cover
Contact Name
Dedek Helida Pitra
Contact Email
jurnal.kalisa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kalisa@gmail.com
Editorial Address
Jl.H. A. Manap Lrg. Doa No.1, RT.006 RW.002, Kel.Sungai Kerjan, Kec.Bungo Dani, Kab.Bungo, Jambi, Indonesia
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Kalisa
ISSN : -     EISSN : 31098940     DOI : https://doi.org/10.63461
Core Subject : Education, Social,
KALISA merupakan jurnal ilmiah yang bertujuan untuk meninjau dan mencatat perkembangan utama dalam bidang literasi kewarganegaraan yang berpotensi memengaruhi arah dan dinamika kehidupan masyarakat di masa depan. Jurnal ini memfokuskan diri pada kajian ilmiah interdisipliner yang mencakup aspek pendidikan, sosial-ekonomi, politik, muatan lokal, serta kebijakan terkait studi kewarganegaraan digital. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian orisinal guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, menjadi sumber referensi, serta sarana pengajaran lanjutan bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, dan praktisi. Kehadiran jurnal ini juga ditujukan untuk menjawab kebutuhan yang terus meningkat terhadap kajian literasi kewarganegaraan oleh kalangan profesional, pendidik, pembuat kebijakan, dan penggiat literasi yang memiliki perhatian terhadap isu-isu kewarganegaraan dalam berbagai konteks lokal, nasional, dan global.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 17 Documents
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Menggunakan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share Nadia Hudri; Abdullah Abdullah; Subhanandri Subhanandri
Master Kajian Literasi Kewarganegaraan Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/kalisa.v12.194

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan rendahnya kualitas proses maupun hasil belajar, yang terlihat dari hanya 6 orang siswa atau sekitar 40% yang mampu mencapai Kriteria Ketuntasan Tingkat Pencapaian (KKTP).Kondisi tersebut menandakan bahwa hasil belajar Pendidikan Pancasila belum sesuai dengan standar sekolah sebesar 70. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan proses maupun hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada peserta didik kelas V SDN 025/II Muara Bungo. Penelitian tindakan kelas ini melibatkan 15 peserta didik dan dilaksanakan dalam dua tahap. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan yang cukup signifikan. Pada observasi guru, tahap I memperoleh capaian sebesar 90,90% di kedua pertemuan, sedangkan pada tahap II mengalami peningkatan dari 86,36% menjadi 95,45%. Observasi terhadap siswa pada tahap I menunjukkan hasil 66,67% dan 73,33%, kemudian pada tahap II meningkat menjadi 86,66% dan 93,33%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, yaitu dari 53,33% dan 66,67% pada tahap I menjadi 73,33% dan 93,33% pada tahap II.
Revitalisasi Peran Adat dalam Masyarakat Kontemporer: Studi Tokoh Adat Desa Teluk Kuali, Kabupaten Tebo Salsabila Khairunnisa; Dedek Helida Pitra
Master Kajian Literasi Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2026): Mei
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/kalisa.v21.34

Abstract

Adat merupakan sistem nilai, norma, dan kebiasaan yang hidup secara turun-temurun dalam masyarakat sebagai pedoman dalam berperilaku dan berinteraksi sosial. Adat tidak hanya mengatur kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi identitas budaya yang membedakan satu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya. Melalui adat, masyarakat mewariskan kearifan lokal, mengatur tata hubungan sosial, serta menjaga keseimbangan dengan lingkungan alam. Desa Teluk Kuali merupakan komunitas yang kaya akan adat istiadat dan budaya lokal yang telah hidup turun-temurun. Namun, perkembangan modernisasi dan globalisasi menyebabkan erosi nilai-nilai tradisional, khususnya pada generasi muda yang mulai meninggalkan kebiasaan leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajer tradisional dalam mengaktifkan kembali adat serta upaya pelestarian budaya di tengah perubahan sosial yang dinamis. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara mendalam kepada tokoh adat dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi adat tidak hanya mengembalikan praktik lama, tetapi juga mengadaptasi nilai-nilai adat agar relevan dengan kehidupan modern. Peran manajer tradisional sebagai penjaga nilai lokal sangat penting dalam menjaga harmoni sosial dan identitas budaya. Studi ini diharapkan memberikan rekomendasi bagi pelestarian budaya di desa-desa lain dengan tantangan serupa.
Penguatan Literasi Politik Generasi Muda dalam Kebijakan Publik Digital Chitra Imelda; Aris Munandar; Novita Wulandari
Master Kajian Literasi Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2026): Mei
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/kalisa.v21.316

Abstract

Transformasi digital telah merekonfigurasi komunikasi politik dan kebijakan publik melalui ruang digital yang terbuka, namun rentan terhadap disinformasi. Urgensi penelitian ini terletak pada meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap manipulasi informasi serta pentingnya penguatan literasi politik dalam kebijakan publik digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi normatif kebijakan publik digital dan merumuskan model kebijakan ideal dalam menghadapi disinformasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan normatif-kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen kebijakan, peraturan perundang-undangan, serta literatur ilmiah terkait literasi politik dan digital governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital, media, dan kewarganegaraan, pendekatan partisipatif, transparansi algoritma, serta perlindungan data menjadi elemen kunci kebijakan. Disimpulkan bahwa kebijakan publik digital harus berbasis pemberdayaan, inklusif, dan deliberatif dengan menempatkan generasi muda sebagai subjek kebijakan dalam ekosistem demokrasi digital yang berkelanjutan dan adaptif.
Innovative Civic Education Pedagogy for Strengthening Democracy and Character Formation: A Systematic Review (2017–2026) Ananda Rauf Nurhidayah Isnaini
Master Kajian Literasi Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2026): Mei
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/kalisa.v21.318

Abstract

This study addresses the growing concern over democratic fragility and the need for innovative civic education capable of strengthening democratic participation and character formation. The urgency of this research lies in responding to fragmented pedagogical approaches that often separate civic engagement, digital literacy, curriculum reform, and character development. This research employs a Systematic Literature Review guided by the PRISMA 2020 framework, analyzing 20 empirical journal articles published between 2017 and 2026 indexed in Scopus. The findings reveal four dominant pedagogical clusters: participatory and deliberative models, digital citizenship integration, curriculum and institutional reform, and character-integrated civic learning. Evidence indicates that experiential and dialogic approaches generate stronger democratic outcomes than knowledge-transmission models. The study concludes that democratic resilience is most effectively cultivated through an integrated pedagogical framework combining participation, ethical reflection, institutional support, and digital engagement.
Dampak Bantuan Langsung Tunai (BLT) Terhadap masyarakat RT007 RW002 Desa Kerta Kecamatan Banjarsari Aldiyansyah; Mas Fierna Janvierna Lusie Putri
Master Kajian Literasi Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2026): Mei
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/kalisa.v21.319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap kesejahteraan masyarakat serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam proses penyaluran dan pemanfaatannya di Desa Kerta, Kecamatan Banjasari. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan aparat lingkungan setempat dan delapan orang penerima BLT, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk mengelompokkan data, menemukan kategori, serta mengidentifikasi hubungan antar kategori sehingga diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BLT memberikan dampak positif dalam membantu pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari dan menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan penghasilan tidak tetap. Selain itu, bantuan ini juga memberikan dampak sosial dan psikologis berupa rasa aman dan ketenangan bagi penerima. Namun, peningkatan kesejahteraan yang dihasilkan masih bersifat jangka pendek dan pemanfaatannya cenderung untuk kebutuhan konsumtif. Kendala yang ditemukan meliputi ketidakakuratan data, sosialisasi yang belum merata, serta hambatan teknis dalam pencairan bantuan.
Penerapan Civic Disposition Dalam Membangun Kesadaran Berkonstitusi Di Lingkungan Masyarakat Annisa Mulqi Latifah; Mas Fierna Janvierna Lusie Putri
Master Kajian Literasi Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2026): Mei
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/kalisa.v21.320

Abstract

Kesadaran berkonstitusi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan demokrasi yang berkeadaban. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kesenjangan antara pemahaman konstitusional masyarakat dan perilaku konstitusional dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan civic disposition dalam membangun kesadaran berkonstitusi serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan civic disposition telah muncul dalam bentuk sikap toleransi, tanggung jawab sosial, dan kepatuhan terhadap aturan, namun belum terinternalisasi secara optimal. Hambatan utama meliputi rendahnya partisipasi masyarakat, budaya apatis dan individualisme, minimnya keteladanan, serta kurangnya integrasi nilai konstitusional dalam kegiatan sosial. Penelitian ini bermanfaat sebagai rujukan pengembangan Pendidikan kewarganegaraan berbasis nilai dan sebagai bahan pertimbangan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memperkuat kesadaran berkonstitusi secara bekelanjutan.
Rekonstruksi Hak Politik Kewarganegaraan: Transformasi Relasi Negara Warga dalam Demokrasi Indonesia Moh Farid Nurhadi
Master Kajian Literasi Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2026): Mei
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/kalisa.v21.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi hak politik dalam kerangka kewarganegaraan di Indonesia melalui pendekatan teoritik yang integratif dan kontekstual. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara pemahaman hak politik yang formal-prosedural dengan praktik kewarganegaraan dalam demokrasi kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis pemikiran T. H. Marshall, Richard Bellamy, dan Bryan S. Turner. Hasil menunjukkan bahwa hak politik tidak hanya berkaitan dengan status hukum, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan relasi kekuasaan, partisipasi warga, dan kualitas demokrasi. Dalam konteks Indonesia, terdapat ketegangan antara jaminan konstitusional dan praktik sosial-politik yang eksklusif, seperti dominasi oligarki, lemahnya representasi politik, serta marginalisasi kelompok minoritas. Konsep kewarganegaraan diferensial menunjukkan akses hak politik yang tidak merata. Oleh karena itu, rekonstruksi hak politik perlu diarahkan pada penguatan kewarganegaraan substantif melalui peningkatan partisipasi, penguatan masyarakat sipil, serta transformasi relasi negara–warga yang inklusif dan demokratis.  

Page 2 of 2 | Total Record : 17