cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 642 Documents
SOSIALISASI DAN EDUKASI DALAM MENEKAN ANGKA PERKAWINAN DINI DI INDRAMAYU Hadiati, Mia; Mingga, Britney Wilhelmina Berlian; Tansir, Charisse Evania
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.35789

Abstract

Early marriage in Indonesia, particularly in Indramayu Regency, is a pressing social issue that requires addressing. Although Law Number 1 of 1974 and its revision through Law Number 16 of 2019 set the minimum age for marriage at 19, the practice of underage marriage remains widespread. Data shows that in 2023, there were 425 cases of early marriage in Indramayu, with the main factors being premarital pregnancy and parental pressure. The consequences of early marriage are devastating, both in terms of health, education, and socioeconomics, potentially exacerbating the cycle of poverty. Therefore, efforts to address early marriage through community outreach and education are crucial. The implementation method for this community service includes several stages, starting from preparation, proposal development, activity planning, to implementation of outreach and final report preparation. The outreach activities are designed to raise legal awareness in the community, including education regarding the marriage age requirements stipulated in the law and preventive measures that can be taken early on. The implementation of socialization and education activities to reduce the number of early marriages in Indramayu has created an understanding of the negative impacts of underage marriage, as well as legal awareness for the people of Indramayu Regency, and educated the importance of cooperation between society, religion, and the government in jointly making Indonesia a success without underage marriage. Perkawinan dini di Indonesia, khususnya di Kabupaten Indramayu, menjadi isu sosial yang mendesak untuk ditangani. Meskipun Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan revisinya melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 menetapkan batas usia minimal menikah pada 19 tahun, praktik perkawinan di bawah umur masih marak terjadi. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, terdapat 425 kasus perkawinan dini di Indramayu, dengan faktor utama seperti kehamilan di luar nikah dan desakan orang tua. Konsekuensi dari perkawinan dini sangat merugikan, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun sosial ekonomi, yang berpotensi memperburuk siklus kemiskinan. Oleh karena itu, upaya penanggulangan perkawinan dini melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat menjadi sangat penting. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi beberapa tahap, mulai dari persiapan, penyusunan proposal, pembuatan rencana kegiatan, hingga pelaksanaan sosialisasi dan penyusunan laporan akhir. Kegiatan sosialisasi dirancang untuk meningkatkan kesadaran hukum bagi masyarakat, didalamnya memuat edukasi mengenai syarat usia menikah dalam Undang-Undang, dan pencegahan-pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Terlaksananya kegiatan sosialisasi dan edukasi dalam menekan angka perkawinan dini di Indramayu telah mewujudkan pemahaman akan dampak negatif dari perkawinan anak dibawah umur, serta kesadaran hukum bagi masyarakat Kabupaten Indramayu, dan mengedukasi pentingnya kerja sama akan masyarakat, agama, dan pemerintah dalam bersama menyukseskan Indonesia tanpa perkawinan anak dibawah umur.
PELATIHAN AKUNTANSI KEWAJIBAN LANCAR UNTUK SISWA SMA Henny; Julio Cruise
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36004

Abstract

Low accounting literacy among high school students presents a challenge in facing modern economic demands. One key topic often poorly understood is current liabilities, a concept essential to both everyday life and business practices aspect. To address this issue, the PKM team of Tarumanagara University conducted an accounting training program focused on current liabilities at Yayasan Mahkota Kasih Insani, East Jakarta. The objective was to enhance student’s understanding of basic financial transaction recording of current liabilities. The training employed participatory education and experiential learning approaches, involving students through interactive lectures, discussions, case-based simulations, and practical exercises. There’s an improvement in participant’s understanding of the material as proven by the results of the pre-test and post-test. Program evaluations also revealed positive feedback in terms of material delivery, content completeness, and instructor competence. Therefore, this PKM activity is considered effective in improving students’ financial literacy and can serve as a relevant and applicable training model. Rendahnya literasi akuntansi pada pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi tantangan dalam menghadapi dinamika ekonomi modern. Salah satu topik fundamental yang kurang dipahami adalah kewajiban lancar, faktanya konsep ini penting baik dalam aspek kehidupan sehari-hari maupun dalam praktik bisnis. Menanggapi permasalahan tersebut, tim PKM Universitas Tarumanagara menyelenggarakan kegiatan pelatihan akuntansi dengan fokus pada kewajiban lancar di Yayasan Mahkota Kasih Insani, Jakarta Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman siswa terhadap pencatatan transaksi keuangan dasar kewajiban lancar. Metode pelatihan menggunakan pendekatan participatory education dan experiential learning, yang melibatkan siswa secara aktif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi studi kasus, serta latihan soal. Terdapat peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang dibuktikan dengan hasil pre-test dan post-test. Evaluasi kegiatan juga menunjukkan respons positif, baik terhadap penyampaian materi, kelengkapan isi, maupun kompetensi instruktur. Dengan demikian, kegiatan PKM ini dinilai efektif dalam meningkatkan literasi keuangan siswa dan dapat dijadikan model pelatihan yang aplikatif dan relevan.
LITERASI KECERDASAN ARTIFISIAL UNTUK MENUNJANG KREATIVITAS DALAM MENCIPTAKAN PRODUK DIGITAL Paramita, Sinta; Agustina Kahumako; Agustinus Purna Irawan
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36005

Abstract

Artificial intelligence (AI) literacy is an essential aspect in today's digital era, especially for the younger generation who are developing and preparing for the future. The rapid development of artificial intelligence technology has had a profound impact on various fields of life, including industry, healthcare, and education. In the context of education, teenagers are expected to be able to adapt to the changing times that increasingly rely on sophisticated technology. Teenagers, as the next generation of the nation, play a strategic role in mastering artificial intelligence literacy to face challenges and capitalize on opportunities arising in this digital era. Universities play a crucial role in making a meaningful contribution to society, particularly among teenagers, by utilizing artificial intelligence technology to enhance productivity. Through Community Service (PKM) activities, it is hoped that students will gain knowledge and develop their abilities in using artificial intelligence-based applications to support creativity in the digital field. The PKM implementation method will be divided into three parts. Firstly, a presentation will be made on socialization about artificial intelligence (AI) literacy in learning. Secondly, students will discuss the AI applications chosen for creating digital products. Finally, the design and production of digital products will be undertaken. The results of the PKM activities conducted at Vocational High School (SMKN) 1 Cimahi demonstrated an increase in knowledge related to artificial intelligence in supporting creativity. Additionally, students were able to produce digital products in the form of posters. Overall, this study has successfully demonstrated that AI literacy effectively supports creativity in the development of digital products. ABSTRAK Literasi kecerdasan artifisial (AI) menjadi aspek yang sangat penting di era digital saat ini, terutama bagi generasi muda yang tengah berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial yang begitu pesat telah membawa dampak signifikan pada berbagai bidang kehidupan, mulai dari industri, kesehatan, hingga pendidikan. Dalam konteks pendidikan, remaja diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin mengandalkan teknologi canggih. Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran strategis dalam menguasai literasi kecerdasan artifisial agar mampu menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang muncul di era digital ini. Perguruan Tinggi memiliki peran untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat khususnya remaja dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial untuk produktivitas. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan mengikatkan mampu siswa-siswi dalam menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk menunjang kreativitas dalam bidang digital. Metode pelaksanaan PKM akan dibagi menjadi tiga bagian yaitu di awali dengan pemaparan sosialisasi tentang literasi kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran, kedua siswa-siswi akan berdiskusi aplikasi AI apa yang akan dipilih dalam membuat produk digital, dan terakhir merancang dan menghasilkan produk digital. Hasil dari kegiatan PKM dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cimahi, terdapat peningkatan pengetahuan terkait kecerdasan artifisial dalam menunjang kreativitas, selain itu siswa-siswi mampu menghasilkan produk digital berupa poster. Secara keseluruhan, penelitian ini berhasil membuktikan bahwa literasi AI secara efektif menunjang kreativitas dalam menciptakan produk digital.
LITERASI KOMPUTER BAGI SISWA PEDESAAN: INTERVENSI  PADA SEKOLAH DASAR Telaumbanua, Kalis Jovial; Bonar Hutapea; Jessica Natasha Kuncoro; Kelly Angel Suripto
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36753

Abstract

Technology is no longer foreign to students in today's digital era. Almost all educational levels are inseparable  from the use of technology, starting from elementary, middle, high schools, and especially universities.  Introducing Computer Technology to students is crucial in facing the increasingly developing digital era, for  example in Caringin Nunggal Elementary School (SD) is one of the elementary school (SD) education units in  Cianjur Regency, West Java.Access and knowledge gap to technology is still an issue in rural areas. This community service activity aimed to improve the digital literacy of the students at SD Caringin Nunggal, Cianjur Regency, by introducing basic computer parts. The method applied was Participatory Action Research (PAR) with a demonstration approach and direct practice. Students of Class 5 were actively involved in the interactive learning process with media presentation and quizzes. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the functions and workings of computer hardware and software. This activity can be used as a model for digital literacy intervention in other elementary schools in rural areas.   ABSTRAK Teknologi merupakan hal yang sudah tidak asing lagi bagi para pelajar di era digital saat ini. Hampir semua  bangku pendidikan tidak lepas dari penggunaan teknologi, mulai dari sekolah dasar, menengah, atas, dan  terutama perguruan tinggi. Pengenalan Teknologi Komputer kepada siswa adalah hal yang krusial dalam  menghadapi era digital yang semakin berkembang, contohnya di Sekolah Dasar (SD) Caringin Nunggal adalah  salah satu satuan pendidikan jenjang SD (Sekolah Dasar) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Akses dan kesenjangan pengetahuan terhadap teknologi masih menjadi masalah di daerah pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa di SD Caringin Nunggal, Kabupaten Cianjur, dengan memperkenalkan komponen dasar komputer. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan demonstrasi dan praktik langsung. Siswa Kelas 5 terlibat aktif dalam proses pembelajaran interaktif dengan penyajian media dan kuis. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap fungsi dan cara kerja perangkat keras dan lunak komputer. Kegiatan ini dapat digunakan sebagai model intervensi literasi digital di sekolah dasar lainnya di wilayah pedesaan.  
MENCIPTAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG BERSIH MELALUI KEGIATAN PSIKOEDUKASI ANTI-LITTERING PADA SISWA SDN CARINGIN NUNGGAL Kuncoro, Jessica Natasha; Bonar Hutapea; Kelly Angel Suripto; Kalis Jovial Telaumbanua
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36754

Abstract

Littering behavior in school areas is a serious problem that is quite common in the elementary school environment. A clean school environment not only supports health, but reflects the culture of discipline and responsible behavior of students. School as a place of formal education has a very important role in instilling the values of students' concern for the environment. This Community Service activity aims to analyze the behavior of students in disposing of waste at school, and identify factors that can influence. In addition, this activity also aims to increase students' awareness of the importance of maintaining school hygiene to create a healthy environment. The method used was a quantitative approach involving 30 students of grade VI (six) at SDN Caringin Nunggal. Data were collected through observation of the school environment, giving a pre-test to measure initial knowledge, implementing anti-littering and waste management psychoeducation activities, and a post-test to evaluate changes in students' knowledge and attitudes after the activity. Pre-test and post-test data were collected using The Littering Attitude Scale (LAS). The results showed that most students did not understand the importance of sorting and disposing of waste according to its place. Students' understanding of the types of waste such as organic and inorganic is also still low. Through the Community Service Activities carried out, there is a change in student behavior in a positive direction in maintaining the cleanliness of the school environment.  Structured strategies such as psychoeducation and approaches that involve the role of students directly are needed, in order to foster a sense of student concern for the cleanliness of the school environment consistently and sustainably.   ABSTRAK Perilaku membuang sampah sembarangan di area sekolah menjadi masalah serius yang cukup umum terjadi di lingkungan sekolah dasar. Lingkungan sekolah yang bersih tidak hanya mendukung kesehatan, melainkan mencerminkan budaya disiplin dan perilaku tanggung jawab para siswa. Sekolah sebagai tempat Pendidikan formal memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian siswa terhadap lingkungan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis perilaku para siswa dalam membuang sampah di sekolah, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 30 siswa kelas VI (enam) di SDN Caringin Nunggal. Data dikumpulkan melalui observasi lingkungan sekolah, pemberian pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, pelaksanaan kegiatan psikoedukasi anti-littering dan pengelolaan sampah, serta post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan dan sikap siswa setelah dilakukan kegiatan. Pengambilan data pre-test dan post-test menggunakan alat ukur The Littering Attitude Scale (LAS).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami pentingnya memilah dan membuang sampah sesuai dengan tempatnya. Pemahaman siswa terhadap jenis-jenis sampah seperti organik dan anorganik juga masih rendah. Melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa ke arah yang positif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.  Diperlukan strategi yang terstruktur seperti psikoedukasi dan pendekatan yang melibatkan peran para siswa secara langsung, guna menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah secara konsisten dan berkelanjutan.
PENINGKATAN MINAT BACA SISWA SDN MALEBER MELALUI PENGEMBANGAN SUDUT BACA DENGAN PENDEKATAN LINGKUNGAN LITERASI RAMAH ANAK Tumundo, Celine Vandea A.; Fransisca Iriani R. Dewi; Fidiyah Anggini O. Nababan; Paula Jessica C. Sibi
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36755

Abstract

The low interest in reading among children in Indonesia is a serious concern in human resource development. Based on UNESCO data, literacy in Indonesia is still relatively low, which is exacerbated by the dominance of gadget use from an early age. In this case, a team of Tarumanagara University students held a "Cheerful Reading Corner" program as part of the 2025 Thematic Community Service (KKNT) activities. This program aims to create a comfortable, attractive, and child-friendly reading space as an effort to instill reading habits from an early age and foster reading habits in children from an early age. The results of this activity stated an increase in reading interest and were indicated by active involvement in reading activities and high interest in books. In addition, this program greatly encourages child interaction and receives support from teachers. "Cheerful Reading Corner" can show that simple and direct participatory closeness can be an effective solution to foster a culture of reading literacy in the school environment.   ABSTRAK Rendahnya minat baca anak-anak di Indonesia menjadi perhatian serius dalam pengembangan sumber daya manusia. Berdasarkan data UNESCO, literasi di Indonesia masih tergolong rendah, yang diperburuk oleh dominasi penggunaan gawai sejak usia dini. Dalam hal ini, tim mahasiswa Universitas Tarumanagara mengadakan program "Sudut Baca Ceria" sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) tahun 2025. Program ini bertujuan untuk menciptakan ruang membaca yang nyaman, menarik, dan ramah anak sebagai upaya menanamkan kebiasaan membaca sejak dini dan menumbuhkan kebiasaan membaca kepada anak sejak dini. Hasil dari kegiatan ini menyatakan adanya peningkatan minat baca dan ditunjukkan dengan keterlibatan aktif dalam kegiatan membaca serta tingginya ketertarikan terhadap buku. Selain itu program ini sangat mendorong interaksi anak serta mendapat dukungan dari para guru. “Sudut Baca Ceria” dapat menunjukan bahwa kedekatan sederhana dan partisipatif langsung dapat menjadi solusi yang efektif untuk menumbuhkan budaya literasi membaca di lingkungan sekolah.
PEMETAAN KATALOG KERUANGAN “RUANG BERSAMA INDONESIA”, KELURAHAN KENDRAN, BULELENG, BALI Suryadjaja, Regina; Suryono Herlambang
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36756

Abstract

Ruang Bersama Indonesia (RBI) is a new program initiated by the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (Kemen P3A) in January 2025 in Bali. Meanwhile, Kendran Village is one of 11 villages/villages that are the focus of the RBI program development. The RBI program is expected to be a friendly space for women, mothers and children so that there needs to be a minimum standard that is met regarding child-friendly spaces. Basically, RBI carries 24 basic indicators that have been initiated in the Child-Friendly Regency/City Program (KLA) in 2005. For this reason, this study conducted a mapping of the existing spatial catalog in Kendran Village which is seen from the physical space and socio-economic space. The methods used for mapping the RBI Spatial Catalog in Kendran Village are using drone mapping, field surveys, field observations, and interviews. The results obtained from the RBI Spatial Catalog mapping will be used by the next team as a basis for making RBI proposals in Kendran Village.   ABSTRAK Ruang Bersama Indonesia (RBI) merupakan program baru yang diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen P3A) pada Januari 2025 di Bali. Adapun, Kelurahan Kendran menjadi salah satu dari 11 kelurahan/desa yang menjadi fokus pengembangan program RBI. Program RBI diharapkan dapat menjadi ruang yang ramah bagi Perempuan, ibu dan anak sehingga perlu ada standar minimal yang dipenuhi terkait ruang ramah anak. Pada dasarnya, RBI mengusung 24 indikator dasar yang telah dicanangkan di Program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) pada tahun 2005. Untuk itu, studi ini melakukan pemetaan katalog keruangan eksisting di Kelurahan Kendran yang dilihat dari keruangan fisik dan keruangan social-ekonomi. Adapun metode yang digunakan untuk pemetaan Katalog Keruangan RBI di Kelurahan Kendran adalah menggunakan drone mapping, survei lapangan, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari pemetaan Katalog Keruangan RBI akan digunakan oleh tim selanjutnya sebagai dasar untuk membuat usulan RBI di Kelurahan Kendran ini.
MEDIA SENI SEBAGAI SARANA MELEPASKAN STRES PARA IBU PKK CILINCING Michiko, Runi; Jacqualyne Gavrilla Kumayas; Syiefa Atharida Pertiwi; Denrich Suryadi
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36759

Abstract

Cilincing subdistrict, located in Cilincing District, North Jakarta City. Cilincing subdistrict has a family welfare promoter that does activities for children and women. Family welfare promoters consist of housewives who spare their time between family and duties for humanity. As a mother that is also active in family welfare promotion, they experience mental pressure such as stress. Stress is an impact for taking care of family and  welfare promoter activities.. The purpose of this activity is to improve the mental health of family welfare promoters. The number of our respondents was 13 people. The measuring instrument used was the Perceived Stress Scale Version 10 (PSS-10). Based on PSS-10 data processing, the result was 19, which means they experience moderate stress. In dealing with stress, material about stress and doing art activities was given to express the emotion. This humanity project was carried out for 18 days, from Tuesday, February 18, 2025, to Tuesday, April 15, 2025. On 18 February we followed and observed their activities. The intervention was carried out within 2 meetings. The intervention was carried out in 2 meetings on Tuesday, April 8, 2025, by providing a pretest, material on stress, and painting. Then the second meeting on Tuesday, April 15, 2025, by providing material on emotional management, painting, and a posttest. The results showed that there was no significant decrease in stress level, with the mean score decreasing only slightly from 19 to 18.5, which still falls within the moderate range. Therefore, it can be concluded that the activity implemented was not effective. Factors contributing to this ineffectiveness included a lack of cooperation, insufficient rapport, limited understanding of the activity’s objectives, and time to conduct the activity, which led to PKK members being unwilling to open up to the project facilitators.   ABSTRAK Kelurahan Cilincing yang terletak di Kecamatan Cilincing, kota Administrasi Jakarta Utara memiliki  beberapa kegiatan salah satunya program PKK yang banyak melakukan kegiatan pemberdayaan bagi Anak dan Perempuan. PKK Kelurahan Cilincing terdiri dari para ibu rumah tangga yang membagi waktu antara keluarga dan tugas kemanusiaan. Sebagai ibu dan juga aktif di kegiatan PKK, maka para ibu mengalami tekanan mental tersendiri, yaitu stres. Stres tersebut merupakan dampak tanggung jawab rumah tangga dan sekaligus juga tanggung jawab menjadi anggota PKK. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesehatan mental ibu - ibu PKK. Jumlah responden adalah 13 orang. Alat Ukur yang digunakan adalah  Perceived Stress Scale Versi 10 (PSS-10). Berdasarkan olah data PSS-10, didapatkan hasil mean sebesar 19  yang memiliki arti bahwa ibu - ibu PKK mengalami kondisi stress tingkat sedang. Dalam mengatasi stres tersebut dilakukan penyampaian materi mengenai stres dan melakukan aktivitas seni sebagai tempat untuk mengekspresikan emosi. PKM dilaksanakan selama 18 hari pada Selasa 18 Februari 2025 sampai dengan Selasa 15 April 2025. Tanggal 18 Februari mengikuti kegiatan PKK dan mengobservasi. Aktivitas seni dilakukan dalam 2 pertemuan pada hari Selasa 8 April 2025 dengan pemberian pretest, materi mengenai stres, dan melukis. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa 15 April 2025 dengan pemberian materi mengenai pengelolaan emosi, melukis, dan posttest. Hasilnya ditemukan  tidak ada penurunan tingkat stres dari mean sebesar 19 menjadi 18.5 dan masih dalam taraf sedang sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan tidak efektif. Kurangnya kerjasama, rapport, kurangnya pemahaman terhadap tujuan kegiatan, dan waktu untuk melaksanakan kegiatan sehingga para ibu anggota PKK tidak terbuka kepada pelaksana PKM.  
STRATEGI INOVASI DAN PENGEMBANGAN PRODUK PUDING UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN Olivia, Kesia; Sufiyati
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36760

Abstract

The rapid development of the food industry encourages business actors to continue to innovate, especially in dessert products such as pudding. Pud Me Up focuses on creating pudding with a soft texture and distinctive sweet taste, while offering unique and innovative flavor variations. Amidst the current food trends, consumers are increasingly choosing desserts that are not only delicious, but also visually appealing and healthy. Therefore, product development does not only focus on taste, but also on presentation and the overall experience felt by consumers. One of the problems faced is the limited variety of flavors and the lack of innovation in presentation, which can lead to decreased consumer interest. This implementation aims to design an innovative strategy in developing Pud Me Up pudding products to increase customer satisfaction. The approach method used is qualitative with case studies and social media content analysis to observe market trends. The results of this PKM show that innovation in taste, unique toppings, attractive packaging, and different presentation methods can increase product appeal. Customer responses and input through social media are also important factors in directing innovation. In conclusion appropriate and flexible innovation supported by creative marketing strategies is the key to creating pudding products that meet customer expectations, as well as strengthening loyalty and opening up new market opportunities.   ABSTRAK Perkembangan industri makanan yang pesat mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi, terutama dalam produk makanan penutup seperti puding. Pud Me Up berfokus untuk menciptakan puding dengan tekstur lembut dan rasa manis yang khas, sambil menawarkan variasi rasa yang unik dan inovatif. Di tengah maraknya tren makanan kekinian, konsumen semakin cenderung memilih makanan penutup yang tidak hanya enak, tetapi juga menarik secara visual dan menyehatkan. Oleh karena itu, pengembangan produk tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga pada penyajian dan pengalaman yang dirasakan konsumen secara menyeluruh. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah terbatasnya variasi rasa dan kurangnya inovasi dalam penyajian, yang dapat berujung pada menurunnya minat konsumen. Pelaksanaan ini bertujuan untuk merancang strategi inovatif dalam pengembangan produk puding Pud Me Up guna meningkatkan kepuasan pelanggan. Metode pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus dan analisis konten media sosial untuk mengamati tren pasar. Hasil dari PKM ini menunjukkan bahwa inovasi dalam rasa, topping unik, kemasan menarik, dan cara penyajian yang berbeda dapat meningkatkan daya tarik produk. Respons dan masukan pelanggan melalui media sosial juga menjadi faktor penting dalam mengarahkan inovasi. Kesimpulannya, inovasi yang tepat dan fleksibel, didukung oleh strategi pemasaran kreatif menjadi kunci dalam menciptakan produk puding yang memenuhi harapan pelanggan, serta memperkuat loyalitas dan membuka peluang pasar baru.
KALKULASI BIAYA PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN JOB ORDER COSTING UNTUK PT CHS Yuniarwati, Yuniarwati; Elaine Limawan; Wieleycia Terence
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i3.36761

Abstract

Cost of Goods Sold (COGS), also known as Cost of Goods Sold (COGS), is the direct cost incurred by a company to produce or sell its products or services. COGS is a component of a company's financial statements, used to calculate profit or loss from sales. COGS excludes profit, taxes, or indirect costs associated with production. Calculating COGS is crucial for manufacturing companies. By understanding the direct costs of selling a product, a company can better manage its selling price, leading to increased profits. COGS can also help companies make more effective and accurate business decisions. Job order costing is a method for calculating the cost of goods manufactured efficiently for industries with special orders. This method involves recording the material, labor, and overhead costs of each order in detail. Despite its challenges, implementing this method offers significant benefits in calculating costs and determining accurate prices. With a good understanding, companies can improve operational efficiency and market competitiveness through this method. PT Cemara Hijau Serasi as a PKM partner calculates the Cost of Goods Sold in determining the selling price and calculating profits, based on the Statement Letter from the leadership, PT Cemara Hijau Serasi will carry out this Community Service activity. With this activity, it is hoped that it can provide a correct understanding regarding the calculation of production costs based on Job Order Costing. This PKM activity is planned to be carried out on weekdays at the PT Cemara Hijau Serasi office, located in Ciledug, Pedurenan Village, Karang Tengah District, Tangerang City. In the training, a Production Cost Calculation Module Based on Job Order Costing for PT Cemara Hijau Serasi will be distributed as an output of this PKM. The method of implementing this training will be carried out by holding tutorials and discussion sessions as well as questions and answers which will all be held offline.   ABSTRAK Harga Pokok Penjualan (HPP) atau disebut juga dengan Cost of Good Sold (COGS) adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan secara langsung yang digunakan untuk memproduksi atau menjual produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. HPP merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan perusahaan yang berfungsi untuk menghitung laba ataupun rugi dari penjualan perusahaan. HPP tidak termasuk laba, pajak, atau biaya tidak langsung yang terkait dengan produksi perusahaan. Menghitung HPP sangat penting bagi perusahaan manufaktur. Dengan mengetahui berapa besarnya biaya yang secara langsung dikeluarkan dalam melakukan penjualan produk, perusahaan dapat mengatur harga jual produk lebih baik diiringi dengan peningkatan keuntungan. HPP juga dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih efektif dan akurat. Job order costing adalah metode untuk menghitung harga pokok produksi yang efisien untuk industri dengan pesanan khusus. Metode ini meliputi pencatatan atas biaya material, tenaga kerja, dan overhead setiap pesanan secara detail. Meskipun memiliki tantangan, penerapan metode ini memberikan manfaat signifikan dalam menghitung biaya dan menentukan harga yang akurat. Dengan pemahaman yang baik, perusahaan dapat mengembangkan efisiensi operasional dan daya saing di pasar melalui metode tersebut. PT Cemara Hijau Serasi sebagai mitra PKM ini menghitung Harga Pokok Penjualan dalam menentukan harga jual dan menghitung laba, berdasarkan Surat Pernyataan dari pimpinan, PT Cemara Hijau Serasi akan dilaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat memberi pemahaman yang benar terkait penghitungan biaya produksi berdasarkan Job Order Costing. Kegiatan PKM ini direncanakan dilaksanakan pada hari kerja di kantor PT Cemara Hijau Serasi, berlokasi di Ciledug, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Dalam pelatihan akan dibagikan Modul Kalkulasi Biaya Produksi Berdasarkan Job Order Costing untuk PT Cemara Hijau Serasi sebagai luaran PKM ini. Metode pelaksanaan pelatihan ini akan dilakukan dengan mengadakan tutorial dan sesi diskusi serta tanya jawab yang seluruhnya akan diselenggarakan secara luring.