cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
Peran Dukungan Keluarga, Petugas Kesehatan dan Perceived Stigma dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Tuberculosis Paru Cucu Herawati; R Nur Abdurakhman; Nararya Rundamintasih
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 1. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.267 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.1.2020.19-23

Abstract

Latar belakang: Tuberculosis merupakan penyebab kematian kedua setelah Human Immunodificiency Virus. Kepatuhan pasien dalam pengobatan TB Paru sangat penting untuk mencapai tujuan Millenium Development Goals (MDGs) dalam rangka menurunkan penyebaran TB. Peran determinan perilaku terutama predisposing factor dan reinforcing factor mempunyai peranan penting dalam rangka meningkatkan kepatuhan pengobatan penderita TB. Tujuan: Untuk mengetahui peran dukungan keluarga, petugas kesehatan dan perceived stigma dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita Tuberculosis. Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross secstional. Populasi penelitian sebanyak 31 responden penderita Tuberculosis di wilayah UPT Puskesmas Kejaksan Kota Cirebon Tahun 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariate dengan uji chi-square. Hasil: Didapatkan ada hubungan antara dukungan keluarga (p-value 0,007), dukungan petugas kesehatan (p-value 0,03) dan perceived stigma (p-value 0,047) dengan kepatuhan minum obat pada Penderita TB Paru. Kesimpulan: Perlunya meningkatkan peran dukungan keluarga dan petugas kesehatan dalam konseling dan edukasi terkait penyakit serta dampak pengobatan TB Paru sehingga dapat mengurangi perceived stigma pada penderita dan dapat meningkatkan kepatuhan minum obat Tuberculosis.
Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kota Yogyakarta Heni Rusmitasari; Ahmad Ahid Mudayana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 1. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.026 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.1.2020.47-51

Abstract

Latar belakang: Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor terpenting dalam organisasi karena menjadi kunci kesuksesan organisasi di masa sekarang maupun mendatang. Dalam sebuah organisasi diperlukan peran kepemimpinan yang baik. Adanya kepemimpinan yang baik maka akan meningkatkan motivasi kerja pegawainya. Tujuan: Menganalis hubungan kepemimpinan dengan motivasi kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kota Yogyakarta, dengan jumlah sampel sebanyak 289 responden. Data diambil menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.  Analisis data menggunakan uji statistik chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel kepemimpinan dengan variabel motivasi kerja. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa kepemimpinan yang diterapkan di Puskesmas Kota Yogyakarta termasuk ke dalam kategori baik yaitu sebanyak 176 (60.9%) responden. Motivasi kerja yang dimiliki termasuk dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 155 (53.6%) responden. Hasil statistik uji chi-square antara kepemimpinan dengan motivasi kerja diperoleh nilai p = 0.000. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepemimpinan dengan motivasi kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Yogyakarta.
Resistensi Vektor Dengue Strain Pedesaan Terhadap Malathion 5% Wahyu Handoyo; Fitri Widayati Endarning Hartati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 1. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.653 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.1.2020.6-9

Abstract

Latar belakang: Aedes aegapty merupakan vektor utama Demam Berdarah Dengue (DBD). Pemberantasan vektor menggunakan insektisida terutama di daerah endemis paling diminati oleh masyarakat. Penelitian ini untuk mengetahui resistensi insektisida temephos dan malathion terhadap vektor dengue di daerah pedesaan yang endemis DBD. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah larva strain Batursari. Sampel sebanyak 60 rumah yang diambil dari 20 rumah disekitar rumah kasus DBD dengan ketinggian wilayah yang bervarisai. Variabel bebas dari penelitian ini adalah ketinggian wilayah, bahan aktif insektisida, jumlah kematian nyamuk. Variabel terikat resistensi larva dan nyamuk Aedes terhadap temephos dan malathion. Hasil: berdasarkan hasil observasi larva di Wilayah Desa Batursari RW 30, RW 3, RW XX adalah jenis Aedes Aegypti. Paparan dengan malathion 5 % di dapatkan hasil kepingsanan nyamuk terjadi di menit ke 10 dengan rata rata 2.8. Mortalitas menunjukkan persentase 100% untuk semua wilayah dengan Malathion 5%. Simpulan: Larva dan nyamuk Aedes aegypti di wilayah desa Batursari masih rentan terhadap Malathion 5%, sehingga insektisida masih efektif untuk pengendalian vektor di wilayah tersebut.
Analisis Spasial dan Pemodelan Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue Tahun 2016-2018 di Kota Kupang Nur Arifatus Sholihah; Pius Weraman; Jacob M. Ratu
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 1. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.989 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.1.2020.52-61

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Kota Kupang memiliki tingkat mobilitas penduduk yang tinggi. Pemberantasan penyakit menular membutuhkan informasi yang berbasis lokasi sehingga pola penyebaran penyakitnya dapat diketahui sebagai acuan dalam pencegahan dan pengendalian. Tujuan: untuk mengetahui model dan pola spasial faktor risiko kejadian DBD tahun 2016-2018 di wilayah pesisir dan perbukitan Kota Kupang. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain case control.  Sampel kasus diambil secara total sampling sebanyak 93 kasus. Analisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil: Faktor host yang signifikan berpengaruh pada kejadian DBD di wilayah pesisir adalah umur (0,000), jenis kelamin (0,015), pendidikan (0,064), jenis pekerjaan (0,000) dan penggunaan obat anti nyamuk (0,026), sedangkan di wilayah perbukitan adalah umur (0,001), jenis pekerjaan (0,096) dan penggunaan obat anti nyamuk (0,003). Faktor lingkungan signifikan di wilayah pesisir adalah kepadatan (0,001), kegiatan PSN (0,000), sedangkan di wilayah perbukitan   jarak pohon pisang (0,044), kelembaban (0,026) dan kegiatan PSN (0,003). Faktor risiko  berpengaruh secara simultan di wilayah pesisir adalah umur (OR:13,497), kegiatan PSN (OR:6,546), pekerjaan (OR:3,237), sedangkan di wilayah perbukitan adalah umur (OR:74,59) dan kegiatan PSN (OR:15,193). Kesimpulan: Kasus DBD di wilayah pesisir lebih tinggi dibandingkan wilayah perbukitan dan secara spasial penyebaran kasus DBD di wilayah pesisir dan wilayah perbukitan menjadi wilayah fokus evaluasi dan intervasi program.
PENGARUH KONSENTRASI FLAVONOID DALAM EKSTRAK AKAR TUBA (Derris eliptica) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes aegypti Sayono -; Nurullita U; Suryani M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.734 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Kejadian terus meningkat dari tahun ke tahun dan makin luas wilayah yang terjangkit. Berbagai upaya pemberantasan yang telah dilakukan yaitu dengan pengendalian vektor baik secara kimiamaupun hayati. Salah satunya dengan memanfaatkan ekstrak akar tuba sebagai pengendalian hayati.Tujuan : Mengetahui pengaruh konsentrasi flavonoid dalam ekstrak akar tuba terhadap kematian larva Aedes aegypti.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen quasi dengan desain penelitin After Only With Control Design. Subjek adalah semua larva Aedes aegypti instar III. Variabel bebas adalah konsentrasi flavonoid dalam ekstrak akar tuba, variabel terikat adalah kematian larvaAedes aegypti. Analisis data dengan uji Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney.Hasil : Konsentrasi 2% sudah dapat membunuh larva sebesar 100% setelah pemaparan selama 24 jam. Berdasarkan uji Kruskal Wallis dapat diketahui bahwa p value = 0,006 (p < 0,05) artinya ada perbedaan yang nyata antara kematian larva untuk tiap – tiap konsentrasi ekstrak akar tuba. Hasil Mann Whitney diperoleh kesimpulan bahwa pasangan konsentrasi 0,5% - 2% dan 0,5% - 4% mempunyai nilai p value = 0,007 (p < 0,05) artinya pasangan konsentrasi tersebut menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata – rata kematian larva Aedes aegypti.Kesimpulan : Ada pengaruh yang bermakna berbagai konsentrasi flavonoid dalam ekstrak akar tuba terhadap kematian larva Aedes aegypti.Kata Kunci : Flavonoid, ekstrak akar tuba, larva Aedes aegypti
BEBERAPA FAKTOR YANG TERKAIT DENGAN KEJADIAN INFEKSI NOSOKOMIAL LUKA OPERASI DI RSUD KOTA SEMARANG TAHUN 2OO3 Devi . Fitriyastantir; M. . Sulchan; Sayono . .
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 1. No. 1. Tahun 2003
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.524 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.1.1.2003.%p

Abstract

ABSTRACT Backgrounds:  nosocomial infection causes the losing of mater, longer medication duration, decreasing of productivity, also decreasing of hospital's quality. It is necessary to be investigated about the determinant factor of nosocomial Infection. Problem of research : what factors is just which related to the happening of hurt operate for infections Nosocomial in RSUD Town Semarang? Objectives: to analyze the correlations among the age, gender, wound treatment category, duration of post operation treatment, usage of prophylactic antibiotic, wound size, and level of room treatment with the prevalence of nosocomial infection. Research Methods this explanatory research used cross sectional design and approach. The independent variables are (l) age, (2) gender, (3) wound treatment category, @) duration of post operation treatment, (5) usage of prophylactic antibiotic, (6) wound size, (7) level of room treatment, and the dependent variable is Prevalence of nosocomial infection. Result: there are 7 cases of 88 patients with surgery wound. They are 4 of 50 males patients and 3 of 38 females. There are significant correlations among age, wound treatment category. Durations of post surgery treatment, usage of prophylactic antibiotic, and level of room treatment with the prevalence of nosocomial Infection ( p < 0,05). Conclusions: There are significant correlation among age, wound treatment category, duration of post surgery treatments, usage of prophylactic antibiotic, and level of room treatment with the prevalence of nosocomial Infection Keyword: surgery wound, nosocomial infection, prophylactic antibiotic
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN STATUS IMUNISASI CAMPAK DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG Tazkiyyatul M; Margo Utomo; Mifbakhuddin M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.52 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.47-62

Abstract

Latar Belakang : Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. Penyebab diare pada balita adalah kebiasaaan hidup sehat dari setiap keluarga, pola makan, sanitasi lingkungan, dan imunitas/kekebalan dari individu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan status imunisasi campak dengan kejadian diare pada balita. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita berumur 1-3 tahun di kelurahan Bandarharjo kota Semarang pada bulan Maret 2011 sebanyak 555 balita. Jumlah sampel adalah 63 orang. Variabel bebas yaitu Sanitasi lingkungan yang meliputi sumber air bersih, kepemilikan jamban, jenis lantai rumah, kepemilikan tempat pembuangan sampah, dan kepemilikan saluran pembuangan air limbah; dan Status Imunisasi Campak. Variabel terikat adalah Kejadian Diare. Hasil : Rerata umur subyek penelitian adalah 1,792 0,5323 maksimum 2,8 tahun dan minimum 1 tahun. Terdiri dari 38,1% laki-laki dan 61,9% perempuan. 58,7% diare dan 41,3.% tidak diare. Jika diare 25,4% diobati sendiri, 73% berobat ke Bidan/Puskesmas dan 1,6% dibiarkan saja. Tidak ada hubungan signifikan antara sumber air bersih dengan kejadian diare, p>0,05. Ada hubungan signifikan antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare, p<0,05. Ada hubungan signifikan antara jenis lantai rumah dengan kejadian diare p<0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare p>0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara kepemilikan saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare p>0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara status imunisasi campak dengan kejadian diare p>0,05. Kepemilikan jamban dan jenis lantai rumah memberikan kontribusi sebesar 86,7% terhadap kejadian diare pada balita sedangkan 13,3% dipengaruhi faktor lain. Kesimpulan : Ada hubungan signifikan antara kepemilikan jamban dan jenis lantai rumah dengan kejadian diare pada anak balita.Kata Kunci : Sanitasi, status Imunisasi, kejadian Diare
Kepatuhan Masyarakat terhadap Protokol COVID-19 pada Masa Pemberlakuan New Normal di Kota Jayapura, Provinsi Papua, Indonesia Bouway Dolfinus Yubo; Sinaga Yoshua I; Mamani Christanto R; Subratha I Dewa.G.A; Azwad Rizky H; Ratnasariani W; Aibesa Adventa A.M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 1. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.142 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.1.2021.26-33

Abstract

 Jumlah kasus penyakit infeksi COVID-19 di Kota Jayapura saat tiga bulan terahkir terus bertambah, peluang untuk terinfeksi Rt 1,57 artinya bahwa COVID-19 di Kota Jayapura belum terkontrol. Kepatuhan saat melakukan protokol kesehatan pada masyarakat di kota ini masih rendah, pemerintah daerah telah mengeluarkan peraturan daerah dengan harapan bahwa masyarakat tetap taat protokol kesehatan.Penelitian kuantitatif dilakukan dengan pendekatan cross sectional study sedangkan informasi kualitatif mendukung penjelasan varibael yang akan dianalisis secara univariat dan bivariate untuk menampilkan informasi hasil besar risiko dan kemaknaan. Sampel survey probabilitas berjumlah 1033 responden, jumlah responden laki-laki  534 responden (51.7%) dan perempuan 499 responden (48.3%).Hasil penelitian bahwa karateristik suku terhadap tindakan penggunaan masker probabilitas 7 kali terinfeksi COVID-19 di Kota Jayapura sedangkan karakteristik jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan dan agama terhadap tindakan penggunaan masker probabilitas 2 kali terinfeksi COVID-19 di Kota Jayapura, untuk pemberlakuan protokol kesehatan COVID-19 di Kota Jayapura belum dipatuhi dengan baik oleh masyarakat
PERBEDAAN KEPADATAN TELUR AEDES SPESIES PADA AVITROP YAI\G DIPASANG DI DALAM RUMAH DAN DI LUAR RUMAH DI DESA KANDANGREJO, KLAMBU, GROBOGAN TAHUN 2OO4 Margo Utomo; Sigit Tyasmono; Sayono -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 1. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6104.853 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.1.2005.%p

Abstract

Background: Dengue fever was the deadly disease, neither hqs cure nor vaccine. The only way to effectively and efficiently prevent the disease is by cleaning up the mosquitoes' hideouts. Ovitrap is a way to get ricl of the disease vector by reducing the number ofmosquitoes through their eggs. Purpose: to describe and analyze the density ofthe Aedes Species' eggs in the ovitraps installed in Kandangrejo, Subdistrict Klambu, regency of Grobogan. Method; This research is explanatory research with experiment method by the Post Test Only With Control Group Design. Researchsubiect is the eggs trapped in the ovitraps placed both inside snd outside the house. The sample is determined by Systematic Random Sampling. The variables covered in the research are; ovitrap inside and outside the house and the number of aedes species' eggs and its density, and measured with ovitrap index. Result: Kandangrejo, Subdistrict Klambu, the regency of Grobogan is an endemic area for Dengue with Container Index (CI); House Index (HI) dan Breuteau Index (BI) startfrom the month of January until May 2004 between 13,3 - 30,7 % ; 19,4 - 41,8 % and 2j,2- 64,4 %. The Ovitrap Index inside the house is 12,50 ok whereas the ovitrap index outside the house is 30,00 %.Conclusion:There is no dffirence between the eggs' density of the Aedes Sp in the ovitrap placed inside the house with the ovitrap placed outside the house (p : 0,653). After being identified, the eggs captured in the ovitrap inside the house are Ae. aegepty, whereas those captured outside the house is Ae. Albopictus .Keywords: Eggs density, ovitrap, Dengue Fever.
UJI ANTIDIABETIK INFUSA KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI GLUKOSA Hanik Atiqoh; Ratih Sari Wardani; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 7. No. 1. Tahun 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.317 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.7.1.2011.%p

Abstract

ABSTRACT Background. Diabetes Mellitus (DM) occurred do to inability of using and over product of glucose Various types of treatment have been done by using synthetic and traditional medicine. One them with flower petals  of rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) as a traditional medicine. Objective. Know impact of rosella petals infuse concentrate to decrease level of glucose. Methode. Type of  research is pure experiment with design One Group Pre and Post Test With Control Design. The subjects were  twenty five of white male rat of wistar strain, two month old, and weight between 150-200 grams. Independent variable is infuse rosella flower petals, dependent variable is reduction  level of glucose. Data analysis was done by Anova and  followed by LSD test . Result. Average reduction of blood glucose levels with the highest concentration of 250 mg/200 g BB of 41,86 and the lowest concentration of  62,5 mg/ 200 g BB of 10,96. ANOVA test showed that p value = 0,000 (p <0,05), meant that there were significant differences in various concentrations of infuse rosella petals to decrease level of glucose on the white male rat of wistar strain . LSD test suggested the pair of positive control - 62,5 mg/200 gBB had p value = 0,515 (p > 0,05), meant of no significant decrease on the white male rat of wistar strain. Conclusion. There were significant impact in various concentrations of infuse roselle petals to decrease level of glucose on the white male rat of wistar strain . Key words.  Infuse, rosella petals, decreasing level of glucose, white male rat of wistar strain. ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes Mellitus (DM) terjadi akibat ketidakmampuan menggunakan dan over produksi glukusa (hiperglikemik). Berbagai jenis pengobatan sudah dilakukan yaitu dengan menggunakan obat sintesis maupun tradisional. Salah satunya dengan memanfaatkan kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) sebagai obat tradisional. Tujuan :Mengetahui pengaruh konsentrasi infusa kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) terhadap penurunan kadar glukosa. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan desain penelitian One Group Pre and Post Test With Control Design. Subjek penelitian adalah 25 ekor  tikus putih jantan galur wistar  yang berumur 2 bulan, dengan berat badan antara 150-200 gram. Variabel bebas adalah infusa kelopak bunga rosella, variabel terikat adalah penurunan kadar glukosa. Analisis data dengan uji Anova dilanjutkan uji LSD. Hasil : Rata - rata penurunan kadar glukosa darah tertinggi pada konsentrasi 250 mg/200 gBB sebesar 41,86 dan terendah pada konsentrasi 62,5 mg/200 gBB sebesar 10,96. Berdasarkan uji Anova dapat diketahui bahwa p value = 0,000 (p <0,05) artinya ada perbedaan yang bermakna pada berbagai konsentrasi infusa kelopak bunga rosella terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur wistar. Uji LSD menunjukkan bahwa pasangan konsentrasi kontrol positif - 62,5 mg/200 gBB mempunyai nilai p value = 0,515 (p >0,05) artinya pasangan tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih galur wistar. Kesimpulan : Ada pengaruh yang bermakna berbagai konsentrasi infusa kelopak bunga rosella terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur wistar. Kata kunci : Infusa, kelopak bunga rosella, penurunan kadar glukosa, tikus putih jantan galur wistar.

Page 6 of 26 | Total Record : 259