cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Kaitan Antara Bentuk dan Fungsi pada Bangunan Rektorat Unpad Jatinangor Utami Utami; Ady Praverdianto; Maulana Nurrohman; Arif Maulana
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1404

Abstract

Kaitan Antara Bentuk dan Fungsi pada Bangunan Rektorat Unpad Jatinangor   Utami, Aldy Praverdianto, Maulana Nurrohman, Arif Maulana Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email: utami_heryadin@yahoo.com   Abstrak Bentuk dan fungsi tidak dapat dihilangkan dari suatu produk arsitektur dan merupakan bagian terpenting dari suatu karya arsitektur. Bentuk pada sebuah bangunan dapat mencerminkan fungsi bangunannya dan dapat mempengaruhi aktifitas di dalam bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa kembali apakah bangunan dengan bentuk tertentu dapat mewadahi aktivitas penggunanya di dalam bangunan dengan baik atau tidak. Penelitian ini mengambil kasus bangunan Rektorat Unpad Jatinangor yang berbentuk silinder dengan fungsi sebagian besar sebagai kantor pusat administrasi. Metode yang dilakukan melalui metode normatif dengan membandingkan bagaimana seharusnya bangunan tersebut berfungsi secara ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bangunan berpengaruh terhadap aktivitas di dalamnya. Kata kunci: Kaitan; bentuk bangunan; fungsi bangunan Abstract Form and function can not be removed from a product architecture and the most important part of a work of architecture. The shape of a building can reflect the function of the building and can affect activity within the building. This study aims to look back and analyze whether the building with a certain shape can accommodate the users within the building properly or not. This research takes the case of the Rector Building Jatinangor cylindrical with functions mostly as administrative headquarters. The method is performed through normative method by comparing how the building should ideally function. The results showed that the shape of the building affect the activity therein. Keywords : connection; shape of the building; function building
Perbandingan Nilai Ekonomi Material B-PANEL dan Bata Ringan LEIBEL pada Bangunan Komersial Bambang Subekti; Erlandi Senjaya; Andika Andika; Yura A; Denden Denden
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.590

Abstract

Perbandingan Nilai Ekonomi Material B-PANEL dan Bata Ringan LEIBEL pada Bangunan Komersial
Foam Concrete Sebagai Alternatif Material Dinding Terkait Perencanaan Kenyamanan Termal Pada Rumah Hunian I Putu Wijaya Thomas Brunner; Nita Mutiatussyadiah; Puji Lestari; Euis Fadillah Fama Lubis
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.697

Abstract

Abstrak Berdasarkan data BMKG tahun 2014, temperatur udara di Kota Bandung semakin meningkat. Hal ini mempengaruhi kenyamanan termal pada ruang di dalam hunian. Untuk mengatasi hal tersebut masyarakat Bandung cenderung menggunakan alat pengkondisian udara (AC) sebagai alternatif instan, padahal penggunaan AC cenderung meningkatkan biaya operasional harian rumah. Pemilihan material kulit bangunan merupakan salah satu teknik pasif untuk mereduksi suhu udara luar. Pada penelitian ini, teknik pasif yang dilakukan adalah menggunakan material pengisi dinding luar yang mampu mereduksi suhu udara luar. Material foam concrete dipilih sebagai material pengisi dinding isolator termal pada hunian untuk dibandingkan dengan material batu bata. Pada objek uji akan diukur suhu, kelembaban dan kecepatan angin, kemudian dilakukan analisis dengan tujuan memahami sifat material tersebut sebagai insulasi termal. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk meminimalisir penggunaan alat mekanik seperti AC yang berdampak pada efisiensi biaya operasional. Kata kunci: Hunian, Kenyamanan Termal, Foam Concrete, Efisiensi Energi Listrik. ABSTRACT Air temperature in Bandung increases every year according BMKG’s 2014 data. It affects to thermal comfort inside houses. To overcome this situation, people tend to use air conditioning as an instant alternative, wheares the air conditioning will increase the daily operating cost it’s user. In this research, passive technique as an alternative method is used by choosing wall material which is capable in reducing the outside temperature. Foam concrete is selected as a wall material and will be compare to brick. Temperature, humidity, and wind speed are researched and analized to value the effectiveness as each wall materials of a thermal insulation. out comes of the research can be an alternative in minimalizing the operational cost of electricity while using AC. Keywords: Housing, Thermal Insulation, Foam Concrete, Electrical Energy Efficiency
KAJIAN KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN STUDENT CENTER ITENAS BANDUNG Nur Laela Latifah; Harry Perdana; Agung Prasetya; Oswald P. M Siahaan
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.43

Abstract

ABSTRAKStudent center merupakan suatu bangunan pusat aktifitas kemahasiswaan dimana terjadi berbagai aktifitas.Dengan banyaknya aktifitas yang terjadi di dalamnya maka bangunan dituntut memenuhi kenyamanan termal agarpengguna dapat beraktifitas dengan baik. Kajian student center ini bertujuan untuk mengetahui dan memahamibagaimana kenyamanan termal pada Student Center Itenas Bandung. Pemilihan obyek kajian ini didasari olehadanya keunikan desain yang tidak dimiliki bangunan lainnya di kampus Itenas khususnya dan kota Bandung padaumunnya. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh beberapa variabel yaitu desain bangunan, desain bukaan udara,faktor internal, dan faktor eksternal.Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif baik kualitatif maupunkuantitatif. Pada akhirnya dari hasil analisis kuantitatif dan kualitatif tersebut dilakukan pembobotan secarakuantitatif. Diperoleh kesimpulan bahwa, desain bangunan dan desain bukaan udara Student Center Itenasmempengaruhi aliran udara yang dapat mendukung kenyamanan termal. Kajian ini diharapkan dapat menjadirujukan saat mendesain student center yang menunjang kenyamanan termal.Kata kunci: kenyamanan termal, student center
Pola Tatanan Unit Terhadap Perletakan Sirkulasi Vertikal Penghuni Pada Apartemen Casa Grande Residence Utami Utami; Asterina Nurhermaya; Ikhsan Adriansyah; Riri Ayuni Trisia
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1395

Abstract

Pola Tatanan Unit Terhadap Perletakan Sirkulasi Vertikal Penghuni Pada Apartemen Casa Grande Residence UTAMI, ASTERINA NURHERMAYA, IKHSAN ADRIANSYAH, RIRI AYUNI T. Jurusan Teknik Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : sterinoo@gmail.com ABSTRAK Di kota – kota besar seperti di Jakarta, masyarakat cenderung memiliki aktivitas kerja yang padat dan apartemen menjadi salah satu solusi untuk kebutuhan papan. Pengolahan unit apartemen dapat disesuaikan dengan kebutuhan golongan menengah ke atas. Akibatnya ada pengaruh terhadap perletakan sirkulasi vertikal pada bangunan apartemen untuk menunjang aksesibilitas privasi penghuni. Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh pola tatanan unit terhadap perletakan sirkulasi vertikal berupa lift privat pada perancangan apartemen yang memiliki tingkat privasi tinggi. Studi kasus yang diangkat dalam pembahasan ini yaitu Tower Avalon Apartemen Casa Grande Residence. Metode yang digunakan untuk menganalisa yaitu dengan pendekatan analisis deskriptif secara kualitatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa aktivitas penghuni yang memiliki tingkat privasi tinggi ditentukan oleh pola tatanan unit apartemen yang terpusat dengan perletakan sirkulasi vertikal berupa lift privat untuk masing - masing unitnya. Sehingga privasi penghuni dapat terjaga tanpa bertemu langsung dengan penghunit apartemen lainnya. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa arsitektur dan arsitek dalam mendesain pola tatanan unit apartemen dan perletakan sirkulasi vertikal berupa lift privat akibat dari pola tatanan unit yang terbentuk. Kata kunci: pola tatanan, sirkulasi vertikal, privasi ABSTRACT In a big city like Jakarta, people tend to have high work activites and apartment is the solution for the primary needs. Apartment unit is created by the middle to upward group needs. As a result is the effect on placing vertical circulation in a apartment building which supports private accessibility of the building occupants.The purpose of this writing is to identify the infulences of a unit pattern ordering to placing vertical circulation of the private elevator on designing apartment which has high privacy with case study in Tower Avalon Apartment Casa Grande Residences. Methods of the study is conducted by descriptive analysis qualitatively. This research produces the occupants activites which has high privacy is supported by centralized apartment unit pattern with placing vertical circulation of the private lift for each unit and the result is the occupants of the apartment are still having their privacy activites wtihout directly meet with the other apartment occupants. This study encouraged architecture student and architect for designing unit pattern of apartment and placing vertical circulation such as private lift which is effected by unit pattern. Keywords: unit pattern, vertical circulation, privacy
Sekolah Tinggi Pendidikan Syariat Islam di Kabupaten Bandung Barat Irwahnsyah Syazali Siregar; I Putu W. Thomas Brunner
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.303

Abstract

ABSTRAK Sekolah Tinggi Pendidikan Syariat Islam bertujuan untuk memandirikan ummat di dalam penerapan ilmu Agama yang mengacu pada referensi utama Al-Qur’an dan Hadist. Keilmuan Agama yang sempurna tak luput dari masalah ilmu lainnya, seperti Mualamalah (perdagangan), Fiqh (Hukum), dan Khilafah (Sistem Pemerintahan). Keilmuan ini didapatkan langsung dari Firman ALLAH SWT secara mutlak, bukan dari manusia dalam berbagai pendapat. Hal inilah yang terangkum dalam tema “Arsitektur Islam yang terbentuk oleh Sunnah Rasulullah SAW”. Sunnah yang ditransformasikan ke dalam arsitektur dengan nuansa Sekolah Tinggi yang Islami dan pendidikan sesuai dengan dengan tema dan fungsi ilmu pengetahuan dapat terbentuk pada bagian luar bangunan dengan unsur kaligrafi, ornamen Islami, gubahan massa yang membentuk sejarah Islami, transmisi ruang luar kedalam ruang dalam (pola – pola), dan unsur ilmu pengetahuan secara teknologi yang diterapkan kedalam desain fungsi bangunan. Sedangkan pada bagian dalam bangunan diterapkan pola ruang yang membentuk adab – adab Rasul (Sunnah). Kata Kunci: Syariat Islam, Sekolah Tinggi, Transformasi Arsitektur   ABSTRACT Islamic Higher Education aims to create ummat independency in applicating theology that based on Al-Qur’an and Hadist as the two main references. A perfect knowledge of theology is always connected  to other knowledge, such as: Muamalah (trading), Fiqh (law), and Khilafah (governance system). This knowledge is gained directly and absolute from Allah SWT, not from other people in many opinions. Those are things concluded in theme “Islamic Architecture Based on Rasulullah SAW Sunnah”. Sunnah which are transformed into architecture with Islamic Higher education nuance of and education which is in accordance with theme and function of knowledge can be seen outside the building in forms of calligraphy, Islamic ornaments, mass creation reflecting Islam history, outer to inside transmssion (patterns), and knowledge element technologically applied into building function design. While room system following Rasul manner (Sunnah) is applied inside building. Keyword: Islamic Syariat, Higher Education, Architectural Transformation
Sustainability Pada Bangunan Kolonial Bersejarah Museum Negeri Mulawarman Tenggarong, Kalimantan Timur Bhanu Rizfa Hakim; Yudha Buana Hakim; Imam Rosadi; Ilham Firdausy; Nurtati Soewarno
REKA KARSA Vol 2, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i2.459

Abstract

ABSTRAK Sejalan dengan meningkatnya pembangunan maka meningkat pula luas lahan terbangun. Salah satu solusi untuk meminimalkan luas lahan terbangun adalah dengan memanfaatkan bangunan yang telah ada (reuse). Adaptive reuse kerap diberlakukan pada bangunan bersejarah yang dilestarikan. Bangunan ini telah melalui rentan waktu lebih dari 50 tahun sehingga telah terbukti tahan terhadap berbagai hal, salah satunya adalah terhadap iklim. Dengan pendekatan sustainable building dan grounded research penelitian ini melihat langsung ke lokasi bangunan eks-Kedaton Kutai Kartanegara di kota Tenggarong Kalimantan Timur yang kini telah beralih fungsi menjadi Museum Negeri Mulawarman. Bangunan ini termasuk ke dalam bangunan konservasi yang didirikan pada masa penjajahan Kolonial dengan mengadopsi gaya arsitektur Eropa yang disesuaikan dengan iklim tropis. Penelitian ini akan menguji keberlangsungan bangunan eks Kedaton setelah dialih fungsikan menjadi museum. Selain itu dengan pendekatan greenship penelitian ini juga akan mengkaji kondisi tapaknya. Diperlukan persyaratan khusus untuk benda-benda pamer tertentu sehingga diperlukan campur tangan Pemerintah Daerah untuk mengkaji ulang alih fungsi bangunan tersebut.   Kata kunci: bangunan konservasi, sustainable building, greenship ABSTRACT In line with the increasing development also gives effect to the land use area. There is a one of solution to minimize the land use area is utilize existing buildings (reuse). The concept of adaptive reuse is often imposed on the preserved historic buildings. This building has been through a vulnerable period of more than 50 years that have proven resistant to a variety of things, one of which climate responds. With the approach of adaptive reuse and grounded research, this study aim to the site of the former building Kedaton Tenggarong Kutai in East Kalimantan which now has been converted to Museum Negeri Mulawarman. This building is one of conservation buildings, builded in colonialism that adobted Europe architecture style and adapted to local climate. With sustainable building approach, this research will examine the sustainability of the building after converted into a museum building. In addition to the approach greenship this study will also assess the site conditions of Museum Negeri Mulawarman. Necessary special requirements for certain objects and also the Local Government intervention is required to review the transfer functions of the building. Keywords: building conservation, sustainable building, greenship
Perancangan eksterior dan interior bangunan dengan menggunakan material pengganti kayu ditinjau dari aspek estetika dan ekspresi ruang Muhammad Imaduddin; Halcyon Nirlen; Valian Telehala; Achsien Hidajat
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.629

Abstract

ABSTRAK Material alternatif pengganti kayu atau yang dikenal juga dengan material Conwood merupakan salah satu material pengganti kayu yang mempunyai ke/ebihan dalam beberapa aspek tertentu dibandingkan kayu pada umumnya.Sushi Tel merupakan sa/ah satu restoran jepang yang terkenal dikalangan semua orang, konsep desain dan bangunan ins menerapkan konsep japang moderen, dimana banyak terdapat unsur-unsur kayu didalam bangunan. Penerapan material Conwood sebagai solusi pengganti kayu pada interior dan exterior bangunan menjadi alasan pemilihan studi kasus pada pembahasan seminar arsitektur. Seminar ins bertujuan untuk mengetahui dan memahami estetika dan ekspresi ruang yang dihasilkan oleh penerapan material Conwood pada exterior dan interior bangunan. Yang didasari oleh proses penerapan warna, tekstur, maupun pencahayaan yang mendukung estetika dari material.   Kata kunci: Material alternatif, interior, exterior, estetika, ekspresi. ABSTRACT Alternative Wood subtitute material or known as conwood material Is kind of subtitute wood meterial that has benefits in some aspects just than wood generally Sushi tei Is kind of famous Japanese restaurant. The building concept of this restaurant applied modern Japan concept. Which Is there are a lot of wood elements to be used in the building. Conwood material application as the solution to replace wood for the interior and exterior of the building Is the reason of choosing this case to be explained in architecture seminar explanation. The purpose of this seminar Is to know and understand the aesthetic and expression of room that produced by material application of conwood on the building interior and exterior. Based on application process of colour, texture, as well as exposure to support the aesthetic of the material Keywords: alternatife material, interior, exterior, estetic, exppeession.
Evaluasi Kualitas Pencahayaan Alami Pada Rumah Susun Sebelum dan Setelah Mengalami Perubahan Denah Ruang Dalam Erwin Yuniar Rahadian; Bella Stephanie; Annisa Puspa Rindy; Mentari Febriyandini
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1386

Abstract

Evaluasi Kualitas Pencahayan Alami Pada Rumah Susun Sebelum dan Setelah Mengalami Perubahan Denah Ruang Dalam   ERWIN YUNIAR RAHADIAN, BELLA STEPHANIE, ANNISA PUSPA RINDY, MENTARI FEBRIYANDINI Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email: erwinyuniar@gmail.com   Abstrak Peningkatan jumlah penduduk yang semakin melonjak membuat hunian vertikal menjadi solusi dari pemerintah untuk mengurangi adanya hunian-hunian ilegal. Salah satunya adalah Rumah Susun Sarijadi yang merupakan hunian vertikal yang telah berdiri di Bandung sejak tahun 1975. Setelah sekian lama beroperasi dan mengalami pergantian penghuni, maka kuat dugaan bahwa denah ruang dalam rumah susun ini telah mengalami berbagai perubahan dan penambahan sekat. Salah satu akibat dari perubahan denah ruang dalam tersebut adalah tidak optimalnya cahaya alami yang masuk ke dalam ruangan. Pendekatan terhadap pencahayaan alami dapat menggunakan peraturan standar SNI dari Departemen Pekerjaan Umum tentang Tata Cara Perancangan Penerangan Alami Siang Hari untuk Rumah dan Gedung. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan evaluasi kualitas pencahayaan alami pada rumah susun sebelum dan setelah mengalami perubahan denah ruang dalam. Adapun metode penelitian pengukuran di lapangan yang dilakukan menggunakan metoda simulasi dengan alat bantu software ecotect dan luxmeter. Maka dapat disimpulkan bahwa dari semua denah ruang dalam rusun Sarijadi Flat H telah mengalami perubahan mengalami penurunan kualitas pencahayaan alami dengan rata-rata 31%. Kata kunci: pencahayaan alami, perubahan denah ruang dalam Abstract The increasing amount of inhabitant establish vertical housing to be a solution from the goverment to substract the illegal housing.One of them is Sarijadi Flat which is a vertical housing that has been established in Bandung since 1975. After a long time of operation and having different occupant, the assumption is the flat plan is having various changes and addition into the inside plan. One of the result of the changes of the inside plan is not having an optimum quality of natural illumination iside the flat. Approachment  towards natural illumination obtained by the standard regulation of SNI Tata Cara Perancangan Penerangan Alami Siang Hari untuk Rumah dan Gedung. This research’s purpose is to produce an evaluation of natural illumination quality before and after the changes in the inside plan. The method of this research is by using ecotect simulation and luxmeter. The result of this research is that from all of the changed inside plan unit of the housing, the natural illumination has reduced to 31%. Keywords: natural illumination, inside plan changes
Correlation between Gunung Padang and Sundanese Traditional Roof Nadia Absharina Idris; Adinda Putri Maharani; Miftah Tri Nur Fauzi; I Putu Wijaya THomas Brunner
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.292

Abstract

Abstract Gunung Padang is the oldest prehistoric megaliths in Indonesia which has a function as a place of worship for the people who settled there about 2000BC according to its orientation and philosophy. Meanwhile after dark ages, people knowledge on building shelter arises therefore many traditional houses are build and had their philosophy implemented such as the vertical and horizontal beliefs in relation of human, nature, and divinity. This study concerns architecture identity correlation of place in the two eras because of cultural transition which can be observed until now. Gunung Padang has a similar vertical concept identity compare to Sundanese traditional roof according to both philosophy if the highest place is the most sacred place and describes the relationship between human, nature and divinity. The purpose of this study is to examine the correlation between Gunung Padang and the Sundanese traditional roof concept in religion and cultural aspect. Qualitative methods that leverages vernacular theory is used of the analysis methods.     Key Words: Gunung Padang, identity, Sundanese traditional roof.