Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16, No 2 (2015): Oktober"
:
10 Documents
clear
Peningkatan Pembentukan Embrio Somatik pada Wortel (Daucus carota L) Menggunakan N6-benzylaminopurine (BAP)
., Rusdianto;
Indrianto, A.
bionature Vol 16, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.982 KB)
|
DOI: 10.35580/bionature.v16i2.2462
Salah satu proses pembentukan planlet dalam teknik kultur jaringan tumbuhan adalah embriogenesis somatik, yaitu suatu proses pembentukan embrio dari eksplan yang berupa sel-sel somatik yang telah mengalami dediferensiasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pembentukan embrio somatik pada waortel (Daucus carota L) menggunakan BAP. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap yaitu; (1) Tahap perkecambahan in-vitro, menggunakan medium ¼ MS; (2) Tahap induksi dan pemeliharaan kalus, menggunakan medium MS + 2,4-D 2 mg/l ; (3) Tahap induksi embrio somatik. Hasil penelitian menunjukkan biji wortel dapat berkecambah dengan baik pada medium ¼ MS dengan rata-rata persentase perkecambahan mencapai 98 % dan panjang hipokotil 3,84 cm. Efisiensi pembentukan kalus mencapai 90.83 %, Warna kalus umumnya putih bening atau putih kekuningan dengan tekstur friable atau remah. Perlakuan 0,5 mg/l BAP merupakan konsentrasi yang paling tepat meningkatkan pembentukan embrio somatik, dengan rata-rata jumlah embrio fase globuler 54,00; fase jantung 5,33; dan fase torpedo 4,66, dibandingkan dengan konsentrasi perlakuan BAP yang lain.
Produksi Biogas Limbah Isi Rumen Sapi Asal Rumah Pemotongan Hewan (RPH)
., Ramli;
., Hartono
bionature Vol 16, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.273 KB)
|
DOI: 10.35580/bionature.v16i2.2467
Saat ini pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri perlu diarahkan kepada diversifikasi sumber-sumber energi selain minyak bumi, salah satunya dengan program “waste to energy†dimana biogas adalah salah satu contohnya. Bahan yang bisa digunakan salah satunya adalah isi rumen sapi yang merupakan limbah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) berupa rumput yang belum terfermentasi dan tercerna sepenuhnya oleh hewan. Di dalamnya terkandung bakteri metanogenik dan selulolitik sehingga bahan ini sangat efisien dalam membuat biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penggunaan limbah isi rumen sapi sebagai bahan baku utama pembuatan biogas. jenis penelitian berupa pre experimental design. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil pengukuran terhadap kuantitas biogas, temperatur dan kadar keasaman pada limbah isi rumen sapi. Berdasarkan data hasil penelitian, Rata-rata produksi biogas selama 21 hari sebanyak 21,57 ml dengan suhu rerata berkisar antara 29oC-30oC. Adapun kadar keasaman digester berada dalam kondisi normal. Limbah isi rumen sapi cukup potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku utama produksi biogas.
Identifikasi Pola Perilaku pada Semut Jepang Dewasa
., Hardiyanti;
Hala, Yusminah;
Tenriwaru, Eka Pratiwi
bionature Vol 16, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.268 KB)
|
DOI: 10.35580/bionature.v16i2.2458
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola perilaku semut Jepang dewasa. Sampel terdiri atas 26 ekor semut Jepang dewasa dan dimasukkan ke dalam toples yang telah berisi 100 gram kapas dan ditaburi dengan ragi tape seberat 3,8 gram sebagai pakan. Pengamatan pola perilaku dilaksanakan selama 3 kali 24 jam. Data perilaku diperoleh dengan mengamati dengan menggunakan kaca pembesar dan merekam perilaku semut Jepang, membuat ethogram serta mengidentifikasi pola perilaku semut Jepang yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 pola perilaku yang teridentifikasi selama 3 hari, yaitu perilaku memelihara, perilaku makan, perilaku membuang kotoran, perilaku mencari perlindungan, perilaku memeriksa, perilaku istirahat, perilaku seksual, dan perilaku agonistik.
Uji Fitokimia dan Aktifitas Antibakteri Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Daun Mangrove (Rhizophora mucronata)
., Ernawati;
Hasmila, Ita
bionature Vol 16, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.934 KB)
|
DOI: 10.35580/bionature.v16i2.2463
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan uji fitokimia dan aktivitas antibakteri dari senyawa metabolit sekunder ekstrak metanol daun Rhizophora mucronata yang diperoleh dari Desa Lappa, Samataring, Kabupaten Sinjai Timur, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa langkah, diantaranya proses maserasi, penguapan, uji fitokimia dan aktivitas antibakteri. Hasil penelitian uji fitokimia menunjukkan bahwa senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak metanol daun Rhizophora mucronata berupa senyawa flavonoid dan alkaloid. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang dilakukan pada Diameter Daya Hambat (DDH) dengan konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia dan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar. Hasil tes menunjukkan bahwa DDH ekstrak metanol daun Rhizophora mucronata paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli di 40% pada konsentrasi 60% karena memiliki DDH> 8 mm.
Pengembangan Rencana Pelaksanaan Perkuliahan Berorientasi Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa
Palennari, Muhiddin;
Lodang, Hamka;
., Faisal
bionature Vol 16, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.792 KB)
|
DOI: 10.35580/bionature.v16i2.2459
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat perkuliahan berupa Rencana Pelaksanaan Perkuliahan berorientasi (RPP-PBL) memberdayakan keterampilan berpikir kritis mahasiswa FMIPA UNM. Adapun target yang diharapkan adalah membiasakan mahasiswa memiliki keterampilan keterampilan berpikir kritis baik selama menempuh kuliah pada saat pelaksaaan pekuliahan.. Prosedur yang digunakan pada penelitian ini mengikuti tahapan model desain pembelajaran (instructional design) 4 D Thiagarajan. Instrument pengumpulan data terdiri dari lembar validasi perangkat perkuliahan RPP-PBL. Sistematika RPP-PBL yang dikembangkan terdiri atas komponen Identitas, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Materi Perkuliahan, Strategi Perkuliahan, Langkah-langkah Perkuliahan, Sumber Belajar dan Media, Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen dalam RPP-PBL memiliki nilai rata-rata ≥ 3 dengan revisi pada bagian-bagian tertetntu. Dengan demikian, disimpulkan bahwa RPP-PBL yang dikembangkan termasuk kategori baik sehingga layak dgunakan sebagai pedoman dalam perkuliahan Biologi Dasar.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS X SMA NEGERI 2 POLEWALI
., Harnitayasri;
., Nurhayati;
Suryani, Irma
bionature Vol 16, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.183 KB)
|
DOI: 10.35580/bionature.v16i2.2464
Penelitian ini adalah ?Pra-Eksperimen? yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa, peningkatan hasil belajar kognitif siswa, kentuntasan hasil belajar siswa, dan keefektifan model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Variabel bebas adalah model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar kognitif siswa. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X5 SMA Negeri 2 Polewali yang berjumlah 30 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis N-gain, dan uji hipotesis secara inferensial diolah dengan analisis program SPSS versi 20.0 dengan menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh disimpulkan bahwa aktivitas siswa berada pada kategori ?aktif?, rata-rata posttest hasil belajar berada pada kategori ?sangat baik?, rata-rata gain ternormalisir berada pada kategori ?tinggi?, ketuntasan hasil belajar siswa melebihi 85%, penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi pencemaran lingkungan di kelas X5 SMA Negeri 2 Polewali efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Pemograman R untuk Penentuan Spektrum Bentuk Hidup dalam Kajian Ekologi Tumbuhan
Wiharto, Muhammad
bionature Vol 16, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.887 KB)
|
DOI: 10.35580/bionature.v16i2.2460
Penelitian ini bertujuan untuk membangun program yang digunakan untuk menentukan perbedaan spektrum bentuk hidup tumbuhan yang ditemukan di lapangan dengan spektrum bentuk hidup Raunkiaer, dengan menggunakan bahasa pemograman R. Data hipotetik yang digunakan memiliki nilai-nilai untuk kelas penutupan tajuk Braun Blanquet. Persentase bentuk hidup spesies pada data kemudian dibandingkan dengan persentase bentuk hidup universal dari Raunkiaer. Kode pemograman untuk menganalisis data dibangun dengan mengunakan bahasa R. Hasil program yang diperoleh terdiri atas 3 kategori kode dalam bentuk fungsi, yaitu fungsi bawaan yang terdapat pada R, fungsi yang bersifat user defined, dan fungsi bawaan untuk grafik. Fungsi bawaan yang digunakan untuk membaca data adalah read.table, struktur data diketahui dengan menggunakan fungsi str. Fungsi aggregate digunakan sebagai alat untuk pivot table sehingga data dapat diringkas dan dihitung nilai-nilai statistik deskriptifnya. Jumlah total dan nilai rata-rata penutupan tajuk dari setiap bentuk hidup dihitung dengan menggunakan fungsi aggregate. Persentase penutupan tajuk dibangun dengan menggunakan fungsi user defined. Pengubahan data menjadi struktur matriks digunakan fungsi bawaan as.matriks. Penggunaan fungsi t untuk mengubah data baris menjadi data kolum dalam suatu operasi transformasi. Fungsi barplot digunakan untuk menampilkan data grafik batang. Argumen untuk membentuk grafik batang kelompok adalah beside=true.
Studi tentang Faktor Penghambat yang Dihadapi Guru Biologi dalam Menyusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMP se Kecamatan Bastem Kabupaten Luwu
Nur, Surahman
bionature Vol 16, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.749 KB)
|
DOI: 10.35580/bionature.v16i2.2465
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tentang faktor penghambat yang dihadapi guru biologi dalam menyusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Subjek penelitian ini adalah semua guru mata pelajaran biologi di SMP se Kecamatan Bastem Kabupaten Luwu. Data diperoleh melalui angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada faktor penghambat yang dihadapi guru dalam menyusun RPP KTSP. Terdapat 25% guru mengalami hambatan, dan 75% guru tidak mengalami hambatan dalam mengembangkan Silabus KTSP berdasarkan prinsip pengembangan silabus KTSP, sedangkan dalam mengembangkan Silabus KTSP berdasarkan langkah-langkah pengembangan silabus KTSP, 42.85% guru mengalami hambatan, dan 57.14% guru tidak mengalami hambatan. Kemudian untuk menyusun RPP KTSP berdasarkan komponen penyusunan RPP KTSP, 18.46% guru mengalami hambatan, dan 81.53% guru tidak mengalami hambatan. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data, dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor penghambat yang dihadapi guru biologi dalam menyusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP se Kecamatan Bastem Kabupaten Luwu.
Kandungan Amonium dan Nitrat Tanah pada Budidaya Bayam Putih dengan Menggunakan Pupuk Urin Manusia
Azis, Andi Asmawati;
Kurnia, Nani
bionature Vol 16, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.37 KB)
|
DOI: 10.35580/bionature.v16i2.2461
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan amonium dan nitrat tanah pada budidaya tanaman bayam yang diperlakukan dengan pupuk urin manusia. Bayam ditanam dalam polybag dengan perlakuan pupuk urin manusia yang diplikasikan mulai 22 hari setelah tanam (hst). Adapun konsentrasi pupuknya adalah 0%, 10%, 25% dan 50% dan NPK yang masing-masing diaplikasikan satu kali setiap 4 dan 12 hari. Selanjutnya, sampel tanah diambil pada hari ke 30 hst, 37 hst dan 45 hst, untuk dilakukan pengukuruan kandungan nitrogen. Kadar amonium diukur dengan metode nitroprusid (Baethgen & Alley, 1989) sedangkan andungan nitrat dianalisis dengan menggunakan metode reduksi hidrazin (Kamphake et.al., 1967). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanah budidaya bayam dengan aplikasi pupuk urin manusia didapatkan amonium dengan konsentrasi mencapai 0.2484µg N per gram tanah dan nitrat 0.2663 µg N per gram tanah.
Perbandingan Hasil Belajar Biologi Siswa yang Diajar dengan Metode Problem Solving dan Metode Course Review Horay pada Siswa Kelas IX IPA SMP Jaya Negara Makassar
Rasjid, Yusniar
bionature Vol 16, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.057 KB)
|
DOI: 10.35580/bionature.v16i2.2466
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuimetode pembelajaran yang efektif antara metode Problem Solving dengan Metode Course Review Horay yang diterapkan pada siswa kelas IX IPA SMPJaya Negara Makassar. Desain pada penelitian ini menggunakan desain Randomized control group design. Untuk melihat metode pembelajaran yang lebih baik dilihat dari nilai antar kelas eksperimen serta adanya peningkatan nilai siswa dari setiap perlakuan perkelas. Berdasarkan data hasil penelitian, hasilbelajar biologi siswa Kelas IX yang diajar dengan menggunakan metode Problem Solving  memperoleh skor rata-rata 79 dengan yang tuntas 24 siswa atau 80% dan yang tidak tuntas 6 siswa atau 20% dari 30 siswa. Hasil belajar biologi siswa Kelas IX yang diajar dengan menggunakan metode Course Review Horay memperoleh skor rata-rata 81 dengan yang tuntas 26 siswa atau 86,7% dan yang tidak tuntas 4 siswa atau 13,3% dari 30 siswa. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 3,65 pada taraf signifikan α = 0,05, dan dk = 58. Diperoleh Ttabel = 1, 6795 karena thitung> ttabel, berarti h0 ditolak dan h1 diterima. Artinya pada tingkat kepercayaan 95% disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan metode Course Review Horay lebih baik dibandingkan hasil belajar dengan menggunakan metode Problem solving.