cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Pengaruh Bahan Tambah Gula Pasir Terhadap Waktu Pengikatan dan Kuat Tekan. (Hal. 1-11) Trimurtiningrum, Retno; Sutriono, Bantot; Arrowrichta, Billy; Watu, Hiasintus Bertus; Misrawi, Misrawi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 1: Maret 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.594 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i1.1

Abstract

ABSTRAKDalam pelaksanaan pembangunan konstruksi beton, seringkali ditemui beberapa kendala, seperti lokasi batching plan yang berbeda dengan lokasi proyek serta tingginya temperatur saat pengecoran, sehingga dapat mempercepat waktu pengikatan beton. Untuk mencegah waktu pengikatan lebih awal, diperlukan bahan tambah kimia yang dapat memperlambat waktu pengikatan yaitu retarder. Akan tetapi, bahan tambah kimia mempunyai harga yang relatif tinggi. Oleh karena itu, pada penelitian ini digunakan gula sebagai bahan tambah alternatif, karena gula merupakan salah satu penyusun dalam komposisi retarder serta mempunyai harga yang cukup ekonomis. Persentase gula pasir yang digunakan bervariasi, yaitu 0% (sebagai benda uji kontrol); 0,03%; 0,05% dan 0,1%. Hasil pengujian menunjukkan waktu pengikatan terlama diperoleh campuran dengan persentase gula sebanyak 0,1% dengan waktu ikat awal 157 menit dan waktu ikat akhir 258 menit, sedangkan hasil pengujian kuat tekan maksimum sebesar 225,38 kg/cm2 diperoleh campuran dengan persentase gula sebanyak 0,05%.Kata kunci: waktu pengikatan, gula, kuat tekan, retarderABSTRACTIn concrete construction process, several obstacles are often to be encountered such as the location of the batching plan that is different from the project location, as well as the high temperature while casting causes the acceleration of concrete setting time. To prevent earlier setting time, chemical admixture which can slow down the setting time is needed, namely retarders. However, chemical admixtures have relatively high prices. Therefore, in this study, sugar was used as an alternative ingredient, because sugar is one of the retarder’s composition and has relatively economical price. The percentages of sugar were varied, which are 0% (as a control specimen); 0.03%; 0.05% and 0.1%. The test results showed that the longest setting time is obtained by mixture with 0.1% of sugar, with the initial setting time 157 minutes and the final setting time 258 minutes, while the maximum compressive strength test results are 225,38 kg/cm2 obtained by a mixture with 0,05% of sugar.Keywords: setting time, sugar, compressive strength, retarder
Analisis Perancangan Jembatan Rangka Batang Canai Dingin Pejalan Kaki Tipe Lower Deck berdasarkan Eurocode 3 dan SNI 7971:2013 (Hal. 12-21) Desmaliana, Erma; Pribadi, Amatulhay; Nurrachmam, Yopi Faisal
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 1: Maret 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i1.12-21

Abstract

ABSTRAKJembatan rangka batang canai dingin pejalan kaki merupakan jembatan yang terdiri dari batang-batang profil yang terhubung berbentuk segitiga dan dominan menerima gaya tarik atau tekan, serta ditujukan khusus untuk pejalan kaki dan kendaraan ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang perancangan jembatan pejalan kaki tipe dek bawah menggunakan material canai dingin berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7971:2013 dan Eurocode 3 dengan menggunakan program SAP2000. Hasil perancangan awal didapatkan profil 2C95x64x2 untuk gelagar memanjang dan melintang, batang vertikal dan horisontal, serta profil 2C95x70x2 untuk batang diagonal. Hasil analisis program SAP2000 menunjukkan bahwa jembatan rangka batang tipe dek bawah memiliki nilai lendutan sebesar 1,1 mm. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa rasio beban terhadap kapasitas penampang batang tarik dan batang tekan jembatan rangka batang tipe dek bawah bernilai 0,426 dan 0,445 untuk Eurocode 3, sedangkan untuk SNI 7971:2013 bernilai 0,602 dan 0,545Kata Kunci: jembatan rangka batang, canai dingin, pejalan kaki, dek bawah, SNI 7971:2013, Eurocode 3 ABSTRACKPedestrian cold formed truss bridge consists of connected profile members in a triangular shape and predominantly transfer tensile or compressive forces, and specifically intended for pedestrians and light vehicles. This research intends to examine the design of lower deck pedestrian cold formed bridge based on the Indonesian National Standard (SNI) 7971: 2013 and Eurocode 3 using the SAP2000 program. Preliminary design results obtained 2C95x64x2 profiles for longitudinal and transversal girders, vertical and horizontal members, and 2C95x70x2 profiles for diagonal members. The result of SAP2000 program analysis shows that the deflection of lower deck truss bridge is 1.1 mm. Based on the results of the analysis, it obtained that the ratio of the load to the tension and compression cross-sectional capacity of the lower deck truss bridge is 0.426 and 0.445 for Eurocode 3, while for SNI 7971:2013 is 0.602 and 0.545.Keyword: truss bridge, cold formed, pedestrian, lower deck, SNI 7971:2013, Eurocode 3
Studi Perbandingan Respon Struktur Gedung Menggunakan Fluid Viscous Damper dengan Variasi Jumlah Lantai. (Hal. 22-32) Pribadi, Amatulhay; Desmaliana, Erma; Fadlisha, Diandra Tira
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 1: Maret 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i1.22

Abstract

ABSTRAKPendekatan teknologi dapat dilakukan dalam perencanaan struktur tahan gempa salah satunya yaitu dengan menggunakan Fluid Viscous Damper (FVD). Alat peredam FVD memiliki fungsi untuk menyerap energi gempa dan mengurangi gaya gempa rencana yang dipikul elemen-elemen struktur sehingga memungkinkan struktur bangunan menjadi lebih elastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah lantai yang paling efektif terhadap kinerja struktur portal beton dengan pola penempatan FVD yang paling baik untuk variasi jumlah lantai gedung yaitu 12, 16, dan 20 lantai. Metode yang digunakan yaitu analisis dinamis riwayat waktu dengan menggunakan software ETABS v.15.2.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur gedung 12 lantai memberikan peningkatan respon struktur yang paling baik. Penggunaan FVD pada struktur 12 lantai mereduksi waktu getar alami struktur sebesar 49,75%, meningkatkan gaya geser dasar hingga 28,87%, dan mereduksi simpangan struktur baik akibat beban gempa respons spektra maupun beban time history.Kata Kunci: fluid viscous damper, metode riwayat waktu, waktu getar, gaya geser dasar, dan simpangan struktur ABSTRACTTechnological approach can be performed on earthquake-resistant structural design method, one of which is by using the Fluid Viscous Damper (FVD). The main function of FVD as a damper is to absorb seismic energy and reduce the seismic force which is carried by structural elements and thus the building structures become more elastic. This study aims to determine the most effective number of floors for the performance of reinforced concrete frames structure using best position of FVD with three floors variations, which are 12, 16, and 20 floors. The dynamic time history analysis method is tested using ETABS v.15.2.2 software. The results showed that the 12-story structure generates the best structural response. The installation of FVD on a 12-story structure reduces the natural period of structure by 49,75%, increases the base shear force by 28,87%, and reduces the drift of structure due to response spectrum load as well as time history loads.Keyword: fluid viscous damper, time history methods, structural period, base shear, and drift
Analisis Konstanta Pegas pada Fondasi Tiang (Studi Kasus: Gedung Type B DPRD Surabaya). (Hal. 42-51) Yakin, Yuki Achmad; Pratiwi, Desti Santi; Bilaldy, Berry Fawaz
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 1: Maret 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i1.42

Abstract

ABSTRAKKonstanta pegas tanah (k ) merupakan suatu hubungan konsep pengertian di antara tekanan tanah dan defleksi. Nilai konstanta pegas sudah banyak digunakan di dalam analisis konstruksi bagian-bagian fondasi. Nilai  dipakai untuk menghitung besarnya reaksi pada kepala tiang atau besarnya penurunan elastis pada pondasi. Konstanta pegas pada tanah terdiri dari dua arah, yaitu arah vertikal dan arah horizontal. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis perhitungan nilai  pada lapisan tanah pasir dan lempung menggunakan Program Lpile dan Allpile. Perhitungan nilai k  untuk arah horizontal dilakukan menggunakan metode kurva p-y (Program Lpile) sedangkan untuk arah vertikal menggunakan metode kurva t-z  (Program Allpile). Nilai k  yang didapatkan dari kurva p-y dan kurva t-z akan dibandingkan dengan metode konvensional yang biasa digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai k  arah horizontal dengan metode p-y lebih besar dibandingkan dengan konvensional, sedangkan nilai k  arah vertikal hasil metode t-z  lebih kecil dibandingkan dari metode konvensional.Kata Kunci: konstanta pegas tanah, N-SPT, kurva , kurva , Allpile, Lpile ABSTRACTThe soil spring constant (k ) is a correlation concept between soil pressure and deflection. The value of spring constant has been widely used in the analysis of foundation parts. The value is used to calculate the magnitude of the reaction at the pile head or elastic settlement in the foundation. Soil spring constant consists of two directions, vertical direction and horizontal direction. This research will analyze the calculation of the  value on sand and clay sil layers using Lpile and Allpile Program. Calculation of the  value for the horizontal direction was used the p-y curve methode (Lpilee Program), while for the vertical direction used the t-z cuve method (Allpile). The k values obtained from the p-y curve and th t-z curve will be compared with convntional methiods. The analysis results show that the horizontal k value with the  p-y method is greater than the conventional method, while the value in the vertical direction from the t-z method is smaller than the conventional method.Key Words: soil spring constant, N-SPT,  p-y curve, t-z curve, Allpile, Lpile
Analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Angkutan Kota Trayek Cimahi – Leuwipanjang Bandung. (Hal. 33-41) Elkhasnet, Elkhasnet; Al Rasyid, Muhammad Fathurrahman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 1: Maret 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i1.33

Abstract

ABSTRAKBanyaknya kendaraan angkutan kota trayek Cimahi-Leuwipanjang yang berhenti beroperasi dan dibiarkan terparkir di bawah jembatan layang menjadi bukti atas kegagalan sistem transportasi di Jawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis biaya operasional kendaraan (BOK) menggunakan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum Di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (SK.687/AJ.206/DRJD/2002) dan survei pengeluaran dan pendapatan angkutan kota trayek Cimahi – Leuwipanjang. Pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan sopir dan data-data terkait dengan BOK yang  tersedia  di berbagai media. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa rata rata biaya operasional kendaraan angkutan kota trayek Cimahi – Leuwipanjang adalah Rp56.590.250,00 per tahun, sedangkan rata-rata pendapatan adalah Rp82.672.500,00 per tahun dan rata-rata pendapatan bersih adalah Rp26.082.250,00 per tahun atau Rp2.173.520,00 per bulan. Rendahnya pendapatan sopir atau pemilik menyebabkan banyak angutan kota yang tidak beroperasiKata Kunci: biaya operasional kendaraan, pendapatan, pendapatan bersih ABSTRACTThe large number of city transportation vehicles on the Cimahi – Leuwipanjang route that have stopped operating and parked under the flyover, is evidence of the failure of the transportation system in West Java. The purpose of this study was to analyze Vehicle Operating Costs (VOC) using the Technical Guidelines for the Implementation of Public Passenger Transportation in Urban Areas on Fixed and Regular Routes from the Directorate General of Land Transportation (SK.687/AJ.206/DRJD/2002) and survey of transportation expenses and income. Data was collected from interviews with the driver and from various media. From this research it obtained that the average operational cost of city transportation vehicles on Cimahi – Leuwipanjang  route is Rp56,590,250,00 per year, while the income is Rp26,082,250,00 per year and the nett income is Rp2,173,520,00 per month. The low income of drivers or owners has caused many city transportation vehicles not to operate.Key Words: vehicle operating cost, income, nett income
Penetapan Tarif pada Reaktivasi Kereta Api Bandung – Ciwidey dengan Metode Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP). (Hal. 54-63) Herman, Herman; Tamara, Reginawati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 1: Maret 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i1.54

Abstract

ABSTRAKCiwidey adalah kecamatan di Kabupaten Bandung yang merupakan sentra produksi pertanian dan wisata. Pertumbuhan pergerakan orang dan barang dari dan ke daerah ini semakin tinggi. Menindak lanjuti hal ini PT. Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mereaktivasi atau menghidupkan kembali jalur kereta api Bandung - Ciwidey. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya tarif kereta api berdasarkan kesediaan dan kemampuan membayar pengguna potensial dengan metode Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP). Hasil analisis mendapatkan nilai ATP sebesar Rp9.274,00 dan WTP sebesar Rp17.909,00. Sehingga dapat terlihat bahwa WTP responden lebih besar dari ATP.Kata Kunci: penetapan tarif, reaktivasi kereta api, Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP) ABSTRACTCiwidey is a district in the Bandung Regency which is a centre agricultural production and tourism. The growth of people and goods movement to and from this area is continuously increase. As a response, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) plans to reactivate or revive the Bandung - Ciwidey railroad. This study aims to calculate railway tariffs based on the willingness and ability to pay of the potential users using the Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) methods. The result found that ATP is Rp9.274,00 and WTP is Rp17.909,00. Therefore, WTP is higher than the ATP.Key Words: fare determination, railway reactivation, Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP)
Kajian Kategori Education pada Pelaksanaan Green Campus di Itenas Ratih Dewi Shima; Mia Wimala; Emma Akmalah
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.105

Abstract

ABSTRAKGreen campus merupakan salah satu terobosan green building dalam mengubah cara pandang dan gaya hidup warga kampus agar sadar akan pentingnya konsep ramah lingkungan. Di antara indikator-indikator pembentuk green campus, kategori education merupakan kategori yang membedakan green campus dengan green building. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan green campus di Institut Teknologi Nasional Bandung (Itenas) berdasarkan kategori Education—Greenmetric UI. Data diperoleh dari hasil studi literatur dan wawancara dengan pihak Itenas dan Greenmetric UI, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis kesenjangan. Hal ini dimaksudkan untuk membandingkan pelaksanaan pendidikan green campus Itenas (eksisting) dengan nilai rata-rata standar Greenmetric UI Global Ranking System (ideal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Itenas memiliki nilai di bawah rata-rata standar Greenmetric UI Global Ranking System, terutama pada nilai kategori Sustainability Publication.Kata Kunci: green campus, Greenmetric UI, kategori education ABSTRACTGreen campus is a part of green building to change people’s perspective towards efficient lifestyle and eco-living concept. One category which emphasize green campus on green building is education category. This paper aims to provide the implementation of green campus in of the National Institute of Technology Bandung (Itenas), based on education category (Greenmetric UI). The data were obtained from literature study and interview with Itenas and Greenmetric UI staff. Gap analysis method is used to measure the implementation green campus in Itenas based on education category Greenmetric UI Global Ranking System 2015 average grades and to identify the gap between existing condition and Greemetric UI Standard. The results showed that Itenas has not fulfill the average value based on Greenmetric UI Global Ranking System, especially on Sustainability Publication indicator.Keywords: green campus, Greenmetric UI, education category
Analisis Stabilitas Lereng Dengan Perkuatan Geotekstil Woven Akibat Pengaruh Termal Menggunakan Metode Elemen Hingga Imron Maulana Fauzi; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.61

Abstract

ABSTRAKAda beberapa jenis perkuatan tanah untuk mengantisipasi longsoran yang sering digunakan di Indonesia seperti halnya geotekstil. Analisis stabilitas dilakukan pada lereng timbunan dengan kemiringan 1V:1H, 1V:1,5H dan 1V:2H dengan membandingkan kondisi lereng timbunan tanpa perkuatan geotekstil, lereng timbunan dengan perkuatan geotekstil serta lereng timbunan dengan perkuatan geotekstil yang dipengaruhi oleh termal menggunakan software PLAXIS 2D 2017. Analisis pengaruh termal dilakukan dengan memvariasikan besaran nilai suhu dan parameter termal tanah (kapasitas, konduktivitas dan ekspansi). Terjadi penurunan stabilitas lereng timbunan dengan perkuatan geotekstil yang diakibatkan oleh semakin besarnya nilai suhu termal dan terjadi peningkatan stabilitas lereng dengan perkuatan geotekstil akibat meningkatnya nilai ekspansi termal, sedangkan nilai konduktivitas dan kapasitas termal tidak berpengaruh.   Kata kunci: lereng timbunan, geotekstil, stabilitas, suhu, parameter termal tanah. ABSTRACTThere are several types of soil reinforcement to anticipate landslide that are often used in Indonesia as well as geotextile. The stability analysis is carried out on the slope of the embankment with a slope of 1V:1H, 1V:1,5H and 1V:2H by comparing the slope conditions of the embankment without geotextile reinforcement, slope of embankment with geotextile reinforcement and slope of embankment with geotextile reinforcement that influenced by thermal using PLAXIS 2D 2017. The thermal effect analysis is carried out by varying the value of temperature and soil thermal parameters (capacity, conductivity and expansion). There is a decrease in the stability of the embankment slopes with geotextile reinforcement caused by the increasing thermal temperature value and an increase in slope stability with geotextile reinforcement due to the increase of thermal expansion value, while the conductivity and thermal capacity have no effect.Keywords:  embankment slope, geotextile, stability, temperature, thermal soil parameter.
Pemodelan 3D pada Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Metode Deep Mixed Column Widya Yunita Permatasari; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.26

Abstract

ABSTRAKMasalah yang sering dijumpai pada konstruksi yang dibangun diatas tanah lunak adalah masalah penurunan. Melihat kondisi tersebut maka harus dilakukan perbaikan tanah untuk mengurangi penurunan yang terjadi. Banyak metode perbaikan tanah yang dapat dilakukan, salah satu metode perbaikan tanah yaitu dengan menggunakan deep mixed column. Fungsi utama dari penggunaan deep mixed column adalah mengurangi penurunan di bawah timbunan. Ada berbagai macam pola penggunaan deep mixed column yang sering digunakan, namun pola yang digunakan pada pemodelan ini adalah pola persegi. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan Program PLAXIS 3D AE yang berbasis Elemen Hingga. Pemodelan deep mixed column dilakukan dengan berbagai jenis variasi jarak (1,4 m ; 1,6 m ; 1,8 m dan 2 m) dan diameter (0,4 m ; 0,6 m dan 0,8 m). Hasil pemodelan yang telah dilakukan menunjukan bahwa penggunaan deep mixed column dapat mengurangi penurunan sebesar 93,44 %.Kata kunci: tanah lunak, penurunan, perbaikan tanah, deep mixed column. ABSTRACTProblems that often found is construction built on soft soil is settlement problem. As on that condition, to decrease the settlement, soil improvement should be provided. Many kinds of soft soil improvement can be used, one of them is using deep mixed column. Main function of using deep mixed column is to decrease the settlement under embankment. There are lots of pattern in using deep mixed column that commonly used, none the less the pattern that used in this modeling is rectangular pattern. This analysis was done by using PLAXIS 3D with finite element method based. The deep mixed column was modeled with some variation of distance (1.4 m : 1.6 m : 1.8 m and 2 m) and diameter (0.4 m : 0.6 m and 0.8 m). The result of the modeling showing that using deep mixed column could decrease 93.44 % of settlement.Keywords: soft soil, settlement, soil improvement, deep mixed column.
Pengaruh Bahan Tambah Gula Pasir Terhadap Waktu Pengikatan dan Kuat Tekan Retno Trimurtiningrum; Bantot Sutriono; Billy Arrowrichta; Hiasintus Bertus Watu; Misrawi Misrawi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 1: Maret 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i1.1

Abstract

ABSTRAKDalam pelaksanaan pembangunan konstruksi beton, seringkali ditemui beberapa kendala, seperti lokasi batching plan yang berbeda dengan lokasi proyek serta tingginya temperatur saat pengecoran, sehingga dapat mempercepat waktu pengikatan beton. Untuk mencegah waktu pengikatan lebih awal, diperlukan bahan tambah kimia yang dapat memperlambat waktu pengikatan yaitu retarder. Akan tetapi, bahan tambah kimia mempunyai harga yang relatif tinggi. Oleh karena itu, pada penelitian ini digunakan gula sebagai bahan tambah alternatif, karena gula merupakan salah satu penyusun dalam komposisi retarder serta mempunyai harga yang cukup ekonomis. Persentase gula pasir yang digunakan bervariasi, yaitu 0% (sebagai benda uji kontrol); 0,03%; 0,05% dan 0,1%. Hasil pengujian menunjukkan waktu pengikatan terlama diperoleh campuran dengan persentase gula sebanyak 0,1% dengan waktu ikat awal 157 menit dan waktu ikat akhir 258 menit, sedangkan hasil pengujian kuat tekan maksimum sebesar 225,38 kg/cm2 diperoleh campuran dengan persentase gula sebanyak 0,05%.Kata kunci: waktu pengikatan, gula, kuat tekan, retarderABSTRACTIn concrete construction process, several obstacles are often to be encountered such as the location of the batching plan that is different from the project location, as well as the high temperature while casting causes the acceleration of concrete setting time. To prevent earlier setting time, chemical admixture which can slow down the setting time is needed, namely retarders. However, chemical admixtures have relatively high prices. Therefore, in this study, sugar was used as an alternative ingredient, because sugar is one of the retarder’s composition and has relatively economical price. The percentages of sugar were varied, which are 0% (as a control specimen); 0.03%; 0.05% and 0.1%. The test results showed that the longest setting time is obtained by mixture with 0.1% of sugar, with the initial setting time 157 minutes and the final setting time 258 minutes, while the maximum compressive strength test results are 225,38 kg/cm2 obtained by a mixture with 0,05% of sugar.Keywords: setting time, sugar, compressive strength, retarder