cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
Evaluasi Pelaksanaan dan Manfaat Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator di PDAM Kota Payakumbuh PRAGA, BELINDA; S DJ, RACHMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.248 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.101-111

Abstract

AbstrakPDAM Kota Payakumbuh diharapkan dapat mengalirkan air minum yang aman bagi masyarakat. Hal tersebut mengacu pada target RPJMN 2015-2019; dimana pada tahun 2019 harus tercapai 100% akses air minum yang aman dilihat dari aspek 4K. Diperlukan suatu upaya untuk dapat mengamankan air minum, mulai dari sumber air baku hingga pelanggan. Program Kementerian PUPR, yakni RPAM dapat menjadi solusi untuk mengamankan air minum dari sumber hingga pelanggan melalui pendekatan analisis dan manajemen risiko. Evaluasi RPAM dilakukan untuk mengetahui capaian pemenuhan aspek 4K; sehingga dapat diketahui apakah upaya tindakan pengendalian yang dilakukan telah berjalan efektif atau belum; dengan begitu selanjutnya dapat dilakukan rekomendasi terkait upaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian pemenuhan aspek 4K. Capaian pemenuhan aspek 4K tahun 2013- 2016 belum terpenuhi. Hal tersebut dikarenakan masih terdapat tindakan pengendalian yang belum berjalan  efektif dalam menangani kejadian bahaya dan risiko yang terjadi.Kata kunci: RPAM, PDAM Kota Payakumbuh, Aspek 4KAbstractPDAM Payakumbuh expected to deliver safe drinking water for the community. This refers to the target RPJMN 2015-2019; where in 2019 must reach 100% access to safe drinking water viewed from 4K aspect. Therefore, an effort is needed to secure drinking water, from raw water sources to customers. Government programs issued through the PUPR Ministry, namely RPAM can be a solution to secure drinking water from source to customer through a risk analysis and management approach. Evaluation of RPAM implementation is done to know the achievement of 4K aspect; so it can be seen whether the efforts of the control measures carried out have been effective or not; with subsequent recommendations can be made related to what efforts can be applied to improve the achievement of 4K aspects. The achievement of 4K aspect in 2013-2015 has not been fulfilled. This is because there are still control measures that have not been effective in dealing with hazard events and risks that occur. Keywords: RPAM, PDAM Payakumbuh, Aspects 4K
Evaluasi Pelaksanaan dan Manfaat Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator di PDAM Kota Payakumbuh PRAGA, BELINDA; S DJ, RACHMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.248 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.101-111

Abstract

AbstrakPDAM Kota Payakumbuh diharapkan dapat mengalirkan air minum yang aman bagi masyarakat. Hal tersebut mengacu pada target RPJMN 2015-2019; dimana pada tahun 2019 harus tercapai 100% akses air minum yang aman dilihat dari aspek 4K. Diperlukan suatu upaya untuk dapat mengamankan air minum, mulai dari sumber air baku hingga pelanggan. Program Kementerian PUPR, yakni RPAM dapat menjadi solusi untuk mengamankan air minum dari sumber hingga pelanggan melalui pendekatan analisis dan manajemen risiko. Evaluasi RPAM dilakukan untuk mengetahui capaian pemenuhan aspek 4K; sehingga dapat diketahui apakah upaya tindakan pengendalian yang dilakukan telah berjalan efektif atau belum; dengan begitu selanjutnya dapat dilakukan rekomendasi terkait upaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian pemenuhan aspek 4K. Capaian pemenuhan aspek 4K tahun 2013- 2016 belum terpenuhi. Hal tersebut dikarenakan masih terdapat tindakan pengendalian yang belum berjalan  efektif dalam menangani kejadian bahaya dan risiko yang terjadi.Kata kunci: RPAM, PDAM Kota Payakumbuh, Aspek 4KAbstractPDAM Payakumbuh expected to deliver safe drinking water for the community. This refers to the target RPJMN 2015-2019; where in 2019 must reach 100% access to safe drinking water viewed from 4K aspect. Therefore, an effort is needed to secure drinking water, from raw water sources to customers. Government programs issued through the PUPR Ministry, namely RPAM can be a solution to secure drinking water from source to customer through a risk analysis and management approach. Evaluation of RPAM implementation is done to know the achievement of 4K aspect; so it can be seen whether the efforts of the control measures carried out have been effective or not; with subsequent recommendations can be made related to what efforts can be applied to improve the achievement of 4K aspects. The achievement of 4K aspect in 2013-2015 has not been fulfilled. This is because there are still control measures that have not been effective in dealing with hazard events and risks that occur. Keywords: RPAM, PDAM Payakumbuh, Aspects 4K
Identifikasi Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Air Bersih di Kelurahan Cihaurgeulis CITRA PERMATASARI; JULI SOEMIRAT; SITI AINUN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p

Abstract

AbstrakPartisipasi masyarakat dalam pengelolaan air bersih didefinisikan sebagai keterlibatan langsung masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan ketersediaan air bersih secara kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Keterlibatan masyarakat dapat menimbulkan adanya rasa memiliki serta bertanggungjawab akan pentingnya air bersih yang akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan air bersih di Kelurahan Cihaurgeulis. Pengukuran tingkat partisipasi masyarakat menggunakan konsep Arnstein (A Ladder of Citizen Participation). Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Untuk menentukan jumlah responden menggunakan teknik stratified sistematis sampling. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat terbesar terdapat pada tingkat informing (32%). Disarankan adanya pendidikan lingkungan yang formal dan memberikan pelayanan pengelolaan air bersih yang dapat meningkatkan ketersediaan air bersih.Kata kunci: Tingkat partisipasi, masyarakat, air bersih.
Pengaruh Karakteristik Lindi terhadap Ozonisasi Konvensional dan Advanced Oxidation Processes (Aop) Amalia Krisnawati; M. Rangga Sururi; Siti Ainun
Jurnal Reka Lingkungan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v2i2.%p

Abstract

ABSTRAK Ozon merupakan oksidator kuat dalam air namun proses dekomposisinya dapat menghasilkan oksidator yang lebih kuat yaitu OH radikal. Penggunaan OH radikal sebagai pengolah air disebut Advanced Oxidation Processes (AOP) yang dapat digunakan pada limbah dengan bahan pencemar berat seperti lindi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan inisiator yaitu Hidrogen peroksida (H2O2) dan sinar UV-C pada dekomposisi ozon menjadi OH radikal. Proses ozonisasi dilakukan selama 180 menit pada ozon kontaktor berbentuk silinder bervolume 1,5 liter. Ozon dihasilkan dari oksigen murni yang melewati ozon generator. Hasil yang diperoleh yaitu ozonisasi dengan penambahan H2O2 mampu mengefektifkan pembentukkan OH radikal sebesar 50% sedangkan penambahan sinar UV mengefektifkan 37%. OH radikal tersebut menyebabkan perubahan karakteristik lindi sebesar  5-7% pada parameter pH, 21-33% pada parameter alkalinitas dan 18,7-29% pada parameter Chemical Oxygen Demand (COD). Kombinasi ozon/H2O2 memberikan perubahan yang paling tinggi dibandingkan dengan ozonisasi konvensional dan ozon/UV. Kata kunci : Lindi, Ozonisasi, AOP, Konsentrasi sisa ozon
Analisis Penentuan Jalur Pipa Sistem Penyaluran Air Limbah Domestik dengan Weighted Ranking Technique (WRT) di Kecamatan Bogor Tengah WIDHI SALLY SUFINAH ROSADI; ETIH HARTATI; NICO HALOMOAN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i1.14-25

Abstract

AbstrakKecamatan Bogor Tengah merupakan pusat pelayanan Kota Bogor dengan tingkat kepadatan penduduk paling tinggi di Kota Bogor, yaitu sebesar 128,8 jiwa/ha. Dalam upaya mengelola air limbah domestik, Pemerintah Kota Bogor melalui RTRW Kota Bogor tahun 2011-2031, merencanakan penyaluran air limbah domestik dengan sistem terpusat mengingat tidak memungkinkan setiap rumah memiliki sistem setempat. Pada perencanan ini, dibuat 2 buah alternatif jalur untuk selanjutnya dipilih jalur yang paling sesuai dengan kriteria teknis yang dipersyaratkan. Metode pendekatan yang digunakan adalah Weighted Ranking Technique (WRT). WRT merupakan metode pemilihan alternatif yang didasarkan pada pemberian bobot terhadap parameter. Berdasarkan hasil analisis, terpilih jalur alternatif 1 sebagai jalur pipa terbaik dengan nilai akhir 0,26. Alternatif 1 memiliki rata rata kecepatan minimum 1,69 m3/detik, waktu pengaliran 8,37 jam,biaya pembelian pipa sebesar Rp. 275.670.000,-, luas area terlayani 67,48 %, dan jumlah aksesoris yaitu 123 unit manhole dan 1 unit siphon.Kata kunci: Pemilihan alternatif jalur pipa, sistem terpusat, Weighted Ranking Technique (WRT) AbstractBogor Tengah sub-district is the service center of Bogor City with the highest population density in Bogor City, which is 128.8 people/ha. In an effort to manage domestic wastewater, Bogor City Government through RTRW Kota Bogor 2011-2031, has planned the distribution of domestic wastewater with offsite system since it does not allow every house to have an onsite system. In this plan, 2 pipeline alternatives were identified, to be later selected among those two.The approach method used is Weighted Ranking Technique (WRT). WRT is an alternative selection method based on weighting of parameters. Based on the analysis result, the alternative path 1 was chosen as the best pipeline with the final value of 0,26. Alternative 1 has a minimum flow rate is 1.69 m3 / sec, the flow time is 8.37 hours, the cost of purchasing a pipe of Rp. 275.670.000,-, the area served is 67.48%, and the number of accessories is 123 manhole units and 1 siphon unit. Keywords: Alternative selection of pipeline, offsite system, Weighted Ranking 
Analisis Willingness To Pay Sistem Penyediaan Air Minum Menggunakan Contingent Valuation Method Di Kota Bandung (Studi Kasus Pelanggan IPA Dago Pakar) Yolinda Yolinda; KANCITRA PHARMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v7i2.78-89

Abstract

AbstrakPDAM Tirtawening secara berkala mengkaji tarif air minum untuk mendukung perbaikan sistem penyediaan air minum di Kota Bandung. Kajian tarif air minum dari sisi pelanggan perlu dilihat untuk perbaikan pelayanan yang semakin meningkat sesuai harapan terutama dari sisi kuantitas, kontinuitas dan kualitasnya melalui kemauan membayar pelanggannya. Kemauan pelanggan membayar lebih dari yang biasa dibayarkan untuk barang lingkungan atau willingness to pay (WTP) dapat memberikan kontribusi untuk PDAM Tirtawening Kota Bandung. Besaran nilai WTP perlu diestimasi sehingga dapat memberikan gambaran tingkat kemauan membayar pelanggan dalam perbaikan pelayanan PDAM. Pelanggan PDAM dari IPA Dago Pakar menjadi objek penelitian ini dengan menggunakan Contigent Valuation Method (CVM). CVM merupakan suatu metoda teknik survei kepada responden tentang nilai  yang mereka berikan terhadap komoditi yang tidak memiliki pasar seperti barang lingkungan untuk mengestimasi nilai barang lingkungan secara komprehensif. Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata WTP responden dari IPA Dago Pakar yang diperoleh adalah Rp. 130.857 per bulan dan nilai total WTP sebesar Rp 394.665.143. Nilai WTP tersebut dipengaruhi aspek pelayanan air minum yang dirasakan responden memuaskan. Pelaksanaan CVM dalam penelitian ini memiliki nilai R2 sebesar 0,816 atau 81,6% sehingga pelaksanaan metoda tersebut dapat diandalkan.Kata kunci: sistem penyediaan air minum, tarif, IPA Dago Pakar, CVM, WTP
Identifikasi Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) di Air Permukaan dan Sedimen Waduk Saguling Provinsi Jawa Barat JULIA PUTRI ADANI; EKA WARDHANI; KANCITRA PHARMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i2.%p

Abstract

AbstrakSeiring peningkatan aktivitas masyarakat di sekitarnya, pencemaran Waduk Saguling terus meningkat. Parameter yang mencemarinya seperti logam berat Pb dan Zn. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi Pb dan Zn yang terkandung dalam perairan dan sedimen Waduk Saguling, serta mengidentifikasi hubungan parameter fisika kimia air dengan kelarutan logam berat. Kandungan logam berat Pb dan Zn dianalisis menggunakan metode Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi Pb dari dua belas lokasi sampling memiliki kisaran antara 0,0005-0,0421 mg/L. Kandungan Pb terendah terdapat pada titik Muara Ciminyak dan yang tertinggi pada lokasi Nanjung. Konsentrasi Zn pada perairan berkisar antara 0,1441-0,5976 mg/L dan telah melebihi baku mutu PP No. 82 Tahun 2001 Kelas II. Pada sedimen, konsentrasi Pb berkisar antara 7,9750-26,7217 mg/kg dan masih memenuhi baku mutu ANZECC (2000), sedangkan logam berat Zn berkisar antara 38,9333-234,8783 mg/kg, hanya lokasi Nanjung yang melebihi baku mutu. Kata kunci: Inductively Coupled Plasma (ICP-MS), Seng, Timbal, Waduk Saguling
Penyusunan Rantai Pasok pada Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator untuk Sumber Mata Air di PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung ARINA NUR AZIZAH; RACHMAWATI S.DJ; DYAH ASRI HANDAYANI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p

Abstract

AbstrakRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menetapkan target 100% akses sumber air bersih dengan tujuan terpenuhinya penyediaan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Seiring dengan target RPJMN, PP No. 122 tahun 2015 menyatakan bahwa pemerintah wajib menjamin ketersediaan air baku yang memenuhi baku mutu yang ditetapkan untuk penyediaan air minum sesuai dengan peraturan. PDAM Tirta Raharja Kab. Bandung sebagai objek kajian, memiliki 9 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan 12 titik sumber air baku mata air  yang menghasilkan debit produksi total sebesar 118 L/detik yang berpotensi dan selain itu memiliki beberapa kejadian bahaya yang berkaitan dengan aspek penyediaan air minum.Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)adalah adaptasi dari program Water Safety Plan (WSP) WHOsebagai upaya mitigasi kejadian bahaya yang digagas oleh pemerintah. Komponen awal RPAM adalah pembuatan rantai pasok.Rantai pasoksebagai pokok kajian memiliki tujuan untuk mendeskripsikan setiap komponenunit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Penyusunan dilakukan dengan cara inventarisasi dari dokumen PDAM terkait, observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak PDAM. Kajian ini menghasilkan 9 buah rantai pasok yang terbagi berdasarkan tingkat kompleksitas SPAM, merujuk pada jumlah dan jenis unit SPAM serta wilayah pelayanan SPAM. Adapun klasifikasi yang diperoleh adalah satu buah rantai pasok kompleks, lima buah rantai pasok menengah, dan tiga buah rantai pasok sederhana. Rantai pasok dapat menjadi referensi bagi PDAM untukmelakukan identifikasi kejadian bahaya dan risiko yang dapat ditimbulkan.Kata kunci: Rantai Pasok, SPAM, RPAM, Mata Air, PDAM Tirta Raharja Kab. Bandung.
Pengembangan Model Pengelolaan Risiko Sistem Informasi Berbasis FMEA dan ISO 31000:2009 Sebagai Pendukung K3L di Laboratorium Agie Adhitya Gunawan; Christine Suryadi
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i1.79-89

Abstract

AbstrakLaboratory Information Management Systems (LIMS) merupakan SI berbasis komputer yang bermanfaat bagi laboratorium dalam meningkatkan keamanan, produktifitas dan akurasi data, mengelola semua informasi yang berkaitan dengan kegiatan laboratorium serta memungkinkan laboratorium untuk menampilkan data serta laporan secara cepat. Penelitian dilakukan dengan cara merancang model pengelolaan risiko SI untuk menilai risiko-risiko yang berkaitan dengan pemanfaatan SI di Laboratorium Uji Kimia X dengan memanfaatkan kerangka kerja FMEA dan acuan ISO 31000. Penerapan model pada Laboratorium Uji Kimia X berhasil mengidentifikasi enam belas risiko SI. Sementara hasil penilaian dan analisis risiko-risiko SI tersebut menyatakan bahwa terdapat dua risiko yang termasuk kedalam kategori kritis dengan nilai Risk Priority Number (RPN) secara berurutan yaitu 75 dan 100. Sistem ini dapat diterapkan untuk mendeteksi bahaya dan risiko di laboratorium lingkungan.Kata kunci: FMEA, ISO 31000, LIMS, risiko SI, environmental laboratory.AbstractLaboratory Information Management Systems (LIMS) is a computerized IS used by laboratory to increase safety, data productivity and accuracy, manage information related to laboratory activities and allow laboratory to display data and reports faster. The research was conducted by creating IS risk management model using FMEA framework and ISO 31000 standard to assess risks related to IS implementation in Chemical Testing Laboratory X. The result of model testing in case study Chemical Testing Laboratory X manage to identify 16 IS risks threatening IS assets. Analysis of these risk produce two risks that fall in critical category. UTP cable damage and data input errors. Risk Priority Number (RPN) value for each risks are 100, and 75, respectively. This system can be implemented to detect the risk of hazards that may occur in the environmental laboratory.Keywords: FMEA, ISO 31000, LIMS, IS risks, IS assets, environmental laboratory.
Perencanaan Sistem Penyaluran Air Limbah Domestik Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor KHAIRIL IRFAN SIREGAR; ETIH HARTATI; NICO HALOMOAN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i1.27-37

Abstract

Abstrak Kecamatan Tanah Sareal merupakan Kecamatan terbesar ketiga di Kota Bogor dengan luas wilayah Kecamatan sebesar 1.884 Ha. Jumlah penduduk tahun 2016 di Kecamatan Tanah Sareal sebesar 226.906 jiwa. Terdapat 6 Kelurahan di Kecamatan Tanah Sareal berstatus risiko tinggi sanitasi. Kecamatan Tanah Sareal akan diproyeksikan menjadi Pusat Kota baru di Kota Bogor. Berdasarkan RTRW Kota Bogor 2011-2031 akan direncanakan sistem penyaluran air limbah domestik dengan sistem offsite sanitasi dengan lokasi IPAL di Kecamatan Tanah Sareal. Sehingga dibutuhkan sistem penyaluran air limbah domestik Kecamatan Tanah Sareal. Tujuan dari perencanaan ini adalah merencanakan jaringan pipa induk  dan lateral sistem penyaluran air limbah domestik di Kecamatan Tanah Sareal. Langkah-langkah yang dilakukan dalam perencanaan ini, yaitu proyeksi penduduk, perencanaan jalur, perhitungan debit, perhitungan dimensi pipa, dan perhitungan Rencana Anggaran Biaya. Rancangan umum sistem penyaluran air limbah domestik mengacu pada Master Plan Air Limbah Kota Bogor dengan Periode desain 20 tahun. Jalur perencanaan sistem penyaluran air limbah di Kecamatan Tanah Sareal memiliki total panjang saluran 7.418 m, sistem pengaliran secara gravitasi, diameter pipa induk antara (600-1000) mm, debit minimum sebesar 1,13 m3/detik, waktu pengaliran sampai IPAL 5,88 jam, debit 1.403  L/detik, Manhole yang digunakan sebanyak 424 unit, dan Rencana Anggaran Biaya sebesar Rp. 34.688.256.575,55.Kata kunci: Kecamatan Tanah Sareal, Limbah Domestik, Sistem Offsite Sanitasi.AbstractTanah Sareal Sub-district is the third largest sub district in Bogor City with the area of District is 1,884 Ha. Based on RTRW Kota Bogor 2011-2031 will be built sanitation offsite system with Waste Water Treatment Plan (WWTP) location in Kecamatan Tanah Sareal. The purpose of this plan is to plan the pipeline network and lateral domestic waste water sewerage system in Tanah Sareal Sub-district. The steps taken in this planning are population projection, pipeline planning, water discharge calculation, pipe dimension calculation, and calculation of Budget Plan. The general design of domestic waste water sewerage system refers to Bogor City Wastewater Master Plan. The sewerage system in Tanah Sareal Sub-district has a total length of 7.418 m channel, gravity sewerage system, pipe diameter between (600-1000) mm, minimum discharge of 1.13 m3 / sec, the flow time up to WWTP 5.88 Hour,  flow discharge 1,403 L/sec, Manhole used 424 units, and Budget Plan Rp. 34.688.256.575,55.Keywords: Tanah Sareal Sub-district, Domestic Wastewater, Sanitation Offsite System,.