cover
Contact Name
Khotimah
Contact Email
jhessmuhajirinfoundation@gmail.com
Phone
+62895321722875
Journal Mail Official
jhessmuhajirinfoundation@gmail.com
Editorial Address
Jl. Suka Jadi Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JHESS: Journal Hub for Humanities and Social Science
ISSN : -     EISSN : 30473934     DOI : https://doi.org/10.63847/3aw7dh82
The Journal Hub of Humanities and Social Sciences aims to provide a platform for scholarly research and discussions in the fields of humanities and social sciences. The journal welcomes original research articles, literature reviews, theoretical papers, and methodological contributions that explore various aspects of human societies, cultures, behaviors, and interactions. Topics covered include but are not limited to anthropology, sociology, psychology, history, linguistics, cultural studies, gender studies, and interdisciplinary studies in humanities and social sciences. The scope of the journal encompasses studies that contribute to a deeper understanding of human experiences, societal structures, cultural phenomena, historical developments, and contemporary issues. We encourage submissions that employ diverse research methodologies, including qualitative, quantitative, mixed-methods, and interdisciplinary approaches. The journal also prioritizes articles that offer innovative insights, theoretical advancements, and practical implications for addressing societal challenges and fostering positive social change. The target audience for the journal includes academics, researchers, practitioners, policymakers, and students who are interested in advancing knowledge and discourse in the humanities and social sciences. We aim to promote interdisciplinary dialogue, critical inquiry, and intellectual exchange among scholars and practitioners from various disciplines and cultural backgrounds.
Articles 42 Documents
Reinterpretasi Tradisi Mappasikarawa dalam Pernikahan Bugis melalui Tafsir Sosial QS An-Nisa’ [4]: 19 Mina Febriani; Edi Hermanto
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 3 No. 2 (2026): 2026: Juli-Desember
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/m3etms48

Abstract

Tradisi Mappasikarawa merupakan salah satu rangkaian ritual dalam pernikahan adat Bugis yang sarat dengan makna simbolik dan nilai sosial. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai representasi relasi suami-istri, konsep kehormatan (siri’), serta legitimasi sosial dalam institusi pernikahan. Namun, dalam konteks sosial kontemporer, tradisi Mappasikarawa memerlukan pembacaan ulang agar tetap relevan dengan nilai keadilan dan etika relasional dalam Islam. Artikel ini bertujuan untuk mereinterpretasi tradisi Mappasikarawa melalui pendekatan tafsir sosial dengan menjadikan QS An-Nisa’ [4]:19 sebagai kerangka etik Qur’ani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis tafsir kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mappasikarawa dapat dipahami sebagai praktik budaya yang mengandung potensi nilai mu‘asyarah bi al-ma’ruf, namun juga menyimpan ketegangan makna yang memerlukan reinterpretasi agar sejalan dengan prinsip keadilan dan penghormatan terhadap perempuan. Penelitian ini menegaskan pentingnya dialog antara tradisi lokal dan nilai-nilai Qur’ani dalam membangun etika pernikahan yang berkeadaban.
Rekonstruksi Worldview Islam sebagai Paradigma Epistemologi: Telaah Kritis atas Konsep Weltanschauung Barat M. Kharis Majid; Abdullah Muslich Rizal Maulana; Tonny Ilham Prayogo; Farhah; Hifni Nasif
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 3 No. 2 (2026): 2026: Juli-Desember
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/9q07cr96

Abstract

Dominasi konsep weltanschauung dalam tradisi filsafat Barat telah membentuk konstruksi epistemologi modern yang cenderung menempatkan realitas pada dimensi empiris dan rasional, sehingga memunculkan reduksi terhadap aspek metafisis dalam memahami hakikat kehidupan. Kondisi tersebut mendorong perlunya rekonstruksi konseptual mengenai worldview melalui perspektif Islam yang memiliki landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep worldview Islam sebagai paradigma epistemologi melalui telaah kritis terhadap konsep weltanschauung Barat, sekaligus menjelaskan implikasinya terhadap relasi antara agama, sains, bahasa, dan pembentukan peradaban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan paradigma interpretatif-filosofis. Data dianalisis melalui comparative conceptual analysis dan content analysis terhadap karya-karya pemikir Barat, Kristen, dan Islam, terutama Syed Muhammad Naquib al-Attas, Sayyid Qutb, James W. Sire, Ninian Smart, dan James Underhill. Hasil penelitian menunjukkan bahwa worldview Barat berangkat dari orientasi empiris dan materialistik, sedangkan worldview Islam dibangun di atas prinsip tauhid yang mengintegrasikan wahyu, akal, pengalaman empiris, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan. Perbedaan epistemologis tersebut menghasilkan konsekuensi yang berbeda dalam memandang realitas, ilmu pengetahuan, bahasa, budaya, dan tujuan peradaban. Penelitian ini menegaskan bahwa worldview Islam tidak hanya merupakan sistem keyakinan, tetapi juga paradigma epistemologi yang mampu menjadi kerangka integratif dalam membangun ilmu pengetahuan dan peradaban yang berorientasi pada kesatuan antara dimensi duniawi dan ukhrawi. Temuan ini memberikan kontribusi berupa rekonstruksi konseptual worldview Islam sebagai paradigma epistemologi alternatif terhadap dominasi weltanschauung dalam tradisi pemikiran modern.