cover
Contact Name
Joni Setiawan
Contact Email
setiawanjoni@gmail.com
Phone
+628151657716
Journal Mail Official
redaksi.dkb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kusumanegara No. 7 Yogyakarta, Indonesia 55166
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah
ISSN : 20874294     EISSN : 25286196     DOI : https://doi.org/10.22322/dkb.v42i1
Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH is an open-access journal published by Center for Handicraft and Batik, Ministry of Industry as scientific journal to accommodate current topics related to include materials research and development, production processes, waste treatment management, designs and entrepreneur of handicrafts and batik. Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH publishes communications, articles, and reviews. The first volume of DKB has been published in 1987 and continued until today with 2 (two) issues of publication each year. The number of articles for each issue is 9 (nine) articles. The official language of the journal is Bahasa Indonesia, but manuscripts in English are also welcomed. Manuscript submission and reviewing process is fully conducted through online journal system, using a double-blind review process
Articles 308 Documents
MOTIF UKIR DALAM KREASI BATIK KHAS JEPARA Wulandari, Eka Amalia; Salma, Irfa ina Rohana
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 1 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v36i1.4777

Abstract

Kepandaian membatik di Jepara sudah ada sejak zaman R.A. Kartini (1879-1904), tetapi tidak berkembang sebagaimana industri kreatif lainnya seperti ukir kayu, perhiasan monel, ataupun tenun Troso. Dewasa ini kegiatan industri batik di Jepara mulai tumbuh dan berkembang kembali. IKM melakukan penciptaan motif khas daerah dengan mengambil inspirasi dari motif seni ukir kayu, namun hasilnya masih terlihat kaku atau kurang sesuai untuk motif hias pada kain sandang. Tujuan penciptaan seni ini adalah sebagi  ikhtiar sumbangsih untuk menghasilkan motif batik yang lebih serasi terinspirasi dan dikembangkan dari seni ukir kayu Jepara. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data, pengkajian sumber inspirasi, perwujudan menjadi kain batik, dan penilaian estetika motif. Kegiatan ini menghasilkan 10 motif  yaitu Lung Merak, Lung Ngrembaka, Lung Cinta Jepara, Lung Wuni, Lung Gunung, Lung Lereng, Ceplok Semi, Ceplok Poleng, Ceplok Ukir, dan Ceplok Bal. Motif yang mendapat penilaian baik sekali (A) adalah motif Lung Merak, Ceplok Ukir, dan Ceplok Bal.
Jejak - Jejak Dinamika Industri Batik Yogyakarta1920-1930 Abdullah, Farid; Wardoyo, Bambang Tri
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 37 No. 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i1.4856

Abstract

Tulisan ini membahas dinamika industri batik di Yogyakarta pada kurun waktu 1920-1930. Tujuan penulisan ini adalah untuk mencermati kegiatan industri batik Yogyakarta masa lampau dan diperoleh gambaran sosio-ekonomi masyarakat pada masa itu. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah deskriptif-kuantitatif dan sejarah. Sumber primer terkait kegiatan industri batik dalam tulisan ini diperoleh dari buku History of Java, T.S. Raffles (1913), Batikrapport, Midden Java, P. de Kat Angelino (1930), dan De Kleine Nijverheid in Imheemsche Sfeer en hare Expansiemogelijkheden op Java P.H.W. Sitsen (1937). Industri batik di Yogyakarta pada kurun 1920-1930 juga didukung oleh keberadaan Textile Inrichting en Batik Proefstation yang didirikan pada tahun 1922 di Bandung. Kegiatan membatik melibatkan berbagai suku bangsa seperti Jawa, Cina, Jepang, Eropa, dan Arab. Menelusuri kegiatan industri batik di Yogyakarta mampu memberi gambaran produktifitas serta sejumlah permasalahan industri batik Yogyakarta pada awal abad ke-19. Melalui tulisan ini diharapkan dapat diperoleh gambaran serta perubahan-perubahan apa saja yang telah terjadi pada industri batik Yogyakarta. Hasil kajian tulisan ini menjelaskan dinamika industri batik Yogyakarta yang sangat tinggi.
OPTIMASI PARAMETER KETAHANAN LUNTUR BATIK TERHADAP KERINGAT DENGAN DESAIN EKSPERIMEN Andriani, Debrina Puspita; Setiaji, Unggul; Habriantama, Mahendra
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 1 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v36i1.4919

Abstract

Batik merupakan salah satu produk kearifan lokal yang sangat digemari oleh masyarakat. Akan tetapi, dari beberapa penelitian sebelumnya diketahui bahwa meskipun menjadi produk favorit, masih banyak konsumen yang mengeluhkan terjadinya kelunturan pada batik milik mereka. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kelunturan tersebut, salah satunya berdasarkan parameter keringat. Pada hasil uji ketahanan luntur warna yang telah dilakukan terhadap sampel batik, diperoleh nilai 2 untuk keringat asam dan basa yang menunjukkan bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh SNI. Oleh karena itu, dilakukan penelitian menggunakan desain eksperimen dengan ANOVA untuk mengidentifikasi faktor-faktor kendali dan menentukan nilai setting leveloptimal. Pada penelitian ini didapatkan setting level optimal dengan jenis kain rayon, jenis zat pewarna indigosol, jenis bahan pengunci waterglassdan kostik, rasio bahan pengunci ¼ : ¾, jumlah pencelupan 3 kali, waktu pencucian 3 jam, jenis air: air pH 7,5, dan NH3 0,08mg/L. Hasil eksperimen konfirmasi juga telah menunjukkan hasil uji ketahanan luntur warna telah memenuhi standar SNI.
PENGEMBANGAN ALAT PELEPAS LILIN UNTUK PRODUK KERAJINAN BATIK KULIT (THE DEVELOPMENT OF WAX REMOVER FOR LEATHER BATIK PRODUCT) Dharmastiti, Rini; Munim, Yulianda Sakinah
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 2 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v36i2.4930

Abstract

Kerajinan batik kulit merupakan kerajinan batik pada bahan kulit samak. Salah satu proses pada batik kulit yang masih menjadi masalah adalah proses melepas lilin dari kulit, karena alat tekan yang dipunyai mempunyai kapasitas yang terbatas dan belum memenuhi kaidah ergonomika. Pekerja yang melakukan aktivitas melepas lilin mempunyai postur kerja membungkuk, kaki menekuk, bahu terangkat ke atas dan tangan terus menerus berada pada posisi tidak netral. Dengan adanya alat press yang baru, memberi dampak baik pada postur kerja. Software CATIA V5R20 digunakan untuk memodelkan pekerja saat melepas lilin dari kulit dan digunakan untuk menganalisa postur kerja. REBA merupakan metode yang digunakan untuk melakukan evaluasi postur kerja. Hasil analisis postur kerja menunjukkan bahwa pekerja dengan menggunakan alat pres generasi pertama mempunyai risiko tinggi dengan skor REBA sebesar 12 dan 10. Pengembangan desain alat pres membuktikan dapat mengurangi risiko dari sangat tinggi menjadi sedang, dan dapat meningkatkan produktivitas melepas lilin dari kulit berupa sandal sebesar 67%, tas sebesar 86% dan dompet sebesar 88%.
LIMBAH KERTAS DUPLEX UNTUK BAHAN CANTING CAP BATIK Nurohmad, Nurohmad; Eskak, Edi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 2 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v36i2.4968

Abstract

Limbah kertas kemasan yang paling banyak ditemui adalah jenis duplex. Bentuk lembaran dan ketebalan kertas duplex mempunyai kesamaan dengan plat tembaga sebagai bahan utama canting cap batik. Tujuan kegiatan ini adalah memanfaatkan limbah kertas duplex untuk pembuatan canting cap batik. Metode yang digunakan adalah pengumpulan dan analisis data, perancangan, pembuatan canting cap, uji pencapan, dan uji pewarnanaan batik. Hasilnya limbah kertas duplex dapat dimanfaatkan untuk membuat canting cap batik dan digunakan untuk proses batik cap.
CRAFTMANSHIP: SUDUT PANDANG PANDAI BESI Adhitia Guspara, Winta
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 1 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v36i1.4995

Abstract

Craftsmanship dan teknologi tidak berbicara sebagai sebuah pernyataan benar atau salah, namun keduanya hadir untuk membantu kesiapan dan ketangguhan manusia dalam menghadapi perubahan. Fenomena tersebut dapat ditemui pada teknologi tepat guna yang digunakan oleh pandai besi. Melalui penyelidikan mengenai pengetahuan tersirat dari pandai besi, maka didapatkan bahwa (1) teknologi tepat guna terbentuk melalui pengalaman kolektif dan proses pengetahuan menubuh, (2) tindakan membuat pandai besi dilandasi oleh cara berpikir desain, dan (3) craftmanship adalah proses penyusunan pengetahuan melalui tindakan membuat. Hasil penyelidikan tersebut diperoleh melalui pendekatan kualitatif dengan ramuan beberapa metode, diantaranya ialah (1) perspektif emic/etic, (2) think-aloud protocol, dan (3) simulasi. Tindak lanjut dari metode yang digunakan dan hasil temuan penyelidikan ini dapat dikembangkan untuk meninjau aspek yang sama pada jenis aktivitas yang lain, semisal sungging wayang, ukir dan tatah, serta membatik.Kata Kunci: teknologi tepat guna, pandai besi, pengetahuan tersirat, craftmanship, think-aloud protocol.
Pengaruh Konsentrasi, Waktu Perendaman dan Jenis Kayu pada Pengawetan Alami Kayu Menggunakan Ekstrak Daun Sambiloto Eskani, Istihanah Nurul; Utamaningrat, I Made Arya
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 1 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v36i1.5022

Abstract

Kayu yang digunakan sebagai bahan baku kerajinan biasanya dari jenis kayu yang tergolong kelas awet rendah sehingga diperlukan pengawetan untuk memperpanjang masa pakainya. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil pengawetan kayu, antara lain metode pengawetan, jenis bahan pengawet, konsentrasi pengawet, waktu pengawetan, dan jenis kayu yang diawetkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bahan pengawet, waktu perendaman, dan jenis kayu pada pengawetan alami kayu menggunakan bahan pengawet ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata). Kayu yang diawetkan adalah kayu matoa (Pometia pinnata), kayu mahoni (Swietenia mahogany), kayu ketapang (Terminalia catappa), dan kayu manggis (Garcinia mangostana). Masing- masing kayu diawetkan secara rendaman panas menggunakan ekstrak daun sambiloto dengan variasi konsentrasi 10%, 12,5%, dan 16,67% dan waktu perendaman 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Dilakukan perhitungan nilai retensi dan pengolahan data menggunakan statistik rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan, pada pengawetan alami kayu matoa dan kayu ketapang, konsentrasi berpengaruh nyata terhadap nilai retensi sedangkan waktu perendaman berpengaruh sangat nyata. Pada pengawetan kayu manggis, konsentrasi dan waktu perendaman berpengaruh sangat nyata terhadap nilai retensi. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi bahan pengawet dan semakin lama waktu perendaman maka nilai retensi akan semakin besar. Pada pengawetan kayu mahoni, konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai retensi, sedangkan waktu perendaman berpengaruh sangat nyata. Hal ini disebabkan karena kayu mahoni mengandung zat ekstraktif tinggi yang menghalangi masuknya bahan pengawet ke dalam kayu. Jenis kayu berpengaruh sangat nyata terhadap nilai retensi, yang menujukkan bahwa untuk jenis kayu yang berbeda akan memberikan nilai retensi yang berbeda pula.
PENGEMBANGAN DEKORASI WARNA PADA ANYAMAN PANDAN TASIKMALAYA Desnica, Phang; Widiawati, Dian; Nugraha, Adhi
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 1 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v36i1.5127

Abstract

Anyaman pandan merupakan salah satu warisan kebudayaan yang masih aktif diproduksi oleh masyarakat Tasikmalaya. Anyaman pandan yang awalnya hanya diterapkan dalam pembuatan tikar, mulai dikembangkan oleh masyarakat Tasikmalaya menjadi produk fashion dan peralatan rumah tangga. Namun, potensi yang dimiliki oleh masyarakat dalam mengolah serat pandan belum berkembang, belum mampu menarik perhatian pasar, dan belum memberikan keuntungan finansial. Hal ini dapat menyebabkan kemunduran eksistensi anyaman pandan hingga menuju ambang kemusnahan. Pengembangan dalam pengolahan serat pandan, yang meliputi eksperimentasi struktur dapat memberikan suatu daya tarik pada anyaman pandan. Pada akhirnya, kegiatan eksperimentasi struktur yang dilakukan dapat berdampak pada pemberdayaan masyarakat Tasikmalaya dalam memproduksi produk anyaman pandan yang lebih berinovasi dan bermutu tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran kuantitatif secara deskriptif dan kualitatif melalui metode eksperimentatif dan pendekatan pasrtisipatori. Hasil menunjukkan bahwa dengan melakukan eksperimentasi struktur terhadap anyaman pandan menghasilkan berbagai macam variasi teknik anyaman menarik yang belum pernah beredar di pasaran sebelumnya. Kata Kunci: anyaman, eksperimentasi, pandan, struktur, Tasikmalaya.
Word of Mouth Sebagai Upaya Promosi Batik Sumedang oleh Pengrajin Batik Subekti, Priyo; Hafiar, Hanny; Komariah, Kokom
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 37 No. 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i1.5308

Abstract

Perkembangan batik di Indonesia menunjukan peningkatan yang positif, imbasnya pada peningkatan pertumbuhan ekonomi yang mampu menyumbang devisa negara melalui ekspor. Saat ini trend masyarakat kembali pada batik lokal yang memiliki muatan lokal salah satunya adalah Batik Kasumedangan. Batik Kasumedangan bisa menjadi media informasi yang berisi rekam jejak visual budaya lokal daerah Sumedang bagi generasi muda dan kelompok masyarakat luar Sumedang mengenai nilai-nilai luhur dalam budaya Sumedang,   sehingga dapat menjembatani pewarisan nilai-nilai luhur budaya kepada generasi muda sekaligus sebagai pelestarian budaya itu sendiri. Sebagai salah satu produk budaya, batik Sumedang diharapkan dapat menjadi salah satu identitas lokal masyarakat Sumedang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pencarian data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Saat ini industri batik di daerah Sumedang sudah mulai menunjukkan keaktifan dalam mempromosikan batik khas daerah lokal dalam hal ini adalah Sanggar Batik Umimay. Promosi yang dilakukan meliputi pameran, simposium batik, dan membuka stand di mal. Namun jika dilihat dari hasil penjualan, strategi tersebut belum optimal. Maka Sanggar Batik Umimay lebih menyukai promosi batik dengan menggunakan word of mouth promotion yang di rasa lebih murah dalam segi biaya dan lebih berdampak dalam segi penjualan.Para pembeli batik tulis yang notabene harganya lebih mahal dibandingkan batik printing memiliki pengelaman langsung memakai batik sebagai fashion kemudian membagikan informasi mengenai pengalamannya ke jaringan sosial seperti keluarga, teman dan lingkungan pekerjaan.
Batik Gaya Modern di Surakarta dalam Perspektif Quantum Hidayat, Sujadi Rahmat; Rustopo, Rustopo; Dharsono, Dharsono
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 37 No. 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v37i1.5321

Abstract

Peningkatan apresiasi terhadap batik gaya modern di Surakarta pada awal abad XXI merupakan fenomena penting untuk dipelajari sebagai referensi untuk terus menjaga kelangsungan batik atau pelestarian seni tradisi lainnya. Apresiasi terhadap batik gaya modern dipengaruhi oleh wujud seni dan esensi dari karya yang dikreasi oleh penciptanya. Kajian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan wujud dan esensi batik gaya modern di Surakarta pada awal abad XXI. Metode yang digunakan dalam kajian permasalahan melalui penelitian deskriptif kualitatif studi kasus pada karya Pandono. Metode pengumpulan data yang dignakan adalah wawancara, observasi, analisis dokumen, dan studi pustaka. Setelah dilakukan analisis terhadap data yang terkumpul, diketahui bahwa wujud batik gaya modern yang dikembangkan di Surakarta pada awal abad XXI tidak mengacu pada pakem visual batik gaya klasik ataupun batik tradisi lainnya, namun seringkali masih mengambil bentuk-bentuk khas dari batik klasik untuk diolah dengan prinsip desain yang berbeda sebagai penanda bahwa batik gaya modern tersebut masih terdapat benang merah dengan batik klasik. Esensi batik gaya modern lebih bersifat profan sebagai ekspresi keindahan dan bentuk kecintaannya terhadap tradisi melalui inovasi tradisi bukan pembekuan tradisi.

Filter by Year

1987 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 42 No. 1 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 41 No. 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 40 No. 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 40 No. 1 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 39 No. 2 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 39 No. 1 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 38 No. 2 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 38 No. 1 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 37 No. 2 (2020): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 37 No. 1 (2020): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 2 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 36 No. 1 (2019): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 35 No. 2 (2018): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 35 No. 1 (2018): Dinamika Kerajinan dan Batik : Majalah Ilmiah Vol. 34 No. 2 (2017): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 34 No. 1 (2017): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH Vol. 33 No. 2 (2016): Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 33 No. 1 (2016): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 32 No. 2 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 32 No. 1 (2015): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 31 No. 2 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 31 No. 1 (2014): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 30 No. 2 (2013): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 30 No. 1 (2013): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 32 No. 2 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 31 No. 1 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 28 No. 1 (2011): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 27 No. 1 (2010): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 28 (2010): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 26 (2009): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 25 (2008): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 24 (2007): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 23 (2006): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 22 (2005): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 21 (2004): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 19 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 18 (2001): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 16 (1997): Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 15 (1996): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 10 (1992): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 9 (1991): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 8 (1988): Dinamika Kerajinan dan Batik No. 7 (1987): Dinamika Kerajinan dan Batik More Issue