cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Perawat Rawat Jalan dan Rawat Inap Rian Muhammad Kiswara; Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Diki Bima Prasetio
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 2. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.174 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.2.2020.47-51

Abstract

Latar belakang :  Rumah sakit adalah suatu intitusi pelayanan kesehatan yang bergerak dalam bidang kesehatan dengan fungsi menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan pencegahan dan penyembuhan penyakit pada masyarakat. Perawat merupakan seorang yang mempunyai kemampuan khusus untuk memberikan pelayanan kesehatan dan bertanggung jawab dalam pencegahan penyakit baik pasien maupun dirinya sendiri. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Hasil : Perawat rawat jalan dan rawat inap RSU X memiliki usia lebih dari 35 orang sebanyak 8 orang (23,5%) dan kurang dari sama dengan 35 sebanyak 26 orang (76,5%). Jenis kelamin yang berjenis kelamin laki-laki sebnyak 2 orang (5,9%) dan yang berjenis perempuan sebanyak 32 orang (94,1%). Masa kerja < 5 tahun sebanyak 9 orang (26,5%) dan ≥ 5 tahun sebanyak 25 orang (73,5%). Kategori pengetahuan dikatakan baik sebanyak 14 orang (41,2%), cukup sebanyak 10 orang (29,4%) dan pengetahuan dikatakan kurang baik sebanyak 10 orang (29,4%). Kategori pengawasan yang dikatakan baik sebanyak 28 orang (82,4%) dan dan pengawasan kurang baik sebanyak 6 orang (17,6%). Simpulan : Tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, masa kerja, pengetahuan, dan pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD pada perawat rawat jalan dan rawat inap di RSU X p value lebih >0,05.
ANALISIS ASPEK FAKTOR LINGKUNGAN FISIK PADA INDUSTRI TAHU DI KELURAHAN JOMBLANG KECAMATAN CANDI SARI KOTA SEMARANG Ulfa Nurullita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 2. Tahun 2008
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.235 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.2.2008.%p

Abstract

Background: Tofu industrial was one of kind the informal industrial. In the works of process, the workers will get the work load and additional load was causes &om work areas. One of tofu industrial was in KelurahanJomblang, it controll just go from public health facility wich didn't do routine, it is just observed from disease aspect of generally case appear, was Dermatitis, it didn't reached controlling of by work health and safety up till now. Methode: The total of samples are 42 people. The kind of research was deskriptif. The factors were onserved are lighting intensity (with luxmeter), sound intensity (with sound level meter), heat skess (withquestemp), smell (with sense of smell), ventilation (with meter), complaint about the comfortable production room and sickness complaint from employee (with questioner). Result: lighting intensity range 78,6 lux (2 locations more over minimum), sound intensity range 95,7 dBA (all of industries more over limit value), heat stress range 42,4"C(all ol industries over limit value), humadity range 43,8Yo (all of them under the limit value), the broad ventilation range 29,4o/o from the floorspace (3 locations which do not fulfill condition), the complaint about less complexion intensity are 8 people (19W, about sound intensity (noise) are 39 people (92,9yo), about heat stress are 38 people (90,5yo), the majority of disease complaint about 17 people (40,5o/o) was kutu air.
PERTUMBUHAN LARVA Aedes aegypti PADA AIR TERCEMAR - Sayono; S Qoniatun; - Mifbakhuddin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 7. No. 1. Tahun 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.773 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.7.1.2011.%p

Abstract

ABSTRACT Background: Ae. aegypti is the primary vector of dengue viruses. This species proved to lay their eggs in the polluted breeding water. Ae. Aegypti’s eggs also can hatch in the sewage water, but their survival and growth to be pupae and imago is still unknown. Objective : to understand of Ae.aegypti larvae survivality and growth in various of breeding water such as well water, sewage water, waste-soap water, and chlorinated-water. Method : four kinds of breeding water were taken from setlement and used directly. The eggs of laboratory strain of Ae. Aegypti were hatched in clean water medium. Larvae reared until of three-days old. As many as 25 healthy larvae were sampled to the four types of water brood. The number of survival larvae, pupae, and imago were observed and calculated everyday for a month. Data was analyzed descriptively and analytically. Results: Ae. aegypti can survive in the sewage, well, and chlorinated water, respectively. Larval mortality in well and chlorinated water were more than 97%. The normally larval growth was occured in the sewage water brood only, but not in the well and chlorinated water. Larvae can not survive in the waste-soap water. Conclusion: the clean sewage water can be a good breeding places for Ae. aegypti, so that, its presence should be considered in the vector control program. Keywords : Ae. aegypti larvae, pupae, imago, polluted water ABSTRAK Latar Belakang: Nyamuk Ae. aegypti adalah vektor primer virus Dengue, terbukti mau bertelur pada air perindukan yang tidak bersih. Telur Ae. aegypti dapat menetas pada air comberan, meskipun belum diketahui ketahanan hidup dan pertumbuhan larva menjadi pupa dan nyamuk dewasa. Tujuan : Mengetahui ketahanan hidup dan pertumbuhan  larva Ae.aegypti pada berbagai jenis air perindukan yaitu air sumur gali, air comberan, air limbah sabun mandi dan air bersih. Metode : Empat jenis air perindukan diambil secara langsung dari pemukiman penduduk dan langsung digunakan.. Telur Ae. aegypti strain laboratorium ditetaskan pada media air bersih. Larva dipelihara hingga berumur 3 hari. Sampel sebanyak 25 ekor larva sehat dimasukkan ke enam jenis air perindukan. Jumlah larva yang bertahan hidup, menjadi pupa dan nyamuk dewasa diamati dan dihitung setiap hari selama 1 bulan. Data ketahanan dan pertumbuhan larva dianalisis secara diskriptif dan komparatif. Hasil : Larva Ae. aegypti dapat bertahan hidup pada air got, SGL, dan PAM, dengan rerata yang berbeda nyata. Kematian larva pada air SGL dan PAM sangat tinggi (> 97%). Pertumbuhan larva secara  normal hanya terjadi pada media perindukan air got. Larva Ae. aegypti tidak dapat tumbuh menjadi pupa pada air SGL dan PAM, bahkan tidak bertahan hidup pada air limbah sabun mandi. Kesimpulan : Air got yang didiamkan dan jernih menjadi tempat perindukan yang baik bagi Ae. aegypti, sehingga keberadaannya perlu diperhatikan dalam pembersihan sarang nyamuk. Kata kunci : Larva Ae. aegypti, pupa, nyamuk dewasa, air perindukan tercemar
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Scabies Pada Santri di Pondok Pesantren Rizal Efendi; Agus Aan Adriansyah; Mursyidul Ibad
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 2. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.39 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.2.2020.25-28

Abstract

Latar belakang: Penyakit kulit banyak dijumpai di Indonesia seperti penyakit scabies yang disebabkan oleh parasit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan personal hygiene dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional menggunakan studi survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 100 santri meliputi 51 santri putra dan 49 santri putri dengan metode stratified random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah personal hygiene dan kejadian scabies. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan lembar wawancara terstruktur, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku rekam medik pondok pesantren. Analisis data menggunakan uji chi-square (α=0,05). Hasil:  Sebagian besar santri memiliki personal hygiene tidak baik (53%), pernah mengalami kejadian scabies (56%) dan terdapat hubungan personal hygiene santri dengan kejadian scabies (p=0,000) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. Simpulan: Semakin tidak baik personal hygiene yang dimiliki, maka santri cenderung pernah mengalami kejadian scabies.
Efektivitas Atraktan Tahu, Oncom dan Kacang Tanah pada Fly Trap dalam Pengendalian Lalat Annisa Pangestuti Utoyo; Yustini Ardillah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 2. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.947 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.2.2021.115-120

Abstract

Latar belakang: Lalat merupakan salah satu vektor penyakit yang perlu diwaspadai dan dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pencernaan. Upaya pengendalian lalat dapat dilakukan mengunakan fly trap sebagai perangkap lalat dan atraktan sebagai zat penariknya. Atraktan yang digunakan adalah tahu, oncom dan kacang tanah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan efektivitas atraktan tahu, oncom dan kacang tanah pada fly trap dalam pengendalian lalat area Pasar Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan posttest control group design. Populasi pada penelitian ini adalah semua jenis lalat yang berada di Pasar Kalirejo. Sampel pada penelitian ini adalah lalat yang tertangkap pada fly trap. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan metode One Way Anova untuk data berdistribusi normal dan Kruskal-Wallis untuk data yan berdistribusi tidak normal. Hasil: Penggunakan atraktan kacang tanah mampu menangkap lalat dengan rata-rata lalat tertangkap sebanyak 21,11 ekor, 15,39 ekor pada atraktan oncom, 4,89 pada atraktan tahu (p value < 0,05). Kondisi suhu saat penelitian sebesar 260C sampai 270C dengan presentase kelembaban sebesar 68% sampai 70%. Kesimpulan: penelitian ini adalah terdapat perbedaan jumlah rata-rata lalat yang tertangkap pada penggunaan atraktan tahu, oncom dan kacang tanah.
PENGARUH BEBAN KERJA DAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK TERHADAP TEKANAN DARAH DAN DENYUT NADI PEKERJA BAGIAN ARC FURNACE DAN ROLLING MILL PT INTI GENERAL YAJA STEEL SEMARANG Ulfa Nurullita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 1. Tahun 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.21 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.1.2007.%p

Abstract

Background: The optimal work efficiency can be achieved if there is a beneficial balance of workload, added workload causecl by work environment, and work capacity. One of the factors of added workload caused by work environment is physical factor, such as air temperature, lighting, dampness, air rapidity, noise, mechanical vibration, radiation and air pressure. Metal foundry industry is closely related to dominant physicalenvironment factor, such as heat pressure, noise, and lighting. Those factors affect on one's physical performance especially workers' blood pressure and pulse. Objective of this research is to analyze lhe effect ofworkload and physical environment factor on workers'blood pressure, pulse, as well as fatigue level in Arc Furnace ancl Rolling Mill department, PT Inti General Yaja Steel Semarang. Method used in this research is thequasi experiment with one group pre and post test design. Research samples are 47 people who are selected by inclusion criteria. Heat pressure and noise are measured in the middle of first ffice hours at l0 a.m. approximately, while blood pressure and pulse are measurecl before and after working in the first ffice hours or at break hours. Result of this research shows that blood pressure in average before working is(systole:119,7 mmHg, diastole:84 mmHg), higher than afterworking (systole:107,2 mmHg, diastole:78,9 mmHg). The average of pulse before working is (8 1,5 times/minute), lower than after working (87,5times/minute). It can be concluded that there is difference of blood pressure before working and after working (systole; p- Wilcoxon Sign Ranks = 0,001, tliatole; p- ll/ilcoxon Sign Ranl<s,:0,003). There is dffirence of pulse before working and after working (p-paired t test: 0,001). Workers' blood pressure is degrading, while their pulse is rising, this is due to the fact that workers have already dealt with workload, heat pressttre and noise in work environment.Keywords: blood pressure, pulse, physical environment
PENGARUH STATUS GIZI KURANG PADA PENDERITA TERHADAP KEGAGALAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU DI B.P.4 SEMARANG Anna Theresia Regina Ritonga; Winarto -; M. Sulchan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 1. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7093.967 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.1.2005.%p

Abstract

Introduction. l'r/HO predicted that there would be 591.000 new Tuberculosis cases in 2001. Tuberculosis is the second leading cause ofdeath out of t3 leading causes in Indonesia. Nutritional status, social economic condition, and level at education play vital role to cure Tuberculosis. Objective: to find out correlation between patient' nutrientdeficiencis and the failure to cure pulmonary Tuberculosis.Methods. The design was a Case Contro[ Sutty, with pTB (Pulmonary Tuberculosis) patientsfrom 8.P.4 Semarangfrom 1998 to 2000 as sample with a total ofihtrty -five patient as cases and forty - seven patient as control. Data were collected include patient weight, height, age,-sex, marital status, level of education and income.. Result. There was no significant dffirence in witght at the biginntng . of treatment between cases and control ( p:0,1 ), but there was a significant difference in ieight at the end if ".treatment ( p=0,04 ).There was no significant dffirence in weight changes in patients between cases and controls l (p:0,4 ) and also occured to the beginning of nutritional status ( p=0,1 ) and at the end ( p:0,3 ).Further results from analysis had shown that patient with nutrient' deficiency at the beginning had 3.4 times more risks to have failure in curing proses since nutrient is the most significant factor compared to others. Conclusion. Nutritional status particularly at the beginning of treatment is very influential to PTB treatment. It is suggested to pay attention topatimt' nutritional stafus during the treatment, particularly at the beginning phase of treatment. Advancetl stutly - which is more spesific is'needed to find out some nutritional roles to the success of Tuberculosis treatment.Keyword : nutritional status, Pulmonary Tuberculosis, weight
PENGARUH LAMA KONTAK KARBON AKTIF SEBAGAI MEDIA FILTER TERHADAP PERSENTASE PENURUNAN KESADAHAN CaCO3 AIR SUMUR ARTETIS Ulfa Nurullita; Rahayu Astuti; Mohammad Zaenal Arifin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.275 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Latar Belakang: Air sumur artetis banyak yang yang bersifat sadah, salah satu cara untuk menurunkan adalah filtrasi dengan karbon aktif. Penelitian ini akan menganalisis penurunan kesadahan CaCO3 dengan karbon aktif dengan waktu kontak 10 menit, 20 menit,30menit dan 40 menit. Tujuan: Mengetahui pengaruh lama kontak karbon aktif dalam menurunkan kesadahan CaCO3 air sumur artetis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan Randomized pretes-postes control group design. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama kontak air sadah dengan karbon aktif yaitu selama 10 menit, 20 menit, 30 menit dan 40 menit, variabel terikat adalah penurunan kesadahan air sumur artetis, dan variabel pengganggu adalah pH dan suhu. Uji Normalitas data menggunakan Uji Kolmogorov Smirnov menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga uji yang digunakan adalah Uji One Way Anova. Hasil: penurunan kesadahan CaCO3 tertinggi 475,6 mg / l pada lama kontak 40menit (91%), terendah 206,0 mg / l pada waktu kontak 10 menit (45%). Hasil uji Anova didapatkan nilai p = 0,000 artinya ada pengaruh lama kontak karbon aktif dalam menurunkan kesadahan CaCO3 air sumur artetis.Kesimpulan: Penurunan kesadahan tertinggi terjadi pada lama kontak 40 menit yaitu rata-rata sebesar 91%.Kata kunci:Kesadahan, Lama kontak dengan karbon aktif, Penurunan kesadahan.
HUBUNGAN LAMA KERJA, BAGIAN KERJA DAN PEMAKAIAN MASKER DENGAN SUSPEK DAN INFEKSI MYCOBACTERILM TUBERCULOSA (Studi di Balai Peneegahan dan Pengobatan Penyakit Paru Semarang Tahun 2003) Didik . Suwarsono; Nurhayati . .; Sayono . .
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 1. No. 1. Tahun 2003
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.356 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.1.1.2003.%p

Abstract

ABSTRACT Background: Pulmonary Tuberculosis is still a public health problem, New cases is occurred 583.000 per year, and 140.000 of them died. Up to 2000, there were 69.771 suspects, 3.524 new cases. Of BTA (+), 124 reoccurrences and 1.806 BTA roentgen (+) in Central Java. This disease is caused by Mycobacterium tuberculosis that transmitted though the respiratory tract by droplet nuclei and dust. Health workers in BP4 is one of high risk group of this disease because face and service many patients everyday. This research is designed to analyze the correlation among job tenure and job division, and masker usage with suspect and infection of mycobacterium tuberculosis. Method: this explanatory research is used cross sectional design and survey approach. Population of study are all of the BP4 health workers. The independents variables are job tenure, job division, and masker usage, and the dependents are suspects and infection occurrence.  Data analyzed statistically by Chi Square test at 5%o significant level. Results: there is not infected Berson in health workers of BP4 Semarang, and only 8,7% of the them are suspects. There is not correlation among job tenure,job, television, and masker usage with suspects. Conclusion: the suspect’s occurrence did not base ort job tenure, job division, and masker usage. Keyword: job tenure, job division, masker usage, pulmonary tuberculosis
ANALISIS SPASIAL FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT KUSTA DI KABUPATEN JEPARA Winarsih W; Ratih Sari Wardani; Sayono S
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1330.968 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.63-77

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan dalam pemberantasan penyakit kusta di Kabupaten Jepara adalah rendahnya cakupan penemuan (case finding) penderita kusta. disebabkan karena : 1) keterbatasan sumber daya manusia. 2) Sebagian besar (85%) penderita kusta adalah masyarakat miskin. 3) Bertambahnya jumlah penduduk. 4) Stigma terhadap kusta yang berlebihan. Tujuan : untuk mengetahui faktor risiko kepadatan penduduk, kemiskinan dan keberadaan sarana pelayanan kesehatan dengan kejadian kusta dan distribusi kusta secara spasial menggunakan sistem informasi geografik di kabupaten Jepara. Metode : jenis penelitian adalah survai dengan metode Case control melalui observasi dan pengambilan data koordinat lokasi penderita menggunakan Global Positioning System. Populasi adalah seluruh penderita kusta sejumlah 90 kasus di Kabupaten Jepara kemudian diambil 42 kasus dan 42 kontrol dengan tehnik pemilihan sampel menggunakan simple random sampling atau acak. Variabel bebas personal hygiene, kemiskinan,kepadatan hunian, jarak tempat tinggal dengan Puskesmas sedangkan variabel terikat kejadian kusta. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji chi square dengan derajat kemaknaan 0,05 dan menghitung nilai odds ratio ( OR ) serta analisis spacial menggunakan sofware sistem informasi geografik untuk membuat peta tematik penyebaran kusta. Hasil : faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kusta yaitu umur 22,6%, jenis kelamin 59,5%, pendidikan 88,1%, Personal hygiene 59,5% ( nilai p 0,001), (OR) = 5,392), Kemiskinan 23,8%, (nilai p 0,034), (OR) = 3,188 ), Kepadatan hunian 69% (nilai p 0,034), (OR) = 3,188). Kesimpulan: Ada hubungan personal hygiene,kemiskinan,kepadatan hunian dengan kejadian kusta dan memperoleh peta tematik kejadian kusta yang di overlay dengan kemiskinan, kepadatan penduduk,dan jarak tempat tinggal dengan Puskesmas.Kata kunci : spasial, faktor risiko, kusta

Page 8 of 26 | Total Record : 259