cover
Contact Name
Ferdi Riansyah
Contact Email
phjjurnal@gmail.com
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
journalkesling@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh, Provinsi Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Public Health Journal
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : -     EISSN : 30483581     DOI : doi.org/10.62710
Core Subject : Health,
Public Health Journal (PHJ), merupakan jurnal ilmiah hasil kegiatan penelitian yang dialkukan dosen, mahasiswa dan masyarakat yang diterbitkan oleh CV Teewan Solutions. Jurnal ini membahas beberapa permasalahan umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan ke masyarakat. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang dilakukan dosen yang telah dicapai dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya kontri busi Jurnal ini bisa menjadi suatu acuan para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian nya untuk memajukan Indonesia di bidang penelitian.
Articles 227 Documents
Determinan Pemilihan Alat Kontrasepsi Intrauterin pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Ummu Aiman; Salamah Salamah; Risna Fazlaini; Zaitun Zaitun; Muliana Muliana
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): April–June, Digital Health and Health Innovation
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ggbwyw81

Abstract

The National Family Planning (FP) program aims to improve the quality of human resources through the use of contraceptive methods. The Intrauterine Device (IUD) is a long-term contraceptive method that is safe and highly effective compared to other methods. This study aimed to identify factors associated with the selection of IUD contraceptives among women of reproductive age. This research employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. The independent variables included education level, knowledge, socio-cultural factors, and attitude, while the dependent variable was the use of IUD. The study was conducted at the Kuta Baro Public Health, from April 13 to April, 2026, with a sample of 86 respondents selected using purposive sampling. The results showed a significant relationship between education level (p=0.024), knowledge (p=0.034), and attitude (p=0.008) with the selection of IUD. Meanwhile, socio-cultural factors were not significantly associated (p=0.233). In conclusion, education level, knowledge, and attitude play important roles in the selection of IUD contraceptives, while socio-cultural factors do not show a significant relationship. It is recommended that healthcare providers enhance education and counseling regarding IUD to improve knowledge and positive attitudes among women of reproductive age, and that the community actively seek accurate information about contraceptive methods
Stigma Masyarakat Terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa: Literature Review Meutia Chaizuran; Eri Riana Pertiwi
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): April–June, Digital Health and Health Innovation
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1q01b897

Abstract

Stigma masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya peningkatan kesehatan jiwa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan stigma berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2021–2025 dan membahas stigma sosial, persepsi masyarakat, maupun pandangan masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa. Hasil menunjukkan bahwa stigma masih banyak ditemukan dalam bentuk stereotip negatif, pelabelan sebagai "orang gila", diskriminasi, penolakan sosial, hingga keyakinan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh faktor mistis. Faktor yang paling dominan memengaruhi stigma adalah rendahnya pengetahuan masyarakat, tingkat pendidikan, budaya, kepercayaan lokal, pengalaman berinteraksi dengan ODGJ, serta kurangnya edukasi kesehatan jiwa. Diharapkan pendidikan kesehatan mental, konseling psikososial, serta pemberdayaan masyarakat dapat terrus dilakukan untuk meningkatkan penerimaan sosial terhadap ODGJ.
Pengetahuan Perawat Tentang Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh Andara Maurissa; Aina Fitri; Martina Martina
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): April–June, Digital Health and Health Innovation
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/34b9yg35

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama yang harus dilaksanakan oleh Rumah Sakit karena sangat erat kaitannya dengan citra Rumah Sakit dan keamanan pasien. Kurangnya pemahaman perawat tentang keselamatan pasien dapat menimbulkan berbagai dampak serius yang memengaruhi pasien, tenaga kesehatan, dan fasilitas layanan kesehatan. Minimnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko kesalahan medis, seperti pemberian obat dengan dosis, jenis, atau waktu yang salah, serta pelaksanaan prosedur yang tidak sesuai standar. Hal ini juga berdampak pada penurunan mutu pelayanan, karena keselamatan pasien merupakan indikator utama kualitas layanan yang memengaruhi kepuasan dan pengalaman pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu perawat kelas III di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh dengan menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 81 perawat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang keselamatan pasien. Data penelitian dianalisis menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh berada dalam kategori baik sejumlah 81 responden (100%). Diharapkan rumah sakit dapat terus mengadakan pelatihan tentang enam sasaran keselamatan pasien secara rutin, menyediakan fasilitas pendukung dan melakukan pengawasan secara berkala kepada seluruh perawat.
Analisa Kandungan Zat Warna Rhodamin B pada Permen Somboy menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis Visensius Krisdianilo; Ifka Radana Sormin
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/vxgm1b46

Abstract

Somboy adalah sejenis manisan buah yang berasal dari Cina. Manisan ini dibuat dari buah yang dikeringkan dan dilapisi dengan pewarna, tepung putih, atau warna merah untuk memberikan cita rasa khas yang manis, asam, dan asin. Pewarna yang digunakan biasanya adalah pewarna makanan, namun hal ini dapat bervariasi tergantung pada produsen yang membuatnya. Meskipun demikian, penelitian ilmiah untuk menguji hal ini masih kurang dilakukan. Pewarna makanan yang baik digunakan pada olahan jajanan harusnya adalah pewarna alami atau pewarna khusus makanan akan tetapi cukup banyak oknum masyarakat atau produsen nakal yang menambahkan pewarna sintetik kedalam olahan jajanan nya demi mendapatkan penampilan jajanan yang dilihat lebih menarik. Salah satu bahan pewarna yang disalahgunakan kedalam olahan jajanan yaitu Rhodamin B. Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang seharusnya tidak digunakan dalam makanan karena dianggap berbahaya. Sejumlah zat warna tertentu telah dinyatakan sebagai bahan berbahaya. Rhodamin B sering disalahgunakan sebagai pewarna dalam makanan dan kosmetik karena dapat menghasilkan warna merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar Rhodamin B pada sampel permen somboy. Hasil analisis kualitatif didapat tiga sampel mengandung rhodamin b yaitu pada sampel SB4, SB6 dan SB 10, dengan kadar Rhodamin B pada sampel SB4 sebesar 1,0367 mg/g, sampel SB6 1,338 mg/g, sampel SB10 0,012 mg/g. 
Uji Perbedaan Variasi Warna pada Fly Trap terhadap Jumlah Lalat Rumah (Musca Domestica) yang Terperangkap di Pasar Induk Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Mahdinursyah Mahdinursyah
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): April–June, Digital Health and Health Innovation
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/tzmshj84

Abstract

The Lambaro Main Market has poor sanitation conditions, especially in the fish sales area, which is characterized by the presence of organic waste, standing water and fishy smell which is a source of food and a breeding ground for flies. House flies (Musca domestica) are mechanical vectors that play a role in the transmission of various diseases so their existence needs to be controlled with effective and environmentally friendly methods, one of which is using fly traps with color variations. This study aims to determine the effect of different color variations of fly traps on the number of flies trapped in the Lambaro Main Market Darul Imarah District Aceh Besar Regency. The type of research used was a quasi-experimental experiment with three color treatments (red, yellow and blue) and one control with three repetitions. Data collection was carried out by counting the number of flies trapped in the fly trap for 120 minutes. The results showed that yellow fly traps were the most effective with a total of 195 (65) trapped flies, followed by blue 115 (38.3), red 82 (27.3) and control 34 (11). The One Way Anova and LSD tests showed a significant difference between the treatments (p < 0.05). It can be concluded that the variation in fly trap color affects the number of trapped flies, where yellow is the most effective color in attracting flies.
Hubungan Karakteristik Individu dengan Persepsi Perilaku Caring Perawat di  Rumah Sakit Tgk. Abdullah Syafi’i Beureunuen Masri Masri; Abqariah Abqariah; Mukhlis Mukhlis; Nurul Atikah
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/h63r8n94

Abstract

Caring is a humanitarian knowledge, the core of ethical and philosophical nursing practice, as well as an action aimed at providing physical care and emotional attention while increasing the sense of security and safety of patients. The purpose of this study was to determine the relationship between individual characteristics and the perception of caring behavior of implementing nurses in the inpatient room of Tgk. Abdullah Syafi'i Beureunuen Hospital. This study is descriptive correlative with a cross-sectional approach. and the sampling method is proportional systematic random sampling where the number of samples is 50 respondents. From the results of the study, it can be concluded that most of the perceptions of caring behavior are in the good category or 33 people (66.0%). The results of the Chi-Square Test show that with a p value of age (0.006) there is a relationship between age and the perception of caring behavior of implementing nurses in the inpatient room of Tgk. Abdullah Syafi'i Beureunuen Hospital. Abdullah Syafi'i Beureunuen, and for variables such as gender (0.073), length of service (0.653), education (0.166) and marital status (0.777) There is no relationship with the perception of caring behavior of nurses in the Inpatient Ward of Tgk. Abdullah Syafi'i Beureunuen Hospital. It is recommended to all nurses in the Inpatient Ward of Tgk. Abdullah Syafi'i Beureunuen Hospital to continue to improve their understanding and application of caring behavior by reading literature, attending training, and actively participating in discussions in the treatment room.
Analisis Faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kepuasan Kerja Perawat di Puskesmas Mukhlis Mukhlis; Masri Masri; Abqariah Abqariah; Khairul Fahmi
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e4xcqp77

Abstract

Service quality is the main aspect of service delivery at the Community Health Center (Puskesmas). Service quality that is well maintained by the Community Health Center will provide satisfaction to patients and satisfaction to healthcare workers, one of whom is nurses. Nurses contribute greatly to providing safe care. Therefore, nurses must have job satisfaction so that every task they perform can be carried out comfortably and safely. The purpose of this study was to determine the factors associated with the level of nurses' job satisfaction at the Simpang Tiga Community Health Center, Pidie Regency. This study was analytical with a cross-sectional study design. The population and sample in this study were all nurses at the Simpang Tiga Community Health Center, totaling 37 people. This study was conducted from July 1–5, 2024. The sampling technique used was total sampling. Data were collected using a questionnaire. The results of the univariate analysis showed that the majority of nurses were satisfied with their jobs (81.1%), the majority of nurses had inadequate salaries (51.4%), the majority had supportive interpersonal relationships (81.1%), and the majority had vocational education (73%). The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between salary and nurses' job satisfaction (P = 0.005), there was a relationship between interpersonal relationships and nurses' job satisfaction (P = 0.015), and there was no relationship between education and nurses' job satisfaction (P = 0.086). It is recommended that respondents improve cooperation, mutual trust, and communication among nurses, both with supervisors and with fellow nurses.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Panteraja Kabupaten Pidie Jaya Zakia Ulrahmah; Hafni Zahara; Rosalia Putri; Miftahul Jannah; Nurnarita Laila
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/pt94h587

Abstract

Acute Respiratory Tract Infection (ARI) remains a major health problem in Indonesia. Based on the 2025 national health reporting system survey, ARI ranks first the disease with the highest number of cases, namely more than 14.5 million cases. This study aims to determine and analyze the relationship between nutritional status and the incidence of ARI in toddlers in the working area of the Panteraja Community Health Center, Pidie Jaya Regency. The study used a quantitative method with an analytical observational design and a case-control approach. The dependent variable was the incidence of ARI in toddlers, while the independent variable was nutritional status. The study sample consisted of 66 toddlers. The results of the chi-square test showed a significant relationship between nutritional status and the incidence of ARI (p = 0.000; OR = 13,333, 95% CI = 4,028 –44,131). These findings indicate that poor nutritional status plays a role in the incidence of ARI in toddlers. Therefore, preventive promotive efforts and regular monitoring of toddler nutrition are needed to reduce the risk of ARI.
Analisis Deskriptif Karakteristik Demografi dan Tingkat Kecerdasan Emosional Guru SMP di Jombang pada Era Digital Novelia Qothrunnada; Yulidta Timory; Cahyo Ari Prastiyo; Surya Seftiawan Pratama
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/q1fa7967

Abstract

The pressure to adapt to technology in schools is not just a matter of technical skills; it also carries a psychosocial burden that affects educators’ mental health. This study aims to map the demographic profiles and levels of emotional intelligence among public junior high school teachers in Jombang Regency in the era of digital schooling. This study employed a descriptive quantitative cross-sectional design involving 138 civil servant teachers at six schools, namely State Junior High Schools 1 through 6 in Jombang. The sample was selected using simple random sampling. Field data were collected using a questionnaire on individual characteristics and the standardized TEIQue-SF questionnaire, then analyzed using univariate analysis. Results: The teachers’ profile showed a balanced age distribution between the <55 years (51.45%) and ≥55 years (48.55%) groups. The majority of respondents were senior teachers with more than 10 years of service (87.68%). Psychological evaluation showed that all teachers (100%) fell into the high (54.35%) and moderate (45.65%) categories of emotional intelligence, with no teachers in the low category. Age and work experience serve as mental resources and natural coping mechanisms for teachers to protect themselves from digital stress (technostress). As a recommendation for occupational safety and health (OSH), the Department of Education needs to develop a workplace mental health promotion program to prevent burnout.
Hubungan Dukungan dan Hambatan dengan Praktik Tim dalam Pelaksanaan Audit Maternal Perinatal Surveilans Responsif (AMPSR) Andri Juanda; Heri Juanda; Fitri Raimona; Ulwan Purnamasari R; Nur Shalihah
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/syr4hc46

Abstract

Kematian maternal dan perinatal masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penguatan sistem pelayanan melalui pelaksanaan Audit Maternal Perinatal Surveilans Responsif (AMPSR). Keberhasilan AMPSR tidak hanya dipengaruhi oleh penerapan pedoman teknis, tetapi juga oleh dukungan organisasi dan kemampuan tim dalam menjalankan proses audit secara kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan dan hambatan dengan praktik tim dalam pelaksanaan AMPSR pada fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian melibatkan seluruh anggota Tim AMPSR sebanyak 16 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur dukungan organisasi, hambatan pelaksanaan AMPSR, dan praktik tim. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan dan hambatan dengan praktik tim dalam pelaksanaan AMPSR dengan nilai p = 0,041. Responden yang memperoleh dukungan baik dan tidak mengalami hambatan sebagian besar memiliki praktik tim yang baik, sedangkan responden yang menghadapi hambatan cenderung menunjukkan praktik tim yang kurang optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan dukungan organisasi dan pengurangan hambatan implementasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas praktik tim AMPSR.