cover
Contact Name
Supriadi Surbakti
Contact Email
jurnalagrismartdelisumatera@gmail.com
Phone
+6282230075394
Journal Mail Official
jurnalagrismartdelisumatera@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, No. 11 CDE, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara 20143
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera
ISSN : 28281330     EISSN : -     DOI : -
Agri Smart Deli Sumatera: Merupakan Jurnal Ilmiah bidang pertanian. Agri Smart Deli Sumatera terbit dua kali dalam setahun (6 bulan), yaitu pada bulan maret dan September. Agri Smart Deli Sumatera bertujuan untuk mempublikasikan penelitian dibidang ilmu pertanian yang berfokus pada penerbitan karya ilmiah yang berkualitas tentang informasi terbaru tentang perkembangan ilmu pertanian. Artikel yang dikirimkan akan ditinjau oleh Tim Pengulas (Mitra Bestari). Semua Artikel yang dikirimkan harus merupakan laporan asli, hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Artikel yang dikirim ke jurnal Agri Smart Deli Sumatera tidak boleh dipublikasikan ditempat lain sebelum ada keputusan dari redaksi. Naskah harus mengikuti gaya penulisan yang disediakan dan harus melalui proses Peer-review dengan menerapkan konsep Double Blind Review. Agri Smart Deli Sumatera diterbitkan oleh LPPM Universitas Deli Sumatera, Medan, Indonesia
Articles 21 Documents
Analisis Kajian Biaya Kastrasi Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di Afdeling VI Kebun Sawit Sosa PT Perkebunan Nusantara IV Hasibuan, Surtan; Surbakti, Supriadi
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Riset Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kastrasi atau ablasi merupakan membuang bunga muda dilaksanakan mulai saat tanaman berbunga (14-18) bulan sampai 26-30 bulan atau bila jumlah bunga hasil monitoring pada suatu blok sudah mencapai 50%. Semua bunga jantan dan betina sampai ketinggian 30 cm di atas tanah dibuang, pelepah jangan terpotong. Bunga yang masih kecil dipatahkan dengan mata pengait sedangkan bunga yang sudah besar dengan alat dodos. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan kejalan pikul dan kalau sudah kering dibakar. Kastrasi adalah memotong bunga–bunga baik jantan maupun betina yang telah tumbuh pada tanaman yang berumur 12-20 bulan. Bunga-bunga jantan, bunga-bunga betina dan buah-buah yang ditunas (bila tidak busuk) dikumpulkan pada gawangan (lahan diantara barisan tanaman kelapa sawit). Alat yang digunakan adalah dodos atau IRHO tools.
Pengaruh Penambahan Pupuk Organik Cair Eceng Gondok Dan Ampas Tebu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat Iqbal Kurniawan, Mochammad; Astuti, Rina
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair eceng gondok (Eichonia crassipes) dan ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil bibit tanaman tomat (Solanum lycopersicum) dalam berbagai konsentrasi. Selanjutnya untuk mengetahui berapa konsentrasi paling optimal dari pupuk organik cair eceng gondok (Eichonia crassipes) dan ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil bibit tanaman tomat (Solanum lycopersicum). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode eksperimental dan pola dasar Rancangan percobaan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) dengan 2 faktor. Hasil menunjukkan pupuk dari eceng gondok dan ampas tebu berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun, tinggi batang, jumlah buah, dan berat buah. Perlakuan pupuk organik cair eceng gondok dan ampas tebu dengan konsentrasi 40 ml/kg tanah, 80 ml/kg tanah ,dan 120 ml/kg tanah lebih efektif digunakan daripada perlakuan kontrol. Kemudian perlakuan dengan konsentrasi pupuk organik cair eceng gondok 120 ml/kg tanah dengan pupuk organik cair limbah ampas tebu 80 ml/kg tanah (E3A2) merupakan perlakuan yang paling efektif digunakan. Selanjutnya percobaan tanpa pupuk organik cair eceng gondok dan tanpa pupuk organik cair limbah ampas tebu (perlakuan kontrol) mendapatkan hasil rerata jumlah daun, tinggi batang, jumlah buah, dan berat buah terendah
FAKTOR MOTIVASI KONSUMEN UNTUK MENGGUNAKAN CABAI KERING DI KOTA PADANGSIDIMPUAN hs, syafiruddin; Widiasyih, Anugrah Sri; Nasution, Ismail Marzuki
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impor cabai kering merupakan cara pemerintah untuk mengatasi terjadinya fluktuasi harga, dan konsumen memiliki alasan tersendiri untuk mengambil keputusan pembelian komoditi ini di kota Padangsidimpuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa yang menjadi pendorong konsumen untuk memutuskan membeli cabai kering. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode survey dan wawancara dengan menggunakan bantuan kuesioner. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan analisis linear berganda, dengan 8 varibeal bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi rasa dan aroma menjadi faktor penting konsumen untuk memutuskan pembelian cabai kering.
UJI DOSIS ZAT PENGATUR TUMBUH PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Santosa, Budi; Metri, Yurma; Sari, Desi Ratna
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran dosis paklobutrazol yang tepat untuk menghasilkan anakan produktif tertinggi dengan anakan steril yang kecil. Penelitian dengan melakukan pengkajian pemberian beberapa dosis Zat Pengatur Tumbuh Paklobutrazol, pada kepadatan populasi dan dosis pupuk kandang yang berbeda, merupakan percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 5 perlakuan beberapa dosis zat pengatur tumbuh paklobutrazol, yaitu : Z0 = 0,00 g/liter air, Z1 = 0,25 g/liter air, Z2 = 0,50 g/liter air, Z3 = 0,75 g/liter air, dan Z4 = 1,00 g/liter air. Zat pengatur tumbuh Paklobutrazol dilarutkan di dalam 1 liter air yang telah dimasukkan dalam hand sprayer, sesuai dengan dosis perlakuan. Pemberian paklobutrazol dilakukan dengan cara menyemprotkan larutan paklobutrazol menggunakan hand sprayer pada umur tanaman 40 hari setelah tanam (hst). Penyemprotan dilakukan pada sore hari dengan dosis sesuai perlakuan dan dilakukan secara merata pada bagian daun dan batang tanaman sampai tanaman terlihat basah. Dosis paklobutrazol 0,75 g/liter air mampu memberikan hasil per plot 7,96 kg atau setara dengan hasil dalam ton/ha tertinggi yaitu 8,84.
HIDROPONIK ; PENDEKATAN ANALISIS BIBLIOMETRIK saragih, veny betsy; Fonna, Sarah; Willyanti, Chicka
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik merupakan solusi alternatif berkelanjutan bagi penyediaan pangan disaat sistem pertanian konvensional memberikan dampak negatif pada lingkungan baik itu krisis air, kerusakan lahan akibat penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan maupun masalah ruang dimana tidak ada ruang yang cukup untuk pertanian di perkotaan. Selain itu, berdasarkan data prediksi FAO pada tahun 2050 akan terjadi ledakan populasi manusia dimana 75% dari total populasi manusia di dunia akan bermukim diperkotaan, hal menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian untuk mengatasi masalah penyediaan pangan. Sejak satu dekade terakhir telah banyak dilakukan kajian mengenai hidroponik oleh para peneliti maupun akademisi. Oleh karena itu, untuk mengetahui sejauh mana ilmu pengetahuan mengenai hidroponik telah berkembang maka dilakukan penelitian bibliometrik ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan penelitian-penelitian hidroponik berdasarkan kata kunci dan judul penelitian sehingga diperoleh gap dan novelty terkait topik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis bibliometrik dengan alat bantu software vosviewers. Berdasarkan hasil analisis diperoleh pemetaan visualisasi jaringan terdapat 4 cluster yang berasal dari 1243 kata, termasuk 22 kata kunci yang muncul setidaknya 10 kali. Dari hasil adapun tiga kata kunci terbanyak muncul adalah item "Hidroponik (Hydroponic)" yang terdiri dari 155 kata, dan merupakan bagian dari cluster 2 yang terdiri dari 6 item, kemudian item “Keuntungan (Benefit)” yang terdiri dari 87 kata dan merupakan cluster 1 yang terdiri dari 7 item, dan yang terakhir adalah item “Pertanian (Agriculture)”, yang terdiri dari 83 kata yang juga bersal dari cluster 1. Topik penelitian terbaru yang diteliti ditunjukkan oleh item-item yaitu Pertanian Vertikal (Vertical Farming), Pertanian Hidroponik (Hydroponic Farming), dan Ketahanan Pangan (Food Security) dimana rata-rata dipublikasi pada tahun 2020-2021. Ketiga item yang terbaru diteliti yaitu Pertanian Vertikal (Vertical Farming), Pertanian Hidroponik (Hydroponic Farming), dan Ketahanan Pangan (Food Security) juga masih sedikit dilakukan begitu pula item-item seperti Air (Water), Keuntungan Ekonomi (Economic Benefit), Negara (Country), Studi Kasus (Case Study), Sistem Hidroponik (Hydroponics System).
Analisis Efisiensi Produksi Ayam Kampung Di Kota Tebing Tinggi Ginting, Tampe Tuah Malem; Insandi, Arief Muhazir
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Riset Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi produksi usaha peternakan ayam kampung di Kota Tebing Tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini belum mencapai efisiensi teknis, alokatif, maupun ekonomis. Nilai efisiensi teknis sebesar 0,89 menandakan bahwa pemanfaatan faktor produksi seperti DOC (Day-Old Chick), luas kandang, jumlah pakan, biaya operasional veteriner (OVK), dan tenaga kerja belum optimal. Dengan nilai efisiensi alokatif sebesar 0,17, terlihat bahwa alokasi sumber daya ekonomi tidak seimbang. Hal ini menyebabkan penggunaan faktor produksi yang tidak efisien dalam menekan biaya produksi. Selain itu, nilai efisiensi ekonomis yang hanya 0,19 menunjukkan bahwa produksi tidak dapat menghasilkan keuntungan yang optimal dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Untuk meningkatkan efisiensi secara keseluruhan, diperlukan perbaikan dalam strategi manajemen produksi dan alokasi sumber daya, termasuk peningkatan kualitas input dan penggunaan teknologi yang lebih baik dalam proses produksi.
Pengaruh Inflasi Pangan Terhadap Inflasi Umum di Kota Medan Insandi, Arief Muhazir; Ginting, Tampe Tuah Malem
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflasi menggambarkan kondisi ketika harga barang dan jasa meningkat secara bertahap dalam suatu periode. Inflasi yang tinggi dan tidak stabil sering dianggap sebagai tanda ketidakstabilan ekonomi, yang mana kenaikan harga barang dan jasa berlangsung secara terus-menerus. Penyebab inflasi pangan bisa sangat beragam, seperti perubahan harga bahan baku pertanian, cuaca ekstrem yang berdampak pada produksi, naiknya biaya produksi, perubahan permintaan pasar, kebijakan perdagangan, atau bahkan spekulasi pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga jagung, kedelai, ayam, dan bawang putih terhadap inflasi di Kota Medan dengan menggunakan data bulanan dari tahun 2019 hingga 2023. Menggunakan metode VECM dan uji kausalitas Granger, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan jangka panjang antara harga kedelai dan ayam ras dengan inflasi. Dalam jangka pendek, harga jagung, kedelai, ayam, dan inflasi umum saling mempengaruhi di lag tertentu. Ada juga hubungan kausal satu arah antara harga jagung dan kedelai serta antara harga ayam dan inflasi umum.
Analisis Alih Fungsi Lahan Padi Sawah di Kota Medan Surbakti, Supriadi; Yanti, Mariana Eva; Nasution, Nurhadida
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih fungsi lahan dominan menjadi pemukiman sekitar 68% di kenakan jumlah penduduk yang semakin meningkat dan urutan selanjutnya di susul oleh Pembangunan infrastruktur terutama Pembangunan jalan flyover (jembatan layang) sekitar 22%, urutan yang terakhir yaitu Pembangunan pusat industry seperti pembangunan perusahaan sekitar 10% yang menyebabkan lahan pertanian menjadi penurun. (BPS, 2022). Dalam penelitian saya dengan judul analisis alih fungsi lahan padi sawah terhadap produksi padi sawah dan harga beras di Kota Medan dengan menggunakan data sekunder yang mempunyai 30 data tahunan data produksi padi sawah, luas lahan padi sawah dan harga beras dari tahun 1992-2022. Dengan menggunakan metode penelitian Vector Auto Regressionm (VAR).
ANALISIS TINGKAT KONSUMSI DAN PREFERENSI KONSUMEN KENTANG(Solanum tuberosum) SEGAR DI KOTA MEDAN Surbakti, Supriadi; Mulia, Sukri; Yurizky, Yusra
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah produksi kentang di Sumatera Utara pada tahun 2012 mencapai 16,49 ton/ha dengan luas lahan 3.272 ha di Kabupaten Karo Sumatera Utara berdasarkan data dari badan pusat statistik produksi kentang di Sumatera Utara cukup signifikan karena provinsi ini merupakan salah satu sentra penghasil kentang di Indonesia. Sekitar 20% dari jumlah kentang di Indonesia dihasilkan oleh Provinsi Sumatera Utara, dimana pusat kotanya berada di medan maka konsumsi terbesar kentang ada di masyarakat Kota Medan. Hal ini menjadi masalah dan ancaman bagi pemenuhan konsums kentang khususnya di Kota Medan. Tingkat konsumsi kentang segar merupakan volume kentang yang di konsumsi oleh konsumen dalam satuan per waktu. Sehingga perlu dilihat tingkat konsumsi dan preferensi konsumen terhadap kentang segar baik dari sisi harga, ukuran, kelembaban, aroma yang menjadi pilihan akhir konsumen untuk memutuskan mengkonsumsi kentang segar sesuai kebutuhannya. Konsumsi kentang segar di Kota Medan sebesar 61,72 gram/kap/hari. Preferensi Konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi kentang segar, yaitu memiliki komposisi kombinasi yang bernilai baik menunjukkan pada level atribut yang paling penting, yaitu atribut harga (0.423), ukuran (0.243), warna (0.214), kelembaban (0.164), serta aroma (0.104). Artinya konsumen lebih mengutamakan atribut harga kentang dibandingkan atribut lainnya. Model Kombinasi yang disukai konsumen kentang segar secara umum adalah kombinasi nomor 9, yaitu terong ungu segar dengan komposisi kombinasi level atribut ukuran sedang, beraroma tidak tajam, harga berkisar Rp 12000/kg dan tingkat kelembaban/kekeringannya kategori lembab serta memiliki warna kuning gelap.
UJI PEMBERIAN JENIS TAKARAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK AN-ORGANIK TERHADAP KESUBURAN TANAH TANAMAN KENTANG (Solanum tuberasum L.) Santosa, Budi; Metri, Yurma
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk mencapai hasil yang optimal tanaman adalah mengendalikan lingkungan tumbuh yang ideal bagi pertumbuhan tanaman dan sekaligus menjaga kesuburan tanah dengan pemberian pupuk  organik. Penelitian  bertujuan untuk  mendapatkan potensi unsur hara di dalam tanah yang tertinggal setelah panen tertinggi pada dosis dan jenis pupuk organik. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dimana perlakuan yang diberikan adalah jenis pupuk dan dosis pupuk.  Jenis pupuk terdiri dari :  pupuk an-organik,  pupuk kotoran ayam, biomas Tithonia diversifolia, dan Calopogonium muconoides. Dosis pupuk dihitung berdasarkan kebutuhan kebutuhan N untuk tanaman kentang dan kandungan N tanah serta kandungan N pada setiap bahan organik yang digunakan.  Dosis N yang digunakan adalah D1 = 60 kg N/ha, D2 =  120 kg N/ha dan D3 = 250 kg N/ha.  Sedangkan pupuk an-organik yang digunakan adalah pupuk Urea, SP-36 dan KCl sesuai dengan dosis anjuran (120 kg N/ha, 165 kg P2O5 /ha dan 120 kg K2O/ha).  Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Analisa tanah meliputi : pH, C Organik, N Total, C/N rasio, P tersedia, K tersedia, dan KTK tanah. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan pH, C Organik, N Total, C/N Rasio, P, K dan KTK tanah antara perlakuan pupuk an-organik dengan berbagai jenis bahan organik pada dosis 120 kg N/ha.  Potensi unsur hara yang tertinggal dari pupuk organik tidak berbeda dengan pupuk an-organik yang terdapat di dalam tanah. 

Page 2 of 3 | Total Record : 21