cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Kajian Pola Ruang Terbuka Di Kawasan Taman Balai Kota Bandung Zulfina Astri; Muhammad Hardian Wiguna; Davi Rismunanda; Rio Bravo Brahmana
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.261

Abstract

Abstrak Ruang publik adalah suatu tempat umum dimana masyarakat melakukan aktivitas rutinitas normal dari kehidupan sehari-hari.Karakteristik dan pemanfaatan ruang publik perlu diketahui agar tercipta ruang luar yang responsif terhadap kebutuhan masyarakatnya. Dengan memperhatikan pola ruang terbuka dan elemen-elemen landscape yang ada pada ruang terbuka dengan terkait fungsi dan aktifitasnya,maka dapat diketahui pengaruh keberadaan ruang terbuka tersebut terhadap kawasan sekitarnya. Seperti di Taman Balai Kota Bandung dengan keterkaitan antara dua fungsi publik dan privat yang berfungsi sebagai perkantoran dan taman.Taman Balai Kota Bandung memiliki karakteristik pola dan zoning yang berbeda dengan penerapan pola linear,radial dan terpusat.serta terbagi atas dua zona dalam satu tapak yaitu publik dan privat. Dengan pola demikian,maka perencanaan tata guna lahan lebih dioptimalkan agar mampu menciptakan keseimbangan ruang antara fungsi bangunan dan fungsi ruang terbuka yang dipadukan dengan elemen-elemen lansekapnya. Kata Kunci : Pola Ruang Terbuka, Elemen Lansekap, Taman Balai Kota Bandung Abstract Public space is a public place where people do normal routine activities of daily life. Characteristics and utilization of public spaces need to know in order to create the outdoor space that is responsive to community needs. Having regard to the pattern of open spaces and landscape elements that exist in the open space with associated functions and activities, it can be seen that the influence of the presence of open space to the surrounding area. Like the Bandung City Hall Park with the relationship between the two public and private functions that serve as offices and parks. Bandung City Hall park has a characteristic pattern and by applying different zoning patterns of linear, radial and centralized. And divided into two zones within a footprint that is public and private. With such a pattern, the land use planning is more optimized in order to be able make balance between function space structure and function of open space combined with elements of the landscape. Keywords: Pattern Open Space, Landscape Element, Bandung City Hall Park
AKSESIBILITAS DAN SIRKULASI PADA HUNIAN VERTIKAL APARTEMEN BRAGA CITY WALK BANDUNG Striyo Hadi Mulyono; Nanda Yudhi Permana; Riesta Sakinah; Nurtati Soewarno
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1405

Abstract

AKSESIBILITAS DAN SIRKULASI PADA  HUNIAN VERTIKAL APARTEMEN BRAGA CITY WALK BANDUNG   satriyo hadi mulyono, nanda yudhi permana, riesta sakinah, NURTATI SOEWARNO Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : satriyohadim@gmail.com   Abstrak Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di kota, tidak selaras dengan tersedianya lahan. Kondisi ini terlihat dari fenomena pembangunan hunian vertikal. Hunian vertikal tersebut umumnya dibangun di kawasan eks kampung kota, yang lebih mudah “dikuasai” seperti yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Melalui pendekatan observasi, penelitian ini mengambil kasus apartemen Braga City Walk. Lokasinya yang hanya dapat dilalui dari sebuah pintu masuk di jalan Braga yang tidak begitu luas, karena lahan yang dimiliki cukup terbatas. Pengaturan arah masuk dan sirkulasi kendaraan tidak ditemukan kendala dalam mencapai unit hunian, meskipun dengan pencapaian tidak langsung. Desain yang kreatif diperlukan dalam mewujudkan suatu perancangan hunian vertikal,sehingga dapat mengatasi masalah pencapaian pada hunian vertikal. Sebagai fenomena tinggal di hunian vertikal dapat teratasi, dan bukan menjadikan hal tersebut permasalahan dalam pencapaian menuju hunian vertikal.Diharapkan permasalahan dalam pencapaian dan sirkulasi tidak menjadi kendala bagi masyarakat, sehingga tinggal di hunian vertikal dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang akan tinggal di pusat kota. Kata kunci: aksesibilitas, hunian vertikal, sirkulasi , Braga City Walk Abstract The growing need for a place to stay in town, not in tune with the availability of land. This condition is seen from the phenomenon of vertical housing development. The vertical housing generally built in the hometown of the former, which is more easily "controlled" as has happened in several major cities in Indonesia. Through observation approach, this study takes the case of apartments Braga City Walk. Its location only accessible from an entrance on the street Braga is not so wide, because the land is owned quite limited. The setting direction of entry and circulation of vehicles not found obstacles in achieving residential units, although the indirect attainment. Creative design needed in realizing a vertical housing design, so as to overcome the problem of the achievement of the vertical housing. As the phenomenon of living in the vertical housing can be resolved, and not make it a problem in reaching toward vertikal.Diharapkan occupancy and circulation problems in achievement is not an obstacle for the community, so it stayed in vertical housing can be a solution for people who will be staying in the city center. Keywords: accessibility, vertical housing, circulation,Braga City Walk.
Material Bambu sebagai Konstruksi pada Great Hall Eco Campus Outward Bound Indonesia Ardhiana Muhsin; Lendya Maria Febriany; Hesty Noor Hidayati; Yuliana Dwi Purwanti
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.719

Abstract

Abstrak Dalam dunia arsitektur dikenal istilah arsitektur hemat energi yang tidak hanya berbicara tentang penghematan energi pada saat pemakaian namun juga tentang material yang digunakan apakah memerlukan energi yang besar saat pembuatannya atau saat pengangkutannya.  Salah satu kriteria hal tersebut adalah pemilihan material yang ramah lingkungan dan bambu merupakan salah satu contoh materialnya. Eco Campus Outward Bound Indonesia adalah kampus pengembangan karakter pertama di Indonesia yang menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dengan salah satu bangunannya yaituGreat Hall Eco Campus OBI yang menggunakan material bambu sebagai konstruksi utamanya dan akan dijadikanobjek pada penulisan ini. Tinjauan material bambu bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari material bambu serta sambungan bambu sebagai konstruksi pada bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan material bambu sebagai konstruksi perlu diperhatikan dari mulai pengadaan sampai dengan perawatan bambu setelah pengaplikasian pada bangunan. Hal tersebut akan mempengaruhi ketahanan dan umur bambu pada bangunan. Kata kunci: ramah lingkungan, material bambu, great hall Abstract In architecture the term of passive or low energy architecture is already known, which is not only talking about energy efficeincy in daily use but also talking about the material whether it was need lot of energy to produce it or even in transporting that material. One of the criteria is selecting an environmental friendly material and bamboo is a material that can fit to that. Eco Campus Outward Bound Indonesia is the first character development campus in Indonesia which develop a sustainable environment with Great Hall Eco Campus OBI, whereas the bamboo material is use as the main construction and will bethe object of this paper. The purpose of this observation on bamboo material is to understand and study this material and its coupling as a construction in a building. Based on the analysis result, the application of bamboo material as a construction starts from procurement until the maintenance afterward. These are the factors that affect the durability and the longevity of bamboos in building. Keywords: environmental friendly, bamboo material, great hall
Kajian Karakteristik Bangunan Ikonik Pada Gedung Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan Erwin Yuniar Rahadian; Fadli Wahab; Hendrik Syaputra; Asep Setiawan
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.45

Abstract

ABSTRAK Perkembangan dunia arsitektur kian pesat ditandai dengan banyak bermunculan bangunan-bangunan arsitektur ikonik di berbagai kota besar dunia. Arsitektur Ikonik merupakan karya arsitektur yang dapat dijadikan sebagai tanda tempat di lingkungan sekitar ataupun karya arsitektur yang menjadi tanda dari era waktu tertentu. Penelitian ini diawali dengan mengkaji bangunan-bangunan ikonik untuk mendapatkan karakteristik umum arsitektur ikonik. karakteristik umum yang didapatkan. Selanjurnya dijadikan dasar dalam melakukan kajian arsitektur ikonik. Bangunan utama yang dikaji adalah bangunan Puspa IPTEK di Kota Baru Parahyangan yang merupakan bangunan jam matahari pertama dan terbesar di Indonesia dan berfungsi sebagai museum ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah mengumpulkan data berupa studi literatur, survey lapangan dan wawancara. Dari hasil studi didapatkan bahwa sebuah bangunan disebut sebagai bangunan ikon apabila bangunan tersebut merupakan sesuatu yang baru pada zamannya, berbentuk atraktif, simetris, memiliki proporsi dan skala yang sempurna, ritme pada facade dan membentuk vista secara visual sehingga bangunan Puspa IPTEK Kota Baru Parahyangan dinilai memiliki kriteria sebagai bangunan ikonik dan ikon kawasan Kota Baru Parahyangan Kata Kunci: Arsitektur Ikonik, Karakteristik, Penanda Kawasan
Penghawaan Alami pada Unit dan koridor Rusunami The Jarrdin Mamiek Nur Utami; Muhammad Ibrahim; Nurzaman Aziz
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1396

Abstract

Penghawaan Alami Pada Unit dan Koridor Rusunami The Jarrdin Mamiek Nur Utami,  Muhammad Ibrahim,  Nurzaman Azis Jurusan Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email:  mamiekn@yahoo.com   Rumah susun merupakan salah satu alternatif solusi dalam pemecahan masalah permukiman. Rumah susun diperuntukan bagi masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah, maka biaya operasional bangunan harus murah tanpa mengabaikan faktor kenyamanan penghuninya yaitu dengan cara mengoptimalkan penghawaan alami pada bangunan. Hunian vertikal yang dijadikan studi kasus adalah Rusunami The Jarrdin pada bagian unit hunian dan koridornya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kenyamanan thermal dengan cara menganalisis sistem penghawaan alami pada unit dan koridor rusunami The Jarrdin. Metoda yang digunakan adalah metoda kuantitatif dengan cara pengukuran laju aliran udara menggunakan alat anemometer di 2 lokasi unit hunian dan koridor yang berbeda. Unit A2033 (ketinggian 55 m) memiliki orientasi ke arah luar bangunan sedangkan unit A1129 (ketinggian 35 m) memiliki orientasi ke muka bangunan sisi lainnya yang terdapat kolam renang di  bawahnya. Sedangkan dibagian koridor dilakukan di 2 titik yaitu di bagian yang dekat dengan bukaan dan bagian antara 2 unit hunian . Setiap pengukuran di satu titik area studi dilakukan 2 kali pengukuran pada waktu yang berbeda. Hasil analisis menunjukan bahwa penghawaan alami pada rusunami The Jarrdin belum terlalu optimal. Penghawaan alami tersebut akan optimal jika persyaratan sistem cross ventilation yang ideal disesuaikan dengan desain bukaan bangunan Rusunami The Jarrdin. Kata kunci : penghawaan alami, Rusunami, The Jarrdin Abstract Vertical housing is one alternative solutions in solving the problem of settlements. Flats intended for middle class people down, then the operating costs of the building should cost without ignoring occupant comfort factor that is by optimizing natural air flow on the building. Vertical housing is used as a case study is Rusunami The Jarrdin on the part of the dwelling units and corridors. The purpose of this research is to know the level of thermal comfort by analyzing natural air flow system on the unit and the corridor rusunami The Jarrdin. The method used is quantitative method by measuring the air flow rate using the tool anemometer at 2 locations dwelling units and different corridors. Unit A2033 (+ 55 m) oriented towards the outside of the building while the unit A1129 (+ 35 m) oriented to face the other side of the building that contained the pool below. While the corridor section is done in two points in the section near the openings and the section between the two residential units. Every measurement at one point two times the area of ​​the study conducted measurements at different times. Results of the analysis showed that the natural penghawaan on rusunami The Jarrdin not very optimal. The natural air flow would be optimal if the requirements of an ideal system of cross ventilation openings adapted to the design of the building Rusunami The Jarrdin. Keywords: natural air flow, Rusunami, The Jarrdin
Kajian Pola Penataan Massa Dan Tipologi Bentuk Bangunan Kampung Adat Dukuh Di Garut , Jawa Barat Dwi Kustianingrum; Okdytia Sonjaya; Yogi Ginanjar
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.304

Abstract

ABSTRAK Bumi Indonesia merupakan negara kepulauan dengan batas wilayah yang sangat luas dan banyak memiliki kekayaan. Dengan fenomena tersebut negeri ini pun sangat kaya akan suku bangsa,adat istiadat,bahasa,budaya dan sumber daya alam, begitu pula dengan pemukiman tradisional masing-masing daerah.Pemukiman tradisional di Indonesia hingga kini masih mempertahankan dan memegang teguh filosofi serta konsep bentuk tradisional.Sebagai salah satu contohnya wilayah Jawa Barat masih sangat kaya akan kebudayan dan kebiasaan-kebiasaan leluhurnya.Kondisi geologi yang berkontur mempengaruhi pola massa dan bentuk pemukiman tradisional Sunda.Penelitian  mengenai kampung tradisonal Dukuh di garut akan mengunakan metoda studi deskripsi analisis, yaitu memaparkan dan menganalisa filsofi, pola penataan masaa, dan bentuk bangunan tradisional Sunda. Kampung Dukuh yang terletak di Kabupaten Cikelet Garut, merupakan kampung adat tradisional Sunda yang tidak mengalami perubahanbaik dari segi bentuk bangunan maupun bahan bangunan yang dipakai. Kampung ini masih memegang teguh filosofi arsitektur tradisonal sunda seperti Luhur-Handap,Wadah Eusi dan Kaca-Kaca.Kampung Dukuh merupakan kesatuan pemukiman dengan tatanan massa yang mengelompok, terdiri atas puluhan rumah yang berjajar pada kemiringan tanah yang bertingkatterdiri atas 42 rumah dengan bentuk, tatanan massa dan bahan bangunan yang sama dengan jumlah yang tetap.Kampung Dukuh terikat oleh suatu aturan untuk bentuk bangunan dan bahan bangunan yang digunakan. Rumah yang terdapat di Kampung Dukuh berupa rumah panggung yang berbentuk persegi dengan atap suhunan panjang,berdiri pada tatapakan yang didasari oleh batu. Kajian ini akan menelaah konsep arsitektur Sunda, penataan massa, dan tipologi bangunan di kampung tradisional Sunda. Kata kunci : Filosofi Arsitektur Sunda,Pola Penataan Massa,Tipologi Bentuk Bangunan. ABSTRACT Indonesiais an archipelago witha very wideborderswith everythingthe wealthinside.Withthe phenomenonof this countryis veryrich inethnicity, culture, language, culture andnatural resources, as well as thetraditionalsettlementof each region.TraditionalsettlementsinIndonesiais stillmaintainedanduphold thethe philosophyand the concept ofthe traditional forms.As oneexample,West Javaitself isvery rich incultureand customsof their ancestors.Contoured geological conditions affecting the pattern of the mass and shape of traditional Sundanesesettlement.Research on traditional village of Hamlet in arrowroot will use analytical description of the study methods, which describe and analyze filsofi, Masaa arrangement pattern, and Sundanese traditional building forms.Dukuh VillageCikeletGarutdistrict, where thevillageis atraditional Sundanesetraditionalvillagesthathave not changedin terms of bothforms ofthe building andbuilding materials used. In Dukuh Villageconsists of42houseswith the form, structureand materialsof massequal toa fixed amount. Dukuh Villageis boundby aruleforbuilding formsandmaterials used.The house islocatedina stagyDukuh Villagesquareshapedwithlongroof, stoodbased on therock.This study will examine the architectural concept of Sunda, mass structuring, and building typologies in traditional Sundanese village. Keywords: SundaArchitecturePhilosophy, MassOrder, BuildingTypology.
Implementasi tema Earth Space Pada Perancangan Sarana Rekreasi dan Edukasi Botani di Jakarta Pusat Oki Handa
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.591

Abstract

Abstrak Jakarta merupakan kota megapolitan yang mempunyai tingkat stress paling tinggi di Indonesia karena masalah kepadatan penduduk, urbanisasi dan ekonomi. Dibalik permasalahan yang ada itu, Jakarta sangat minim akan sarana yang dapat menurunkan tingkat stress masyarakatnya.Sarana yang adapun tidak dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, selain itu sarana yang ada tidak dapat memberikan nilai inspiratif dan edukatif tentang solusi menciptakan kota dan lingkungan yang baik bagi masyarakat untuk menjalani rutinitas. Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam melimpah, terutama dalam dunia flora Indonesia menduduki peringkat kelima atas kekayaan flora yang dimilikinya. Untuk itu Sarana rekreasi dan edukasi botani dengan penerapan tema Earth Space ini hadir untuk memberikan nilai rekreatif dan juga edukatif dengan mengajak masyarakat memperoleh wawasan mengenai dunia botanika Indonesia yang sangat kaya raya. Tema Earth Space yang diangkat pada perancangan sarana rekreasi dan edukasi botani ini adalah dengan menciptakan ruang-ruang yang rekreatif dan edukatif bagi pengunjung dengan pendekatan unsur alam dan bumi yang kemudian diimplementasikan melalui segi fungsi, sirkulasi, dan bentuk bangunan, sehingga dapat menciptakan oase di tengah permasalahan kota Jakarta dan memberikan edukasi yang menginspirasi masyarakat untuk dapat melestarikan kekayaan alam Indonesia dimulai dari lingkungan terdekatnya. Kata Kunci          : Sarana Rekreasi dan Edukasi Botani, Earth Space Abstract Jakarta is a megapolitan city with the highest utban stress level in Indonesia because of the population density, urbanization and economic problems. Behind all that problems, Jakarta has a very minimum public facilities which  can reduce the society stress level while the existing facilities can’t being used particulary by all society levels class. Furthermore, it can not provide solution with an inspirational dan educational value to create good city and environment for people to live their routines. Indonesia is a country with abundant natural resourches, especially on botanical diversity world and was ranked fifth in it. So that, botanical recreation and education facility with Earth Space theme was present to provide recreational and educational value with purpose to invited people gain their knowledge about Indonesian botanical diversity. Earth Space themes applied in this facility design to create recreational and educational space for public which used the elements of nature and earth approach. Then it implemented through terms of function, circulation, and building shape concept,so it can create an oasis in the middle of the city problems and provide education value which can inspirepeople to be able to preserve the Indonesian abundant natural diversity starting from the closest environment. Keywords            : Botanical Recreation and Education Facility, Earth Space
Pola Spasial Permukiman Kampoeng Batik Laweyan, Surakarta Dwi Kustianingrum; Bening Embunpagi; Riska Nur Azizah; Dyah Indraswari
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.630

Abstract

Abstrak Permukiman merupakan wujud dari kebudayaan manusia untuk hidup, berkembang, dan bertahan hidup. Manusia menciptakan tempat tinggal sesuai kepentingannya dalam suatu lingkungan. Proses pembentukan permukiman dipengaruhi oleh faktor fisik dan non fisik berupa sistem sosial budaya, ekonomi, pemerintahan, pedidikan maupun teknologi. Kelurahan Laweyan, Surakarta, merupakan salah satu permukiman yang dalam proses pembentukannya dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut. Masyarakat Kampoeng Batik Laweyan RW 02 yang sudah menjadi pedagang batik sejak abad ke-15 sehingga membentuk pola spasial permukiman khusus dan membentuk karakteristik yang menarik untuk diteliti dengan metoda deskriptif kualitatif. Area permukiman terbangun dan tidak terbangun membentuk pola permukiman grid-linear. Area permukiman tidak terbangun berfungsi sebagai sirkulasi dan ruang terbuka. Sirkulasi yang terbentuk berupa jalan sempit dan ruang terbuka yang terbentuk berupa ruang terbuka publik pada simpul permukiman dan ruang terbuka privat berada di dalam kavling rumah tinggal. Terdapat pula elemen pembentuk citra kawasan yaitu simpul dan tetenger. Simpul sebagai perpotongan aktivitas masyarakat dan tengaran berupa tugu batik dan Langgar Al-Makmoer. Kata kunci: permukiman, pola spasial, Kampoeng Batik Laweyan Abstract Settlement is an entity from culture and existence of human to live, grow and survive. Man creates house in an environment as they need. Forming process of the settlement affected by physical and non-physical thing, such as social culture system, economy, government, education, or technology. Laweyan Village, Surakarta, is one of settlement which in its forming process affected by these factors. The society that has became batik workers and seller since 15th century form a special spatial pattern and settlement characteristic make it interesting to be researched with qualitative-descriptive method. The built and unbuilt areas of the settlement formed grid-linear settlement pattern. The un built areas are used for circulation as narrow streets or public squares. Public squares in settlement‟s nodes and private squares inside the dwellings kavling. The city image elements are nodes and landmarks. Settlement node as activity intersection. Batik statue and Al-Makmoer mosque as landmarks. Keyword: Settlement, spatial pattern, Kampoeng Batik Laweyan
Desain Ruang Perawatan Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Sirkulasi dan Kenyamanan Pengguna Bangunan BBKPM Bandung Theresia Pynkyawati; Mas Akbar Suhardianto; Harry Rachmad Reza; Regita Nur Syifa
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1387

Abstract

Desain Ruang Perawatan Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Sirkulasi  dan  Kenyamanan Pengguna Bangunan BBKPM Bandung   THERESIA PYNKYAWATI, MAS AKBAR SUHARDIANTO, HARRY RACHMAD REZA, REGITHA NUR SYIFA   Email : thres@itenas.ac.id   ABSTRAK   Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung atau BBKPM Bandung merupakan salah satu fasilitas kesehatan masyarakat yang mendalami permasalahan kesehatan paru khususnya penyakit Tuberkulosis (Tbc atau TB) menular yang terletak di kawasan Jl Cibadak, kota Bandung, Jawa Barat. Akibat lingkungan yang kurang terawat serta polusi udara kotor, pemerintah merencanakan fasilitas kesehatan paru yang baik pada kawasan tersebut. Perencanaan bangunan ini ditinjau dari pola sirkulasi pengguna yang menggunakan koridor double loaded, penempatan zona ruang penyakit menular dan tidak menular baik vertikal maupun horizontal tetap memperhatikan kenyamanan pengguna dengan memanfaatkan sinar matahari berdasarkan orientasi massa bangunan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui desain ruang perawatan TB yang didasari oleh teori pengertian rumah sakit, zona vertikal horizontal ruang, dan orientasi massa bangunan yang dikemukakan oleh G.D Kunders, dan teori zona rumah sakit menurut Isadore Rosenfield, serta persyaratan ruang dan standar kebutuhan ruang fasilitas kesehatan paru. Hasil analisis dapat diketahui bahwa BBKPM Bandung memiliki perencanaan desain ruang Tbc yang baik karena memisahkan zona menular dan tidak menular, namun tetap memperhatikan kenyamanan pengguna yang sesuai dengan standar fasilitas kesehatan paru.   Kata Kunci : Desain ruang, Kenyamanan, Sirkulasi, Zona, Orientasi massa bangunan, Tuberkulosis   ABSTRACT The Center of Lung Health Society also knowing as  BBKPM Bandung is one of public healthcare facilities located on Jl Cibadak, Bandung, West Java which has concern on health problems, especially  a Lung disease such as Contagious Tuberculosis (Tbc or TB). The surroundings were poorly maintained and dirty air pollution, the government wants to plan the best lung health facilities in the region. Building planning studies has some focuses, which are; user’s  circulation pattern through a double loaded corridors and an infectious and noninfectious disease’s zone placement both vertically and horizontally due regard to the user’s comfort by utilizing the sunlight based on the building mass orientation. This study aims to determine a proper design of TB treatment space based on the theoretical understanding of the hospital, the vertical zone of horizontal space, the building mass orientation proposed by G.D Kunders and hospital zone theory by Isadore Rosenfeld. As well as the requirements of the standard room and space for lung healthcare facilities. The Results of the analysis showed that BBKPM Bandung has accomplished a proper Tbc’s design plan by separating both an infectious and noninfectous disease, but still considered user’s camfort according the lung healthcare’s standard facilities. Keywords: Design space, Comfort, Circulation, Zone, Building Orientation, Tuberculosis
Kajian Desain Pola Sirkulasi Sebagai Sarana Evakuasi Kebakaran Pada Bangunan Igd Dan Cot Di Rshs Bandung Raisilva Hamzah; Saiga Syukron Nugraha; Riffan Wahyu Ramdhani
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.293

Abstract

ABSTRAK Sarana publik yang dibutuhkan masyarakat sebagai penunjang kebutuhan kesehatan salah satunya adalah Rumah Sakit. Rumah Sakit merupakan bangunan dengan  zona dan alur aktifitas yang beragam. Bangunan yang menjadi studi kasus dalam penelitian ini adalah Central Operating Theater (COT) dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, mengingat aktifitas dari bangunan IGD dan COT cukup tinggi, sebagian pengguna bangunannya ialah pasien yang tidak memiliki kemampuan untuk mengevakuasi dirinya sendiri ketika terjadi kebakaran, sehingga berpengaruh penting dalam mendesain pola sirkulasi yang baik serta dapat menjadi jalur evakusi kebakaran bagi pasien juga petugas medis yang aman pada saat terjadi kebakaran, dan tetap menempatkan peralatan pendukung evakuasi kebakaran di sepanjang jalur evakuasi. Metoda kajian ini dilakukan dengan cara analisis desktiptif untuk mengetahui zona bangunan dan  desain pola sirkulasi yang baik, aman pada saat evakuasi kebakaran dalam bangunan Central Operating Theater (COT) dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS. Kata kunci : zona bangunan, alur aktifitas, desain pola sirkulasi, jalur evakuasi, peralatan pendukung evakuasi kebakaran. ABSTRACT Public facilities needed to support the health needs of the community as one of them is the Hospital. Hospital is building the groove zone and diverse activities. Building a case study in this research is the Central Operating Theater (COT) and ER (ER) Hasan Sadikin Hospital (RSHS) Bandung, given the activity of the ER and the COT structure is quite high, some users of the building are patients who do not have the ability to evacuate itself when there is a fire, so that the effect is important in designing a good circulation patterns and can be a fire evacuation pathways for patients medics also safe in the event of a fire, and keep a fire evacuation support equipment placed along the evacuation route. Method This study was done by descriptive analysis to determine the building zone and circulation pattern design good, safe evacuation during a fire in a building Central Operating Theater (COT) and ER (ER) RSHS. Keywords: construction zone, the flow activity, the circulation pattern design, evacuation routes, fire evacuation support equipment.