cover
Contact Name
Mohammad Sholehuddin
Contact Email
sholepasopati@gmail.com
Phone
+6285130334282
Journal Mail Official
Jurnalsirojuddin@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin/Home
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Sirajuddin: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
ISSN : 28096134     EISSN : 28096606     DOI : https://doi.org/10.55120/sirajuddin.v4i2
Core Subject : Religion, Education,
Sirajuddin : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang. Jurnal ini memuat naskah hasil kajian dan penelitian para peneliti dan akademisi Pendidikan Islam; bidang-bidang ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan Islam, dan Kepesantrenan. Penerbitan Jurnal Sirojuddin dilakukan dua kali setahun, yaitu pada bulan Desember dan Juni.
Articles 90 Documents
BAGAIMANA PENDEKATAN TRANSDISIPLINER/INTERDISIPLINER DALAM PAI: MENGHUBUNGKAN FIKIH/AKHLAK DENGAN SOSIOLOGI, BUDAYA, DAN TEKNOLOGI Is`adur Rofiq; Husen; Muzammil; Iwan Fikri; Muhammad Hori
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2765

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada bidang kajian Fikih dan Akhlak, sering kali terjebak dalam pendekatan monodisipliner yang kaku dan terisolasi dari realitas kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan merumuskan metodologi rekonstruksi pembelajaran PAI melalui pendekatan interdisipliner dan transdisipliner yang mengintegrasikan ajaran nilai agama dengan aspek sosiologi, dinamika budaya, dan disrupsi teknologi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka serta tinjauan pedagogis terhadap model pembelajaran kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan transdisipliner mampu mendekonstruksi sekat keilmuan tradisional sehingga nilai-nilai Fikih dan Akhlak dapat dioperasionalkan secara konkret dalam memecahkan masalah riil masyarakat modern. Interseksi ini dipetakan ke dalam tiga domain utama: (1) PAI dan Teknologi (etika kecerdasan buatan, digitalisasi transaksi, dan literasi digital); (2) PAI dan Sosiologi (keadilan ekonomi zakat profesi dan sosiologi lingkungan); serta (3) PAI dan Budaya (penggunaan adat 'urf sebagai basis toleransi). Implementasi praktis di ruang kelas disajikan melalui tiga model taktis: Project-Based Learning (PBL), Case-Based Learning (CBL), dan Inquiry Lintas Disiplin. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa reformasi kurikulum PAI menuju model integratif sangat krusial untuk melahirkan generasi muslim yang tidak hanya saleh secara ritual tetapi juga adaptif, kritis, dan mampu menghadirkan solusi etis (Rahmatan lil 'Alamin) di tengah kompleksitas dunia modern.
RAHMA EL YUNUSI DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN Muzammil; Ahmad Taufiq; Husen; Iwan Fikri; Akhmad Zaeni
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif kontribusi pemikiran dan paradigma pedagogis Rahmah El Yunusiah (1900–1969), seorang tokoh sentral dalam gerakan emansipasi pendidikan Islam perempuan di Indonesia. Fokus utama penelitian terletak pada analisis historis pendirian Madrasah Diniyyah Puteri pada tahun 1923, yang menjadi tonggak lahirnya institusi pendidikan Islam modern khusus perempuan. Menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, data primer dari dokumen sejarah dan arsip institusi dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk membedah relevansi pemikiran Rahmah dalam konteks pendidikan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Rahmah bersifat transdisipliner, dengan keberanian mengintegrasikan teologi Islam, kurikulum ilmu pengetahuan umum, serta keterampilan praktis yang mampu menyeimbangkan kemandirian intelektual dan spiritual. Model pendidikan ini tidak hanya diakui keunggulannya secara internasional oleh Universitas Al-Azhar, tetapi juga menjadi instrumen perjuangan kebangsaan yang krusial. Atas kontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa dan memperkuat basis perempuan dalam kemerdekaan, Rahmah El Yunusiah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025. Temuan ini menegaskan bahwa konsep pendidikan Rahmah sangat relevan untuk diadaptasi dalam manajemen pendidikan masa kini, khususnya dalam strategi pemberdayaan perempuan, inklusivitas pendidikan, dan pembentukan karakter pendidik yang memadukan integritas spiritual dengan kecakapan intelektual yang progresif.
MORALITAS DAN PENYIMPANGAN PERILAKU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN UPAYA PENGUATAN KARAKTER Muzammil; Ahmad Taufiq; Husen; Iwan Fikri; Asnawan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2767

Abstract

Fenomena pergeseran nilai moral dan meningkatnya berbagai bentuk penyimpangan perilaku menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat modern. Perkembangan teknologi, globalisasi, serta perubahan pola interaksi sosial turut memengaruhi cara individu memahami dan mengamalkan nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab penyimpangan perilaku serta mengkaji upaya penguatan karakter dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan memanfaatkan berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku dipengaruhi oleh faktor internal, seperti lemahnya kontrol diri dan rendahnya pemahaman nilai agama, serta faktor eksternal yang meliputi lingkungan keluarga, pengaruh teman sebaya, perkembangan media digital, dan menurunnya efektivitas lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai moral. Dalam perspektif pendidikan Islam, penguatan karakter dapat dilakukan melalui internalisasi nilai-nilai akhlak, keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan perilaku positif, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan perubahan sosial secara bijaksana.
Analisis Kebijakan Supervisi Akademik Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Husen; Muzammil; Iwan Fikri; Titin Nurhidayati
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2768

Abstract

Kebijakan pendidikan nasional secara ajek menempatkan peningkatan kualitas pendidik sebagai pilar utama transformasi mutu di lingkungan madrasah. Sebagai pemimpin instruksional, kepala madrasah memegang peranan yang sangat strategis dalam memantau, mengevaluasi, dan membimbing proses pembelajaran melalui instrumen supervisi akademik. Namun, dalam realitasnya, pelaksanaan supervisi sering kali terjebak dalam formalitas birokratis-administratif, sehingga kurang berdampak nyata terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan secara sistematis dari pelbagai literatur mutakhir, termasuk regulasi pemerintah, jurnal ilmiah bereputasi, dan buku teks manajemen pendidikan. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik analisis konten (content analysis) yang ketat guna memastikan validitas dan teoretis yang tinggi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan supervisi akademik sangat ditentukan oleh penerapan model klinis yang humanis, transparan, dan dialogis. Melalui komunikasi interpersonal yang apresiatif, supervisi terbukti berdampak linear terhadap penguatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam merancang pembelajaran berpusat pada siswa, manajemen kelas, integrasi teknologi informasi, serta penyusunan asesmen autentik berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kendala waktu dan budaya pekewuh dapat diatasi secara taktis melalui model supervisi sejawat (peer supervision). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan peningkatan kompetensi pedagogik guru memerlukan komitmen jangka panjang dan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). Hasil evaluasi supervisi akademik harus dikonversi menjadi landasan utama penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru yang tepat sasaran. Dengan menjadikan supervisi sebagai urat nadi pengembangan profesi, madrasah akan bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang adaptif dan bermutu tinggi.
Evaluasi Pembelajaran PAI Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VII Husen; Moh. Sahlan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2769

Abstract

Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VII menghadapi tantangan metodologis yang sangat kompleks di sekolah. Pengukuran keberhasilan akademik selama ini terlalu didominasi oleh ujian tulis kognitif yang mengabaikan aspek pembentukan karakter. Padahal, inti utama dari materi Akidah Akhlak adalah bagaimana siswa mampu menginternalisasikan nilai keimanan dalam tindakan nyata sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan sebuah rekonstruksi instrumen penilaian yang holistik agar dapat menyentuh aspek spiritualitas remaja secara mendalam dan berkesinambungan Penelitian kualitatif deskriptif ini berfokus untuk membedah instrumen penilaian, hambatan guru, serta solusi strategis dalam mengoptimalkan sistem evaluasi berkala. Hasil studi lapangan menunjukkan bahwa penilaian ranah afektif dan psikomotorik masih lemah akibat bias objektivitas pendidik serta keterbatasan pengawasan moral di luar sekolah. Sinkronisasi instrumen penilaian otentik yang melibatkan peran aktif orang tua melalui pemanfaatan platform log digital terbukti mampu meningkatkan validitas rekam jejak perkembangan akhlak peserta didik secara riil.
PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN TANTANGAN GLOBALISASI, KAJIAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN Ahmad Sidik; Asnawan; Su’udi; Yuningsih Kristiningrum
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2770

Abstract

Artikel ini mengkaji kedudukan, peranan, dan tantangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di era globalisasi dalam perspektif sosiologi pendidikan. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menelaah literatur buku, jurnal ilmiah, regulasi, dan karya akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki kedudukan strategis sebagai pendidik profesional, pembimbing moral dan spiritual, tokoh panutan di masyarakat, serta agen perubahan sosial. Di sisi lain, globalisasi menghadirkan tantangan yang kompleks, meliputi penetrasi budaya global, digitalisasi pendidikan, perubahan karakter peserta didik, dan tuntutan peningkatan kompetensi profesional. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, strategi pedagogi kontekstual, dan pengembangan profesional berkelanjutan menjadi kebutuhan penting bagi guru PAI agar tetap relevan dan berdampak dalam dunia pendidikan modern.
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI YANG RESPONSIF BUDAYA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL INDONESIA Ahmad Sidik; Muhammad Hori; Su’udi; Yuningsih Kristiningrum; Faroha Amalia Husna; Maksum
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2771

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia memerlukan strategi pembelajaran yang responsif budaya untuk membentuk karakter siswa yang toleran dan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran PAI responsif budaya, mengkaji implementasi strategi dalam praktik pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research terhadap literatur buku dan jurnal terindeks SINTA 2016–2026. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama: pengayaan materi ajar dengan perspektif multikultural, aplikasi metode diskusi dialogis dan pembelajaran kooperatif, serta kreasi kultur sekolah yang demokratis dan inklusif. Implementasi strategi efektif melalui integrasi nilai Islam dengan kearifan lokal dan pendekatan student-centered. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan kompetensi guru, kurangnya materi ajar inklusif, dan resistensi sosial. Strategi pembelajaran PAI berbasis multikultural terbukti lebih efektif meningkatkan toleransi siswa (68,65%) dibandingkan model tradisional (31,34%). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metodologi pembelajaran PAI inklusif dan menjadi referensi bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran responsif budaya.
RELEVANSI PEMIKIRAN PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MODERN Su’udi; Akhmad Zaeni; Ahmad Sidik; Yuningsih Kristiningrum; Faroha Amalia Husna
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2026): Sirajuddin Juni 2026
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i2.2772

Abstract

Pendidikan Islam di era modern menghadapi tantangan kompleks berupa disrupsi teknologi digital, degradasi moral peserta didik, dan krisis karakter akibat globalisasi ekstrim. Penelitian ini bertujuan mengungkap relevansi pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan Islam melalui pendekatan kualitatif studi literatur dengan analisis deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dari enam komponen konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara memiliki relevansi kuat dengan pendidikan Islam, meliputi konsep pendidikan yang memerdekakan, Sistem Among, Tri Pusat Pendidikan, Panca Dharma, dan karakteristik guru ideal. Implementasi konsep ini di era digital memerlukan integrasi nilai-nilai keagamaan dengan teknologi sambil mengatasi tantangan berupa ketergantungan pada sekolah formal, kualitas guru tidak merata, tekanan akademik, dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi integrasi konsep pendidikan humanis Ki Hajar Dewantara dalam kurikulum pendidikan Islam kontemporer di Indonesia.
EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MATA PELAJARAN FIKIH DI KELAS VIII: STUDI DESKRIPTIF DI MADRASAH TSANAWIYAH Muzammil; Moh.Sahlan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): Sirajuddin Desember 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i1.2782

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan salah satu unsur penting dalam proses pendidikan yang berfungsi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran, memantau perkembangan peserta didik, serta menjadi landasan dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran. Dalam mata pelajaran Fikih pada Pendidikan Agama Islam (PAI), evaluasi tidak hanya diarahkan pada pengukuran kemampuan kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif dan psikomotorik yang tercermin dalam sikap, perilaku, serta praktik ibadah peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, diperlukan sistem evaluasi yang menyeluruh, objektif, dan berkesinambungan agar kompetensi yang ditargetkan dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut evaluasi pembelajaran Fikih di kelas VIII, serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi guru dan strategi yang diterapkan untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, serta studi dokumentasi berupa modul ajar, instrumen penilaian, dan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan evaluasi telah disusun sesuai dengan tujuan dan capaian pembelajaran yang mengacu pada kurikulum yang berlaku. Instrumen penilaian yang digunakan telah mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam pelaksanaannya, guru menerapkan berbagai teknik evaluasi, seperti tes tertulis, tes lisan, penugasan, observasi sikap, dan praktik ibadah sebagai bentuk asesmen autentik. Namun demikian, penilaian aspek kognitif masih lebih dominan dibandingkan aspek afektif dan psikomotorik. Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan evaluasi, antara lain keterbatasan waktu, jumlah peserta didik yang cukup besar dalam satu kelas, serta kesulitan guru dalam menyusun instrumen asesmen autentik yang mampu mengukur kompetensi peserta didik secara komprehensif. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan variasi teknik penilaian, memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan hasil evaluasi, dan mengikuti kegiatan pengembangan profesional guna meningkatkan kompetensi dalam bidang asesmen.
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Konsep, Prinsip, dan Landasan Evaluasi dalam Perspektif Islam di Madrasah Tsanawiyah Iwan Fikri; Moh. Sahlan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): Sirajuddin Desember 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i1.2783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep, prinsip, serta landasan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam perspektif Islam di MTs Miftahul Ulum 2 Lumajang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTs Miftahul Ulum 2 Lumajang telah dilaksanakan secara komprehensif dengan memperhatikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Prinsip evaluasi yang diterapkan meliputi objektivitas, keadilan, keterbukaan, dan kontinuitas. Landasan evaluasi didasarkan pada nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, khususnya konsep muhasabah, hisab, amanah, dan keadilan. Teknik evaluasi yang digunakan mencakup tes tertulis, tes lisan, praktik ibadah, observasi sikap, penugasan, dan portofolio. Faktor pendukung pelaksanaan evaluasi meliputi kompetensi guru, dukungan madrasah, dan budaya religius, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu serta kompleksitas penilaian aspek afektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran PAI di MTs Miftahul Ulum 2 Lumajang telah sesuai dengan konsep, prinsip, dan landasan evaluasi dalam perspektif Islam serta berkontribusi dalam pembentukan karakter religius peserta didik.