cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
Pengukuran Kualitas Sistem Informasi Manajemen Kalibrasi Alat Medis (SIMKAM) di Rumah Sakit Ana Maulida; Farid Agushybana; Aris Puji Widodo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 2. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.229 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.2.2020.1-8

Abstract

Latar Belakang: Kualitas informasi manajemen kalibrasi alat medis rumah sakit yang akurat, lengkap dan relevan diperlukan oleh suatu rumah sakit guna mendukung proses akreditasi. Tujuan: untuk mengukur kualitas informasi manajemen kalibrasi (SIMKAM) berdasarkan data penilaian pengguna sistem diukur dengan menggunakan rata-rata tertimbang sebelum pengembangan sistem dan sesudah pengembangan sistem. Metode: Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai istrumen penelitian. Dalam kuesioner yang diberikan kepada 5 responden terdiri dari 19 pertanyaan yang dikelompokkan dalam 5 variabel kemudahan, keakuratan, kelengkapan, kesesuaian, ketepatan waktu. Hasil: Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasil bahwa nilai rata-rata tertimbang secara keseluruhan kualitas informasi sebelum pengembangan sistem 1,61 dan setelah pengembangan sistem 2,10 dengan selisih 0,49 artinya terdapat perbedaan sebelum pengembangan sistem dan setelah pengembangan sistem. Kesimpulan: SIMKAM telah memiliki aspek kemudahan dalam penggunaan dan dapat diterapkan sebagai aplikasi yang dapat dioperasikan oleh pengguna.
PERBEDAAN KECEPATAN WAKTU REAKSI RANGSANG CAHAYA SEBELUM DAN SESUDAH TERPAPAR FAKTOR LINGKUNGAN FISIK PADA PEKERJA INDUSTRI PENGECORAN LOGAM PT. INGENYST SEMARANG Ulfa Nurullita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 1. Tahun 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.196 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.1.2007.%p

Abstract

Background: Work activity is usually done in an environment or situation which leads to addecl burflen of workers physically and spiritually. Physical factor of added burden as the effect of dominant work environtruentin metal faundry industry is heat pressure, noise, and lighting. Workload and environment factor affect on workers' convenience and health problem, so that it can increase workload itself, accelerate fatigue andsubjective complaint, as well as decrease work productivity. One of the fatigue measurements is by calculating reaction time toward some stimulus. Method: Location chosen is department of melting ancl making of concrei iron and curved iron which have the same workload. The amount of samples is 47 workers with age inclusion criteria of 40 years old maximally, male, I workhours each day, more than a week of work perioi, hating no hearth and kidney problem, diabetes mellitus, hypertension, hypotension, anemia, ancl asthma, having no lijuor habit and sport. This Qpe of research is the quasi experiment with one group pre antl post test tlesign. Reaition time rapidity is measured before ancl after working with Rection Timer 77, heat pressure is measured with Questemp 10, whereas noise is measured with sound level meter. Result of the research shows that the average of reaction time before working is 253,2 ml second, it is lower if compared to the average of reaction time after working, that is, 290,7 ml second. ln conclusion, there is difference of light stimulating reaction time for workers in deportment of melting and making of concrete iron and curyed iron between before antl after working (p:0,00 1). Reaction time rapidity is increasing after workers deal with work environment either hear pressure, lighting, or noise.Keyword: reaction time rapidiqt, physical factors, metal faundry industry
KONTAMINASI Staphylococcus aureus PADA IKAN ASAP DI TINGKAT PRODUSEN DAN PENJUAL DI SEMARANG Puspaningdyah Ekawati; Martini -; Sri Yuliawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 2. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7995.737 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.2.2005.%p

Abstract

Latar belakang : Kehadiran bakteri patogen di dalam ikan asap dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Salah satu bakteri yang dicurigai terdapat di dalam ikan asap adalah Staphylococcus aureus. Tujuan : menggambarkan kualitas bakteriologis ikan asap di Semarang dan praktik higiene pada produsen don penjual. Metode : Metode yangdigunakan adalah survei cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ikan asap yang didapat dari produsen ikan serta penjual ikan masing-masing sebanyak 10 dan 22 ikan asap. Responden penelitian sebanyak 69 orang yang ditentukan berdasarkan total produsen dan penjual. Data dikumpulkan dengan wawancara dan pemeriksaanlaboratorium, kemuclian dianalisis secara deskriptif. Hasil : Kualitas bakteriologi ditingkat produsen masih dalam kondisi aman karena adanya proses pengasapan. Di tingkat pedagang kontaminasi Staphylococcus aureus 14,4% di atas batas maksimum, Sedangkan di tingkat penjual terdapat 40% sampel yang mengandung total bakteri di atas batas maksimum. Praktik higiene produsen dan penjual lebih dari 50% termasuk dalam kriteria kurang. Namun secara deskriptif tidak terlihat jelas keterkaitan antara praktik dan kandungan mikrobiologinya. Simpulan : ikan laut merupakan bahan pangan yang potensial menimbulkan permasalahan keracunan makanan meskipun setelah melalui proses pengasapan. Perlu penerapan praktik-praktik higiene dalam proses pembuatannnya hingga pemasarannyo.Kata kunci : ikan asap, Staphylococcus aureus
Perbedaan Asupan Energi, Zat Gizi Makro dan Serat Berdasarkan Kadar Kolesterol Total pada Dewasa Muda Vegetarian di Indonesia Vegetarian Society Jakarta Afrida Sukmawati; Laras Sitoayu; Yulia Wahyuni; Vira Herliana Putri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 1. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.68 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.1.2021.60-72

Abstract

Background: Vegetarians are people who live from consuming plant-based (or plant-based) products with or without milk and eggs, but over all avoid eating meat, poultry and marine animals.. According to Household Health Survey (SKRT) cited Budiarti, in 2004 prevalence of hypercholesterolemia in Indonesia in the age range 25-65 years of 11.2%. One way to prevent elevated levels of cholesterol in the blood is to change the diet to become a vegetarian. Objective: To purpose the difference between energy intake, macro nutrients (protein, fat, and carbohydrates), fiber, based on total cholesterol levels in young vegetarian adults in Indonesia Vegetarian Society Jakarta. Methods: Cross sectional study design, independent Bed T-Test test if normal distribution data and Mann Whitney if the data is not normally distributed. Determination of the sample was done by means of different test of two mean and obtained sample of 70 people. Results: The results of the statistical test obtained p-value for energy intake, protein intake, fat intake, carbohydrate intake based on total cholesterol level with normal and abnormal category showed significant difference (p-value ≤ 0,05), and mean fiber intake showed no significant difference (p-value > 0,05). Conclusions: There are differences in energy, protein, fat, carbohydrate intake based on normal and abnormal total cholesterol levels, and fiber intake are expressed as no difference. There is a need for nutritional counseling and routine monitoring of total cholesterol in young vegetarian adults in IVS Jakarta.
HUBUNGAN KONSUMSI LEMAK DENGAN KEJADIAN HIPERKOLESTEROLEMIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK JANTUNG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Sufiati Bintanah; Muryati -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.964 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Penyakit Jantung Koroner ( PJK ) pada saat ini masih merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Faktor penyebab PJK yang paling dominan adalah adanya penyempitan pada pembuluh darah yang salah satunya disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol darah dapat menurun dengan pengaturan diit, diantaranya dengan menurunkan asupan lemak total. Beberapa penelitian menunjukan pengurangan lemak total mempunyai efek yang baik dalam metabolisme lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi lemak dengan kejadian Hiperkolesterolemia dan untuk mengetahui besarnya resiko terjadiHiperkolesterolemia pada sampel dengan konsumsi lemak kurang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai dengan bulan Maret 2008 di Poliklinik Jantung RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Sampel terdiri atas kasus dan kontrol dengan kriteria yang sudah ditentukan. Data mengenai faktor resiko diperoleh melalui kuesioner dan untuk konsumsi lemak diperoleh dengan menggunakan Food Frequency Semi Quantitative, yang selanjutnya dihitung dengan menggunakan Nutri Survey. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara konsumsi lemak dengan kejadian Hiperkolesterolemia ( p-value = 0,016 ). Dengan Odd Ratio diperoleh nilai sebesar 5,95 yang berarti konsumsi lemak sampel yang tinggi ( 25 % energi total ) mempunyai kecenderungan terkena Hiperkolesterolemia sebesar 5,95 kali dibandingkan dengan konsumsi lemak yang rendah ( < 25 % energi total ).Kata Kunci : KonsumsiLemak, Kejadian Hiperkolesterolemia
PENGARUH PELATIHAN SADAR MAKAN IKAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, PRAKTIK DAN ASUPAN GIZI IBU DAN ANAK BALITA M. Zen . Rahfiludin; Cahya Tri Pumami; Tinuk . Istiarti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 1. No. 2 Tahun 2004
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.511 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.1.2.2004.%p

Abstract

ABSTRACT Background: Indonesia is a country with high potential on fish producing but lack consuming of it. The training of realization in consuming fish is considered to give knowledge, attitude and practice to the mother in consuming fish for her family. Objectives: to discover the differences on knowledge, attitude and practice in consuming fish of the mother which has children 3-5 years old in which given training in cooking fish and with those who only receive the information. Method; this training is including quasi experimental by using pretest posttest control group design. This research takes place in two "Kelurahan": Gisikdrono as treatment group and Pleburan as control group. The amount of the sample of this research are 29 women for treatment group and 30 women for control group. The knowledge and attitude is –measured by using questionnaire, while the practice on consuming fish using recall method. The data is statistically analyzed by using Mann Whitney test in scoring knowledge and attitude, whereas nutrition intake by using independent samples test. Results: The research shows a significant progress on knowledge, attitude and practice in consuming fish of treatment group. On the other hand, in control group there is only a progress on knowledge. There is in significant different on score of knowledge and attitude between treatment group and control group when doing posttest (Asymp. Sig 0,016 ang 0,002). In the intake of the nutrition from the fish there is a significant different too between treatment group and control group in doing posttest for energy, total fat, protein and phosphor (each 0,01; 0,03; 0,03; and 0,01). Conclusion; The training of realizations in consuming fish make significant increasing of knowledge, behavior, and practice, and nutritional intake other trainee. Key words: Fish consuming, training, knowledge, attitude, practice
PERBEDAAN INTENSITAS PEMAKAIAN INSEKTISIDA RUMAH TANGGA DENGAN RESISTENSI NYAMUK Aedes aegypti TERHADAP GOLONGAN PIRETROID DI KOTA SEMARANG Dwi Irmayani; Sayono S; Syaifuddin Ali Anwar
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.739 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.30-34

Abstract

Latar Belakang : Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama Demam Berdarah dengue (DBD) yang menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Obat dan vaksin belum ada yang direkomendasikan sehingga masyarakat lebih memilih penggunaan insektisida termasuk insektisida rumah tangga dalam pemberantasan Aedes aegypti. Dampak penggunaan insektisida rumah tangga dengan resistensi belum diketahui. Tujuan : Mengetahui perbedaan intensitas pemakaian insektisida rumah tanggadengan resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadap golongan piretroid di kota Semarang. Metode : Lokasi penelitian di Sendangmulyo, Petompon, Wonosari, Kalipancur, Candisari, dan Kedungmundu. Survei larva dilakukan dirumah penderita DBD dan rumah sekitar penderita dengan radius 100 m. Larva yang terkumpul dipelihara sampai menjadi nyamuk. Nyamuk yang berumur 3-5 hari dijadikan sampel untuk uji susceptibility dengan impragnated paper. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji oneway Anova . Hasil : rata-rata jumlah nyamuk mati setelah holding 24 jam dengan insektisida deltametrin dan lamdasihalotrin pada kelurahan Sendangmulyo 10,7% dan 6,7%, Petompon 37,3% dan 32%, Wonosari 21,3% dan 36%, Kalipancur 12% dan 45,3%, Candisari 29,3% dan 37,3%, Kedungmundu 9,3% dan 1,3%. Simpulan : Kematian nyamuk dengan insektisida deltametrin berkisar antara 9,3-27,3% (resisten), sedangkan dengan insektisida lamdasihalotrin berkisar antara 1,3-45,3% (resisten)Kata kunci : pemakaian insektisida rumah tangga, resistensi, Aedes aegypti, golongan piretroid
APLIKASI PEMETAAN DAERAH RAWAN GIZI DAN STATUS GIZI BAYI DAN BALITA DI SEMARANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (sig) Ratih Sari Wardani; Rahayu Astuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 2. Tahun 2008
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.831 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.2.2008.%p

Abstract

Mapping application of a  vulnerable  area of nutrition and Nutritional Status of Infants and Balita in Semarang using Geographic Information System Background Geographic Information System (GIS) is a potential as information systems more effective in the management of health programs because GIS has the ability to process database and display both spatial information (image maps) and non-spatial information in the forms of writing or numbers. Given the magnitude of nutrition problems in the community needed a system for recording and reporting reliable. The system will help of health workers to analyze data on the situation place/area and specific time so that decision-making will be more rapid, precise and accurate. Objective to design and create mapping application of a vulnerable  area  of nutrition and nutritional status ofiInfants and balita in Semarang by using GIS Methode types of this research is descriptive qualitative research with waterfall approach (system engineering, analysis, design, programming and testing) for its design. Object under study is a process  the information on seksi gizi Subdin Kesehatan Keluarga. Research subject are seksi gizi Subdin Kesehatan keluarga staffs. The collection of data through observation, interview and literature study and analyzed the data descriptively. Result The research is the system specification to be developed, which is modeled in the context diagram and data flow diagram to obtain the data base, design inputs, outputs and interfaces. The design was changed to a program using the programming language  and performed manual is digitation digital maps and tested the resulting application use. Conclusion 1). Getting a database consisting of  files balita, district and village 2) Getting a draft mapping of vulnerable areas of nutrition and nutritional status of infants and balita based on the  Semarang city.3  mapping application getting a vulnerable area of nutrition and nutritional status of infants and balita based GIS in the Semarang City. Keyword Nutrition Status, vulnerable area of nutrition, Geographic Information System
INFEKSI CACING USUS YANG DITULARKAN MELALUI TANAH PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UNGARAN I Sayono . .
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 1. No. 1. Tahun 2003
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.389 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.1.1.2003.%p

Abstract

ABSTRAKSI Background: Soil Transmitted Helminthes (STH) consist of Ascaris lumbtricoides, Trichuris trichiura, Necalor americanus, Ancylostoma duodenale, and Strogiloides stercoralis. These species grow well in Indonesia because have suitable climate. The characteristics of these helminthes are the adult worm is constant in digestion canal and the eggs with be infective when live in the ground, except Strogtloides stercoralis species. The life cycle of these species will be can if communities applied the healthy behavior, especially using foot barrier, permanent water closed, washing hand before eating, cutting and cleaning nail. Objective: to analyze differences about prevalence of soil transmitted helminthes infection based on daily behavior of elementary students. Method: This explanatory study used the us sectional design. The population study is the third class of elementary school students of Ungaran l, III, and VII (in urban) and Kawengen I and II Madrasah lbtidaiyah I and II (in rural), work area of Puskesmas Ungaran l. The number of samples is 162 students, choose randomly. The observed variables are soil transmitted helminthes infection, using permanent water closed, washing hand before eating, and nail cleaning. Data be analyzed by Chi Square test at the significant level 5%. Results: prevalence of STH infection in urban l4,8 % and in rural 65,43%, and also found 8 cases of cacing tambang. These are different Significantly base on using of permanent water closed and washing hand before eating habit (p<0, 05), and not significantly base on using foot barrier and nail cleaning habit (p>0,05). Conclusion: STH infection in rural higher than in urban, using permanent water closed and washing hands before eating will decrease prevalence of infection. Keyword: soil transmitted helminthes, foot barrier, washing hands, water closed
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI TRICHOMONAS VAGINALIS PADA IBU RUMAH TANGGA (Studi Di Pucang Gading Kabupaten Demak) Fitri Handayani; Margo Utomo; Ratih Sari Wardani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.752 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.11-17

Abstract

Latar Belakang: Kejadian infeksi Trichomonas Vaginalis terus meningkat. Faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut antara lain umur, pendidikan, kebersihan alat kelamin, penggunaan air bersih, berganti-ganti pasangan seksual, pemeriksaan kesehatan secara rutin, penggunaan obat atau cairan pembersih vagina dan pengetahuan tentang infekti Trichomonas Vaginalis. Metode: Penelitian Explanatori cross sectional ini melibatkan sebanyak 72 orang ibu rumah tangga di RW 26 Pucang Gading. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara serta pmeriksaan laboratorium. Variabel yang diteliti adalah pendidikan umur, penngetahuan tengtang infeksi T.vaginalis, penggunaan pembersih vagina dan kejadian infeksi T.vaginalis. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil: Sebanyak besar 74,2% responden berpendidikan tinggi, sebagian besar 59,7% umur responden masih produktif, paling banyak 38,7% responden berpengetahuan kurang, separuh (50,0%) responden menggunakan dan tidak menggunakan obat pembersih vagina, mayoritas 80,6% responden tidak terinfeksi Trichomonas Vaginalis. Pengetahuan responden berhubungan dengan kejadian infeksi Trichomonas Vaginalis dengan nilai p = 0,006 (< 0,05). Kesimpulan: Kejadian infeksi TrichomonasVaginalispada ibu rumah tangga di Pucanggading dipengaruhi oleh pengetahuan merekaKata Kunci: Trichomonas Vaginalis, Ibu RumahTangga

Page 7 of 26 | Total Record : 259