cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285117254463
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.H. Umar No.6C RT. 004/018 Kampung Ceger Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan, Jawa Barat 17147
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JAF: Journal of Agricultural and Farming
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 30267439     DOI : 10.58738/jaf
Core Subject : Agriculture,
JAF: Journal of Agricultural and Farming (E-ISSN 3026-7439) is a high-quality, open-access peer-reviewed scientific journal published twice a year by Asian Publishers. JAF: Journal of Agriculture and Farming focuses on plant genetic resources, increasing crop yields through genetic modification, improved crop cultivation, precision agriculture, crop protection, animal health & production, food processing, forestry, social and economic aspects of agriculture. the publication periods are in September and March. The article could be in Indonesian or English
Articles 35 Documents
Analisis Struktur Dan Pola Kepemilikan Ternak Di Pedesaan Indonesia sastra, andika
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 1 No. 2 (2023): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v1i2.1040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan pola kepemilikan ternak di wilayah pedesaan Indonesia dalam konteks sosial ekonomi masyarakat agraris. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa subsektor peternakan memiliki peran strategis dalam penyediaan pangan hewani, peningkatan pendapatan rumah tangga pedesaan, serta penguatan ketahanan pangan nasional. Namun demikian, distribusi kepemilikan ternak di tingkat rumah tangga masih menunjukkan ketimpangan yang cukup tinggi akibat perbedaan akses terhadap sumber daya produksi, modal, serta teknologi budidaya.Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 250 rumah tangga peternak di lima provinsi representatif (Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan), sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah dengan peternak dan penyuluh pertanian. Analisis data dilakukan menggunakan model Gini Coefficient untuk mengukur tingkat ketimpangan kepemilikan ternak, serta analisis tematik untuk memahami faktor sosial budaya yang memengaruhi pola kepemilikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kepemilikan ternak di pedesaan Indonesia didominasi oleh rumah tangga kecil dengan kepemilikan kurang dari lima ekor ternak. Tingkat ketimpangan kepemilikan ternak tercatat cukup tinggi dengan nilai Gini sebesar 0,47. Faktor yang paling berpengaruh terhadap variasi kepemilikan adalah akses modal, luas lahan, dan partisipasi dalam kelompok tani. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan ekonomi petani-peternak dan akses pembiayaan mikro untuk mendorong pemerataan aset produktif di pedesaan.
Analisis Tren Produksi Tanaman Pangan Di Indonesia Menggunakan Data Time Series putri, najwa
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 2 No. 1 (2024): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v2i1.1043

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi nasional. Namun, fluktuasi produksi tanaman yang disebabkan oleh perubahan iklim, kebijakan pemerintah, serta faktor sosial ekonomi menimbulkan tantangan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produksi tanaman utama di Indonesia menggunakan pendekatan time series analysis guna mengetahui pola pertumbuhan, kestabilan, serta proyeksi produksi di masa mendatang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2010–2024. Data meliputi komoditas padi, jagung, kedelai, dan kelapa sawit. Analisis dilakukan menggunakan model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan SARIMA untuk mengidentifikasi pola tren, musiman, dan fluktuasi produksi setiap komoditas. Uji stasioneritas dilakukan menggunakan Augmented Dickey-Fuller Test serta evaluasi model menggunakan parameter AIC, RMSE, dan MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas mengalami tren peningkatan produksi, meskipun terdapat variasi antar komoditas. Produksi padi dan kelapa sawit menunjukkan tren positif yang relatif stabil, sedangkan jagung dan kedelai cenderung fluktuatif akibat perubahan cuaca dan ketergantungan impor. Model ARIMA dan SARIMA yang dihasilkan mampu memprediksi tren produksi dengan tingkat akurasi tinggi sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu perencanaan kebijakan pertanian nasional.
Strategi Peningkatan Daya Saing Komoditas Pangan Unggulan Indonesia FADHILLATUNNISA, NUR
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 2 No. 2 (2024): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v2i2.1045

Abstract

Peningkatan daya saing komoditas pangan unggulan Indonesia menjadi tantangan strategis dalam menghadapi dinamika pasar global dan ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang efektif dalam memperkuat daya saing komoditas pangan unggulan seperti padi, jagung, kelapa sawit, dan kopi melalui pendekatan inovasi, efisiensi produksi, serta kebijakan pemerintah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi daya saing. Data diperoleh melalui studi literatur, laporan kementerian terkait, serta wawancara dengan pelaku sektor pertanian dan pakar ekonomi pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan teknologi pertanian modern, penguatan rantai pasok (supply chain), serta diversifikasi produk menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing. Selain itu, dukungan pemerintah melalui kebijakan subsidi input pertanian, pengembangan infrastruktur logistik, serta promosi ekspor berperan penting dalam memperluas akses pasar. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan inovasi teknologi di tingkat petani, fluktuasi harga global, dan ketimpangan akses terhadap pembiayaan. Penelitian ini merekomendasikan sinergi antara pemerintah, swasta, dan lembaga penelitian untuk membangun ekosistem pangan unggulan yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara produsen pangan unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional.
Analisis Data Panel Produksi Pertanian di Provinsi Indonesia Sanan, Imam
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 1 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i1.1049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi pertanian di beberapa provinsi di Indonesia dengan menggunakan pendekatan data panel. Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, baik sebagai penyedia bahan pangan maupun penyerap tenaga kerja. Namun, produktivitas sektor ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan, fluktuasi iklim, dan ketimpangan infrastruktur antarwilayah. Oleh karena itu, analisis berbasis data panel digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai dinamika produksi pertanian antarprovinsi dan antarwaktu. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2015–2023 untuk 34 provinsi di Indonesia. Variabel yang digunakan meliputi produksi pertanian sebagai variabel dependen, serta luas lahan, tenaga kerja, penggunaan pupuk, dan investasi pertanian sebagai variabel independen. Analisis dilakukan dengan metode regresi data panel menggunakan model Fixed Effect Model (FEM) dan Random Effect Model (REM), kemudian diuji dengan Hausman Test untuk menentukan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi pertanian, sedangkan penggunaan pupuk dan investasi pertanian berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Secara keseluruhan, model Fixed Effect memberikan hasil estimasi yang lebih baik dibandingkan Random Effect, menunjukkan adanya perbedaan karakteristik antarprovinsi dalam memengaruhi tingkat produksi pertanian. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan berbasis wilayah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian nasional.
Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Rakyat Berbasis Ekonomi Kerakyatan Abdul kholish
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 2 No. 2 (2024): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v2i2.1050

Abstract

Usaha peternakan rakyat merupakan salah satu sektor strategis dalam pembangunan ekonomi pedesaan yang berperan penting dalam penyediaan pangan, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal, teknologi, akses pasar, serta lemahnya kelembagaan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha peternakan rakyat berbasis ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan usaha peternakan rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ekonomi kerakyatan, seperti gotong royong, keadilan, dan kemandirian, mampu meningkatkan daya saing dan produktivitas peternak. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi penguatan kelembagaan koperasi peternak, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan penyuluhan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta penguatan kemitraan antara peternak, pemerintah, dan sektor swasta. Selain itu, dukungan kebijakan yang berpihak pada peternak kecil, seperti subsidi pakan, akses permodalan, dan jaminan harga hasil ternak, menjadi faktor penting dalam keberlanjutan usaha. Kesimpulannya, pengembangan peternakan rakyat berbasis ekonomi kerakyatan dapat mewujudkan kemandirian ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Pemodelan Produksi Jagung Menggunakan Analisis Korelasi dan Regresi sabit, zakky
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 1 No. 2 (2023): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v1i2.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi jagung serta membangun model prediksi produksi menggunakan analisis korelasi dan regresi. Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian strategis di Indonesia yang memiliki peranan penting sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan industri. Fluktuasi produksi jagung dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti luas lahan, curah hujan, penggunaan pupuk, serta tenaga kerja, sehingga diperlukan pendekatan statistik untuk memahami hubungan antarvariabel tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan instansi terkait selama periode tertentu. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan arah hubungan antara variabel bebas dan produksi jagung. Selanjutnya, analisis regresi linier berganda diterapkan untuk memodelkan pengaruh simultan dari variabel-variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu produksi jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan penggunaan pupuk memiliki korelasi positif dan signifikan terhadap produksi jagung, sementara curah hujan menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan pada tingkat tertentu. Model regresi yang diperoleh memiliki nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,82, yang menunjukkan bahwa 82% variasi produksi jagung dapat dijelaskan oleh variabel-variabel yang diteliti. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan peningkatan produktivitas jagung melalui pengelolaan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan.
Optimalisasi Sistem Distribusi Pangan Untuk Menekan Biaya Logistik Hanifah, Nur
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 2 No. 1 (2024): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v2i1.1055

Abstract

Distribusi pangan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan kestabilan harga di tingkat konsumen. Namun, tingginya biaya logistik yang disebabkan oleh inefisiensi sistem distribusi, ketidakseimbangan aliran barang, dan keterbatasan infrastruktur transportasi masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem distribusi pangan guna menekan biaya logistik melalui pendekatan analisis jaringan distribusi dan pemodelan matematis. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis deskriptif terhadap rantai pasok pangan, pengumpulan data biaya transportasi, waktu tempuh, serta kapasitas gudang dari beberapa wilayah distribusi utama. Selanjutnya, dilakukan pemodelan optimasi menggunakan metode Linear Programming (LP) untuk menentukan rute distribusi paling efisien dengan mempertimbangkan variabel biaya, jarak, dan permintaan pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model optimasi dapat menurunkan total biaya logistik hingga 18,7% dibandingkan dengan sistem distribusi eksisting. Efisiensi terbesar diperoleh melalui penataan ulang jalur distribusi primer dan pemanfaatan gudang transit di wilayah dengan permintaan tinggi. Selain itu, integrasi teknologi informasi dalam pemantauan arus barang turut meningkatkan akurasi perencanaan distribusi dan mengurangi keterlambatan pengiriman. Kesimpulannya, optimalisasi sistem distribusi pangan melalui pendekatan analitis dan pemanfaatan teknologi logistik terbukti efektif dalam menekan biaya dan meningkatkan efisiensi rantai pasok secara keseluruhan.
Analisis Komparatif Produktivitas Pertanian Sebelum Dan Sesudah Penerapan Teknologi Pertanian khairunnisa, atiiqah
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 2 No. 2 (2024): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v2i2.1056

Abstract

Perkembangan teknologi di sektor pertanian telah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Inovasi seperti alat mekanisasi pertanian, sistem irigasi modern, serta aplikasi berbasis digital telah diadopsi secara luas dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan produktivitas pertanian sebelum dan sesudah penerapan teknologi pertanian, khususnya pada komoditas padi di wilayah Kabupaten X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Data primer diperoleh melalui survei terhadap 60 petani yang dibagi dalam dua kelompok: 30 petani yang belum menerapkan teknologi dan 30 petani yang telah menerapkan teknologi selama minimal dua musim tanam. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas pertanian setempat. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik paired sample t-test untuk mengetahui signifikansi perbedaan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam produktivitas antara periode sebelum dan sesudah penerapan teknologi, dengan peningkatan rata-rata sebesar 25,4%. Faktor teknologi yang paling berkontribusi terhadap peningkatan ini adalah penggunaan alat panen mekanis dan sistem irigasi tetes. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adopsi teknologi pertanian secara langsung berdampak positif terhadap produktivitas hasil tani. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan swasta dalam penyuluhan, pelatihan, serta akses pembiayaan agar teknologi pertanian dapat diimplementasikan secara merata dan berkelanjutan.
Model Pemberdayaan Petani Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan Desa sastra, andika
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 2 No. 2 (2024): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v2i2.1057

Abstract

Kemandirian pangan desa merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Namun, masih banyak desa yang menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan sumber daya pertanian, akses teknologi, serta kemampuan manajerial petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pemberdayaan petani yang dapat meningkatkan kemandirian pangan di tingkat desa melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods, dengan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta penyebaran kuesioner kepada 120 petani di tiga desa percontohan. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif-kualitatif untuk menggali proses pemberdayaan dan analisis statistik inferensial untuk mengukur dampak model terhadap tingkat kemandirian pangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemberdayaan petani yang berbasis pada peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal mampu meningkatkan kemandirian pangan desa secara signifikan. Terdapat peningkatan 32% dalam produksi pangan lokal, 28% peningkatan pendapatan petani, serta penguatan jejaring sosial dan ekonomi antarpetani. Selain itu, penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan berkelanjutan terbukti memperkuat kemampuan petani dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan usaha tani. Model ini dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dan lembaga pendamping dalam merancang program pembangunan pertanian yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan pangan desa.
Penggunaan Statistik Deskriptif dalam Pemantauan Ketahanan Pangan Nasional rasya, Muhammad
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 1 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i1.1060

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan yang mencerminkan kemampuan suatu negara dalam menjamin ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan yang cukup bagi seluruh penduduk. Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, krisis energi, fluktuasi harga pangan, serta dampak sosial ekonomi pasca pandemi COVID-19, pemantauan ketahanan pangan nasional menjadi semakin krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran statistik deskriptif sebagai alat analisis utama dalam mengukur dan memantau kondisi ketahanan pangan nasional di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, dan Food and Agriculture Organization (FAO) selama periode 2015–2024. Analisis dilakukan dengan menghitung rata-rata, median, standar deviasi, indeks ketimpangan konsumsi pangan, serta tren pertumbuhan produksi dan ketersediaan pangan per kapita.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ketersediaan energi pangan nasional mencapai 2.480 kkal per kapita per hari, dengan peningkatan tahunan sebesar 2,5%. Namun, terdapat ketimpangan antar wilayah, di mana provinsi dengan infrastruktur terbatas menunjukkan nilai akses pangan lebih rendah dibandingkan wilayah urban. Nilai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) nasional berada pada kategori “cukup tangguh” dengan rata-rata 0,68, namun masih rentan terhadap guncangan harga pangan global. Temuan ini menegaskan bahwa statistik deskriptif efektif dalam menggambarkan pola, tren, dan disparitas ketahanan pangan nasional, serta berfungsi sebagai dasar penting dalam perumusan kebijakan dan strategi peningkatan ketahanan pangan berkelanjutan.

Page 2 of 4 | Total Record : 35