cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 818 Documents
PENGUATAN ETIKA PROFESI DAN INDEPENDENSI AUDITOR MELALUI PROGRAM EDUKASI BERKELANJUTAN DI KAP H DAN REKAN Henryanto Wijaya; Metio Alberto; Nicholas Richardson
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38747

Abstract

Public accounting profession in Indonesia faces significant challenges in maintaining credibility and public trust, particularly regarding professional ethics and auditor independence. Various accounting scandals, including Enron, WorldCom, PT SNP Finance, and PT Hanson International Tbk, highlight the vulnerability of auditors to ethical violations. This community service program (PKM) was conducted at KAP H dan Rekan, a leading public accounting firm in Indonesia with more than 600 employees across Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, and Sidoarjo. The program aimed to strengthen professional ethics and auditor independence through a structured, six-month continuing education program. A mixed-methods action research design was employed, involving pre-assessment surveys and in-depth interviews, intensive workshops, ethical dilemma simulations, group discussions, and post-assessment evaluations. Target participants were 80–100 auditors at various hierarchical levels, selected through purposive sampling. Materials were based on five ethical principles from the Indonesian Accountants' Code of Ethics 2025. The results showed a significant improvement in auditors' understanding and application of integrity, objectivity, professional competence, confidentiality, and professional behavior. Pre-test and post-test comparisons confirmed measurable gains in knowledge and behavioral change. The program successfully fostered a more ethical and independent work culture within KAP H dan Rekan. Mandatory program outputs including a scientific article indexed in SINTA, an ethics training module (intellectual property), and a replicable continuing education prototype were all achieved as targeted. ABSTRAK Profesi akuntan publik di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat, khususnya terkait etika profesi dan independensi auditor. Berbagai skandal akuntansi seperti Enron, WorldCom, PT SNP Finance, dan PT Hanson International Tbk menunjukkan rentannya profesi auditor terhadap pelanggaran etika. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di KAP H dan Rekan, salah satu KAP terkemuka di Indonesia dengan lebih dari 600 karyawan yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Sidoarjo. Program ini bertujuan untuk memperkuat etika profesi dan independensi auditor melalui program edukasi berkelanjutan yang terstruktur selama enam bulan. Metode penelitian menggunakan desain action research berbasis mixed-methods, yang mencakup pre-assessment melalui survei dan wawancara mendalam, implementasi program berupa workshop intensif, simulasi dilema etika, diskusi kelompok, dan post-assessment untuk mengukur efektivitas program. Target peserta adalah 80–100 auditor dari berbagai tingkatan jabatan yang dipilih secara purposive sampling. Materi pembelajaran berlandaskan lima prinsip dasar etika dari Kode Etik Akuntan Indonesia 2025. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan implementasi prinsip integritas, objektivitas, kompetensi profesional, kerahasiaan, dan perilaku profesional. Perbandingan pre-test dan post-test mengonfirmasi adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku yang terukur. Program berhasil membangun budaya kerja yang lebih etis dan independen di lingkungan KAP H dan Rekan. Seluruh luaran wajib program, yaitu artikel ilmiah terindeks SINTA, modul pelatihan etika (HKI), dan prototipe program edukasi berkelanjutan, telah tercapai sesuai target.
KOMUNIKASI PUBLIK DIGITAL UNTUK PERTUMBUHAN STRATEGI PEMASARAN PADA LUCKY FINGERS CAFE Rini Tri Hastuti; Gilbert Wibisono; Angel Virgiani
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38748

Abstract

Digital marketing is a highly relevant solution to address this shift in consumer behavior. In introducing digital marketing, social media platforms like Instagram, Facebook, TikTok, and Twitter can be utilized to interact with customers, promote products, and build brands. With consistency in content and visual aesthetics, businesses can create a strong business identity and remind customers of their existence. Social media is not only a platform for sharing and interacting, but it can also be an effective platform for promoting or advertising your products or business daring and communicating directly with consumers. The role of social media will certainly be very helpful for Lucky Fingers Cafe's business. The changing lifestyle of people who like to hang out in coffee shops while chatting accompanied by the delicious taste of coffee has become a lifestyle today. Therefore, Lucky Fingers Cafe's business opportunities are increasingly visible. The topic of the PKM that we will be conducting is mentoring in providing literacy on business development strategies using social media. Our partner is Lucky Fingers Cafe in West Jakarta. With this mentoring, it is hoped that the Partner's business will continue to grow. The success of the Lucky Fingers Cafe coffee shop business is one of the positive effects of the free use of social media, as it allows them to freely promote their Lucky Fingers Cafe without incurring significant costs. The training and mentoring activities received excellent appreciation from the partner. The mentoring sessions and discussions yielded valuable new insights for the partner's business continuity. An evaluation by the PKM team concluded that the activity benefited the partner by enhancing their understanding of how to leverage social media to support business continuity. ABSTRAK Digital marketing merupakan solusi yang sangat relevan dalam menghadapi perubahan perilaku pelanggan ini. Dalam pengenalan digital marketing, dapat memanfaatkan platform media digital seperti Instagram, Facebook, Tik-Tok dan Twitter untuk berinteraksi dengan pelanggan, memadvertensikan produk, dan membangun merek. Dengan konsistensi dalam konten dan estetika visual, pelaku bisnis dapat menciptakan identitas bisnis yang kuat dan mengingatkan pelanggan tentang keberadaan mereka. Social media tidak hanya menjadi wadah berbagi dalam berinteraksi atau berkomunikasi tetapi dapat juga menjadi wadah yang efektif untuk melakukan advertensi atau mengiklankan produk atau bisnis anda secara daring serta dapat berkomunikasi langsung dengan pelanggannya. Peranan sosial media juga tentunya akan sangat membantu dalam bisnis Lucky Fingers Cafe. Perubahan gaya hidup masyarakat yang suka nongkrong di kedai kopi sambil ngobrol di temani kelezatan cita rasa dari kopi hal itu pun sudah menjadi gaya hidup masyarakat saat ini. Sehingga peluang bisnis Lucky Fingers Cafe pun semakin terlihat. Topik PKM yang akan kami lakukan adalah bimbingan dalam memberikan literasi strategi pertumbuhan bisnis dengan menggunakan media digital. Partner kerjasama kami adalah adalah bisnis Lucky Fingers Cafe di daerah Jakarta Barat. Dengan bimbingan ini diharapkan bisnis Partner kerjasama akan semakin berkembang . Kesuksesan bisnis kedai kopi atau Lucky Fingers Cafe adalah salah satu hasil efek positif dari bebas nya penggunaan sosial media, karena dengan adanya sosial media mereka bebas pula untuk memadvertensikan Lucky Fingers Cafe-nya tanpa mengeluarkan biaya besar. Kegiatan pelatihan dan bimbingan yang telah dilaksanakan mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari pihak Partner kerjasama. Hasil bimbingan dan diskusi menghasilakn masukan baru yang bermanfaat bagi kelangsungan bisnis pihak partner kerjasama. Evaluasi yang dilakukan oleh tim PKM menyimpulkan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi partner kerjasama dalam menggali pengetahuan akan pemanfaatan media social untuk mendukung kelangsungan bisnis
PENGUATAN POLA PIKIR KEWIRAUSAHAAN MELALUI PENDEKATAN PROBLEM–SOLUTION DAN VALUE PROPOSITION PADA SISWA SMA Lydiawati Soelaiman; Albert Edison
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38750

Abstract

This community service activity was motivated by the limited understanding among high school students in developing business ideas based on real needs. Students tend to focus on solutions or products without first identifying customer problems, resulting in business ideas that are less relevant and difficult to sustain. Therefore, this activity aimed to enhance students’ understanding of entrepreneurship concepts based on the problem–solution approach and value proposition as a foundation for developing market-oriented business ideas. The activity was conducted at SMA Maitreyawira School Jakarta and involved 38 students. An educative-participatory approach was employed through interactive presentations and hands-on exercises. The learning materials covered customer-oriented thinking, problem identification, solution development, and value proposition formulation. During the practice session, students worked in groups to identify problems they encountered in the school environment and subsequently designed solutions and value propositions based on those problems. The results showed that almost all students were able to identify problems more specifically and connect them with relevant solutions. In addition, students actively participated throughout the activity and demonstrated an improved understanding of the importance of developing business ideas based on real needs and problems they experience in their daily lives. The activity contributed to fostering a more critical, systematic, and practical entrepreneurial mindset, thereby supporting the development of entrepreneurial competencies among students from an early age. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman siswa sekolah menengah dalam mengembangkan ide bisnis yang berbasis kebutuhan nyata. Siswa cenderung berfokus pada solusi atau produk tanpa terlebih dahulu mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh pelanggan, sehingga ide yang dihasilkan kurang relevan dan sulit dikembangkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep kewirausahaan berbasis problem–solution dan value proposition sebagai dasar dalam pengembangan ide bisnis yang berorientasi pada kebutuhan pasar. Kegiatan dilaksanakan untuk SMA Maitreyawira School Jakarta dengan melibatkan 38 siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyampaian materi interaktif dan latihan langsung. Materi yang diberikan mencakup konsep customer-oriented, identifikasi masalah, penyusunan solusi, dan perumusan value proposition. Pada sesi praktik, siswa secara berkelompok mengidentifikasi permasalahan yang mereka alami di lingkungan sekolah, kemudian merancang solusi dan nilai yang ditawarkan berdasarkan permasalahan tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa hampir semua siswa mampu mengidentifikasi permasalahan secara lebih spesifik dan menghubungkannya dengan solusi yang relevan. Selain itu, siswa menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung serta peningkatan pemahaman mengenai pentingnya memulai ide bisnis dari kebutuhan dan permasalahan nyata yang mereka alami. Kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk pola pikir kewirausahaan yang lebih kritis, sistematis, dan aplikatif, sehingga mendukung penguatan kompetensi kewirausahaan siswa sejak dini.
PELATIHAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING PADA PT CEMARA HIJAU SERASI Yuniarwati; Richard Edbert; Karen Vincentcia
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38751

Abstract

PT Cemara Hijau Serasi (PT CHS) is a manufacturing company engaged in the production of building materials, particularly rain gutters. In response to increasing market competition and growing demand for construction materials, the company requires accurate production cost calculations to support managerial decision-making and pricing strategies. However, company staff have limited understanding of cost calculation methods capable of generating more accurate cost information. Therefore, this Community Service Program (PKM) aimed to provide training on the implementation of the Activity Based Costing (ABC) method in calculating product costs. The program was conducted through lectures, discussions, and hands-on calculation exercises. The training materials covered the fundamentals of production costs, identification of activities and cost drivers, and the application of the ABC method in determining production costs. The results indicate that participants showed high enthusiasm and actively engaged throughout the training sessions. Evaluation results demonstrated an improvement in participants’ understanding of the concepts and application of the ABC method in production cost calculations. This training is expected to assist the company in improving cost calculation accuracy, enhancing operational efficiency, and supporting better managerial decision-making. Furthermore, the program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) through human resource capacity development and SDG 12 (Responsible Consumption and Production) through more efficient and responsible production cost management. ABSTRAK PT Cemara Hijau Serasi (PT CHS) merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi bahan bangunan, khususnya talang air. Dalam menghadapi persaingan pasar dan meningkatnya kebutuhan bahan bangunan, perusahaan perlu melakukan perhitungan biaya produksi secara akurat untuk mendukung pengambilan keputusan dan penetapan harga yang tepat. Namun, staf perusahaan masih memiliki keterbatasan dalam memahami metode perhitungan biaya yang mampu menghasilkan informasi biaya secara lebih akurat. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai penerapan metode Activity Based Costing (ABC) dalam perhitungan harga pokok produksi. Kegiatan dilaksanakan pada PT CHS melalui metode penyampaian materi, diskusi, dan praktik perhitungan secara langsung. Materi pelatihan mencakup konsep dasar biaya produksi, identifikasi aktivitas dan cost driver, serta penerapan metode ABC dalam menghitung harga pokok produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti pelatihan dengan antusias dan berpartisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dan penerapan metode ABC dalam perhitungan biaya produksi. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu perusahaan meningkatkan akurasi perhitungan biaya, mendukung efisiensi operasional, serta memperkuat pengambilan keputusan manajerial. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan biaya produksi yang lebih efisien dan bertanggung jawab.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN AI PADA PELAKU UMKM MELALUI IMPLEMENTASI JOTFORM SEBAGAI PENDUKUNG LAYANAN PELANGGAN DAN PEMASARAN Viny Christanti Mawardi; Eryca Dhamma Shanty; William Christian Spencer
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38752

Abstract

Artificial intelligence (AI) offers substantial opportunities for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to optimize digital marketing and customer service, yet most MSME actors in Indonesia still use generative AI tools such as ChatGPT and Canva AI only for simple content creation, without leveraging AI for customer data analysis or service automation. This community service activity was carried out in Belitung in partnership with UPT PLUT UMKM Kabupaten Belitung, aiming to improve MSME actors’ understanding of AI for business and to introduce Jotform as a no-code AI Agent platform for automated marketing and customer service. The method consisted of four stages: needs analysis, chatbot prototype design, hands-on workshop training with pre-test and post-test instruments, and post-training mentoring. Quantitative results from 18 MSME participants show that basic understanding of AI for business increased from 72% (13 of 18 respondents) before training to 94% (17 of 18 respondents) after training, an increase of 22 percentage points. After training, participants rated their understanding of AI-based digital marketing at an average of 3.94 out of 5, confidence in creating promotional content independently at 4.33, and overall training satisfaction at 4.61, while 100% of participants stated they intended to use AI routinely in their business and would recommend the training to other MSME actors. These findings indicate that the limited use of AI among MSMEs stems primarily from a literacy gap rather than technical barriers, and that structured, hands-on training can effectively close this gap. ABSTRAK Kecerdasan buatan (AI) membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan pemasaran digital dan layanan pelanggan, namun sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia masih memanfaatkan AI generatif seperti ChatGPT dan Canva AI sebatas untuk pembuatan konten sederhana, tanpa memanfaatkannya untuk analisis data pelanggan maupun otomasi layanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Belitung bekerja sama dengan UPT PLUT UMKM Kabupaten Belitung, bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap AI untuk bisnis serta memperkenalkan Jotform sebagai platform no-code AI Agent untuk otomasi pemasaran dan layanan pelanggan. Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan prototype chatbot, workshop pelatihan hands-on dengan instrumen pre-test dan post-test, serta pendampingan pasca pelatihan. Hasil kuantitatif terhadap 18 pelaku UMKM peserta menunjukkan bahwa pemahaman dasar tentang AI untuk bisnis meningkat dari 72% (13 dari 18 responden) sebelum pelatihan menjadi 94% (17 dari 18 responden) setelah pelatihan, atau meningkat sebesar 22 poin persentase. Setelah pelatihan, peserta menilai pemahaman mereka terhadap pemasaran digital berbasis AI rata-rata 3,94 dari skala 5, kepercayaan diri membuat konten promosi mandiri 4,33, dan kepuasan terhadap pelatihan secara keseluruhan 4,61, sementara 100% peserta menyatakan berencana menggunakan AI secara rutin dalam bisnisnya dan bersedia merekomendasikan pelatihan ini kepada pelaku UMKM lain. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbatasan pemanfaatan AI di kalangan UMKM terutama disebabkan oleh kesenjangan literasi, bukan semata kendala teknis, dan bahwa pelatihan terstruktur berbasis praktik langsung efektif menjembatani kesenjangan tersebut.
PELATIHAN PEMBUATAN FINANCIAL STATEMENT PADA TOKO MAZ WON DI JAKARTA BARAT Andi Wijaya; Ferdyanto Gunawan; Kelvin
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38753

Abstract

Preparing an income statement regularly and based on adequate transaction data is essential for accurately reflecting the business's financial position. A well-prepared report also enhances transparency and accountability in financial management. Such information benefits not only the owner but also facilitates interactions with external parties—such as business partners, financial institutions, and government agencies—regarding tax administration requirements. To address these needs, a Community Service (PKM) initiative was conducted at Toko Maz Won in West Jakarta, focusing on training for income statement preparation. The program was designed to help the business partner overcome challenges related to transaction recording, which had previously not been performed systematically. Initially, sales and expense transactions were recorded in a rudimentary manner, leaving the owner without sufficient information regarding generated profits or cash flow trends. The training emphasized practical skills that could be immediately applied to the shop's operations. The owner gained an understanding of daily transaction recording, the classification of transactions based on revenue and expense characteristics, and the steps involved in preparing a simple income statement. The training materials were complemented by hands-on practice using actual business transaction data, enabling the partner to grasp the practical application within the specific context of Toko Maz Won. The initiative yielded several deliverables for the partner's continued use after the program concluded: a daily transaction recording format and a simple income statement template. Through this practical training, the owner of Toko Maz Won became capable of identifying and classifying transactions by revenue and expense categories and preparing income statements based on their business data. These skills provide the owner with the foundation to determine profits earned over a specific period and to evaluate the utilization of operational costs. Penyusunan laporan laba rugi secara teratur dan berdasarkan data transaksi yang memadai diperlukan agar informasi yang dihasilkan dapat menggambarkan keadaan usaha secara lebih tepat. Laporan yang disusun dengan baik juga dapat meningkatkan keterbukaan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan. Informasi tersebut tidak hanya bermanfaat bagi pemilik, tetapi juga dapat digunakan ketika usaha berhubungan dengan pihak lain, seperti mitra bisnis, lembaga pembiayaan, maupun pemerintah dalam memenuhi kebutuhan administrasi perpajakan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan melalui pelatihan penyusunan laporan laba rugi pada Toko Maz Won, Jakarta Barat. Program ini dirancang untuk membantu mitra mengatasi kendala dalam pencatatan transaksi yang selama ini belum dilakukan secara teratur. Berdasarkan kondisi awal usaha, transaksi penjualan dan pengeluaran masih dicatat secara sederhana sehingga pemilik belum memperoleh informasi yang memadai mengenai laba yang dihasilkan maupun perkembangan arus kas usaha. Pelaksanaan pelatihan diarahkan pada penguasaan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan operasional toko. Pemilik usaha diberikan pemahaman mengenai pencatatan transaksi harian, pengelompokan transaksi berdasarkan karakteristik pendapatan dan beban, serta tahapan penyusunan laporan laba rugi sederhana. Materi tersebut disertai dengan praktik menggunakan data transaksi usaha agar mitra dapat memahami penerapannya secara langsung sesuai dengan kondisi Toko Maz Won. Kegiatan ini menghasilkan beberapa luaran yang dapat dimanfaatkan oleh mitra setelah program selesai, yaitu format pencatatan transaksi harian dan template laporan laba rugi sederhana. Melalui praktik yang dilakukan, pemilik Toko Maz Won juga telah mampu mengidentifikasi dan mengelompokkan transaksi sesuai dengan jenis pendapatan maupun beban serta menyusun laporan laba rugi berdasarkan data usahanya. Kemampuan tersebut memberikan dasar bagi pemilik untuk mengetahui laba yang diperoleh dalam suatu periode dan melakukan penilaian terhadap penggunaan biaya operasional.
PELATIHAN JURNAL TRANSAKSI PERUSAHAAN JASA DI SMP KRISTEN YUSUF Elsa Imelda; Calista Angelica Tan
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38755

Abstract

Basic accounting education plays an important role in shaping students' logical, careful, and systematic thinking skills. One of the fundamental accounting topics that needs to be introduced at the junior high school level is transaction journal recording for service companies, as it serves as the initial foundation for understanding the accounting cycle. However, students often face difficulties in analyzing transactions, identifying affected accounts, and determining debit and credit positions due to limited practice-based learning. This community service activity aims to improve the understanding and skills of students at SMP Kristen Yusuf in recording service company transactions into a general journal. The activity is implemented through practical training consisting of material presentation, discussion, case study analysis, and direct practice in preparing transaction journals. This training is expected to help students understand basic accounting concepts more systematically, improve their financial literacy, and build foundational skills that are useful for further learning and future work readiness. This training is also expected to contribute to the implementation of the SDGs in the education sector in Indonesia. Pendidikan akuntansi dasar memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis, teliti, dan sistematis pada peserta didik. Salah satu materi dasar akuntansi yang perlu diperkenalkan pada jenjang sekolah menengah pertama adalah jurnal transaksi perusahaan jasa, karena materi ini menjadi fondasi awal dalam memahami siklus akuntansi. Namun, siswa sering mengalami kesulitan dalam menganalisis transaksi, mengidentifikasi akun yang terpengaruh, serta menentukan posisi debit dan kredit karena terbatasnya pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMP Kristen Yusuf dalam mencatat transaksi perusahaan jasa ke dalam jurnal umum. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan berbasis praktik yang meliputi penyampaian materi, diskusi, analisis studi kasus, dan latihan langsung penyusunan jurnal transaksi. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep dasar akuntansi secara lebih sistematis, meningkatkan literasi keuangan, serta membentuk keterampilan dasar yang bermanfaat untuk pembelajaran lanjutan dan kesiapan menghadapi dunia kerja di masa depan. Pelatihan ini juga diharapkan memberikan sumbangsih pelaksanaan SDGs bidang pendidikan di Indonesia
PEMASARAN ONLINE UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA USAHA KULINER DI DURI KEPA JAKARTA BARAT Herman Ruslim; Jessica Maria Kusuma M; Angelica Cipto
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38756

Abstract

Advancements in information technology and the widespread use of the internet have transformed consumer patterns regarding information acquisition and transaction execution. This shift has prompted Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs)—particularly in the culinary sector—to adapt by integrating digital technology into their marketing strategies. Online marketing offers businesses opportunities to expand their promotional reach, enhance customer interaction, and facilitate easier access to information and purchasing for consumers. This Community Service (PKM) initiative was conducted with culinary businesses in Duri Kepa, West Jakarta, aiming to improve the partners' understanding and skills in implementing digital marketing strategies. The program was executed through several stages: material presentation, education, tutorials, hands-on practice, discussions, and mentoring. The material covered fundamental digital marketing concepts, social media utilization, promotional content creation, the use of online marketplaces, and the optimization of app-based food delivery services. The results indicate an improvement in the partners' understanding and readiness to utilize digital media for marketing purposes. Partners became capable of creating more informative and engaging promotional content, managing social media more strategically, and understanding how to use marketplaces and delivery services to expand their market reach. Mentoring also helped partners recognize the importance of consistency in digital promotion and the need to align marketing strategies with consumer demands. Implementing online marketing strategies provides opportunities for partners to acquire new customers, increase product visibility, and boost sales potential. Thus, this PKM activity has positively contributed to enhancing the partners' knowledge and skills in leveraging digital technology for business development. Consistent application of digital marketing is expected to strengthen competitiveness and support the long-term sustainability of these culinary businesses. Perkembangan teknologi informasi dan penggunaan internet yang semakin luas telah mengubah pola konsumen dalam memperoleh informasi dan melakukan transaksi. Kondisi tersebut mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner, untuk beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pemasaran. Pemasaran online memberikan peluang bagi usaha untuk memperluas jangkauan promosi, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, serta mempermudah konsumen dalam memperoleh informasi dan melakukan pembelian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada usaha kuliner di Duri Kepa, Jakarta Barat, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam menerapkan strategi pemasaran digital. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi, edukasi, tutorial, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar digital marketing, pemanfaatan media sosial, pembuatan konten promosi, penggunaan marketplace, serta optimalisasi layanan pesan antar berbasis aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesiapan mitra dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Mitra mulai mampu membuat konten promosi yang lebih informatif dan menarik, mengelola media sosial secara lebih terarah, serta memahami penggunaan marketplace dan layanan pesan antar untuk memperluas jangkauan pasar. Pendampingan juga membantu mitra mengenali pentingnya konsistensi dalam melakukan promosi digital dan menyesuaikan strategi pemasaran dengan kebutuhan konsumen. Penerapan strategi pemasaran online memberikan peluang bagi mitra untuk memperoleh pelanggan baru, meningkatkan visibilitas produk, serta mendukung peningkatan potensi penjualan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengoptimalkan teknologi digital sebagai strategi pengembangan usaha. Penerapan pemasaran digital secara konsisten diharapkan dapat memperkuat daya saing dan mendukung keberlanjutan usaha kuliner.