To The City ' and mean of the façade of the building is being designed. This study aims to clarify that a design must be reflective of the theme in the take it and applying it against the design of the building itself. So that the public can know what the theme is applied on the building. Key words: high-rise apartment, shape and material of the facade of the building mass
Kajian Penggunaan Material Kayu dan Bambu Ditinjau Dari Pengawetan dan Perawatan Achsien Hidajat; Fakhry Fatharani; Desy Martika; Fitra Andika; Glagah Putih
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.615

Abstract

ABSTRAK Dunia arsitektur modern tentu tidak pernah lepas dari arsitektur vernakular.Seperti halnya pemukiman di Kampung Pulo Garut,rumah juru kunci di Kampung Pulo Garut menggunakan material kayu dan bambu. Dengan penggunaan material yang tidak tahan lama, maka diperlukan proses pengawetan dan perawatan pada bangunan di Kampung Pulo ini. Untuk proses pengawetan bahan material kayu, dilakukan oleh penyedia material yang dipilih oleh pemerintah dan tidak diawetkan kembali untuk mempersingkat waktu pekerjaan dan meminimalisir biaya. Sedangkan untuk bahan material bambu dilakukan pengawetan dengan metoda perendaman dalam waktu satu minggu saja. Untuk menjaga keawetan material kayu dan bambu pada rumah Kampung Pulo, penghuni rumah melakukan perawatan secara sederhana dan berkala agar rumah tersebut dapat bertahan lama. Kata kunci : vernakular, kayu, bambu, pengawetan dan perawatan.   ABSTRACT The world of modern architecture would never be separated from the vernacular architecture. The same whit settelment in Kampung Pulo Garut. The caretaker’s house in Kampung Pulo Garut uses wood and bamboo materials. Whit the use of the materials that are not durabel, it is necessary to process the preservation of wood material, carried by the material providers who are chosen by the goverment and it is not preserved back to shorten the processing period and minimize costs. As for materials made of bamboo, it is preserved by immersion method within only one week. To maintain the durability of wood and bamboo material at home in Kampung Pulo, residents of the house perform simply and periodically maintanance in orde the house can last a long time. Keywords :vernacular, wood, bamboo, preservation and maintenance