cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
Analisa Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Makan Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Tahun 2020 Maya Kartika Hadiyuni; Luh Eka Purwani; Nunuk Nugrohowati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 1. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.596 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.1.2021.20-25

Abstract

Background: Eating behavior is the way a person thinks, is knowledgeable, and has views about food which is expressed in the form of eating. Deviant eating behaviors can be caused by a variety of factors, one of which is the stress condition commonly experienced by final-level students.. Objective: This study aims to determine the factors associated with the eating behavior of final-level students. Methods: The study used cross-sectional analytical studies on 49 respondents with stratified random sampling techniques. Data was collected using a questionnaire conducted online via google-form. The questionnaire that has been made by previous researchers has been tested for validity and reliability.  Results: The results showed that the majority of respondents had female gender (73.5%), good eating behavior (69.4%), positive body image perception (61.2%), moderate stress level (51%), and positive emotional eating (51%). Based on bivariate analysis there was a relationship between perception of body image and eating behavior (p = 0.029). Conclusion: Therefore, students are advised to build good confidence in order to create a positive perception of body image, so that they can have good eating behaviors with high levels of productivity. Keywords: eating behavior; gender; body image perception; stress; emotional eating; final year student.
KONTAMINASI KAPANG Aspergillas sp DAN AFLATOKSIN PADA KACANG TANAH SEBAGAI BAHAN DASAR BUMBU PECEL YANG DIJUAL PEDAGANG KELILING DI KOTA SEMARANG Martini -; Pujianto -; Cindy Kusumawardhani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 1. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7540.112 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.1.2005.%p

Abstract

Background: As a small entrepreneur, pecel vendors do not have much capital to run their business. Therefore, peanuts bought as the base for pecel is low in quality. This low quality peanut is potential to be contaminated by aspergillus sp. Purpose: this research is aimed to see whether there is a contamination of aspergillus sp in peanuts asthe base for making the peanut sauce (bumbu pecel) sold by pecel vendors in the cigt of Semarang. Method: this research is a cross sectional suryey conducted by interviewing 32 pecel vendors. 100 gr ofpeanuts were acquiredfrom the vendors to be examined for the presence of aspergillus sp and a/latoxin. To measure the ability to produce aJlatoxinis by exposing thefungus under ultra violet rays. Results: from 32 surveys, all ofthevendors arefemale, has very low educational level (never have any formal education or only graduated from elementary school). The vendors are not from Semarang and have low understanding in personal hygiene (8,/.2%0). The contamination of aspergillus flavus in peanuts used as the base for peanut sauce has the value of 100% both derivedfrom the low quality peanuts and also from the low level of hygiene among the street vendors. Conclusion: fungus contamination especially aspergillus sp can easily happened in peanuts. There should be an improvement in the level of hygiene and food handling among pecelstreet vendors in Semarang.Keywords : Aspergillus, Aflatoxin, peanuts, pecel
HUBUNGAN KETAATAN DIET DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS YANG BEROBAT DI PUSKESMAS NGEMBAL KULON KABUPATEN KUDUS - Sugiyarti; Wulandari Meikawati; Trixie Salawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 7. No. 1. Tahun 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.294 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.7.1.2011.%p

Abstract

ABSTRACT Background : Base on the attention of epidemiologi which is applied in Indonesia until now there are 1,5-2,3 % diabetes frequency in 1994. The estimated DM is about 2,5 million people, while in 2000 about 4 million people, From the paient’s visit result in Ngembal Kulon Public Health Centre District of Kudus 2005 DM patient’s are 2,4 % and 3,2 % in 2006. Purpose : To know the correlation between diet obedient and sport habit with paient’s blood sugar rate of diabetes mellitus who take medicine to Ngembal Kulon Public Health Centre District of Kudus. Research Method : The used research type is explanatory research and the research method is survey with interview technique with approach of cross sectional. Sample in this reseach is all DM patient’s (32 people) from January – April 2007 who visit to Ngembal Kulon Public Health Centre. Independent variable is diet obedient and sport habit, dependent variable is DM patient’s blood sugar rate. The used statistical test is chi square to know the correlation of diet obedient and sport habit with DM patient’s blood sugar rate. Result : From 32 respondent got result that the most respondent are discipline to do diet, 30 people (93,8 %) and respondents not discipline are 2 people (6,2 %). Respondent do sport with bad category are 15 people (46,9 %), respondent having bad blood sugar rate are 24 people (75 %) and respondents having medium blood sugar rate are 8 people (25 %). Conclusion : There is no correlation between diet obedient with DM patient’s blood sugar rate ( p = 1,000 < α ). There is correlation between sport habit with DM patient’sblood sugar rate ( p = 0,041 < α ). Keyword : Diet obedient, sport, blood sugar rate of DM patient. ABSTRAK Latar belakang: Diperkirakan jumlah DM pada tahun 1994 sebanyak 2,5 juta orang, sedangkan pada tahun 2000 diperkirakan sebanyak 4 juta orang. Dari hasil rekapitulasi kunjungan pasien di Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus pada tahun 2005 penderita DM sebesar 2,4 % dan pada tahun 2006 menjadi 3,2 %. Ketaatan bagi penderita diabetes terhadap prinsip gizi, perencanaan makan dan olah raga merupakan komponen utama, keberhasilan pelaksanaan pengobatan bagi penderita diabetes. Tujuan : Mengetahui hubungan antara ketaatan diit dan kebiasaan olah raga dengan kadar gula darah pasien DM yang berobat di Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research dan menggunakan metode survey dengan tekhnik wawancara dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini semua penderita DM mulai bulan Januari-April 2007 yang berkunjung ke Puskesmas Ngembal Kulon sebanyak 32 orang.Variabel bebas adalah ketaatan diit dan kebiasaan olah raga, variabel terikat adalah kadar gula darah pasien DM. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square untuk mengetahui hubungan ketaatan diit dan kebiasaan olah raga dengan kadar gula darah pasien DM. Hasil : Dari 32 responden diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden taat melakukan diit yaitu 30 orang (93,8 %) dan responden yang tidak taat melakukan diit sebanyak 2 orang (6,2 %), responden yang biasa berolah raga dengan kategori benar sebanyak 17 orang (53,1 %) dan responden yang biasa berolah raga dengan kategori salah sebanyak 15 orang (46,9%), responden yang memiliki kadar gula darah buruk  sebanyak 24 orang (75 %) dan yang memiliki kadar gula darah sedang sebanyak 8 orang (25%). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara ketaatan diit dengan kadar gula darah pasien DM (p= 1,000 < α). Ada hubungan antara kebiasaan olah raga dengan kadar gula darah pasien DM (p= 0,041 < α). Kata kunci : Ketaatan diit, olah raga, kadar gula darah penderita DM
Dampak Psikologis Pandemi Covid-19 pada Tenaga Kesehatan: A Studi Cross-Sectional di Kota Pontianak Aziz Yogo Hanggoro; Linda Suwarni; Selviana Selviana; Mawardi Mawardi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 2. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.46 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.2.2020.13-18

Abstract

Latar Belakang: Tenaga kesehatan bekerja sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien di tengah Pandemi Covid-19 dengan tekanan yang tinggi, sehingga berdampak pada peningkatan masalah psikologis. Kota Pontianak termasuk daerah dengan transmisi Covid-19 lokal dan  jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan: Untuk mengetahui dampak psikologis Pandemi Covid-19 pada tenaga kesehatan  di Kota Pontianak. Metode: Studi Cross-Sectional dilakukan pada 29 Juni – 4 Juli 2020 di tengah Pandemi Covid-19. Masalah psikologis diukur dengan menggunakan the Generalized Anxiety Disorder Scale, Patient Health Quationnaire-9, dan Insomnia Severity Index. Uji Pearson digunakan untuk mengetahui korelasi antara masalah psikologis. Hasil: Prevalensi gejala kecemasan, depresi, dan insomnia pada tenaga kesehatan selama pandemic Covid-19 di Kota Pontianak adalah 57,6%; 52,1%; dan 47,9%. Tenaga kesehatan yang bekerja menangani pasien positif Covid-19 cenderung lebih tinggi mengalami kecemasasan, depresi, dan insomnia dibandingkan dengan yang tidak. Persepsi tenaga kesehatan yang merasa berisiko terpapar Covid-19 signifikan berhubungan dengan masalah psikologis seperti gangguan kecemasan, depresi, dan insomnia. Kesimpulan: Pandemi Covid-19 berdampak pada meningkatnya masalah psikologis (gangguan kecemasan, depresi, dan insomnia) pada tenaga kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG HIGIENE SANITASI PETUGAS PENJAMAH MAKANAN DENGAN PRAKTEK HIGIENE SANITASI DI UNIT INSTALASI GIZI RSJ DR AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG 2OO8 Meikawati W; Astuti R; Susilowati -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.714 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background: Food ltygiene and sanitation is practice lheory about knowledge, atlitude and human behavior in adhering health, cleanliness and safety principal in handling food In Jood ionrgr*rn at hospital saiirafionfood process involved manyfactors like source of food-stuff'procising unlill become food, serving to customer and many other environmental factors. Objectivi: To know ti correlarion between knowledge and attitude offood taster fficer with pr*tig of ttygiene andfood sanitation in nutrition unit Dr. Amino Gondohutomo mental hospitol Semarang 2008.Method:-The used method in this research is survey wilh Cross Sectional approach. Population are 20 subject. Independent variable ore knowledge and attitude offoodtaster officer hygiene and food sanitLtion ani dependent variable is practice ol hygiene andJood sanitation- Data analized by Rank Spearman. Result : hesult of research obtained data of the most subiect age j6-45 are 16 people (80'0%') The longest time of workbetween It-20years are l2 people (60,0%o)The highest of academyare a peopie (40,0%ri There are 9 people (45,0o/o) follov'ed training about food sanitation and trygieie. Half of subject have good knowledge and attitude to hygiene efort andfood sanitationii tO propi, (SO,O,lol.freaoiinantly (75%o) subiecr having good category ofpractice.%o). Result of Raik Spror*on cotelalion test shown that there is no significanl correlation between knowledge'with hygiene practice andfood sanitation. There is significant correlation between attitudeiith hyg;ene practice andfood sanitation and positive linear pallern.Conclusion: There is no correlation between knotiledge v,ilh hygiene practice andfood sanitation (p value -- 0,655). There is correlatiott beht,een attitude with hygiene practice andfood sanitation (p value :0,017).Keyword : knowledge, attitude' practice offood sanitation and hygiene'
IDENTIFIKASI DAN HITUNG JUMLAH BAKTERI KONTAMINAN PADA LALAT Masca domestica BERDASARKAN LOKASI PENANGKAPAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG Sri Darmawati; Sayono -; Misno Sudarmadi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 2. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8753.423 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.2.2005.%p

Abstract

Latar belakang: Lalat, khususnya lalat rumah (Musca domestica) merupakan salah satu vektor mekanis beberapa jenis penyakit. Aktivitas berkembang biak pada sampah dan mencari makan pada makanan manusia berpotensi menimbulkan kontaminasi bakteri pada makanan dan minuman. Di lingkungan rumah sakit, hal ini sangatpenting untuk diperhatikan. Tujuan: mengidentifikasi bakteri dan menghitung jumlah bakteri kontaminan yang terdapat pada tubuh lalat.Musca domesetica. Metode: Jenis penelitian ekplanatori, dengan rancangan cross sectional dan pendekatan observasional. Populasi penelitian adalah lalat Musca domestica yang berada di lingkungan rumah sakit Bhayangkara Semarang. Sampel diambil secara accidental (kebetulan). Lalat ditangkap dengan jaring penangkap lalat. Variabel bebas, yaitu tempat (terdiri dari 3 lokasi), dan variabel terikat adalahjumlah bakteri kontaminan pada tubuh. Jumlah bakteri dihitung dengan metod Standart Plate Count (SPC). Data diolah dengan program komputer dan dianalisis secara diskriptif dan analitik. Analisis analitik menggunakan uji Analisa Varians Satu Jalan (One Way Anova). Hasil; Hasil identifikasi ditemukan, lima jenis bakteri kontaminan adalah Providencia rettgeri, Providencia stuartii, Enterobacter aerogenes, Citrobacter freundii, dan Bacillus sp., rerata jumlah bakteri pada lalat yang ditangkap di dapur adalah 1,85 x 104 sel batkteri/ekor, di TPS 7,4 x  103sel bakteri/ekor dan di bangzaal perqwatan 1,93 x 103 sel bakteri/ekor, hasil uji Anova menunjukkun nilai F = 1,142 dan p : 0,336. Simpulan: Ada lima jenis bakteri kontaminan yang ditemukan pada tubuh lalat di lingkungan rumah sakit Bhayangkara Semarang, tidak ditemukan bakteri Salmonella sp, dan tidak ada perbedaan jumlah bakteri secara signifikan menurut tempat penangkapan lalat.Kata kunci: Musca domestica, bakteri kontaminan, rumah sakit
Dukungan Keluarga pada Anak dengan Ko-Infeksi TB-HIV untuk Mematuhi Pengobatan di Kabupaten Jember Tesa Nurussolehah; Mury Ririanty; Iken Nafikadini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 1. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.873 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.1.2021.73-83

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan ko-infeksi TB-HIV memiliki kecenderungan TB relaps dan mortalitas tinggi dibandingkan anak yang tidak HIV [80].Dukungan keluarga sangat dibutuhkan pada anak untuk dapat memantau sekaligus mengawasi anak agar memiliki kepatuhan yang baik dalam menjalani pengobatan. Tujuan: Menganalisis 5 bentuk dukungan keluarga pada anak dengan ko-infeksi TB-HIV di Kabupaten Jember untuk mematuhi pengobatan. Metode: Penelitian kualitatif mengunakan pendekatan case studydengan wawancara mendalam dan observasi. Informan utama berjumlah 4 orang dan informan tambahan 4 orang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil: Analisis5 bentuk dukungan keluarga menggunakan pendekatan teori Lawrence Green (1980). Terdapat 4 dukungan yang kurang optimal diberikan oleh keluarga yaitu dukungan emosioal, dukungan informatif, dukungan instrumental dan dukungan jaringan sosialsedangkan dukungan yang sudah cukup baik diberikan adalah dukungan penghargaan. Kesimpulan: Perlunya media edukasi TB-HIV anak seperti buku saku bagi oang tua dan adanya pendampingan pada orang tua sekaligus anak agar mencegah kejadian putus berobat.Latar Belakang: Anak dengan ko-infeksi TB-HIV memiliki kecenderungan TB relaps dan mortalitas tinggi dibandingkan anak yang tidak HIV [80].Dukungan keluarga sangat dibutuhkan pada anak untuk dapat memantau sekaligus mengawasi anak agar memiliki kepatuhan yang baik dalam menjalani pengobatan. Tujuan: Menganalisis 5 bentuk dukungan keluarga pada anak dengan ko-infeksi TB-HIV di Kabupaten Jember untuk mematuhi pengobatan. Metode: Penelitian kualitatif mengunakan pendekatan case studydengan wawancara mendalam dan observasi. Informan utama berjumlah 4 orang dan informan tambahan 4 orang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil: Analisis5 bentuk dukungan keluarga menggunakan pendekatan teori Lawrence Green (1980). Terdapat 4 dukungan yang kurang optimal diberikan oleh keluarga yaitu dukungan emosioal, dukungan informatif, dukungan instrumental dan dukungan jaringan sosialsedangkan dukungan yang sudah cukup baik diberikan adalah dukungan penghargaan. Kesimpulan: Perlunya media edukasi TB-HIV anak seperti buku saku bagi oang tua dan adanya pendampingan pada orang tua sekaligus anak agar mencegah kejadian putus berobat.    
PENGETAHUAN KADER TENTANG PROSES MENUA DENGAN KEAKTIFAN KADER PADA PELAKSANAAN POSBINDU DI KELURAH SENDANGMULYO KECAMATAN TEMBALANG SEMARANG Samiasih A; Sulistiyaningsih S; Nugroho HA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.74 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Dari survai pendahuluan pada Posbindu di Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang ada 17 Posbindu yang aktif dengan jumlah kader sebanyak 86 orang dan ada beberapa kader masuk kategori tidak aktif. Keaktifan kader diduga berkaitan dengan pengetahuannya tentang proses menua. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan kader tentang proses menua dengan keaktifan kader pada pelaksanaan Posbindu di Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel menggunakan Total Sampling, sehingga 86 responden. Analisis datamenggunakan Korelasi Person Product Moment karena data berdistribusi normal. Hasil: rata-rata umur kader 41 tahun, perempuan (100%), SMA (62,8%), ibu rumah tangga (77,9%). Sebagian besar kader pengetahuan baik (98,8%), kader aktif (65,1%). Tidak ada hubungan antara pengetahuan kader dengan keaktifan kader di Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang dengan p value 0,229 ( >0.05) .Kata Kunci : Pengetahuan, Keaktifan dan Kader
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I SUKOHARJO Hasri . Yuliantini; Mifbakhuddin . .
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 1. No. 2 Tahun 2004
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.344 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.1.2.2004.%p

Abstract

ABSTRACT Background: Monitoring nutrition status for pregnant women is a method to know the health condition of pregnant women. Many researchers have shown that women who suffer lack of energy or protein consumption, before or during pregnancy will affect on fetus development. Objective : to analyze the correlation between energy and protein consumption degree and nutrition status on pregnant women in Public Health Center (Puskesmas) I Sukoharjo. Method : This explanatory research is alone by using survey method and cross sectional approach. Population of this research is pregnant women in Puskesmas I Sukoharjo area which get anemia prevention project from Health Department of Sukoharjo region in 2003. There are 40 pregnant women who will be observed. All samples that are observed to measure nutrition status are by using arm circumference (L|LA) method and recall method for 3X24 hours to know energy) and protein consumption. Data is analyzed statistically by using Pearson's Product Moment test based on the significant level 5'%. Result; This research shows: the average of energy consumption is 1820,15 Kkal per day (73,24% RDA), with the highest rate is 2663,1 5 Kkal/hr ( 107,16% RDA), and the lowest rate is I I99 Kkal/hari (48,24% RDA). There is significant correlation between energy consumption with nutrition status on pregnant women (p:0,001). The average protein consumption is 48,55 gr per day ( 80,9% RDA), with the highest is 76,10 gram per day (126,83% RDA), and the lowest is 33,1 grt/hr (80,9%AKG). Protein consumption correlated significantly with nutrition status on pregnant women (p:0,032). Conclusion : The average energy and protein consumption on pregnant women is still under RD/ (Recommended Dietary Allowance). Energy and protein consumption is correlated significantly with nutrition straits. Keywords : Nutrition status, protein , energy consumption
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS PUWERI KABUPATEN SUMBA BARAT Erly Rambu Bita Dopi; Wulandari Meikawati; Trixie Salawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.374 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.35-44

Abstract

Latar Belakang : Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari 11 gr/dl. Angka anemia dalam kehamilan di Indonesia 63,5 % sedangkan di Kabupaten Sumba Barat anemia dalam kehamilan trimester III tahun 2010 (23,1%). Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil di Wilayah Puskesmas Puweri. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode survei melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di Wilayah Puskesmas Puweri yang berjumlah 40 orang. Variabel bebas adalah pengetahuan tentang anemia, status gizi, umur, jumlah anak, jarak kehamilan dan variabel terikat kejadian anemia pada ibu hamil. Uji yang digunakan Chi Square. Hasil : Sebagian besar (72,5 %) responden berpengetahuan kurang, sebagian besar (75,0 %) responden termasuk dalam kategori Kurang Energi Kronik (KEK) sebagian besar umur responden masih produktif 77,5 %, sebagian besar responden mempunyai jumlah anak lebih dari empat dan termasuk kategori berisiko 50,0 %, sebagian besar responden memiliki jarak kehamilan yang berisiko 55,0 %. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia dengan nilai P=0,233 (> 0,05). Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia diperoleh nilai P = 0,012 (< 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antar umur ibu hamil dengan kejadian anemia diperoleh nilai P = 0,545 (>0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah anak dengan kejadian anemia diperoleh nilai p = 1,000 (> 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara jarak kelahiran dengan kejadian anemia diperoleh nilai P = 0,579 (>0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, semakin rendah status gizi semakin tinggi kejadian anemia Kata kunci : Anemia, ibu hamil

Page 9 of 26 | Total Record : 259