cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Perubahan Fungsi Bangunan Terhadap Rancangan Bentuk dan Fasad Bangunan Rumah Tinggal Kolonial Mamiek Nur Utami; M. Firdaus Alamsyah; M. Bagus Al-Anshory; Nabila Indah Pertiwi; Mumu Muamar Septi
REKA KARSA Vol 6, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i1.3625

Abstract

ABSTRAK Kota Bandung merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia dan banyak memiliki bangunan-bangunan kolonial dimana pada saat ini banyak mengalami perubahan. Salah satu kawasan bangunan yang banyak mengalami perubahan adalah kawasan perumahan Jl. Cisangkuy. Perubahan yang ada pada koridor Jl. Cisangkuy terjadi seiring berkembangnya aktivitas di kawasan tersebut. Adanya perubahan fungsi di sepanjang koridor Jl. Cisangkuy yang berupa pemukiman menjadi komersial menyebabkan berubahnya rancangan bentuk dan fasad bangunan. fungsi bangunan yang berubah dikhawatirkan akan mempengaruhi hilangnya karakteristik perumahan di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penyelesaian masalah ini adalah metode pendekatan kualitatif dan metode penentuan objek dengan membagi kawasan kedalam empat segmen mikro. Diharapkan penelitian mengenai perubahan fungsi terhadap bentuk dan fasad bangunan di koridor Jl. Cisangkuy dapat menjadi pengetahuan terhadap perkembangan kawasan komersial yang terjadi tanpa menghilangkan nilai sejarah, pengetahuan, dan kebudayaan di koridor Jl. Cisangkuy. Kata kunci: fungsi, fasad, Jl. Cisangkuy. ABSTRACT Bandung is one of the big cities in Indonesia and many have colonial buildings where at this time has many changes. One of the buildings that undergo has changes is the housing area of Cisangkuy Street. Changes that exist in the corridor Cisangkuy Street occurred along with the development of activity in the region. The existence of functional changes along the Cisangkuy Street corridor in the form of settlement became commercial causing the change of the design of the shape and facade of the building. Changing building functionality is feared will affect the loss of housing characteristics in the region. The research method used in solving this problem is qualitative approach method and object determination method by dividing the region into four micro segments. It is expected that research on the change of function to the shape and facade of the building in the Cisangkuy Road corridor can be a knowledge of the development of the commercial area without disturbing the historical, knowledge, and cultural values of the Cisangkuy Street corridor. Keywords: function, facade, Cisangkuy Street
TINJAUAN BENTUK DAN MASSA BANGUNAN DI KAWASAN SIMPANG LIMA BANDUNG Muhammad Hirzan; Vira Veterina; Ivan Rismawan; Michelle Mahardika; Udjianto Pawitro
REKA KARSA Vol 5, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i2.1597

Abstract

Abstrak Kawasan Simpang Lima, Bandung. Berlokasi di persimpangan antara lima jalan utama yaitu Jl. Jend Ahmad Yani, Jl. Sunda, Jl. Asia Afrika, dan Jl. Gatot Subroto kawasan ini berkembang sebagai bagian dari pusat Kota Bandung yang dari awal berkembangnya merupakan kawasan perdagangan dan perkantoran pada masa colonial Belanda.  Studi ini bertujuan untuk mempelajari kaitan antara bentuk dan massa bangunan di kawasan Simpang Lima, Bandung terhadap peraturan yang berkaitan dengan bentuk dan massa banguan bangunan. Penelitian ini menggunakan  analisis penelitian komperatif dimana membandingkan data kuantitatif di lapangan dengan peraturan daerah yang berlaku di daerah kawasan Simpang Lima, Bandung. Unit penelitian yang dikaji adalah elemen-elemen yang ada pada teori perancangan kota hamid shirvani antara lain yaitu Bentuk dan Massa Bangunan, Tata Guna Lahan, Sirkulasi, Parkir Jalur ,Pejalan Kaki ,dan Perpapanan Dari kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan bentuk dan massa bangunan di kawasan Simpang Lima, Bandung ini. Kata kunci:.Bentuk dan massa bangunan,  perancangan kota   Abstract Simpang Lima, Bandung. Located at the crossroads between five main road of Jl. Gen. Ahmad Yani, Jl. Sunda, Jl. Asia Afrika and Jl. Gatot Subroto this area develop as part of the central city of Bandung which from the beginning of the development of a commercial area and an office in the Dutch colonial period. This study aims to study the link between the form and mass of buildings in the area of Simpang Lima, Bandung of the regulations relating to the shape and massing of the building. This study uses comparative research analysis which compares the quantitative data in the field with local regulations that apply in the area of Simpang Lima, Bandung. Unit studies reviewed are the elements that exist in the theory of urban design hamid shirvani among others, Building Form and Massing, Land Use, Sirculation, Parking, Pedestrian Ways, and Signages from this study are expected to contribute positively to the development of forms and mass of the building in the area of Simpang Lima, Bandung. Keywords: Building Form and Massing, Urban Design
Penataan Massa Bangunan di Dalam Kawasan Pendidikan Pada Lahan Berkontur Julian Effendi Saputra; Faisal Wahyu Pratomo; Fulki Faza Gunawan; Achsien Hidajat
REKA KARSA Vol 5, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v5i1.1497

Abstract

Penataan Massa Bangunan di Dalam Kawasan Pendidikan Pada Lahan Berkontur Julian Effendi Saputra, Faisal Wahyu Pratomo, Fulki Faza Gunawan, Achsien Hidajat. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Itenas, Bandung Email: julianeffendi68@yahoo.co.id     ABSTRAK Dunia pendidikan di Indonesia saat ini sedang dalam perhatian khusus, pemerintah sedang melakukan pemerataan standar kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Hal ini dapat berujung baik pada ke depannya, namun pada kenyataannya pembangunan infrstruktur dan fasilitasnya tidak diikuti dengan penataan masa bangunan yang baik. Dapat dilihat dari beberapa kasus yang ada, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Bandung menjadi kasus yang di angkat dalam penelitian. Kawasan pendidikan ini berada di daerah perbatasan Bandung Utara dan memiliki karakteristik tapak yang berkontur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penataan massa bangunan pada lahan berkontur di kawasan pendidikan SMKN 5 Bandung terkait dengan peraturan/regulasi yang ada, pelandaian, dan kaidah penataan massa pada lahan berkontur.  Melalui metode kuantitatif dan kualitatif yang di gunakan untuk menganalisis penilaian terhadap penataan masa pada kawasan pendidikan SMKN 5 Bandung.   Kata kunci: Penataan Massa, Lahan Berkontur, Sekolah . ABSTRACT The world of educaion in Indonesia nowadays is in special attention, the goverment is equalizing the standard of the education quality all across Indonesia. This policy could be ended up good in the future, but in fact the estabilisment of the infrastructures and facilities is not followed by a good mass buildings arrangement. It could be seen from certain cases, SMKN 5 Bandung here is the case that we choose to arise. This particular, educational space stand at the Northern Bandung border that having contured area charcteristics. The purpose of this research is to analyse the mass buildings arrangement on contured area like in SMKN 5 Bandung related to the existing regulation, cut and fill policy, and regulatin principly of a contured area. Through the quantitative and qualitative method that we used to analyse the valuation of the mass building arrangement Keywords : Ordering Masses, Contoured Land, School.
Penerapan Material Expanded Polistyrene pada Fasad Bangunan Ditinjau dari Aspek Estetika dan Konstruksi Devi Sulastri; Mentari Septyani Hermawati; Wahyu Nurhuda; Fikri Azmi Nur Khalid; Achsien Hidajat
REKA KARSA Vol 6, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i1.3632

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi berpengaruh terhadap semua bidang, salah satunya dibidang pembangunan sehingga memacu berbagai inovasi material yang mendukung proses pembangunan serta memudahkan dalam proses produksi hingga tahap konstruksi. Expanded Polystyrene Panel (EPS) adalah salah satu material bangunan yang merupakan terobosan terbaru material bangunan yang menggunakan bahan dasar dominan EPS sebagai bahan pengisi material. EPS ini dapat diaplikasikan pada dinding, lantai, tangga, dan pada fasade bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan material Expanded Polystirene fasad bangunan Masjid Al- Multazam, Hotel Moxy, dan Gallery Maja House, ditinjau dari aspek estetika dan konstruksi. Penelitian dilakukan dengan mengkaji proses pembuatan material EPS, aspekaspek estetika pada bangunan masjid, hotel dan galeri, serta konstruksi system fasad pada bangunan Masjid Al- Multazam, Hotel Moxy, dan Gallery Maja House. Teknik pengumpulan data didasarkan pada proses observasi. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi bangunan yang akan diteliti. Data yang terkumpul kemudian dikaji ulang dengan perbandingan data lapangan dengan teori mengenai estetika dan yang dijelaskan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kata kunci: Expanded Polystirene, Material, Estetika, Konsttruksi, EPS. ABSTRACT Technological developments affect all areas, one of them in the field of development so as to spur various material innovations that support the development process and facilitate in the production process until the construction phase. Expanded Polystyrene Panel (EPS) is one of the building materials which is the latest breakthrough building material using the dominant base material of EPS as material filler material. This EPS can be applied to walls, floors, stairs, and on the facade of the building. This research aims to describe the application of Expanded Polystirene material facade of Al-Multazam Mosque, Hotel Moxy, and Gallery Maja House, in terms of aesthetics and construction aspects. The study was conducted by examining the process of making EPS material, aesthetic aspects of mosque building, hotel and gallery, and construction of facade system in AlMultazam Mosque building, Hotel Moxy, and Gallery Maja House. Data collection techniques are based on the process of observation. Observations were made to identify the buildings to be studied. The collected data is then reviewed by comparison of field data with the theory of aesthetics and which is described descriptively quantitatively and qualitatively. Keywords: Expanded Polystyrene, Material, Aesthetics, Construction, EPS.
KORELASI BENTUK DAN FASADE TERHADAP FUNGSI BANGUNAN BANDUNG CREATIVE HUB Chendra Eka; Asti Mulyani; Sandi Rusdiansyah
REKA KARSA Vol 6, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i4.3675

Abstract

ABSTRAK Bentuk dan fungsi tidak dapat dihilangkan dari suatu produk arsitektur dan merupakan bagian terpenting dari suatu karya arsitektur, penambahan fasade sebagai elemen penghidup pada suatu karya arsitektur. Korelasi antara bentuk dan fasade dapat mencerminkan fungsi sebuah bangunan dan dapat mempengaruhi aktifitas pengguna didalam bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganaliasa kembali apakah bentuk dan fasade memiliki korelasi terhadap fungsi bangunan dengan baik. Penelitian ini mengambil kasus bangunan bandung Creative Hub yang bentuknya tidak beraturan dengan fungsi sebagai wadah para pegiaat kreatif untuk kawasan kota bandung dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif korelasional yaitu dengan membuat deskriptif secara sistematis, faktual dan akurat dengan untuk mengkaji tingkat keterkaitan antara bentuk dan fasade terhadap fungsi bangunan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk dan fasade berpengaruh terhadap fungsi bangunan dan aktivitas didalamnya. Kata kunci: Korelasi, Fasade,Bentuk,Fungsi ABSTRACT The form and function can not be removed from an architectural product and is the most important part of an architectural work, the addition of the facade as a living element to an architectural work. The correlation between shape and facade may reflect the function of a building and may affect user activity within the building. This study aims to re-examine whether the shape and fasade has a correlation to the function of the building well. This study took the case of building Creative Hub bandung which irregular shape with function as a container for the creative pegiaat for the city of Bandung and surrounding areas. The method used is using descriptive correlational method that is by making descriptive in systematic, factual and accurate with to study the level of linkage between form and fasade to building function. The results showed that the shape and fasade affect the function of buildings and activities therein. Keywords: Correlation, Facade, Shape, Function.
Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya: Kontekstualisme Arsitektur Cina pada Kompleks Gedung Permaba, Bandung Fajar Arief Syahputra; Nadia Khairunnisa; Hanani Asma Aulia; Nikho Asruri; Nurtati Soewarno
REKA KARSA Vol 6, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i4.3676

Abstract

ABSTRAK Kota selalu mengalami perubahan dari masa ke masa yang dapat dikenal dari berbagai peninggalan yang tersisa, baik situs, bangunan, maupun kawasan. Kawasan peninggalan dapat dikenali dari bentuk dan gaya bangunannya yang mencerminkan masyarakatnya, salah satunya adalah Pecinan. Kawasan ini identik dengan kawasan perdagangan yang mudah dikenali dari tipologi bangunan rumah-toko bergaya arsitektur Cina dan Kelenteng. Pesatnya perkembangan perekonomian kota mendorong terjadinya berbagai perubahan, baik ekonomi, sosial, maupun budaya. Saat ini rumah-toko bergaya arsitektur Cina sudah langka ditemukan berganti dengan rumah-toko dan bangunan komersil lain berlantai banyak bergaya modern. Apakah kawasan ini masih dapat disebut Pecinan? Bagaimana mengembalikan kawasan Pecinan sebagai bagian dari sejarah pembentukan kota Bandung? Makalah ini akan membahas upaya revitalisasi pada bangunan cagar budaya eks-bioskop milik Permaba (Persatuan Masyarakat Bandung) di kawasan Pecinan. Kontekstual terhadap bangunan cagar budaya Kelenteng diterapkan pada kompleks perbelanjaan dan kuliner yang dibangun baru berlokasi dibelakang gedung Permaba. Metoda observasi dan wawancara digunakan untuk mengidentifikasi kandungan terapan gaya arsitektur Cina pada kompleks ini sehingga terlihat konteks dengan bangunan Kelenteng. Dapatkah kawasan ini menjadi ciri kawasan Pecinan yang sudah hampir tidak dapat dikenali lagi? Diharapkan upaya revitalisasi bangunan Permaba dapat sejalan dengan tujuan Pemerintah Kota menghidupkan kembali kawasan Pecinan di kota Bandung. Kata kunci: Kontekstual, Arsitektur Cina, Revitalisasi Bangunan Permaba. ABSTRACT City always changes through time, it can be known from various remaining heritage, site, building, and area. Heritage area can be known from it shape and builduing site that reflected its society, Pecinan for example. This areas are identical with tradement area that are easy to identify from Chinese style shophouse building tipology and temple. High city development inisiate various changes, its economic, sosial, and culture. Nowadays, Chinese style shophouses are rarely seen, it changes to modern style shophouses and middle rise bulidng. Are these area still can be called Pecinan? How to restore Pecinan area as part of Bandung city formation. This research encompass revitalization efforts on cultural conserved ex-cinema building owned by Permaba (Persatuan Masyarakat Bandung) in Pecinan. Contextualism towards cultural conserved temple were implied in new shopping and food complex building located at the back of the Permaba building. Observation and interview methods were used to identify Chinese architecture impliment in the complex on suiting temple contextual. Could this area become the Pecinan characterisitc area that can’t be identified no longer? Hope that Permaba builidng revitalization efforts can parallel with City Council goals to restore Pecinan area in Bandung city. Keywords: Contextual, Chinese Architecture, Permaba Building Revitalization
Ruang Terbuka Terhadap Aktivitas Parkir dan Non Parkir Pada Kampus Sub Urban dan Urban Dian Duhita Permata; Imam Badrutamam; Syania Fajriani; Dwi Istikah
REKA KARSA Vol 6, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i3.3639

Abstract

ABSTRAK Kampus adalah tempat mahasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan tinggi. Kota Bandung sebagai salah satu kota besar di Indonesia memiliki banyak kawasan pendidikan dan kampus terbanyak di provinsi Jawa Barat. Kampus di Bandung terdapat dua tipe yaitu urban dan sub urban. Kampus Urban adalah kampus yang berada di tengah perkotaan sedangkan kampus sub urban adalah kampus yang berada di pinggiran kota. Kampus yang dijadikan objek penelitian ini adalah Universitas Islam Bandung sebagai kampus urban dan Universitas Pendidikan Indonesia sebagai kampus sub urban. Dua tipe kampus yang terdapat di kota Bandung memiliki perbedaan terhadap ruang terbuka yang terbentuk dari pola tata massa bangunan yang dapat menghasilkan aktivitas. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan yang terjadi diantara keduanya seperti aktivitas parkir dan non parkir pada ruang terbuka yang di akibatkan dari pola tata massa bangunan pada kampus urban dan sub urban. Penelitian ini di tujukan untuk menganalisis pola tata massa bangunan dan aktivitas parkir dan non parkir pada ruang terbuka di kampus urban dan sub urban. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metoda analisis kualitatif. Dari penelitian ini, dihasilkan bahwa aktivitas parkir dan non parkir yang terjadi pada ruang terbuka dan pola tata massa bangunan pada kampus urban dan sub urban adalah berbeda Kata kunci: kampus urban, kampus sub urban, Bandung. ABSTRACT Collage is a place for students to pursue higher education.The city of Bandung as one of the big cities in Indonesia has many educational and collage areas in the province of West Java. There are two type of collage that are urban and sub urban .The urban collage mostly located in the center of the city, meanwhile the sub urban collage mostly located in downtown of city, the writer used Universitas Islam Bandung as urban collage and Universitas Pendidikan Indonesia as sub urban collage, and the writer decided to used those collage as the object of the research. The types of these collage has a different in open space case that composed by the pattern mass of building which is becoming many activities, in this case that thing would be causing so much trouble, one of them is parking activity and non parking in open area that caused by pattern arrangement building mass, the purpose of the research to analyze the pattern arrangement of mass building and parking activity or non parking activity in open space at urban and sub urban collage. The method of the research using qualitative analyzing. Using this research, the method will state that the parking activity and non parking activity that happens in open space and pattern arrangement building mass in urban and sub urban collage ia different. Keywords: Urban Collage, Sub urban collage, Bandung
RANCANGAN KAWASAN OBSERVATORIUM BOSSCHA DITINJAU DARI POLA TATANAN MASSA DAN VEGETASI Irfan Sabarilah Hasim; Thalitha A. Aquila; Wahyu S. Ningrum; Sarah H. Putri; Novia F. Fauziyah Uswatun H.
REKA KARSA Vol 6, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i3.3671

Abstract

ABSTRAK Kawasan Observatorium merupakan bangunan yang berperan untuk meneliti Tata Surya dalam ilmu Astronomi. Observatorium Bosscha merupakan observatorium di Indonesia yang dibangun pada tahun 1923 di kota Bandung. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat observasi benda–benda luar angkasa, hal ini berpengaruh terhadap bentuk bangunan dan perancangan tapaknya. Dalam hal ini pola tata letak merupakan hal penting untuk menunjang kegiatan yang ada di dalamnya. Tatanan massa pada bangunan observatorium mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi pengamatan astronomi yang memungkinkan berbagai tatanan baru. Perancangan observatorium perlu memperhatikan kondisi alam khususnya dalam perencanaan lansekap. Proses pengamatan pada kasus ini menggunakan 2 metoda, diantaranya: Metoda Primer yang dilakukan untuk memperoleh data secara langsung dan sesuai dengan kondisi sebenarnya dengan cara observasi dan wawancara; Metoda Sekunder dilakukan untuk memperoleh teori dan informasi yang mempelajari referensi yang berkaitan dengan subyek yang akan dibahas. Referensi dapat diperoleh melalui media cetak, buku maupun media elektronik. Data analisis tersebut dapat menyimpulkan bahwa secara keseluruhan presentase kesan lapang pada kawasan Observatorium Bosscha sebesar 66,7% dan kesan menghimpit sebesar 33,3%. Selain itu 50% pohon pada kawasan Observatorium Bosscha berpotensi mengganggu kegiatan pengamatan, terutama pada kawasan Unitron yaitu sebesar 60%. Sedangkan kawasan Schmidt memiliki potensi terkecil dari gangguan vegetasi yaitu sebesar 11.1%. Hal ini membuktikan bahwa perlunya pertimbangan terhadap penempatan dan penentuan jenis vegetasi pada kawasan observatorium. Diharapkan ilmu lansekap dan massa bangunan yang berada di kawasan Observatorium dapat dijadikan pedoman bagi perancang. Kata kunci: observatorium, lansekap, vegetasi, tipologi ABSTRACT Observatory area roles to examine the solar system in Astronomy. Bosscha Observatory was built in 1923 that take a place in Bandung city. This building is a place to research the solar system objects, this could react to the form of the building and site design. In this case, massing configuration is an important thing to support the activities. The massing configuration transforms along with the astronomical observations technology that allows variety of new order. Observatory design should notice the surrounding environment in particular on landscape. In this research using two methods, including; Primary Method that undertaken to obtain data directly and appropriate with the real condition by means of observatory and interview; Second Method conducted to gather theory and references that refer to subject to be discussed. Reference can be obtained through printed media, book, and electronic media. Based on data analysis can conclude that 66.7% Bosscha Observatory area has the field impressions, while 33.3% has the crushed impression. And 50% of trees in Bosscha Observatory have potential to disturb the activities of observation, especially the Unitron by 60%. While Schmidt has the smallest potential from vegetation interference only by 11%. It proves that consideration of placement and the determination of the type vegetation in observatory is necessary. Landscape and mass buildings knowledge were expected to be designer’s guidelines for Observatory planning. Keywords: observatorium, landscape, vegetation. typology
RELEVANSI ASPEK KONTEKSTUALITAS BANGUNAN BRAGA CITYWALK TERHADAP KORIDOR JALAN BRAGA Dhini D. Tartanto; Richard Geraldi; Hery Setiawan; Fajrie Prasdhitio Anggono; Azis Qusyairy
REKA KARSA Vol 6, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i3.3672

Abstract

ABSTRAK Jalan Braga merupakan sebuah kawasan di Bandung, berupa koridor jalan yang banyak menyimpan nilai historis dan memiliki kekayaan artefak yang mengandung nilai konservasi terutama bagi dunia arsitektur. Dalam peta nilai konservasi, koridor Jalan Braga dapat dikatakan sebagai salah satu bukti yang dapat berlaku sebagai museum Art Deco Kota Bandung. Seiring waktu, pertumbuhan kota tidak dapat mengelak hadirnya bangunan baru. Tulisan ini merupakan kajian apresiasi mendalam, guna mengetahui relevansi kontekstualitas bangunan baru terhadap koridor Jalan Braga. Pemahaman didapatkan melalui teknik penggambaran ulang seluruh bangunan yang berada dalam koridor Jalan Braga, membandingkannya dengan bangunan “Braga Citywalk” melalui apresiasi terhadap faktor elemen arsitektural dan fungsi bangunan. Hasil kajian mendalam, mendapatkan sebuah temuan yang memperlihatkan relevansi kontekstualitas yang diterapkan oleh bangunan “Braga Citywalk” ternyata tidak semata pada penekanan aspek karakter fisik semata. Kata kunci: Relevansi, Kontekstualitas, Braga Citywalk, Art Deco, Koridor Jalan Braga. ABSTRACT Braga’s Street is one of region in Bandung, a street corridor that holds historical value as an artifacts that contain conservation value, especially for the world of architecture. In the conservation value map, Braga’s Street Corridor can be regarded as one of the evidence that can be applied as Art Deco Museum of Bandung City. Over a time, urban growth can not dodge the presence of new buildings. This paper is a study of deep appreciation, in order to know the contextual relevance of new buildings on the Braga’s street corridor. Understanding is obtained through the technique of reconstructing the entire building located in Braga’s street corridor, comparing it with the ‘Braga Citywalk’ building through appreciation of the architectural element factor and the building function. The result of in-depth study, obtaining an invention that shows the contextual relevance applied by building ‘Braga Citywalk’ turned out not merely only on the emphasis aspect of physical character. Keywords: Relevance, Contextuality, Braga Citywalk, Art Deco, Braga’s Street Corridor
Desain Pola Sirkulasi dan Tatanan Massa pada Kawasan Resort Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey Nathalia Nathalia; Maulana Yusuf A. W.; Shaela Gunawan; Andri Sopiandi
REKA KARSA Vol 6, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i3.3635

Abstract

ABSTRAK Sirkulasi menggambarkan sebuah pola pergerakan baik kendaraan maupun manusia disekitar tapak atau bidang yang bisa mempengaruhi pergerakan atau kegiatan disekitarnya. Massa sebagai elemen site yang dapat tersusun dari massa berbentuk bangunan dan vegetasi, kedua-duanya baik secara individual maupun kelompok menjadi unsur pembentuk ruang outdoor. Ruang luar adalah sebuah ruang yang terbentuk oleh batas horizontal (bawah bentang alam) dan batas vertical (massa bangunan atau vegetasi). Glamping Lakeside merupakan sebuah kawasan resort dengan beberapa macam fungsi yang tersedia di dalamnya. Pola sirkulasi pada kawasan resort Glamping Lakeside Rancabali terbentuk dari pembukaan lahan perkebunan teh. Pola sirkulasi pada kawasan ini memperlihatkan keunikan dalam segi bentuk maupun material yang digunakan. Massa bangunan terletak di sepanjang jalan atau jalur sirkulasi di dalam kawasan Glamping Lakeside Rancabali. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda deskriptif kualitatif yaitu untuk mendapatkan teori yang digunakan dan metoda kuantitatif untuk menunjukkan perbandingan yang ada pada studi literatur dan data objektif yang didapat dari kawasan yang diteliti. Kata kunci: sirkulasi, tatanan massa, resort, Glamping Lakeside Rancabali ABSTRACT Circulation describes a movement of a pattern both vehicle or human around the field that affect the movement or activity around it. Mass as a site element that composed by building mass and vegetation, both of them individually or group become the form element of outdoor space. Outdoor space is a space that formed by horizontal border (below the landscape) and vertical border (building mass or vegetation). Glamping Lakeside is a resort area with various function inside. Circulation pattern of Glamping Lakeside Rancabali Resort Area formed by opened the tea plantation. The pattern shows the unique side as well as the used of the material. The building mass is located along the way or the circulation path inside Glamping Lakeside Rancabali Resort Area. The research use qualitative method to get the theory and quantitative method to compare the literature and the objective data from the research area. Keywords: circulation, mass building, resort, Glamping Lakeside Rancabali