cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Penerapan Bahan B-panel Ditinjau Dari Aspek Perancangan Fasad, Bentuk Bangunan, dan Ruang Interior (Studi Kasus: Hotel Mawar Bandung) Suherman, Nanang; Putri Inaray, Rizki Ananda; Syifahani, Hanifah Rusyanti; Nurhamim, Febiyarni Dwiputri
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1936.483 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.626

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan bahan b-panel pada perancangan fasad, proses perancangan arsitektur bentuk bangunan, dan bentuk ruang interior kamar pada bangunan Hotel Mawar Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode penelitian  deskriptif analisis yaitu dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bahan b-panel dapat menunjang perancangan fasad bangunan yaitu dalam aspek fungsional sebagai dinding dapat dibuat bukaan, dapat diolah menjadi sunshading, dan dapat ditambahkan ornamen, dari segi perancangan bentuk bangunan dan ruang Interior, b-panel baik digunakan untuk fungsi hotel yang terdiri dari ruang-ruang kamar dengan modul berulang karena B-panel diproduksi secara modular dan pemasangan panel-panel disesuaikan dengan modul ruang. Kata kunci: Bahan b-panel, Perancangan fasad, Bentuk bangunan, Ruang interior Abstract This study aimed to determine the role of b-panel materials on the facade design, architectural design process of building forms, and forms of an interior room space on buildingin Hotel Mawar Bandung. The type of research is descriptive qualitative,  analysis descriptive method is used, with interviews, observation, and documentation as technique data collection. The results shows that application of b-panel materials can support the design of the facade of the building specifically the functional aspects of a wall can be made openings,can be processed into sunshading, and can be added ornaments. In terms of design of the building form and interior space, b-panel is good to be used for hotel building consisting of spaces room with recurrent module because it is produced in a modular andinstallation of panels adapted to the space module. Keywords: Material b-panel, facade design, building form,  interior space
Keterbatasan Gerak Sebagai Faktor Pertimbangan Dalam Desain Sistem Evakuasi Kebakaran Pada Apartemen Sudirman Suites Bandung. Wahadarmaputera, Shirley; Armansyah, Naufal Rizqy; Meilita, Mega Kartika; Taufiq, Himawan; Dwiana, Rizky
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.541 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1383

Abstract

Keterbatasan Gerak Sebagai Faktor Pertimbangan Dalam Desain Sistem Evakuasi Kebakaran Pada Apartemen Sudirman Suites Bandung Studi Kasus : Apartemen Sudirman Suites   Shirley wahadamaputera, NAUFAL RIZQY ARMANSYAH, mEGA KARTIKA MEILITA, hIMAWAN TAUFIQ, rIZKY DWIANA Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : joanshirl2000@yahoo.com   Abstrak Salah satu jenis bangunan vertikal yang mengalami percepatan pembangunan dalam lima tahun terakhir dikota Bandung adalah apartemen. Apartemen sudah menjadi salah satu pilihan tempat tinggal tetap keluarga di Kota Bandung, dimana penghuni di dalamnya pun beragam, termasuk penghuni keterbatasan gerak seperti penghuni lansia, cacat fisik atau ‘diffable people’ dan ibu hamil. Apartemen sebagai bangunan hunian sudah seharusnya memberi perlindungan pada pengguna apartemen terhadap bahaya, salah satunya adalah bahaya kebakaran. Permasalahan evakuasipun tidak lagi hanya sebatas jumlah lantai, tinggi bangunan, keterbatasan jangkauan tangga mobil pemadam kebakaran dan jumlah penghuni saja, namun juga bagaimana mengevakuasi penghuni keterbatasan gerak. Apartemen Sudirman Suite dengan 23 lantai dibangun pada tahun 2014 yang didukung dengan peraturan yang lebih baik dipilih sebagai studi kasus. Metode analisis deskriptif digunakan untuk membandingkan kondisi nyata desain koridor yang meliputi dimensi, pemilihan bahan, kemiringan dan kelengkapan sarana dengan ketentuan yang berlaku.Temuan menunjukkan bahwa sistem bertahan di tempat dibutuhkan untuk memberi pilihan bagi penghuni apartemen keterbatasan gerak untuk menyelamatkan diri. Sarana evakuasi penghuni keterbatasan gerak digunakan bersamaan dengan penghuni lainnya. Desain ruang tunggu diperlukan untuk memuat penempatan sementara alat bantu. Desain sirkulasi evakuasi keluar bangunan perlu dirancang dengan tidak terputus hingga mencapai titik kumpul bagi penghuni keterbatasan gerak dengan aman.   Kata kunci : Sistem evakuasi kebakaran, keterbatasan gerak. ABSTRACT Vertical buildings that experienced accelerated development in the last five years in Bandung is apartments. Apartments has become the family permanent residences option in Bandung, where the residents were diverse including residents with limited mobility such as the elderly, physical disabilities or diffable people and pregnant women. Apartments as residential or dwelling are supposed to provide security to residents from all the risks, are risk of fire. The evacuation problem is not only the number of floors, building height, fire truck’s ladder limitation and number of residents, but also how to evacuate the residents with mobility impairments. Sudirman Suite Apartment with 23 floors has been built in 2014 and supported by better regulations are chosen to be the case study. Descriptive analysis method is used to compare the real condition of design corridor that include dimension, material election, tilt, and facilities completeness with applicable. This research discovered that stay in the place system are need to give the mobility impairments occupants choice to rescue themselves. Means of evacuation for occupants with mobility impairments used at the same time with another occupants. The waiting room designs are prepared to accommodate temporary placement tools. Circulation of exit evacuation design for occupants need to be design to be continued until evacuation point for mobility impairment occupants to be save. Keyword : Evacuation system, mobility impairments.
Penerapan Arsitektur Ekologi oada Bangunan Sekolah Tinggi Seni Pertunjukan beserta Asrama di Kabupaten Bandung Barat Mahardika, Suci; Tyas, Widji Indahing
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.67 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.289

Abstract

Abstrak Dalam upaya menjalankan dan merencanakan pengembangan kabupaten sesuai  dengan potensi daerah, dibutuhkan penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan dalam bermasyarakat, antara lain berupa sarana dan prasarana pendidikan, dan kesehatan. Sarana pendidikan menjadi salah satu prioritas utama untuk dilaksanakan dalam waktu dekat.Adapun tujuan dari proyek ini adalah memberikan fasilitas kepada para masyarakat, khususnya penyediaan perguruan tinggi yang dapat menjadi perguruan tinggi berkualitas serta turut mewujudkan visi misi Kabupaten Bandung Barat dengan merancang bangunan yang tanggap terhadap lingkungan dan kontekstual dengan iklim setempat. Tema dan Konsep desain perencanaan Sekolah Tinggi adalah Arsitektur Ekologi yang secara utuh bertujuan untuk mencapai keselarasan antara pembangunan Sekolah Tinggi dan lingkungan sekitar, baik untuk pengguna bangunan, dan masyarakat. Menciptakan bangunan Sekolah Tinggi yang berwawasan kedepan, tanggap terhadap lingkungan dan juga bisa mewadahi semua kegiatan penggunanya secara eksklusif dan secara nyaman untuk menjalankan perkuliahan dan kegiatan-kegiatan mahasiswa. Kata kunci: pendidikan ,sekolah tinggi seni pertunjukan, arsitektur ekologi.   Abstract In an effort to run and plan the development of the district in accordance with the local potential, provision of facilities and infrastructure necessary to support the life of the community, which include educational facilities, and health. Means of education to be one of the main priorities to be implemented in the near future. The purpose of this project is to provide facilities to the people, especially the college provision that could be a quality college and helped realize the vision and mission of West Bandung regency by designing buildings that respond to environmental and contextual to the local climate. Theme and concept design college is planning a full Ecological Architecture aims to achieve harmony between the development of the college and the environment, good for building users, and the public. Creating a college building next insightful, responsive to the environment and can also accommodate all of its activities are exclusively and are comfortable to run lectures and student activities. Keywords: education, school of the performings art, ecological architecture.
KAJIAN PEMANFAATAN MATERIAL HABIS PAKAI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENUJU ARSITEKUR BERKELANJUTAN Halim, Icang Abdul; Martianus, Jeffry; Larasati, Helga; Iqbal, Reza M; Muhsin, Ardhiana
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.3 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.456

Abstract

Abstrak Industri pembangunan berkontribusi besar terhadap terbentuknya efek rumah kaca yang menimbulkan pemanasan global. Semakin tinggi pemanfaatan sumber daya alam dapat diidentikkan dengan semakin besarnya volume limbah bangunan yang dihasilkan sehingga harus ada upaya untuk mereduksi penggunaan material baru yang berlebihan dengan wawasan arsitektur berkelanjutan. Salah satunya yaitu dengan penerapan kembali material habis pakai seperti yang telah dilaksanakan di Rumah Tinggal Budi Faisal berupa kayu (kayu utuh dan multipleks), besi tulangan, genteng, serta kaca. Metoda yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pengamatan lapangan, wawancara, dan kuesioner. Analisis data mengunakan metoda deskriptif baik kualitatif, kuantitatif, maupun kualitatif yang dikuantitatifkan. Analisis kualitatif untuk mengetahui kriteria, pengolahan, dan penerapan material dengan mengkomparasikan antara teori dan data. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis tinjauan aspek sosial dan ekonomi. Hasil yang diperoleh adalah kriteria, pengolahan, dan penerapan material habis pakai yang diterapkan pada Rumah Tinggal Budi Faisal sebagai salah satu upaya menuju arsitektur berkelanjutan. Kata kunci: arsitektur, berkelanjutan, material habis pakai Abstract Building construction has strong influence toward green house effect which create global warming. The more natural resources used, producing more waste volume of material. As part of nature, human should act wisely and reducing use of excessive natural resources with the sustainable architecture concept. For example on Budi Faisal’s house, he applies sustainable concept with some reuse materials like wood (intact wood and plywood), steel, roof tile and glass. The methods which use for collecting data is observing field, interview and questioner. Analyzing data using descriptive method of qualititative, quantitive and also qualitative which has being quantitavie. Qualitative analizing to find criteria, processing and applying materials then to compare with theory and data. Furthermore, quantitative analyze used for analyzing contemplation of social aspect and the economical aspect. The results are criteria, process and apply of reuse materials in Budi Faisal’s house as a guidance for being sustainable in architecture. Keywords: architecture, sustainable, reuse materials
PENERAPAN FAKTOR BUDAYA DAN ADAT-ISTIADAT DALAM POLA MEMBANGUN PADA KAMPUNG ADAT KUTA, KAB. CIAMIS, JAWA BARAT Nydia, Erisa Weri; Mardian, Mardian; Khidir, Nurul; Freitas, Constancio; Gibson, Rinaldi
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.454 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.601

Abstract

Abstrak Permukiman tradisional Di Indonesia memiliki pola yang terbentuk berdasarkan pengaruh budaya lokal setempat. Hal ini menyebabkan bentuk tiap permukiman tradisional Indonesia menjadi bervariasi. Salah satu pola permukiman tradisional yang akan dikaji adalah pola Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kampung Adat Kuta menunjukkan pola menyebar dan tidak berorientasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan faktor budaya lokal dalam penentuan pola membangun pada Kampung Adat Kuta. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi dan wawancara langsung dengan masyarakat lokal. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah terdapat tiga pola dalam tatanan massa dan tahap-tahap dalam membangun bangunan di Kampung Adat Kuta. Kata Kunci : Budaya, Kampung Kuta, Pola Membangun, Tatanan Massa Abstract Traditional housing and settlements in Indonesia have different and specific pattern influenced by local culture factor of each society. One of the traditional settlements with unique pattern is Kuta village, located in Ciamis, West Java. The settlement pattern in Kuta village in general has neither orientation nor specific patterns. Although there is no pattern, the Kuta Village was built based on rules of the culture and tradition held by the leader of the village called Kuncen. This research is aimed to analyze to which extent the culture and local tradition influenced the settlement pattern in Kuta Village by firstly understanding the factors of culture in building tradition and afterward comparing with general factors.   Keyword : Culture, Kuta Village, Building mass pattern, Settlement pattern
Desain Fasade Bangunan Tinggi Apartemen Dengan Aplikasi Panel Beton Pracetak Rizky, Maulana Noor; Isriana, Riyanti; Azhari, Annisa; Brunner, Thomas
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.012 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1374

Abstract

Desain Fasade Bangunan Tinggi Apartemen Dengan Aplikasi Panel Beton Pracetak   MAULANA NOOR RIZKY, RIYANTI ISRIANA, ANNISA AZHARI, THOMAS BRUNNER Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email : kotaksurat.mnrizky@gmail.com Abstrak Pengetahuan akan jenis material merupakan hal penting dalam perancangan, jenis material yang akan di terapkan pada desain pun memiliki banyak alternatif karena masing-masing material memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Pemilihan material terutama untuk fasade bangunan dianggap penting dalam sebuah proses perancangan untuk menghasilkan sebuah karya dengan nilai estetika yang baik dan tidak mengesampingkan fungsi dari bangunan. Panel beton pracetak merupakan salah satu alternatif material yang dapat di aplikasikan dalam perancangan sebuah bangunan tinggi, terutama bangunan yang berfungsi sebagai hunian, namun dalam pengaplikasiannya pemakaian material panel beton pracetak harus memperhatikan detail-detail/joint antara konstruksi dan panel beton pracetak, karena pada sambungan tersebut akan rawan terjadinya kebocoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi sambungan/joint-joint panel beton pada struktur terhadap kebocoran. Objek penelitian pada penulisan ini adalah apartemen Easton Park, karena bangunan ini mengaplikasikan material panel beton pracetak pada sebagian besar fasadenya. Metode yang dilakukan pada penelitian ini dengan cara menganalisa detail-detail/sambungan dan bentuk panel beton pracetak berdasarkan perletakan Panel Beton Pracetak yang di aplikasikan pada bangunan Easton Park. Hasil penelitian menunjukan bahwa sambungan/joint-joint panel beton pada struktur dapat berpengaruh kepada kebocoran, serta bentuk panel beton pracetak dapat dipengaruhi oleh perletakan panel beton itu sendiri. Kata kunci: Material; Panel Precast; Apartemen Abstract Knowledge the types of materials are always important in terms of design, the type of material to be applied to the design also has many alternative because each material has its own advantages and disadvantages. Selection of materials to be applied to building facade is a consideration and especially important in a design process to produce a master piece with a good aesthetic value without disobeying the function of the building itself. Precast concrete panel as an alternative material that can be applied in the design of a high rise building, especially building that serves as residential, but usage in the application of precast concrete panel material should pay attention the detail/joint between the construction and precast concrete panel, because in the connection on line is prone to leakage. This study aimed to specify the correlation connection/joint concrete panel on the structure against leakage. The object of this study is Easton Park apartment, because this building is using precast concrete material at the whole facade. One of these building in Bandung which apply the entire facade. Thiscstudy is using method by analyzing the detail/connection and precast concrete panel form by the position of precast concrete panels are applied in Easton Park building. The result showed that the connection/joint-joint concrete panel on the structure can affect on the leakage, and precast concrete panel forms may be affected by the placement of concrete panel itself. Keywords: Material; Precast Panel; Apartement
Kajian Bentuk Dan Tatanan Massa Di Kawasan Bangunan Ci-Walk ( Cihampelas Walk) Tyas, Widji Indahing; Danial, Dadan Muhammad; Izjrail, Agy Braja
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.59 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.262

Abstract

Abstrak Cihampelas Walk (Ci-walk) di Bandung, open mall pertama di Indonesia beroperasi mulai tahun 2003 akhir dan berdiri di atas lahan seluas 3.5 hektar. Menurut tata letak ruang yang tercipta dalam konteks pembahasan bentuk dan tatanan massa yang terjadi dilihat dari tata guna lahan, luas terbangun pada lahan adalah ± 11.700 m² sedangkan luas ruang terbuka adalah ± 23.300 m². Main Building dan Plasa di desain dengan bentuk fasade yang menarik dan ditambah dengan penguatan corak warna dari kulit bangunan tersebut. Sirkulasi pejalan kakinya tidak linier, hanya ada plasa dan pedestrian di sekitar Main Building yang bersifat mengelilingi. Ruang terbuka di kawasan tersebut berupa lapang, tempatnya orang berkumpul. Pedestrian berorientasi linear sehingga memberikan kemudahan untuk ruang – ruang yang akan di tuju. Penunjang Aktivitasnya yaitu Cinema 21, Cafe Lounge, Sensa Hote dan Embassy ( Tempat Hiburan Malam ). Upaya pelestarian atau upaya mempertahankan warisan arsitektur suatu kawasan kota dengan tujuan agar warisan sejarah arsitektur tidak musnah oleh karena pembangunan baru. Hal – hal yang di pertahankan oleh Perancangan yaitu kondisi kontur pada tapak, serta tumbuhan – tumbuhan atau pohon yang usianya lebih dari 100 tahun. Teridentifikasi bahwa tekstur yang dimiliki kawasan Ci-Walk adalah Tekstur Heterogen. Pola massa dan ruang yang disajikan oleh kawasan Ci-walk adalah Pola Organis. Tipologi solid and void yang terbentuk adalah Blok Medan, dan yang terakhir Ci-walk adalah kawasan yang memiliki elemen void sistem terbuka sentral. Kata Kunci : Bentuk, Tatanan, Tipologi.   Abstract Cihampelas Walk (Ci-walk) in Bandung, Indonesia's first open mall operation began in 2003 and stands on 3.5 hectares. According to the layout of the space created in the context of the discussion of the form and order of the mass that occurs views of land use on land is wide awake ± 11,700 m² while the wide open spaces is ± 23,300 m². Main Building and Plaza in the facade design with an attractive shape and coupled with the strengthening of the hue of the skin of the building. Pedestrian circulation isn’t linear, there is only pedestrian plaza and around the Main Building. Open space in the region is form field, where people gather. Pedestrian oriented so as to provide convenience for the linear space that will be on go. The activities supporting is Cinema 21, Cafe Lounge, Sensa Hotel and Embassy (The Nightlife). Preserving or maintaining the architectural heritage of a city region with the aim of architectural heritage is not destroyed because of the new development. Defended by the design of the contour conditions at the site, as well as plants or trees that are over 100 years old. Identified that the region possessed texture Ci-Walk is a Heterogeneous texture. Mass and space patterns presented by Ci-walk area is Organic Patterns. Typology of solid and void is formed Block field, and the latter Ci-walk is the area that has elements of an open system central void. Keywords: Shape, Order, Typology.
Penerapan Sistem Koordinasi Modular Pada Desain Hunian Vertikal Apartemen TJ Subekti, Bambang; Mella Roza, Alencia; Rahim Ristanti, Rafika; Gunawan, Desrizal
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.457 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1406

Abstract

Penerapan Sistem Koordinasi Modular Bangunan Pada Desain Hunian Vertikal Apartemen TJ       BAMBANG SUBEKTI, ALENCIA M. R., RAFIKA R. R.,   PETRA A. R., DESRIZAL GUNAWAN   Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional     Email : ambang@itenas.ac.id     ABSTRAK   Kebutuhan masyarakat Bandung akan hunian semakin hari semakin meningkat. Alternatif pemenuhan kebutuhan tersebut adalah dengan membuat hunian vertikal. Untuk mempercepat pengadaan hunian vertikal tersebut salah satunya melalui metoda membangun dengan menggunakan metoda fabrikasi. Pendekatan pembangunan dengan komponen fabrikasi menuntut perancangan dengan sistem koordinasi modular yang bersifat berulang, baik pada modul dasar yang direncanakan juga pada komponen yang telah tersedia di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan meneliti penggunaan sistem koordinasi modular pada perancangan Apartemen TJ sebagai kasus studi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menjelaskan kesesuaian antara perancangan modul dengan berbagai komponen yang digunakan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Apartemen TJ menggunakan sistem modular pada komponen kolom, dinding horizontal, sebagian dinding vertikal, bukaan, jendela, langit-langit, dan parkir.   Kata kunci : hunian vertikal, koordinasi modular   ABSTRACT   The needs of people in Bandung about residence is constantly increasing. Alternative meeting those needs is to create a vertical housing. To expedite the procurement of vertical housing of one of them by the method of building using the method of fabrication. Development approach to fabricating components require design with modular coordination system that is repeated , either on the basis of the planned modules and also on the components that have been available on the market . This study aims to observe and examine the use of modular coordination system on designing Apartment TJ as a case study . The method used is descriptive analysis to explain the compatibility between design modules with different components used . Results of this study was to know that the Apartment TJ uses a modular system of components columns, horizontal walls, partially vertical walls, openings, windows, ceilings, and parking.     Key word : vertical residential, modular system  
Telaah Penerapan Kriteria Sustainable Site pada Perumahan Ditinjau dari Aspek Ruang Terbuka Hijau Kusuma, Bintang Nidia; Annas, Rizha Dwi; Putri, Aldila Dwitia; Septianto, Eggi
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.691 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.447

Abstract

Abstrak Pertambahan jumlah penduduk menyebabkan bertambah pula kebutuhan akan hunian, hal ini menjadikan pembangunan perumahan meningkat. Pesatnya pembangunan perumahan berbanding lurus dengan berkurangnya lahan hijau sebagai daerah resapan air. Kajian dilakukan terhadap salah satu perumahan di kota Bandung yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang seberapa besar keberadaan Ruang Terbuka Hijau resapan air di kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metodologi evaluasi yang dilakukan untuk menilai sebuah perumahan dengan kriteria sustainable site terhadap ruang terbuka hijau. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam mengetahui dan memahami penerapan kriteria sustainable site pada perumahan The Green Hill Cluster – Citra Green Dago, Bandung dan terletak di daerah konservasi air Bandung. Kata kunci: daerah resapan air, Ruang Terbuka Hijau, sustainable site. Abstract Population growth also led to increased shelter needs. This makes the construction of housing increases. The rapid development of housing is directly proportional to the reduction of green land that serves as a water absorption area. The study was conducted on one of the housing in the city that aims to identify and understand about how much the presence of green open space in the region of water absorption. The method used in this study is an evaluation methodology that is conducted to assess the criteria sustainable site’s housing for green open space. This study is expected to be a recommendation in knowing and understanding the application of criteria for sustainable site on The Green Hill Cluster – Citra Green Dago, Bandung and located in the area of water conservation. Keywords: water absorption area, green open space, sustainable site.
Kajian Pengaruh Adat Istiadat, Religi, dan Alam Pada Bangunan Adat, Lembah Kuta Ciamis Parliana, Dewi; Kasiwi, Aras; Aria, Siddiq; Drajati, Asih; Febian, Ezar
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.218 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.602

Abstract

Abstrak Akibat perkembangan zaman yang semakin pesat menyebabkan semakin canggih pembangunan dan material yang digunakan pada bangunan Arsitektur Vernakular di Indonesia khususnya di Kampung Kuta Ciamis.Selain itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi bangunan adat salah satunya faktor adat istiadat, religi dan alam. Faktor tersebut berpengaruh besar pada bagian rumah seperti pada bentuk bangunan, ruang dalam dan struktur, dimana faktor ini telah menjadi tradisi secara turun temurun yang selalu dipertahankan.Oleh sebab itu, dalam kajian ini dilakukan pengamatan padabangunan adatyang bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dan mendominasipada bangunantersebut.Adapun metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metodaEksploratif dan Kualitatif Deskriptif dengan menggunakan metode sekoring pada analisisnya.Faktor adat istiadat sangat berpengaruh pada bentuk bangunan, ruang dalam, dan struktur.Dengan demikian faktor yang paling dominan pada bangunan Kampung Adat Kuta adalah faktor adat istiadat.Terlihat dari hasil yang didapat dari penelitianbangunan adat di Kampung Kuta merupakan bangunan tradisional yang masih mempunyai nilai Arsitektur Vernakular yang masih mempertahankan adat istiadat setempat.   Kata kunci:Arsitektur Vernakular, Kampung Kuta, Ciamis,Bangunan Adat, Adat Istiadat, Religi, Alam, Bentuk Masa, Ruang Dalam dan Struktur Abstract Impact ofdevelopment period, building and material grown sophisticated that is in use for building Vernacular Architecture in Indonesian, particulary at theKampung Kuta Ciamis. Furthermore, there is certain factors that affect the building such as custom, religion and nature. That factors have effected form, space and structure. Whichthis Factors have been tradition for generation were maintained. Therefore, in this study has been observe for building to find out the factors dominant. Used esplorative,qualitative descriptive methodwith motode scoring.With this metode, the result is costume factor has effected for form, space and structure. In this study, the conclution is costume factor is the major factor at house of Kampung Adat Kuta. Seen from the result obtained from research traditional building of Kampung Kuta, still have Vernacular Architectural value. Keyword :Vernacular Architecture, Kampung Kuta, Ciamis, Custom, Religion, Nature, Form, Space and Structure