cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1: Maret 2023" : 8 Documents clear
Pengembangan Perangkat Lunak Perancangan Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur Metode PD T-05-2005-B Menggunakan Borland Delphi Kamaludin Djaenudin; Muhammad Fikri Abdillah
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 1: Maret 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i1.1

Abstract

ABSTRAKPenggunaan lapis tambah pada perkerasan jalan adalah upaya untuk memperbaiki kondisi fungsional dan struktural, karena perkerasan jalan memiliki masa pakai yang terbatas. Seiring bertambahnya usia, kondisi jalan akan semakin buruk hingga memerlukan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat lunak tebal lapis tambah bernama "OVRL" dengan mengikuti pedoman Pd T-05-2005-B menggunakan metode lendutan yang melibatkan alat Benkelman Beam (BB) dan alat Falling Weigth Deflectometer (FWD) yang dibuat dengan Borland Delphi. Perangkat lunak OVRL dapat digunakan sebagai pendamping Pd T-05-2005-B untuk mempercepat proses perhitungan karena seluruh tahap perhitungan telah tersedia dalam perangkat lunak tersebut. Analisis menggunakan perangkat lunak dapat mengurangi waktu dan kesalahan manusia dalam proses perhitungan yang kompleks. Hasil perhitungan menggunakan perangkat lunak OVRL memiliki tingkat kemungkinan kesalahan yang sangat kecil dengan rentang keyakinan 95%. Ini akan membantu mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dalam proses perhitungan.Kata kunci: lapis tambah, perkerasan jalan, rehabilitasi, Borland Delphi, metode lendutan, perangkat lunak OVRL ABSTRACTThe use of additional layers on road pavement is an effort to improve the functional and structural conditions, as road pavements have a limited lifespan. As the age increases, the condition of the road will deteriorate to the point where rehabilitation is needed. This study aims to develop the "OVRL" software for calculating the thickness of the additional pavement layers, following the guidelines of Pd T-05-2005-B using the deflection method involving Benkelman Beam (BB) and Falling Weight Deflectometer (FWD) equipment created using Borland Delphi. OVRL software can be used as a companion to Pd T-05-2005-B to speed up the calculation process because all calculation steps are available in the software. The analysis using the software can reduce time and human errors in complex calculation processes. The results of the OVRL software calculations have a very small probability of error with a 95% confidence interval estimate. This will help reduce the possibility of human errors in the calculation process.Keywords: overlay, pavement, rehabilitation, Borland Delphi, deflection method, OVRL software
Perubahan Karakteristik Campuran Aspal AC-WC dengan Penambahan Sampah Plastik Adi Subandi; Sartono Sartono
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 1: Maret 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i1.56

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sampah plastik terhadap kualitas campuran aspal AC-WC, serta mengetahui berapa besar prosentase sampah plastik yang bisa ditambahkan untuk campuran aspal AC-WC. Manfaat dari penelitian yaitu mengetahui kinerja atau kualitas dari campuran aspel AC-WC setelah ditambah sampah plastik dengan prosentase tertentu terhadap volume campuran, yang diharapkan juga akan mengurangi volume sampah plastik yang ada dimasyarakat serta meningkatkan kualitas dari campuran aspal panas itu sendiri. Dalam penelitian ini penulis bekerja sama dengan PT. ADHI KARYA AMP Kawasan Cirebon sebagai tempat laboratorium pengujian dan skaligus sumber bahan. Hasil penelitian berupa data laboratorium dengan variasi penambahan sampah plastik dengan beberapa skenario penambahan penambahan sampah plastik dengan besaran prosentase 0%, 2%, 4%, 6% dan 8% dengan kadar aspal optimum 5,9%.Kata kunci: campuran aspal, sampah plastik, aspal AC-WC ABSTRACTThe study has to investigate affect from the adding plastic waste to the AC-WC asphalt mixture quality, and to find out that percentage of plastic waste could be added to the AC-WC asphalt mixture. The research benefit is knowing the performance or quality of the AC-WC asphalt mixture after adding plastic waste with a certain percentage of the mixture volume, that is expected to reduce the plastic waste at community and also it can improve the hot asphalt mixture quality itself. In this study the authors cooperate with PT. ADHI KARYA AMP for Cirebon area is a testing laboratory and also a source of materials. The results are laboratory data with variations plastic waste addition with several scenarios of adding additional plastic waste with percentages of 0%, 2%, 4%, 6% and 8% with an optimum asphalt content of 5,9%.Keywords: asphalt mix, plastic waste, AC-WC asphalt
Assesment dan Perkuatan Struktur Gedung Studi Kasus: Bangunan Gedung UPTD PPD Dispenda Samsat Malimping Ilham Ilham; Annisa Annisa
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 1: Maret 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i1.12

Abstract

ABSTRAKLatar belakang dilakukannya penelitian ini dikarenakan hasil uji kuat tekan sampel beton umur 28 hari dan hasil uji kuat tekan sampel beton core drill dari struktur eksisting memiliki nilai yang jauh di bawah nilai kuat tekan rencana serta nilai kapasitas kolom tidak mencukupi untuk memikul beban rencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara investigasi lapangan (pengamatan visual dan pengambilan sampel uji core drill), sedangkan untuk perkuatan struktur direkomendasikan dengan cara penerapan metode jacketing. Pemodelan struktur gedung dilakukan dengan bantuan program komputer berbasis metode elemen hingga. Pemeriksaan terhadap struktur eksisting berdasarkan dua kondisi peraturan gempa, yaitu SNI 1726-2012 dan SNI 1726-2019. Hasil dari pemeriksaan menunjukkan bahwa beban rencana yang terjadi melebihi kapasitas kolom, baik pada kondisi DED Struktur (perencanaan) maupun pada kondisi eksisting lapangan (pelaksanaan), sehingga perlu dilakukan perkuatan struktur agar diperoleh hasil pemeriksaan terhadap kapasitas penampang struktur yang memenuhi syarat SNI 1726-2019 dan SNI 2847-2013. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perkuatan dengan metode jacketing dapat meningkatkan kapasitas kolom terhadap beban rencana. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rasio Demand vs Capacity (D/C) pada kolom perkuatan jacketing kurang dari 1 (satu).Kata kunci: struktur gedung, perkuatan struktur, metode jacketing ABSTRACTThe background for this research is because of 28-days-old concrete compressive strength test and core drill concrete compressive strength test from the existing structure which has a value far below the design compressive strength and the column capacity is not sufficient to carry the design load. The method used in this research is a field investigation (by visual observation and by taking core drill test samples).  Meanwhile, for structural reinforcement, it is recommended to apply the jacketing method. Building structure modeling is done with the help of a computer program based on the finite element method. Investigation of the existing structure is based on two conditions of earthquake regulations, SNI 1726-2012 and SNI 1726-2019. The inspection results show that the design load exceeds the column capacity in the structural DED condition (planning) and the existing field conditions (implementation). After strengthening the structure, the results of the investigation of the structural cross-sectional capacity concerning SNI 1726-2019 and SNI 2847-2013 meets the requirements. Therefore, it can be concluded that jacketing reinforcement method can increase the column capacity against the design load. This is indicated by the Demand vs. Capacity (D/C) ratio in the jacketing reinforcement column is less than 1 (one).Keywords: building structure, structural reinforcement, jacketing method
Perencanaan Kolom Komposit Silinder pada Terminal Bandara Mirara Khanza
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 1: Maret 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i1.67

Abstract

ABSTRAKSemakin berkembangnya moda transportasi udara, kebutuhan akan infrastruktur bandara pun meningkat. Terminal bandara merupakan bagian penting dari bandara untuk kedatangan dan keberangkatan penumpang. Untuk akses yang baik, terminal membutuhkan ruang terbuka yang luas sehingga penggunaan kolom dibatasi. Dengan berkurangnya kolom, jarak antar bentang pun menjadi panjang dan gaya yang bekerja pada kolom menjadi lebih besar. Kolom harus tetap mampu menahan gaya-gaya yang bekerja walaupun dimensi kolom tidak diperbesar. Pada penelitian ini dilakukan analisis kolom komposit antara beton bertulang dan profil baja untuk mengatasi permasalahan kebutuhan bentang panjang. Kolom komposit yang direncanakan berbentuk silinder karena dinilai lebih efektif dan lebih indah dalam segi estetika. Pada penelitian ini pun juga dipaparkan analisis dari kolom beton bertulang persegi dengan lebar yang sama dengan diameter kolom silinder. Perhitungan analisis mengacu pada SNI beton dan AISC, dan dari hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa dengan diameter yang sama dengan lebar kolom beton bertulang persegi, kolom komposit silinder memiliki kapasitas aksial 17.500 kN dan kapasitas momen 200 kNm lebih besar. Sementara dari segi estetika, kolom silinder juga memiliki bentuk yang lebih indah dan volume elemen 21% lebih kecil.Kata kunci: kolom komposit silinder, bentang panjang, beton bertulang, profil baja ABSTRACTWith the development of air transportation modes, the need for airport infrastructure is also increasing. The airport terminal is an important part of the airport for the arrival and departure of passengers. For good access, the terminal needs a large open space so that the use of columns is limited. With reduced columns, the distance between spans becomes longer and the force acting on the columns becomes greater. The column must still be able to withstand the forces acting even though the column dimensions are not enlarged. In this research, the analysis of composite columns between reinforced concrete and steel profiles was carried out to overcome the problem of long span requirements. The planned composite column is cylindrical because it is considered more effective and more beautiful in terms of aesthetics. In this study also presented an analysis of a square reinforced concrete column with the same width as the diameter of a cylindrical column. Analysis calculations refer to SNI concrete and AISC, and the results of the analysis show that with the same diameter as the width of a rectangular reinforced concrete column, a cylindrical composite column has an axial capacity of 17,500 kN and a moment capacity of 200 kNm greater. Meanwhile, in terms of aesthetics, the cylindrical column also has a more beautiful shape and 21% smaller element volume.Keywords: cylindrical composite column, long span, reinforced concrete, steel profile
Eksplorasi Posisi Sambungan dan Penambahan Elemen Pengaku Untuk Meningkatkan Kekakuan pada Balok RISHA Carissa Carissa; Dewi Larasati; Sugeng Triyadi; Mia Wimala; Altho Sagara; Adhie Irham
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 1: Maret 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i1.25

Abstract

ABSTRAKRangkaian panel RISHA menciptakan ruangan maksimal 3 m x 3 m. Beberapa penelitian yang dilakukan membuktikan ukuran tersebut belum nyaman jika digunakan sebagai rumah tinggal Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pada perkembangannya, teknologi RISHA digunakan untuk bangunan dengan bentang balok yang lebih lebar, sehingga kekakuan balok harus ditingkatkan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi posisi sambungan dan penambahan elemen pengaku dalam upaya meningkatkan kekakuan pada sambungan antar panel struktur RISHA. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan simulasi software beam calculator untuk mendapatkan uji gaya momen, gaya geser, dan defleksi. Analisis menggunakan metode weighted product (WP) untuk mendapatkan posisi sambungan dan elemen pengaku terbaik. Simulasi dilakukan dengan eksplorasi posisi sambungan dan elemen pengaku untuk meningkatkan kekakuan pada sambungan antar panel struktur RISHA. Hasil pengujian menunjukan balok yang terdiri dari tiga panel memiliki kekakuan yang lebih besar dari dua panel dan elemen pengaku splice lebih unggul dibandingkan corbel, maka penambahan elemen pengaku terbukti dapat meningkatkan kekakuan pada sambungan antar panel struktur RISHA.Kata kunci: RISHA, kekakuan, corbel, splice, momen, gaya geser ABSTRACTThe RISHA series of panels creates a room of up to 3 m x 3 m. Several studies have been conducted to prove that this size is not comfortable when used as a low-income community residence. In its development, RISHA technology is used for buildings with wider span beams, so that beam stiffness must be increased, therefore this study aims to review the position of joints and the addition of stiffener elements to increase stiffness in joints between RISHA structural panels. This research was conducted using a quantitative approach. The data collection method uses beam calculator software simulation to obtain moment force, shear, and deflection tests. The analysis uses the weighted product (WP) method to get the best joints and stiffener elements. The simulation was carried out by exploring the position of the joints and the stiffening of the elements to increase the stiffness of the joints between the RISHA structural panels. The test results show that the beam consisting of three panels has greater stiffness than the two panels and the splice stiffener element is more than the corbel, so the addition of the stiffener element is proven to increase the elasticity at the joints between the RISHA structural panels.Keywords: RISHA, stiffener, corbel, splice, moment, shear force
Penetapan Tarif Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung Oka Purwanti; Herman Herman; Edianto Karo Karo
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 1: Maret 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i1.37

Abstract

ABSTRAKJumlah pergerakan orang antara Jakarta – Bandung bisa dikatagorikan tinggi setiap harinya. Akibatnya timbul masalah kemacetan di jaringan jalan karena penggunaan kendaraan pribadi. Keretra Api Cepat Jakarta Bandung merupakan salah satu usaha untuk mengatasinya. Jarak Kereta Api Cepat Jakarta Bandung sejauh 143 km. Permasalahan lain yaitu penetapan tarif Kereta Api Cepat tersebut. Hal ini merupakan faktor sensitifitas seberapa banyak penumpang mau menggunakannya. Metoda penetapan tarif menggunakan Kemampuan Membayar (Ability to Pay, ATP) dan Kemauan Membayar (Willingness to Pay, WTP). Pengumpulan data dengan melakukan survei terhadap pengguna kendaraan pribadi Jalan Tol Padaleunyi menggunakan metode stated preference. Hasil penelitian yaitu ATP sebesar Rp319.772,00 dan WTP untuk tarif sebesar Rp210.347,00.Kata kunci: ATP, WTP, tarif kereta depat ABSTRACTJakarta is one of the largest cities in Indonesia and has transportation problems that can be categorized as quite complex problems, including traffic congestion. To overcome the traffic congestion problem, a high-speed rail was built in Indonesia which connected the city of Jakarta and Bandung in West Java province, with a distance of 143 km. To find out the ability to pay and willingness to pay of prospective users of the Jakarta Bandung high speed rail mode of transportation, this research was conducted. The data collection method is by surveying private vehicle users located in the Rest Area KM 97 Padaleunyi Toll Road using the stated preference method. The results of the study are ATP is IDR319.772,00 and WTP is IDR210.347,00.Keywords: ATP, WTP, High Speed Rail Fares
Studi Perbandingan Penurunan Fondasi Grup Menggunakan Program Plaxis 3D dan Settle3D Studi Kasus Jembatan Wampu Muhammad Farrel Dito; Ikhya Ikhya; Mufidhiansyah Fahmi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 1: Maret 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i1.77

Abstract

ABSTRAKFondasi grup tiang adalah jenis fondasi yang umum digunakan pada struktur jembatan. Salah satu yang perlu diperhatikan dalam analisis suatu fondasi adalah penurunan yang dapat terjadi pada fondasi tersebut. Penurunan dapat terjadi karena suatu lapisan tanah yang mengalami pembebanan akibat beban yang diperoleh mengakibatkan terjadinya penurunan elevasi tanah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perbandingan penurunan yang dapat terjadi pada program Plaxis 3D dan Settle3D. Analisis perbandingan juga dilakukan dengan melakukan variasi geometri berupa variasi ketebalan pilecap dan ketebalan lapisan tanah di bawah fondasi. Hasil berupa nilai penurunan yang terjadi pada Settle3D akan dibandingkan dengan hasil penurunan pada Plaxis 3D yang menggunakan pendekatan FEM (Finite Element Method).Kata kunci: fondasi grup, penurunan, Plaxis 3D, Settle3D ABSTRACTPile group foundations are a type of foundation commonly used in a bridge structure. One of the things to note in the analysis of a foundation is the settlement that can occur on that foundation. The settlement can occur because of the load obtained from the upper structure. The study aims to conduct a comparative analysis of the settlement that can occur in Plaxis 3D and Settle3D programs. Comparative analysis is also using geometric variations in pilecap thickness and soil layer thickness under the foundation. The result of a settlement value that occurs in Settle3D will be compared to the result of a settlement in Plaxis 3D which is using the FEM (Finite Element Method).Keywords: group foundation, settlement, Plaxis 3D, Settle3D
Evaluasi Struktur Atas Jembatan Kereta Api WTT dengan Modifikasi Lebar Jalan Rel Standard Gauge Badriana Nuranita
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 1: Maret 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i1.46

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengevaluasi kapasitas struktur atas Jembatan KA WTT (Welded Through Truss) Tipikal bentang 42 meter dengan modifikasi pada bagian lebar jalan rel atau lebar sepur. Desain Jembatan yang ada saat ini diperuntukkan untuk lebar sepur 1067 mm, sedangkan untuk lebar sepur 1435 mm terjadi perubahan lebar jembatan dari 4,9 meter menjadi 5,5 meter. Evaluasi ditinjau berdasarkan analisis pada nilai defleksi jembatan dan rasio kapasitas. Hasil analisis menunjukkan defleksi maksimum jembatan sebasar 30,7 mm tidak melebihi defleksi izinnya yakni 42 mm sehingga masih memenuhi persyaratan. Namun berdasarkan hasil pengecekan rasio kapasitas, terjadi overstress pada beberapa batang seperti pada rangka/tiang ujung, gelagar memanjang dan gelagar melintang jembatan, sehingga dilakukan perencanaan struktur baru melalui modifikasi pada dimensi profil penampang guna menghasilkan desain jembatan yang memenuhi kriteria kekuatan dan kekakuan.Kata kunci: jembatan KA, rangka baja, WTT, sepur 1435 mm ABSTRACTThis study evaluated the capacity of the upper structure of the WTT (Welded Through Truss) Railway Bridge typical for 42 meters span with railway track gauge modification. The current bridge design is intended for a narrow gauge (1067 mm), while for a standar gauge (1435 mm) there is a change of the bridge width from 4,9 meters to 5,5 meters. The evaluation is reviewed based on the analysis on the bridge deflection value and capacity ratio. The results show that the maximum deflection of the bridge is 30,7 mm which does not exceed the allowable deflection (L/1000) so that adequate. However, based on the results of the capacity ratio, there is overstress on several beams such as the end post, stringers and floor beams. Therefore, a new or modified structure is required to get a bridge design with full strength and stiffness criteria.Keywords: railway bridges, steel truss, WTT, 1435 mm track gauge

Page 1 of 1 | Total Record : 8