cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 760 Documents
PENYULUHAN ANTISIPASI HOAKS DAN DISINFORMASI PADA ERA DIGITAL KEPADA KELOMPOK ARISAN KELUARGA REKSO JAKARTA SELATAN Diah Ayu Candraningrum; Cecilia Jesse Chandra; Evelyn Natasha
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37541

Abstract

In the digital age, the flow of internet and information on social media increasingly requires intensive monitoring and filtration. This phenomenon has resulted in increasing opportunities for various parties to spread fake news or invalid information. However, the spread of hoaxes can be overcome by consistently honing digital literacy and awareness of various hoaxes in the development of information technology. This Community Service Program (PKM) was conducted at the social gathering group at the Kebayoran Lama Military Command complex in South Jakarta. This activity contributed to training and honing critical literacy in navigating hoax news in the modern era. The method used in this outreach regarding hoax prevention was outreach (socialization). The outreach method was carried out with the aim of providing material on how to differentiate hoaxes, disinformation, and misinformation. Through the presentation of material and understanding related to hoaxes, the Rekso Family Arisan Group has found a space to practice more critical thinking in selecting information. Di era serba digital, arus internet dan informasi yang ada di media sosial semakin membutuhkan pengawasan dan filtrasi yang intensif. Bersangkutan dengan fenomena ini, alhasil terus bertambah peluang bagi berbagai pihak dalam menyebarkan berita palsu atau informasi tidak valid. Namun, penyebaran hoaks bisa diatasi dengan konsisten mengasah literasi digital dan awareness terhadap berbagai hoaks pada perkembangan teknologi informasi. PKM ini dilaksanakan pada kelompok arisan komplek Kodam Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kegiatan ini berkontribusi dalam melatih dan mengasah literasi kritis dalam mengarungi berita hoaks di zaman modern. Metode yang digunakan dalam sosialisasi terkait pencegahan hoaks ini menggunakan metode penyuluhan (sosialisasi). Metode penyuluhan dilakukan dengan tujuan memberikan pembekalan materi mengenai cara membedakan hoaks, disinformasi, dan misinformasi. Melalui pemaparan materi dan pemahaman terkait hoaks, Kelompok Arisan Keluarga Rekso telah menemukan ruang untuk melatih pemikiran yang lebih kritis dalam memilih informasi. Kata Kunci; Sosialiasi, Hoaks, Komunikasi, Era Digital, Literasi Digital.
PELATIHAN SOFTWARE AKUNTANSI DENGAN TOPIK RMA, CASH & BANK, DAN GENERAL LEDGER DI KRISTOFORUS I JAKARTA Chelsya
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37542

Abstract

The development of infoRMAtion technology and the development of industry 4.0, provides convenience for companies in running their businesses, procurement of bookkeeping, financial reporting, and interpretation of financial reports. In bookkeeping and financial reporting, many companies use the help of accounting software, so that companies can focus more on determining strategies and making decisions that will bring profits. The application of Accurate software requires special competencies, so it is very important for companies to provide training to their employees so that they can apply Accurate software well. The purpose of Accurate software training is to improve students' expertise competencies, and students can produce Accurate and reliable financial reports. The reason the author held Accurate software training at Kristoforus High School was because of the problems faced by partners, namely students had never received software-based accounting training either in the school curriculum or in extracurricular activities, so that students did not have competent skills in applying accounting software. The partner's problems above are described as: (1) Definition of Accurate software; (2) Benefits of Accurate software; (3) Features in Accurate software; (4) Operation of Accurate software features RMA, Cash & Bank, and General Ledger. Accurate software training is carried out using the following methods: (1) Planning, (2) Implementation of PKM using educational methods and training methods, (3) Evaluation of results using pre-test and post-test quizzes, (4) Evaluation of partner satisfaction through questionnaires, (5) Dissemination of results through scientific publications. The outputs produced are scientific publication journals, IPR certificates, and posters. Perkembangan teknologi informasi dan perkembangan industri 4.0, memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam menjalankan usahanya, pengadaan pembukuan, pelaporan keuangan, dan interpretasi laporan keuangan.. Dalam pembukuan dan pelaporan keuangan, banyak perusahaan menggunakan bantuan software akuntansi, sehingga perusahaan dapat lebih fokus pada penetapan strategi dan pengambilan keputusan yang akan mendatangkan keuntungan.. Pengaplikasian software Accurate membutuhkan kompetensi khusus, sehingga penting sekali bagi perusahaan untuk memberikan pelatihan kepada karyawannya agar dapat mengaplikasi software Accurate dengan baik. Tujuan pelatihan software Accurate adalah untuk meningkatkan kompetensi keahlian siswa, serta siswa dapat menghasilkan pelaporan keuangan yang akurat dan dapat diandalkan (reliable). Alasan penulis mengadakan pelatihan software Accurate di SMA Kristoforus adalah karena peRMAsalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu siswa-siswa belum pernah menerima pelatihan akuntansi berbasis software baik di dalam kurikulum sekolah maupun dalam ekstrakulikuler, sehingga siswa-siswa tidak memiliki keahlian kompeten dalam mengaplikasikan software akuntansi. PeRMAsalahan mitra di atas dijabarkan menjadi: (1) Definisi software Accurate; (2) Manfaat software Accurate; (3) Fitur-fitur yang ada di software Accurate; (4) Pengoperasian software Accurate fitur RMA, Cash & Bank, dan General Ledger. Pelatihan software Accurate dilaksanakan dengan metode sebagai berikut: (1) Perencanaan, (2)Pelaksanaan PKM dengan menggunakan metode edukasi dan metode pelatihan, (3) Evaluasi hasil menggunakan kuis pre test dan post test, (4) Evaluasi kepuasan mitra melalui kuesioner, (5) Diseminasi hasil melalui publikasi ilmiah. Luaran yang dihasilkan yaitu jurnal publikasi ilmiah, sertifikat HKI, dan poster.
PELATIHAN AKUNTANSI SISTEM PENJURNALAN BAGI SISWA SMA TARSISIUS 1 JAKARTA Nastasya Cindy Hidajat; Tanya Edwina Abigail; Wieleycia Terence
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37543

Abstract

Accounting is a continuous cycle that repeats itself periodically to produce financial reports that meet the expected quality standards. The accounting cycle begins with the recording process, making it crucial to understand it for smooth processing. The recording process produces outputs called journals, and the entire process is known as the journaling system. High school students are currently using the Independent Curriculum, which limits the in-depth accounting lessons. This training will focus on the journaling system for 10th-grade students. This is a solution to the school's difficulties in providing accounting materials to students and to provide students with additional knowledge before they choose their future college majors. This activity will be held for 120 minutes in one offline session in August 2025. The activity will include a presentation by the Untar PKM Team, followed by practice questions, and a question-and-answer session. This training is expected to benefit Tarsisius 1 High School students in gaining a better understanding of the journaling system in the accounting cycle. The output of this activity is a mandatory output in the form of proceedings that will be included in a seminar that will be held by Tarumanagara University, as well as an additional output in the form of HKI. As the final stage, there is a report on the implementation of this PKM task and submitted as our responsibility to the Untar DPPM. Akuntansi merupakan suatu siklus berkelanjutan yang akan berulang setiap periodenya untuk memberikan output laporan keuangan yang memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Siklus akuntansi dimulai dari proses mencatat sehingga penting dipahami untuk kelancaran proses selanjutnya. Proses mencatat akan menghasilkan luaran yang disebut jurnal dan keseluruhan proses dikenal dengan istilah sistem penjurnalan. Siswa SMA saat ini sedang menggunakan Kurikulum Merdeka sehingga ada keterbatasan dimana pelajaran akuntansi yang diberikan tidak mendalam. Pelatihan ini akan berfokus pada sistem penjurnalan yang diberikan kepada siswa kelas X. Hal ini dilakukan sebagai solusi yang diberikan kepada pihak sekolah atas kesulitannya memberikan materi akuntansi kepada siswa dan untuk memberikan para siswa pengetahuan lebih sebelum mereka memilih jurusan untuk jenjang kuliah nanti. Kegiatan ini dilaksanakan selama 120 menit dalam satu sesi secara luring pada bulan Agustus 2025. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemaparan materi oleh Tim PKM Untar kemudian dilanjutkan dengan latihan soal dan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Kegiatan pelatihan ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi siswa SMA Tarsisius 1 untuk lebih memahami mengenai sistem penjurnalan dalam siklus akuntansi. Luaran dari kegiatan ini adalah luaran wajib berupa prosiding yang akan diikutsertakan dalam seminar yang akan diselenggarakan oleh Universitas Tarumanagara, serta luaran tambahan berupa HKI. Sebagai tahap terakhir, ada laporan pelaksanaan tugas PKM ini dan diserahkan sebagai pertanggung jawaban kami kepada pihak DPPM Untar.
MENGGALI POTENSI ARTISTIK: WORKSHOP MEWARNAI DENGAN CAT AKRILIK PADA PLASTIK DAN KERTAS COKLAT Heru Budi Kusuma; Cynthia Clara; Evelyn Clarence
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37560

Abstract

This acrylic coloring workshop was held at Sekolah Dasar Negeri Serua 03 Ciputat, South Tangerang City, and involved 40 fourth-grade elementary school students. The activity aimed to enhance creativity, fine motor skills, and knowledge of alternative media in fine arts. The media used in the workshop were plastic (mica) and brown paper, with materials and tools including acrylic paint, brushes, palettes, scissors, tape, staplers, pencils, and markers. The workshop was mentored by lecturers and students from the Faculty of Fine Arts and Design, Tarumanagara University. Before and after the activity, participants took pre- and post-tests to gauge their understanding of acrylic materials and techniques. Pre-test and post-test results from the acrylic paint coloring workshop at SDN Serua 03 Ciputat: Summary of Evaluation Results: Average Pre-Test Score: 56.18, Average Post-Test Score: 87.32, Percentage Improvement: 55.45%. The evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge of coloring media and techniques, as well as the development of creativity and fine motor skills. This activity demonstrates that a hands-on, hands-on educational approach can have a positive impact on fine arts learning at the elementary school level. The post-test results showed a significant improvement compared to the pre-test. This indicates that the workshop successfully enhanced students' understanding of acrylic paint materials and how to use them effectively. Workshop pewarnaan akrilik ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Serua 03 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dan melibatkan 40 siswa sekolah dasar kelas IV. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan motorik halus, dan pengetahuan tentang media alternatif dalam seni rupa. Media yang digunakan dalam workshop ini adalah plastik (mika) dan kertas cokelat, dengan bahan dan alat meliputi cat akrilik, kuas, palet, gunting, selotip, stapler, pensil, dan spidol. Workshop ini dibimbing oleh dosen dan mahasiswa dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Tarumanagara. Metode pelaksanaan terdiri dari 5 tahap, yaitu 1). Persiapan, 2). Membuat Sketsa Awal, 3). Pewarnaan, 4). Pengeringan, 5). Refleksi dan Apresiasi. Sebelum dan sesudah kegiatan, peserta mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman mereka tentang bahan dan teknik akrilik. Hasil pre-test dan post-test dari workshop pewarnaan cat akrilik di SDN Serua 03 Ciputat: Ringkasan Hasil Evaluasi: Rata-rata Skor Pre-Test: 56,18, Rata-rata Skor Post-Test: 87,32, Persentase Peningkatan: 55,45%. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang media dan teknik mewarnai, serta perkembangan kreativitas dan keterampilan motorik halus. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan yang bersifat langsung dan langsung dapat memberikan dampak positif pada pembelajaran seni rupa di tingkat sekolah dasar. Hasil pasca-tes menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan pra-tes. Hal ini menunjukkan bahwa lokakarya berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang bahan-bahan cat akrilik dan cara penggunaannya yang efektif.
MAKALAH ABDIMAS PSIKOEDUKASI MOTHER ENGAGEMENT UNTUK MEMOTIVASI BELAJAR BAGI ANAK PRA-SEKOLAH DI DUSUN TEGALBEDUG, LELEA, INDRAMAYU Agoes Dariyo
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37562

Abstract

Until now, parents in the village of Tegal Bedug, Lelea, Indramayu, West Java, have been relatively unconcerned about their children's education at school, as they are focused on working to meet their families' economic needs. They tend not to be involved in their children's education. As a result, the children are unable to achieve their best academic performance at school. This situation is very concerning to the head of the Tegal-Bedug village, who hopes that the younger generation will continue their education to the highest level possible so that they can advance the community in the future. This background is the basis for the implementation of a Community Service Program (PKM) entitled Psychoeducation on Mother Engagement to Build Children's Motivation to Learn in Preschool Education. The activity involved mothers who have children studying in preschool education institutions. Those involved in this PKM were coordinated by kindergarten teachers in Tegal Bedug Hamlet, Lelea, Indramayu, West Java. The PKM activity used a pre-test and post-test one group approach. All participants were given questionnaires before and after the activity. Data collection techniques used learning motivation questionnaires for children. Questionnaires were administered before the activity (pre-test) and after the activity (post-test). Data analysis techniques used difference tests, namely t-tests. The analysis results showed that there was a difference between the pre-test and post-test results. The post-test (18.3) results were higher than the pre-test results (15.3). This means that after participating in psychoeducation on mother involvement, mothers were able to increase their efforts to motivate their preschool children to learn. Selama ini, kondisi orangtua masyarakat dusun Tegal Bedug, Lelea, Indramayu, Jawa Barat, tergolong kurang peduli terhadap pendidikan anak-anak di sekolah, karena mereka terfokus untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Mereka cenderung tidak terlibat dalam pendidikan anak-anaknya. Akibatnya, anak-anak pun tidak mampu mencapai prestasi belajar terbaik di sekolahnya. Hal ini, sangat mencemaskan kepala dusun Tegal-Bedug, dan berharap mereka sebagai generasi muda dapat melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya, sehingga mereka dapat memajukan masyarakat di masa mendatang. Latar-belakang inilah yang mendasari pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul Psikoedukasi Mother Engagement untuk Membangun Motivasi Belajar Anak di Pendidikan Pra-Sekolah. Kegiatan melibatkan para ibu yang memiliki anak yang sedang belajar di lembaga pendidikan Pra-sekolah. Mereka yang terlibat dalam PKM ini telah dikoordinasi oleh guru-guru Taman Kanak-kanak di Dusun Tegal Bedug, Lelea, Indramayu, Jawa Barat. Kegiatan PKM menggunakan pendekatan pre-test and post-test one group. Semua peserta diberikan kuesioner sebelum kegiatan berlangsung maupun sesudah kegiatan. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner motivasi belajar anak. Pemberian kuesioner dilakukan pada saat sebelum kegiatan (Pre-test) dan dilakukan juga pada saat sesudah kegiatan (Post-test). Teknik analisis data dengan menggunakan uji beda yaitu t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan antara hasil pre-test dengan hasil post-test. Hasil pre-test (15,3) < hasil post-test (18,3). Artinya setelah mengikuti psikoedukasi mother involvement mampu meningkatkan upaya ibu untuk memotivasi belajar bagi anak pra-sekolah.
REMAJA, LIKE, DAN IDENTITAS: PERSONAL BRANDING DI DUNIA DIGITAL Sisca Aulia; Keira Djauwvanka Kurniawan; Kathline Alexandra Thedianto
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37564

Abstract

Personal branding is a strategic process for recognizing, shaping, and conveying a positive and authentic self-image to the social environment. The phenomenon of personal branding among adolescents has experienced significant growth with the increasing use of social media as a space for expression and identity formation. A community service activity conducted at Yakobus High School aimed to analyze how adolescents utilize digital platforms like Instagram, TikTok, and YouTube to build a socially recognized self-image. Through a systematic literature review approach, this activity examines the dynamics between self-presentation, social media algorithms, and the psychosocial impacts that arise from personal branding practices. The results of this activity indicate that adolescents use visual curation strategies, persona consistency, and digital storytelling to gain social validation through metrics such as "likes" and comments. However, intensive engagement with algorithmic logic creates performative pressure, social comparison, and a potential identity authenticity crisis. Furthermore, cultural and gender factors influence how adolescents present themselves in digital spaces. This community service activity emphasizes the importance of digital literacy as an effort to mitigate the psychological and ethical risks that accompany personal branding on social media. Therefore, the integration of digital literacy into educational curricula and more transparent platform policies are strategic steps to support the development of healthy and ethical adolescent identities in the digital era. Personal branding merupakan proses strategis untuk mengenali, membentuk, dan menyampaikan citra diri yang positif dan autentik kepada lingkungan sosial. Fenomena personal branding di kalangan remaja mengalami perkembangan signifikan seiring meningkatnya penggunaan media sosial sebagai ruang ekspresi dan pembentukan identitas. Kegiatan pengabdian yang dilakukan di SMA Yakobus, bertujuan menganalisis bagaimana remaja memanfaatkan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk membangun citra diri yang diakui secara sosial. Melalui pendekatan kajian pustaka sistematis, kegiatan ini menelaah dinamika antara self-presentation, algoritma media sosial, serta dampak psikososial yang muncul dari praktik personal branding. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa remaja menggunakan strategi kurasi visual, konsistensi persona, dan storytelling digital untuk memperoleh validasi sosial melalui metrik seperti “like” dan komentar. Namun, keterlibatan intensif dengan logika algoritma menimbulkan tekanan performatif, perbandingan sosial, dan potensi krisis otentisitas identitas. Selain itu, faktor budaya dan gender berpengaruh terhadap cara remaja menampilkan diri di ruang digital. Kegiatan pengabdian ini menegaskan pentingnya literasi digital sebagai upaya mitigasi terhadap risiko psikologis dan etis yang menyertai personal branding di media sosial. Oleh karena itu, integrasi literasi digital ke dalam kurikulum pendidikan dan kebijakan platform yang lebih transparan menjadi langkah strategis untuk mendukung perkembangan identitas remaja yang sehat dan beretika di era digital.
EVALUASI EFISIENSI TATA RUANG SEKOLAH MINGGU ANAK DI GKI SUNTER SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN SOSIAL Laura Tri Agustin; Jason Christian Adam; Johanna Teresa Verisya
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37565

Abstract

Early childhood education, encompassing both formal and informal settings such as Sunday schools, plays a crucial role in shaping quality individuals. An ergonomic learning environment is paramount for educational effectiveness and the holistic development of children's potential. This study addresses the challenge of enhancing the ergonomic comfort of Sunday school classrooms at Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sunter, North Jakarta, particularly in the context of participant density and spatial limitations. The research aimed to (1) identify the current ergonomic comfort level of existing classrooms and (2) propose functional and safe spatial layouts for children. A participatory and evaluative approach was employed through three stages: data collection and field survey, problem mapping and analysis, and solution design and proposal. Survey findings revealed that fluctuating participant numbers posed a significant challenge to spatial arrangement. Based on this analysis, three alternative classroom layouts were developed, tailored to participant capacity and activity types: a "U" configuration for high density (maximum 30 children), an auditorium and cluster configuration for medium density (maximum 24 children), and a circular configuration for low density (maximum 18 children). These proposed configurations were designed by considering their respective advantages and disadvantages to foster a more comfortable and conducive learning environment that optimizes interaction and learning for the children attending GKI Sunter's Sunday school. Pendidikan anak usia dini, baik formal maupun informal seperti sekolah minggu, memegang peranan krusial dalam pembentukan individu berkualitas. Lingkungan belajar yang ergonomis sangat memengaruhi efektivitas pendidikan dan pengembangan potensi anak secara holistik. Studi ini berfokus pada peningkatan kenyamanan ergonomi ruang kelas sekolah minggu di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sunter, Jakarta Utara, yang menghadapi tantangan kepadatan peserta dan keterbatasan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kenyamanan ergonomi ruang kelas yang ada, serta merancang usulan tata letak ruang yang fungsional dan aman bagi anak-anak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan evaluatif melalui tiga tahapan: pengumpulan data dan survei lapangan, pemetaan dan analisis masalah, serta perancangan dan usulan solusi. Hasil survei menunjukkan bahwa variasi jumlah peserta sekolah minggu menjadi kendala utama dalam penataan ruang. Berdasarkan analisis, diusulkan tiga alternatif tata letak ruang kelas yang mempertimbangkan kapasitas peserta dan jenis kegiatan: konfigurasi "U" untuk kepadatan tinggi (maksimal 30 anak), konfigurasi auditorium dan kelompok untuk kepadatan sedang (maksimal 24 anak), dan konfigurasi lingkaran untuk kepadatan rendah (maksimal 18 anak). Ketiga konfigurasi ini dirancang dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, kondusif, dan mendukung interaksi serta pembelajaran optimal bagi anak-anak sekolah minggu di GKI Sunter.
PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN LABA RUGI DAN TOKO ONLINE “JW.SPEEDSHOP” Agnes Andrea; Hendro Lukman
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37566

Abstract

ABSTRACT The rapid development of technology is driving economic growth, leading to the emerge of many Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) that operate through digital platforms (e-commerce). In their operational activities, digital MSMEs often face constrains in implementing financial literacy, particularly in applying accurate expense recording, calculating profit and loss, and separating personal funds from business funds. A similar problem was experienced by the author’s partner, JW.SPEEDSHOP, in the implementation of this Community Service Programme. As a solution to the partner’s problem, the author provided training on the structure of a profit and loss statement, the definitions of expenses, revenue, and profit, as well as methods for separating personal and business funds. The training was carried out in three stages: the delivery of material, provision of a profit and loss statement framework reference, discussion between author and partner on ways of recording revenue and expenses, and the creation of the partner’s profit and loss report for one month period during September 2025. Based on the results of the profit and loss Statement prepared by the partner, along with the partner’s response regarding their level of understanding, it can be concluded that the partner was able to understand the training material delivered by the author.   Perkembangan pesat teknologi mendorong pertumbuhan ekonomi yang memunculkan banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi melalui platform digital (e-commerce). Dalam kegiatan operasionalnya, UMKM digital sering mengalami kendala dalam menerapkan literasi finansial, terutama dalam menerapkan pencatatan beban, perhitungan laba rugi, serta pemisahan dana pribadi dengan dana usaha. Masalah yang serupa dialami oleh mitra Tim PKM, yaitu JW.SPEEDSHOP dalam pelaksanaan PKM ini. Sebagai solusi dari permasalahan mitra, Tim PKM memberikan pelatihan mengenai susunan laporan laba rugi, definisi beban, pendapatan, dan laba, serta metode pemisahan dana pribadi dengan dana usaha. Pelatihan dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu: pemberian materi, pemberian referensi kerangka laporan laba rugi, diskusi mengenai pencatatan pendapatan dan beban yang terjadi, serta pembuatan laporan laba rugi mitra untuk periode 1 bulan selama bulan September 2025.  Melalui hasil pembuatan laporan laba rugi oleh mitra yang disertai dengan hasil respons mitra terhadap tingkat pemahaman mitra, dapat disimpulkan bahwa mitra mampu memahami materi pelatihan yang telah Tim PKM sampaikan. 
PENGENALAN PERBEDAAN PERUSAHAAN JASA, DAGANG, DAN MANUFAKTUR BAGI SISWA/I SMP RICCI 1 JAKARTA Amin Wijoyo; Steven Wiryajaya; Richard Edbert
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37567

Abstract

This Community Service Program (PKM) was conducted to introduce the differences between service, trading, and manufacturing companies to students of SMP Ricci 1 Jakarta. The activity was motivated by the low interest and understanding of students toward basic accounting, which is often perceived as too theoretical and difficult to relate to real-life situations. Therefore, the program was designed to provide a contextual and interactive learning experience that helps students easily understand fundamental accounting concepts. The activity was implemented through a face-to-face interactive teaching approach, combining material delivery with educational games using the Kahoot platform as an evaluation tool. The session took place on October 6, 2025, and was attended by 28 students. The evaluation results showed that 17 students achieved an accuracy level above 80%, and 10 students scored between 60–80%, indicating a significant improvement in their understanding of the topic. The activity also proved effective in increasing learning motivation through the use of digital-based interactive methods. In conclusion, this PKM successfully enhanced students’ basic accounting literacy while creating an engaging and enjoyable learning environment for middle school students. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan perbedaan antara perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur kepada siswa-siswi SMP Ricci 1 Jakarta. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap akuntansi dasar yang dianggap terlalu teoritis dan sulit dihubungkan dengan kehidupan nyata. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan interaktif agar siswa lebih mudah memahami konsep dasar akuntansi. Metode pelaksanaan dilakukan secara tatap muka dengan pendekatan dua arah, di mana penyampaian materi dikombinasikan dengan permainan edukatif menggunakan platform Kahoot sebagai alat evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2025 dan diikuti oleh 28 siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 17 siswa memperoleh tingkat kebenaran jawaban di atas 80% dan 10 siswa berada pada kisaran 60–80%, yang menandakan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi. Kegiatan ini juga terbukti efektif dalam menumbuhkan minat belajar melalui penggunaan media pembelajaran berbasis digital. Dengan demikian, PKM ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi akuntansi dasar, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan aplikatif bagi siswa sekolah menengah.
PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN BERBAGAI VARIAN PRODUK MATCHA SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL Ferdi; Henny
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37568

Abstract

This article aims to analyze the calculation of the cost of goods sold (COGS) for various matcha product variants as the basis for determining selling prices in order to achieve optimal profit and maintain market competitiveness. The background of this study lies in the increasing trend of matcha-based beverage consumption, which encourages micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to innovate by presenting diverse matcha products with different formulations, flavors, and packaging. However, most MSME owners still determine selling prices based on estimation without accurate production cost calculations, often resulting in inappropriate pricing and unstable or minimal profit margins. This article applies a descriptive quantitative approach by collecting data through observation, interviews, and documentation of production cost components, including raw materials, direct labor, and overhead costs. The analysis uses the full costing method to calculate total production costs and determine the ideal selling price for each matcha variant. The results show that accurate COGS calculation helps business owners set fair, competitive, and sustainable selling prices. Furthermore, understanding and applying the full costing method play an important role in cost control, financial management, and decision-making related to product pricing strategies. Therefore, a systematic COGS analysis becomes a key factor in improving efficiency, business resilience, and profitability optimization in the beverage industry. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok penjualan (HPP) pada berbagai varian produk matcha sebagai dasar penentuan harga jual guna mencapai keuntungan optimal dan menjaga daya saing di pasaran. Latar belakang artikel ini adalah meningkatnya tren konsumsi minuman berbasis matcha yang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berinovasi dengan menghadirkan berbagai varian produk matcha dengan formulasi, rasa, dan kemasan yang berbeda. Namun, sebagian besar pelaku UMKM masih menentukan harga jual berdasarkan perkiraan tanpa perhitungan biaya produksi yang akurat, sehingga sering menimbulkan harga jual yang tidak sesuai dan margin keuntungan yang kecil atau tidak stabil. artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi terhadap komponen biaya produksi yang meliputi bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead . Analisis ini dilakukan menggunakan metode full costing untuk menghitung total biaya produksi dan menentukan harga jual yang ideal pada setiap varian matcha. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa perhitungan HPP yang tepat dapat membantu pelaku usaha menetapkan harga jual yang wajar, kompetitif, dan berkelanjutan. Selain itu, pemahaman serta penerapan metode full costing berperan penting dalam pengendalian biaya, pengelolaan keuangan, serta pengambilan keputusan terkait strategi penetapan harga produk. Dengan demikian, analisis HPP yang sistematis menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi, ketahanan usaha, dan optimalisasi keuntungan di industri minuman.