cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Penerapan Ekspresi Struktural PadaPerancanganSekolahTinggiTeknik Industri Bandung Yusuf Supriyadi; Dewi Parliana
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.294

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pemerataan pembangunan Kabupaten Bandung Barat terutama di bidang pendidikan, maka dibangunlah suatu suatu lembaga pendidikan yang menunjang perkembangan wilayah tersebut. Penyesuaian tema bangunan yang disesuaikan dengan fungsi dari bangunan tersebut penting dilakukan agar lebihdapat dikenal dengan mudah oleh masyarakat, sehingga menunjang perkembangan wilayah Kabupaten Bandung Barat. Tugas akhir ini mencoba merancang pendirian sebuah sekolah tinggi teknik industri yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat. selain dalam rangka pengembangan teknologi industri di indonesia umumnya, dan pengembangan / pemerataan pembangunan wilayah Kabupaten Bandung Barat khususnya. Sekolah Tinggi Teknik Industri Bandung ini memiliki beberapa program studi diantaranya teknik mesin,teknik industri, dan teknik elektro. Selain itu, tugas akhir ini juga harus mempertimbangkan berbagai macam aspek arsitektural dan struktural demi terwujudnya keberhasilan pada proyek ini. Konsep yang digunakan pada perancangan bangunan Sekolah Tinggi Teknik Industri Bandung ini dengan menerapkan unsur-unsur keteknikan seperti geometris, formal, kaku tanpa merusak unsur lingkungan sekitar. Kata kunci: Bangunan Pendidikan, Teknologi Indistri, Sekolah Tinggi Teknik  ABSTRACT In the process of equitable development of West Bandung regency, especially in education, then build an institution that supports the development of the region. Adaptation of building theme must be adaptedfrom the function of the buildings is important so that more can be easily identified by the public, thus supporting the development of West Bandung regency. The final task trying to design the establishment of a high school engineering industry located in West Bandung regency. For the development of industrial technology in Indonesia generally, and the development / distribution of development in particular areas of West Bandung regency. High School of Industrial Engineering Bandung has several courses including mechanical engineering, industrial engineering, and electrical engineering. In addition, this thesis also have to consider a wide range of architectural and structural aspects in order to realize success on this project. Concepts used in the design of buildings Bandung Industrial Technical High School this by applying engineering elements such as geometric, formal, rigid elements without damaging the surrounding environment. Keywords: Education Building, Industries Technology, College of Engineering
BENTUK DAN TATA MASSA BANGUNAN TERHADAP KENYAMANAN TERMAL CIHAMPELAS WALK DALAM KONTEKS SUSTAINABLE DESIGN Erisa Weri Nydia; Rachmat Kurnia; Arief Firmansyah; Ricky Pratama
REKA KARSA Vol 2, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i2.461

Abstract

Abstrak Isu kontemporer yang sedang berkembang saat ini di dalam desain arsitektur salah satunya adalah Sustainable Design. Bangunan umumnya dirancang dengan menggunakan pendekatan desain yang berkelanjutan. Cihampelas Walk merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bandung yang menerapkan prinsip Sustainable Design. Studi ini bertujuan untuk mempelajari kaitan antara bentuk dan tata massa bangunan Cihampelas Walk terhadap kenyamanan termal di lingkungan Cihampelas Walk. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh orientasi matahari, angin, bentuk bangunan. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif dengan menggunakan software Ecotect dan Sketch Up. Unit penelitian yang dikaji adalah tata massa bangunan terhadap intensitas cahaya, bayangan jatuh, dan subtraktif aditif bangunan. Hasil yang diperoleh adalah bahwa desain tata massa bangunan Cihampelas Walk memiliki konsep kenyamanan termal yang cukup tinggi. Dari kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan desain arsitektur yang berkelanjutan. Kata kunci: Additif, Cihampelas Walk, Kenyamanan Termal, Substraktif, Sustainable Design Sustainable design is one of contemporary approach in architecture. Buildings in general are designed using this method to reduce the impact to the environment as well as to be more efficient in energy use. Cihampelas Walk is one of commercial buildings in Bandung that using the Sustainable Design approach. The research is aimed to study the form and building massing design of Cihampelas Walk and its influence to the thermal comfort. The thermal comfort is achieved through better design by considering the building orientation to the sun light, wind, and building massing. The research is using qualitative descriptive analysis and utilizing the Ecotect and Sketch Up software. The research units are the building massing to the light intensity, resulted shadow, and building’s additive and substractive. The research result is through building massing adaptation to the sun and wind orientation, substractive, and additive, the use of building energy could be more efficient and could also create a thermally comfort environment. Keywords: Additive, Cihampelas Walk, Substractive, Sustainable Design, Thermal Comfort
PENGARUH LAHAN BERKONTUR TERHADAP TATANAN RUANG DALAM PADA DESAIN RUMAH TINGGAL Utami Utami; Reiza Rida Febrian; Joey Paksi Dirgantara; Uwaesul Khoroni; Rian Akasaputra
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.622

Abstract

Abstrak Kawasan Bandung Utara merupakan daerah pegunungan dengan kondisi kontur yang tajam atau ekstrim menjadi salah satu daerah alternatif untuk tinggal. Tujuan makalah ini membahas bagaimana pengaruh lahan berkontur terhadap tatanan ruang dalam pada desain rumah tinggal. Rumah contoh tipe Amala karya arsitek Tan Tik Lam menjadi objek studi kasus yang menarik untuk dianalisa karena dibangun di atas kontur yang ekstrim dan berpengaruh terhadap tatanan ruang dalam yang meliputi zoning, hubungan antar ruang dan organisasi ruang pada rumah tersebut. Dengan metoda analisis deskriptif komparasi terhadap keadaan lapangan dengan teori ideal tatanan ruang dalam rumah tinggal didapatkan kesimpulan bahwa pengaruh lahan kontur ekstrim akan membawa dampak terhadap tidak terpenuhinya beberapa standar ideal tatanan ruang dalam, sehingga mengurangi kenyaman penghuni untuk beraktifitas, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa olahan ruang dalam menjadi unik dan menarik. Kata kunci: lahan kontur, rumah tinggal,tatanan ruang dalam Abstract The North Bandung is a mountainous area with a sharp contours conditions or extremes and became one of the alternative area to stay. The purpose of this paper is to discusses about the influence of contour level in order to designing interior space for the home. Amala is the sampe housetype, created by an architect Tan Tik Lam and became an interesting object to analyzed because it is built on top of the extreme contour and affect to the interior space which including zoning, connection between the room, and a room organization in the house. With descriptive analysis method in comparasion between ground reality and the theory of the ideal interior space, brings a conclusion that an extreme contour will take effects to the interior space, less than ideal, so that can makes the occupants of the house feels uncomfotable, but there is no denying that interior space become unique and interesting. Keywords: contour, house, interior space
Kelengkapan Fasilitas Di Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised Ditinjau dari SNI 03-7013-2004 Mamiek Nur Utami; Adi Karna Setiadi; Bayu Sanjaya; Delia Nurzakiah; Gelar Aditya Pamungkas
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1379

Abstract

Kelengkapan Fasilitas Di Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised Ditinjau Dari SNI 03-7013-2004 Mamiek Nur Utami, Adi Karna Setiadi, Bayu Sanjaya, Dellia Nurzakiah, Gelar Aditya Pamungkas Jurusan Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email: Mamiekn@yahoo.com 1. ABSTRAK Kota Bandung merupakan pusat ekonomi bagi daerah Jawa Barat. Hal ini menjadi pemicu bagi warga dari beragam daerah untuk berpindah ke Bandung dalam rangka meningkatkan taraf kehidupan. Sebagai konsekuensinya Kota Bandung semakin padat penduduknya. Keterbatasan lahan dan hunian yang semakin mahal menjadikan sebagaian warga yang kehidupannya masih dibwah rata – rata kesulitan untuk memiliki hunian yang layak. Sebagai solusi untuk menciptakan hunian yang terjangkau dan berkualitas sedangkan lahan yang ada terbatas dan mahal maka di buat pembangunan hunian vertikal, berupa Rusunawa yang di dalamnya terdapat fasilitas yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penghuni. Rusunawa Cingised dikawasan Bandung Timur yang dijadikan sebagai objek penelitian ini memiliki beberapa fasilitas untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. Fasilitas tersebut harus memenuhi persyaratan teknis agar dapat memenuhi kebutuhan dan kenyaman penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelengkapan fasilitas di Rusunawa Cingised yang ditinjau dari SNI 03-7013-2004 mengenai tata cara perencanaan fasilitas lingkungan rumah susun sederhana. Penggunaan pendekatan normative, analisis mix method dengan penilaian skala Guttman. Disimpulkan presentase kesesuaian untuk kualitatif dan kuantitatif. Kata kunci : Rusunawa Cingised, Fasilitas, Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-7013-2004. 2. ABSTRACT Bandung city is the center of the economy in the west java. It has been becoming a trigger for residents from diverse area to immigrate in Bandung in order to improve life. The consequences of it Bandung the densely populated over. Limited land and dwelling that are getting expensive, it’s become some people with low income can’t got a good residential. This solution for creating affordable housing and a quality residential development made in the vertical, home of flats rent in which there were facilities and can be used by the occupant.Object of this research is Cingised flats in east bandung. It has some facilities for use by occupants. The facility must meet the technical requirements in order to meet the needs and comfort of occupants. This research aims to analyze the completeness of facilities in the Cingised flats in terms of SNI 03-7013-2004 regarding the procedures for planning facility's environment simple flats. The use of normative approach, analysis mix method with the assessment scale Guttman. Inferred percentage conformance for qualitative and quantitative. Keywords : Cingised Flat, Facilities, Indonesia National Standard (SNI) 03-7013-2004)
Dual Faces Architecture of Nias Meridiani Trianandari Wananto; Afina Rahmani; Dadi Satria Ginandjar; Angga Kusumah Sukarya; Shirley Wahadamaputera
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.285

Abstract

Abstract Many Indonesian people built a traditional house based on beliefs of their ancestors for generations, without knowing the scientific reason. Meanwhile, indirectly, ancestors already thinking about housing that adapts the environmental conditions such as in Nias Island. Nias is an island that has two different forms of traditional houses which are affected by the differences geographic, highland and lowland. Geographic factors and beliefs not only affect the shape of the house but also the structure of the house. Located on the earthquake fault lines, Nias traditional houses was designed to withstand earthquakes that often befall. A study using description and analysis methods about design and structure which used in traditional houses in Nias Island, would develop a good sense of the idea to apply these materials on modern building to preserve the culture of Indonesia. Key Words: Nias Island, Nias Traditional House, Earthquake, Building Material
Kajian Efisiensi Desain Sirkulasi pada Fungsi Bangunan Mall Dan Hotel BTC Theresia Pynkyawati; Samsul Aripin; Eri Ilyasa; Leslye Yunita Ningsih; Amri Amri
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.452

Abstract

ABSTRAK Bandung Trade Centre (BTC) adalah bangunan komersil yang memiliki dua fungsi bangunan berupa Mall dan Hotel. Bangunan tersebut berdiri pada satu kawasan yang sama tanpa ada pembatas untuk bisa mencapai kedua fungsi bangunan tersebut, sehingga kedua fungsi bangunan ini sangat menarik untuk dikaji mengenai kesinambungan efisiensi desain sirkulasinya. Kajian dari kedua fungsi bangunan komersil ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bentuk ruang sirkulasi, zona fungsi ruang, pola desain sirkulasi ruang dan beberapa aspek kenyamanan sirkulasi seperti jarak dan waktu  pencapaian serta penerapan elemen sirkulasi (signage) yang efisien pada bangunan Mall dan Hotel BTC. Studi dilakukan melalui analisis deskriptif, sehingga dengan adanya dua fungsi bangunan dalam satu kawasan, efektif dan efisien pada jarak dan waktu tempuh dapat diwujudkan dengan meminimalkan penerapan desain sirkulasi berupa jembatan penghubung serta penggunaan elemen sirkulasi (signage) untuk kenyamanan dan kemudahan dalam bersirkulasi. Kata kunci : Kesinambungan, efisiensi, sirkulasi, jarak, waktu, mall dan hotel Abstract Bandung Trade Center ( BTC ) is a commercial building that has two functions of building a Mall and Hotel . The building stands on the same region without any barrier to reach the second function of the building , so that the second function of this building is very interesting to study the sustainability of the design efficiency of circulation . Studies of both commercial buildings function is to know and understand the form of circulation space , zone function space , circulation space design patterns and some aspects of the circulation of such convenience of distance and time as well as the achievement of the application of circulation elements ( signage ) are efficient at building Mall and Hotel BTC . The study was conducted through descriptive analysis , so that the two functions in one area of the building , effectively and efficiently in the distance and travel time can be realized by minimizing the application of a circulating bridge design and the use of circulation elements ( signage ) for comfort and ease of circulation . Keywords : sustainability , efficiency , circulation , distance , time , malls and hotels
Proses Perancangan Arsitek Yu Sing di Studio Akanoma, Studi Kasus: Kafe Kupu-kupu Eka Virdianti; Azmy Azhar Syahid; Fazril Alif; Aldy Perdana Satria K; Fauzi Ramadhan
REKA KARSA Vol 5, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i2.3612

Abstract

ABSTRAK Profesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan pelatihan maupun penguasaan terhadap ilmu pengetahuan tertentu dan keahlian khusus. Misalnya arsitek yang memiliki keahlian berkualitas dalam perancangan. Secara umum ber-Arsitektur adalah kegiatan yang dilakukan seorang arsitek sebagai seorang perancang, sehingga di dalamnya termasuk proses yang dilakukan oleh arsitek tersebut dalam menghasilkan sebuah desain. Banyak arsitek muda berbakat di Bandung yang telah menjadi inspirasi dalam menghasilkan sebuah karya. Ke-khas-an dalam membuat karya menjadi daya tarik tersendiri. Isu ramah lingkungan sedang menjadi tag line dalam dunia arsitektur. Isu tersebut diangkat oleh seorang arsitek muda yaitu Yu Sing. Yu Sing adalah arsitek muda yang sangat peduli pada isu kemanusiaan dan ramah lingkungan. Karyanya mempertimbangkan nilai lokal, lingkungan, sosiokultur dan memprioritaskan kaum marjinal. Rancangan selalu mengedepankan desain yang atraktif inovatif dan menggunakan material bekas atau pemilihan material ramah lingkunan. Yu Sing dinaungi oleh Studio Akanoma yang memiliki 4 pilar filosofi dalam karya-karyanya, yaitu : (1) Arsitektur untuk semua, (2) Mengedepankan Arsitektur Tradisional, (3) Membangun saling ketergantungan antara alam, budaya, ekonomi dan arsitektur, (4) Mempromosikan ekowisata local. Filosofi tersebut menjadi akar dan komitmen Yu Sing dan Studio Akanoma dalam kegiatan aktif memberikan solusi pada permasalahan masyarakat terpinggirkan dalam proyek sosial dan komunitas sosial. Penelitian ini mencoba untuk menggambarkan bagaimana proses perancangan Yu Sing di studio Akanoma secara umum dan melihat secara detail proses perancangan dalam studi kasus khusus. Studi kasus dalam penelitian ini dipilih Kafe Kupu-Kupu yang dianggap relevan sebagai objek kajian, karena Kafe tersebut memiliki bentuk sederhana yang menarik untuk dikaji dan menggunakan material sederhana pada fasad. Kata kunci: Yu Sing, 4 filosofi Stodio Akanoma, Kafe Kupu – Kupu. ABSTRACT Profession is occupation which needs a daily training or possessioning to a certain knowledge and specific proficiency. For example an architect who had a quality skill of designing. Generally Architecture-ing is an activity which conducted by an architect as a designer, so included a process done by it’s own architect of producing a design. There’s so many talented architects in Bandung who has become an inspiration of creating a design. The typical of design is become it’s own interest. Eco friendly has become a global issue in architecture. The issue was appointed by a young architect named Yu Sing. Yu Sing is a young architect who care so much about humanity and eco friendly issue. He always consider his designs with a local value, environment, social-culture and give priority to a marginal community. Also, His design always put forward on atractive and inovative design by using secondary materials or choosing an eco friendly materials. Yu Sing was fully shaded by Akanoma Studio which has 4 philosophy in every designs, that is : (1) Architecture for all, (2) Give priority to Traditional Architecture, (3) build a mutuality between nature, culture, enonomy and architecture, (4) promote a local eco-excursion. that philosophy has actively become Yu Sing and Akanoma’s root and commitment on giving a solutions to a marginalized community’s problem of social project and social community. This study is try to generally reveal Yu Sing’s proccess of design at Akanoma Studio and discover the one of his process design’s case study in detail. Kupu Kupu Cafe was selected to become the case study and consedered the most relevant to studied because the building have a simple form and materials, so it has to become so interest to studied. Keywords: Yu Sing, 4 philosophy of Akanoma Studio, Kupu-Kupu Cafe.
Transformasi Bangunan dan Perubahan Pola Sirkulasi Kendaraan di Kawasan Balai Kota Bandung Linea Dwigusrina; Riadhi Slamet
REKA KARSA Vol 5, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i2.1565

Abstract

ABSTRAK Perkembangan kota dapat dilihat dari berbagai perubahan yang terjadi. Perubahan yang mudah diamati adalah perubahan yang terjadi pada bangunannya, baik  gaya maupun bentuk fisiknya. Perubahan ini akan terlihat lebih significant terlihat di kawasan cagar budaya. Makalah ini akan memaparkan kaitan antara perubahan bangunan dan pola sirkulasi kendaraan di kawasan Balai Kota Bandung, sebuah kawasan yang dinyatakan sebagai kawasan cagar budaya di kota Bandung. Dengan menggunakan metoda deskriptif dan melakukan observasi di lapangan penelitian ini menitik beratkan pada bangunan-bangunan yang berada di empat persimpangan jalan yang mengelilingi kantor Walikota Bandung. Dari empat persimpangan jalan yang diamati perubahan sirkulasi jalan meninggalkan ruang jalan yang menjadi tidak dilalui kendaraan. Kreatifitas dari Walikota merubah ruang tersebut menjadi taman yang banyak menarik pengunjung. Dapat disimpulkan bahwa transformasi yang terjadi pada bangunan-bangunan di persimpangan tidak berkaitan dengan perubahan sirkulasi tetapi transformasi pada ruang jalan memberikan dampak terhadap bangunan-bangunan cagar budaya di sekitarnya. Diharapkan kelestarian bangunan-bangunan cagar budaya di kawasan ini dapat dipertahankan sebagai warisan budaya masyarakat kota Bandung. Kata kunci: Perubahan sirkulasi kendaraan, persimpangan jalan, bangunan cagar budaya   ABSTRACT Development of The city can be seen from many changes that happens. The easiest changes we can observed is the change of the building, both the style and the physical form. These changes more significantly visible in the heritage area. This study will explain about relation between changes in circulation patterns of buildings and vehicles in the area of ​​Bandung City Hall, which it declared as heritage area in the city of Bandung. By using descriptive method and observation, this study focuses on buildings on the four intersections around Bandung Mayor’s office. From the four intersections that have been observed circulation changes leave space which not passable by vehicles. Creativity of Bandung's Mayor transform the space into a park that attract many visitors. It can be concluded that the transformations of the buildings at the intersection is not related to the changes of circulation but the transformations of the space on the streethave an impact on cultural heritage buildings around it. we are expecting preservation of cultural heritage buildings in this area may be preserved as cultural heritage of the city of Bandung. Keywords: Changes in circulation, intersection, building conservation.  
Adaptive Reuse pada Bangunan The Centrum Bandung Ditinjau dari Nilai Arsitektural Dian Duhita; Pamela Fadhilah Sakti; Acellia Ivena Riza; Tia Inten Diana; Andri Sulistiady Kuswandy
REKA KARSA Vol 6, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i2.3643

Abstract

ABSTRAK Bangunan The Centrum merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan. Salah satu upaya pelestarian bangunan cagar budaya adalah konservasi dengan cara adaptive reuse. Cara ini diterapkan pada bangunan The Centrum Bandung yang sebelumnya berfungsi sebagai kolam renang lalu berubah fungsi menjadi restoran dan wedding venue. Objek studi dalam analisa ini adalah penerapan adaptive reuse pada bangunan The Centrum Bandung yang dikaji menggunakan metode deskriptif komparatif, yaitu dengan membandingkan teori adaptive reuse dengan perubahan yang terjadi pada bangunan The Centrum Bandung. Lingkup dari analisa ini diambil berdasarkan teori adaptive reuse yang ditekankan pada perubahan arsitektural dan peraturan daerah tentang bangunan cagar budaya. Hasil dari analisa ini disajikan dalam bentuk tabel perbandingan antara bangunan lama dengan bangunan yang sudah dilakukan penerapan adaptive reuse, dan hasil perbandingan tersebut dikaji dengan regulasi. Kata kunci: Bangunan Cagar Budaya, Konservasi, Adaptive Reuse, Regulasi. ABSTRACT The Centrum is one of cultural heritage building that must be preserved. One method to preserve cultural heritage building by using Adaptive Reuse. Adaptive Reuse is a method that applied to The Centrum that functined previously as a swimming pool and changed function into a restaurant and wedding venue. The object study in this analysis is the application of Adaptive Reuse in The Centrum by using comparative descriptive method, through comparing the Adaptive Reuse theory with the Changes that occur in The Centrum. The scope of this analysis is based on the adaptive reuse theory that emphasizes the architectural changes and regulations of cultural heritage buildings. The results of this analysis presented in comparison table of previous building and the building that had been implemented adaptive reuse and the results of the comparison are reviewed by regulation. Keyword: Cultural Heritage Building, Conservation, Adaptive Reuse, Regulation
KETERKAITAN DESAIN SIRKULASI RUANG DALAM BANGUNAN BARU & LAMA TERHADAP SARANA EVAKUASI KEBAKARAN (Studi Kasus : Hotel Bidakara Savoy Homann Asia Afrika Wing & Tower Wing) Reza Phalevi Sihombing; Andrian Taufik Mukti; Ashrifar Dwiputra; Mochamad Fauzan Thoriq
REKA KARSA Vol 5, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i4.3627

Abstract

ABSTRAK Hotel Bidakara Savoy Homann adalah sebuah bangunan cagar budaya dengan fungsi hotel yang dilindungi oleh pemerintah kota Bandung dan telah mengalami renovasi sehingga dianggap penting untuk membahas sarana evakuasi antara bangunan lama dan bangunan baru karena merupakan salah satu persyaratan keamanan bangunan yang berhubungan dengan perancangan arsitektur. Kajian ini dilakukan dengan mengambil studi kasus Hotel Bidakara Savoy Homann pada bagian Asia Afrika Wings dan Tower Wings untuk mengetahui keterkaitan desain sirkulasi bangunan lama dan baru dengan metodologi penelitian analisis sinoptik dengan pendekatan studi kuantitatif dan kualitatif. Hasil kajian ini berupa penilaian dari beberapa aspek yang didapatkan dari survei langsung yang dilakukan penyusun terhadap sarana penunjang evakuasi kebakaran dengan nilai rata – rata 88,528 (Baik) untuk Tower Wings dan nilai rata -rata 62,428 (Kurang Baik) untuk Asia Afrika Wings. Kata kunci: evakuasi, kebakaran, hotel, sirkulasi, sarana ABSTRACT Bidakara Savoy Homann Hotel is a cultural heritage hotel, protected by the city government of Bandung and has been through several renovation, this topic instresting to discuss because the evacuation facilities between old buildings and new buildings as it is one of the building security requirements related to architectural design. Bidakara Savoy Homann Hotel parts used in this case are Asia Africa Wings and Tower Wings to find out the linkage of old and new building's circulation design with the methodology of synoptic analysis research with quantitative and qualitative study approach. The result of this study is an assessment of several aspects obtained from direct supervision by authors,avarage value is 88.528 (Good) for Fire evacuation supporting facilities in Tower Wings and average value of 62,428 (Less Good) for Asia Afrika Wings. Keywords: evacuation, fire, hotel, circulation, tool