cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 832 Documents
PEMERIKSAAN SPIROMETRI SEBAGAI UPAYA SKRINING GANGGUAN VENTILASI PARU PADA POPULASI LANSIA Enny Irawaty; Alexander Halim Santoso; Ayleen Nathalie Jap; Stanislas Kotska Marvel Mayello Teguh
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38858

Abstract

Age-related physiological changes in the respiratory system contribute to a progressive decline in lung function and increase the risk of ventilatory impairment among older adults. This community service program aimed to conduct spirometry-based screening for the early detection of pulmonary ventilatory disorders in older adults. The program was implemented using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach, integrating spirometry examinations with respiratory health education. A total of 38 older adults with a mean age of 77.29±7.49 years participated in the program. The mean Forced Vital Capacity (FVC) was 47.97±20.12%, while the mean Forced Expiratory Volume in One Second (FEV₁) was 56.63±23.62%. The mean FEV₁/FVC ratio was 1.20±0.17. Reduced FVC and FEV₁ values indicated a decline in ventilatory capacity among a proportion of participants, whereas the relatively preserved FEV₁/FVC ratio suggested that airflow obstruction was not the predominant pattern. Community-based spirometry screening combined with health education may facilitate early identification of respiratory impairment and improve awareness of strategies for maintaining lung health. Such an approach may contribute to preserving functional capacity, independence, and quality of life among older adults. ABSTRAK Perubahan fisiologis sistem respirasi akibat proses penuaan dapat menyebabkan penurunan fungsi paru dan meningkatkan risiko gangguan ventilasi pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining fungsi paru menggunakan spirometri sebagai upaya deteksi dini gangguan ventilasi paru pada lansia. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) yang mengintegrasikan pemeriksaan spirometri dan edukasi kesehatan respirasi. Sebanyak 38 lansia dengan rerata usia 77,29±7,49 tahun mengikuti kegiatan. Parameter yang diperiksa meliputi Forced Vital Capacity (FVC), Forced Expiratory Volume in One Second (FEV₁), dan rasio FEV₁/FVC. Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata nilai FVC sebesar 47,97±20,12%, FEV₁ sebesar 56,63±23,62%, dan rasio FEV₁/FVC sebesar 1,20±0,17. Nilai FVC dan FEV₁ yang rendah menunjukkan adanya penurunan kapasitas ventilasi paru pada sebagian peserta, sedangkan rasio FEV₁/FVC mengindikasikan bahwa gangguan obstruktif bukan merupakan pola dominan. Skrining spirometri berbasis komunitas yang disertai edukasi kesehatan berpotensi mendukung deteksi dini gangguan respirasi, meningkatkan kesadaran kesehatan paru, serta membantu mempertahankan kapasitas fungsional dan kualitas hidup lansia.
PENDAMPINGAN AKTIVASI AKUN CORETAX DAN PELAPORAN SPT TAHUNAN PRIBADI KARYAWAN Linda Santioso; Annabella Nathalie Ibrahim; Eryca Sutrisno
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.39126

Abstract

The deadline for filing the Annual Individual Income Tax Return (Annual Tax Return) for the 2025 Tax Year was March 31, 2026. The implementation of the Directorate General of Taxes (DGT) Coretax system has presented challenges for employees in independently activating their accounts and filing their Annual Tax Returns, particularly in companies with a large number of employees. This community service activity aimed to improve employees’ ability to activate their DGT Coretax accounts and electronically file their Individual Annual Tax Returns. The activity was conducted at one company with approximately 40 employees and was represented by 7 participants. The activity methods included education on Annual Tax Return obligations, demonstrations and hands-on practice in Coretax account activation, assistance in completing the Annual Tax Return, and verification of filing results. Evaluation was conducted through observation of participants’ practices, verification of data completeness, comparison of participants’ abilities before and after the assistance, and verification of successful account activation and issuance of the Electronic Receipt (Bukti Penerimaan Elektronik/BPE). The results showed that all 7 participants who received assistance successfully completed the Coretax account activation process and gained an understanding of how to complete their Annual Tax Returns based on their respective tax data. The measurable achievements were demonstrated by successful account activation, preparation of the required tax data, completion of the Annual Tax Return, and issuance of the Electronic Receipt (BPE) for participants who completed the filing process. This activity helped reduce employees’ difficulties in transitioning from the previous tax filing mechanism to the DGT Coretax system and improved their readiness to fulfill their Annual Tax Return filing obligations electronically. ABSTRAK Batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun Pajak 2025 adalah 31 Maret 2026. Implementasi sistem Coretax DJP menimbulkan tantangan bagi karyawan dalam melakukan aktivasi akun dan pelaporan SPT secara mandiri, khususnya pada perusahaan dengan jumlah karyawan yang besar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan karyawan dalam mengaktifkan akun Coretax DJP dan melaporkan SPT Tahunan Orang Pribadi secara elektronik. Kegiatan dilaksanakan pada satu perusahaan dengan jumlah sekitar 40 karyawan dan diwakili oleh 7 peserta. Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai kewajiban SPT Tahunan, demonstrasi dan praktik langsung aktivasi akun Coretax, pendampingan pengisian SPT, serta verifikasi hasil pelaporan. Evaluasi dilakukan melalui observasi praktik, pemeriksaan kelengkapan data, perbandingan kemampuan sebelum dan sesudah pendampingan, serta verifikasi keberhasilan aktivasi akun dan Bukti Penerimaan Elektronik (BPE). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 7 peserta yang mengikuti pendampingan dapat menyelesaikan proses aktivasi akun Coretax dan memperoleh pemahaman dalam pengisian SPT Tahunan sesuai data perpajakan masing-masing. Capaian terukur kegiatan ditunjukkan oleh keberhasilan aktivasi akun, tersusunnya data yang diperlukan untuk pelaporan, terselesaikannya pengisian SPT, dan diperolehnya BPE bagi peserta yang menyelesaikan pelaporan. Kegiatan ini membantu mengurangi kendala karyawan dalam beralih dari mekanisme pelaporan sebelumnya ke sistem Coretax DJP serta meningkatkan kesiapan karyawan dalam memenuhi kewajiban pelaporan SPT Tahunan secara elektronik.