cover
Contact Name
Ferdi Riansyah
Contact Email
phjjurnal@gmail.com
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
journalkesling@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh, Provinsi Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Public Health Journal
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : -     EISSN : 30483581     DOI : doi.org/10.62710
Core Subject : Health,
Public Health Journal (PHJ), merupakan jurnal ilmiah hasil kegiatan penelitian yang dialkukan dosen, mahasiswa dan masyarakat yang diterbitkan oleh CV Teewan Solutions. Jurnal ini membahas beberapa permasalahan umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan ke masyarakat. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang dilakukan dosen yang telah dicapai dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya kontri busi Jurnal ini bisa menjadi suatu acuan para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian nya untuk memajukan Indonesia di bidang penelitian.
Articles 229 Documents
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Imunisasi  Hepatitis B pada Bayi Baru Lahir Mahadzir ZA; Bukhari Bukhari; Muakhir Syah Putra; Diani Riski
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/fae8mn07

Abstract

Imunisasi Hepatitis B memberikan kekebalan terhadap penyakit Hepatitis B yang menyerang organ hati dan diberikan pada bayi usia 0–7 hari. Data Dinkes Provinsi Aceh tahun 2022 menunjukkan sebanyak 28 bayi terjangkit Hepatitis B dan 20.899 bayi mendapatkan imunisasi Hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemberian imunisasi Hepatitis B pada bayi baru lahir di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Avicenna Bireuen. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel berjumlah 45 ibu yang memiliki bayi baru lahir dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilaksanakan pada 1–14 Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pengetahuan ibu (p=0,001), sikap ibu (p=0,003), dukungan keluarga (p=0,001), dan stres (p=0,017) terhadap pemberian imunisasi Hepatitis B pada bayi baru lahir (α=0,05). Diharapkan rumah sakit meningkatkan pengetahuan ibu melalui penyuluhan mengenai pentingnya pemberian imunisasi Hepatitis B-0 pada bayi baru lahir.
Pengaruh Intervensi Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Siswa Sekolah Dasar di Aceh Besar Ricky Dear Fitria; Ambianurdin Ambianurdin; Zoel Helmi; Bukhari Bukhari; Mardhiah Mardhiah
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cy7v5j47

Abstract

This study employed a quasi-experimental one-group pre–post test design to assess the effectiveness of an educational intervention on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in improving students’ knowledge and behavior. The program was conducted over four months (September–December 2024) involving 60 students from grades IV,V and VI. The intervention consisted of socialization, demonstrations, behavioral evaluations, and integration of supporting activities in literacy, numeracy, technology, character, spirituality, and arts. Results showed a significant improvement in students’ knowledge and PHBS practices, with the mean knowledge score increasing from 8.21 to 12.67 (p < 0.001), representing a 54.3% relative improvement. Positive behavioral changes were observed, such as proper handwashing, maintaining nail and oral hygiene, and classroom cleanliness. The integration of digital learning media such as Wordwall and Canva, along with educational games, enhanced student motivation and engagement. This participatory approach also strengthened teacher involvement and fostered a cleaner, more disciplined, and collaborative school culture. In conclusion, the PHBS educational intervention was proven effective in improving students’ health knowledge and behavior and can be replicated in other elementary schools as a collaborative, health-based learning model.  
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa Sekolah Dasar Ellianufara Ellianufara; Ambia Nurdin; Cut Husnul Khatimah; Ricky Dear Fitria; Zoel Helmi; Fadhlul Ihsan
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bd049746

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) penting untuk mencegah penyakit infeksi pada anak usia sekolah, terutama di daerah dengan akses sanitasi terbatas. Di SD Negeri 1 Idi, ditemukan masih banyak siswa yang belum memahami pentingnya PHBS meskipun fasilitas telah tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan PHBS siswa SD Negeri 1 Idi, Kabupaten Aceh Timur.  Penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain one group pretest-posttest. Penelitian melibatkan 83 siswa (sensus) dari kelas I hingga VI. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis indikator PHBS Kemenkes sebelum dan sesudah intervensi edukasi kesehatan berupa video animasi, demonstrasi cuci tangan, dan tanya jawab selama 2x45 menit. Data dianalisis dengan paired t-test. Skor rata-rata PHBS meningkat signifikan dari 11,64 (kategori kurang) menjadi 29,05 (kategori cukup) dengan nilai p < 0,001. Perbedaan rata-rata sebesar 17,41 menunjukkan peningkatan yang sangat bermakna secara praktis. Pendidikan kesehatan berbasis partisipatif efektif meningkatkan PHBS siswa sekolah dasar, mendukung teori perubahan perilaku melalui peningkatan pengetahuan dan keterlibatan emosional.
Factors Associated With the Role of Cadres in Monitoring Toddler Growth at Posyandu in Pejuang Urban Village, Bekasi City, 2025 Hajeng Arum Mustika; Triana Istiadah; Sintia Lusiana; Febe Febe
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5dp8hd55

Abstract

This study aims to analyze the determinants of the role of Posyandu cadres in monitoring the growth of children under five in Pejuang Village, Medan Satria District, Bekasi City, in 2025. A cross-sectional design with a quantitative approach complemented by qualitative methods was employed. The sample consisted of 131 Posyandu cadres selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires, in-depth interviews, and focus group discussions. Bivariate analysis used the Chi-Square test, and multivariate analysis used multiple logistic regression. The results showed that motivation, skills, availability of facilities, incentives, and support from the community and health workers were significantly associated with the cadres’ role (p < 0.05). The most dominant factor was the availability of facilities (Exp(B)=0.175; 95% CI: 0.062–0.493), indicating that the absence of facilities greatly increases the likelihood that cadres become less active in monitoring toddler growth. The study concludes that facilities availability is the most dominant factor influencing the cadres’ role in toddler growth monitoring. Practically, improving and providing adequate Posyandu facilities should be prioritized to strengthen growth monitoring activities.
Model Prediksi Risiko Stunting Berbasis Faktor Ibu, Anak, dan Lingkungan pada Balita Usia 24–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pante Raja Kabupaten Pidie Jaya Noeroel Arham; Safitria Safitria; Mika Sari; Selly Hidayanti; Siti Aminah
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/s0kdm061

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, prestasi belajar, dan produktivitas pada masa dewasa. Meskipun berbagai penelitian telah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting, sebagian besar masih berfokus pada analisis hubungan antarvariabel tanpa menghasilkan model prediksi yang dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining dini di pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi risiko stunting berdasarkan faktor ibu, faktor anak, dan faktor lingkungan pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 180 balita yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara terstruktur, dan observasi kondisi lingkungan rumah, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 32,8%. Riwayat tidak mendapatkan ASI eksklusif, berat badan lahir rendah, ketidaktepatan pemberian MPASI, sanitasi rumah yang buruk, dan riwayat penyakit infeksi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Model prediksi yang dikembangkan mampu mengelompokkan balita ke dalam kategori risiko rendah, sedang, dan tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai alat skrining dini untuk mendukung penentuan prioritas intervensi pencegahan stunting di Puskesmas maupun Posyandu.
Analisis Tingkat Kepedulian Masyarakat terhadap Kebersihan Lingkungan di Kecamatan Pante Raja Erna Safitri; Safitria Safitria; Mika Sari; Selly Hidayanti; Siti Aminah
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/mfs9r446

Abstract

Environmental cleanliness is one of the essential determinants of community health. Community awareness plays an important role in maintaining environmental sanitation and reducing the risk of environment-related diseases. This study aimed to analyze the relationship between community awareness and environmental cleanliness in Pante Raja District, Pidie Jaya Regency, Aceh. An analytical quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 29 respondents selected using the total sampling technique. Primary data were collected through structured questionnaires and direct observations. Data were analyzed using descriptive statistics and the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results indicated that 51.7% of respondents had a low level of environmental awareness, while 69.0% of the observed environments were categorized as having poor cleanliness. Statistical analysis demonstrated a significant relationship between community awareness and environmental cleanliness (p<0.001). Respondents with higher awareness were more likely to maintain cleaner surroundings than those with lower awareness. These findings emphasize that strengthening community participation through environmental education, health promotion, and waste management programs is essential for improving environmental quality and preventing environmental health problems. This study provides empirical evidence that community awareness is an important factor in achieving sustainable environmental health at the community level.
Pengelolaan Obat Rumah Tangga DAGUSIBU Bagi Masyarakat Gendolsari Klopo Tegalrejo Kabupaten Magelang Aisyah Arif Salsabila; Bayu Seno Aji Ramadani; Dwi Tri Utami; Naufal Athaya Pahlevi; Noval Maulana Pratama Nugroho; Aisha Sahda Ramadhani; Fahrur Rizal; Novita Indah Fitriyani; Siti Fauziyyah Hidayati; Moehamad Aman
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cxc75a10

Abstract

Pengelolaan obat rumah tangga yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat yang tidak sesuai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi kepada 40 peserta kelompok ibu-ibu di Dusun Gendolsari. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan setelah sosialisasi. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 66,38 sebelum sosialisasi menjadi 95,38 setelah sosialisasi, dengan peningkatan sebesar 29,00 poin. Seluruh peserta mengalami peningkatan nilai dan hasil analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah kegiatan. Sosialisasi yang didukung media presentasi, buku saku, dan contoh kemasan obat secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan obat rumah tangga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi tentang pengelolaan obat dapat diterapkan secara berkala melalui kegiatan masyarakat untuk mendukung penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat yang tepat di tingkat rumah tangga. 
Hubungan Terapi Akupunktur Dengan Tingkat Kepuasan Dan Penurunan Nyeri Bahu Atika Afniratri; Mehdya Vikia Murti; Fathin Nafisyah
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0sjba303

Abstract

Shoulder pain is one of the most common musculoskeletal disorders encountered in clinical practice, with impacts including limited joint movement, impaired daily activities, and decreased quality of life. Conventional therapies such as anti-inflammatory drugs and physiotherapy do not always provide satisfactory results; therefore, acupuncture therapy has increasingly been considered as a relatively safe alternative for managing shoulder pain with minimal side effects. This study aimed to determine the relationship between acupuncture therapy, patient satisfaction levels, and reductions in shoulder pain. This study used a quantitative approach with a descriptive correlational design and a cross-sectional design. The study sample consisted of 50 acupuncture patients at AAA Aceh Neuhun Clinic who were selected using consecutive sampling. Data were collected using a patient satisfaction questionnaire (Likert scale) and the Numeric Rating Scale (NRS) to measure pain before and after therapy. Data were analyzed using the Wilcoxon test and Spearman's rho correlation test. The results showed that the majority of respondents experienced a large reduction in shoulder pain (46.0%) and had a fairly satisfied level of satisfaction (50.0%). The Wilcoxon test showed a significant difference between pain before and after acupuncture therapy (p = 0.000), indicating that acupuncture therapy was effective in reducing shoulder pain. The Spearman's rho correlation test showed a strong and significant relationship between the number of therapy sessions and patient satisfaction (r = 0.554; p = 0.000), as well as a strong and significant relationship between the reduction in shoulder pain and patient satisfaction (r = 0.780; p = 0.000). It can be concluded that acupuncture therapy has a significant relationship with the reduction of shoulder pain and increased patient satisfaction. The results of this study are expected to serve as a basis for consideration by healthcare facilities in optimizing acupuncture services as an alternative approach to managing shoulder pain.
ANALISIS INTEGRASI PROGRAM ADMINISTRASI KEBIJAKAN KESEHATAN, EPIDEMIOLOGI, DAN KESEHATAN LINGKUNGAN PADA DINAS KESEHATAN ACEH SELATAN Reza Kurnia; Alda Syaqhia Nella; Mika Sari; Lucy Irwya Bariska; Nadiyatul Maghfirah
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0qxf8v08

Abstract

This internship report aims to analyze the integration of Health Administration Policy, Epidemiology, and Environmental Health programs at the Aceh Selatan District Health Office. The implementation of integrated health programs is essential because public health problems have complex causative factors that cannot be resolved through a single program alone. This internship was conducted from May 25 to June 22, 2026, at the Aceh Selatan District Health Office. The methods used include direct observation, participation in various administrative and technical activities, and document review. The results show that the integration of the three programs has been partially implemented, but still faces various challenges such as coordination between programs, inter-sectoral communication, and the integration of health information systems. Efforts to strengthen integration can be made through improving cross-program coordination, joint planning, utilization of health information for decision-making, and strengthening the health management system. This internship provides valuable experience for students in understanding the dynamics of health services at the district level and the importance of program integration in achieving health development goals.
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Pengetahuan Siswa tentang Bahaya Obesitas di MTsN Bintan Nanin Juliana; Iwan Kurniawan; Yelnawati Yelnawati
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/f8wn3v16

Abstract

Adolescent obesity is a health issue that increases the risk of chronic diseases. It can arise from various factors, including genetic and environmental causes, making it essential to provide information regarding the factors that contribute to obesity. This study aimed to determine the effect of health education on students' knowledge concerning the dangers of obesity. A pre-experimental, one-group pre-test and post-test design was employed, involving a sample of 36 ninth-grade students selected via proportional sampling. The results indicated that prior to the education, 77% of students had a low level of knowledge; following the education, 83.3% demonstrated good knowledge, while 16.7% showed adequate knowledge. The Wilcoxon test yielded Z = 4.904; p < 0.001, indicating a significant effect of health education on improving students' knowledge. Conclusion: health education is effective in enhancing students' knowledge regarding the dangers of obesity.