cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285117254463
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.H. Umar No.6C RT. 004/018 Kampung Ceger Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan, Jawa Barat 17147
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JAF: Journal of Agricultural and Farming
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 30267439     DOI : 10.58738/jaf
Core Subject : Agriculture,
JAF: Journal of Agricultural and Farming (E-ISSN 3026-7439) is a high-quality, open-access peer-reviewed scientific journal published twice a year by Asian Publishers. JAF: Journal of Agriculture and Farming focuses on plant genetic resources, increasing crop yields through genetic modification, improved crop cultivation, precision agriculture, crop protection, animal health & production, food processing, forestry, social and economic aspects of agriculture. the publication periods are in September and March. The article could be in Indonesian or English
Articles 35 Documents
Evaluasi Variabilitas Hasil Panen Dengan Pendekatan Statistik Inferensial zahra, Nayla
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 1 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i1.1062

Abstract

Variabilitas hasil panen merupakan tantangan utama dalam sistem produksi pertanian yang berkelanjutan. Fluktuasi hasil panen dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat lingkungan, teknis, maupun manajerial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan analitis yang tepat untuk memahami sejauh mana variabilitas tersebut terjadi dan apa saja faktor-faktor penyebab utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi variabilitas hasil panen menggunakan pendekatan statistik inferensial guna memperoleh informasi yang akurat dalam mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data hasil panen dari beberapa petak lahan dengan perlakuan berbeda, meliputi perbedaan jenis pupuk, teknik irigasi, dan kondisi tanah. Analisis data dilakukan melalui metode statistik inferensial, antara lain uji analisis varians (ANOVA), uji-t, dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil panen antar perlakuan, di mana pemupukan organik memberikan kontribusi tertinggi terhadap peningkatan hasil panen dibandingkan perlakuan lainnya. Selain itu, faktor kondisi tanah juga berpengaruh kuat terhadap variabilitas hasil. Pembelajaran utama dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan statistik inferensial dapat menjadi alat yang efektif dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil panen serta memberikan dasar ilmiah dalam merancang strategi pertanian yang lebih presisi dan adaptif. Pendekatan ini juga membuka peluang untuk mengembangkan model prediksi hasil panen berbasis data.
Efisiensi Rantai Pasok Pangan di Indonesia: Tantangan dan Solusi abidin, zainal
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 1 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i1.1063

Abstract

Efisiensi rantai pasok pangan merupakan faktor krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional di Indonesia. Dalam konteks meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim, rantai pasok yang efisien menjadi kunci untuk memastikan distribusi pangan yang merata, harga yang stabil, serta peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi rantai pasok pangan di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan dan solusi yang dapat diterapkan untuk memperbaikinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif (mixed methods) dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam dengan petani, distributor, dan pelaku industri pangan, serta data sekunder dari laporan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional. Analisis dilakukan menggunakan metode Supply Chain Performance (SCP) dan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengukur efisiensi pada setiap tahap rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi rantai pasok pangan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur logistik yang terbatas, ketidakseimbangan antara produksi dan distribusi, serta rendahnya adopsi teknologi digital dalam proses manajemen rantai pasok. Namun, hasil analisis juga mengindikasikan bahwa penerapan teknologi digital (seperti IoT, blockchain, dan big data analytics) serta penguatan kemitraan antara petani, pemerintah, dan sektor swasta dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi dan transparansi rantai pasok. Kesimpulannya, transformasi digital dan kebijakan integratif lintas sektor menjadi solusi strategis untuk mewujudkan rantai pasok pangan yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing di Indonesia.
Penerapan Statistik Multivariat Dalam Penentuan Faktor-Faktor Produksi Pertanian FADHILLATUNNISA, NUR
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 2 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i2.1065

Abstract

Penentuan faktor-faktor yang memengaruhi produksi pertanian merupakan aspek penting dalam upaya peningkatan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode statistik multivariat dalam mengidentifikasi variabel-variabel dominan yang berpengaruh terhadap hasil produksi pertanian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis faktor dan analisis regresi berganda sebagai teknik utama. Data diperoleh dari survei terhadap 120 petani di tiga wilayah sentra pertanian utama, meliputi variabel luas lahan, jumlah tenaga kerja, penggunaan pupuk, intensitas penyiraman, jenis bibit, serta faktor cuaca. Analisis faktor digunakan untuk mereduksi sejumlah variabel menjadi faktor utama yang lebih representatif, sedangkan regresi berganda diterapkan untuk mengukur pengaruh relatif setiap faktor terhadap total hasil produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi produktivitas pertanian, yaitu faktor input fisik (luas lahan dan pupuk), faktor manajerial (penggunaan tenaga kerja dan intensitas penyiraman), serta faktor lingkungan (curah hujan dan suhu). Model regresi menghasilkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,82, yang menunjukkan bahwa 82% variasi hasil produksi dapat dijelaskan oleh faktor-faktor tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan statistik multivariat mampu memberikan pemahaman komprehensif terhadap hubungan kompleks antarvariabel produksi, sekaligus menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pertanian yang berbasis data dan efisiensi sumber daya.
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Produksi Dan Harga Pangan Nasional Nurfa, Miliana
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 2 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i2.1066

Abstract

Perubahan iklim menjadi tantangan global yang memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan pangan nasional, terutama melalui penurunan produktivitas pertanian dan fluktuasi harga pangan. Fenomena peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, dan intensitas bencana alam berdampak langsung pada produktivitas lahan dan hasil panen komoditas utama seperti padi, jagung, dan kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan iklim terhadap produksi dan harga pangan nasional dalam jangka menengah dan panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda dan Vector Error Correction Model (VECM). Data yang digunakan meliputi data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kementerian Pertanian selama periode 2000–2024. Variabel utama yang dianalisis meliputi suhu rata-rata, curah hujan, luas panen, produktivitas tanaman, serta indeks harga pangan nasional. Uji stasioneritas, kointegrasi, dan kausalitas Granger digunakan untuk mengidentifikasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu rata-rata sebesar 1°C menurunkan produksi padi nasional sebesar 3,5%, sementara penurunan curah hujan 10% menurunkan produksi jagung hingga 2,8%. Dampak tersebut menyebabkan kenaikan harga pangan rata-rata sebesar 5–7% per tahun dalam jangka panjang. Kesimpulannya, perubahan iklim berpengaruh nyata terhadap stabilitas produksi dan harga pangan nasional. Diperlukan kebijakan adaptasi pertanian yang berkelanjutan, seperti diversifikasi komoditas, penggunaan varietas tahan iklim, serta investasi pada teknologi irigasi dan prediksi iklim.
Peran Inovasi Teknologi Dalam Meningkatkan Produktivitas Pangan Lokal Alifah, Faiqoh
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 2 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i2.1067

Abstract

Perkembangan teknologi modern memiliki peran yang sangat signifikan dalam mendorong peningkatan produktivitas pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi teknologi dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, serta keberlanjutan produksi pangan di tingkat lokal. Dalam konteks globalisasi dan perubahan iklim, sektor pertanian dituntut untuk beradaptasi dengan pendekatan yang lebih modern dan ramah lingkungan. Inovasi seperti penggunaan sensor pertanian, Internet of Things (IoT), sistem irigasi otomatis, serta penerapan teknologi bioteknologi dan pascapanen telah membawa dampak positif terhadap peningkatan hasil produksi serta pengurangan kehilangan pascapanen. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari berbagai sumber ilmiah, laporan penelitian, dan data empiris terkait penerapan teknologi di sektor pangan lokal Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi teknologi mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, menurunkan biaya operasional, serta memperkuat ketahanan pangan daerah melalui diversifikasi dan optimalisasi komoditas unggulan lokal. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan pelaku usaha menjadi faktor kunci dalam mempercepat adopsi teknologi di sektor pangan. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital petani, keterbatasan infrastruktur, dan biaya implementasi teknologi masih menjadi hambatan utama yang perlu diatasi melalui kebijakan yang berpihak pada pembangunan berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peran inovasi teknologi bukan hanya sebagai alat bantu produksi, tetapi juga sebagai katalis transformasi menuju sistem pangan lokal yang mandiri, efisien, dan berdaya saing tinggi di era digital.
Ekonomi Sirkular Dalam Pengelolaan Limbah Pangan di Indonesia Danu Prawira, Panji
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 2 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i2.1068

Abstract

Konsep ekonomi sirkular menjadi pendekatan strategis dalam mengatasi permasalahan limbah pangan di Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Limbah pangan tidak hanya menimbulkan dampak lingkungan berupa emisi gas rumah kaca dan pencemaran tanah, tetapi juga mengindikasikan ketidakefisienan dalam rantai pasok pangan nasional. Pendekatan ekonomi sirkular menekankan pada prinsip reduce, reuse, dan recycle untuk mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi melalui inovasi dan pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka yang diperoleh dari berbagai jurnal internasional dan nasional dalam lima tahun terakhir (2019–2024). Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah pangan di Indonesia. Fokus kajian meliputi kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, inovasi teknologi daur ulang, serta kontribusi sektor swasta dalam mendukung sistem pangan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah pangan di Indonesia masih menghadapi tantangan struktural, seperti kurangnya infrastruktur pengelolaan, rendahnya kesadaran masyarakat, dan lemahnya regulasi pengawasan. Namun, sejumlah inisiatif lokal seperti food bank, pengolahan limbah menjadi pakan ternak dan pupuk organik, serta penggunaan teknologi biokonversi menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengurangi volume limbah dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Dengan dukungan kebijakan yang komprehensif dan kolaborasi multi-sektor, ekonomi sirkular berpotensi menjadi solusi berkelanjutan dalam sistem pangan Indonesia.
Peran Big Data Dan Analisis Statistik Dalam Transformasi Sektor Pertanian abidin, zainal
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 2 No. 2 (2024): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v2i2.1069

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dalam era digital, big data dan analisis statistik memainkan peran penting dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran big data dan analisis statistik dalam mendukung pengambilan keputusan, efisiensi produksi, serta peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif (mixed methods), dengan pengumpulan data primer melalui survei dan wawancara kepada petani, penyuluh pertanian, serta pengambil kebijakan, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan Kementerian Pertanian, FAO, dan publikasi ilmiah terkait. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi multivariat dan analisis korelasi statistik, serta penilaian efektivitas penerapan big data melalui model Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan big data di sektor pertanian mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan lahan, prediksi cuaca, manajemen rantai pasok, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman. Selain itu, analisis statistik berperan penting dalam mengolah data pertanian besar untuk menghasilkan informasi prediktif yang mendukung kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan infrastruktur digital di pedesaan, rendahnya literasi data petani, dan kurangnya integrasi antar lembaga. Kesimpulannya, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam penguatan ekosistem data pertanian menjadi kunci utama dalam mewujudkan transformasi digital pertanian berbasis big data yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketimpangan Akses Pangan dan Strategi Pemerataan di Indonesia Purwanti, Ayudya
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 4 No. 1 (2026): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v4i1.1071

Abstract

Ketimpangan akses pangan merupakan salah satu tantangan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional di Indonesia. Meskipun negara ini memiliki sumber daya alam yang melimpah dan potensi pertanian yang besar, distribusi pangan yang tidak merata menyebabkan sebagian wilayah mengalami surplus, sementara daerah lain menghadapi kekurangan pangan kronis. Faktor-faktor penyebab ketimpangan ini meliputi perbedaan infrastruktur, disparitas ekonomi antarwilayah, ketimpangan pembangunan pedesaan dan perkotaan, serta lemahnya sistem logistik dan rantai pasok pangan. Selain itu, perubahan iklim dan degradasi lahan turut memperparah kondisi produksi pangan di beberapa daerah rentan. Upaya pemerataan akses pangan memerlukan strategi komprehensif yang melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Strategi tersebut meliputi penguatan sistem distribusi pangan berbasis wilayah, peningkatan investasi di sektor pertanian lokal, pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan, serta perbaikan infrastruktur transportasi dan penyimpanan pangan. Kebijakan subsidi dan insentif bagi petani kecil juga penting untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian pangan daerah. Selain itu, digitalisasi sistem informasi pangan dapat membantu memperkuat transparansi data dan mempercepat respon terhadap potensi krisis pangan. Dengan implementasi strategi pemerataan yang terencana dan inklusif, Indonesia dapat mengurangi kesenjangan akses pangan antarwilayah serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Pengaruh Perdangan Internasional Terhadap Kestabilan Harga Pangan joni, joni
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 2 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i2.1072

Abstract

Perdagangan internasional memiliki pengaruh penting terhadap kestabilan harga pangan di Indonesia, terutama karena adanya hubungan antara pasar global dan pasar domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekspor, impor, nilai tukar rupiah, dan harga pangan dunia terhadap kestabilan harga pangan di Indonesia periode 2010–2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan data dari Bank Indonesia, BPS, dan World Bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impor pangan dan nilai tukar rupiah berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga pangan domestik. Sementara itu, ekspor dan harga pangan dunia berpengaruh secara tidak langsung melalui mekanisme pasar. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan perdagangan yang seimbang serta penguatan produksi pangan nasional agar harga pangan tetap stabil.
Analisis Klasifikasi Wilayah Pertanian Bedasarkan Produksi Komoditas Unggulan Natasya, Kezia Aira
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 4 No. 1 (2026): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v4i1.1075

Abstract

Penentuan klasifikasi wilayah pertanian berdasarkan produksi komoditas unggulan merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasikan wilayah pertanian berdasarkan potensi produksi komoditas unggulan, sehingga hasilnya dapat menjadi acuan dalam perencanaan kebijakan serta pengembangan potensi daerah. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya perbedaan kondisi agroklimat, kesuburan tanah, ketersediaan air, serta variasi produktivitas antarwilayah yang menimbulkan ketimpangan hasil pertanian di berbagai daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis klaster (cluster analysis) menggunakan metode K-Means untuk mengelompokkan wilayah berdasarkan tingkat produksi komoditas unggulan, seperti padi, jagung, kedelai, dan hortikultura. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pertanian selama periode 2019–2023. Variabel yang dianalisis mencakup luas panen, produktivitas, dan total produksi setiap komoditas unggulan. Proses analisis dilakukan dengan perangkat lunak statistik untuk menghasilkan klasifikasi wilayah berproduksi tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kelompok wilayah utama: (1) wilayah dengan produksi tinggi berpotensi menjadi sentra komoditas unggulan, (2) wilayah berproduksi sedang dengan peluang peningkatan efisiensi, dan (3) wilayah berproduksi rendah yang memerlukan intervensi teknologi dan kebijakan penguatan kapasitas. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi perencanaan pembangunan pertanian berbasis potensi wilayah secara efektif dan berkelanjutan.  

Page 3 of 4 | Total Record : 35