cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1: Maret 2025" : 10 Documents clear
Pengaruh Kuat Tekan Beton dengan Penambahan Abu Batu pada Agregat dari Sungai Laklo’o Kabupaten Liquica Dili Timor Leste Correia, Jose S.; Anggitasari, Inge
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.23

Abstract

ABSTRAKBeton semen Portland adalah jenis beton yang terbuat dari semen, kerikil dan pasir. Abu batu adalah material yang digunakan untuk membangun agregat buatan. Keunggulan abu batu dibandingkan pasir adalah ukuran butirannya yang relatif kecil, yang memungkinkan digunakan Penggunaan filler pada campuran beton berfungsi untuk menciptakan permukaan yang rata dan seragam, sehingga tidak perlu dilakukan pengayakan. Pada penelitian ini, campuran beton ditambahkan abu batu sebesar nol, tiga puluh, enam puluh, dan seratus persen dari berat pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton normal dan beton dengan abu batu 30% memenuhi umur. Beton dengan abu batu 60% dan 100% tidak memenuhi rencana umur dan tidak disarankan untuk digunakan dalam proyek konstruksi. Beton dengan abu batu 30% memenuhi kriteria proporsi bahan pengisi. Beton dengan abu batu 60% dan 100% tidak memenuhi kekuatan yang direncanakan karena kekurangan agregat halus yang berfungsi untuk mengisi rongga. Akibatnya, beton dengan pasir sebanyak 70% masih dapat mengisi rongga.Kata kunci: beton, kuat tekan beton, abu batu ABSTRACTPortland cement concrete is a type of concrete made from cement, gravel and sand. Stone ash is a material used to build artificial aggregates. The advantage of stone ash over sand is its relatively small grain size, which allows it to be used. The use of fillers in concrete mixes serves to create a flat and uniform surface, eliminating the need for sieving. In this study, stone ash was added to the concrete mix at zero, thirty, sixty, and one hundred percent of the sand weight. The results showed that normal concrete and concrete with 30% stone ash met the age. Concrete with 60% and 100% stone ash did not meet the age plan and is not recommended for use in construction projects. Concrete with 30% stone ash meets the criteria for the proportion of filler material. Concrete with 60% and 100% stone ash did not meet the planned strength due to the lack of fine aggregate to fill the voids. As a result, concrete with 70% sand can still fill the voids.Keywords: concrete, concrete compressive strength, stone ash 
Studi Perbandingan Kinerja Struktur Atas Girder Jembatan Beton Bertulang Menggunakan Perkuatan Prategang Eksternal Tipe Double King Pose terhadap Pre-Cast I Girder Suryawinata, Monika Putri Rizkita; Widyaningsih, Euneke
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.76

Abstract

ABSTRAKJembatan Cikeruh merupakan jalan umum yang kerap dilalui oleh kendaraan pribadi, umum, dan juga berat. Dari waktu ke waktu jumlah kendaraan yang melewati jembatan ini semakin meningkat, sehingga menyebabkan terjadinya keretakan karena beban yang tersalurkan semakin besar dan juga jarak antara jembatan dengan muka air banjir terlalu dekat. Oleh karena itu, penelitian ini akan dibandingkan tipe struktur yang sama bentang dapat diperpanjang yaitu tipe beton bertulang menggunakan prategang eksternal atau harus melakukan rekonstruksi penuh pada jembatan yaitu mengganti tipe girder menjadi PCI Girder untuk mendapatkan hasil jembatan yang lebih efektif. Hasil yang didapatkan nilai rasio kapasitas untuk jembatan PCI Girder memenuhi syarat izin yaitu < 1, hasil analisis lendutan untuk jembatan beton bertulang dengan prategang eksternal dan jembatan PCI Girder memenuhi syarat izin yaitu < 0,035 m; dan berat girder didapatkan untuk jembatan beton bertulang sebesar 3241,22 kN dan berat girder untuk PCI girder sebesar 3032,88 kN. Apabila struktur jembatan tersebut ingin diperpanjang menjadi 28 m maka harus dilakukan rekonstruksi penuh atau mengganti tipe girder jembatan menjadi tipe PCI Girder jika ditinjau dari nilai rasio kapasitas, nilai lendutan, dan berat girder sendiri.Kata kunci: Jembatan PCI Girder, Prategang Eksternal, Jembatan Girder Beton Bertulang, Lendutan, Rasio Kapasitas, Berat Girder ABSTRACTThe Cikeruh Bridge is a public road that is often passed by private vehicles, public transportation and also heavy vehicles. From time to time the number of vehicles passing through this bridge is increasing, causing cracks to occur because the load being distributed is getting bigger and also the distance between the bridge and the flood water surface is too close, this supports the bridge being extended. Therefore, this research will compare whether with the same type of structure the span can be extended, the reinforced concrete type using external prestressing or whether a full reconstruction of the bridge must be carried out, also changing the girder type to PCI Girder to get a bridge that is effective. The results obtained by the capacity ratio value for the PCI Girder bridge is < 1, the results of the deflection analysis for the reinforced concrete bridge with external prestressing and the PCI Girder bridge is < 0.035 m, and the girder’s weight for the reinforced concrete bridge is 3,241.22 kN and the for the PCI girder is 3,032.88 kN. If the bridge structure is to be extended to 28 m, a full reconstruction must be carried out or the bridge girder type changed to PCI Girder type if viewed from the capacity ratio, deflection and girder’s weight itself.Keywords: PCI Girder Bridge, External Prestressing, Reinforced Concrete Girder Bridge, Deflection, Capacity Ratio, Girder Weight
Kajian Kapasitas Daya Dukung Spun Pile yang Dipengaruhi Tahanan Friksi Negatif dan Lapis Likuifaksi Studi Kasus Jembatan Serangan dengan Program Ensoft Darmawan, Raffly Muhammad; Ikhya, Ikhya; Sandwiaji, Mufidhiansyah Fahmi
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.31

Abstract

ABSTRAKFondasi spun pile merupakan salah satu jenis fondasi yang sudah sangat populer, terutama untuk struktur jembatan. Pada perencanaan suatu fondasi tiang sangat penting dilakukan analisis daya dukung untuk memastikan bahwa fondasi tersebut mampu menahan beban struktur diatasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis fondasi spun pile menggunakan perhitungan analitik dengan alat bantu program Ensoft. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan pengaruh tahanan friksi negatif dan lapisan yang berpotensi likuifaksi serta meninjau fixity point. Hasil analisis daya dukung berupa kapasitas aksial, kapasitas lateral, dan kapasitas momen yang akan dibandingkan dengan gaya yang diperoleh dari data pembebanan Jembatan Serangan diharapkan mendapatkan nilai kritis yang melebihi angka 1 sehingga diperoleh jumlah tiang yang optimum. Pada variasi tahanan friksi negatif dan lapisan yang berpotensi likuifaksi diperoleh nilai ratio perbandingan antara kapasitas dengan gaya yang bekerja sebesar 1,58 untuk aksial; 1,17 untuk lateral; 1,25 untuk momen; dengan jumlah tiang sebanyak 90 buah dipengaruhi kondisi layan dan gempa.Kata kunci: daya dukung, ensoft, likuifaksi, spun pile, tahanan friksi negatif ABSTRACTSpun pile foundation is a popular deep foundation type, mainly for the construction of bridge. For designing a pile foundation, it is important to analyze the bearing capacity to ensure that the foundation is able to restrain the structure load. The objective of this paper is to analyze spun pile foundation using analytical model in Ensoft software. The analysis was done by using the resistance of negative skin friction and the layer that has the potential for liquefaction with observing the fixity point. The results of the carrying capacity analysis in the form of axial capacity, lateral capacity, and moment capacity that will be compared to the force obtained from the attack bridge loading data are expected to get a critical value that exceeds the number 1 so that the optimum number of poles are obtained. In the variation of negative friction resistance and potentially liquefaction layers obtained a ratio of comparison between capacity with working force of 1.58 for axial, 1.17 for lateral, 1.25 for moment, with the number of poles as many as 90 pieces affected by service conditions and earthquakes.Keywords: bearing capacity, ensoft, liquefaction, spun pile, negative skin friction  
Pengelolaan Jalan Berdasarkan Metode IKP dan IRI (Studi Kasus Jalan Jenderal Sudirman STA 2+000 – STA 3+400 Kota Bandung) Hibatullah, Fadhil Zuhdi; Wardana, Anya Athalia Rahmizain; Aisyah, Linda
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.87

Abstract

ABSTRAK Kerusakan permukaan jalan dapat mempengaruhi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya bagi para pengendara. Penilaian tingkat kerusakan jalan perlu dilakukan menggunakan metode IRI dan IKP. Jalan Jenderal Sudirman yang menghubungkan antara Kota Bandung dengan Kota Cimahi; memiliki perkerasan lentur dan ditinjau sepanjang 1,4 km dari Simpang Tiga Jalan Jamika hingga Bundaran Cibeureum. Studi yang dilakukan adalah membandingkan nilai IKP dan IRI hingga merekomendasikan jenis skenario pemeliharaan jalan yang tepat berdasarkan hasil analisis kondisi permukaan jalan. Dari hasil IKP, rata-rata nilainya Jalan Jenderal Sudirman ialah 67,43 untuk arah Bundaran Cibeureum dan 70,11 untuk arah Simpang Tiga Jamika yang menunjukkan kondisi jalan sedang. Sedangkan berdasarkan metode IRI, rata-rata nilainya Jalan Jenderal Sudirman ialah 4,86 untuk arah Bundaran Cibeureum dan 4,66 untuk arah Simpang Tiga Jamika dengan kondisi jalan sedang. Skenario penanganan pemeliharaan rutin dan berkala dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman dengan hasil nilai IRI yang lebih baik apabila dilakukan pemeliharaan rutin per tahun dan berkala per lima tahun namun biaya yang diperlukan juga cukup tinggi.Kata kunci: kondisi perkerasan, jalan provinsi, perkerasan lentur, IKP, IRI, pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala ABSTRACTThe condition of road surfaces can significantly impact the safety and comfort of road users, especially for drivers. Assessing the level of road damage used IRI and PCI. Jenderal Sudirman Road, linking Bandung City to Cimahi City, has flexible pavement and is reviewed along 1.4 km from the Jalan Jamika intersection to the Cibeureum Roundabout. The study aims to compare the PCI and IRI values for both flexible pavements, ultimately recommending appropriate road maintenance scenarios based on the surface condition analysis. Based on the IKP, the average PCI value for the Jenderal Sudirman Road is 67.43 for the Cibeureum Roundabout direction and 70.11 for the Jalan Jamika intersection direction, indicating a moderate road condition. Meanwhile, based on IRI, the average IRI value for the Jenderal Sudirman Road is 4.86 for the Cibeureum Roundabout direction and 4.66 for the Jalan Jamika intersection direction, also indicating a moderate road condition. Routine and periodic maintenance scenarios are implemented on the Jenderal Sudirman Road, with better IRI values achieved through annual routine maintenance and five-year periodic maintenance, although the associated costs are relatively high.Keywords: pavement condition, provincial road, flexible pavement, IKP, IRI, routine maintenance, periodic maintenance 
Kajian Eksperimental Pemanfaatan Sampah Plastik HDPE Terhadap Berat Isi Beton Ringan Puspitasari, Ira; Firstiana, Amelia
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.43

Abstract

ABSTRAKSampah plastik yang tidak didaur ulang sebelum dibuang dapat menjadi masalah lingkungan serius. Pada penelitian ini menginvestigasi penggunaan limbah plastik HDPE (High Density Polyethylene) sebagai pengganti sebagian agregat halus dalam campuran beton. Dengan variasi penambahan limbah plastik HDPE sebesar 0%, 3%, 5%, dan 7% dari total pasir, Benda uji pada percobaan ini berupa silinder beton yang akan diuji kuat tekan dan berat volume, dengan mix design yang sesuai dengan standar SNI 03-2834-2000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan agregat plastik HDPE pada campuran beton dapat mengurangi berat volume beton sebesar 1,03%, 2,35%, dan 6,16% untuk variasi 3%, 5%, dan 7%. Dari penelitian ini penambahan plastik HDPE dapat menghasilkan beton yang lebih ringan namun dengan penurunan dalam kuat tekan, sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan yang spesifik dalam konstruksi.Kata kunci: beton, HDPE (High Density Polyethylene), berat isi ABSTRACTPlastic waste that is not recycled before disposal can be a serious environmental problem. This study investigated the use of HDPE (High Density Polyethylene) plastic waste as a partial substitute for fine aggregate in concrete mixtures. With variations in the addition of HDPE plastic waste of 0%, 3%, 5%, and 7% of the total sand, the test object in this experiment was a concrete cylinder that would be tested for compressive strength and volume weight, with a mix design that complies with the SNI 03-2834-2000 standard. The results of this study indicate that the addition of HDPE plastic aggregate to the concrete mixture can reduce the volume weight of concrete by 1.03%, 2.35%, and 6.16% for variations of 3%, 5%, and 7%. From this study, the addition of HDPE plastic can produce lighter concrete but with a decrease in compressive strength, so its use must be adjusted to specific needs in construction.Keywords: concrete, HDPE (High Density Polyethylene), compressive strength 
Pemanfaatan Campuran Sludge Electrocoagulasi dan Fly Ash pada Sifat Karakteristik Paving Block Rokhman, Abdul; Ardianto, Rachmad; Putri, Desi; Adinda, Najla
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.99

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mencoba memanfaatkan campuran limbah fly ash dan SEC (Electrocoagulation of Sludge) menjadi material yang berguna untuk digunakan sebagai bahan penyusun paving block. Selama ini, limbah SEC dari pabrik tekstil hanya dikumpulkan sebagai bahan yang tidak berguna, sehingga memanfaatkan penggunaan material limbah ini menjadi lebih penting dalam rangka pengurangan limbah padat pada lingkungan sekitar. Untuk meningkatkan kuat tekan paving block, campuran fly ash, yang merupakan bahan limbah industri yang tidak dimanfaatkan. Komposisi campuran fly ash pada nilai 20% sedang komposisi variasi SEC sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Pada masing-masing kondisi dibuat 9 benda uji dengan pembagian masing-masing 3 benda uji untuk pengujian 7 hari, 28 hari dan 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi SEC makin tinggi akan mengurangi kuat tekan dan mutu paving block. Namun untuk variasi limbah SEC sebesar 5% masih dapat digunakan untuk campuran dengan target mutu pavingblock B. Penurunan nilai kuat tekan dikarenakan adanya pengaruh unsur karbon (C) dalam limbah SEC. Secara visual, Benda uji dengan kandungan SEC tinggi akan terlihat basah, dan mengalami proses pengeringan yang lama, hal ini dikarenakan SEC memiliki sifat menangkap air, dan sulit menguapkan air.Kata kunci: sludge, limbah tekstil, elektrokoagulasi, fly ash, pavingblock ABSTRACTThis research tries to utilize a mixture of fly ash waste and SEC (Electrocoagulation of Sludge) into a useful material to be used as a paving block material. So far, SEC waste from textile factories has only been collected as useless material, so making use of this waste material has become more important in order to reduce solid waste in the surrounding environment. To increase the compressive strength of paving blocks, mix fly ash, which is an unused industrial waste material. The composition of the fly ash mixture is 20%, while the SEC variation composition is 0%, 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. In each condition, 9 test objects were made, divided into 3 test objects each for 7 days, 28 days and 56 days testing. The research results show that adding a higher SEC concentration will reduce the compressive strength and quality of the paving block. However, a 5% variation in SEC waste can still be used for a mixture with a paving block quality target of B. The decrease in compressive strength is due to the influence of the carbon element (C) in SEC waste. Visually, test objects with a high SEC content will appear wet, and undergo a long drying process, this is because SEC has the property of capturing water, and is difficult to evaporate water.Keywords: sludge, textile waste, electrocoagulation, fly ash, paving block 
Pengaruh Konfigurasi Batang Tunggal dan Ganda Terhadap Kapasitas Kuda-Kuda Kayu Bengkirai Fadillah, Hamzah Haikhal; Nuranita, Badriana
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.1

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membandingkan efisiensi konfigurasi penampang batang tunggal dan batang ganda terhadap kapasitas struktur kuda-kuda kayu dengan tipe rangka Modified Post Queen bentang 10 m. Analisis dilakukan berdasarkan aspek tegangan, lendutan, dan berat struktur. Jenis kayu yang digunakan adalah kayu Bengkirai yang umum digunakan sebagai material konstruksi bangunan. Perhitunagn struktur mengacu pada kriteria Desain Faktor Beban Ketahanan (DFBK) sesuai SNI 7973-2013 dan SNI 1727-2020. Hasil analisis menunjukkan rasio tegangan tarik dan tegangan tekan pada kuda-kuda batang ganda lebih besar 5,882%-32,496% dan 22,379%-49,333% dibandingkan batang tunggal. Lendutan aktual pada kuda-kuda batang tunggal mencapai 5,018 mm, sementara batang ganda 5,367 mm, keduanya masih memenuhi syarat lenduatan ijin. Sementara untuk berat struktur, batang ganda lebih ringan 16,351% dibandingkan batang tunggal. Secara keseluruhan, kedua jenis kuda-kuda memenuhi standar kekuatan (rasio tegangan) dan kekakuan (lendutan), namun batang ganda lebih unggul dari aspek berat, sehinggal lebih direkomendasikan untuk pengaplikasian struktural.Kata kunci: kuda-kuda kayu, batang tunggal, batang ganda, rasio tegangan, lendutan, berat struktur ABSTRACTThis study compares the efficiency of single-section and double-section configurations in the structural capacity of a 10-meter span wooden truss with a Modified Post Queen frame type. The analysis is conducted based on stress ratios, deflection, and structural weight aspects. Bengkirai wood, commonly used as a construction material, is selected for this study. Structural calculations follow the Load and Resistance Factor Design (LRFD) criteria based on SNI 7973-2013 and SNI 1727-2020. The analysis results indicate that the tensile and compressive stress ratios in the double-section truss are 5.882%-32.496% and 22.379%-49.333% higher, respectively, than those in the single-section truss. The actual deflection of the single-section truss reaches 5.018 mm, while the double-section truss is 5.367 mm, both meeting the allowable deflection limits. In terms of structural weight, the double-section truss is 16.351% lighter than the single-section truss. Overall, both truss configurations meet the strength (stress ratio) and stiffness (deflection) standards, but the double-section truss is superior in terms of weight efficiency, making it more recommended for structural applications.Keywords: wooden truss, single-section, double-section, stress ratio, deflection, structural weight
Pemanfaatan Limbah Kaca Sebagai Substitusi Filler Dalam Campuran Mortar Geopolimer Sandika, Faris Gilar; Desimaliana, Erma; Shima, Ratih Dewi
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.52

Abstract

ABSTRAKLimbah kaca merupakan material anorganik yang tidak dapat didaur ulang secara alami, sehingga perlu penanganan yang tepat supaya tidak mencemari lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kembali limbah kaca sebagai alternatif material konstruksi, seperti material pengisi (filler) dalam campuran beton geopolimer karena memiliki kandungan kimia silika yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah kaca sebagai filler dalam campuran mortar geopolimer. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium. Pengujian kuat tekan mortar geopolimer dengan variasi penambahan limbah kaca sebesar 0%, 25%, 50% dan 75% terhadap agregat halus. Limbah kaca yang digunakan yaitu lolos saringan no. 4. Rasio larutan alkali aktivator (NaoH:Na2SiO3) yaitu 1:3 dengan konsentrasi 10M. Hasil kuat tekan maksimum rata-rata didapatkan pada substitusi limbah kaca 25%; yaitu 37,39 MPa melampaui kuat tekan rencana mortar tipe M 17,16 MPa berdasarkan ASTM C 270. Walaupun nilai tersebut menurun 14,81% dari variasi 0% sebagai mortar geopolimer kontrol.Kata kunci: limbah kaca, substitusi filler, kuat tekan, mortar geopolimer ABSTRACTGlass waste is an inorganic material that cannot be recycled naturally, so it needs proper handling so as not to pollute the environment. This can be done by reusing glass waste as an alternative construction material, such as filler material in geopolymer concrete mixtures because it has a high silica chemical content. This study aims to determine the effect of utilizing glass waste as a filler in a geopolymer mortar mixture. The study was conducted experimentally in the laboratory. Testing the compressive strength of geopolymer mortar with variations in the addition of glass waste of 0%, 25%, 50% and 75% to fine aggregate. The glass waste used is that which passes sieve no. 4. The ratio of alkali activator solution (NaoH: Na2SiO3) is 1: 3 with a concentration of 10M. The average maximum compressive strength results were obtained at 25% glass waste substitution; namely 37.39 MPa exceeding the planned compressive strength of type M mortar 17.16 MPa based on ASTM C 270. Although the value decreased by 14.81% from the 0% variation as a control geopolymer mortar.Keywords: glass waste, filler substitution, compressive strength, geopolymer mortar
Model Kurva Bilinier Tegangan-Regangan Lentur, Tekan Sejajar Serat, dan Tekan Tegaklurus Serat Kayu Simalambuo (Lophopetalum sp.) Pranata, Yosafat Aji; Frisda, Tani; Novi, Novi; Hagiyanto, Sofhie Angela
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.11

Abstract

ABSTRAKKayu Simalambuo (Lophopetalum sp.) dari Nias banyak dipergunakan sebagai bahan baku kayu untuk membuat bangunan kayu dengan fungsi untuk tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan mendapatkan model kurva tegangan-regangan kayu Simalambuo (Lophopetalum sp.). Ruang lingkup penelitian yaitu kurva tegangan-regangan kayu yang dipelajari adalah sifat mekanika lentur dan tekan (sejajar serat dan tegaklurus serat kayu). Data sifat mekanika kayu diperoleh dari penelitian sebelumnya yaitu pengujian destruktif mengacu standar ASTM D143 dengan metode primer, dengan bahan baku kayu berasal dari Pulau Nias. Hasil penelitian yaitu model kurva tegangan-regangan lentur, tekan arah sejajar serat, dan tekan arah tegaklurus serat memberikan kontribusi bagi praktisi dan akademisi dalam perencanaan bangunan kayu tahan gempa. Model kurva bilinier tegangan-regangan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi untuk analisis elastik maupun inelastik bangunan gedung kayu.Kata kunci: sifat mekanika, simalambuo, nias, eksperimental, bangunan ABSTRACTSimalambuo wood (Lophopetalum sp.) from Nias is widely used as wood raw material to make wooden buildings with residential functions. This research aims to obtain a curve model of the stress-strain of Simalambuo wood (Lophopetalum sp.). The scope of the research is the stress-strain curve of wood are the mechanical properties of flexural and compressive (parallel to the grain and perpendicular to the grain). Data on the mechanical properties of wood was obtained from previous research, namely destructive testing referring to the ASTM D143 standard using the primary method, with wood raw materials originating from Nias Island. The results of the research, namely the curve model of the stress-strain in term of bending, compression parallel to the grain, and compression perpendicular to the grain provide a contribution to practitioners and academics in design of earthquake-resistant wooden buildings. The bilinear stress-strain curve model resulting from this research can be a reference for elastic and inelastic analysis of wooden buildings.Keywords: mechanical properties, simalambuo, nias, experimental, building 
Pergerakan Becak Tradisional Dalam Mendukung Pariwisata di Kota Yogyakarta Desiana, Renny; Iscahyono, Achmad Fauzan; Kusmantoro, Iwan Pratoyo
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.63

Abstract

ABSTRAKYogyakarta adalah salah satu kota wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik wisata lokal maupun mancanegara. Kota Yogyakarta berkembang dengan tetap mempertahankan nilai budaya dan sejarahnya.  Salah satu fitur khas yang masih bertahan di Kota Yogyakarta adalah adanya becak tradisional. Di tengah kemajuan teknologi yang terus berkembang, maka perlu adanya upaya untuk melestarikan keberadaan becak tradisional ini.  Berlandaskan hal tersebut, maka tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pola pergerakan becak tradisional dan merumuskan strategi keberlanjutan becak tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perolehan data melalui observasi dan wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis deskriptif dan SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlu keterlibatan berbagai golongan masyarakat dan stakeholder dalam proses perencanaan maupun pengelolaan sistem transportasi pada becak tradisional.Kata kunci: becak tradisional, keberlanjutan, SWOT ABSTRACTYogyakarta is a popular tourism destination for both domestic and international travelers. Yogyakarta is developing while preserving its historical and cultural traditions. Traditional pedicabs are one feature that is still present in Yogyakarta. In an era of rapidly improving technological advancement, efforts must be conducted to maintain the existence of this traditional pedicab. Based on this, the aim of this research is to identify the traditional rickshaws' movement patterns and develop a sustainability strategy for these. This research uses a qualitative methodology and collects information with interviews and observation. In this study, descriptive analysis and SWOT were the methods used. The findings of this study suggest that diverse community organizations and stakeholders need to be included in the planning and management of the traditional rickshaw transportation system.Keywords: traditional pedicab, sustainable, SWOT 

Page 1 of 1 | Total Record : 10