cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Penyalahgunaan Fungsi Ruang Publik Sebagai Sarana Penunjang Aktivitas Penghuni Hunian Vertikal Kota Irfan S Hasim; Afandi Sobry Saputra; Fajar Tri Kusuma; Yuni Fitriani; Panca Okta Nugraha
REKA KARSA Vol 4, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i2.1390

Abstract

PENYALAHGUNAAN FUNGSI RUANG PUBLIK SEBAGAI SARANA PENUNJANG AKTIVITAS PENGHUNI HUNIAN VERTIKAL KOTA   IRFAN S HASIM, AFANDI SOBRY SAPUTRA, FAJAR TRI KUSUMA, YUNI FITRIANI, PANCA OKTA NUGRAHA Jurusan Teknik Arsitektur,Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : i.s.hasim@gmail.com   ABSTRAK Urbanisasi dan bertambahnya kepadatan penduduk membuat semakin bertambah pula kebutuhan akan hunian, khususnya di daerah perkotaan, namun terbatasnya lahan dan mahalnya harga tanah menjadi kendala tersendiri. Hunian vertikal kota khususnya rumah susun menjadi salah satu alternatif, terutama dalam mengatasi permasalahan kepadatan penduduk di kampung kota agar dapat memenuhi kebutuhan akan hunian yang lebih layak, lebih sehat, dan lebih nyaman. Ruang publik adalah hal yang sangat penting pada rumah susun karena merupakan pusat interaksi antara penghuni sehingga banyak aktivitas yang terjadi di dalamnya, tetapi seringkali disalahgunakan. Kajian ruang publik ini dilihat dari latar belakang penghuni rumah susun, besaran standar ruang publik, besaran unit hunian, dan sarana prasarana yang menunjang kegiatan pada rumah susun. Metode studi dilakukan dengan metode deskriptif analitif secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ruang publik yang disalahgunakan adalah ruang publik yang berada dekat dengan unit hunian. Penghuni merasa dapat meklaim wilayah ruang publik  tersebut demi tercapainya kebutuhan dan kenyamanan ruang mereka pribadi. Kata kunci : Rumah susun; Ruang publik; Penyalahgunaan Fungsi Ruang   ABSTRACT Urbanization and Increasing of population makes the occupancy is also need to increased, particularly in urban areas. But limited space and the expensive prices of land become obstacles. Vertical housing especially flats in particular city became one of the alternatives to solve the problems of overcrowding in the hometown in order to meet the need for more decent housing, healthier, and more comfortable. Public space is an important thing in the vertical housing because it is the main place that the occupants can interact each other with so much activity going on it. but it is often misused. This study will observes misuse of public space in the flats seen from the background of residents, a standard amount of public space, the amount of residential units, and infrastructure that support the activities of the flats. The methods that we used was descriptive analitive in qualitative and quantitative study. The results showed that public space that is located close to the residential units is most misused. Occupants feel that they can claim the public space area to achieve the needs and comfort of their personal space. Keywords : Flats; Public space; misuse of space
Penerapan Tema Kontemporer pada Perancangan Akademi Pariwisata Nasional di Kabupaten Bandung Barat Regina Mentari Putri; Tecky Hendrarto
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.296

Abstract

ABSTRAKWisata merupakan kegiatan yang kini telah menjadi kebutuhan danmemasyarakat. Ramainya kegiatan berwisata membuat industri pariwisataberkembang dengan pesat di seluruh pelosok dunia. Pengelolaan sumber dayayang baik menjadi faktor penting berkembangnya indutri tersebut. Untuk dapatmemenuhi kebutuhan industri pariwisata yang baik, dibutuhkan sekolah formalberupa akademi pariwisata untuk menjawab kebutuhan jaminan mutupengelolaan dan objek wisata. Sebuah perguruan tinggi sebaiknya dapatmerepresentasikan pengamalan ilmu yang diajarkan di dalamnya. Untuk dapatmembawa semangat yang sama, tema kontemporer diterapkan pada objekakademi pariwisata ini. Tema kontemporer tetap akan berjalan selaras denganlingkungan dimana akademi ini berdiri, juga menyesuaikan dengan dinamikakampus yang berdiri dengan mahasiswa sebagai subjek yang aktif dalambersosialisasi dan membutuhkan ruang-ruang komunal untuk berekspresi.Kata kunci: kontemporer, akademi, pariwisata. ABSTRACTTour is an activity that now has become a necessity and doing in largecommunity. Tourism industrial is growing rapidly all over the world. Goodresource management is an important factor to increase the tourism industrydevelopment. For support the needs of good tourism, we also need a formalschool that can supply needs of tourism quality assurance management andattraction. A college should be able to represent the practice of science which istaught in them. Contemporary themes applied to the tourism academy object.Contemporary themes will still run in harmony with the environment in which theacademy stands, also adapts to the dynamics of college students standing as anactive subject in need of social and communal spaces for expression.Key Note: contemporary, academy, tourism.
Kajian Pencahayaan Alami pada Bangunan Villa Isola Bandung Erwin Yuniar Rahadian; Setiohadi Dwicahyo; Sandy J Harmanda; Daddy K Putra; Firdaus R Wijaya
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.454

Abstract

Abstrak Villa Isola merupakan salah satu bangunan peninggalan masa kolonial yang fungsinya telah berubah dari bangunan peristirahatan menjadi kantor Rektorat UPI Bandung. Dengan berubahnya fungsi menjadi kantor Rektorat, maka kualitas pencahayaan alami pada Villa Isola dituntut untuk dapat memenuhi aktifitas yang terjadi di dalam bangunan tersebut. Kajian pencahayaan alami pada bangunan Villa Isola bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bukaan terhadap kualitas pencahayaan alami. Pemilihan objek kajian ini didasari karena desain Villa Isola memiliki banyak bukaan pada bagian fasadenya sehingga menarik untuk dikaji sejauh mana bangunan tersebut memanfaatkan cahaya alami ke dalam ruangan. Pencahayaan alami dipengaruhi oleh beberapa variabel yaitu desain bukaan jendela, bentuk dan kedalaman ruang, kenyamanan visual, dan faktor eksternal. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif. Dari hasil analisa, kesimpulan yang didapat adalah bentuk desain serta orientasi bukaan jendela pada Villa Isola kurang memenuhi standar kualitas pencahayaan alami. Kata kunci: Villa Isola Bandung, pencahayaan alami. Abstract Villa Isola is one of the relics of the colonial era buildings that function has changed from a resting into an office building Rektorat UPI Bandung. By changing the function of the office of Rector, the quality of natural lighting in the Villa Isola required to meet the activity going on inside the building. Studies of natural lighting in buildings Villa Isola aims to determine how much influence the openings on the quality of natural lighting. The selection is based on the object of study for the design of Villa Isola has a lot of openings in the facade so interesting to study the extent to which the building utilizes natural light into the room. Natural lighting is influenced by several variables: the design window openings, the shape and depth of space, visual comfort, and external factors. The method used in this study is the descriptive research method both qualitatively and quantitatively. From the analysis, the conclusion is obtained form the design and orientation of the window openings in the Villa Isola does not meet the quality standards of natural lighting. Keywords: Villa Isola Bandung, natural lighting
Model Atap Bangunan Ramah Lingkungan Ditinjau dari Pengolahan Air Hujan Pada Desain Kampus PT Dahana, Subang-Jawa Barat Theresia Pynkyawati; Mochammad Amiruloh; Ayu Asvitasari; Nova Kumala; Egie Ginanjar
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.624

Abstract

Abstrak Penerapan konsep bangunan ramah lingkungan merupakan salah satu respon para arsitek terhadap aksi pengurangan dampak buruk global warming.Hal ini berkaitan dengan perbaikan perilaku dan teknologi yang diterapkan pada model atap bangunan Kampus PT Dahana.Konsep ramah lingkungan Kampus PT Dahana terbukti pada salah satu penerapan konservasi pengolahan air hujan. Aspek permasalahan terdapat pada pendistribusian air hujan yang dapat ditangkap oleh model bidang atap dengan menggunakan treatment dan sistem pengolahan air hujan, sehingga mendapatkan hasil akhir berupa recycle air yang dapat digunakan untuk operasional bangunan, berupa pemanfaatan untuk flushing toilet, cooling tower, dan menyiram tanaman. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara model atap bangunan ramah lingkungan dengan sistem pengolahan air hujan. Analisis ini dilakukan dengan cara pendekatan deskriptif analitik berdasarkan teori model atap bangunan ramah lingkungan dan sistem pengolahan air hujan. Hasil kajian menunjukan bahwa model atap Kampus PT Dahana dapat mempercepat laju air hujan dengan dibantu media perantara berupa material green roof yang terletak pada atap bangunan. Kata Kunci : konsep ramah lingkungan, model atap bangunan, konservasi air, pengolahan air hujan. Abstract The application of green building concept is one of architect’s response to decrease action of global warming reduction. It is associated with improved behavior and technology that applied to roof model of Kampus PT Dahana building. Green building concept of Kampus PT Dahana proven in one application of the conservation of rain water treatment. Aspects of the problems found in the distribution of rain water that can be captured by the model of the roof by using the treatment and rain water treatment system, so get the final result of the recycle water can be used for building operations, such as the use for toilet flushing, cooling tower, and watering the plants. This study aims to determine the relationship between a roof model of green building with rain water treatment systems. The analysis is performed by means of descriptive and analytical approach based on the theoretical of roof model of green building concept and rain water treatment systems. Results of the study showed that the roof model of Kampus PT Dahana can accelerate the rate of rain water with the help of an intermediary medium in the form of green roof material which is located on the roof of the building. Keywords: green building concept, roof model of building, water conservation, rain water treatment.
Tata Letak dan Jenis Lift Terhadap Struktur dan Bentuk Massa Easton Park Apartment Andhina Wahyu Nosariantari; Wahyuni Setia Liani; Indri Octaviari; I Putu Widjaja Thomas Brunner
REKA KARSA Vol 4, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i1.1381

Abstract

Tata Letak dan Jenis Lift terhadap Struktur dan Bentuk Massa Easton Park Apartment ANDHINA WAHYU NOSARIANTARI, WAHYUNI SETIA LIANI, INDRI OCTAVIARI, I PUTU WIDJAJA THOMAS BRUNNER Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email: ndinosariantari@yahoo.co.id   ABSTRAK Semakin berkurangnya lahan yang dijadikan sebagai tempat tinggal, memicu maraknya pembangunan hunian vertikal di kota -kota besar. Apartemen dijadikan alternatif solusi dari masalah tersebut. Dalam perencanaannya perlu memperhatikan aspek sirkulasi. Bangunan dengan ketinggian lebih dari empat lantai harus ditunjang dengan menggunakan lift. Penempatan tata letak lift harus mempermudah pengguna dalam mengakses seluruh bagian bangunan. Easton Park Apartment dipilih sebagai obyek kajian karena bangunan ini memiliki keunikan dimana salah satu sisi towernya memiliki bentuk berundak – undak yang berpengaruh terhadap tata letak lift. Metode yang digunakan yaitu analisa deskriptif dengan menggambarkan suatu fenomena yang ada, melalui teknik kualitatif dan komparatif yakni membandingkan keadaan studi kasus dengan teori. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perancangan arsitektur untuk menentukan tata letak lift yang tepat dan berpengaruh terhadap sistem struktur yang digunakan serta bentuk dari massa bangunan itu sendiri. Kata kunci: Tata letak lift, jenis lift,  struktur, bentuk massa bangunan The land that can be used for residential area is getting decreased and it has an effect to vertical housing development in big cities. An apartment is an alternative solution in facing these problems. Sirculation aspec needs to be concern in planning process. Building with more than four level stories must be supported by using  elevators. By planning layout, the access to the entire building for all user must be as easy as possible. Easton Park Apartment has been chosen as the object to it’s uniqueness. It has a staircase shape in one side of it’s tower and that has an effect to the elevator’s layout. Descriptive analysis used as the method to describe a phenomenone through qualitative and comparative techniques, compares the object’s data with the theory. This study is expected to become a reference in architectural design determines the right elevator’s position. It has an effect to the structure system and the building mass form itself. Keywords: elevator’s position, elevator’s type, structure, building mass
Perbandingan Nilai Biaya Pekerjaan antara Material Kayu Kamper dan Wood Plastic Composite pada Aplikasi Kusen Bangunan Hunian Bambang Subekti; Suzan Julicia; Muhammad Taufik Firmansyah; Herdi Nugraha Saputra
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.287

Abstract

ABSTRAK Kayu merupakan material yang memiliki banyak peranan dalam kehidupan manusia. Keberadaan kayu saat ini sangat memprihatinkan. Pengeksploitasian kayu yang berlebihan membuat material kayu menjadi sulit dicari. Dengan berkembangnya teknologi di bidang material bangunan, memberikan banyak pilihan bagi setiap orang untuk mencari material alternatif selain kayu. Salah satunya ialah wood plastic composite (WPC). WPC merupakan material yang dibuat dari campuran kayu, plastik, serta zat aditif. Dalam memilih material baru, di samping mengenai kualitas, aspek biaya pekerjaan menjadi sebuah pertimbangan. Dengan metoda analisis komparasi yang bersifat kuantitatif, peneliti menganalisis tentang perbandingan biaya pekerjaan antara material kayu kamper dengan WPC pada aplikasi kusen bangunan hunian dengan mengambil kasus studi bangunan berdasarkan pada volume kusen yang berbeda, yaitu hunian t-45, t-70 dan t-160. Perhitungan biaya pekerjaan mengacu pada buku standar harga yang dikeluarkan oleh Diskimrum Kota Bandung, yang berisi harga  satuan bahan dan upah pekerjaan.   Kata kunci : Kayu Kamper Samarinda Oven, Wood Plastic Composite, harga pekerjaan.   ABSTRACT Wood is a material that has a lot of role in human life. Lately, the existence of wood is very apprehensive. Excessive exploitation of wood made the material of wood hard to be found. Developing of technology in the field of building material, providing plenty of options for everyone to look for alternative materials other than wood. One is wood plastic composite (WPC). WPC is a material which made from a mixture of wood, plastic and additives.   Choosing a new material, beside to the quality, aspect of working cost have to be a consideration. Using comparative analysis methods characteristically quantitative, the researchers analyzing the comparison of working cost between the camphor wood materials with WPC frame, for the residential building frame aplication, taking a case study of the building based on the volume of different frames, such as dwelling t-45, t-70 and t-160. Calculating the cost of work refers to the price standard book published by the Diskimrum Bandung, which contains material unit prices and employment’s wages.     Key Words : Kamper Samarinda Oven Wood, Wood Plastic Composite, price of work
Kajian Fungsi Ruang Luar pada Pusat Dakwah Islam di Kota Bandung Dewi Parliana; Rizqya Akbarsyah; Gun Gun Yuliansyah; Septian Adi Putra
REKA KARSA Vol 1, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i4.443

Abstract

Abstrak Pada awalnya lokasi ini berfungsi sebagai pemukiman, dan mulai dimanfaatkan menjadi ruang publik pada tahun 1980-an. Namun pada saat ini, kawasan ini telah diubah menjadi wadah untuk kegiatan islami di kota Bandung. Hal ini akhirnya memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bersosialisasi, berdiskusi, rekreasi, belajar, dan melakukan hal-hal positif lainya. Meskipun konsep tapak pusat dakwah islam kota bandung sudah terencana, namun pada akhirnya beberapa ruang pada kawasan pusat dakwah islam mengalami peralihan fungsi ruang, dari ruang dengan fungsi tunggal menjadi ruang dengan fungsi yang fleksibel, seperti ruang parkir dan taman. Sehingga perubahan tersebut berpengaruh pada pola aksesibilitas kawasan, dan pola sirkulasi dalam kawasan tersebut. Dan peranan Arsitektur sangat penting dalam proses pembentukan kawasan Pusat Dakwah Islam atau islamic center baik secara fungsi maupun visual. Bagaimana terhubungnya fungsi satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah linkage, dimana linkage / hubungan antar fungsi tersebut sangat mempengaruhi kenyamanan pengguna. Kata kunci: Konsep Perencanaan Tapak, Fungsi Ruang Luar, Aksessibilitas dan Sirkulasi Tapak Abstract This area initially serves as a settlement , and began to be utilized as a public space in 1980. But in this time, this area has been changed into the area of Islamic activities in Bandung. This thing finally provides an opportunity for people to socialize, discuss, recreation, learning, and doing other things. Although Site planning of PUSDAI has planned, but in the end some space in PUSDAI experiencing transition function space, from space with a single function into a space with flexible functions, such as parking spaces and parks. So that these changes have an impact on the accessibility of the area , and circulation patterns in this area. And architecture has an important role in the process of formation of PUSDAI or islamic center in function and visual. How to connecting function with each other to form a linkage, where in the linkage / relationship between these functions greatly affect the users become comfortable. Keywords : Site Planning Concepts, Functions of Open Space, Accessibility and Circulation in Site
Kajian Pengaruh Aspek Mitologi Pada Pola Tatanan Tapak Di Kampung Naga Utami Utami; Dian Nugraha; Eka Nugraha; Amalia Mardia; Eddy Supriatna
REKA KARSA Vol 2, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i3.599

Abstract

Abstrak Saat ini isu vernakular sedang menjadi bahan perbincangan diseluruh dunia. Vernakular terbentuk karena adanya komunitas yang mempunyai latar belakang budaya dan kepercayaan yang sama. Bangunan vernakular dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor ekologi, budaya, sosial, politik. Kajian ini akan membahas perkampungan adat di Garut yaitu Kampung Naga. Aspek yang diutamakan adalah aspek mitologi setempat yang mempengaruhi terhadap pola tatanan tapak di Kampung Naga. Kajian ini diharapkan kita mendapatkan manfaat, prinsip atau dasar-dasar yang menjadi rujukan saat mendesain pola massa. Secara khususnya dapat digunakan sebagai rujukan untuk mendesain pola tatanan massa yang dilihat dari aspek mitologi. Metoda penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metoda penelitian survey, literature, dan wawancara. Faktor budaya dan kepercayaan yang ada di Kampung Naga sangat kuat hingga adanya mitos-mitos setempat yang mepengaruhi dan mengatur kehidupan sosial masyarakat yang ada didalamnya. Pengaruh aspek mitologi yang ada di Kampung Naga sangat erat dan kental disamping kehidupan sosial yang dipengaruhi bahkan pengaruh aspek mitologi ini masuk dalam pembentukan pola tatanan tapak yang ada di Kampung Naga. Kata kunci: Vernakualar, Mitologi, Pola Tatanan Tapak. ABSTRACT Nowadays the issue about vernacular is being talked all around the world. Vernacular formed because of the community exixtence that has culture background and the same belief. Vernacular building reviewed by various factors like economic factor, culture, social, and politic. This study will discuss about adat village in Garut named Kampung Naga. Aspect that is prefered is local mythology aspect that is affecting to the pattern of mass order at Kampung Naga. This study is ecpected to be benefit, principle or fundamentals as the reference when designing the pattern of mass order. Particularry it can be used as a reference ro design patterns masses order viewed from the aspect of mythology. The reaserch method that used in this study are survey reasearch method, literature, and interview. Culture factor and belief in Kampung Naga is really strong so the existence of local myths affecting and controling the social life of the people inside. The impact of mithology aspect in Kampung Naga is really close and viscous besides the social life that is effected, even the influence of this mithology aspect is affecting the pattern of mass order at Kampung Naga.   Keywords : Vernacular, Mythology, Mass Order Patterns
Perencanaan dan Desain Healthy Living di Ruang Publik Apartemen Sudirman Suites, Bandung Juarni Anita; Mochamad Marga Pahlefi; Dea Puspita Putri; Mochamad Heri Sobari; Desy Noor Aryanti
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1351

Abstract

Perencanaan dan Desain Healthy Living di Ruang Publik,   Apartemen Sudirman Suites, Bandung   Anita, J. Pahlefi, M. M., Putri, D. P., Sobari, M. H., Aryanti, D. N.   Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : radendea90@gmail.com   ABSTRAK   Apartemen merupakan salah satu hunian vertikal yang sedang berkembang pesat di kota-kota besar. Pertumbuhan dan pertambahan penduduk serta semakin sedikit dan mahalnya harga tanah meyebabkan kebutuhan akan hunian ikut meningkat. Apartemen merupakan salah satu solusi untuk permasalahan tersebut. Perencanan apartemen harus memperhatikan kebutuhan pengguna, terutama tersedianya ruang-ruang publik untuk mendukung aktivitas dan kesehatan penghuni.   Dengan bentuk seperti huruf “U” dan mengusung konsep healthy living, apartemen Sudirman Suites di Bandung tidak hanya memberikan hunian pada bangunannya, sebagai penunjang konsep healthy living ruang publik ruang publik berupa inner court untuk tempat sosialisasi penghuni. Ruang publik pada apartemen ini merupakan salah satu penunjang konsep healthy living pada bangunan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi, letak, layout, dan pola arsitektur ruang publik pada bangunan Apartemen Sudriman dan penerapan konsep healthy living pada ruang publik tersebut. Metode penelitian dilakukan melalui wawancara dengan pengelola dan pengamatan langsung di lapangan. Kajian ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi bagi perancang untuk merancang ruang publik atau mengaplikasikan konsep healthy living pada hunian vertikal.   Kata Kunci : apartemen, healthy living, ruang publik       ABSTRACT   Apartment is one of the vertical housing that is growing rapidly in large cities . Population growth as well as the less and high prices led to the need for residential land has increased. The apartment is one solution to these problems . Planning the apartment must be attentive to the needs of users, particularly the availability of public spaces to support the activity and health of occupants.   Shaped like the letter " U " and promote the concept of healthy living , the apartment Sudirman Hotel in Bandung not only provide shelter in the building , but also supporting the concept of healthy living. It provide inner court design as a place for the occupants to socialize with one another. The public rooms in this apartment are support facilities for concept of healthy living.   This study aims to determine the classification, location, layout and architectural patterns of public space in the Sudriman Apartment building and application of the concept of healthy living in public spaces . Methods of research conducted through interviews with employees and direct observations in the field. This study is expected to be a reference for designers to design public space or to apply the concept of healthy living in the vertical housing   Keywords : apartment, healthy living, public space
Fungsi dan Aktifitas Taman Ganesha Sebagai Ruang Publik di Kota Bandung Dwi Kustianingrum; Angga Kusumah Sukarya; Rifan Athariq Nugraha; Franderdi Rachadi
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.260

Abstract

AbstrakPerkembangan konsep Taman Kota di Bandung telah dilupakan, karena kurangnya ketersediaan ruang hijau yang menaungi masyarakat untuk melakukan aktifitas sosial. Ruang Terbuka Publik sangat penting keberadaannya sebagai elemen pelengkap suatu kota yang berfungsi sebagai paru-paru kota. Pada zaman kolonial Belanda Pemerintah Kota Bandung menerapkan konsep Garden City dimaksudkan untuk mengantisipasi perkembangan pesat Kota Bandung di masa depan, salah satunya Taman Ganesha. Taman Ganesha dibangun untuk mengenang jasa seorang tokoh pendiri ITB, Dr. Ir. J . W . Ijzerman, sehingga dahulu dinamai “Ijzerman Park”. Taman yang dirancang secara estetis fungsinya tidak hanya menyerap polusi kota saja tetapi juga untuk memberi kesegaran di antara rutinitas keseharian. Fungsi Taman Ganesha saat ini adalah sebagai ruang terbuka publik dimana keindahan dan kenyamanan membuat banyak pengunjung berdatangan ke taman ini untuk melakukan berbagai kegiatan. Kajian ini akan meneliti fungsi dan aktifitas yang terjadi di taman ganesha yang dapat menunjang kegiatan masyarakat disekitarnya. Ruang terbuka publik ini memiliki peran penting bagi masyarakat Kota Bandung pada khususnya, mengingat ruang terbuka publik ini berfungsi sebagai tempat yang dapat diakses secara fisik maupun visual oleh masyarakat umum, sehingga berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dapat dilakukan pada taman tersebut.Kata Kunci : Taman Kota, Fungsi dan Aktifitas Taman Ganesha, Ruang Terbuka PublikAbstractThe development concept of City Parks in Bandung has been forgotten, due to the lack of green space avaibility that houses the citizen to do social activities. The existence of Public Open Space is important as complementary elements of a city that serves as the lungs of the city. In the Dutch colonial era Bandung City’s Government applies Garden City concept that intended to anticipate the rapid development of Bandung city in the future, one of which is Ganesha Park. Ganesha Park was built to commemorate the services of a prominent founder of ITB, Dr. Ir. A. W. Ijzerman, so the formerly name was "Ijzerman Park". The park was designed aesthetically not only to absorb pollution but also as the beauty of the city to give freshness in daily routine. Ganesha Park currently function as Public Open Space in which the beauty and comfort makes many visitors come to the park to do various activities. This study will observes functions and activities that happen in Ganesha Park that can support activities of people around. This Public Open Space has important role for the citizen of Bandung in particular, because this POS serves as a place that can be physically and visually accessible by people, so people’s various activities can be done at the Park.Keywords: City Parks, Function and Activity of Ganesha Park, Public Open Space