cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 259 Documents
BASIS DATA SISTEM INFORMASI SURVEILANS TUBERKULOSIS Ratih Sari Wardani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.071 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background : Tuberculosis (TB) is a global health problem that must be controlled, one of the problems of recording and reporting of TB control. The weakness in the completeness, accuracy, speed time, timeliness, not recorded, it's hard and difficult monitoring in clinical decision making. The problem can be solved with electronic TB surveillance systems using data base. Objective : obtaining the database information system of TB surveillance Methode : Type of research is Qualitative research, the object under investigation is a process - the process of information, information structure and procedure for information on Tuberculosis program. Subjects Research are Head of Infectious Diseases and Wasor TB of Distric Health Office of Yogyakarta, TB managers of Bethesda hospital, Panti Rapih hospital, Mantri Jeron of TB health center manager and BP4 Yogyakarta as many as 9 peoples. Collecting data through observation, interview and literature study. Data was analyzed using content analysis method Result : database design using the basic recording and reporting TB control program applicable to all health care units in Indonesia, which consists of reports of TB with TB 01 to 06, namely: a). TB 01 TB treatment card, b). TB 02 TB Patient Identity Card, c). 03 TB Register District, d). TB 04 TB Laboratory Register, e). TB 05 TB Report Application Form for sputum examination, f). TB patients in 2006 List of suspects (suspect) who examined Sputum TB SPS. After going through the design of the ERD and normalization is obtained 17 files are equipped with a data dictionary. Conclusion : Getting a TB surveillance data base consists of 17 tables are tables of pasien, dokter, desa, kec, kab_kota, prop, kk, upk, lab, radiologi, obat, tim_surveilans, periksa, periksa_tunjang, pengobatan, survey dan periksa_serumah. Keywords: database, surveilasns, Tuberculosis   ABSTRAK Latar Belakang : Tuberkulosis(TB) menjadi masalah kesehatan global sehingga harus dikendalikan, salah satu masalah pengendalian TB recording dan reporting. Kelemahan pada kelengkapan, keakuratan, kecepatan waktu, ketepatan waktu, tidak tercatat, sulit monitoring dan sulit dalam pengambilan keputusan klinis. Masalah dapat diatasi dengan sistem surveilans TB elektronik menggunakan basis data. Tujuan memperoleh basis data sistem informasi surveilans TB Metode Jenis Penelitian kualitatif, obyek yang diteliti adalah proses - proses informasi yaitu struktur informasi dan prosedur informasi pada pengelola program Tuberkulosis. Subyek Penelitian Kepala Bagian Penyakit Menular dan Wasor TB Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, pengelola TB rumah sakit Bethesda, pengelola TB rumah sakit Panti Rapih, pengelola TB Puskesmas Mantri Jeron dan BP4 Kota Yogyakarta sebanyak 9 orang. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan metode content analisis Hasil penelitian Perancangan basis data menggunakan dasar recording dan reporting program penanggulangan Tuberculosis yang diberlakukan untuk semua unit pelayanan kesehatan (UPK) di Indonesia yang terdiri dari laporan TB 01 sampai dengan TB 06, yaitu : a). TB 01 Kartu pengobatan TB, b). TB 02 Kartu Identitas Pasien TB, c). TB 03 Register Kabupaten/Kota, d). TB 04 Register Laboratorium TB, e). TB 05 Formulir Permohonan Laporan TB untuk pemeriksaan dahak, f). TB 06 Daftar tersangka pasien (suspek) TB yang diperiksa Dahak SPS. Setelah melalui perancangan ERD dan normalisasi diperoleh 17 file yang dilengkapi dengan kamus data. Kesimpulan Memperoleh basis data surveilans TB terdiri dari 17 tabel yaitu tabel pasien, dokter, desa, kec, kab_kota, prop, kk, upk, lab, radiologi, obat, tim_surveilans, periksa, periksa_tunjang, pengobatan, survey dan periksa_serumah.   Kata Kunci : basis data, surveilasns, Tuberkulosis
EFEKTIFITAS VARIASI PENAMBAHAN KOTORAN SAPI, DEDAK, MOLLASE DAN EM4 TERHADAP PENURUNAN VOLUME SAMPAH ORGANIK DAN SAMPAH CAMPURAN Ulfa . Nurullita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 1. No. 1. Tahun 2003
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.026 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.1.1.2003.%p

Abstract

ABSTRACT Background: with field competition to throw waste away, motivates the need to treat the waste accurately. One of the treatments is to change waste into compos By composing, waste volume will decrease. If this thing can be applied in the Final waste Disposal so the field will be able to accommodate more waste. As a result of it, the effective term of final waste spot field can be prolonged. Naturally, waste can decay be decomposing but it takes a relatively long time. Furthermore, it takes treatment to speed up composing process. Object: the purpose of this research is to know waste Volume decrease of composing process with addition of various inoculan, such as bran, cow feaces, mollase and EM4 (Effective Microorganism 4) That contain a lot of micro organism and water that will help the leaching process. Method: type of this research is explanatory research with quasi experiment method, the design is pre-post test Control group design. There are 5 treatments, 3 replications and one control group. Results: Test result with one way anova indicate that there is a difference in organic waste volume decrease with addition of various inoculan and control. The difference of the biggest volume disease is on first treatment (63,7%), that is the addition of cow faeces, bran, mollase, EM4 and waster. This variety can work maximally. in control, the volume decrease is 51, 7%. One way Anova test towards organic-an organic waste indicate that there is no difference of waste volume decrease in many various inoculan and control. The difference of the biggest volume decrease is on fifth treatment (69%r), in control the volume decrease is 53%. This indicates that inoculan can not work within anorganic materials. Conclusion: The first treatment decreases the biggest volume. This variety can work maximally, Cow faeces and water will help the leachating process, especially for carbon material. Mollase and bran are food substance and source of energy for waste decomposer microorganisms, EM4 contain microorganisms that function as decomposers. But on organic-an organic waste inoculan can not work within an organic materials. Key words: Compos, cow faeces, mollase, Effective Microorganism 4.
PERBEDAAN KADAR TIMBAL (Pb) DI UDARA BADAN JALAN BERDASARKAN KERAPATAN TANAMAN PENGHIJAUAN DAN DENSITAS KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA SEMARANG Naim Fachruli; Mifbakhuddin M; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.189 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.18-25

Abstract

Latar Belakang: Timbal (Pb) merupakan salah satu pencemar udara yang bersumber dari buangan asap kendaraan bermotor. Logam ini merupakan sisa sisa pembakaran bahan bakar minyak. Dampak dari pencemaran udara jenis Pb dapat menyebabkan penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi polutan lalu lintas terutama oleh emisi asap kendaraan bermotor adalah dengan menggunakan tumbuhan, seperti tanaman peneduh jalan, karena dapat membersihkan lingkungan dari pencemaran dan dapat berfungsi sebagai paru paru kota. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan kadar Pb di udara badan jalan berdasarkan kerapatan tanaman. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah udara di jalan Kartini dengan kerapatan tanaman peneduh yang tinggi dan jalan Kaligarang yang kerapatan tanaman peneduhnya rendah. Variable bebas: Tingkat kerapatan tanaman, variabel terikat: Kandungan Pb di udara, variabel kontrol: Jumlah kendaraan yang lewat. Analisis data dengan uji t independent. Hasil: Rerata kadar Pb di jalan Kartini adalah 0,025000 ?g/m3, sedangkan rerata kadar Pb di jalan Kaligarang adalah 0,055 ?g/m3. Melalui uji t independent diperoleh nilai p=0,021. Kesimpulan: Ada perbedaan yang bermakna antara kerapatan tanaman dan kepadatan kendaraan terhadap kadar Pb udara di badan jalan.Kata Kunci: Kadar Pb, Tanaman Penghijauan
Pola Makan Masyarakat di Kota Pontianak Selama Pandemi Covid-19 Alma Elvia Jumalda; Linda Suwarni; Marlenywati Marlenywati; Selviana selviana; Mawardi Mawardi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 1. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.268 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.1.2021.1-6

Abstract

Latar belakang: Pandemi Covid-19 mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan manusia, termasuk pola makan (kebiasaan makan, konsumsi buah, suplemen, jamu atau empon-empon). Keberadaan kasus Covid-19 merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terjadinya perubahan ini. Tujuan: Mengetahui tentang pola makan masyarakat di Kota Pontianak selama pandemi Covid-19 serta perbedaan keberadaan kasus Covid-19 di sekitar dengan perubahan pola makan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional digunakan dalam penelitian ini. Populasi studi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Kota Pontianak yang berusia 15-64 tahun. Sebanyak 382 responden menjadi sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik Consecutive Sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan menggunakan platform google form. Hasil: Sebagian responden menyatakan terdapat perbedaan konsumsi suplemen (52.9%), konsumsi empon-empon (57.1%), dan kebiasaan makan (29.1%). Ada hubungan yang signifikan jenis kelamin dengan konsumsi empon-empon (p value = 0.005; PR=1.442). Keberadaan kasus Covid-19 di sekitar berhubungan signifikan dengan kebiasaan makan (PR=1.212) dan  konsumsi suplemen (PR=1.341) antara sebelum dan selama pandemic (p value < 0.05). Kesimpulan: Diperlukan peningkatan pemahaman pada masyarakat agar memiliki pola makan dengan gizi seimbang agar daya tahan tubuh meningkat selama pandemic Covid-19
HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN GIZI, ASUPAN TEMBAGA, SERAT DAN FITAT DENGAN KADAR SENG SERUM ANAK SEKOLAH DASAR BERTUBUH PENDEK DI KARANGAWEN DEMAK Santi Rahayu; Hertanto Wahyu Subagio; M. Zen Rahfiludin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 1. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7755.037 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.1.2005.%p

Abstract

Background : Zinc deficiency cause of some inadequate function of the body such as slowed growth and recuce development children. Many factor affect the absorption and excretion zinc in the body that increase risk of zinc deficiency, likes infection disease, physical condition, dan diet factor. Nutrient and phytate in food influences zinc absorption. Objective.' Purpose of this research is to know relation between nutrient and phytate with zinc serum level.Method .' crosss sectional observasional design with cross sectional method. 1 13 Sampel for research are 1 " and 2 "d grade elementary school student at Karangawen, Demak who has stunted nutrition status (based on height-for-age < -2 to Z point WHO-NCHS score). Secondary data gained from food frequency semiquantified and result of zinc serumlevel from laboratorium assessment. Data analysis used Pearson Product Moment test. Resalt.' From data analyze got significant correlation between adequacy rate of vitamin A, dietary fiber intake phytate intake and copper intake with zinc serum level (p < 0,05). Otherwise no significant correlation adequacy rate of protein, and adequancy rate of ironwith zinc serum level. (p > 0,05).Conclusion .'Used the other different measurement zinc level method in order to minimize weakness and complete each other.Key words: Stunted Elementary School Student, Serum zinc level, Copper, phytate intake.
BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA RADIOGRAFER DI INSTALASI RADIOLOGI 4 RUMAH SAKIT DI KOTA SEMARANG Yuli Hendra; Margo Utomo; Trixie Salawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 7. No. 1. Tahun 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.909 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.7.1.2011.%p

Abstract

Latar Belakang: APD adalah salah satu pelindung radiografer dari bahaya efek radiasi. Berdasarkan  pengamatan masih banyak radiografer yang belum patuh menggunakan APD, khususnya radiografer di 4 Rumah Sakit di kota Semarang. Tujuan : Mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi radiografer dalam menggunakan APD pada saat bekerja. Metode : Jenis penelitian ini adalah explanatory, metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan Pendekatan croos sectional. Populasi adalah radiografer 4 rumah sakit di kota Semarang. Jumlah sampel adalah 31 orang. Variabel bebas penelitian ini adalah umur, pendidikan, pelatihan, masa kerja, keberadaan Protap. variabel terikatnya adalah praktik pemakaian APD. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil : Radiografer yang tidak patuh menggunakan APD 96,8 % dan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur p = 0,484 pendidikan p = 1,000 pelatihan p = 1,000 masa kerja 0,387 dengan praktik penggunaan APD. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara umur, pendidikan, pelatihan, keberadaan protap     dengan praktik penggunaan APD. Kata kunci : APD, umur, pendidikan, pelatihan, masa kerja, protap
Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Provinsi Jambi Helni Helni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 2. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.402 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.15.2.2020.34-38

Abstract

Latar belakang: Prevalensi kejadian hipertensi di Provinsi Jambi meningkat dalam lima tahun terakhir. Faktor perilaku dan lingkungan merupakan faktor resiko dari hipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran dan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada Anggota Rumah Tangga (ART) umur 18 tahun ke atas di Provinsi Jambi. Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan disain studi cross sectional bersumber data Riskesdas 2018 dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dengan menggunakan populasi target.   Variabel bebas adalah faktor perilaku (aktifitas fisik dan merokok) serta faktor lingkungan yaitu pekerjaan dan wilayah tempat tinggal, sementara variabel terikat adalah hipertensi. Analisis data dilakukan dengan chi square. Hasil: Uji hubungan menunjukkan angka signifikan antara kejadian hipertensi dengan variabel aktifitas fisik berat (p = 0,016, OR = 1,214), aktifitas fisik sedang (p = 0,000, OR = 1,207), merokok (p = 0,005), dan pekerjaan (p = 0,000, OR = 1,538). Variable yang tidak signifikan adalah wilayah tempat tinggal (p = 0,834). Kesimpulan: Aktifitas fisik baik berat maupun sedang dan kebiasaan merokok serta pekerjaan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi Perlu ditingkatkan upaya promotif dan preventif dengan mengendalikan faktor resiko melalui edukasi menggunakan media yang mudah dipahami masyarakat sebagai langkah pencegahan kejadian hipertensi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi Metode Operasi Pria di Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematangsiantar Rosnella Sihombing; Kintoko Rochad; Heru Santosa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16. No. 2. Tahun 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.369 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.16.2.2021.121-130

Abstract

Latar Belakang: Vasektomi merupakan metode KB alternatif bagi pria yang sudah memutuskan tidak ingin mempunyai anak lagi dengan menjalani pembedahan ringan. Masih rendahnya partisipasi pria dalam ber-KB dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah kurangnya informasi yang didapatkan masyarakat mengenai kontrasepsi vasektomi.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi vasektomi .Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematangsiantar. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 orang dengan tehnik pengambilan sampel secara proporsional random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square, multivariat, dengan uji regresi logistik berganda.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendapatan dengan penggunaan kontrasepsi Vasektomi dimana p=0,017, pengetahuan dengan penggunaan kontrasepsi Vasektomi dimana p=0,007, peran petugas kesehatan dengan penggunaan kontrasepsi Vasektomi dimana p=0,019, dukungan istri dengan penggunaan kontrasepsi Vasektomi dimana p=0,029. Variabel yang paling dominan adalah pengetahuan.Kesimpulan: Diharapkan pihak dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana agar membuat kebijakan ataupun program dalam meningkatkan penggunaan KB di wilayah Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematangsiantar, khususnya dalam penggunaan kontrasepsi Vasektomi sehingga dapat meningkatkan derajat kehidupan masyarakat.
SUMBANGAN ENERGI DAN PROTEIN MAKAN PAGI TERHADAP ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN (AKG) BERDASARKAN POLA ASUH ANAK Rahayu Astuti; Sufiati Bintanah; Carto -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 4. No. 1. Tahun 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.265 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.4.1.2007.%p

Abstract

Latar Belakang : Dalam Upaya peningkatan gizi dan kesehatan anak sekolah, slah satu indikatornya adalah "keluarga biasa makan pagi". Kebiasaan makan pagi pada anak sekolah tidak akan berhasil tanpa dukungan keluarga khususnya peran seorang ibu. Data dari Puskesmas Kaligangsa tahun 2005, sebesar 32,9 % anak SD/MI tidak diasuh oleh ibunya karena ibu usaha Warung Tegal (Warteg) di Jakarta. Tujuan: untuk menganalisis perbedaan sumbangan energi dan protein makan pagi terhadap Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan (AKG) berdasarkan pola asuh pada anak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hikmah. Metode: penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV, V, VI MI Nurul Hikmah yang berjumlah 99 anak. Sampel sebesar 70 siswa yang diambil dengan metode "Stratified Random Sampling", masing-masing kelompok diambil secara proporsional. Analisis data secara deskriptif dan analitik dan untuk menguji Perbedaan pada kedua kelompok (diasuh ibu dan tidak diasuh ibu) digunakan "Independent Sample t Test dan Mann-Whitney U test". Hasil: menunjukkan rata-rata sumbangan energi makan pagi terhadap AKG pada anak yang diasuh ibu sebesar 23,8% sedangkan pada anak yang diasuh bukan ibu sebesar 20,3 %. rata-rata sumbangan protein makan pagi terhadap AKG pada anak yang diasuh ibu sebesar 25,6 % sedangkan pada anak yang diasuh bukan ibu sebesar 24,4 %. Hasil uji tidak ada perbedaan yang signifikan sumbangan energi maupun protein makan pagi terghadap AKG berdasarkan pola asuh. Kesimpulan: sumbangan makan pagi diharapkan dapat mencukupi sebesar 20-30% AKG, karena diperlukan untuk aktifitas di sekolah. Dengan demikian hasil ini merupakan kondisi yang baik dan perlu dipertahankan.Kata kunci: energi, protein, AKG, pola asuh anak.
PERBEDAAN BATUK EFEKTIF METODE PURSED LIP BREATHING TERHADAP KUALITAS SPUTUM Haryanto -; Praba Ginanjar; M. Arie Wuryanto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 2. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6955.649 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.2.2005.%p

Abstract

Latarbelakang: Tuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis atau disebut basil tahan asam (BTA). Diagnosis TB paru ditegakkan dengan menemukan BTA dalam pemeriksaan sputum. Husil pemeriksaan sputum sangat ditentukan oleh kualitas sputum. Sputum yang dihasilkan dapat berkualitas baik jika penderita melakukan batuk yang efektif, antara lain dengan metode pursed lip breathing.Tajuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan cara batuk efektif menggunakan metode pursed lip breathing dengan kualitas sputum. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan post test only with control group design. Subyek penelitian adalah suspek TB paru yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Suspek TB paru dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan yang diberi perlakuan cara batuk efektif menggunakan metode pursed lip breathing dan kelompok kontrol. Jumlah suspek TB paru seluruhnya 120 orang, dibagi 60 orang pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjuklcan terdapat 11,7% kasus BTA positif dari 120 suspek yang diperiksa. Proporsi sputum berkualitas baik pada kelompok kontrol (41,7%) jauh lebih rendah dari kelompok perlakuan (83,3%). Analisis dengan chi-square membuktikan ada perbedaan antara carabatuk efekttf metode pursed lip breathing terhadap kualitas sputum yang dihasilkan (p<0,0001). Pada kelompok kontrol tidak ada kasus BTA positif yang berhasil ditemukan pada pemeriksaan sputum pertama (0,00'%,).Sebaliknya, seluruh kasus dengan BTA positif pada kelompok perlakuan (100,0%) dapat ditemukan pada pemeriksaan sputum pertama. Simpulan: cara batuk efektif menggunakan metode pursed lip breathittg berhubungan erat dengan kualitas sputum yang dihasilkan pada pemeriksaan sputum sewaktu I. Disarankan agur metode tersebutdigunakan untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan sputum suspek TB paru.Kata kunci: tuberkulosis, batuk, sputunt

Page 10 of 26 | Total Record : 259