cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Kajian Tradisi Membangun Bangunan Rumah Tinggal di Kawasan Kampung Naga, Tasikmalaya Ditinjau Dari Konsep Sustainable. STUDI KASUS : Bangunan RumahTinggal di Kawasan Kampung Naga Meta Riany; Yorry Yuliana Karila; Shinta Destianti; Mochamad Ardi Prayoga; Zati Piqhi
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.450

Abstract

ABSTRAK Suatu karya arsitektur dapat menjadi bukti utuh kebudayaan hingga saat ini, dengan meningkatkan  kualitas budaya dan arsitektur agar menjadi bukti untuk masa mendatang. Saat ini kondisi bumi semakin memprihatinkan karena adanya global warming, bangunan menjadi salah satu penyebab rusaknya lingkungan. Kajian ini berkaitan dengan keberlanjutan pada bangunan rumah tinggal di suatu kawasan, bertujuan untuk mengetahui dan memahami apakah bangunan rumah tinggal di kawasan Kampung Naga merupakan bangunan berkelanjutan serta bagaimana tradisi membangun bangunan rumah tinggal di kawasan Kampung Naga yang ditinjau dari aspek bangunan yang berkelanjutan. Metode penelitian ini digunakandengan metode penelitian field research. Berdasarkan aspek sosial tradisi membangun rumah tinggal mempunyai interaksi sosial yang baik, dari aspek ekonomi tradisi membangun rumah tinggal sangat ekonomis, serta dari aspek lingkungan tradisi membangun rumah tinggal dapat menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan demikian bangunan rumah tinggal di Kawasan Kampung Naga adalah bangunan berkelanjutan. Kata kunci: Bangunan Rumah Tinggal, Bangunan yang berkelanjutan, Tradisi Membangun, Kampung Naga, Tasikmalaya. ABSTRACT An architecture work can be an intact proof of the old to today cultures with improving the quality of the existing cultures and architectures, preserving the old culture and architecture to be the proof for the future time.Now earth condition that has been increasingly damaged because of the global warming, buildings become one of the causes of the environment damages.The study related with the sustainability of a residential building in a region aims to find out and understand whether the residential buildings in the area of Kampung Naga are sustainable buildings as well as how the tradition of building the residential buildings in Kampung Naga as viewed from sustainable building aspect.The research method used in this study is field research method. Based on the social aspect from the tradition of building the residential buildings has a good social interaction, from the economical aspect, the tradition of building the residential buildings is very economic; and from the environmental aspect, the tradition of building the residential buildings can preserve the environmental balance. Therefore, it can be concluded that the residential buildings in Kampung Naga are sustainable buildings. Keywords :Residential building, sustainable building, building tradition, Kampung Naga, Tasikmalaya
KAJIAN ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA BANGUNAN DI KAMPUNG MAHMUD Eggi Septianto; Arif Rahman Hakim; Riza Septian Sudrajat; Sofwan Nurzaman; Yogi Suparman
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.605

Abstract

Abstrak Kampung Mahmud adalah salah satu kampung adat di Indonesia. Lazimnya sebuah Kampung adat umumnya memiliki ciri khas dan aturan tersendiri, salah satunya adalah bangunannya. Bangunan didirikan mengikuti iklim, budaya, lingkungan dan bahan, religi/kepercayaan, hukum adat serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Berdasarkan hal tersebut maka Kampung Mahmud dapat dikatakan sebagai kampung vernakular. Kesederhanaan yang ditonjolkan pada bangunan menjadi ciri khas tipologi bangunan di Kampung Mahmud. Saat ini tipologi bangunan di Kampung Mahmud sudah banyak yang mengalami perubahan mulai mengikuti perkembangan jaman. Dengan menggunakan metoda penelitian secara kualitatif, melalui survey ke lapangan, pengamatan dan wawancara dengan pihak terkait didapatkan aspek-aspek yang mempengaruhi perubahan tipologi bangunan di Kampung Mahmud Kata kunci: Arsitektur Vernakular, Tipologi bangunan, Transformasi bentuk. ABSTRACT Kampung Mahmud is one of the villages in Indonesia.  Normally an indigenous village generally have distinctive features and special rules one of them is building. The building was established following the climate, culture, environment and materials, religion/beliefs, tradition law, science and technology at the time. Based on these, so Kampung Mahmud can be regarded as a vernacular village. Simplicity that highlighted of building be a characterize of building typology which existing in Kampung Mahmud. Nowadays building typologi in Kampung Mahmud has changes a lot started with the times. By qualitative research methods, survey, observations and interviews with relevant parties, obtained aspects that influence the development of the alteration building typology in Kampung Mahmud.   Keywords : Architecture Vernacullar, Building Typology, Form Transformation.
Penghawaan Alami Terkait Sistem Ventilasi Terhadap Kenyamanan Termal Rumah Susun Industri Dalam Rahmawati, Rahmawati; Akbar, Arif Kamaludin Firdaus; Agustin, Fathia Khairunnisa
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1377

Abstract

PENGHAWAAN ALAMI TERKAIT SISTEM VENTILASI TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUMAH SUSUN INDUSTRI DALAM   rahmawati, arif kamaludin firdaus akbar, fathia khairunnisa agustin Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email: rahmawatimuslan@gmail.com   Abstrak Rumah Susun Industri Dalam merupakan hunian bertingkat yang memiliki beragam aktifitas di dalamnya. Rumah susun untuk masyarakat menengah ke bawah dituntut tetap dapat memenuhi kenyamanan termal penghuninya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami penghawaan alami terkait sistem ventilasi terhadap kenyamanan termal pada bangunan yang memiliki permasalahan dan keunikan. Permasalahan ini timbul akibat desain bukaan udara masuk (inlet), bukaan udara keluar (outlet), dan jalur sirkulasi udara antara inlet dan outlet mengakibatkan laju udara (air flow), kecepatan gerak udara, dan pergantian udara (air changes) yang terjadi di dalam ruangan tidak memenuhi syarat. Keunikan bangunan ini berupa keragaman tipe kamar dan desain bukaan pada fasad. Metoda penelitian yang digunakan adalah deskriptif baik kualitatif dan kuantitatif. Pada akhirnya hasil analisis kualitatif yang dikuantitatifkan dilakukan pembobotan secara kuantitatif. Hasil kajian diharapkan  menjadi acuan pembaca dalam mendesain sistem ventilasi rumah susun agar tercapai kenyamanan termal di dalam ruangan.  Kata kunci : penghawaan alami, sistem ventilasi, kenyamanan termal Abstract Rumah Susun Industri Dalam is a vertical residential building that accomodate many activities of the occupants. The flats is destinied for lower and middle class residents and have to fulfil the thermal comfort for the occupants. The purpose of this research is to find out and comprehend the natural ventilation related to ventilation system for thermal comfort in the building which has it own problems and uniqueness. The problem is emerge because of the inlet’s opening design, outlet’s opening, and sirculation lane between inlet and outlet’s opening causes air flow, air speed movement, and air changes in the room are not comply the requirements. The uniqueness of this building it is variety types of room and the opening’s design on building facade. The method that is used for this study is descriptive method that is qualitative and quantitative. In the end of qualitative analysis it will converted to quantitative method for quantitative result. Hopefuly this research could be reference to the readers for making flat’s ventilation system that comply the requirements of thermal comfort.Keyword: natural ventitlation, ventilation system, thermal comfort
Penerapan Konsep Islam Pada Perancangan Masjid Salman ITB Bandung Utami, Utami; Thonthowi, Ilmam; Wahyuni, Sri; Nulhakim, Luqman
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.269

Abstract

ABSTRAK Sebuah desain selalu mengalami perubahan dari zaman ke zaman, ini disebabkan oleh kemajuan teknologi maupun daya imajinasi dan kreatifitas arsitek. Kemajuan suatu peradaban dapat ditandai oleh suatu inovasi ditengah suatu kebiasaan umum. Masjid Salman ITB memiliki sudut pandang berbeda dalam perancangannya, sang arsitek mencoba membantah hal-hal umum di masyarakat yang sebenarnya tidak pernah ada dalam ajaran islam, bahwa sebuah masjid identik dengan atap kubah, ornamen, dan kaligrafi. Masjid Salman sendiri memiliki desain bentuk dan ruang yang memunculkan persepsi tersendiri, baik yang dikonsepkan melalui konsep Islam maupun hasil pengamatan subjektif. Menarik untuk mengkaji keterkaitan antara konsep perancangan bentuk dan ruang dalam bangunan Masjid Salman terhadap konsep Islam. Melalui analisis diperoleh kesimpulan bahwa penerapan konsep Islam pada perancangan Masjid Salman diterjemahkan secara bijak dan cerdas oleh sang arsitek. Temuan-temuan baru dalam rancangan Masjid Salman yang tidak berkubah, desain fasade dan bentuk merupakan hasil inovasi dari pemikiran konsep islam. Kata kunci: masjid, konsep Islam, konsep perancangan ABSTRACT A design always changes over time, is due to the advances in technology and the power of imagination and creativity of architects. Progress of a civilization can be characterized by an innovation amid a general habit. Salman Mosque ITB have a different perspective in its design, the architect tried to disprove the common things in the community that does not really exist in the teachings of Islam, that is identical to the roof of a mosque dome, ornaments, and calligraphy. Salman mosque itself has a shape and a design that gave rise to the perception of its own, whether conceived through the concept of Islam as well as the results of subjective observation. It is interesting to examine the relationship between form and space design concepts in buildings Salman mosque against Islamic concept. Through analysis obtainable concluded that the application of the concept of Islamic mosque design Salman wisely and intelligently translated by the architect. New findings in salman mosque design, like doesn't use a dome , facade design and shape is the result of inovation from concept islam thoughts. Keywords: mosque, the Islamic concept, the concept of design
Evaluasi Restorasi Gedung Indonesia Menggugat Terhadap Peraturan Daerah Tentang Bangunan Cagar Budaya Pirmansyah Pirmansyah; Dianto Ramadhan; Fadli Febriana Putra
REKA KARSA Vol 1, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i4.360

Abstract

ABSTRAKUsaha konservasi bangunan cagar budaya seringkali menjadi permasalahan, mengingat begitu banyak bangunan cagar budaya di Kota Bandung.Gedung Indonesia Menggugat merupakan salah satu bangunan yang dianggap penting karena merupakan bagian dari sejarah Indonesia Menuju Kemerdekaan. Rencana usaha restorasi dimulai pada tahun 1999 dan proses restorasi berlangsung pada tahun 2004 sampai 2005, dengan mengacu kepada peraturan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1992. Pada tahun 2009 Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan Peraturan Daerah Kota Bandung nomor 19 tahun 2009 tentang kawasan dan bangunan cagar budaya. Peraturan ini mengatur secara lebih mendetil hal-hal yang berhubungan dengan benda cagar budaya yang berada di Kota Bandung.Dengan metoda kualitatif, deskriptif, dan argumentatif penulis mengevaluasi usaha restorasi yang telah dilakukan pada Gedung Indonesia Menggugat dan dibandingkan dengan peraturan daerah yang terbaru. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pada restorasi yang telah dilakukan, terdapat ketidak sesuaian dengan Peraturan Daerah Kota Bandung yang baru. Oleh karenanya disarankan untuk melakukan restorasi ulang untuk mengembalikan bangunan tersebut, sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Bandung yang terbaru.Kata kunci: restorasi, Undang-undang Republik Indonesia, Peraturan Daerah Kota Bandung ABSTRACTConservation of a heritage building is often become a problem, referring to the amount of heritage building in Bandung.Gedung Indonesia Menggugat is one of the most important heritage building through it’s history of being a part of Indonesian independence. The conservation planned in 1999 and the restoration occured in 2004 to 2005, referring to Undang-Undang Republik Indonesia number 5 year 1992. In 2009, the city goverment state Peraturan Daerah Kota Bandung number 19 year 2009 about heritage building and culture. The regulation regulate everything about heritage building in Bandung in a more detailed way.Through qualitative, descriptive, and argumentative methods the observer evaluate the last conservation labor of Gedung Indonesia Menggugat to be compared to the newest regulation. The observation conclude that the restoration labor has an inappropriate detail according to the newest regulation. So, the oberver recommend to re-restorate the heritage building to return the building to be as it is, which is in compliance with the newest Peraturan Daerah Kota Bandung.Keywords: restoration, Undang-undang Republik Indonesia, Peraturan Daerah Kota Bandung.
Kontekstual Iconik Pada Pengembangan Kampus Institut Teknologi Nasional 2030 Irma Tri Safarina; Utami Utami
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.595

Abstract

ABSTRAK Semakin pentingnya pendidikan tinggi di masa sekarang maka semakin banyak pula orang yang mengikuti jenjang pendidikan tinggi. Semakin meningkatnya populasi yang berminat untuk mengikuti jenjang pendidikan di perguruan tinggi, maka dibutuhkan juga sarana untuk menampung populasi tersebut. Melalui sarana tersebut diharapkan dapat menampung populasi yang ingin mengikuti pendidikan di perguruan tinggi, maka proses pembelajaran pun akan berjalan dengan baik. Namun karena keterbatasan sarana yang ada sekarang dan dengan bertambahnya minat populasi yang ingin mengikuti pendidikan di perguruan tinggi ITENAS maka dilakukanlah Revitalisasi dan Pengembangan Gedung Baru. Konstektual Iconik dipilih sebagai tema dalam perancangan tersebut. Konsep Perancangan pada pengembangan kampus Institut Teknologi Nasional 2030 ini mengacu pada tema “Kontekstual Iconik”. Kontekstul sendiri mempunyai arti segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi keterkaitan. Dengan kata lain konstektual bisa diartikan adanya keterkaitan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Di bidang arsitektur, dalam sebuah proses perencanaan dan perancangan, perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan karya baru yang direncanakan. Hal-hal yang mempunyai keterkaitan tersebut antara lain adalah lingkungan, budaya, gaya regional, karakter masyarakat, sejarah, dll. Sedangkan istilah Iconik disini diharap bangunan yang didesain menjadi icon dari kampus Institut Teknologi Nasional yang dapat menjadi kebanggan dari seluruh civitas kampus Institut Teknologi Nasional. Kata Kunci: Perguruan tinggi, Pengembangan kampus ITENAS 2030, Kontekstual Iconik   ABSTRACT With the growing importance of higher education in the present, the more are those who follow high education levels. With the increasing population who are interested to participate in a college education, it is also the means needed to accommodate the population.  With the existence of these facilities that can accomodate the population who want to follow a college education, then the learning process will go well. However, due to the limitations of the existing facilities and the increasing interest in the population who wants to enroll in higher education ITENAS we perform the revitalization and development of new building.  Contextual iconik chosen as a theme in the design of the.  The design concept of the development of the National Institute of Technology campus in 2030 refers to the theme of "Contextual Iconik". Kontekstul itself has meaning everything to do with the condition of the relationship. In other words could be interpreted contextual link between something with something else. In the field of architecture, in a process of planning and designing, to consider matters relating to the planned new works. The things that have such linkages include environmental, cultural, regional style, the character of society, history, etc.. While the term Iconik designed buildings here are expected to be the icon of the National Institute of Technology campus that can be the pride of the entire community of National Institute of Technology campus. Keywords: College, Campus development ITENAS 2030, Contextual Iconic
Kenyamanan Visual Ditinjau Dari Orientasi Massa Bangunan dan Pengolahan Fasad Dwi Kustianingrum; Yudha Ariep Muhamad; M. Rizqika Rahma; Ardi Nasrul Wijaya; Arifin Dwi Pramana
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1347

Abstract

Kenyamanan Visual ditinjau dari Orientasi Massa Bangunan dan Pengolahan Fasad Apartemen Gateway, Bandung   DWI KUSTIANINGRUM, YUDHA ARIEP MUHAMAD, MUHAMMAD RIZQIKA RAHMA, ARDI NASRUL WIJAYA, ARIFIN DWI PRAMANA Jurusan Teknik Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   E-mail : kustianingrumdwie@yahoo.co.id ABSTRAK Bangunan adalah tempat berlindung bagi manusia, selain itu bangunan juga sebagai tempat beraktifitas manusianya. Untuk itu bangunan harus memiliki faktor yang menimbulkan kenyamanan terhadap manusia. Kenyamanan suatu bangunan dapat dikategorikan dalam kenyamanan termal (suhu, penghawaan), visual (penglihatan) dan akustik (kenyamanan suara). Namun kenyamanan itu sendiri lebih bersifat subjektif karena tingkat kenyamanan setiap individu berbeda, tergantung dengan kondisi fisik dan kondisi tempat tinggal atau lingkungan. Adapun untuk faktor kenyamanan visualnya, dapat dilihat dari orientasi bangunan yang terbentuk akibat gubahan massa dan penerapan desain fasad bangunan. Pada kajian ini akan dibahas mengenai kenyamanan visual di Apartemen Gateway Cicadas dengan meneliti orientasi massa bangunan dan pengolahan fasadnya dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasildari kajian terkait orientasi massa Apartemen Gatewayadalah cukup baik karena bangunan memanfaatkan orientasi matahari dan sirkulasi angin,tetapipengolahan fasadnya belum memenuhi kebutuhan standar pencahayaan alami. Kata Kunci : Kenyamanan visual, orientasi bangunan, desain fasad.  ABSTRACTA Building is a shelter place for human, except that a building is place for human activity. Therefore a building has a factor who create for human comfort. A comfortable of building can be categorized in the thermal comfort (temperature, air), visualization and acoustic (sound comfort). But a words of comfortable is subjective because an individual comfort levels is different, depending on the physical conditions and dwelling a conditions or an environment. Therefore, factor of visualization comfort in terms from building orientation  which that establish a mass composition and an application of the building façade design. In this study will be discussing about visual comfort in Cicadas Gateway Apartment by an examine the building mass orientation and its facade processing using a descriptive-analytic method. The result of Gateway Apartement is good enough because the building abuse a sun orientation and wind circulation, but the façade processing is not satisfy standard needed of natural lightning. Keywords : a visualization comfort, building orientation, facade design.
Kajian Terhadap Ruang Publik Sebagai Sarana Interaksi Warga di Kampung Muararajeun Lama, Bandung Anita, Juarni; Gustya, Fendy; Erawati, Lucy Rahayu; Sukma, Mega Dewi
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.61

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi permasalahan-permasalah yang berkaitan dengan interaksi sosial masyarakat di ruang publik pada kampung tersebut. Pengumpulan data-data dari penelitian ini dilakukan dengan survei lokasi, wawancara, dan mendokumentasikan kegiatan masyarakat kampung tersebut untuk kemudian dianalisis dengan metoda deskriptif kualitatif. Setelah dilakukan analisis dari data-data lokasi dan dikaitkan dengan teori-teori terkait, maka didapatkan kesimpulan umum bahwa pada kampung kota terjadi hubungan masyarakat yang masih memiliki sifat kekerabatan yang erat dan saling mempengaruhi satu sama lain baik dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok, pada ruang umum yang pada dasarnya merupakan suatu wadah yang dapat menampung aktivitas tertentu dari masyarakatnya. Secara khusus disimpulkan bahwa keterbatasan lahan yang ada tidak dijadikan masalah yang dapat menghambat warga Kampung Muararajeun Lama untuk berinteraksi sosial. Kegiatan berkumpul tetap dapat dilakukan baik pada halaman rumah, gang, dan warung. Sedangkan kegiatan yang memerlukan tempat yang lebih luas untuk menampung banyak warga dilakukan di Sekolah Taman Kanak-Kanak pada Kampung. Meskipun ruang berkumpul tersebut tidak responsive, tetapi dapat memenuhi aktifitas masyarakat sehingga menimbulkan kesan democratic, comfort, dan meaningful.Kata Kunci: Interaksi Sosial, Ruang Publik, Responsive, Democratic, Comfort, Meaningful.
Cara Pemeliharaan dan Perawatan Material Fasad Vertikal Non Struktural Pada Bangunan Rumah Susun Tecky Hendarto; Muhammad Kahfi; Aditya Danudja; Nadhifa Khairana; Arini Pramudiani
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1400

Abstract

CARA PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN MATERIAL FASAD VERTIKAL NON STRUKTURAL PADA BANGUNAN RUMAH SUSUN   muhammad kahfi, aditya danudja, nadhifa khairana, arini pramudiani, tecky hendrarto Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email : muhammadkahfi2552@gmail.com   Abstrak Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) semakin berkembang di Bandung tetapi ada beberapa hal yang terabaikan, salah satunya adalah dari segi pemeliharaan dan perawatan bangunan, khususnya pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal pada bangunan, yang dapat mempengaruhi faktor kenyamanan, kelayakan, dan kesehatan bagi penghuninya. Guna mengetahui aspek kelayakan dari pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal pada bangunan rumah susun sederhana sewa yang berada di Cingised, Arcamanik, Bandung, dilakukan kajian tentang cara pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal dengan menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu membandingkan kasus desain, terhadap teori dan peraturan yang berlaku. Kajian ini bertujuan untuk rumah susun yang layak huni oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah, baik secara visual, kesehatan, dan kenyamanan yang salah satunya dapat dipengaruhi oleh cara pemeliharaan dan perawatan fasad vertikal pada bangunan hunian vertikal. Kata Kunci : Rusunawa, pemeliharaan dan perawatan, material. Abstract The vertical residences such as mansions seem to be expanding in Bandung City, but there are some aspects overlooked; one of them is building maintenance, particularly the facade maintenance of inside and outside of the buildings that could affect on the convenience, feasibility, and the health factors of its residents. In order to know the feasibility aspect of the material maintenance of inside and outside of the buildings, we conduct a study by using descriptive analysis method which compares the design case to the theories and regulations about how to conduct a facade maintenance for inside and outside of the mansion. A study about the mansion which located in Cingised, Bandung aims to build a feasible residence for the lower middle society based on visual, health, and convenience aspects in which one of them could be affected by the method of facade maintenance for inside and outside vertical residence. Keywords : vertical residence, maintenance, material
Kajian Sustainable Material Bambu, Batu, Ijuk dan Kayu pada Bangunan Rumah Adat Kampung Naga Mamiek Nur Utami; Fadli Ardi; Muhammad Wildan; Aditya Dwi Saputro; R. Roro Astrid Utari
REKA KARSA Vol 2, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i2.464

Abstract

Abstrak Bangunan yang baik adalah bangunan yang dapat memanfaatkan potensi alam dan memakai bahan bangunan yang ada di lingkungannya. Bangunan yang sustainable adalah bangunan yang dapat menyeimbangkan 3 faktor, yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi, dalam hal ini sustainable dari segi material bangunannya yang menjadi topik utama dalam penelitian ini. Khusus untuk material ada beberapa faktor lagi yang perlu diperhatikan yaitu faktor umur, produksi dan energi dari pengolahan material tersebut. Kampung Naga merupakan kampung yang mendapatkan sertifikasi desain arsitektur bangunan hijau dan hemat energi Indonesia dari Green Building Council of Indonesia (GBCI) di Jawa Barat, Kampung Naga masih memelihara budaya asli nenek moyangnya serta sudah menerapkan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupannya hingga saat ini. Masyarakat Kampung Naga memiliki falsafah taat kepada Tuhan YME, menghormati leluhur serta hidup bersama alam. Dari falsafah tersebut membuat masyarakatnya dapat menjaga budaya dan lingkungnya dari dulu hingga sekarang, sehingga dari beberapa material bangunan yang dipakai adalah sustainable. Kata kunci : Sustainable material, rumah adat Kampung Naga, bambu, batu, ijuk, kayu.   Abstract A good building is a building that can harness the potential of nature and use of building materials that exist in the environment . Sustainable building is a building that can balance the three factors , namely environmental , social and economic , in this case in terms of sustainable building materials is a major topic in this study . Especially for materials there are some more factors to note are the factors of age , and the production of energy from the material processing . Kampung Naga is a village which get certified green building architectural design and energy saving Indonesia from the Green Building Council of Indonesia ( GBCI ) in West Java , Kampung Naga still maintain the original culture and their ancestors have implemented the system 3R ( Reduce, Reuse , Recycle ) in the life until now . Kampung Naga society has a philosophy of obedience to God Almighty , honoring ancestors and living with nature . The philosophy of the community can create and maintain a culture lingkungnya from the past until now , so from some of the building materials used are sustainable . Keywords : Sustainable materials , Kampung Naga traditional house , bamboo , stone , fibers, wood