cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Bangunan Baru Pada Kawasan Cagar Budaya Braga Bandung Dian Duhita Permata; Arief Yudha Pahlawan; Audri Putranto; Yandi Sepdakuswara
REKA KARSA Vol 3, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i3.693

Abstract

ABSTRAKJalan Braga merupakan salah satu kawasan cagar budaya di kota Bandung. Bangunan bersejarah di kawasan ini masih dapat dikenali dari langgam arsitektur pada fasad bangunannya. Kehadiran bangunan baru pada kawasan ini dapat dengan mudah dikenali dari perbedaan langgam arsitektur bangunannya. Dengan menggunakan metoda kualitatif dan deskriptif, studi ini akan meninjau langsung beberapa bangunan baru di kawasan Jalan Braga. Studi literatur dilakukan untuk membandingkan antara teori kontekstual, komposisi dan karakteristik elemen fasad bangunan baru. Hasil studi memperlihatkan bagaimana adaptasi bangunan baru di kawasan cagar budaya yang berada di kawasan Jalan Braga. Diperlukan campur tangan Pemerintah Daerah agar kehadiran kawasan Jalan Braga sebagai kawasan konservasi yang dapat dipertahankan.Kata kunci: Kawasan Cagar Budaya Braga, Langgam Arsitektur Bangunan, Arsitektur KontekstualABSTRACT Jalan Braga is one of the area heritage in Bandung. Historical buildings in this area can still be recognized from style architecture in fasade buildings. New buildings presence at this area is easily identifiable of differences style architecture of the building. By using methods qualitative and descriptive, the study will directly visited several new buildings in the area of Jalan Braga. Study literate done to compare between contextual theory, composition and characteristic façade element new buildings. Result of the study shows how adaptation new buildings in the region heritage which is in the area of Jalan Braga. It needs local government's intervention so the presence the area of Jalan Braga to as the area conservation that can be maintained.Keywords: Braga Conservation Area, Style Building Architecture, Architecture Contextual
Standar Ukuran dan Fungsi Ruang Bersama Pada Rusunawa Cimindi Dian Duhita; Arfan Fauzi Sujana; Teguh Prasetia; Imam Ayituri Primadi; Luthfan Nazira Alkhairi
REKA KARSA Vol 4, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i2.1391

Abstract

STANDAR UKURAN DAN FUNGSI RUANG BERSAMA PADA RUSUNAWA CIMINDI   ARFAN FAUZI SUJANA, TEGUH PRASETIA, IMAM AYITURI PRIMADI, LUTHFAN NAZIRA ALKHAIRI, dian duhita Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email : uziapank@gmail.com ABSTRAK Konsep hunian vertikal seperti apartemen, kondominium dan rumah susun terbentuk akibat meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di kota, namun lahan yang tersedia semakin terbatas. Pada konsep hunian vertikal sering sekali ditemukan permasalahan akibat perubahan pola hunian dari bentuk horisontal menjadi bentuk vertikal, salah satunya adalah penggunaan ruang bersama. Ruang bersama  adalah ruang yang dipergunakan bersama, dapat berupa koridor, tangga, ruang terbuka hijau, parkir, dan jalan. Metoda observasi digunakan pada penelitian ini untuk membandingkan ukuran dan fungsi ruang bersama pada Rumah Susun Sederhana Sewa Cimindi dengan standar yang ditetapkan. Ruang bersama sering kali mengalami ketidak sesuaian, baik standar maupun fungsinya yang diakibatkan oleh perbedaan karakter sosial dan budaya penghuni yang berbeda-beda. Hal tersebut mengakibatkan perbedaan cara pandang terhadap penggunaan ruang bersama yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan penghuni rumah susun. Pada kenyataannya ruang bersama memiliki lebih dari satu fungsi tidak hanya untuk kepentingan publik tapi juga digunakan untuk kepentingan pribadi. Peran seorang Arsitek sangat diperlukan untuk dapat membuat solusi bagaimana ruang bersama dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Kata Kunci : Ruang Bersama, Rumah Susun, Standar dan Fungsi Abstract The concept of vertical housing such as apartments, condominiums, and flats are formed due to the housing needs in the city that is growing but with limited land available. Problems that often found on the concept of vertical housing arising from changes in the occupancy pattern of horizontal formed into a flat shape, one of them is shared space. The shared space is a public space that is used together, in the vertical housing its may include corridors, staircases, open green spaces, parking and roads. Observation method used in this study to compare the shared space at Rusunawa Cimindi with established standards. The shared space often experience a discrepancy, both standard and function caused by social and cultural character different. This resulted in differences in the perception of the use of the shared space planned to meet the needs of residents in the end have more than one function. In fact, the shared space have many function not only for the public interest, but also used for private purposes. The role of an architect is needed to be able to offer a solution how the shared space can be functional according to its function. Keywords: Shared Space, Flats, Standard and Function
Kajian Desain Apartemen Buah Batu Park Terhadap Kesiapan Pengelolaan Kebakaran Pasca Huni Shirley Wahadamaputera; Ibnu Hajar; Reski Sudrajat; Muhammad Yusuf
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.297

Abstract

AbstrakWalaupun kehadiran apartemen lebih mendukung kota bandung sebagai tujuan wisata belanja, namun pembangunannya menunjukan kenaikan yang cukup signifikan akhir-akhir ini.Bangunan Apartemen Buah Batu Park Bandung yang diklasifikasi sebagai tipe B berdasarkan KEPMEN PU No. 02/KPTS/1985 tentang ketentuan pencegahan dan penangulangan kebakaran pada bangunan gedung, dilengkapi ruang dapur disetiap unitnya, selain dapur shaft dan ruang pendukung peralatan utilitas berpotensi sebagai zona rawan penyalaan titik api.Keputusan Menteri Pekerjaan Umum no 11 tahun 2000 menentukan bahwa setiap bangunan wajib menyusun manajemen kebakaran pasca huni.Melalui kajian yang menggunakan metoda deskriptif analisis ini dipahami bahwa desain zona rawan api baik secara horizontal dan vertikal perlu dipertimbangkan, ditinjau dari kemudahan penjalaran api dan usaha penghuni untuk melalukan evakuasi.Desain sirkulasi, proteksi kesiapan sarana dan prasarana kebakaran adalah aspek yang perlu disiapkan untuk mendukung keberhasilan manajemen pengelolaan kebakaran pasca huni pada desain Apartmen Buah Batu Park Bandung.Kesiapan bangunan dalam menghadapi bahaya kebakaran tidak hanya dilakukan pada awal desain dan pelaksanaan saja, namun juga pada tahap pasca huni.Dengan demikian sekalipun masih terdapat kekurangan dalam aspek desain, bangunan masih dapat dihuni serta memberi keamanan pada peghuni melalui manajemen kebakaran.Kata kunci : Desain Sirkulasi, Ruang Dalam, Sarana Evakuasi, Alat Pengamanan AbstractEven though apartement buildings in Bandung proved to be beneficial to Bandung’s status as a shopping destination haven, the number is still growing significantly. Buah Batu park apartment building is classified as a type b apartment based on KEPMEN PU No. 02/KPTS/1985 a regulations on fire prevention and countermeasures in tall buildings. Apaetement design is fully furnished with kitchen appliances in each units, mean while the kitchen, shaft room and other utility rooms are all fire hazard potential. KEPMEN PU No. 11 2000 states that every building must have a post occupancy fire management.Through the descriptive analysis method it was proved that fire hazard zones design, both horizontally and vertically needs to be considered to prevent fire spread and in order to facilitate inhabitant egress.Circulation design inside the building as means of egress, fire protection system including infrastructure system are important aspecs to support post occupancy fire management of the building.The building’s readiness to fire hazards needs to be considered at design process, construction and post occupancy stage, that even though there are still some minor flaws in terms of design, the building would still saved to be occupied.Key Word : Design Circulation, Protection System, Fire Management
Kajian Tatanan Massa dan Desain Bangunan Hotel Padma Bandung Dwi Kustianingrum; Radita Rahman Perdana; Gesti Septia Suwandi Putri; Wildan Nugraha; Denny Putra Prasetya
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.455

Abstract

Abstrak Hotel adalah bangunan komersial dan merupakan investasi yang sangat berkembang di Kota Bandung. Konsep berkelanjutan pada bangunan hotel dapat diterapkan pada desain dan operasional bangunan. Hotel Padma adalah hotel yang memperhatikan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam ke dalam desain bangunannya. Adapun kajian mengenai Hotel Padma Bandung ini bertujuan untuk menganalisis tatanan massa bangunan, desain bangunan, dan pemanfaatan sumber daya alamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif yang menghasilkan kesimpulan bahwa tatanan massa, desain bangunan, dan pemanfaatan sumber daya alam dapat membantu terciptanya desain bangunan yang berkelanjutan. Hotel Padma Bandung sudah menerapkan sebagian besar aspek ekologi, namun aspek sosial dan ekonomi belum terpenuhi secara maksimal. Kata kunci: desain berkelanjutan, tatanan masa, desain bangunan, sumber daya alam Abstract Hotel is a commercial buildings and is an investment that is growing in Bandung. The concept of sustainable hotel building can be applied to the design of buildings and building operations. Padma Hotel is a hotel that respect the environment and use natural resources into the building design. Study of Padma Hotel aims to analyze the order of the mass of the building, building design, and the utilization of natural resources. The method used is descriptive that concluded that the order of the mass of the building, building design, and utilization of natural resources  impact to create a sustainable building design. Padma Hotel Bandung has already implemented most aspects of the ecology but social and economic aspects have not been entirely fulfilled. Keywords: sustainable design, order of mass, building design, natural resources
Keterkaitan Fungsi Rusunami Dengan Koordinasi Modul Dan Material Panel Beton Precast Pada Kulit Bangunan – Grand Asia Afrika (Rusunami) Eka Virdianti; Tommy Reza Fahlevi; Riksa Hakiki Dumyati; Eki Rizkiawan
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.625

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak fungsi terhadap penentuan koordinasi modul rusunami GAA dan menganalisis dampak fungsi terhadap pemilihan material panel beton precast pada kulit bangunan rusunami GAA. Pendekatan penelitian secara kualitatif menggunakan studi kasus melalui metoda menguji bentuk rumusan masalah keterkaitan (asosiatif). Untuk aspek koordinasi modul mempertimbangkan elemen-elemen pembentuk  modul. Sedangkan dari aspek material mempertimbangkan kriteria bahan bangunan untuk rusunami terhadap precast. Hasil analisis menyimpulkan pemakaian koordinasi modul telah mempertimbangkan unit rusunami dan fungsi parkiran. Dari aspek dampak fungsi bangunan terhadap pemilihan material panel beton (precast) disimpulkan bahwa perencana sudah mempertimbangkan kriteria bahan yang sesuai dengan fungsi rusunami sebagai standar fungsi hunian. Kata kunci: Fungsi Rusunami, Koordinasi Modul, Panel Beton Precast Abstract This research mean to find the links between rusunami function and building module coordination with the building skin material selection with analyzing impact on purpose the determination of function module coordination Rusunami GAA and analyze impact of election concrete precast panel on Rusunami GAA building skins. Research approach did qualitatively with study case with test connection problem formulation fomrs (associative) method. The scope of the research is the function restricted to the unit rusunami residential and a parking area. For the coordination aspect to consider module -forming elements. While considering the criteria of the material aspects building to rusunami to see these criteria in material precast concrete panels. Results of the analysis concluded the use of coordination considering rusunami units and parking functions .. From the aspect of the impact on the function of the building material selection concrete panels ( precast ) that planners have considered material in accordance with the criteria rusunami function as a function of occupancy. Keywords: Rusunami Function, Module Coordination, Panels Concrete Precast
Pola Perilaku Anak Pada Jalur Sirkulasi Horisontal & Vertikal di Rusunawa Cibeureum Cimahi Meta Riany; Dewi Rahmawati; Yuehni M Rochendi; Yalqa Zabitha
REKA KARSA Vol 4, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i2.1382

Abstract

POLA PERILAKU ANAK PADA JALUR SIRKULASI HORISONTAL & VERTIKAL DI RUSUNAWA CIBEUREUM CIMAHI Meta Riany, Dewi Pahmawati, Yughni M.Rochendi, Yalqa Zabitha Jurusan Teknik Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional rianymeta@gmail.com Abstrak Penyalah-gunaan Ruang Publik dalam bangunan adalah salah satu permasalahan yang perlu dipertimbangkan pada Rumah Susun. Sirkulasi Horisontal dan Vertikal sebagai akses utama di dalam unit hunian sering kali digunakan anak sebagai area bermain. Area bermain seharusnya menjadi aspek penting untuk dipertimbangkan dalam sebuah rancangan bangunan termasuk rancangan rumah susun. Perilaku anak yang kerap menggunakan koridor dan tangga sebagai tempat bermain, perlu pengamanan khusus. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana area koridor dan tangga dapat dijadikan sebagai tempat melakukan kegiatan yang aman, terutama untuk anak. Pendekatan deskriptif, pengumpulan data dengan cara wawancara terhadap anak juga pengamatan di lapangan, adalah salah satu metoda studi yang dilakukan. Rusunawa Cibeureum menjadi obyek studi yang menarik untuk dikaji karena telah terjadinya kasus kecerobohan anak di koridor. Sehingga harus adanya pengamanan koridor dan tangga pada rumah susun yang memenuhi standar keamanan, keselamatan dan kenyamanan anak dalam bermain Kata kunci : Rumah Susun, Koridor, Tangga, Perilaku Anak   Abstract Misappropration of public space in the building is one of problems that needs to be considered in the Social Housing. Horizontal and Vertical circulation as main access to the units is often use by childrens as play area. The childern play area are important aspect to be considered in designing a building including in designing social housing. Special security is needed because of childern behavior that often use corridors and stair as their playground. This study is aimed to determine how corridors and stairs area can be used as a place to do activities that are safe, especially for children. Descriptive approach, gathering data by interviewing childern, and also observations in the field, is some method that used to study. Rusunawa Cibeureum is an interesting object to be studied because it has been one case of carelessness child in the corridor. So it must have corridor and stair security at the social housing that meets security, safety, and comfort standard to the childern to play. Keywords : Housing , Corridor , Stairs , Child Behavior
Kajian Penerapan Material Ekspos pada Rumah Tinggal Ditinjau dari Segi Estetika Achsien Hidajat; Putri Hardiyanti; Ayu Anggraini; Dewi Yuliana
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.288

Abstract

Abstrak Rumah tinggal merupakan bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangkawaktu tertentu, biasanya disesuaikan dengan suatu konsep tertentu agar mendapatkan kesan berbeda pada hasil yang ditampilkannya. salah satu konsep yang dapat diterapkan adalah konsep material ekspos. material ekspos merupakan desain pada bangunan yang dipandang sebagai bagian dari pekerjaan bangunan yang belum selesai atau tanpa proses finishing. kajian ini bertujuan untuk memahami penerapan konsep ekspos pada rumah tinggal agar memiliki nilai estetika yang baik. rumah tinggal setraduta k8/8 dipilih sebagai bahan studi kasus karena mengaplikasikan banyak variasi material pada konsep eksposnya. kajian material dibatasi pada material yang terdapat pada studi kasus saja karena material tersebut umum digunakan sebagai material ekspos. kajian estetika pun dibatasi dari segi warna dan tekstur saja karena merupakan pembeda antara bangunan ekspos dengan bangunan biasa. kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan untuk mendesain bangunan rumah tinggal dengan konsep material ekspos agar memiliki nilai estetika yang baik. metoda penelitian yang digunakan adalah metoda analisis kualitatif yang terdiri dari proses pengamatan, pengumpulan data, penyaringan data, dan pengembangan teori tentang konsep material ekspos, jenis material ekspos, dan estetika. Kata Kunci: material ekspos, estetika tekstur dan warna, rumah tinggal. Abstract Residential building used as a residence for a certain period, usually tailored to a particular concept in order to get a different impression of the results of the display. One of the concepts that can be applied is the concept of material exposed. Exposed material is the design of the building is seen as part of an unfinished building work or without a finishing process. This study aims to understand the application of the concept of exposure in residences that have good aesthetic value. Setraduta residential k8 / 8 is selected as a case study for applying the many variations on the exposed material concept. The study material is limited to the material contained in the case studies just because the material is commonly used as a exposed material. Aesthetic study is limited in terms of color and texture only because it is the difference between building exposure to regular building. This study is expected to be a reference material for designing residential buildings with exposed material concepts that have good aesthetic value. The method used in this study is a qualitative analysis method which consists of a process of observation, data collection, data filtering, and material development of the theory of the concept of exposure, type of material exposure, and aesthetics. Keywords: exposed material, colors and textures aesthetic, residential building.
Penerapan Konsep Transformasi Pada Fasad Bangunan Kampus Itenas 2030 Bany Chaerwansyah; Meta Riany
REKA KARSA Vol 1, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i4.444

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya menjalankan dan merencanakan pengembangan kampus ITENAS sesuai dengan potensi, dibutuhkan penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan dalam bermasyarakat, antara lain berupa sarana dan prasarana pendidikan, dan kesehatan. Sarana pendidikan menjadi salah satu prioritas utama untuk dilaksanakan dalam waktu dekat.Adapun tujuan dari proyek pengembangan kampus ITENAS ini adalah memberikan fasilitas kepada para masyarakat, khususnya penyediaan sebuah institut yang dapat menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas serta turut mewujudkan visi misi dari ITENAS  dengan merancang bangunan yang Hemat energy, aman dan nyaman, juga sebagai ikon institut teknologi. Tema dan Konsep desain perencanaan kampus ITENAS ini adalah “Transformasi Pada Fasad Bangunan” yang secara utuh bertujuan untuk mencapai fungsi yang hemat energi dan ikonik pada sebuah kampus yang berbasis teknologi. Menciptakan bangunan Kampus yang berwawasan kedepan, tanggap terhadap lingkungan dan juga bisa mewadahi semua kegiatan penggunanya secara eksklusif dan secara nyaman untuk menjalankan perkuliahan dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.   Kata kunci: pendidikan ,Pengembangan desain kampus ITENAS, Transformasi pada fasad.   ABSTRACT In an effort to run and ITENAS campus development plan in accordance with the potential , required the provision of facilities and infrastructure that support life in society , which include educational facilities , and health . Means of education to be one of the main priorities to be implemented within dekat.Adapun goal of this project is to provide a facility to the community , particularly the provision of an institute that can be qualified educational institutions and also realize the vision and mission of ITENAS by designing buildings that save energy , safe and comfortable , as well as the icon institute of technology . Theme campus planning and design concept is ITENAS Transformation In The facade of the building as a whole aims to achieve energy -saving function and iconic in a campus -based technology . Creating a vision of the future campus buildings , responsive to the environment and can also accommodate all of its activities are exclusively and conveniently to carry out lectures and student activities .   Keywords: education, campus design ITENAS Development, Transformation on the facade.
Kajian Aspek Kosmologi-Simbolisme Pada Arsitektur Rumah Tinggal Vernakular di Kampung Naga Meta Riany; Yovi Rachmadi; Indra Yunus Sambira; Acep Tomi Muharam; Rizky Muhammad Taufik
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.600

Abstract

ABSTRAK Arsitektur rakyat diartikan sebagai arsitektur yang menyimbolkan budaya suatu suku bangsa dengan beberapa atribut yang melekat dengannya. Arsitektur lokal atau kontekstual adalah arsitektur yang beradaptasi dengan kondisi sosial-budaya, bahasa, religi, geografis, iklim dan lingkungan dan arsitektur alamiah, yang di bangun oleh suatu masyarakat berdasarkan alamiah seperti kebutuhan dasar manusia. Vernakular arsitektur berasal dari lingkungan setempat atau komunitas lingkungan yang membentuk  peraturan dan faham membangun bangunan bersumber dari kosmologi alam semesta dan lingkungan menjadi simbol-simbol yang dibentuk dari pengetahuan yang didapat dari alam semesta. Simbol-simbol yang ada di bangunan rumah adat Kampung Naga diterapkan ke dalam bentuk-bentuk yang diterapkan di rumah tinggal adat Kampung Naga. Diharapkan kajian ini dapat menjadi rujukan saat mendesain bangunan untuk memperhatikan penggunaan simbol-simbol dari kosmologi alam semesta, lingkungan, agama, dan sosial budaya, serta menunjang pembangunan yang memperhatikan lingkungan sekitar. Kata kunci : Vernakular, Kosmologi-Simbolisme, Rumah Tinggal,  Kampung Naga. ABSTRACT Folk architecture refers to the architecture that symbolises the culture of a nation with some of the attributes that are attached to it. Local or contextual architecture is the architecture that adapt to the conditions of the socio-cultural, linguistic, religious, geographic, climatic and environmental and natural architecture, built by a society based on such a natural basic human needs. Vernacular architecture comes from the local environment or community environment that understands the rules and to build a compound derived from the cosmology of the universe and the environment become symbols formed from the knowledge gained from the universe. Symbols that exist in the traditional house building kampung naga applied to in the applied forms in custom home Kampung Naga. This study can be expected to reference when designing buildings to pay attention to the use of the symbols of the cosmology of the universe, envirinment, religion, and social and culture, as well as support the development of the surrounding environment. Keywords: Vernacular, Cosmology-symbolism, home living, Kampung Naga.
Kualitas dan Pola Pemakaian Ruang Terbuka Luar Rumah Susun Sewa Sederhana Cingised Dewi Parliana; Risma Dwinindita; Muhammad Ridhwan Abdullah; Esther Linda Ariyani
REKA KARSA Vol 4, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i2.1373

Abstract

Kualitas dan Pola Pemakaian Ruang Terbuka Luar Rumah Susun Sewa Sederhana Cingised Studi Kasus : Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised – Jalan Cingised No. 125, Arcamanik, Bandung, Jawa Barat. DEWI PARLIANA, RISMA DWININDITIA, MUHAMMAD RIDHWAN ABDULLAH, ESTHER LINDA ARIYANI. Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan – Institut Teknologi Nasional Bandung dewipar@gmail.com   ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk yang pesat menjadikan kebutuhan tempat tinggal semakin meningkat namun kesediaan lahan yang terbatas menyebabkan urbanisasi dari luar kawasan perkotaan, Oleh sebab itu bentuk hunian vertikal merupakan salah satu solusi untuk melakukan efisiensi lahan pemukiman di kawasan perkotaan. Selain dalam bentuk penyediaan bentuk fisik bangunan rumah susun, diperlukan penyediaan ruang yang dapat menjadi tempat untuk menghubungkan penghuni dalam berinteraksi berupa ruang terbuka yang terbentuk karena adanya kebutuhan tempat untuk bertemu, berkomonikasi, dan bermain. Dimana peraturan mengenai Ruang terbuka ini tercantum dalam  Undang-Undang RI no.26 tahun 2007 mengenai Penataan Ruang serta SNI 03-7013-2004 mengenai kualitas ruang. Sebagai wahana interaksi sosial, ruang terbuka diharapkan dapat menghubungkan seluruh anggota masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya. Aktivitas yang terjadi pada ruang terbuka dapat menjelaskan seberapa pesat dinamika kehidupan sosial masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengamati kualitas,kuantitas dan pola pemakaian penghuni terhadap ruang terbuka di rumah susun. Untuk mendapatkan tujuan tersebut Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif, analitif, komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka cenderung digunakan oleh orang tua dan anak – anak pada pagi dan sore hari, dengan aktivitas yang dilakukan adalah bercengkrama dan bermain. Kata Kunci: rumah susun, ruang terbuka, aktifitas ABSTRACT The rapid increase in population makes ever increasing needs a place to stay but the willingness of a limited land led to urbanization from outside the urban areas, therefore forms a vertical residential is one solution to perform efficiency of land settlements in urban areas. Other than in the form of the provision of the physical form of the building rises, required the provision of a room can be a place to connect residents in interacting in the form of open space that is formed due to the need for a place to meet, to communication and play. Which the rules on this are contained in the open space Undang Undang RI No. 26 of 2007 concerning Spatial and SNI 03-7013-2004 regarding the quality of the space. As a vehicle of social interaction, open space is expected to connect all members of the community without differentiating the background of social, economic, and cultural. Activities that occur on the open space could explain how rapidly the dynamics of the social life of the community. The purpose of this research was to observe the quality, quantity and usage patterns of residents towards the open spaces in the flats. To obtain these objectives methodology used is the method descriptive, comparative, analitive. The results showed that the utilization of open spaces tend to be used by parents and children in the morning and afternoon, with activity that is for gather and play. Keywords: flats, open spaces, activities