cover
Contact Name
Adi Susilo
Contact Email
jck.eub@gmail.com
Phone
+6281328418998
Journal Mail Official
jck.eub@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Tentara Pelajar St. Mudal, Boyolali 57351, Indonesia
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Keperawatan
Published by STIKES Estu Utomo
ISSN : -     EISSN : 30464536     DOI : https://doi.org/10.35872/jck.v2i02
Core Subject : Health,
urnal Cakrawala Keperawatan (JCK) is a nursing journal which publishes scientific works for nurses, academics, and practitioners. JCK welcomes and invites original research articles, reviews (systematic and meta-analysis), and case report particularly in nursing. This journal encompasses original research articles, review articles, and case studies, including: Adult nursing Emergency nursing Gerontological nursing Community nursing Mental health nursing Pediatric nursing Maternity nursing Nursing leadership and management Complementary and Alternative Medicine (CAM) in nursing Education in nursing
Articles 35 Documents
PEMBELAJARAN BERBASIS SIMULASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN FIRST-AID PADA KONDISI GAWAT DARURAT MAHASISWA KEPERAWATAN: PRE-POST PRE-EXPERIMENTAL STUDY Suwarno; Saputro, Bambang Sudono Dwi; Kurniawati, Emy; Naulia, Resi Putri; Rusminingsih, Esri
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol.03 No.01 Januari 2026
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jck.v3i01.970

Abstract

Background: First Aid in emergency situations is an essential skill that nursing students must possess. Adequate knowledge of First Aid is crucial in saving lives and preventing the worsening of patients’ conditions. However, many students still have suboptimal levels of First Aid knowledge. Objective: This study aims to analyze the effect of simulation-based learning on First Aid knowledge in emergency situations among nursing students at STIKES Estu Utomo. Method: This research used a one-group pretest-posttest design without a control group. A total of 43 nursing students were selected using a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using paired t-test. Results: Before the intervention, the average knowledge score was 62.74 ± 9.446. After simulation-based learning, the average score increased to 77.29 ± 7.717, with a mean difference of 14.559 ± 1.408. The paired t-test showed a significant difference with a p-value of 0.001 (p < 0.05), and the 95% confidence interval ranged from 11.694 to 17.423. Conclusion: Simulation-based learning is proven effective in increasing nursing students’ knowledge of First Aid in emergency situations. It is recommended that this method be implemented in nursing education curricula to enhance students’ readiness in responding to emergencies professionally
PENGARUH EDUKASI SKRINING JIWA TERHADAP PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI GANGGUAN MENTAL IBU HAMIL Rosiana Ulfah, Hana; Ghozy, Muhammad Amin; Kurniawati, Emy; Sajidallah, Farhan Nafis; Naulia, Resi Putri
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol.03 No.01 Januari 2026
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The proficiency of community health workers in grasping health- related concepts serves as the bedrock for successful disease prevention and health promotion initiatives. Regrettably, insufficient training programs and limited informational resources often compromise their effectiveness in delivering primary healthcare services. Objective: This quantitative investigation examines the efficacy of health education workshops in enhancing community health volunteers' comprehension of targeted medical subjects. Methods: The study employed a quasi-experimental design featuring pre- and post-intervention assessments within a single test group. Thirty certified community health workers participated in the trial, receiving specialized training through instructional seminars complemented by interactive learning sessions. Participant knowledge levels were quantitatively measured using validated questionnaires before and after the intervention, with subsequent data processing conducted through nonparametric statistical analysis. Results: Participant demographics: Majority (80%) completed secondary education, with homemakers constituting 63% of the cohort. Baseline evaluation: Moderate understanding (70%), limited comprehension (30%), with no participants demonstrating complete mastery. Post-intervention results: Significant knowledge improvement with 80% achieving mastery and 20% showing intermediate understanding. Statistical analysis confirmed intervention effectiveness (p<0.001). Conclusion: The educational initiative demonstrated measurable success in upgrading health volunteers' expertise. Sustainable implementation of similar training programs is recommended to continually enhance service delivery capabilities in community healthcare settings.
FAKTOR RISIKO PREEKLAMSIA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Handayani, Sri; Widowati, Evi; Anggraini, Dina Nur
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol.03 No.01 Januari 2026
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jck.v3i01.977

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian ibu serta perinatal. Berbagai penelitian telah mengidentifikasi faktor risiko preeklamsia, namun temuannya masih tersebar dan bervariasi sehingga diperlukan sintesis bukti secara sistematis. Tujuan: Systematic Literature Review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review mengacu pada pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Scopus, PubMed, dan Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan pada tahun 2015–2024. Studi observasional yang mengkaji faktor risiko preeklamsia diseleksi dan dianalisis secara kualitatif. Sebanyak 50 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis dalam penelitian ini. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa preeklamsia bersifat multifaktorial. Faktor risiko utama meliputi usia maternal lanjut, primigravida, riwayat preeklamsia, hipertensi kronik, obesitas, diabetes melitus gestasional, dislipidemia, kehamilan ganda, dan jarak kehamilan ekstrem. Faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik rendah, pola makan tidak sehat, paparan asap rokok, serta stres psikososial juga berhubungan dengan peningkatan risiko. Selain itu, antenatal care yang tidak adekuat dan status sosial ekonomi rendah berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia. Kesimpulan: Preeklamsia terjadi akibat interaksi kompleks berbagai faktor biologis, perilaku, dan sosial. Pencegahan preeklamsia memerlukan pendekatan komprehensif melalui skrining risiko dini, modifikasi gaya hidup, serta peningkatan kualitas pelayanan antenatal.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA REMAJA SISWA SMA Sarwoko, Sarwoko; Sulastri, Sulastri; Suwarno, Suwarno
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol.03 No.01 Januari 2026
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jck.v3i01.978

Abstract

Abstrak : Latar belakang: Banyak orang, terutama mereka yang terlibat di SMA, khawatir terkait masalah seputar kesehatan reproduksi. Kunci dari kesehatan serta kekuatan remaja ialah pendidikan kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi merupakan isu mendesak yang harus dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan psikologis remaja. Tujuan: Studi ini menganalisis mengenai dampak Pendidikan kesehatan reproduksi bagi sikap serta pengetahuan pada remaja siswa Siswa SMA Muhammadiyah 8 Sragen. Metode: Studi ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif serta sifatnya tak eksperimental. Dalam studi ini, 36 partisipan dipilih secara acak dari sekumpulan partisipan potensial dengan memanfaatkan metode pretest-posttest satu kelompok. Pertanyaan yang dirancang untuk mengukur pengetahuan serta sikap digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil: Menunjukkan responden sebelum diberi pendidikan kesehatan memperoleh pengetahuan “Baik” yaitu 18 responden (50%), “cukup” 17 responden (47,2%) serta “kurang” 1 responden (2,8%), responden yang bersikap “Baik” yaitu 26 responden (72,2%) serta cukup 10 (27,8%). Sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan memiliki pengetahuan mayoritas adalah “Baik” yaitu sebanyak 32 responden (88,9%) serta cukup 6 responden (11,1%), responden yang bersikap mayoritas ialah “Baik” yaitu 28 responden (77,8%) serta cukup 8 (22,2%). Berdasarkan hasil uji Wilcoxon dengan melaksanakan perbandingan nilai pre-test serta post-test pengetahuan serta sikap yang diperoleh responden nilainya sebesar 3,250 dengan signifikan 0,001. Hal ini artinya menolak H0 serta menerima Ha. Kesimpulan: Temuan menggambarkan bahwasanya ada perbedaan signifikan antara pre-test serta post-test pengetahuan dan sikap.
PENGETAHUAN TENTANG PAP SMEAR DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAP SMEAR PADA PUS DI DESA POTRONAYAN KECAMATAN NOGOSARI KABUPATEN BOYOLALI Cahyarini, Luluk Lusiati; Hartanti, Ani; Eka Rini, Sri Madya Bakti; Harwati, Rina
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol.03 No.01 Januari 2026
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jck.v3i01.983

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan yang berasal dari seviks. Penyebab kanker serviks diketahui adalah cairan HPV (Human Papiloma Virus). Pap smear merupakan suatu metode untuk pemeriksaan sel cairan dinding leher rahim dengan mengunakan mikroskop, yang dilakukan secara cepat, tidak sakit, dan dengan biaya yang relatif terjangkau serta hasil yang akurat Penelitian ini berlujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada PUS di Desa Potronayan Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian survei analitik. Pendekatan yang digunakan dalam rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah PUS di Desa Potronayan Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali berjumlah 143 Responde. Sampel dihitung dengan rumus slovin sejumlah 59, teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian pengetahuan tentang pap smear menunjukkan mayoritas memiliki pengetahuan baik yaitu 28 responden (47,5%) dan minoritas dengan pengetahuan kurang sejumlah 12 responden (20,3%). Perilaku pemeriksaan pap smear pada PUS mayoritas dalam kategori tidak melakukan yaitu 47 responden (79,7%), dan sisanya 12 responden (20,3%) dalam kategori melakukan. Ada hubungan pengetahuan tentang pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada PUS di Desa Potronayan Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali (p-value 0,020 <0,05). Ada hubungan pengetahuan tentang pap smear dengan perilaku pemeriksaan pap smear pada PUS di Desa Potronayan Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali

Page 4 of 4 | Total Record : 35