cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 832 Documents
PEMBUATAN WEBSITE UNTUK UMKM GUDEG JOGJA DIAJENG Reinerius S. D. Kristiantoro; Teny Handhayani; Wasino; Desi Arisandi; Irvan Lewenuisa; Jeanny Pragantha
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38026

Abstract

Gudeg Jogja Diajeng is a culinary business that still faces challenges in its ordering process because the current system is conducted manually through direct visits and the WhatsApp instant messaging application. This process causes several problems, such as delays in service when the number of orders increases, the risk of recording errors, and difficulties in managing transaction data. This Community Service Program aims to assist Gudeg Jogja Diajeng in implementing digital transformation through the development of an online ordering website as an effort to support economic growth by increasing MSME productivity and competitiveness. The implementation method includes identifying partner problems, analyzing system requirements, collecting data, designing the website, developing the program code, testing the system, and providing website operation training for the partner. The developed website provides various features, including stock and price management, menu management, transaction reports, and customer features such as Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) information, menu listings, shopping cart, ordering, and payment processes. System testing was conducted using the User Acceptance Test (UAT) method and the System Usability Scale (SUS) evaluation to determine the level of user acceptance and system usability. The SUS evaluation result obtained a score of 82.16, indicating that the website has good usability and is well accepted by users. The implementation of this online ordering website is expected to improve operational efficiency, facilitate customers in conducting transactions, expand marketing reach, and support the sustainability and growth of Gudeg Jogja Diajeng MSME through the utilization of digital technology. ABSTRAK UMKM Gudeg Jogja Diajeng merupakan salah satu usaha kuliner yang masih menghadapi kendala dalam proses pemesanan karena sistem yang digunakan masih dilakukan secara manual melalui kunjungan langsung maupun aplikasi pesan instan WhatsApp. Proses tersebut menyebabkan beberapa permasalahan, seperti keterlambatan pelayanan saat jumlah pesanan meningkat, risiko kesalahan pencatatan, serta kesulitan dalam pengelolaan data transaksi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu UMKM Gudeg Jogja Diajeng dalam melakukan transformasi digital melalui pengembangan website pemesanan daring sebagai upaya mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan mitra, analisis kebutuhan sistem, pengumpulan data, perancangan website, pembuatan kode program, pengujian sistem, serta pelatihan penggunaan website kepada mitra. Website yang dikembangkan menyediakan berbagai fitur, yaitu pengelolaan stok dan harga, pengelolaan menu, laporan transaksi, serta fitur pelanggan berupa informasi UMKM, daftar menu, keranjang belanja, pemesanan, dan pembayaran. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode User Acceptance Test (UAT) dan evaluasi System Usability Scale (SUS) untuk mengetahui tingkat penerimaan dan kemudahan penggunaan sistem. Hasil evaluasi SUS memperoleh skor sebesar 82,16, yang menunjukkan bahwa website memiliki tingkat usability yang baik dan dapat diterima oleh pengguna. Implementasi website pemesanan daring ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempermudah pelanggan dalam melakukan transaksi, memperluas jangkauan pemasaran, serta mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM Gudeg Jogja Diajeng melalui pemanfaatan teknologi digital.
PENINGKATAN WAWASAN DAN KETERAMPILAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN RAK GANTUNGAN HELM YANG MINIMALIS ESTETIS ERGONOMIS BERBAHAN BESI NAKO BAGI SISWA SMKN 12 TANGERANG BANTEN I Wayan Sukania; Silvi Ariyanti; Jacky; Daud
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38187

Abstract

Vocational high schools are expected to prepare graduates who can combine conceptual understanding with practical competence required in business and industrial settings. In welding and metal fabrication, learning opportunities may still be constrained by workshop resources, limited practice time, and insufficient exposure to complete product-making activities. This condition can leave students familiar with individual procedures without fully experiencing the connection between design, manufacturing, quality, safety, and product function. This community service activity addressed the issue through training in the design and fabrication of a minimalist helmet hanging rack made from square steel bars (besi nako) for students of SMKN 12 Tangerang, Banten. The program consisted of a theoretical session on May 23, 2025, followed by hands-on practice at Guna Jaya Welding Workshop. The learning materials covered market research, ergonomics, product development, needs identification, design, measurement, cutting, forming, assembly, welding, grinding, and painting. Five prototypes were completed. Evaluation results showed that 100% of participants reported improved understanding of market research, ergonomics, workshop equipment, manufacturing activities, occupational safety, and teamwork. A total of 93.3% reported understanding the overall product design process. The findings indicate that product-based learning can effectively connect classroom concepts with practical experience resembling industrial work. The activity also contributes to the Industrial Engineering program’s smart manufacturing theme and SDGs 4, 8, and 9 by strengthening vocational competence, innovation, and structured production experience.   Abstrak  ABSTRAK Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan sesuai karakteristik pekerjaan di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Pada bidang pengelasan dan fabrikasi logam, proses belajar masih dapat terkendala oleh keterbatasan fasilitas, waktu praktik, dan kesempatan mengerjakan produk secara utuh. Akibatnya, pengalaman peserta didik dalam menghubungkan perencanaan, proses produksi, mutu, keselamatan, dan fungsi produk belum selalu terbentuk secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini memberikan pengalaman tersebut melalui pelatihan perancangan dan pembuatan rak gantungan helm minimalis berbahan besi nako bagi siswa SMKN 12 Tangerang, Banten. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi pembekalan teori pada 23 Mei 2025 dan praktik langsung di Bengkel Las Guna Jaya. Materi mencakup riset pemasaran, ergonomi, pengembangan produk, identifikasi kebutuhan, desain, pengukuran, pemotongan, pembentukan, perakitan, pengelasan, penggerindaan, dan pengecatan. Lima prototipe berhasil dibuat. Evaluasi menunjukkan seluruh peserta (100%) menyatakan lebih memahami riset pemasaran, ergonomi, penggunaan peralatan, proses manufaktur, K3, dan kerja kelompok. Sebanyak 93,3% peserta menyatakan memahami alur perancangan produk secara menyeluruh. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran melalui produk nyata dapat menjadi sarana efektif untuk mempertemukan pengetahuan konseptual dengan pengalaman kerja yang menyerupai praktik industri. Kegiatan sekaligus mendukung penguatan tema smart manufacturing dan pencapaian SDGs 4, 8, dan 9 melalui peningkatan kompetensi, inovasi, dan pengalaman produksi yang terarah.
CERITA DI BALIK SEWADAH DIMSUM: STRATEGI STORYTELLING PADA MEDIA SOSIAL UMKM MENTAI N CO Nigar Pandrianto; Derryn Afriansya Hernowo; Gabriela Meike Audrey; Rafael Davirly; Valentino Requelme Otto5
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38757

Abstract

The culinary industry is a subsector of the creative economy that contributes significantly to the Indonesian economy. However, many culinary MSMEs still face marketing challenges, particularly in utilizing social media as a means of communicating with consumers. One MSME facing these challenges is Mentai n Co, a culinary business based on mentai dimsum located in Cileungsi, Bogor Regency. This Community Service Program (PKM) aims to improve partners' digital marketing communication skills through mentoring in social media management based on storytelling strategies. The method used is direct mentoring with the stages of observation, needs identification, content strategy development, content production, implementation, and evaluation. Based on the results of the observation, it was found that partners' social media still functioned as product catalogs and lacked a strong narrative identity. The PKM team then developed storytelling-based video content that showcased the daily experiences of the target market, particularly students and young workers. The results of the activity showed a change in content characteristics from being product-oriented to being consumer-experience-oriented through a soft-selling approach. The resulting content successfully increased audience engagement, as demonstrated by an increase in the number of, the emergence of reposts, and increased interaction through comments. These findings suggest that storytelling strategies have the potential to enhance the appeal of social media content while strengthening the emotional connection between brands and consumers. Industri kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Namun demikian, banyak UMKM kuliner masih menghadapi kendala pemasaran, terutama dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan konsumen. Salah satu UMKM yang menghadapi permasalahan tersebut adalah Mentai n Co, usaha kuliner berbasis dimsum mentai yang berlokasi di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi pemasaran digital mitra melalui pendampingan pengelolaan media sosial berbasis strategi storytelling. Metode yang digunakan adalah pendampingan langsung dengan tahapan observasi, identifikasi kebutuhan, penyusunan strategi konten, produksi konten, implementasi, dan evaluasi. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa media sosial mitra masih berfungsi sebagai katalog produk dan belum memiliki identitas naratif yang kuat. Tim PKM kemudian mengembangkan konten video berbasis storytelling yang menampilkan pengalaman keseharian target pasar, khususnya mahasiswa dan pekerja muda. Kelompok ini dipilih karena mereka termasuk dalam pengguna media sosial yang Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan karakteristik konten dari yang sebelumnya berorientasi pada produk menjadi berorientasi pada pengalaman konsumen melalui pendekatan soft selling. Konten yang dihasilkan berhasil meningkatkan keterlibatan audiens, ditunjukkan oleh peningkatan jumlah likes, munculnya repost, serta hadirnya interaksi melalui komentar. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi storytelling berpotensi meningkatkan daya tarik konten media sosial sekaligus memperkuat hubungan emosional antara merek dan konsumen.
PELATIHAN PERENCANAAN LABA MENGGUNAKAN COST VOLUME PROFIT (CVP) PADA SISWA-SISWI SMA SANDIKTA Herni Kurniawati; Gracia Agatha Widjaja; Angelina
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38807

Abstract

Community Service (PKM) aims to provide partners, 11th-grade students of SMA SANDIKTA Bekasi, with knowledge about accounting economics, specifically Cost Volume Profit (CVP) analysis (Management Accounting), before continuing their studies. In addition, the community service program (PKM) also aims to help partners understand how to plan and manage resources to achieve the company's financial goals. CVP is the examination of cost and volume shifts and the resulting impact on profit. To plan operating profit, which is linked to economic growth, CVP requires an analysis of the Break Even Point (BEP) and Margin of Safety (MOS), where BEP means a business neither makes a profit nor incurs a loss. MOS is defined as the difference between the budgeted or actual sales and the sales at the BEP condition. It was decided that this PKM uses descriptive qualitative data because they used primary data obtained directly from the Partners, in the form of interviews with teachers and school principals before determining the discussed topic. The PKM activities were carried out smoothly on Tuesday, February 28, 2026, from 08:00 AM WIB until completion. This PKM produced outputs such as community service journals, HKI certificates, and prototype product reports, all of which were published in SINTA. The results of the PKM must be published in the national ABDIMAS journal. Additional outputs include non-ISBN learning modules with HKI certificates and product reports, all of which were published in SINTA. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memiliki tujuan memberi mitra, siswa kelas XI SMA SANDIKTA Bekasi, pengetahuan tentang ekonomi akuntansi, khususnya analisis Cost Volume Profit/ CVP (Akuntansi Manajemen), sebelum melanjutkan kuliah. Selain itu PKM juga bertujuan untuk membantu Mitra memahami cara merencanakan dan mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan keuangan perusahaan. CVP adalah pemeriksaan pergeseran biaya dan volume serta akibat yang dihasilkan dari laba. Untuk merencanakan laba usaha, yang dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi, CVP memerlukan analisis Break Even Point (BEP) dan Margin of Safety (MOS), di mana arti BEP adalah ketika suatu bisnis tidak memperoleh keuntungan tetapi juga tidak merugi. MOS didefinisikan sebagai selisih jarak penjualan yang dianggarkan atau sebenarnya dengan penjualan kondisi BEP. Diputuskan bahwa PKM ini menggunakan data kualitatif deskriptif karena mereka menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari Mitra, berupa wawancara dengan guru dan kepala sekolah sebelum menentukan topik yang dibahas. Kegiatan PKM dilakukan dengan lancar pada hari Selasa, 28 Februari 2026 pukul 08.00 WIB hingga selesai. PKM ini menghasilkan output seperti jurnal pengabdian masyarakat, sertifikat HKI, dan laporan produk prototipe, yang semuanya dipublikasikan ke SINTA. Hasil PKM harus dipublikasikan dalam jurnal nasional ABDIMAS. Luaran tambahan lainnya adalah modul pembelajaran non-ISBN dengan sertifikat HKI dan laporan produk, yang semuanya dipublikasikan ke SINTA.
BANTUAN REKONSILIASI SISTEM AKUNTANSI ATAS AKUN FINISHED GOODS PADA PT. X BULAN MARET 2026 Michelle Kristian; Lucky Wahyudi; Vanessa
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38808

Abstract

The Problem Faced by the Partner The partner encountered issues in the recording process and the absence of reconciliation for the finished goods account with its records and mutations.Considering these conditions and through discussions with the Partner, the FEB Team of Universitas Tarumanagara provided assistance in reconciling the finished goods account due to various technical and systemic constraints. The periodic reconciliation procedure aims to ensure the conformity between the physical stock quantity and the records in the accounting system. The objective of this activity is to enhance the partner’s understanding that reconciliation is essential to reduce the possibility of errors in financial reporting.The reconciliation results indicated that, in general, the physical inventory quantity was in accordance with the goods receipt documents, such as delivery notes, goods receipt reports, and stock cards. This mentoring activity focused on providing theoretical education to address the root causes of the partner’s problems related to the practice of reconciling finished goods inventory as of March 2026. The series of community service activities was carried out through a three-stage approach: program initiation, solution implementation, and evaluation results review. By utilizing the company’s actual bookkeeping data, this program significantly strengthened the technical competence of the partner’s human resources in the accounting sector. The final outcome of this intervention is the increased independence of the partner in accurately aligning bookkeeping records with the physical availability of finished goods.   ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi Mitra atas proses pencatatan dan tidak rekonsiliasi atas akun finished goods dengan pencatatan dan mutasinya. Tim FEB Untar mempertimbangkan kondisi dan diskusi dengan Mitra, Tim FEB Universitas Tarumanagara membantu Mitra memberikan bantuan rekonsiliasi atas akun finished goods dikarenakan berbagai kendala, baik sisi teknis maupun sistemik. Prosedur rekonsiliasi berkala bertujuan memastikan kesesuaian jumlah stok fisik dengan catatan dalam sistem akuntansi. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan mitra mengenai rekonsiliasi merupakan hal penting untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam melakukan pelaporan keuangan. Hasil rekonsiliasi menunjukkan bahwa secara umum jumlah fisik persediaan telah sesuai dengan dokumen penerimaan barang seperti surat jalan, laporan penerimaan barang, dan kartu stok. Kegiatan pendampingan ini difokuskan pada pemberian edukasi teoretis untuk mengurai akar permasalahan mitra terkait praktik rekonsiliasi persediaan barang jadi per Maret 2026. Rangkaian aktivitas pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan tiga tahap, yakni inisiasi program, implementasi solusi, dan pembacaan hasil evaluasi. Melalui pemanfaatan data riil pembukuan perusahaan, program ini secara nyata memperkuat kompetensi teknis sumber daya manusia mitra di sektor akuntansi. Capaian akhir dari intervensi ini adalah meningkatnya kemandirian mitra dalam menyelaraskan catatan pembukuan dengan ketersediaan fisik finished goods secara akurat.
PENILAIAN IMT, KOMPOSISI TUBUH, DAN KEKUATAN OTOT UNTUK IDENTIFIKASI RISIKO SARCOPENIC OBESITY PADA LANSIA Silviana Tirtasari; Alexander Halim Santoso; Gracienne; Daniel Goh
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38809

Abstract

Sarcopenic obesity is characterized by the coexistence of increased adiposity and reduced muscle mass and function, which may increase the risk of impaired mobility, frailty, and decreased quality of life in older adults. This community service activity aimed to facilitate the early detection of sarcopenic obesity through body composition and muscle function screening and to provide health education for older adults. The activity was conducted in 2026 at Sasana Tresna Werdha RIA Pembangunan Nursing Home and involved 38 participants aged ≥60 years using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach. Assessments included anthropometric measurements, body composition analysis using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), and handgrip strength measurement using a handgrip dynamometer. The results showed a mean participant age of 77.29±7.49 years, body mass index of 23.38±5.20 kg/m², total body fat of 29.05±11.58%, and handgrip strength of 15.99±5.53 kg. Low handgrip strength was identified in 30 participants (78.9%), while sarcopenic obesity was identified in 8 participants (21.1%). Sarcopenic obesity was observed in one male and seven female participants. These findings indicate that impaired muscle function was a prominent health concern among the older adults, despite the mean BMI remaining within the normal range. Integrating body composition and muscle strength assessments into community-based screening may facilitate the identification of at-risk older adults who could remain undetected when BMI is used as the sole assessment measure. Health education focusing on resistance exercise, regular physical activity, and adequate nutrition is essential as a promotive and preventive strategy to preserve muscle function, independence, and quality of life among older adults. Abstrak Obesitas sarkopenia merupakan kondisi yang ditandai oleh kombinasi peningkatan adipositas dan penurunan massa serta fungsi otot yang dapat meningkatkan risiko gangguan mobilitas, frailty, dan penurunan kualitas hidup pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan deteksi dini obesitas sarkopenia melalui skrining komposisi tubuh dan fungsi otot serta memberikan edukasi kesehatan kepada lansia. Kegiatan dilaksanakan pada tahun 2026 di Panti Werda Sasana Tresna Werdha RIA Pembangunan dengan melibatkan 38 lansia berusia ≥60 tahun menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pemeriksaan meliputi antropometri, komposisi tubuh menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), dan kekuatan genggam tangan menggunakan handgrip dynamometer. Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata usia peserta 77,29±7,49 tahun, indeks massa tubuh 23,38±5,20 kg/m², total lemak tubuh 29,05±11,58%, dan kekuatan genggam tangan 15,99±5,53 kg. Sebanyak 30 peserta (78,9%) memiliki kekuatan genggam rendah dan 8 peserta (21,1%) teridentifikasi mengalami obesitas sarkopenia. Kondisi obesitas sarkopenia ditemukan pada 1 laki-laki dan 7 perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa penurunan fungsi otot merupakan masalah yang dominan pada lansia, meskipun rerata IMT peserta masih berada dalam kategori normal. Integrasi pemeriksaan komposisi tubuh dan kekuatan otot dalam skrining berbasis komunitas dapat membantu mengidentifikasi lansia berisiko yang berpotensi tidak terdeteksi apabila hanya menggunakan IMT. Edukasi mengenai latihan resistensi, aktivitas fisik, dan kecukupan nutrisi diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif untuk mempertahankan fungsi otot, kemandirian, dan kualitas hidup lansia
PEMERIKSAAN CARCINOEMBRYONIC ANTIGEN (CEA) UNTUK DETEKSI AWAL RISIKO KEGANASAN PADA POPULASI LANSIA Sony Sugiharto; Alexander Halim Santoso; Muhammad Fikri Dzakwan; Diana Dinali
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38810

Abstract

Cancer is one of the leading causes of morbidity and mortality among older adults. The risk of malignancy increases with advancing age due to the accumulation of genetic damage, impaired DNA repair mechanisms, and age-related decline in immune function. Nevertheless, many cancers in older adults are diagnosed at advanced stages because of nonspecific clinical manifestations and limited participation in screening programs. This community service program aimed to facilitate the early detection of malignancy risk through carcinoembryonic antigen (CEA) screening combined with community-based health education. The program was conducted using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach, encompassing biomarker screening, health education, evaluation, and appropriate follow-up. A total of 38 older adults with a mean age of 77.29±7.49 years participated, including 29 women (76.3%) and 9 men (23.7%). Blood samples were collected to assess CEA levels, a biomarker associated with several types of malignancies. The results demonstrated that all participants (100%) had negative CEA findings, and no positive cases were identified. These findings indicate the absence of elevated CEA levels suggestive of malignancy based on the parameter assessed at the time of screening. In addition, participants received education regarding cancer risk factors, the importance of early detection, warning signs of malignancy, and healthy lifestyle practices. This program demonstrates that community-based CEA screening may support health promotion and preventive efforts by improving cancer awareness and facilitating early identification of individuals at potential risk for malignancy among older adults. Abstrak Kanker merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada populasi lansia. Risiko keganasan meningkat seiring bertambahnya usia akibat akumulasi kerusakan genetik, penurunan mekanisme perbaikan DNA, serta perubahan fungsi sistem imun yang terjadi selama proses penuaan. Namun, banyak kasus kanker pada lansia terdiagnosis pada stadium lanjut karena gejala yang tidak spesifik dan rendahnya partisipasi dalam program skrining. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan deteksi dini risiko keganasan melalui pemeriksaan carcinoembryonic antigen (CEA) yang dikombinasikan dengan edukasi kesehatan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) yang mencakup skrining biomarker, penyuluhan kesehatan, evaluasi hasil, dan tindak lanjut sesuai kebutuhan peserta. Sebanyak 38 lansia dengan rerata usia 77,29±7,49 tahun mengikuti kegiatan, terdiri atas 29 perempuan (76,3%) dan 9 laki-laki (23,7%). Pemeriksaan dilakukan menggunakan sampel darah vena untuk menilai kadar CEA sebagai biomarker yang berkaitan dengan berbagai jenis keganasan. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta (100%) memiliki hasil CEA negatif dan tidak ditemukan peserta dengan hasil positif. Temuan ini menunjukkan tidak adanya peningkatan kadar CEA yang mengarah pada kecurigaan proses keganasan berdasarkan parameter yang diperiksa pada saat kegiatan berlangsung. Selain pemeriksaan laboratorium, peserta memperoleh edukasi mengenai faktor risiko kanker, pentingnya deteksi dini, gejala yang perlu diwaspadai, serta penerapan gaya hidup sehat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining CEA berbasis komunitas dapat mendukung upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan serta deteksi dini risiko keganasan pada lansia.
SKRINING KESEHATAN MENTAL REMAJA MENGGUNAKAN INSTRUMEN DASS-Y PADA SISWA SMP ST. YOSEPH Noer Saelan Tadjudin; Alexander Halim Santoso; Linginda Soebrata; Valentino Gilbert Lumintang
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38811

Abstract

Adolescence is a critical developmental period characterized by biological, cognitive, and psychosocial changes that may increase vulnerability to mental health problems, particularly depression, anxiety, and stress. This community service program aimed to assess the levels of depression, anxiety, and stress among adolescents at St. Yoseph School and to improve mental health literacy through educational activities. The program was implemented using the Plan–Do–Check–Action (PDCA) approach and involved 170 students aged 13–17 years. Mental health screening was conducted using the Depression Anxiety Stress Scale–Youth (DASS-Y), followed by a mental health education session. The mean age of participants was 15.21 ± 0.64 years, with males comprising 60.6% of the sample. Most participants were categorized as normal for depression (84.7%), anxiety (78.8%), and stress (89.4%). However, symptoms of varying severity were still identified, with anxiety emerging as the most prevalent mental health problem. In conclusion, although the majority of participants demonstrated a normal mental health status, a proportion of students experienced emotional symptoms, particularly anxiety. Regular school-based mental health screening and educational interventions are therefore recommended to facilitate early detection and prevention of mental health problems among adolescents. Abstrak Masa remaja merupakan salah satu tahap perkembangan yang ditandai oleh berbagai perubahan biologis, psikologis, dan sosial sehingga dapat meningkatkan kerentanan terhadap munculnya masalah kesehatan mental, termasuk depresi, ansietas, dan stres. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi depresi, ansietas, dan stres pada remaja di Sekolah St. Yoseph sekaligus meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan mental melalui kegiatan edukasi. Program dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA) dan melibatkan 170 siswa berusia 13–17 tahun. Skrining dilakukan menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale–Youth (DASS-Y), yang kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan mental remaja. Rerata usia peserta adalah 15,21 ± 0,64 tahun, dengan mayoritas peserta berjenis kelamin laki-laki (60,6%). Sebagian besar peserta berada dalam kategori normal pada dimensi depresi (84,7%), ansietas (78,8%), dan stres (89,4%). Meskipun demikian, masih ditemukan peserta dengan gejala depresi, ansietas, dan stres pada berbagai tingkat keparahan, dengan ansietas sebagai masalah emosional yang paling banyak ditemukan. Secara keseluruhan, kondisi kesehatan mental mayoritas peserta tergolong baik, namun keberadaan gejala gangguan emosional pada sebagian siswa menunjukkan pentingnya pelaksanaan skrining dan edukasi kesehatan mental secara berkala di lingkungan sekolah sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan masalah kesehatan mental pada remaja
SKRINING FUNGSI HATI MELALUI PEMERIKSAAN SGOT DAN SGPT PADA KELOMPOK LANSIA Zita Atzmardina; Alexander Halim Santoso; Richver Framanto Johan; Steve Geraldo Bustam
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38812

Abstract

Liver dysfunction in older adults often develops silently and may remain undetected until advanced stages, highlighting the importance of community-based screening strategies. This program aimed to evaluate liver function through serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) and serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) examinations among older adults. The program was conducted using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach, integrating laboratory screening with health education. A total of 38 older adults with a mean age of 77.29±7.49 years participated in the program. The mean SGOT and SGPT levels were 21.8±3.23 U/L and 14.86±4.69 U/L, respectively. Most SGOT values ranged between 18–25 U/L, while SGPT values were generally distributed between 10–18 U/L. No participant demonstrated enzyme elevations suggestive of severe hepatocellular injury. SGOT levels remained relatively stable across age groups, whereas SGPT levels showed a slight declining trend with increasing age. These findings indicate that liver function was generally well preserved among the participants. Community-based liver function screening combined with health education may support the early identification of hepatic abnormalities and enhance awareness of lifestyle modifications aimed at maintaining liver health in older adults Abstrak Gangguan fungsi hati pada lansia sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga memerlukan pendekatan deteksi dini yang mudah diterapkan di komunitas. Kegiatan ini bertujuan melakukan skrining fungsi hati melalui pemeriksaan serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) dan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) pada lansia. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) dengan integrasi antara pemeriksaan laboratorium dan edukasi kesehatan. Sebanyak 38 lansia dengan rerata usia 77,29±7,49 tahun mengikuti kegiatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata kadar SGOT sebesar 21,8±3,23 U/L dan SGPT sebesar 14,86±4,69 U/L. Sebagian besar nilai SGOT berada pada kisaran 18–25 U/L, sedangkan nilai SGPT umumnya berada pada rentang 10–18 U/L. Tidak ditemukan peningkatan enzim hati yang mengarah pada gangguan hepatoseluler berat. Kadar SGOT cenderung stabil pada seluruh kelompok usia, sementara kadar SGPT menunjukkan kecenderungan menurun seiring bertambahnya usia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining fungsi hati berbasis komunitas dapat mendukung deteksi dini gangguan hepatik serta meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan hati melalui penerapan gaya hidup sehat.
SKRINING HEMATOLOGI RUTIN UNTUK DETEKSI AWAL GANGGUAN SISTEMIK DAN STATUS INFLAMASI PADA POPULASI LANSIA Alya Dwiana; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya; Fiona Valencia Setiawan
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38857

Abstract

Age-related changes in the hematological system increase the risk of anemia, inflammatory disorders, and various systemic diseases in older adults. This community service program aimed to conduct routine hematological screening as an early detection strategy for health disorders among older adults. The program was implemented using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach, which integrated complete blood count examinations with health education. A total of 38 older adults with a mean age of 77.29±7.49 years participated in the screening. Parameters assessed included hemoglobin, hematocrit, red blood cell count, white blood cell count, platelet count, and erythrocyte indices. The results showed mean hemoglobin, hematocrit, red blood cell, white blood cell, and platelet values of 12.28±1.83 g/dL, 36.94±5.24%, 4.54±0.77×10⁶/µL, 6.90±1.64×10³/µL, and 270.84±40.10×10³/µL, respectively. Anemia was identified in 19 participants (50%), while the remaining 19 participants had normal hematological status. Cases of anemia were observed in both sexes, with a higher number among women. This program demonstrates that community-based hematological screening can facilitate the early identification of health conditions that often remain undetected in older adults while supporting health promotion and disease prevention through education and appropriate follow-up. ABSTRAK Perubahan sistem hematologi akibat proses penuaan meningkatkan risiko anemia dan berbagai gangguan kesehatan sistemik pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining hematologi rutin sebagai upaya deteksi dini gangguan sistemik dan status inflamasi pada lansia. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) yang mencakup pemeriksaan darah lengkap dan edukasi kesehatan. Sebanyak 38 lansia dengan rerata usia 77,29±7,49 tahun mengikuti kegiatan. Parameter yang diperiksa meliputi hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, trombosit, serta indeks eritrosit. Hasil menunjukkan rerata hemoglobin 12,28±1,83 g/dL, hematokrit 36,94±5,24%, leukosit 6,90±1,64×10³/µL, dan trombosit 270,84±40,10×10³/µL. Anemia ditemukan pada 19 peserta (50%). Kasus anemia ditemukan pada kedua jenis kelamin dengan jumlah lebih banyak pada perempuan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining hematologi berbasis komunitas dapat membantu mengidentifikasi gangguan kesehatan yang sering tidak terdeteksi pada lansia serta mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan rujukan yang sesuai.