cover
Contact Name
Mohammad Sholehuddin
Contact Email
sholepasopati@gmail.com
Phone
+6285130334282
Journal Mail Official
Jurnalsirojuddin@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin/Home
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Sirajuddin: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
ISSN : 28096134     EISSN : 28096606     DOI : https://doi.org/10.55120/sirajuddin.v4i2
Core Subject : Religion, Education,
Sirajuddin : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang. Jurnal ini memuat naskah hasil kajian dan penelitian para peneliti dan akademisi Pendidikan Islam; bidang-bidang ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan Islam, dan Kepesantrenan. Penerbitan Jurnal Sirojuddin dilakukan dua kali setahun, yaitu pada bulan Desember dan Juni.
Articles 78 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PEMBELAJARAN TEMATIK MATERI KETENTUAN PERNIKAHAN DALAM ISLAM KELAS XI 3 DI SMAN 3 LUMAJANG TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Muhammad Hendra Firmansyah; Hartono; Nurul Hasan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2088

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a crucial role in shaping students' character and understanding of spiritual values. One of the essential topics in the PAI curriculum for Grade XI is "Marriage Provisions in Islam," which is highly relevant for building religious insight and understanding Islamic family life. However, the learning outcomes of Grade XI-3 students at SMAN 3 Lumajang show that only 40% of students meet the Minimum Mastery Criteria (MMC), with the monotony of conventional teaching methods cited as one of the main contributing factors. To address this issue, this study implemented the Cooperative Learning Jigsaw model to enhance students' learning outcomes. This classroom action research was conducted over two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The study involved 36 students from Grade XI-3, with data collected through learning outcome tests, observations, and interviews. The results showed a significant improvement in student performance, with mastery levels increasing from 40% in the pre-cycle to 63.8% in the first cycle and 91.7% in the second cycle. Besides improving cognitive learning outcomes, students' participation in group discussions and social skills, such as cooperation and communication, also increased. This study concludes that the Cooperative Learning Jigsaw model is effective in enhancing students' learning outcomes, participation, and social skills. The application of this model contributes to the development of innovative teaching methods that align with the needs of students in the classroom.
MODEL HILYAQIS DALAM MEMBANGUN SEKOLAH BERKUALITAS MELALUI PEMBELAJARAN MODERASI BERAGAMA DI MTS WALI SONGO SITUBONDO Syamsul Arifin; Halid, Ahmad; Hasan bin Jali
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2116

Abstract

Quality schools are not only measured from academic aspects, but also from the development of students' character and morals based on religious values. This article examines the role of the Hilyaqis learning model in building a quality school at MTs Wali Songo, with an emphasis on the application of religious moderation through the verses of the Qur'an, Hadith, and stories of scholars. Hilyaqis learning carries an approach that combines Islamic teachings with everyday life, with the aim of producing a generation that not only excels in academics, but also has a moderate and tolerant character. Through the integration of Islamic teachings in each sub-chapter of learning, students are given an understanding of the importance of tolerance, simplicity, and peace in religion, and are taught to avoid extremism. The stories of scholars who uphold the values ​​of moderation become role models that inspire students to apply these values ​​in their lives. This study proves that the application of the Hilyaqis learning model at MTs Wali Songo plays a crucial role in strengthening religious moderation, shaping students' Islamic character, and creating an inclusive and harmonious educational environment. Therefore, this approach not only improves the quality of education, but also encourages the creation of quality schools both academically and morally.
PENGEMBANGANVARIASI MODEL PEMBELAJARAN DENGANNILAI AKHLAK ALQUR’ANBERBASIS MANAJEMEN KELAS DI MADRASAH TSANAWIAH Umi Karimatul Azizah; Abd. Kahar; Nurul Iflaha
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2123

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menemukan apa saja yang harus disiapkan oleh seorang guru dalammengembangkan metode pembejaran dengan pendekatan pengelolaan kelas dan integrasiakhlak Al-Qur’an di Madrasah Tsanawiyah 02 Miftahul Ulum Bakid Lumajang. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif pendekatan studi kasus. Dalam mengumpulkan datamenggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahanmenggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian memperlihatkan persiapan guru dalammenyiapkan pembelajaran adalah pengaturan tempat duduk dilakukan dengan bervariasi,seperti bentuk tradisional, bentuk setengah lingkaran atau huruf U dan bentuk berkelompok.Guru mengatur posisi duduk siswa berpindah-pindah. Pengembangan metode pembelajaranyang dilaksanakan yaitu; a) Metode pembelajaran aktifitas peran siswa yang dikembangkanguru mampu membangkitkan semangat/menambah gairah belajar. b) metode grup ahlimampu menumbuhkan keberanian siswa untuk menyampaikan pendapatnya di dalam kelas.c) metode investigasi mampu menumbuhkan kebiasaan cara bekerja yang baik dalamkehidupan sehari-hari.
MANAJEMEN PERENCANAAN STRATEGIS DALAM PENGEMBANGAN MUTU PROSES PENDIDIKAN Mukaffan; Ahmad Zarkasyi
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2124

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menemukan apa saja yang harus disiapkan oleh seorang guru dalammengembangkan metode pembejaran dengan pendekatan pengelolaan kelas di MadrasahTsanawiyah 02 Miftahul Ulum Bakid Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif pendekatan studi pustaka. Metode pengumpulan data dengan cara menelusurisumber dokumentasi, dengan mengkaji literatur dan bahan pustaka yang relevan denganpermasalahan yang diteliti. studi atau analisis yang digunakan dalam menganalisis adalahanalisis induktif. Analisis data kualitatif bersifat induktif, yaitu analisis berdasarkan data yangdiperoleh dikembangkan. Teknik keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitianmenyimpulkan bahwa tahapan manajemen perencanaan strategis di sekolah diawalidengan perumusan visi, misi dan tujuan sekolah dengan melibatkan seluruh stakeholder,penilaian terhadap lingkungan internal dan eksternal, penugasan kerja dan kerjasama,kemudian diperkuat dengan evaluasi implementasi perencanaan strategiKata kunci: Manajemen, perencanaan strategis, mutu pendidikan.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL YOUTUBE PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH IBTIDA’IYAH Zainal; Siti Ainur Rahayu; Sa’idah Karimah
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2125

Abstract

Penelitian ini melatar belakangi tentang YouTube sebagai platform berbagi video yangpopuler, sangat mudah diakses oleh siswa dan guru. Penggunaan video yang menarik daninteraktif dapat meningkatkan minat belajar siswa, terutama generasi muda yang akrabdengan teknologi. Konsep-konsep abstrak dalam SKI dapat divisualisasikan dengan lebih baikmelalui video, sehingga memudahkan pemahaman siswa. YouTube menyediakan beragamkonten pembelajaran SKI, sehingga siswa dapat mengakses materi kapan saja dan di manasaja. Video dapat memicu diskusi dan aktivitas belajar yang lebih aktif di kelas.Tujuan72 | Sirajuddin : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol. 04 No. 01 (2024)Availableonlineat https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddinpenelitian ini adalah : (1)Menganalisis pengaruh pemanfaatan YouTube terhadap motivasibelajar siswa dalam mata pelajaran SKI.(2)Mengetahui tingkat efektivitas YouTube dalammeningkatkan pemahaman siswa terhadap materi SKI.(3)Mengidentifikasi kendala yangdihadapi dalam pemanfaatan YouTube dalam pembelajaran SKI.Metode penelitian inimenggunakan metode kualitatif dan penelitian kualitatif deskriptif, serta cara mengumpulkandata yang digunakan yaitu wawancara, observasi, serta guru dan siswa.Hasil penelitian ini : (1)Meningkatkan motivasi belajar siswa menjadi lebih termotivasi dalam belajar SKI karenamateri disajikan dengan menarik dan interaktif.(2)Adanya Kendala Teknis: Akses internet yangterbatas, kualitas video yang kurang baik, dan kurangnya literasi digital siswa menjadikendala.(3)Peran Guru yang Penting: Peran guru sangat penting dalam memilih video yangrelevan, membimbing siswa dalam menggunakan YouTube, dan mengelola diskusi kelas.
ANALISIS PEMIKIRAN IBRAHIM MUSTHAFA DALAM PERKEMBANGAN ILMU NAHWU: ANALISIS KRITIS DAN EPISTEMOLOGIS Candra Agus Saputra; Muhammad Attila Rifiananda; Akhmad Aliudin; Fauzi Ridwan
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i2.2139

Abstract

This study aims to examine the thoughts of Ibrāhīm Muṣṭafā in the renewal of Arabic grammar (nahwu) through a critical and epistemological approach. Recognized as a reformist in Arabic linguistics, Ibrāhīm Muṣṭafā sought to simplify and modernize traditional nahwu to make it more functional, communicative, and relevant to contemporary language learning needs. In his seminal work Iḥyā’ an-Naḥwi, he presents sharp critiques of the complexities of classical grammar, particularly the concept of ‘āmil, the i‘rāb system, and the excessive reliance on speculative analogical reasoning. This research uses a qualitative library research method with an epistemological-comparative analysis, especially by contrasting the perspectives of Ibrāhīm Muṣṭafā with those of Imam Sībawaih, the foundational figure of classical nahwu. The findings reveal that Ibrāhīm Muṣṭafā offers a deep transformation in structure, terminology, and teaching methods of nahwu, making it simpler and more meaningful. His ideas represent a paradigm shift from a rigid textual tradition to a practical and contextual linguistic framework, bridging classical heritage with modern linguistic discourse.
Paradigma Perkembangan Kurikulum dari K13 ke Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Madrasah Ibtidaiyah Siti Maimuna; Imron Fauzi; Mukni’ah
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i2.2141

Abstract

Artikel ini membahas paradigma perkembangan kurikulum dari K13 ke Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yaitu dengan cara menghimpun data dari berbagai sumber literatur dengan cara meliputi buku-buku, prosiding seminar nasional, dan artikel-artikel ilmiah yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilakukan K13 menekankan pada pendekatan tematik integratif dengan mengutamakan kompetensi siswa melalui pembelajaran berbasis penguatan literasi, penanaman karakter, serta penerapan asesmen autentik. Pada kurikulum ini, materi pembelajaran Bahasa Indonesia disusun secara terpadu dengan berbagai mata pelajaran lainnya, dan lebih fokus pada pencapaian kompetensi dasar serta indikator pencapaian yang telah ditetapkan.. Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di MI memiliki ciri khas yang berbeda, antara lain penekanan pada pemahaman dan keterampilan literasi, pembelajaran berbasis proyek, serta penanaman nilai-nilai kemandirian dan kreativitas. Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka juga lebih mengutamakan pengembangan kompetensi melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis pada potensi serta kebutuhan lokal siswa. Selain itu, asesmen pada Kurikulum Merdeka bersifat formatif dan diarahkan pada pencapaian perkembangan siswa secara holistik, bukan sekadar mengukur hasil akhir.
MENGENAL ALAM SEKITAR UPAYA MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) DI SD/MI Siti Mutmainah; Umi Farihah; Indah Wahyuni
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i2.2182

Abstract

This study aims to describe efforts to improve students’ science literacy through contextual learning that connects science materials with the natural environment surrounding elementary school students. The research employed a descriptive qualitative approach and was conducted at SDN Mangli 1 Jember and MIN 3 Jember. Informants included the school principals, science teachers, students’ parents, and students in grades IV and V. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed thematically using the Miles and Huberman model with source and technique triangulation. The findings revealed that efforts to improve science literacy were carried out by actively involving students in observation, simple experiments, and reflection on natural phenomena in their surroundings. Contextual learning was implemented through the integration of CTL (Contextual Teaching and Learning) principles such as inquiry, learning community, and authentic assessment. The school environment was utilized as a learning resource that encouraged student engagement and the development of science process skills. Learning activities that connected subject matter to real-life contexts effectively fostered curiosity, critical thinking skills, and environmental awareness. This study recommends that teachers consistently apply locally contextualized learning as a strategy to enhance science literacy at the elementary level. Furthermore, involving parents and the community is essential to support more meaningful science learning for students.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR Mochammad Afifuddin; Mohammad Sholehuddin
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i2.2308

Abstract

Penanaman nilai-nilai Islam sejak dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Pendidikan dasar sebagai tahap awal dalam proses pembelajaran formal menjadi sarana strategis untuk menginternalisasikan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana nilai-nilai Islam diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan dasar di Indonesia, baik secara eksplisit dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) maupun secara implisit dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan observasi lapangan terbatas pada beberapa sekolah dasar di wilayah Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun nilai-nilai Islam telah diakomodasi dalam kurikulum, pelaksanaannya sangat tergantung pada kompetensi guru, dukungan lingkungan sekolah, serta integrasi antarmata pelajaran. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi guru dan penguatan budaya sekolah yang Islami sebagai upaya optimalisasi implementasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan dasar.
KONSEP POLA ASUH ANAK DALAM MEMBANGUN GENERASI QUR’ANI (STUDI EDUKATIF Q.S LUQMAN AYAT 13-19) Imaniar Mahmuda; Diana Durrotul Lum’ah; Amalia, Nabila
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): Sirajuddin Juni 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i2.2313

Abstract

Degradasi moral merupakan fenomena yang nyaris melanda masyarakat Indonesia di semua kalangan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mempelajari metode pengasuh Qur'ani yang ditemukan dalam Surat Luqman ayat 13–19 sebagai model pendidikan untuk membentuk generasi Qur'ani. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan. Penelitian ini menyelidiki literatur tafsir klasik dan kontemporer serta literatur pendidikan Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima komponen utama terlibat dalam perawatan Luqman terhadap anaknya: tauhid, kesadaran akan pengawasan Allah, pendidikan ibadah dan akhlak, pembentukan etika sosial, dan cara berkomunikasi yang penuh kasih sayang dan hikmah. Membentuk orang yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab secara sosial sangat dipengaruhi oleh prinsip-prinsip ini. Pola asuh ini tidak hanya relevan untuk keluarga Muslim; juga dapat dimasukkan ke dalam sistem pendidikan formal dan non-formal untuk membangun generasi yang berkarakter Islami dan mampu menghadapi tantangan zaman. Dengan menggunakan Al-Qur'an sebagai landasan pendidikan, generasi Qur’ani diharapkan dapat membangun secara menyeluruh dalam hal spiritual, moral, dan sosial.