cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Transformasi Sirkulasi dan Pedestrian di Kawasan Paskal Hyper Square Tri Wahyu Handayani; Garnadi Garnadi; Razan Rayhan; Afif Hadi Wirsi; Yasinta Rachma
REKA KARSA Vol 5, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i3.3606

Abstract

ABSTRAK Paskal Hyper Square merupakan kawasan yang di dalamnya terdapat berbagai macam fungsi. Adanya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan pasar menjadi faktor utama dibangunnya Paskal 23 Shopping Center. Bangunan tersebut adalah mixed use building yang menyatukan berbagai macam fungsi seperti mall, hotel, dan universitas. Keberadaan bangunan tersebut menyebabkan terjadinya transformasi pada sistem sirkulasi dan pedestrian di kawasan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk memahami perubahan konsep dan karakteristik sistem sirkulasi dan pedestrian terhadap kenyamanan dan keamanan pengguna. Lingkup studi pada penelitian ini mencakup sistem sirkulasi, desain sirkulasi dan pedestrian, serta karakteristik sirkulasi dan pedestrian. Sirkulasi dan pedestrian ditinjau dari desain. Sedangkan, karakteristik pada sirkulasi dan pedestrian mencakup material, warna, dimensi, pemilihan vegetasi, dan pola sirkulasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Sedangkan, cara mengumpulkan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan pengukuran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan saat mendesain suatu blok kawasan pada umumnya dan menjadi rujukan untuk sistem sirkulasi dan pedestrian yang menunjang. Kata kunci: Transformasi, sirkulasi, dan pedestrian ABSTRACT Paskal Hyper Square is an area in which there are various functions. The existence of demands to make ends meet of the market becomes a major factor Paskal 23 Shopping Cente builts. The building is a mixed use building that brings together many functions such as malls, hotels and universities. The existence of the building causes the transformation of the circulation and pedestrian system in the region. This research aims to understand the change of concepts and characteristics of circulation and pedestrian system to the user's comfort and safety. The scope of study in this research includes circulation system, circulation and pedestrian design, circulation and pedestrian. Circulation and pedestrian in terms of design. Meanwhile, the characteristics of circulation and pedestrian includes material, color, dimension, vegetation selection, and circulation pattern. The method of analysis used is quantitative and qualitative methods. While, how to collect data in this study using the method of observation and measurement. This research is expected to be a reference when designing a regional block in general and become a reference for circulation and pedestrian systems that support Key word: Transformation, circulation, and pedestran
Gubahan Bentuk dan Ruang Dalam Bangunan Ditinjau dari Konteks Lingkungan Alami Chandra Wilasita Tustikarana; Christine N. Totting; Milla Amalia; Cipta N irlangga
REKA KARSA Vol 5, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i1.1495

Abstract

Gubahan Bentuk dan Ruang Dalam Bangunan Ditinjau dari Konteks Lingkungan Alami   Chandra Wilasita Tustikarana, Christine N. Totting, Milla Amalia, Cipta Nirlangga Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Itenas, Bandung Email: chandrawilasita@gmail.com   Abstrak Perancangan bangunan baru terkadang dalam prosesnya kurang memperhatikan dengan baik kondisi lingkungan alami sekitar. Hal tersebut berakibat terciptanya bangunan yang tidak memiliki hubungan selaras dengan lingkungan alaminya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kenyamanan dalam bangunan ialah kondisi lingkungan sekitar dijadikan acuan dalam proses perancangan bentuk bangunan. Selain itu, Kualitas ruang dalam yang baik akan membuat pengguna bangunan merasa nyaman untuk berkegiatan, sehingga ruang tersebut dapat berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perencanaan dan perancangan  gubahan bentuk dan ruang dalam bangunan di tinjau dari konteks lingkungan alami sekitar tapak. Mutiara Nusantara International School (MNIS) dijadikan objek studi pada penelitian, untuk membahas tentang bagaimana lingkungan alami sekitar berpengaruh pada perencanaan dan perancangan gubahan bentuk dan ruang dalam bangunan. Pendekatan terhadap penulisan laporan ini dimulai dari pemahaman teori, pengamatan secara langsung, wawancara, pengolahan data, dan memahami serta mempelajari situasi langsung pada objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, orientasi matahari, angin, tata letak sungai, dan vegetasi pada tapak berpengaruh signifikan terhadap gubahan bentuk dan ruang dalam. Kata kunci: gubahan bentuk, lingkungan alami, ruang dalm   AbstraCT In the process of designing a new building, sometimes there are less attention to the conditions of the natural environment around the site. The building doesn’t have a relationship in harmony with their natural environment. A building have a good effect, if environmental conditions become a reference in the building design process. The quality of the good room will make the user feels comfortable for doing any activities, so the function of the room is works. Therefore, this study aimed to identify the planning and designing the composition of shapes and interior in the review of the context of the natural environment around the site. Mutiara Nusantara International School (MNIS) being an object of study in research, to learn and know more about the natural environment surrounding the planning and design can affects the composition of shapes and interior space in the building. This approach to writing this report starts from understanding the theory, direct observations, interviews, data processing, and to understand and study the situation on the object of research. Based on the results of the study the conclusion are, the orientation of the sun, the wind, the river position, and vegetation at the site significantly influence the composition of shapes and interior space. Keywords: composition of shapes, natural environment, interior space.
Pola Ruang dan Aktivitas pada Desain Alun-alun Ujung Berung Eggi Septianto; Aliska Damayanti Putri; Amanda Rahmalia Syafitri; Ading Amirul Haji; Annisa Karmelia
REKA KARSA Vol 6, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i1.3633

Abstract

ABSTRAK Alun – Alun merupakan sebuah lapangan terbuka di pusat kota (Katam, Sudarsono. Album Bandoeng Tempo Doeloe.2005) dan mempengaruhi aktivitas masyarakatnya. Pakar Sejarah Bandung Haryoto Kunto, dalam buku “Wajah Bandoeng Tempo Doeloe” menyebutkan bahwa Bandung dulu dikenal sebagai Kampoeng Bandoeng atau West Oedjoengbroeng sehingga dapat diartikan Bandung merupakan bagian dari wilayah Ujung Berung. Pesatnya ekspansi Kampung Bandung hingga mendominasi teritorial Oedjoengbroeng ini menggesser lokasi alun-alun kota dari daerah Ujung Berung ke pusat Kota Bandung. Lalu pada tahun 2014 dilakukan revitalisasi alun-alun Ujung Berung oleh pemerintah setempat. Fenomena ini mengarahkan pada pertanyaan bagaimana pola ruang dan aktivitas pada desain alun-alun Ujung Berung saat ini. Keluaran analisa ini berupa analisa terpenuhinya kebutuhan aktivitas alun-alun oleh desain alun-alun Ujung Berung setelah revitaslisai dengan cara pengamatan aktivitas sehari-hari (kualitatif) dan pengukuran ruang aktivitas pada desain alun-alun yang disesuaikan dengan standar aktivitas ruang (kuantitatif). Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagaimana desain alun-alun yang baik sebagai ruang publik suatu kawasan. Kata kunci: alun-alun, aktivitas, pola ruang, desain, ruang publik.. ABSTRACT Town Square is a open space in central city (Katam, Sudarsono, Album Bandoeng Tempo Doeloe, 2005) that affect people’s activity. Bandung Historian, Haryoto Kunto, in a book “Wajah Bandoeng Tempo Doeloe” said that Bandung in a past is known as Kampoeng Bandoeng or West Oedjoengbroeng so it can be interpreted Bandung is a part of Ujung Berung territory. The rapid expansion of Bandung dominate Ujung Berung territory then move town square location from Ujung Berung to central city of Bandung. Then in 2014, Ujung Berung square have been revitalized by goverment. This phenomenon leads to question how spacial scheme and people’s activity in Ujung Berung square design now. The analysis results is analysis of fulfillment square activity needs by Ujung Berung square design after revitalization with daily activity observation (qualitative) and measurement of activity space in square design with activity space standard (quantitative). This research result can be used as reference how good square design for public area. Keywords: square,activity, spacial scheme, design, public area..
Metoda Perawatan Dinding Batu Bata Ekspos Pada Bangunan Villa Merah ITB Razan Rae; Yusuf Abdul Jalil; Yana Satriyana; Hamid Hasanudin; Ucu Makmur Kosasih
REKA KARSA Vol 5, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i4.3615

Abstract

ABSTRAK Batu bata ekspos adalah batu bata merah seperti biasa yang terbuat dari tanah liat. Namun mempunyai tingkat presisi yang tinggi dan pori yang sedikit. Pembuatannya menggunakan mesin press lalu dibakar. Material ini difungsikan khusus untuk diekspos agar menumbulkan kesan klasik pada bangunan. Salah satu bangunan yang menggunakan dinding batu bata ekspos sebagia estetika bangunannya adalah bangunan Villa Merah Institut Teknologi Bandung. Bangunan Villa Merah Institut Teknologi Bandung dibangun pada tahun 1922 oleh arsitek Belanda, hampir seluruhnya menerapkan dinding batu bata ekspos pada dinding luarnya. Batu bata ekspos pada bangunan Villa Merah ITB tentunya memerlukan perawatan dari faktor perusak eksternal, salah satunya terhadap air.Jenis perawatan yang dilakukan terhadap Villa Merah ITB adalah perawatan preventif (pengecatan permukaan dinding batu bata ekspos) dan perawatan kuratif (pembersihan dari lumut). Penelitian inibertujuan untuk memahami metoda perawatan batu bata ekspos pada bangunan Villa Merah ITB karena sudah dibangun sejak tahun 1922 dan masih kokoh dan awet hingga saat ini. Kata kunci: Batu bata Ekspos, Villa Merah ITB, Perawatan ABSTRACT Exposed bricks are the usual red bricks made of clay. However, it has a high degree of precision and few pores. Making using press machine and then burned. This material is functioned specifically for exposure in order to raise the classical impression on the building. One of the buildings that use exposed brick wall sebagia aesthetics of the building is building Red Villa Institut Teknologi Bandung. The Red Villa Bandung Institute of Technology building was built in 1922 by Dutch architects, almost entirely applying exposed brick walls on its outer walls. The exposed brick on the Red Villa ITB building necessarily requires the treatment of external destructive factors, one of them against the water. The type of treatment performed on Villa Red ITB is preventive maintenance (painting exposed brick wall surface) and curative treatment (cleaning of moss). This study aims to understand the method of exposure brick care in Red Villa ITB building since it was built since 1922 and still strong and durable until now. Keywords: Exposed bricks, Red Villa ITB, Maintenance
Rancangan Bangunan Kantor Pos Besar Kota Bandung Ditinjau Dari Langgam Arsitektur Art Deco Anissa Ariyanti Effendi; Ratih Annisya Munggarani; Ulia Nurhakim; Meta Riany
REKA KARSA Vol 5, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i2.1588

Abstract

Abstrak Kota Bandung sebagai sebagai salah satu kota yang memiliki banyak peninggalan bangunan bersejarah, menyimpan nilai dan informasi yang penting dari generasi ke generasi. Namun, pembahasan tentang arsitektur yang berlatarbelakang bangunan heritage belum banyak dikupas secara lebih detail berdasarkan elemen-elemen pendukungnya. Kantor Pos Besar Kota Bandung merupakan salah satu bangunan berlanggam Art Deco yang dilindungi oleh pemerintah dan dikategorikan dalam bangunan cagar budaya golongan A, sehingga bangunan ini tidak pernah mengalami perubahan bentuk sejak pertama dibangun (1931). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langgam arsitektur Art Deco pada bangunan Kantor Pos Besar Kota Bandung. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dan deskiptif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa bangunan Kantor Pos Besar Kota Bandung menggunakan langgam arsitektur Art Deco sebesar 82%, sedangkan 18% lainnya merupakan langgam Klasik. Jenis langgam Art Deco yang digunakan termasuk kedalam Streamline Deco, karena lebih menekankan pada penggunaan bentuk-bentuk geometris seperti persegi, persegi panjang, segitiga, dan garis-garis vertikal dan horizontal pada fasade dan ornamen di dalamnya. Kata kunci : langgam arsitektur, art deco, kantor pos besar kota Bandung   AbstraCT Bandung is one of cities which has many heritage buildings and have values and important information from generation to generation. However, the study of architecture heritage buildings background has not been discussed in more detail based on their supporting elements. Kantor Pos Besar in Bandung is one of buildings which uses Art Deco style and is protected by the goverment and be categorized into heritage buldings class A, so the building is never renovated since the first time it was built (1931). This study aim to analyze Art Deco architectural style of Kantor Pos Besar Kota Bandung. This study uses qualitative and descriptive method approach with case studies. The data were collected through the observation and documentation. The result of this study show that Kantor Pos Besar Kota Bandung building uses Art Deco architectural style in amount of 82% while the 18% is classic style. The type of Art Deco style, which is used by Kantor Pos Besar Kota Bandung, is included in Streamline Deco, because it emphasizes more on the use of geometric forms such as square, rectangle, triangle, and vertical and horizontal lines on facade and ornament in it. Keywords: architecture style, art deco, kantor pos besar in Bandung
TRANSFORMASI RUANG LUAR PASKAL HYPER SQUARE Ronald Arachim Azwar; Fauzi Rahman; Rifky Hanifan; Rizna Andya Purnama; Tri Wahyu Handayani
REKA KARSA Vol 6, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i2.3644

Abstract

ABSTRAK Perancangan Kota (Urban Design) merupakan suatu perpaduan kegiatan antara profesi perencanaan kota, aristektur lansekap, rekayasa sipil, dan transportasi dalam wujud fisik. Peninjauan transformasi terhadap open space, activity support, public arts berfungsi sebagai pembanding antara Paskal Hyper Square dengan Paskal 23, dilihat berdasarkan aspek kawasan superblok Paskal Hyper Square, Elemen – elemen pembentu kota, dan perubahan pada kawasan Paskal Hyper Square. Dengan mengacu pada aspek tersebut, dilakukan pengamatan pada transformasi yang terjadi dan juga elemen – elemen open space, activity support, public arts di Paskal Hyper Square. Metode yang digunakan adalah teknik observasi, survey, pengamatan langsung, wawancara terhadap pengunjung dan tenant yang ada di kawasan Paskal Hyper Square dengan riset kepustakaan yaitu studi literature dan media informatif lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dan mengidentifikasi elemen – elemen open space, activity support, public arts pada Paskal Hyper Square. Hasil analisa menunjukkan bahwa 40% Transformasi open space, activity support, public arts mengalami perubahan secara signifikan. Kata kunci: Paskal Hyper Square, Elemen – elemen, Transformasi ABSTRACT Urban Design is a blend of activities between the urban planning profession, architecture, landscape, civil engineering, and transportation in physical form. Review from the transformation of activity support, open space, public arts serves as comparison between Paskal Hyper Square and Paskal 23, based on aspects of the superblock area of Paskal Hyper Square, Urban Elemental Elements, and Changes in the Paskal Hyper Square area. Referring to these aspects, observation were made on the transformation and also the elements of Open Space, Activity Support, Public Arts at Paskal Hyper Square. The method used is the observation technique, survey, direct observation, interviews of visitors and tenants in the area of Paskal Hyper Square with literature research that is study of litelature and other informative media. The purpose of this study to knowing the changes and identify elements of Open Space, Activity Support, Public Arts at Paskal Hyper Square. The result of the analysis shows that 40% of Activity Support Transformation, Open space, public arts has changed significantly. Keywords: Paskal Hyper Square, Elements, Transformation
Pengaplikasian Metode Koordinasi Modular terhadap Desain Modul Komponen Bambang Subekti; Rizki Novianti; Dini Sahella; Azella Azella P. A.; Nita Hadrina
REKA KARSA Vol 5, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i4.3628

Abstract

ABSTRAK Percepatan pertumbuhan penduduk di Indonesia mempengaruhi kebutuhan akan tempat tinggal yang menyebabkan banyaknya pembangunan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah dengan adanya kebutuhan pembangunan rumah susun di Indonesia. Banyak upaya yang dilakukan untuk memudahkan perkembangan pembangunan tersebut agar lebih efisien baik dalam waktu pengerjaan maupun dalam penggunaan lahan. Koordinasi Modular adalah suatu sistem koordinasi dimensional dari berbagai produk bahan, komponen dan elemen bangunan yang didasarkan atas modul dasar, multi modul dan atau sub modul. Dalam penelitian ini studi kasus yaang dibahas adalah layout desain standar rumah susun ITB Jatinangor yang dikeluarkan oleh Direktorat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dimana desain tersebut merupakan program pemerintah yang akan diterapkan pada bangunan rumah susun di seluruh Indonesia pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kesesuaian desain hunian vertikal dengan pendekatan koordinasi modular penggunaan sistem koordinasi modular pada perancangan bangunan asrama dosen ITB Jatinangor sebagai kasus studi. Dari hasil penelitian ini bahwa Bangunan Asrama Dosen ITB Jatinangor menggunakan metode koordinasi modular dengan sistem pengerjaan konvensional pada komponen kolom, balok, dinding, jendela, lantai, langit – langit. Kata kunci: koordinasi modular, hunian vertikal ABSTRACT The acceleration of population growth affects the need for shelter whicjh causes more development in order to fulfill its needs. One of it is the need to construst more housing in Indonesia. There will be more efforts to be done to make this housing development become easier in order to be efficient whether in progression time or the use of land. Modular coordination is a dimensional coordination system which comes from variety of product material components and elements of development which are based on basic module, multi module or sub module. Within this case study research explains about the standard layout design of ITB Jatinangor housing development thath has been issued by the directorete of public works and housing. This design is under government program that will be applied for housing development in Indonesia for 2018. This research aims to observe the suitability of vertical housing design with modular coordination system on the design for ITB Jatinangor board construction as the case study. Based on this research, the ITB Jatinangor board construction is using modular coordination method with conventional progression system for components of columns, beams, walls, windows, floor, and sky ceiling. Keywords: modular coordination, vertical housing.
Sirkulasi Dan Tatanan Massa Di Lahan Berkontur Pada Kawasan Dago Dreampark Zulfina Astri H.; Tita Elita; Rd. Tifana F.; Ilmaddini R.
REKA KARSA Vol 5, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i3.3607

Abstract

ABSTRAK Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota Bandung secara geografis dikelilingi oleh pegunungan salah satu wilayahnya Kabupaten Bandung Barat dengan ketinggian ±768m. Kota Bandung adalah Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi adalah wisata rekreasi dan hiburan. Wilayah Kabupaten Bandung Barat terdapat tempat wisata alam yang memanfaatkan kontur sebagai daya tarik wisatawan lokal maupun non lokal. tempat wisata yang dapat merasakan kontur salah satunya adalah Dago Dreampark yang berada di Jl. Dago Giri KM 2.2, Mekarwangi, Lembang, Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40135. Dago Dreampark merupakan tempat wisata baru berada diantara dua bukit, dimana terdapat kontur yang curam serta pengolahan kontur sedikit dibanding dengan tempat wisata lain yang sebagian lahan kontur diratakan sebagai tempat objek wisata. Oleh karena itu kami mencoba menganalisi bagaimana sistem sirkulasi dan tatanan massa di lahan berkontur dengan menggunakan metoda kuantitatif umtuk mengetahui bagaimana presentase kelandaian sirkulasi di area tersebut, jarak antar bangunan. Dan menggunakan metoda kualitatif untuk mengetahui bagaimana keselarasan antara teori dan objek yang di teliti. Kata kunci: lanskap, sistem sirkulasi, tatanan massa, kontur ABSTRACT Bandung is the largest metropolitan city in West Java province, as well as being the capital of the province. Bandung city is geographically surrounded by mountains one of the regencies of West Bandung Regency with an altitude of ± 768m. Bandung City One of the most visited tourist attractions are recreational and entertainment tours. West Bandung Regency area there are natural attractions that take advantage of contours as a tourist attraction of local and non local. tourist attractions that can feel the contour one of them is Dago Dreampark located on Jl. Dago Giri KM 2.2, Mekarwangi, Lembang, Pagerwangi, Lembang, West Bandung Regency, West Java 40135. Dago Dreampark is a new tourist place between two hills, where there is a steep contour and contour processing a little compared to other tourist sites that partly contour land leveled as a tourist attraction. Therefore we try to analyze how the circulation system and the mass order in contoured land using quantitative methods umtuk know how the percentage of circulation in the area, the distance between buildings. And using qualitative methods to find out how the harmony between the theory and the object in the perusal. Keywords: landscape, circulation, contour.
Desain Alur Sirkulasi Terminal Terhadap Pengguna Bangunan pada Bandara Husein Sastranegara Bandung Theresia Pynkyawati; Muhammad Ludwi; Nanda Hafizhah; Oky Oktaviany
REKA KARSA Vol 5, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i1.1499

Abstract

Desain Alur Sirkulasi Terminal Terhadap Pengguna Bangunan pada Bandara Husein Sastranegara Bandung   Theresia Pynkyawati, Muhammad Ludwi, Nanda Hafizhah, Oky Oktaviany Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Itenas, Bandung Email: thres@itenas.ac.id   Abstrak Pada zaman sekarang, penerbangan pesawat menjadi pilihan alat transportasi umum yang banyak digunakan bahkan dibutuhkan. Seperti di Bandung, jumlah pengunjung Bandara Husein Sastranegara terus meningkat setiap tahun. Kondisi tersebut menyebabkan pengunjung melebihi kapasitas sehingga dilakukan pembesaran terminal pada lahan bandara yang terbatas. Rangkaian aktivitas dan tujuan pengguna dalam bandara dengan lahan yang terbatas menjadi permasalahan sirkulasi yang harus diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan desain sirkulasi terminal bandara Husein Sastranegara untuk memenuhi kegiatan pengguna. Metode penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dengan membandingkan teori sirkulasi bandara, faktor kenyamanan, dan faktor keamanan pengguna dengan data dari hasil observasi langsung dan wawancara. Terminal Bandara Husein Sastranegara memiliki desain alur sirkulasi yang dapat digunakan dengan baik oleh pengguna dengan memperhatikan faktor kenyamanan dan keamanan pengguna melalui pemisahan jalur, orientasi yang jelas, besaran ruang yang cukup, jarak tempuh yang pendek, dan pemisahan zona yang baik dengan pemeriksaan keamanan yang diterapkan  pada alur sirkulasi. Kata kunci: Bandara, Desain Sirkulasi, Pengguna, Kenyamanan, Keamanan .   AbstraCT In this era, airplane aviations have become a choice of public transportation that are widely used even needed by many people. As well as in Bandung, the amount of passengers each year in Husein Sastranegara Airport has increased respectively. These condition made terminal’s capacity cannot afford to provide the amount of its passengers, so later on got emphasized in its limited site. Various activities and destination of users in airport within limited size of the site require a good consideration of circulation flow planning in terminals. This research was made to find out circulation design and planning of Husein Sastranegara Terminal Airport that provide users needs and activities. The method of research uses descriptive analytical method by comparing airport circulation theories, convenience, and security factors with collected data from observation and interview. Terminal of Husein Sastranegara Airport have circulation flow design that can be used well by its users remarking the convenience and security factors of users through the separated ways, clear orientation, enough size of spaces, short walking distances, and good zoning with security checks at the circulation flow. Keywords: Airport, Circulation Design, Users, Convenience, Security.
Kapasitas Lahan Parkir Fungsi Bangunan (Simpang Hariangbanga-Simpang Wastukencana) Pada Koridor Jalan Taman Sari Eggi Septianto; R. Audita Putri Nadhira; R. Rifa Hanifah; Fitria Permatasari; Nugrah Ramadhani
REKA KARSA Vol 6, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i2.3634

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan kemajuan teknologi, perkembangan kota juga berjalan sesuai dengan kebutuhannya yang makin berkembang. Perkembangan suatu kota dengan aktivitas kegiatan manusia membuat fungsi-fungsi elemen kota, sarana transportasi maupun parkir mempunyai kedudukan penting, sehingga menyebabkan koridor jalan digunakan sebagai parkir kendaraan bermotor (on street parking). Kawasan Taman Sari (Simpang Hariangbanga – Simpang Wastukencana) merupakan kawasan pendidikan, perniagaan, juga perkantoran. Fungsi-fungsi tersebut menimbulkan konflik keruangan khususnya area parkir pada koridor jalan (on street parking). Objek Studi dalam analisa ini adalah kapasitas parkir pada setiap fungsi bangunan yang berada disepanjang jalan Taman Sari (Simpang Hariangbanga – Simpang Wastukencana) yang dikaji menggunakan metoda deskriptif meliputi metoda kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan cara wawancara, observasi kajian secara langsung, dan pembahasan teori-teori berdasarkan studi pustaka atau literatur. Hasil dari Analisa ini disajikan dalam bentuk tabel perbandingan antara teori dengan data lapangan, dan hasil perbandingan tersebut dapat menunjukkan fungsi bangunan yang paling berpengaruh terhadap koridor jalan. Kata kunci: parkir, koridor jalan. ABSTRACT Along with the development of population and technological progress, the city also develops as the growth of the needs. The development of the city with its human activities, it makes some functions of urban elements, transportation and even parking space have important positions, since transportation facilities have the essential hierarchy, city's corridors used as vehicle's parking area. Taman Sari (intersection of Hariangbanga until intersection of Wastukencana) is an area of education, commercial and office. Those functions make some of the conflicts, one of the conflicts is city's corridors used as vehicle's parking area. The object of study in this analysis is about parking capacity in every each of its buildings along the path of Taman Sari (intersection of Hariangbanga until intersection of Wastukencana) assessed by using descriptive methode, included with quantitative and qualitative methods that is gone through by an interview, the direct observation of the theories were based on the literature studies. The result of this analysis is presented in the form of comparison table between theory and data field, and the result of comparison showed off if the function of the building itself has the effects to the corridor of the street. Keywords: parking, corridor of the street