cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 633 Documents
PELATIHAN PERHITUNGAN TITIK IMPAS SEBAGAI DASAR PERENCANAAN LABA USAHA PADA SISWA SMAN 20 KABUPATEN TANGERANG Kurniawati, Herni; Ratna Niandra; Esther Dharmadi Santoso
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33665

Abstract

The goal of the community service program is to better teach SMA Negeri 20 Tangerang Regency students the science of accounting and economics, particularly as it relates to breaking even point analysis and profit forecasting. A business can use the break-even point to determine the minimum sales volume necessary to avoid losses while still failing to turn a profit (i.e., to make no profit at all). Furthermore, by indicating the level of sales that must be reached, the break-even point assists management in planning the required amount of profit. In order for students to benefit from this training, both those continuing their education in college (where the topic of break-even point is covered in a Management Accounting course) and those entering the workforce will be able to plan the business profitability of their place of employment. The data utilized in this Community service is primary data gathered directly from SMA Negeri 20 Tangerang Regency, specifically data from interviews with the principal and teachers discussing the urgency of the Accounting Economics material needed by students who will be used when they graduate from school. The Community service method consists of the following steps: (1) defining the break-even point and its components, which calculates the break-even point in terms of sales and units of goods; (2) calculating what elements make up the break-even point, which then calculates the break-even point in terms of units of goods; and (3) providing examples of questions related to the break-even point/BEP in order to help students understand/comprehend the break-even point/BEP. The crew did a great job doing this community service, which began on Thursday, October 03, 2024 at 10:00 WIB and ended at noon. The execution of Community service was carried out by visiting schools with students as part of Community service The executed community service program will eventually yield outcomes in the form of community service journals or proceedings. Furthermore, the extra outputs are loaded as extra outputs into HKI. ABSTRAK PKM dirancang untuk membantu siswa SMA Negeri 20 Kabupaten Tangerang memahami ekonomi akuntansi, terutama titik impas dalam merencanakan laba usaha. Titik impas membantu perusahaan merencanakan laba yang diinginkan dengan menentukan berapa banyak penjualan yang harus dilakukan agar perusahaan tidak mengalami kerugian tetapi juga belum memperoleh laba; dengan kata lain, titik impas menunjukkan berapa banyak penjualan yang harus dilakukan agar perusahaan tidak mengalami kerugian sama sekali. Dengan demikian, pelatihan ini bermanfaat bagi siswa-siswi yang sedang bekerja, karena mereka akan dapat merencanakan keuntungan bisnis tempat mereka bekerja. Mereka juga dapat melanjutkan studi mereka di universitas dengan mengambil mata kuliah akuntansi manajemen dengan topik titik impas atau BEP. Data yang digunakan dalam PKM ini berasal dari SMA Negeri 20 Kabupaten Tangerang secara langsung. Data ini diperoleh dari wawancara dengan guru dan kepala sekolah tentang seberapa penting materi ekonomi akuntansi bagi siswa untuk dipelajari setelah meninggalkan sekolah. Metode PKM terdiri dari (1) penjelasan teori atau konsep tentang titik impas, kemudian penjelasan tentang biaya tetap dan biaya variabel serta contohnya yang digunakan untuk menghitung titik impas/BEP; (2) menghitung komponen apa saja yang membentuk titik impas, kemudian menghitung titik impas dalam ukuran penjualan dan unit barang; dan (3) memberikan contoh soal yang berkaitan dengan titik impas/BEP dengan tujuan sederhana. PKM ini dijalankan oleh tim dengan baik dan lancar hingga selesai pada hari Kamis, 3 Oktober 2024 pukul 10.00 WIB. PKM dilakukan dengan mengunjungi sekolah bersama siswa. PKM yang telah dilaksanakan menghasilkan luaran dalam bentuk jurnal atau publikasi pengabdian masyarakat. Selain itu, luaran tambahan dimasukkan ke HKI.
PSIKO-EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SIBER REMAJA PEREMPUAN DALAM BERMEDIA SOSIAL Basel, Wiwin Charolina Putri; Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Riana Sahrani
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33666

Abstract

Social media is a platform that is actively used in everyday life to establish communication, especially among teenagers. The development of social media use has been followed by misuse of internet access such as cyber violence. Cyber violence is negative behavior and harms others in cyberspace, causing serious impacts on victims. Cyber violence in social media, especially gender-based, has become a mental health issue that needs to be considered by the community. Regarding the phenomenon of cyber violence, the PKM team took the initiative to conduct psycho-education to prevent cyber violence among adolescent girls in social media. The purpose of psycho-education is to empower women, fight for welfare and gender equality, and increase awareness of the dangers of cyber violence. The implementation of the psycho-education program uses a Webinar format that is conducted online. The main participants of the Webinar are adolescent girls who use social media. The results of the Community Service Webinar showed enthusiasm from adolescent girls and the community regarding this psycho-education. The Community Service Team realizes that there are still many people who need to be educated about the dangers of cyber violence and how to handle it. In this Webinar activity, participants were also able to receive and understand the material presented well, so that the psycho-educational Webinar was quite effective for the participating adolescent girls and the community. This shows that psycho-education help increase public awareness, especially among adolescent girls and victims of cyber violence to protect themselves, treat and provide support to victims of cyber violence. ABSTRAK Media sosial merupakan platform yang aktif digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjalin komunikasi, terutama di kalangan remaja. Perkembangan penggunaan media sosial ternyata diikuti dengan penyalahgunaan dalam akses internet seperti kekerasan siber. Kekerasan siber merupakan perilaku negatif dan merugikan orang lain di dunia maya sehingga menimbulkan dampak yang serius bagi korban. Kekerasan siber dalam bermedia sosial, khususnya berbasis gender telah menjadi isu kesehatan mental yang perlu diperhatikan masyarakat. Terkait fenomena kekerasan siber, tim PKM berinisiatif melakukan psiko-edukasi pencegahan kekerasan siber pada remaja perempuan dalam bermedia sosial. Tujuan psiko-edukasi untuk memberdayakan perempuan, memperjuangkan kesejahteraan dan kesetaraan gender, serta meningkatkan kesadaran akan bahaya kekerasan siber. Pelaksanaan program psiko-edukasi menggunakan format Webinar yang dilakukan secara daring. Peserta utama webinar merupakan remaja perempuan pengguna media sosial. Hasil dari webinar Pengabdian Kepada Masyarakat menunjukkan antusiasme dari remaja perempuan dan masyarakat terkait psiko-edukasi ini. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang perlu diedukasi terkait bahaya kekerasan siber dan cara menanganannya. Pada kegiatan webinar ini peserta juga dapat menerima dan memahami materi yang disampaikan dengan baik, sehingga webinar psiko-edukasi sudah cukup efektif bagi remaja perempuan dan masyarakat yang berpartisipasi. Hal ini menunjukkan bahwa psiko-edukasi membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama pada remaja perempuan dan korban kekerasan siber untuk menjaga diri, mengobati maupun memberi dukungan kepada korban kekerasan siber.
PERANCANGAN SISTEM PEMBELIAN TERHADAP PERUSAHAAN PT SURYA MEGA MUSTIKA Nugroho, Vidyarto; Stavian Gloryinri Wowor; Charoline Welensia; Angela Halim
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33668

Abstract

In conducting business activities, companies inevitably deal with both internal and external factors, one of which is the need to have a purchasing cycle. A well-organized purchasing system is crucial for a company to ensure smooth operations and avoid errors in the procurement process. This research aims to design and implement a more efficient purchasing system for PT Surya Mega Mustika. In this Student Creativity Program (PKM), issues were identified based on observations and discussions with the partner company regarding excessive purchasing. Therefore, the company needs to monitor operational transactions to avoid unnecessary cash expenditures. Recurring purchases are an example of an irregularity in the purchasing process. The method used involved presenting materials and conducting online socialization with the partner company. The solution that needs to be implemented by the company is to improve the purchasing system by transitioning from manual processes to a system-based approach. The system is designed to automate the process from requests to purchases, making data management and purchase status monitoring easier. The partner company has recently transitioned from manual to system-based purchasing for a more effective and efficient process. The partner will continue to enhance the system in its operational activities. This PKM was successfully executed according to the established plan. The results of this PKM show that the designed system has made the purchasing process easier, faster, and more organized. The implementation of this system is expected to improve the partner's operational efficiency and provide long-term benefits to the company. ABSTRAK Dalam melakukan kegiatan di dunia bisnis, pastinya tidak lepas dari faktor internal maupun eksternal salah satunya perusahaan harus memiliki siklus pembelian. Sistem pembelian yang baik sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan operasional berjalan lancar dan menghindari kesalahan dalam pengadaan barang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan sistem pembelian yang lebih efisien untuk PT Surya Mega Mustika. Pada PKM ini terdapat permasalahan yang diperoleh berdasarkan observasi dan hasil diskusi dengan mitra terkait proses pembelian yang berlebihan, maka perusahaan perlu memperhatikan transaksi yang terjadi dalam kegiatan operasional untuk menghindari pengeluaran kas yang tidak diperlukan. Contoh pembelian berulang merupakan salah satu kejanggalan dalam proses pembelian. Metode yang dilakukan adalah melalui pemaparan materi dan sosialisasi ke perusahaan mitra secara daring. Solusi yang perlu diterapkan perusahaan adalah dengan memperbaiki sistem pembelian yang beralih dari manual ke dalam sistem. Sistem dirancang agar proses permintaan hingga pembelian dapat berjalan otomatis, serta mempermudah pengelolaan data dan pemantauan status pembelian. Mitra baru saja beradaptasi dari manual ke dalam sistem pembelian untuk proses yang lebih efektif dan efisien. Mitra akan terus meningkatkan sistem dalam melakukan kegiatan operasional. PKM ini terlaksana dengan baik dan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Hasil dari PKM ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu membuat proses pembelian menjadi lebih mudah, cepat, dan terorganisir. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional mitra dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan
ALAT PERAGA EDUKATIF SEBAGAI ALTERNATIF METODE PENGAJARAN PEMAHAMAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI BAGI SISWA SMA TARSISIUS 1 Imelda, Elsa; Steven Jong; Parcella Glatia Elfenso
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33696

Abstract

Many people believe that in the era of increasingly advanced digitalization, automation in the accounting field has taken away the role of accountants. Financial reporting is easily generated by Accounting software. Artificial Intelligence technology even makes it easier for manager level to analyze data. So many people say there is no need to study Accounting. However, this understanding is actually not correct. A basic understanding of accounting is actually important and can help accountants more easily adapt to AI and integrate the information obtained for decision making. Accounting Fundamentals remain an irreplaceable foundation in the accounting profession. High school students need to be taught Accounting but often find it difficult to learn Accounting. In fact, quite a few people avoid accounting because accounting is close to mathematics which requires mastering calculation techniques. The Merdeka Belajar Curriculum which allows students to choose their specialization causes Accounting to become an optional subject, not a mandatory subject. Therefore, the Untar PKM team went directly to Tarsisius 1 High School in developing the Accounting Laboratory there. Students who took the Merdeka Belajar Kampus Merdeka together with Untar lecturers came to Tarsisius 1 High School Jakarta to directly teach Accounting material. The initial material that is fundamental to Accounting lessons is understanding the basic accounting equations. So that students can more quickly understand the teaching material regarding basic accounting equations, the PKM team developed interesting educational teaching aids so that students can understand the material more quickly. ABSTRAK Banyak anggapan mengatakan di era digitalisasi yang semakin maju, otomatisasi di bidang Akuntansi telah merenggut peran akuntan. Pelaporan keuangan dengan mudah dihasilkan oleh software Akuntansi. Teknologi Artificial Intelligence bahkan memudahkan level manager untuk menganalisis data. Sehingga banyak yang mengatakan tidak butuh untuk belajar Akuntansi. Namun sebenarnya pemahaman tersebut tidaklah benar. Pemahaman dasar Akuntansi justru penting dan dapat membantu akuntan lebih mudah beradaptasi dengan AI dan mengintegrasikan informasi yang diperoleh untuk pengambilan keputusan. Fundamental Akuntansi tetap menjadi fondasi yang tidak dapat tergantikan dalam profesi akuntan. Siswa SMA perlu untuk diajarkan Akuntansi tetapi seringkali merasa kesulitan untuk belajar Akuntansi. Bahkan tak sedikit yang menghindari Akuntansi karena Akuntansi dekat dengan ilmu matematika yang perlu menguasai teknik berhitung. Kurikulum Merdeka yang membebaskan siswa memilih peminatan menyebabkan Akuntansi menjadi Pelajaran pilihan, buka pelajaran wajib. Oleh karena itu tim PKM Untar terjun langsung ke SMA Tarsisius 1 dalam pengembangan Laboratorium Akuntansi di sana. Mahasiswa yang mengambil Merdeka Belajar Kampus Merdeka beserta dengan dosen Untar mendatangi SMA Tarsisius 1 Jakarta untuk langsung mengajarkan materi Akuntansi. Materi awal yang menjadi fundamental pelajaran Akuntansi adalah pemahaman persamaan dasar Akuntansi. Agar siswa lebih cepat memahami materi ajar mengenai persamaan dasar Akuntansi, tim PKM mengembangkan Alat Peraga Edukatif yang menarik agar siswa dapat memahami materi dengan lebih cepat.
PERANCANGAN SISTEM PENJUALAN TERHADAP PERUSAHAAN PT SURYA MEGA MUSTIKA Surjadi, Lukman; Michele Tjen; Bryan Goodwin; Lydia Suryani Tjahjadi
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33697

Abstract

Along with the development of information technology in Indonesia, accounting information systems have become an important element in business operations. Any business must require revenue to sustain its business. One form of activity to generate revenue for the company is by making sales. Sales can be made in cash or credit. However, most companies in running their business more often make sales on credit, so a good system is needed to run credit sales appropriately. An effective and organised sales cycle allows companies to increase efficiency, reduce manual errors and spur growth consistently. With the use of a good sales system, of course, it can make sales activities in the company more effective. In implementing the sales system, it will not be separated from internal control. This is because to achieve or get a good system, good internal control is also needed. The problem faced by PT Surya Mega Mustika is the decline in sales figures. The solution to overcome the above problems is to provide education on how to improve PT Surya Mega Mustika's sales cycle design and an explanation of the application of internal controls for the sales cycle. The method applied in this PKM activity is through the presentation of material in the form of a presentation followed by a question and answer session. It is hoped that the implementation of this PKM can provide good changes and impacts for PT Surya Mega Mustika. ABSTRAK Seiring perkembangan teknologi informasi di Indonesia, sistem informasi akuntansi menjadi suatu elemen penting dalam operasional bisnis. Bisnis manapun pasti memerlukan pendapatan untuk keberlangsungan usahanya. Salah satu bentuk aktivitas untuk memperoleh pendapatan bagi perusahaan adalah dengan melakukan penjualan. Penjualan bisa dilaksanakan secara tunai maupun kredit. Namun kebanyakan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya lebih sering melakukan penjualan secara kredit, sehingga diperlukan sistem yang baik untuk menjalankan penjualan kredit dengan tepat. Siklus penjualan yang efektif dan terorganisir memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan manual dan memacu pertumbuhan secara konsisten. Dengan penggunaan sistem penjualan yang baik tentunya dapat membuat aktivitas penjualan di perusahaan menjadi lebih efektif. Dalam mengimplementasikan sistem penjualan tidak akan lepas dengan pengendalian internal. Hal ini dikarenakan untuk mencapai atau mendapatkan sistem yang baik diperlukan pula pengendalian internal yang baik. Permasalahan yang dihadapi PT Surya Mega Mustika adalah penurunan angka penjualan. Solusi untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan mengadakan edukasi tentang cara meningkatkan perancangan siklus penjualan PT Surya Mega Mustika serta penjelasan tentang penerapan pengendalian internal untuk siklus penjualan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM kali ini adalah melalui pemaparan materi dalam bentuk presentasi yang diikuti dengan sesi tanya jawab. Diharapkan dengan dilaksanakannya PKM kali ini dapat memberikan perubahan dan dampak yang baik bagi PT Surya Mega Mustika.
LITERASI PENTINGNYA PEMAHAMAN INVESTASI OBLIGASI UNTUK KEBERLANGSUNGAN USAHA Hastuti, Rini Tri; Triyana; Ferry Fernando
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33806

Abstract

For students in school, the term bonds is more foreign to them than the term stocks, because stocks are mentioned more often. However, in reality, stocks and bonds are important instruments for companies and investors. Often students find it difficult when they start to enter the material on bonds in college. In addition to not being familiar with what bonds are, the calculations are also relatively difficult. The provision of material in this training is expected to provide knowledge that is not obtained in the material taught in class. The PKM topic that we will implement is training on the importance of understanding the form of bond investment to help the sustainability of a business. The topic given in this PKM activity is very important for two reasons: First, the material on investment in the form of bonds is not included in the basic accounting lesson material provided. Second, the majority of students' family backgrounds are entrepreneurs, thus increasing knowledge about the mechanism of investing in the form of bonds. In the business sector, investment in bonds can be one of the options besides investment in the form of fixed assets. For that, we, lecturers from the Faculty of Economics, will provide training which is planned to be divided into three stages, namely: planning stage, implementation stage, and review stage. The target outputs to be achieved from this training activity are: Mandatory outputs in the form of publications in the Serina journal and additional outputs in the form of IPR. ABSTRAK Bagi siswa di bangku sekolah, istilah obligasi mungkin belum dikenal daripada istilah saham, disebabkan saham lebih banyak dikenal. Namun kenyataannya saham dan obligasi adalah bagian aset yang penting bagi perusahaan dan juga investor. Seringkali siswa merasa kesulitan pada saat di bangku kuliah mulai memasuki materi obligasi. Selain mereka belum begitu mengetahui dan memahami apa itu obligasi, pengakuan, pencatatan nilai pun relatif komprehensif. Pemberian materi dalam pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan yang tidak diperoleh dalam materi yang diajarkan di kelas. Topik PKM yang akan kami laksanakan adalah pelatihan mengenai pentingnya pemahaman mengenai bentuk investasi obligasi untuk membantu keberlangsungan sebuah usaha. Topik yang diberikan dalam kegiatan PKM ini sangat penting karena dua alasan: Pertama, materi mengenai investasi dalam bentuk obligasi belum termasuk ke dalam materi pelajaran akuntansi dasar yang diberikan. Kedua, latar belakang keluarga siswa mayoritas berwirausaha, sehingga menambah pengetahuan mengenai mekanisme berinvestasi dalam bentuk obligasi. Dalam bidang usaha, investasi dalam obligasi dapat menjadi salah satu opsi pilihan selain investasi dalam bentuk aset tetap. Untuk itu kami, para dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, akan memberikan pelatihan yang rencananya akan dibagi dalam tiga tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap review. Target luaran yang akan dicapai atas kegiatan pelatihan ini adalah luaran wajib berupa publikasi pada jurnal Serina dan luaran tambahan berupa HKI.
PELATIHAN APLIKASI VICARA UNTUK PARA GURU DAN SISWA AUTISTIK DI RUMAH BELAJAR CEMARA JAKARTA Hiryanto, Lely; Georgia Sugisandhea; Valeroy Putra Sientika; Shinzi; Tony; Hersinta; Olivia Deliani Hutagaol
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33810

Abstract

Communication difficulties for autistic children often troubling them to convey their feelings and desires to those closest to them. Augmentative and Alternative Communication is a therapeutic approach to assist communication by using picture cards for people who have difficulty communicating verbally. Rumah Belajar (RB) Cemara provides special education programs for autistic adolescents who have difficulty communicating verbally. RB Cemara teachers are well aware of the importance of information technology such as mobile phones and tablets that can run the AAC mobile application to facilitate learning and training in their students' communication skills. However, access and use of information technology is still very limited. This community service activity aims to provide training on using one of the AAC applications, which is Visually Interactive Communication and Reading Aid (VICARA), for teachers and students at RB Cemara. VICARA contains a picture card that when tapped will emit a sound according to the word or sentence label on the card. The division of students into three groups with different levels of learning with VICARA, which are composing cards, learning vocabulary and familiarization to VICARA, greatly facilitates the observation and evaluation of the impact of VICARA usage for each group. VICARA has been easily to be recognized and run by the third group and it can improve identification words using people, food and animal picture cards for the third group. However, there is still no improvement to verbally speak a complete sentence for the first group via composing cards feature of VICARA. ABSTRAK Kesulitan komunikasi untuk anak autistik kerap kali membuat anak autistik tidak mudah menyampaikan perasaaan dan keinginan kepada orang terdekatnya. Augmentative and Alternative Communication (AAC) merupakan salah satu pendekatan terapi yang dapat membantu komunikasi untuk orang-orang yang memiliki kesulitan berkomunikasi secara verbal melalui salah satunya penggunaan kartu gambar. Rumah Belajar (RB) Cemara memberikan program pendidikan khusus untuk anak-anak remaja autistik yang memiliki kesulitan berkomunikasi secara verbal. Para guru RB Cemara menyadari pentingnya teknologi informasi seperti perangkat bergerak yaitu ponsel dan tablet yang dapat menjalankan aplikasi seluler AAC untuk memfasilitasi pembelajaran dan pelatihan kemampunan komunikasi siswa mereka. Namun, akses dan pemakaian teknologi informasi tersebut masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penggunaan salah satu aplikasi AAC, yaitu Visually Interactive Communication and Reading Aid (VICARA), untuk para guru dan siswa di RB Cemara. VICARA berisi kartu gambar yang jika di-tap akan mengeluarkan suara sesuai label kata atau kalimat pada kartu. Pembagian siswa menjadi tiga kelompok dengan tingkat pembelajaran dengan VICARA yang berbeda, yaitu susun kartu, belajar kosakata, dan penggunaan aplikasi, sangat mempermudah pengamatan dan evaluasi dampak penggunaan VICARA untuk setiap kelompok tersebut. Hasil evaluasi awal menunjukkan VICARA dapat dengan mudah dikenali dan dijalankan oleh kelompok ketiga dan berhasil meningkatkan jumlah pengenalan kata melalui kartu gambar kelompok orang, makanan dan hewan. Akan tetapi, fitur susun kartu VICARA belum dapat membantu meningkatkan kemampuan berbicara dengan kalimat lengkap untuk kelompok ketiga.
PERHITUNGAN UNIT COST DAN HARGA JUAL PRODUK-PENYULUHAN BAGI PARA SISWA YAYASAN PRIMA UNGGUL Widjaja, Djeni Indrajati
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33818

Abstract

Many young entrepreneurs and aspiring entrepreneurs (entrepreneurs) have just opened a business and soon folded, this is partially caused by a lack of knowledge on how to set selling pricing for products. This ignorance may lead to setting a selling price that is excessively high or too low. In order to bring their items to the market, new enterprises must incur significant expenses. These costs include marketing and ongoing research and development to better tailor products to the preferences of their target market. Young or aspiring businesspeople may decide the selling price inaccurately if they are unfamiliar with the computation of production expenses, resulting in profit expectations not being achieved and the business can even cause losses that threaten the survival of the business. Beginner entrepreneurs and aspiring entrepreneurs really need to be equipped with knowledge about unit cost calculations (production costs per unit) so that they don't make errors in figuring up the selling pricing of products.The purpose of this advice is to give a general overview and instruction in unit cost calculation and product selling price determination which is intended to equip Prima Unggul Foundation students with the knowledge needed so that they are ready to enter society as successful entrepreneurs ABSTRAK Sejumlah besar orang muda pemilik bisnis yang penuh semangat baru-baru ini meluncurkan usaha mereka namun segera menutupnya. Hal ini terutama disebabkan mereka kurang memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk menentukan harga jual produk mereka. Ketidaktahuan ini dapat menyebabkan penetapan harga jual yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Untuk memasarkan produknya, perusahaan baru harus mengeluarkan biaya yang besar. Biaya-biaya ini mencakup pemasaran dan penelitian serta pengembangan berkelanjutan untuk menyesuaikan produk dengan preferensi pasar sasaran mereka. Para pengusaha muda atau calon pengusaha yang belum terbiasa dengan penghitungan biaya produksi bisa saja salah dalam menentukan harga jual, sehingga bisa berakibat pada gagalnya target keuntungan bahkan kerugian yang bisa membahayakan kemampuan perusahaan untuk tetap beroperasi. Untuk menghindari kesalahan dalam menetapkan harga jual produk, sebaiknya pengusaha pemula dan calon pengusaha menguasai perhitungan biaya satuan atau disebut juga biaya produksi per unit. Untuk lebih mempersiapkan siswa di Yayasan Prima Unggul yang mempunyai kegiatan antara lain membuat makanan, menyelenggarakan pentas drama musikal, jasa pencucian motor maka penyuluhan ini memperkenalkan dan mengajarkan mereka cara menghitung biaya satuan dan menentukan harga jual produk yang diproduksi siswa Yayasan Prima Unggul tersebut dengan pengetahuan yang dibutuhkan agar mereka siap terjun ke masyarakat sebagai wirausahawan yang berhasil
PELATIHAN PENGGUNAAN KOMPUTER DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESIAPAN SISWA MENGHADAPI ASESMEN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER Felicia, Clara; Sarah Azka Nazwah; Sherena Yemima Purba; Jonathan; Ivan; Novario Jaya Perdana
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33819

Abstract

As an important part of character and individual ability development, creating an active, interactive, and enjoyable learning atmosphere is crucial in the world of education. One of the methods implemented at SD Ciherang 2 is field observation aimed at analyzing the computer skills of 5th-grade students, particularly in preparation for the Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) or Computer-Based National Assessment. Computer usage training has become very important to help students master the basic skills needed during ANBK. This research aims to increase students' confidence and readiness through structured training. The computer usage training was conducted by forming small groups consisting of five to six students, with a total of 28 students participating. This training is designed to help students master the basic computer skills needed during ANBK. This research aims to enhance students' confidence and readiness through structured training. The measuring instrument used is the measurement of students' self-confidence using the General Self-Efficacy Scale, which assesses students' belief in their ability to operate computers. ABSTRAK Sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan individu, menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan menyenangkan sangatlah krusial dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang diterapkan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciherang 2 adalah observasi lapangan yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa kelas 5 dalam menggunakan komputer, khususnya dalam rangka mempersiapkan mereka menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Pelatihan penggunaan komputer menjadi sangat penting untuk membantu siswa menguasai keterampilan dasar yang dibutuhkan saat ANBK. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Kepercayaan diri dan kesiapan siswa melalui pelatihan yang terstruktur. Pelatihan penggunaan komputer ini dilaksanakan dengan membentuk kelompok kecil yang terdiri dari lima sampai enam siswa, dengan total 28 siswa yang berpartisipasi. Pelatihan ini dirancang untuk membantu siswa menguasai keterampilan dasar komputer yang dibutuhkan saat ANBK. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Kepercayaan diri dan kesiapan siswa melalui pelatihan yang terstruktur. Alat ukur yang digunakan adalah pengukuran Kepercayaan diri siswa menggunakan General Self-Efficacy Scale, yang menilai keyakinan siswa terhadap kemampuan mereka dalam mengoperasikan komputer.
PELATIHAN MEMBUAT MAKET MEJA DAN LEMARI UNTUK PARA GURU SDN PONDOK LABU 01 JAKARTA SELATAN Kusuma, Heru Budi; Junita Kerin; Viona Elika
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i1.33821

Abstract

Making furniture models from duplex cardboard is a very useful activity in education, especially for elementary school students. This activity not only improves students' motor skills and creativity, but can also teach important concepts in mathematics and art. Through proper training, teachers can be taught to convey this knowledge and skills to their students, thus creating a more creative and innovative generation. Art education is a means for developing children's creativity. Art education is not to foster children to become artists, but to educate children to be creative. Art education as an effort to improve the expressive creative abilities of students in realizing their artistic activities based on certain aesthetic rules. In addition to processing creativity, feeling and will, art education will process various abilities and creative thinking skills of children. The main problem in this community service program is the need for State Elementary Schools regarding training in 3-dimensional media creative works. Where teachers have limited knowledge and insight into art education, especially understanding of 3-dimensional works. Teachers need to design activities that are appropriate to the level of student development. Provision of Resources Schools need to provide the materials and equipment needed for this activity. Duplex cardboard, cutting tools, and finishing materials must be available so that students can carry out activities smoothly.   ABSTRAK Pembuatan maket furniture dari bahan kardus duplek merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dalam pendidikan, terutama bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan motorik dan kreativitas siswa, tetapi juga dapat mengajarkan konsep-konsep penting dalam matematika dan seni. Melalui pelatihan yang tepat, guru dapat diajarkan untuk menyampaikan pengetahuan dan keterampilan ini kepada siswa mereka, sehingga menciptakan generasi yang lebih kreatif dan inovatif. Pendidikan seni merupakan sarana untuk pengembangan kreativitas anak. Pendidikan seni bukan untuk membina anak-anak menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif. Pendidikan seni sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan kemampuan kreatif ekspresif anak didik dalam mewujudkan kegiatan artistiknya berdasarkan aturan-aturan estetika tertentu. Selain mengolah cipta, rasa dan karsa, pendidikan seni akan mengolah berbagai kemampuan dan keterampilan berpikir kreatif anak. Permasalahan  utama dalam program  pengabdian  masyarakat ini adalah adanya kebutuhan  dari Sekolah Dasar Negeri mengenai pelatihan  karya kreatif media 3 dimensi Dimana para guru memiliki keterbatasan pengetahuan dan wawasan mengenai pendidikan seni, khususnya pemahaman terhadap karya 3 dimensi. Guru perlu merancang kegiatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Penyediaan Sumber Daya Sekolah perlu menyediakan bahan dan peralatan yang diperlukan untuk kegiatan ini. Kardus dupleks, alat pemotong, dan bahan finishing harus tersedia agar siswa dapat melakukan aktivitas dengan lancar.