cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 633 Documents
SOSIALISASI DAN EDUKASI DALAM MENEKAN ANGKA PERKAWINAN DINI DI INDRAMAYU Hadiati, Mia; Mingga, Britney Wilhelmina Berlian; Tansir, Charisse Evania
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35789

Abstract

Early marriage in Indonesia, particularly in Indramayu Regency, is a pressing social issue that requires addressing. Although Law Number 1 of 1974 and its revision through Law Number 16 of 2019 set the minimum age for marriage at 19, the practice of underage marriage remains widespread. Data shows that in 2023, there were 425 cases of early marriage in Indramayu, with the main factors being premarital pregnancy and parental pressure. The consequences of early marriage are devastating, both in terms of health, education, and socioeconomics, potentially exacerbating the cycle of poverty. Therefore, efforts to address early marriage through community outreach and education are crucial. The implementation method for this community service includes several stages, starting from preparation, proposal development, activity planning, to implementation of outreach and final report preparation. The outreach activities are designed to raise legal awareness in the community, including education regarding the marriage age requirements stipulated in the law and preventive measures that can be taken early on. The implementation of socialization and education activities to reduce the number of early marriages in Indramayu has created an understanding of the negative impacts of underage marriage, as well as legal awareness for the people of Indramayu Regency, and educated the importance of cooperation between society, religion, and the government in jointly making Indonesia a success without underage marriage. Perkawinan dini di Indonesia, khususnya di Kabupaten Indramayu, menjadi isu sosial yang mendesak untuk ditangani. Meskipun Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan revisinya melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 menetapkan batas usia minimal menikah pada 19 tahun, praktik perkawinan di bawah umur masih marak terjadi. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, terdapat 425 kasus perkawinan dini di Indramayu, dengan faktor utama seperti kehamilan di luar nikah dan desakan orang tua. Konsekuensi dari perkawinan dini sangat merugikan, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun sosial ekonomi, yang berpotensi memperburuk siklus kemiskinan. Oleh karena itu, upaya penanggulangan perkawinan dini melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat menjadi sangat penting. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi beberapa tahap, mulai dari persiapan, penyusunan proposal, pembuatan rencana kegiatan, hingga pelaksanaan sosialisasi dan penyusunan laporan akhir. Kegiatan sosialisasi dirancang untuk meningkatkan kesadaran hukum bagi masyarakat, didalamnya memuat edukasi mengenai syarat usia menikah dalam Undang-Undang, dan pencegahan-pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Terlaksananya kegiatan sosialisasi dan edukasi dalam menekan angka perkawinan dini di Indramayu telah mewujudkan pemahaman akan dampak negatif dari perkawinan anak dibawah umur, serta kesadaran hukum bagi masyarakat Kabupaten Indramayu, dan mengedukasi pentingnya kerja sama akan masyarakat, agama, dan pemerintah dalam bersama menyukseskan Indonesia tanpa perkawinan anak dibawah umur.
PELATIHAN AKUNTANSI KEWAJIBAN LANCAR UNTUK SISWA SMA Henny; Julio Cruise
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36004

Abstract

Low accounting literacy among high school students presents a challenge in facing modern economic demands. One key topic often poorly understood is current liabilities, a concept essential to both everyday life and business practices aspect. To address this issue, the PKM team of Tarumanagara University conducted an accounting training program focused on current liabilities at Yayasan Mahkota Kasih Insani, East Jakarta. The objective was to enhance student’s understanding of basic financial transaction recording of current liabilities. The training employed participatory education and experiential learning approaches, involving students through interactive lectures, discussions, case-based simulations, and practical exercises. There’s an improvement in participant’s understanding of the material as proven by the results of the pre-test and post-test. Program evaluations also revealed positive feedback in terms of material delivery, content completeness, and instructor competence. Therefore, this PKM activity is considered effective in improving students’ financial literacy and can serve as a relevant and applicable training model. Rendahnya literasi akuntansi pada pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi tantangan dalam menghadapi dinamika ekonomi modern. Salah satu topik fundamental yang kurang dipahami adalah kewajiban lancar, faktanya konsep ini penting baik dalam aspek kehidupan sehari-hari maupun dalam praktik bisnis. Menanggapi permasalahan tersebut, tim PKM Universitas Tarumanagara menyelenggarakan kegiatan pelatihan akuntansi dengan fokus pada kewajiban lancar di Yayasan Mahkota Kasih Insani, Jakarta Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman siswa terhadap pencatatan transaksi keuangan dasar kewajiban lancar. Metode pelatihan menggunakan pendekatan participatory education dan experiential learning, yang melibatkan siswa secara aktif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi studi kasus, serta latihan soal. Terdapat peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang dibuktikan dengan hasil pre-test dan post-test. Evaluasi kegiatan juga menunjukkan respons positif, baik terhadap penyampaian materi, kelengkapan isi, maupun kompetensi instruktur. Dengan demikian, kegiatan PKM ini dinilai efektif dalam meningkatkan literasi keuangan siswa dan dapat dijadikan model pelatihan yang aplikatif dan relevan.
LITERASI KECERDASAN ARTIFISIAL UNTUK MENUNJANG KREATIVITAS DALAM MENCIPTAKAN PRODUK DIGITAL Paramita, Sinta; Agustina Kahumako; Agustinus Purna Irawan
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36005

Abstract

Artificial intelligence (AI) literacy is an essential aspect in today's digital era, especially for the younger generation who are developing and preparing for the future. The rapid development of artificial intelligence technology has had a profound impact on various fields of life, including industry, healthcare, and education. In the context of education, teenagers are expected to be able to adapt to the changing times that increasingly rely on sophisticated technology. Teenagers, as the next generation of the nation, play a strategic role in mastering artificial intelligence literacy to face challenges and capitalize on opportunities arising in this digital era. Universities play a crucial role in making a meaningful contribution to society, particularly among teenagers, by utilizing artificial intelligence technology to enhance productivity. Through Community Service (PKM) activities, it is hoped that students will gain knowledge and develop their abilities in using artificial intelligence-based applications to support creativity in the digital field. The PKM implementation method will be divided into three parts. Firstly, a presentation will be made on socialization about artificial intelligence (AI) literacy in learning. Secondly, students will discuss the AI applications chosen for creating digital products. Finally, the design and production of digital products will be undertaken. The results of the PKM activities conducted at Vocational High School (SMKN) 1 Cimahi demonstrated an increase in knowledge related to artificial intelligence in supporting creativity. Additionally, students were able to produce digital products in the form of posters. Overall, this study has successfully demonstrated that AI literacy effectively supports creativity in the development of digital products. ABSTRAK Literasi kecerdasan artifisial (AI) menjadi aspek yang sangat penting di era digital saat ini, terutama bagi generasi muda yang tengah berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial yang begitu pesat telah membawa dampak signifikan pada berbagai bidang kehidupan, mulai dari industri, kesehatan, hingga pendidikan. Dalam konteks pendidikan, remaja diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin mengandalkan teknologi canggih. Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran strategis dalam menguasai literasi kecerdasan artifisial agar mampu menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang muncul di era digital ini. Perguruan Tinggi memiliki peran untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat khususnya remaja dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial untuk produktivitas. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan mengikatkan mampu siswa-siswi dalam menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk menunjang kreativitas dalam bidang digital. Metode pelaksanaan PKM akan dibagi menjadi tiga bagian yaitu di awali dengan pemaparan sosialisasi tentang literasi kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran, kedua siswa-siswi akan berdiskusi aplikasi AI apa yang akan dipilih dalam membuat produk digital, dan terakhir merancang dan menghasilkan produk digital. Hasil dari kegiatan PKM dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cimahi, terdapat peningkatan pengetahuan terkait kecerdasan artifisial dalam menunjang kreativitas, selain itu siswa-siswi mampu menghasilkan produk digital berupa poster. Secara keseluruhan, penelitian ini berhasil membuktikan bahwa literasi AI secara efektif menunjang kreativitas dalam menciptakan produk digital.