cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 760 Documents
PELATIHAN ACCOUNTING EQUATION DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENGETAHUAN BIDANG AKUNTANSI Henny; Michelle Indrajaya; Abigail Virginia Wiryanto
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37569

Abstract

In this modern era, education plays a crucial role in preparing the younger generation to compete in various fields. However, many children in Indonesia, particularly those from remote areas and underprivileged families, still lack access to proper education. One effort to achieve educational equality is carried out by the Mahkota Kasih Insani Foundation, supported by various parties, including Universitas Tarumanagara, through community service activities. These activities aim to educate students about the basics of accounting, the accounting equation, and financial statements. This knowledge is crucial because in their daily lives, individuals are inextricably linked to financial transactions related to basic accounting principles, such as assets, liabilities, and equity, which are summarized in the accounting equation. Understanding accounting helps young people manage their finances wisely and in a structured manner. The ultimate goal of accounting is to present financial statements that serve as a basis for decision-making, measuring business performance, and providing accountability to external parties such as investors and creditors. The learning activities conducted by the Mahkota Kasih Insani Foundation demonstrate the institution's crucial role in providing access to additional education to children in need, enabling them to achieve a better future. The method used for community service is offline training. The community service activity, held on Saturday, October 11, 2025, went smoothly and successfully due to the students' enthusiasm. Students actively participated throughout the training, both during the material delivery sessions and during hands-on practice sessions related to accounting fundamentals, the accounting equation, and financial statements, as well as during the evaluation of the activity's implementation. Pada era modern ini, pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di berbagai bidang. Namun, masih banyak anak di Indonesia, khususnya yang berasal dari daerah terpencil dan keluarga kurang mampu, yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak. Salah satu bentuk upaya pemerataan pendidikan dilakukan oleh Yayasan Mahkota Kasih Insani, yang didukung oleh berbagai pihak, termasuk Universitas Tarumanagara melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa-siswi tentang dasar-dasar akuntansi, persamaan akuntansi, dan laporan keuangan. Pengetahuan ini penting karena dalam kesehariannya, individu tidak terlepas dari transaksi keuangan yang berkaitan dengan prinsip dasar akuntansi, seperti aset, liabilitas, dan ekuitas yang terangkum dalam persamaan akuntansi. Pemahaman akuntansi membantu generasi muda mengelola keuangan secara bijak dan terstruktur. Tujuan akhir dari akuntansi sendiri adalah menyajikan laporan keuangan yang berfungsi sebagai dasar pengambilan keputusan, pengukuran kinerja bisnis, serta bentuk pertanggungjawaban kepada pihak eksternal seperti investor dan kreditor. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh Yayasan Mahkota Kasih Insani menunjukkan peran penting lembaga ini dalam memberikan akses pendidikan tambahan kepada anak-anak yang membutuhkan, agar mereka bisa mencapai masa depan yang lebih baik. Metode yang digunakan untuk pengabdian kepada masyarakat merupakan metode pelatihan secara luring. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Oktober 2025 berjalan dengan baik dan lancar, karena antusiasme para siswa dalam mengikuti kegiatan. Para siswa berpartisipasi aktif selama pelatihan, baik dalam sesi penyampaian materi, maupun saat melakukan praktik langsung terkait dasar-dasar akuntansi, persamaan akuntansi dan laporan keuangan, serta hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan.
PENYULUHAN PENGEMBANGAN IDE KREATIF GUNA MENINGKATKAN MINAT WIRAUSAHA SMA VIANNEY JAKARTA Louis Utama; Vivian Julianti Huang; Mudita Hung Dharma Putri; Devinia Renata; Priscilla Aurelia
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37586

Abstract

The younger generation, as aspiring entrepreneurs, particularly in the creative economy sector, is expected to possess intrinsic skills, including creative ideas and innovativeness, as well as the ability to utilize technology. Implementing a culture of innovation within an organization is a strategic step towards achieving competitive advantage. In achieving this goal, communities often encounter obstacles, one of which is a reliance on traditions and existing methods, thus neglecting innovation. The current generation is expected to become a competitive and value-added generation by developing and driving the creative economy. Education is needed for the public and the younger generation, especially high school students, regarding innovation in the creative economy, which opens up significant opportunities for young people to advance the creative sector in Indonesia. The program's partners are students from Vianney High School in West Jakarta. The problem faced is a lack of creative thinking among students, resulting in a lack of innovation in the student council's work program. This outreach program is expected to foster creative traits, leading to numerous innovations that can increase entrepreneurial intentions. Generasi muda yang merupakan calon wirausaha khususnya atas sektor ekonomi kreatif diharapkan mempunyai keahlian dari dalam diri sendiri yaitu ide kreatif, inovatif dan serta kemampuan dalam menggunakan teknologi. Menerapkan budaya inovasi terhadap sebuah organisasi merupakan langkah strategis untuk mencapai keunggulan kompetitif. Dalam mencapai tahapan ini, masyarakat seringkali mendapatkan hambatan salah satunya adalah masih bergantung pada tradisi dan metode yang telah ada sehingga mengabaikan adanya inovasi. Generasi muda saat ini diharapkan menjadikan generasi yang berdaya saing dan memiliki nilai tambah adalah dengan menumbuhkan dan menggerakkan ekonomi kreatif. Perlunya edukasi kepada masyarakat dan generasi muda khususnya siswa SMA mengenai inovasi tentang ekonomi kreatif yang membuka peluang besar bagi generasi muda untuk memajukan sektor kreatif di Indonesia. Mitra dalam program ini adalah siswa SMA Vianney Jakarta Barat. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pemikiran kreatif yang dimiliki oleh siswa sehingga kurangnya inovasi dalam program kerja OSIS. Dengan adanya program penyuluhan ini diharapkan dapat mengembangkan sifat kreatif sehingga dapat menimbulkan banyak inovasi yang dapat menambah niat menjadi wirausaha.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS KASUS DALAM PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BAGI SISWA SMA KRISTEN YUSUF Felicia Jessica Salim; Elsa Imelda
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37587

Abstract

The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program provides opportunities for university students to gain off-campus learning experience for one semester, one of which is through Teaching Assistance in Educational Units. This activity was carried out in the basic accounting class at SMA Kristen Yusuf, North Jakarta, and was attended by students from grades 9 to 11. The program was initiated by observations showing that students had low ability in preparing financial statements. This issue arose due to theoretical learning methods and lack of practical exercises. Therefore, the main objective of this program was to enhance students' conceptual understanding and practical skills preparing basic financial statements. The training was conducted face-to-face using a case-based learning method, held every Monday for 100 minutes from August to November 2025. The learning process began with theoretical material delivery, followed by case exercises. The results showed that the implementation of a case-based learning method was effective in enhancing students’ understanding of financial statement preparation. This was reflected in a significant increase in students' active participation in discussions and asking questions. Moreover, students also successfully demonstrated the ability to classify accounts accurately and compile financial statements systematically. Overall, this teaching assistance program successfully achieved its objective by improving students' financial statements preparation skills while providing valuable teaching experience for the university students. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar selama satu semester di luar kampus, salah satunya melalui Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan. Kegiatan asistensi mengajar dilaksanakan di kelas dasar akuntansi SMA Kristen Yusuf, Jakarta Utara, yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 9 hingga 11. Program ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang menunjukkan rendahnya kemampuan siswa-siswi dalam menyusun laporan keuangan. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung bersifat teoritis dan minimnya pengerjaan latihan soal. Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis siswa-siswi dalam menyusun laporan keuangan dasar. Pelatihan dilakukan secara tatap muka dengan metode pembelajaran berbasis kasus yang berlangsung setiap hari Senin selama 100 menit, dari bulan Agustus hingga bulan November 2025. Proses pembelajaran diawali dengan penyampaian materi teori, diikuti dengan pengerjaan soal kasus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran berbasis kasus terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa-siswi terhadap penyusunan laporan keuangan. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan partisipasi aktif yang signifikan dalam berdiskusi dan bertanya. Siswa-siswi juga berhasil menunjukkan kemampuan dalam mengklasifikasikan akun dengan tepat dan menyusun laporan keuangan secara sistematis. Secara keseluruhan, program asistensi mengajar ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan kemampuan penyusunan laporan keuangan siswa-siswi sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam praktik mengajar di sekolah.
PELATIHAN METODE PENCATATAN PERSEDIAAN PADA PERUSAHAAN DAGANG DENGAN METODE DRILL BAGI SISWA SMA KRISTEN YUSUF Levina Tan; Elsa Imelda
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37588

Abstract

This Teaching Assistance Program was implemented as a tangible contribution to the Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) program. The activity, conducted at Kristen Yusuf High School, focused on training inventory recording methods for trading companies, with the main objectives of providing practical learning experiences and enhancing students' conceptual understanding and self-confidence in solving accounting problems. The background issue addressed was the students' low comprehension of the differences between periodic and perpetual inventory recording methods, coupled with insufficient practice in solving varied problems. Through a descriptive qualitative approach, the solution offered was the establishment of a basic accounting class that implemented the drill method. The implementation methodology began with consultations with the school, material planning, delivery of brief theoretical explanations, provision of real transaction examples, to the core activity of alternating and repetitive exercises for each student. The results demonstrated that the application of this method successfully achieved several significant learning outcomes. Students were not only able to understand the basic concepts and differences between periodic and perpetual methods but also developed practical skills in recording journals, analyzing transactions, and improved accuracy and speed in completing tasks. Student independence, responsibility, and particularly self-confidence in solving problems also developed well. The conclusion of this activity is that the drill method proved effective as a strategy to strengthen basic understanding of inventory recording methods. Recommendations for future development include providing more complex and varied practice problems to prevent boredom and train analytical skills in more challenging situations, thereby better preparing students to face academic and professional challenges in the future. Program Asistensi Mengajar ini dilaksanakan sebagai wujud kontribusi nyata dalam program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan yang berlangsung di SMA Kristen Yusuf ini berfokus pada pelatihan metode pencatatan persediaan untuk perusahaan dagang, dengan tujuan utama memberikan pengalaman belajar yang praktis sekaligus meningkatkan pemahaman konseptual dan kepercayaan diri siswa dalam menyelesaikan soal-soal akuntansi. Latar belakang permasalahan yang diangkat adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap perbedaan antara metode pencatatan persediaan periodik dan perpetual, serta kurangnya kebiasaan dalam mengerjakan variasi soal. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, solusi yang ditawarkan adalah pembentukan kelas dasar akuntansi yang menerapkan metode pembelajaran latihan (drill method). Metodologi pelaksanaan dimulai dari konsultasi dengan pihak sekolah, perencanaan materi, penyampaian teori singkat, pemberian contoh transaksi nyata, hingga inti kegiatan yaitu latihan soal secara bergantian dan berulang-ulang bagi setiap siswa. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan metode ini berhasil mencapai beberapa capaian pembelajaran signifikan. Siswa tidak hanya mampu memahami konsep dasar dan perbedaan antara metode periodik dan perpetual, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis dalam mencatat jurnal, menganalisis transaksi, serta meningkatkan ketelitian dan kecepatan pengerjaan. Kemandirian, tanggung jawab, dan terutama kepercayaan diri siswa dalam mengerjakan soal juga turut berkembang dengan baik. Simpulan dari kegiatan ini adalah metode latihan (drill) terbukti efektif sebagai strategi untuk memperkuat pemahaman dasar metode pencatatan persediaan. Rekomendasi untuk pengembangan ke depan adalah dengan memberikan latihan soal yang lebih kompleks dan beragam untuk menghindari kejenuhan serta melatih kemampuan analisis dalam situasi yang lebih menantang, sehingga siswa semakin siap menghadapi tantangan akademis dan dunia kerja di masa depan.
PELATIHAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI BAGI SMA KRISTEN YUSUF Christin Angelia; Elsa Imelda
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37589

Abstract

The Teaching Assistance Program acts as a tangible embodiment of student-focused education within academic organizations, presenting significant avenues for university undergraduates to secure direct exposure within actual instructional settings. Via the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) scheme, undergraduates are not simply considered as pupils but additionally as energetic shareholders concerning the educational voyage inside learning centers. This plan empowers pupils to grow their ingenuity, refine analytical reasoning, cultivate unique notions, and reinforce occupational proficiencies through immediate engagement with high schoolers and involvement in classroom-based scholastic endeavors. The central aim of this initiative is to supply applicable and substantial educational encounters for university undergraduates while concurrently assisting schools in boosting the standard of schooling. The initiative was executed at SMA Kristen Yusuf Jakarta, centering on the subject matter of stock evaluation, specifically the utilization of the FIFO (First In First Out) and Weighted Average approaches, which constitute essential principles in formulating monetary declarations for commercial enterprises. The instructional procedure was executed in a physical setting, encompassing participatory conversations, explicit elucidations of accounting standards, and applied assignments that aided pupils in comprehending accounting in pragmatic frameworks. This initiative transpired from August 4, 2025, until November 31, 2025, backed by the school's leadership and led by organized scholastic resources. To summarize, the activity culminated in heightened pupil understanding of accounting themes and furnished university participants with advantageous involvement in instruction, correspondence, and classroom supervision. Kegiatan Asistensi Mengajar di lembaga pendidikan merupakan salah satu bentuk nyata dari penerapan metode pembelajaran yang berfokus pada mahasiswa, sekaligus menjadi sarana penting bagi mereka untuk memperoleh pengalaman langsung di ranah pendidikan. Dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai pendidik yang aktif berperan dalam proses pembelajaran di institusi sekolah. Program ini memberikan peluang kepada mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas, berpikir kritis, berinovasi, serta mengasah keterampilan profesional melalui interaksi langsung dengan siswa dan kegiatan pembelajaran di kelas. Sasaran utama dari program pendampingan pengajaran ini adalah memberikan pengalaman belajar yang relevan dan praktis bagi mahasiswa, sekaligus mendukung sekolah dalam meningkatkan kualitas proses pengajaran. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Kristen Yusuf Jakarta dengan fokus pada penyampaian materi penilaian persediaan, terutama tentang penerapan metode FIFO (First In First Out) dan metode rata-rata tertimbang (Average), yang merupakan elemen penting dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang. Proses pembelajaran dilakukan secara langsung melalui penyampaian materi, diskusi berinteraksi, serta latihan soal yang aplikatif agar siswa dapat memahami konsep akuntansi dalam konteks yang tepat. Program pendampingan ini berlangsung dari 4 Agustus 2025 hingga 31 November 2025 dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan penyusunan modul pembelajaran yang sesuai. Dari kegiatan ini, terlihat adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi serta pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengajar dan mengelola proses belajar di kelas.
PENGEMBANGAN KAPASITAS ANALISIS KRITIS REMAJA SEBAGAI PRASYARAT KEPEMIMPINAN ETIS STUDI INTERVENSI BERBASIS SIMULASI KASUS UNTUK MENCEGAH KENAKALAN Putri Purbasari Raharningtyas Marditia; Asmin Fransiska
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37590

Abstract

Juvenile delinquency and social deviance represent complex, multifaceted challenges in the contemporary urban context. These issues, increasingly influenced by phenomena such as digitalization and heightened social pressure, necessitate sophisticated, preventive educational interventions. The primary objective of this Community Service (PkM) activity was to substantially enhance the knowledge, critical thinking capacity, and self-awareness of adolescents regarding the sociological roots and consequential impacts of deviant behavior. This study posits that traditional passive instructional methods are insufficient in fostering lasting behavioral change. Therefore, the activity focused on active, participatory learning methods. The intervention was conducted on June 10, 2025, targeting 78 students from Grades 10 and 11 at SMA Santo Bellarminus, Jakarta. The methodology rigorously combined theoretical presentation via PPT, emotional stimulation through multimedia content, and, crucially, Participatory Case Simulation Analysis. This approach aligns with key principles of Participatory Action Research (PAR), emphasizing collaborative problem-solving. The efficacy was evaluated quantitatively using pre-test and post-test assessments. Quantitative evaluation revealed a statistically significant increase in the average knowledge score, improving from 65.5 to 93.1, marking a remarkable 42.1% gain. Qualitatively, student presentations demonstrated a high capacity for critical analysis, particularly in identifying connections between social strain and digital cultural transmission as core drivers of delinquency. The findings unequivocally support that the simulation-based participatory approach is highly effective in internalizing complex sociological concepts and developing critical analysis skills concerning high-risk behaviors. Sustainable long-term prevention demands continuous, holistic supervision involving both family and school structures. Kenakalan remaja dan perilaku menyimpang sosial merupakan tantangan kompleks dan multidimensi dalam konteks perkotaan kontemporer. Permasalahan ini, yang semakin dipengaruhi oleh fenomena seperti digitalisasi dan tekanan sosial yang meningkat, menuntut intervensi edukatif preventif yang canggih. Tujuan utama kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan secara substansial pengetahuan, kapasitas berpikir kritis, dan kesadaran diri remaja mengenai akar sosiologis dan dampak konsekuensial dari perilaku menyimpang. Studi ini mengasumsikan bahwa metode instruksional pasif tradisional tidak memadai untuk menumbuhkan perubahan perilaku yang langgeng. Oleh karena itu, kegiatan berfokus pada metode pembelajaran aktif dan partisipatif. Intervensi dilaksanakan pada 10 Juni 2025, menyasar 78 siswa Kelas 10 dan 11 di SMA Santo Bellarminus, Jakarta.3 Metodologi pelaksanaan secara ketat menggabungkan pemaparan teoretis melalui PPT, stimulasi emosional melalui konten multimedia, dan yang terpenting, Analisis Simulasi Kasus Partisipatif. Pendekatan ini selaras dengan prinsip-prinsip utama Participatory Action Research (PAR), yang menekankan pada pemecahan masalah secara kolaboratif. Efikasi kegiatan dievaluasi secara kuantitatif menggunakan penilaian pre-test dan post-test. Evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik pada skor pengetahuan rata-rata, meningkat dari 65.5 menjadi 93.1, menandai peningkatan sebesar 42.1%. Secara kualitatif, presentasi siswa menunjukkan kapasitas tinggi untuk analisis kritis, terutama dalam mengidentifikasi hubungan antara ketegangan sosial (social strain) dan transmisi budaya digital sebagai pendorong utama kenakalan. Temuan ini secara tegas mendukung bahwa pendekatan partisipatif berbasis simulasi sangat efektif dalam menginternalisasi konsep sosiologis yang kompleks dan mengembangkan keterampilan analisis kritis terhadap perilaku berisiko tinggi. Pencegahan berkelanjutan dalam jangka panjang menuntut pengawasan holistik yang melibatkan struktur keluarga dan sekolah secara terus-menerus.
PENERAPAN TEKNOLOGI KEMASAN KEDAP UDARA UNTUK PRODUKSI PEWANGI MOBIL BERAROMA TAHAN LAMA Galvin Leong; Lukman Sujardi
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37591

Abstract

The high activity and mobility of private vehicle users trigger a high demand for optimal cabin atmosphere quality. In the market context, car air freshener products generally face two critical problems: the rapid evaporation of scent compounds, resulting in short durability, and a lack of aesthetic value in packaging that tends to appear standard. This issue compels consumers to make frequent repeat purchases, impacting both efficiency and the driving experience. This project, which is part of the Merdeka Belajar Kampus Meredeka (MBKM), is here to provide an innovative and sustainable solution through the Implementation of Vacuum Sealing Packaging Technology in a car air freshener production line. The core innovation in this activity lies in the packaging technology aspect. The product specifically utilizes vacuum-sealed packaging during the storage phase before the product is put into use. The implementation of this technology aims to minimize the contact of essential oil compounds with oxygen, maintain the stability of aroma molecules, and prevent the degradation and premature evaporation of the natural fragrance formula used. The MBKM implementation methodology focuses on Technology Implementation and Innovation Commercialization, executed through several main stages: 1) Functional Product Analysis (to determine the safe and effective composition of the aroma formula), 2) Implementation of Vacuum Sealing Packaging Technology (as the key product differentiator), 3) Aesthetic Branding Design that is aligned with a modern lifestyle, and 4) Product Socialization and Marketing through digital channels and communities. The result of this activity is a car air freshener product successfully commercialized with both functional and visual advantages. The product is proven capable of retaining scent intensity and quality optimally for a longer period, thanks to the applied packaging technology. This success demonstrates that the combination of packaging technology innovation and aesthetic product design can meet consumer demand for both functional and decorative products, opening up significant market opportunities for student entrepreneurship. Tingginya aktivitas dan mobilitas pengguna kendaraan pribadi memicu tingginya permintaan terhadap kualitas suasana kabin yang optimal. Dalam konteks pasar, produk pewangi mobil yang beredar secara umum sering kali menghadapi dua masalah kritis: cepat menguapnya senyawa aroma sehingga daya tahannya singkat, dan kurangnya nilai estetika pada kemasan yang cenderung terkesan standar. Permasalahan ini mendorong konsumen untuk sering melakukan pembelian ulang, yang berdampak pada efisiensi dan pengalaman berkendara. Proyek ini, yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), hadir untuk memberikan solusi inovatif dan berkelanjutan melalui Penerapan Teknologi Kemasan Kedap Udara dalam lini produksi pewangi mobil. Inovasi utama dalam kegiatan ini terletak pada aspek teknologi pengemasan. Produk ini secara spesifik menggunakan kemasan vacuum-sealed (penyegelan kedap udara) pada tahap penyimpanan sebelum produk digunakan. Penerapan teknologi ini bertujuan untuk meminimalisasi kontak senyawa essential oil dengan oksigen, menjaga stabilitas molekul aroma, serta mencegah degradasi dan penguapan dini dari formula wewangian alami yang digunakan. Metode pelaksanaan MBKM ini berfokus pada Penerapan Teknologi dan Hilirisasi Inovasi, yang dijalankan melalui beberapa tahapan utama: 1) Analisis Fungsional Produk (untuk menentukan komposisi formula aroma yang aman dan efektif), 2) Implementasi Teknologi Kemasan Kedap Udara (sebagai diferensiasi produk), 3) Perancangan Branding Estetik yang dan sesuai gaya hidup modern, serta 4) Sosialisasi dan Pemasaran Produk melalui kanal digital dan komunitas. Hasil dari kegiatan ini adalah produk pewangi mobil yang berhasil terhilirisasi dengan keunggulan fungsional dan visual. Produk terbukti mampu mempertahankan intensitas dan kualitas aroma secara optimal lebih lama berkat teknologi kemasan yang diterapkan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa perpaduan antara inovasi teknologi kemasan dan desain produk yang estetik mampu menjawab kebutuhan konsumen akan produk fungsional dan sekaligus dekoratif, membuka peluang pasar yang signifikan bagi wirausaha mahasiswa.
⁠PERAN KREATIVITAS DAN INOVASI TERHADAP KEBERHASILAN USAHA KULINER DALAM MENGHADAPI DINAMIKA TREN KONSUMEN Devina Natasya Jesulin; Djeni Indrajati Widjaja
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37592

Abstract

In the culinary industry, creativity and innovation are main factors in attracting consumers and maintaining business continuity. The more creative and innovative a product is, the greater its chances of capturing market attention amidst dynamic consumer trends. This also served as the basis for Croffy in developing its flagship product, the croffle stick—a combination of a croissant and a waffle in stick form, served with a variety of toppings. The innovation of the croffle stick not only delivers a delicious taste but also ease of preparation, making it a consumer favorite, both as a contemporary snack and a filling fast food. Furthermore, Croffy innovation also encompasses visual appeal through topping variations and minimalist modern packaging that strengthens the overall consumer experience. The emphasis on innovation and creativity helps Croffy adapt to changing trends and increases customer loyalty. Consumer response to Croffy has also been notably positive, reflected in their appreciation for the texture, taste, and personalized topping concept offered. Through the application of continuous innovation and creative ideas in product development, Croffy has great potential to maintain its existence and expand its market. Thus, the relationship between creativity and innovation has proven to play a crucial role in the success of culinary businesses in facing increasingly competitive consumer trends. Dalam industri kuliner, kreativitas dan inovasi merupakan faktor penting untuk menarik minat konsumen sekaligus menjaga keberlangsungan usaha. Semakin kreatif dan inovatif suatu produk, semakin besar pula peluang untuk menarik perhatian pasar di tengah perubahan tren konsumen yang dinamis. Hal ini juga menjadi dasar bagi Croffy dalam mengembangkan produk andalannya, yaitu croffle stick—perpaduan antara croissant dan waffle berbentuk stik yang disajikan dengan berbagai pilihan topping. Inovasi pada croffle stick ini tidak hanya menghadirkan cita rasa yang lezat, tetapi juga kemudahan dalam penyajian sehingga menjadikannya favorit bagi konsumen, baik sebagai jajanan kekinian maupun makanan cepat saji yang mengenyangkan. Selain itu, inovasi Croffy turut mencakup daya tarik visual melalui variasi toping berwarna serta kemasan minimalist modern yang memperkuat pengalaman konsumen secara menyeluruh. Penekanan pada inovasi dan kreativitas membantu Croffy beradaptasi dengan tren yang terus berubah serta meningkatkan loyalitas pelanggan. Respons konsumen terhadap Croffy terbilang cukup positif, tercermin dari apresiasi terhadap tekstur, rasa, dan konsep personalized topping yang ditawarkan. Melalui penerapan inovasi berkelanjutan dan ide-ide kreatif dalam pengembangan produk, Croffy memiliki potensi besar untuk mempertahankan eksistensi dan memperluas pasar. Dengan demikian, kreativitas dan inovasi terbukti memiliki peran penting terhadap keberhasilan usaha kuliner dalam menghadapi dinamika tren konsumen yang semakin kompetitif.
MENGOPTIMALKAN BIAYA PRODUKSI UNTUK MEMAKSIMALKAN PROFITABILITAS USAHA COOKIES “KUKISS” Rebecca Kezia; Rini Tri Hastuti
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37593

Abstract

The culinary business is a sector with promising profit prospects, but its success depends heavily on operational efficiency. The key to achieving this efficiency lies in the ability to accurately calculate and manage food costs. This article analyzes the application of these principles to "Kukiss," a culinary brand specializing in cookies. A competitive pricing strategy in a tight market requires a strong foundation, namely a thorough understanding of all components of production costs. Through an analytical approach to sales and cost data, this article outlines the various cost components involved in the production of "Kukiss" cookies, including raw material costs, direct labor, and factory overhead. The research findings highlight significant opportunities for improvement in food cost management at "Kukiss." The article concludes by providing several strategic recommendations regarding inventory management and pricing that can be implemented by culinary business owners, not only at "Kukiss" but also at other similar businesses, to optimize profitability and contribute to the overall progress of the culinary sector. Bisnis kuliner merupakan sektor dengan prospek keuntungan yang menjanjikan, namun kesuksesannya sangat bergantung pada efisiensi operasional. Kunci utama dalam mencapai efisiensi tersebut terletak pada kemampuan melakukan perhitungan dan pengelolaan biaya makanan (food cost) yang akurat. Artikel ini menganalisis penerapan prinsip-prinsip tersebut pada "Kukiss", sebuah merek kuliner yang mengkhususkan diri pada menu cookies. Dalam iklim persaingan yang ketat, penetapan harga jual yang kompetitif dan menarik bagi pelanggan harus didasarkan pada pemahaman mendalam mengenai struktur biaya produksi. Melalui pendekatan analitis terhadap data penjualan dan biaya, artikel ini menguraikan biaya yang diperlukan selama proses produksi cookies "Kukiss", meliputi biaya produksi, tenaga kerja langsung, dan tenaga kerja tidak langsung. Temuan penelitian menyoroti adanya peluang perbaikan yang signifikan dalam pengelolaan biaya makanan di "Kukiss". Artikel ini menyimpulkan dengan memberikan sejumlah rekomendasi strategis mengenai manajemen persediaan dan penyusunan harga yang dapat diimplementasikan oleh pemilik bisnis kuliner, tidak hanya untuk "Kukiss" tetapi juga bagi pelaku usaha sejenis, guna mengoptimalkan profitabilitas dan kontribusinya terhadap kemajuan sektor kuliner secara keseluruhan.
ETIKA DIGITAL ISLAMI SEBAGAI PONDASI MORAL GENERASI Z DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI Yanuar; Isryad Sabil; Darryl
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37594

Abstract

The development of digital technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 has fundamentally transformed the social, cultural, and religious behavior of society, particularly among Generation Z. According to a report by the Ministry of Communication and Information (Kominfo, 2024), more than 85 percent of Indonesian adolescents are active on social media daily; however, most of them lack an adequate understanding of digital ethics and responsibility. This condition has led to various phenomena, such as the spread of misinformation, hate speech, and moral degradation, which negatively affect religious values and national character. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aims to enhance the understanding and skills of youth at At-Taqwa Muhammadiyah Pejuang Mosque, Bekasi, in applying Islamic digital ethics based on the values of the Qur’an and Hadith. The program employed a participatory-educational approach through interactive lectures, training on Islamic content creation, and reflective simulations. The expected outcomes include increased ethical awareness, the formation of beneficial digital communities, and the emergence of an excellent and morally upright Generation Z in the digital space. The outputs of this program consist of a training module, a PKM scientific article, and positive social media publications grounded in the principles of faith (iman), trustworthiness (amanah), and excellence (ihsan). ABSTRAK Perkembangan teknologi digital di era Revolusi Industri 4.0 telah mengubah secara fundamental perilaku sosial, budaya, dan religius masyarakat, terutama di kalangan generasi Z. Berdasarkan laporan Kominfo (2024), lebih dari 85 persen remaja Indonesia aktif di media sosial setiap hari, namun sebagian besar belum memahami dimensi etika dan tanggung jawab digital. Akibatnya, muncul fenomena seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta degradasi moral yang berdampak negatif pada citra keagamaan dan karakter bangsa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Pejuang, Bekasi, dalam menerapkan etika digital Islami berbasis nilai Al-Qur’an dan Hadis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui ceramah interaktif, pelatihan pembuatan konten Islami, dan simulasi reflektif. Hasil yang diharapkan ialah meningkatnya kesadaran etis, terbentuknya komunitas digital berfaedah, serta lahirnya generasi Z yang unggul dan berakhlak mulia di ruang digital. Luaran kegiatan berupa modul pelatihan, artikel ilmiah PKM, dan publikasi media sosial positif berlandaskan prinsip iman, amanah, dan ihsan.