cover
Contact Name
Dewi Susanna
Contact Email
jurnalkesmas.ui@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesmas.ui@gmail.com
Editorial Address
G301 Building G 3th Floor Faculty of Public Health Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 19077505     EISSN : 24600601     DOI : https://doi.org/10.7454/kesmas
Core Subject : Health,
The focus of Kesmas is on public health as discipline and practices related to preventive and promotive measures to enhance the public health through a scientific approach applying a variety of technique. This focus includes areas and scopes such as Biostatistics, Environmental Public Health, Epidemiology, Health Policy, Health Services Research, Nutrition, Occupational Health and Industrial Hygiene, Public Health, Public Health Education and Promotion, Women Health.
Articles 928 Documents
Identifikasi Bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Penangkapan Ikan Nelayan Muroami Dharmawirawan, Dimas Ari; Modjo, Robiana
Kesmas Vol. 6, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelautan Kepulauan Seribu pada tahun 2009 terdapat 1.722 penduduk berprofesi sebagai nelayan. Sebanyak 299 orang berprofesi nelayan muroami yang menghadapi bahaya keselamatan dan kesehatan kerja tinggi dan hingga saat ini mereka belum mengetahui bahaya pekerjaan tersebut. Penelitian deskriptif dengan analisis kualitatif ini, bertujuan mendapatkan gambaran bahaya kegiatan penangkapan ikan nelayan muroami di Kelurahan Pulau Panggang, Kabupaten Kepulauan Seribu. Penelitian ini hanya mengamati para penyelam kompresor sebagai subjek penelitian dengan mengunakan metode identifikasi bahaya yaitu Job Hazard Analysis. Bahaya keselamatan dan kesehatan kerja pada tahapan aktivitas penangkapan ikan terdiri atas tahapan persiapan, tahapan penyelaman, dan tahapan penanganan hasil penangkapan. Bahaya yang dihadapi dikelompokkan menjadi bahaya bagi keselamatan dan bahaya kesehatan, bahaya bagi keselamatan pekerja meliputi ombak, lantai licin, duri ikan, terjepit, bahan bakar mesin kompresor, selang api korosif, tekanan udara pada tabung mesin kompresor, tuas terlepas, karang, gigitan biota laut, selang tertekuk, terputus, atau bocor dan tubuh yang tersangkut baling-baling kapal. Bahaya kesehatan meliputi ergonomik, kebisingan, tekanan ekstrim, temperatur dingin, temperatur panas, sengatan ikan dan karang beracun, gas CO, CO2 dan nitrogen. Data from Fisheries and Maritime Affairs Thousand Islands goverment in 2009 there were 1722 people living as fishermen, with 299 people living as muroami fishermen. Muroami Fishermen is one of the informal sector jobs which have high dangers of occupational health and safety, until now the fishermen don’t know the danger of their jobs.The study is descriptive with the approach of this qualitative analysis, aims to find the description on the danger of muroami fishing activities catch of fish, in Kelurahan Panggang Island, Thousand Islands District. This study only observed without intervention to the compressor divers as subjects of research. Hazard identification methods used Job Hazard Analysis. The results obtained OHS hazard description of fishing activities, consisting of: stage of preparation, 2. Stages Stage diving and handling of the arrest. Based on these stages, found the picture hazards can be classified into 2, namely: a danger to the safety of workers (the waves, the ship slippery floors, thorn fish, stuck, compressor fuel, corrosive fire hose, air pressure in the tube compressor machines, lever regardless, the coral, marine biota bites, the bent hose, the hose is disconnected, the hose is leaking and body caught in the propeller ship) and health hazards (ergonomics, noise, extreme pressure, cold temperatures, hot temperatures, and fish stings toxic reef, gas CO, CO2 and nitrogen).
Mencegah dan Menanggulangi Plagiarisme di Dunia Pendidikan Wibowo, Adik
Kesmas Vol. 6, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plagiarisme merupakan perbuatan salah yang serius sebab mengambil karya orang lain dan mengakuinya sebagai karya sendiri. Tindakan plagiarisme menurunkan moral dan harkat pelaku serta berdampak pada disintegritas sivitas akademik karena tindakan mengutip tanpa izin harus dicegah dan apabila sudah terjadi harus diatasi. Perilaku menjiplak karya orang lain tanpa mencantumkan sumber dan nama pengarang asli berakibat buruk kepada pengembangan ilmu sebab dengan mengutip tidak akan muncul pemikiran baru. Pada tahun 2010, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah mengeluarkan peraturan tentang cara pencegahan dan penanggulangan plagiarisme termasuk sanksi untuk dosen, mahasiswa, dan calon guru besar sekalipun. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan arti dan dampak plagiarisme, sanksi bagi pelaku, serta upaya pencegahan dan penanggulangannya. Tulisan tentang plagiarisme masih minim di Indonesia sehingga isi artikel ini banyak merujuk kepada tulisan sumber asing yang secara kontekstual mungkin saja berbeda dengan kondisi di Indonesia. Berbagai bentuk plagiarisme meliputi word by word plagiarism, word switch plagiarism, style plagiarism, metaphor plagiarism, idea plagiarism, self plagiarism, dan plagiarisme dari akses elektronik internet. Beberapa cara memperkecil risiko plagiarisme yang diusulkan untuk Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia adalah melakukan upaya pencegahan secara sistem antara lain menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, menghargai tulisan orang lain, pelatihan parafrasa, rujukan, penulisan referensi yang benar, menciptakan peranti lunak untuk pengecekan duplikasi artikel, dan rajin bertanya untuk mendapatkan pengarahan. Plagiarisme is indeed wrong since it’s a claim of somebody’s scientific work as its own. In the academic world, plagiarism is also considered a moral misconduct which brought a negative impact to academic integrity. Therefore, plagiarism needs to be prevented and when happened, strict sanction and punishment need to be sentenced. In 2010, Ministry of Education has issued a decree to prevent and stop plagiarism among the academics. This article attempts to describe types of plagiarism, why it happens, and how to prevent and solution. Many references used came from foreign articles, since few were known about plagiarism in Indonesia. Types of plagiarism such as word by word plagiarism, word switch plagiarism, style plagiarism, metaphor plagiarism, idea plagiarism, self plagiarism, and plagiarism through internet were described. As an educational institution, the Faculty of Public Health University of Indonesia is urged to put serious attention to prevent and eliminate plagiarism using a system approach by creating conducive educational environment, respecting other’s scientific work, conducting training on paraphrase, citation, and reference writing in a proper way; creating and using simple electronic software to check sci- entific article plagiarism and encourage students to seek advice to prevent this disrespectful deed.
Permasalahan Lanjut Usia di Daerah Perdesaan Terpencil Pramono, Laurentius Aswin; Fanumbi, Cornellesi
Kesmas Vol. 6, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kurun waktu 35 tahun sejak tahun 1990, jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia meningkat 414% dan akan berada pada peringkat kelima negara dengan lansia terbesar pada tahun 2025. Seperti umumnya di negara berkembang, lebih dari dua per tiga lansia hidup di wilayah perdesaan terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membahas berbagai masalah gangguan kesehatan, sosial budaya, pelayanan, dan program-program kesehatan lansia di Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku. Penelitian dengan metode kualitatif melalui observasi, partisipasi, dan wawancara terhadap 30 lansia di dua wilayah semiurban dan 6 wilayah perdesaan terpencil di kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku pada bulan April-Juni 2010. Pengumpulan data, diskusi, dan wawancara dilakukan terhadap pemegang program lansia di dinas kesehatan dan puskesmas. Gangguan kesehatan yang banyak dialami lansia adalah artralgia genu, gastritis kronis, nyeri pinggang bawah, katarak, hipertensi, dan diabetes melitus. Masalah sosial budaya akibat urbanisasi membuat para lansia ting- gal sendiri tanpa perawatan anak atau cucu. Pelayanan kesehatan terlihat belum optimal, sarana/prasarana terbatas, aspek promosi kesehatan terabaikan, serta tenaga kesehatan yang memperhatikan kesehatan lansia masih kurang. Pos pelayanan terpadu (posyandu) lansia belum efektif, informasi minimal, kader belum optimal menunjang kebutuhan lansia. Ke de- pan, perlu memperkuat sistem pelayanan kesehatan lansia; peningkatan perhatian dan kemitraan dengan lembaga eksekutif dan legislatif; serta melakukan inovasi strategi pendidikan, pelayanan, dan penelitian di bidang kesehatan lansia di daerah terpencil dan perdesaan Indonesia. Indonesia is a country with the highest increase numbers of elderly in the world. In the range 35 years since 1990, the increase number of the elder- ly will be 414% that will set Indonesia in the fifth rank of the highest elderly in the world by the year of 2025. In most developing countries on the world, more than two third elderly live in remote and rural area. The aim of this study is to descript and discuss statistic data, health, health services, and programs for elderly in remote and rural Indonesia represented by Tanimbar Islands Maluku Province. The study use qualitative method by observation, participation, and interview with 30 elderly from 2 semiurban and 6 rural area in remote, rural, new developing administration district, and outer is lands of Republic Indonesia, Tanimbar Islands, Maluku Province in April to June 2010. We also interview and discuss elderly problems with elderly section program in health department West-Southeast Maluku region and el- derly program personnel in public health center. From the study, we found major health problems of the elderly in Tanimbar are genus artralgia, chronic gastritis, lower back pain, cataract, hypertension, and diabetes mellitus. Social and culture problems are urbanization which make elderly living alone. Integrated service section for elderly aren’t effective, minimal infor- mation, and the human resources aren’t optimal enough to support elderly needs. In the future, we must strengthen our health services system for elderly; expands the concern and networking with executive and legislative board; do education, service, and research innovations and strategies in the field of elderly health in remote rural Indonesia.
Kadar Interferon Gamma pada Kontak Serumah dengan Penderita Tuberkulosis Indreswari, Sri Andarini; Suharyo, Suharyo
Kesmas Vol. 6, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis dan deteksi dini pada kontak serumah dengan penderita memungkinkan upaya pengobatan dan pencegahan dilakukan dengan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pemeriksaan tes Mantoux dengan pemeriksaan serologis kadar interferon gamma (IFN - γ) pada kelompok kontak serumah dengan penderita tuberkulosis yang mempunyai hasil pemeriksaan basil tahan asam (BTA) positif. Penelitian ini menggunakan desain kohort pada kelompok terpajan dan tidak terpajan pada penderita tuberkulosis (umur > 15 tahun). Pemilihan subjek dilakukan secara acak sederhana dan jumlah yang digunakan adalah 34 orang pada masing-masing kelompok. Penelitian ini menggunakan tes Mantoux selain observasi kadar IFN-γ. Analisis data menggunakan chi square dan tes Man Whitney. Penelitian tahun pertama menunjukkan hasil tes Mantoux positif pada kelompok terpajan sebesar 79,4% dan 5,9% pada kelompok tidak terpajan. Rata-rata kadar IFN - γ pada kelompok yang terpajan penderita tuberkulosis adalah 5,32 pg/ml sedangkan pada kelompok yang tidak terpajan sebesar 1,1 pg/ml. Ada hubungan yang bermakna antara status paparan dengan hasil tes Mantoux (nilai p = 0,0001 dan x2= 34,631). Ada perbedaan rata-rata kadar IFNγ secara bermakna antara kelompok terpajan dengan kelompok yang tidak terpajan (nilai p = 0,0001). Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengikuti perkembangan IFN-γ berdasarkan status paparan untuk mengetahui pola dan cut off point pada kontak serumah dengan penderita tuberkulosis. World Health Organization estimated that one third people worldwide were infected with mycobacterium tuberculosis. An early diagnosis and prompt treatment of possible pulmonary tuberculosis infection should be made for close contacts (housemate contacts) of patient with tuberculosis. The purpose of this research is to analyze the differences levels of IFN-γ and Tuberculine Skin Test (TST) on the housemate contacts and non-house- mate contacts with patients of tuberculosis. Cohort study performed on the housemate contacts and non-housemate contacts with patients of tuberculosis (age > 15 years old). We collected data with simple random sampling on 68 persons (34 exposed and 34 unexposed). Bivariate associations were described using chi square and Man Whitney test. During the first year of study, 76,4% of exposed persons with TST positive and 5,9% of unexposed persons. Average levels of IFN - γ in exposed persons 5,32 pg/ml, whereas in other groups 1,1 pg/ml. There is relationship between exposure sta- tus and unexposed status of TST (p value = 0,0001 and x2 = 34,631). There are differences in mean levels of IFN - γ between group exposed and unexposed (p value = 0,0001). Further research will be needed to keep abreast of IFN - γ level on the basis of exposure status to know the cut off point on the housemate contacts with patients of tuberculosis.
Risiko Hiperkolesterolemia pada Pekerja di Kawasan Industri Bantas, Krisnawaty; Agustina, Farida Mutiarawaty Tri; Zakiyah, Dinie
Kesmas Vol. 6, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia adalah faktor risiko penting penyakit kardiovaskuler yang menjadi penyebab utama kematian dan kesakitan di seluruh dunia. Penyakit kardiovaskuler yang berdampak kerugian ekonomi dan penurunan produktivitas kerja dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko terse- but. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko hiperkolesterolemia di kalangan pekerja di kawasan industri Pulo Gadung tahun 2006. Penelitian yang menggunakan desain studi cross sectional ini mengamati variabel independen kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, ke- biasaan olahraga, dan obesitas. Populasi penelitian adalah pekerja di 7 jenis perusahaan di kawasan industri Pulo Gadung yang berusia 20 tahun ke atas. Penelitian menemukan prevalensi hiperlipidemia 21,1%; nilai mean kadar kolesterol darah adalah 166,75 mg/dl dengan kadar terendah 77 mg/dl dan tertinggi (332 mg/dl). Ada hubungan yang bermakna antara vari- abel tempat bekerja dengan hiperkolesterolemia. Pekerja di perusahaan makanan, percetakan, garmen, dan kimia berisiko tinggi hiperkoles- terolemia (10,11; 6,08; 3,45; 3,55) dengan nilai p = 0,000; 0,004; 0,047; 0,045. Pekerja dengan indeks massa tubuh ≥ 25 berisiko tinggi hiperkoles- terolemia (odds ratio, OR = 1,67; nilai p = 0,004). Globaly, coronary hard desease is a main cause of mortality and morbidity that can caused economic loses. Hypercholesterolemia is one of important risk faktor of cardiovasculer diseases that important to be controlled. The objective of this study is to know the prevalence and risk faktor of hiperko- lesterolemia among wokers in Pulo Gadung industrial area in 2006. The de- sain study used in this study is cross sectional design observes independent variables smoking behaviour, alcohol consumption, physical exercise, and obesity. The research population is the twenty year old or above workers who work in sevent types company in the industrial area of Pulo Gadung. The study paint out the prevalence of hyperlipidemia 21,1%, mean value on blood cholesterol level is 166,75 mg/dl, the lowest is 77 mg/dl and the highest is (332 mg/dl). Workers in food companies, printing, garment, and chemical, has high risk on hypercholesterolemia (10,11; 6,08; 3,45; 3,55) with p value = 0,000; 0,004; 0,047; 0,045). Workers with IMT ≥ 25 have high risk in hypercholesterolemia (OR = 1,67; p value = 0,004).
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat tentang Cara Aman Menggunakan Tabung Gas 3 Kg Lestari, Fatma; Hartono, Budi
Kesmas Vol. 6, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konversi penggunaan minyak tanah ke tabung liquified petroleum gas (LPG) merupakan kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak. Namun, program ini menuai beberapa permasalahan dari aspek keselamatan seperti terjadi kebakaran, ledakan yang mengaki- batkan jatuhnya korban jiwa, luka-luka, ataupun kerugian material. Statistik menunjukkan kejadian ledakan dan kebakaran tabung LPG 3 kg pada pengguna cukup tinggi antara tahun 2010 – 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pengguna LPG 3 kg tentang cara aman menggunakan tabung LPG 3 kg setelah dilakukan program intervensi melalui penyuluhan dan pelatihan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tirtajaya, Depok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah program intervensi melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang cara aman menggunakan tabung LPG 3 kg dan aksesorisnya. Government program towards the conversion from kerosene uses to liquified petroleum gas (LPG) has generated a safety problems such as fire, explosion that effect death, injury, or material losses. There has been many fire and explosion accidents related to the use of 3 kg LPG container in the public and statistically high number of accidents occur in the year of 2010 – 2011. The objectives of the research is to investigate the improvement of knowledge and skills in the public related to safe use of 3 kg LPG container and its accessories after the intervention program through training and counseling. Research was conducted at Kelurahan Tirtajaya, Depok. Research suggested that after the intervention towards training and counseling there has been improvement on the knowledge and skill towards the safe use of LPG 3 kg and its accessories.
Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Pekerja Pabrik Ardianto, Y. Denny; Yudhastuti, Ririh
Kesmas Vol. 6, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang merupakan masalah kese- hatan masyarakat di Indonesia biasa menyerang anak usia di bawah usia lima tahun (balita), tetapi dapat menyerang kelompok usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada pekerja pabrik di Kecamatan Rungkut Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan populasi pekerja pabrik. Kasus adalah penderita ISPA dan kontrol adalah yang tidak terkena ISPA berdasarkan diagnosis klinis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Hasil analisis multivariat menunjukkan kepadatan hunian ruang tidur (nilai p = 0,003; odds ratio, OR = 15,687), kelembaban kamar (nilai p = 0,039; OR = 17,874), suhu kamar (nilai p = 0,03; OR = 14,978), ventilasi (nilai p = 0,001; OR = 19,892), lama tinggal (nilai p = 0,006; OR = 9,587), dan kebiasaan merokok (nilai p = 0,000; OR = 45,901) berhubungan bermakna dengan kejadian ISPA. Faktor yang dominan memengaruhi kejadian ISPA adalah kebiasaan merokok dan ventilasi. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan di- lakukan perbaikan lingkungan rumah dan menghindari kebiasaan merokok. Acute respiratory infection (ARI) is public health problem in Indonesia and usually it affected children aged five years old and under. However, people categorized as productive age can be affected as well. The purpose of this research was to investigate association between house sanitation and ARI incidence among factory workers at sub district Rungkut Surabaya. This research was case control design with factory workers with ARI as cases and factory workers without ARI as controls. Data collection was conducted through structural interview to respondent with questionnaires. Multivariate analysis showed that people at bed room (p value = 0,003; odds ratio, OR = 15,687), room moist/humidity (p value = 0,039; OR = 17,874), temperature (p value = 0,003; OR = 14,978), room ventilation (p value = 0,001; OR = 19,892), length of stay (p value = 0,006; OR = 9,587), and smoking habits (p value = 0,000; OR = 45,901) associated significantly with ARI. The dom- inant factor influencing ARI was smoking habits and room ventilation. It’s suggested to improve house sanitation and to stop smoking.
Perbandingan Tingkat Kepuasan Kerja Perawat dan Kepuasan Pasien Noras, Jamilla Upik; Sartika, Ratu Ayu Dewi
Kesmas Vol. 6, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat adalah ujung tombak pemberi pelayanan langsung pada pasien selama 24 jam. Tujuan penelitian adalah untuk membandingkan tingkat kepuasan kerja perawat dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan kelas 3 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) X Jakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain studi cross sectional, pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi adalah seluruh perawat yang bertugas sebagai pelaksana keperawatan kelas 3 sebanyak 40 orang ser- ta pasien yang dirawat di ruang rawat inap kelas 3 sebanyak 120 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil pengukuran kuantitatif menunjukkan bah- wa tingkat kepuasan kerja perawat pelaksana di kelas 3 dikategorikan “ren- dah”, (22,5%) sedangkan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan keperawatan sebesar 85,0% (nilai p > 0,05). Ketidakpuasan kerja perawat yang tinggi tidak berdampak pada kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan. Untuk perbaikan ketidakpuasan kerja perawat, manajemen rumah sakit sebaiknya meninjau kembali kebijakan tentang pakaian dinas, menu makanan pada saat jaga, dan merancang kamar ganti perawat. Selain itu, perlu dilakukan perhitungan jasa pelayanan perawat dengan memperhatikan risiko keterpaparan terhadap penyakit. Supervisor diharapkan dapat lebih membuka diri untuk mendengarkan masalah yang dihadapi perawat pelaksana melalui komunikasi dan hubungan interpersonal secara informal. Nurses are front liner in providing nursing services directly to customers for 24 hours. The purpose of this study was to compare the level of job sa- tisfaction of nurses to patient satisfaction in the third class departement in general hospital of Jakarta. This study was a cross sectional study designed with quantitative and qualitative approaches. The study population was all nurses who served as executive nurses (40 nurses) and patients treated in the inpatient (120 patients). Sampling was conducted purposively according to inclusion and exclusion criteria. The results of quantitative measurements showed that the level of job satisfaction of nurses categorized as “low” (22,5%), while the level of patient satisfaction on nursing service at 85,0% (p value > 0,05). The high job dissatisfaction of nurses had no impact on patient satisfaction. To decrease the job dissatisfaction of nurses, hospital management should review the policy on official clothing, meals at the guard, and design the locker room of nurses. It also performed the cal- culation of nursing services with the risk of exposure to disease and supervisors more open to listen the problems faced by nurses with communication and informal interpersonal relationships.
Peran Juru Pantau Jentik dalam Sistem Kewaspadaan Dini Demam Berdarah Dengue di Indonesia Pratamawati, Diana Andriyani
Kesmas Vol. 6, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pencegahan dan pemberantasan demam berdarah dengue (DBD) telah berlangsung sekitar 43 tahun dan berhasil menurunkan angka kematian dari 41,3% pada tahun 1968 menjadi 0,87% pada tahun 2010, tetapi belum berhasil menurunkan angka kesakitan. Bahkan, Indonesia menduduki urutan tertinggi kasus DBD di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) pada tahun 2010. Salah satu faktor belum efektifnya pencegahan DBD di Indonesia adalah masih lemahnya sistem kewaspadaan dini. Peran juru pantau jentik (jumantik) sangat penting dalam sistem kewaspadaan dini mewabahnya DBD karena berfungsi untuk memantau keberadaan dan menghambat perkembangan awal dari vektor penular DBD. Seiring masih tingginya angka kasus DBD di Indonesia, muncul pertanyaan bagaimana peran jumantik dalam sistem kewaspadaan dini DBD selama ini di Indonesia. Artikel ini mencoba menelaah masalah tersebut berdasarkan tinjauan pustaka. Secara umum, peran jumantik dinilai cukup berhasil dalam pencegahan DBD, namun terdapat beberapa hal yang perlu menjadi bahan evaluasi. Programs of prevention and eradication of dengue hemorrhagic fever (DHF) has been around 43 years and managed to reduce mortality from 41,3% in 1968 to 0,87% in 2010, but has not managed to reduce morbidity. Indonesia even ranked the highest of dengue cases in Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) by the year 2010. One factorthat made has not been effective dengue prevention in Indonesia is the early warning system is still weak. Jumantik role is very important in the early warning system outbreaks of dengue hemorrhagic fever because it serves to monitor the presence andinhibit the early development of vector-borne dengue fever. During the high number of dengue cases in Indonesia, question rouses how jumantik role in the dengue hemorrhagic fever early warning system so far in Indonesia. This article takes a closer look based on a literature review. In general, the role of jumantik considered quite successful in preventing dengue hemorrhagic fever early warning system but nevertheless there are things that need to be evaluated.
Status Gizi Ibu dan Persepsi Ketidakcukupan Air Susu Ibu Fikawati, Sandra; Syafiq, Ahmad
Kesmas Vol. 6, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyusui eksklusif kurang dari 6 bulan berkontribusi terhadap 1,4 juta kematian bayi dan 10% angka kesakitan balita. Persepsi Ketidakcukupan Air Susu Ibu (PKA) yang memengaruhi kepercayaan diri untuk menyusui menjadi salah satu penyebab utama kegagalan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif di dunia. Salah satu faktor penyebab PKA adalah ketidakmampuan ibu hamil untuk mencapai kenaikan berat badan (BB) yang direkomendasikan sehingga ibu berisiko melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR) dan memiliki cadangan lemak rendah untuk memproduksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi ibu dan PKA. Penelitian ini merupakan kajian terhadap 3 studi yang menganalisis di Kabupaten Karawang, Kecamatan Cilandak, dan Kecamatan Tanjung Priok pada tahun 2010 dan 2011. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang bermakna antara status gizi ibu dan PKA dengan odds ratio (OR) masing-masing 3,7 (1,470 - 9,081); 3,9 (1,551 – 9,832); dan 4,5 (1,860 – 11,008). Disimpulkan bahwa PKA dialami oleh ibu menyusui yang selama hamil tidak mencapai kenaikan BB yang direkomendasikan menyebabkan ibu berhenti memberikan ASI eksklusif. Penemuan yang penting ini dapat digunakan untuk mengubah anggapan para pakar ASI dan masyarakat bahwa semua ibu, apapun kondisi status gizinya, mampu menyusui ekslusif. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi penentu kebijakan untuk memerhatikan status gizi ibu menyusui. Exclusive breastfeeding for less than 6 months contributed to the 1,4 million deaths of infants and 10% toddlers’ morbidity. Perceived Insufficient Milk (PIM) became one of the main causes of exclusive breastfeeding failure in the world. PIM could occured by inability of pregnant women to achieve the recommended weight gain thus mothers have the risk of giving birth of low birth weight (LBW) infants and have low fat reserves to produce milk. Low production of breast milk will negatively affect the confidence of mothers to breastfeed. This study aimed to examine three studies that analyzed the relationship between maternal nutritional status and PIM. The study was conducted in three places Karawang district, Tanjung Priok subdistrict, and Cilandak sub district in 2010 and 2011. The results of this study showed significant associations between maternal nutritional status and PIM with odds ratio (OR) 3,7 (1,47 to 9,08); 3,9 (1,55 to 9,83); and 4,5 (1,86 to 11,01) respectively. It concluded that PIM was experienced by breastfeeding mothers whose maternal weight gain during pregnancy did not achieve the recommendation and caused the mother to stop exclusive breastfeeding. This discovery is important and useful to change the existing perception among breastfeeding experts and communities all mothers, regardless their nutritional status, are able to breastfeed exclusively. The study is expected to provide input for policy makers to pay more attention to the nutritional status of breastfeeding mothers.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20, No. 5 Vol. 20, No. 3 Vol. 20, No. 2 Vol. 20, No. 1 Vol. 19, No. 5 Vol. 19, No. 4 Vol. 19, No. 3 Vol. 19, No. 2 Vol. 19, No. 1 Vol. 18, No. 5 Vol. 18, No. 4 Vol. 18, No. 3 Vol. 18, No. 2 Vol. 18, No. 1 Vol. 17, No. 5 Vol. 17, No. 4 Vol. 17, No. 3 Vol. 17, No. 2 Vol. 17, No. 1 Vol. 16, No. 5 Vol. 16, No. 4 Vol. 16, No. 3 Vol. 16, No. 2 Vol. 16, No. 1 Vol. 15, No. 5 Vol. 15, No. 4 Vol. 15, No. 3 Vol. 15, No. 2 Vol. 15, No. 1 Vol. 14, No. 2 Vol. 14, No. 1 Vol. 13, No. 4 Vol. 13, No. 3 Vol. 13, No. 2 Vol. 13, No. 1 Vol. 12, No. 4 Vol. 12, No. 3 Vol. 12, No. 2 Vol. 12, No. 1 Vol. 11, No. 4 Vol. 11, No. 3 Vol. 11, No. 2 Vol. 11, No. 1 Vol. 10, No. 4 Vol. 10, No. 3 Vol. 10, No. 2 Vol. 10, No. 1 Vol. 9, No. 4 Vol. 9, No. 3 Vol. 9, No. 2 Vol. 9, No. 1 Vol. 8, No. 8 Vol. 8, No. 7 Vol. 8, No. 6 Vol. 7, No. 12 Vol. 7, No. 11 Vol. 7, No. 10 Vol. 8, No. 5 Vol. 8, No. 4 Vol. 8, No. 3 Vol. 8, No. 2 Vol. 8, No. 1 Vol. 7, No. 9 Vol. 7, No. 8 Vol. 7, No. 7 Vol. 7, No. 6 Vol. 7, No. 1 Vol. 7, No. 5 Vol. 7, No. 4 Vol. 7, No. 3 Vol. 7, No. 2 Vol. 6, No. 6 Vol. 6, No. 5 Vol. 6, No. 4 Vol. 6, No. 3 Vol. 6, No. 2 Vol. 6, No. 1 Vol. 5, No. 6 Vol. 5, No. 5 Vol. 5, No. 4 Vol. 5, No. 3 Vol. 5, No. 2 Vol. 5, No. 1 Vol. 4, No. 6 Vol. 4, No. 5 Vol. 4, No. 4 Vol. 4, No. 3 Vol. 4, No. 2 Vol. 4, No. 1 Vol. 3, No. 6 Vol. 3, No. 5 Vol. 3, No. 4 Vol. 3, No. 3 Vol. 3, No. 2 Vol. 3, No. 1 Vol. 2, No. 6 Vol. 2, No. 5 Vol. 2, No. 4 Vol. 2, No. 3 Vol. 2, No. 2 Vol. 2, No. 1 Vol. 1, No. 6 Vol. 1, No. 5 Vol. 1, No. 4 Vol. 1, No. 3 Vol. 1, No. 2 Vol. 1, No. 1 More Issue