cover
Contact Name
Khotimah
Contact Email
jhessmuhajirinfoundation@gmail.com
Phone
+62895321722875
Journal Mail Official
jhessmuhajirinfoundation@gmail.com
Editorial Address
Jl. Suka Jadi Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JHESS: Journal Hub for Humanities and Social Science
ISSN : -     EISSN : 30473934     DOI : https://doi.org/10.63847/3aw7dh82
The Journal Hub of Humanities and Social Sciences aims to provide a platform for scholarly research and discussions in the fields of humanities and social sciences. The journal welcomes original research articles, literature reviews, theoretical papers, and methodological contributions that explore various aspects of human societies, cultures, behaviors, and interactions. Topics covered include but are not limited to anthropology, sociology, psychology, history, linguistics, cultural studies, gender studies, and interdisciplinary studies in humanities and social sciences. The scope of the journal encompasses studies that contribute to a deeper understanding of human experiences, societal structures, cultural phenomena, historical developments, and contemporary issues. We encourage submissions that employ diverse research methodologies, including qualitative, quantitative, mixed-methods, and interdisciplinary approaches. The journal also prioritizes articles that offer innovative insights, theoretical advancements, and practical implications for addressing societal challenges and fostering positive social change. The target audience for the journal includes academics, researchers, practitioners, policymakers, and students who are interested in advancing knowledge and discourse in the humanities and social sciences. We aim to promote interdisciplinary dialogue, critical inquiry, and intellectual exchange among scholars and practitioners from various disciplines and cultural backgrounds.
Articles 33 Documents
Paradigma Riya’ Dalam Sedekah Surat Al-Baqarah Ayat 263-264 Adilah, Ghina
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/0x925e89

Abstract

Artikel ini mengupas secara mendalam tentang sedekah dalam perspektif Islam, dengan fokus pada pentingnya ketulusan dan keikhlasan dalam beramal. Sedekah adalah kewajiban bagi Muslim yang memiliki kelebihan harta, ditujukan kepada mereka yang membutuhkan, dengan tujuan semata-mata mencari ridha Allah SWT. Pada masa awal Islam, sedekah dipraktikkan dengan penuh semangat oleh para sahabat dan generasi salaf, yang berlomba-lomba untuk memberikan harta mereka demi mendapatkan pahala. Namun, dalam konteks modern di Indonesia, fenomena sedekah sering kali disertai dengan niat riya’ atau pamer, yang berpotensi merusak pahala amal tersebut. Riya’, atau pamer dalam beramal, adalah perbuatan yang sangat dikecam dalam Islam karena dapat menggugurkan pahala ibadah. Artikel ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mengkaji berbagai sumber literatur yang membahas tentang sedekah, riya’, dan hukum-hukum terkait. Pembahasan meliputi definisi riya’, hukum dan jenis-jenisnya, serta tingkatan riya’ yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, artikel ini juga mengulas pandangan ulama seperti Al-Ghazali dan Quraish Shihab mengenai riya’ dan dampaknya terhadap amal ibadah. Kesimpulan dari artikel ini menekankan perlunya kesadaran umat Muslim untuk menghindari riya’ dan menjaga keikhlasan dalam setiap amal ibadah, termasuk sedekah, agar pahala yang diharapkan dapat diraih sepenuhnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Proses Dan Tujuan Penciptaan Manusia Dalam Perspektif Al-Qur’an Saputra, M. Farras
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/8mwxn986

Abstract

Artikel ini membahas tentang penciptaan manusia menurut perspektif Islam, terutama melalui penjelasan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Artikel ini menguraikan dua pandangan utama mengenai asal-usul manusia: pandangan ilmuwan Barat yang mengaitkan manusia dengan evolusi dari kera melalui seleksi alam, dan pandangan Islam yang menegaskan bahwa manusia diciptakan oleh Allah dari tanah dan air mani, seperti yang dijelaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Melalui penelitian kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menggali berbagai referensi terkait proses penciptaan manusia menurut Al-Qur’an, termasuk penjelasan tentang Nabi Adam yang diciptakan dari tanah dan manusia lain yang diciptakan dari air mani. Artikel ini juga mengeksplorasi tujuan penciptaan manusia, yakni untuk beribadah kepada Allah dan bertindak sebagai khalifah di muka bumi. Dengan mengaitkan teks-teks Al-Qur’an dengan interpretasi dari hadist dan literatur Islam lainnya, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang asal-usul dan tujuan eksistensi manusia dari perspektif teologis Islam.
Konsep Makna Dalil Rezeki Didalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Ibnu Katsir)Konsep Makna Dalil Rezeki Didalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Ibnu Katsir) Mayla Faiza Hanum; Ali Akbar
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/bw9sft10

Abstract

Jika membahas masalah rezeki sering kali dikaitkan dengan masalah ekonomi di kehidupan manusia. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menganggap rezeki sebagai sumber kesejahteraan hidup, sehingga mereka lupa bahwa mereka hidup di bumi Allah SWT ini tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada-Nya. seseorang yang jika diberi kekayaan maka dia akan bermaksiat, sedangkan jika diberi kecukupan maka dia akan gemar beribadah. Namun, ada juga orang yang jika diberi kemiskinan dia bermaksiat dan jika diberi kekayaan dia akan gemar beribadah dan bersedekah. Kekayaan juga dapat membuat seseorang itu berbuat angkuh dan semaunya.Untuk mengungkap makna dibalik kata rizq yang mana kata rezeki disebutkan sebanyak 123 kali di dalam alqur’an. Maka dari itu diperlukan pendekatan yang sesuai dengan hal tersebut. Seiring berkembangnya zaman, metode penafsiran Al-Qur’an yang beredar saat ini juga beragam, salah satunya ialah menggunakan pendekatan tafsir tematik. Menurut Al-Farmawi ayat-ayat yang berkaitan dengan tema, namun jika tidak memungkinkan bisa dengan menyeleksi ayat-ayat yang mewakili dengan tema yang di angkat. Rezeki menurut Ibnu Katsir segala sesuatu yang diberikan oleh Allah kepada makhluknya. Allah meluaskan rezeki mereka tujuannya untuk menguji mereka dengan rezeki mereka tersebut. Jika Allah memberikan cobaan dan menyempitkan rezeki bukan berarti Allah menghinakannya. Tujuannya ialah agar manusia selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. Kata rezeki didalam Al-Qur’an terbagi kedalam 32 bentuk dan dibagi lagi menjadi 4 bentuk isytiqaq rezeki terbagi mejadi 3 macam yaitu rezeki yang dijamin yang mana Allah telah menjamin seluruh rezeki makhluk-Nya, rezeki yang dibagikan yang mana rezeki kadarnya bisa berubah-ubah, tergantung usaha seseorang untuk mendapatkannya, dan yang terakhir rezeki yang di janjikan yang mana allah telah menjanjikan rezeki kepada seluruh makhluknya
Eksistensi Laut dalam Al-Qur'an:Analisis Tafsir Ilmiah Masyhuri Putra; M. Ridho Firdaus
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/zd8ttm19

Abstract

Kajian ini membahas eksistensi laut dalam Al-Qur'an melalui analisis tafsir ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena laut dan kaitannya dengan penemuan ilmiah modern. Dalam Al-Qur'an, terdapat sejumlah ayat yang secara eksplisit dan implisit menyebutkan tentang laut, seperti dinamika air laut, gelombang di kedalaman laut, serta batas antara air tawar dan air asin (Al-Furqan: 53). Studi ini menggunakan metode tafsir tematik dengan pendekatan tafsir ilmiah untuk menggali makna ayat-ayat tersebut. Tafsir ilmiah memungkinkan kita memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan fenomena alam sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern, seperti oseanografi dan hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjelasan Al-Qur'an mengenai laut sejalan dengan temuan ilmiah terbaru, seperti adanya lapisan gelap di dasar laut, arus laut, dan pembatas air yang sulit ditembus di antara dua jenis air yang berbeda. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap integrasi ilmu pengetahuan dan tafsir Al-Qur'an, sekaligus menegaskan relevansi Al-Qur'an dengan ilmu pengetahuan modern.
Upaya Tokoh Agama dalam Menanggulangi Konflik Sosial Keagamaan di Kampung Pancasila Desa Banaran Kediri M. Kharis Majid; Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan; Afiyatin Nur Izzah
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/fj0evt67

Abstract

Sebutan Kampung Pancasila untuk Desa Banaran Kediri tentunya memliki beberapa alasan, diantaranya adalah bahwasanya di Desa tersebut terdapat berbagai agama dan dalam keberagaman tersebut, mereka bisa hidup rukun, toleran antara satu dengan yang lain dan tentunya terhindar dari konflik keagamaan. Hal ini tidak lepas dari upaya tokoh agama dalam mennggulangi konflik antar umat beragama. Sehingga dalam artikel ini akan mengupas sejauh mana upaya tokoh agama dalam menanggulangi konflik antar umat beragama di Desa tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian lapangan ini adalah deskriptif analitis dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat beragama sebagai responden dari pengumpulan datanya. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah pertama, tokoh agama sebagai sosok pemelihara keimanan. Kedua, Upaya tokoh agama dalam menanggulangi konflik antar umat beragama  adalah dengan membangun komunikasi antar umat. Ketiga, Upaya menjaga kerukunan antar umat beragama dengan sikap toleran. Keempat, memfasilitasi dialog antar agama. Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan karena pada dasarnya tokoh agama memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.
KONSTITUSI IRAN DALAM PERDEBATAN Afrizal M; Muhammad Hanif
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): 2024: July - December
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/z244np62

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggambarkan perbedaan pandangan Na’ini dan Noori tentang konstitusi Iran 1906. Penelitian ini menggunakan metode library riset. Semua pandangan  yang terdapat dalam artikel ini diambil dari beberapa buku dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pada awalnya Muhammad Husen Na’ini dan Pazlollah Noori memilki pandangan yang sama tentang Konstitusi Iran 1906, dimana konstitusi itu berfungsi untuk membatasi kekuasaan yang absolut. Tetapi kemudian antara kedua tokoh ini terjadi pebedaan pandangan. Perbedaan itu disebabkan ketidaksamaan  pandangan mereka tentang doktrin Syi’ah. Na’ini melihatnya dari sisi konsep pentingnya demokrasi, sedangkan Noori melihat kekeliruan yang terdapat dalam konstitusi karena ada pasalnya yang bertentangan dengan doktrin Syiah. 
Harmoni Penciptaan Manusia: Kajian Al-Qur'an dan Sains dalam Prespektif Ilmiah dan Spritual Basril, Naili Amaliyah; Mahrunnisa; Mely Septi Wafer; Zulaika; Edi Hermanto
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): 2025: January - June
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/jqfx0463

Abstract

Penelitian ini mengkaji tema penting mengenai penafsiran ayat penciptaan embrio dalam Al-Qur’an, dengan menggunakan metode penelitian library research dan 2 pendekatan tafsir tematik. Ayat ini mencerminkan hubungan antara aspek ilmiah dan makna spritual dalam penciptaan manusia. Penelitian ini menggabungkan aspek ilmiah dengan pengetahuan modern tentang proses penciptaan embrio manusia dan mengeksplorasi bagaimana ayat-ayat tersebut sejalan dengan temuan ilmiah kontemporer. Melalui metode penelitian library research, kami menganalisis berbagai sumber teks tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur ilmiah terkait penciptaan embrio. Kami juga menggali makna spritual dari ayat-ayat tersebut, mengenai bagaimana pemahaman penciptaan dapat memperdalam keimanan manusia. Hasil Penelitian ini mengungkapkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an menggambarkan dengan akurat berbagai tahap penciptaan embrio manusia, yang sesuai dengan temuan ilmiah modern. Lebih dari itu, ayat-ayat ini juga mengundang refleksi spritual yang mendalam tentang kebesaran Allah sebagai penciptaan Maha Kuasa dan hubungan manusia dengan sang pencipta. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang penciptaan embrio manusia, menginteragrasikan aspek ilmiah dan spritual. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang berharga untuk meningkatkan pemahaman tentang hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama, serta menggugah rasa ingin tahu tentang keajaiban alam semesta dan makna spritual kehidupan manusia.
Bermegah-Megahan Ancaman Hedonisme Dalam Al-Qur'an Surat At-Takatsur dan Implikasinya Pada Kehidupan Modern Syafruddin, Putri Ramadani; Nurul Hafizhah Hayati; M. Arief; Muhammad Syamsul Hadi
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): 2025: January - June
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/fk8z0785

Abstract

Penelitian ini mengangkat pokok permasalahan mengenai fenomena hedonisme dalam kehidupan modern yang relevan dengan peringatan Al-Qur’an pada surat At-Takatsur tentang perilaku bermegah-megahan. Hedonisme, sebagai gaya hidup yang memprioritaskan kesenangan duniawi dan kepemilikan material, dianggap bertentangan dengan nilai-nilai spiritual dan sosial yang ditekankan dalam islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep mermegah-megahan yang tercantum dalam surat At-Takatsur, mengidentifikasi ancaman hedonisme dalam konteks kehidupan kontemporer, serta memahami implikasinya terhadap kehidupan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur tafsir Al-Qur’an yaitu kitab tafsir Al-Azhar, serta analisis fenomenologi terhadap dampak hedonisme dalam kehidupan kehidupan modern. Hasil penelitian penunjukkan bahwa perilaku bermegah-megahan yang diingatkan dalamm surat At-Takatsur memiliki kesamaan signifikan dengan gejala hedonisme yang berkembang saat ini, dimana banyak individu terjebak dalam perlombaan materi yang melalaikan tujuan hidup yang lenih hakiki. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kesadaran terhadap ancaman hedonisme penting untuk ditumbuhkan agar tercipta keseimbangan antara kebutuhan material dan spiritual, demi kehidupan yang lebih bermakna dan harmonis sesuai ajaran islam
PENGARUH KONSEP TAQWA TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL REMAJA MUSLIM Tanjung, Khairil Candra; Dalimunthe, Albir Hanif; Ali Akbar
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): 2025: January - June
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/51d91r59

Abstract

Pada masa remaja, perkembangan perilaku prososial memainkan peran penting dalam membentuk interaksi sosial dan kesejahteraan pribadi, seiring dengan kemajuan menuju kedewasaan sosial. Perilaku ini, yang meliputi empati, berbagi, dan membantu sesama, dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, termasuk nilai-nilai spiritual dan agama. Dalam Islam, konsep takwa menjadi landasan moral utama yang mengarahkan individu untuk melakukan kebaikan kepada orang lain. Takwa, sebagai bentuk kesadaran spiritual, berfungsi tidak hanya sebagai pendorong perilaku positif tetapi juga sebagai pengendali diri terhadap dorongan emosional dan hawa nafsu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran takwa dalam membentuk perilaku prososial remaja Muslim, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan psikologis dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mengkaji literatur terkait pengaruh takwa terhadap perilaku prososial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai takwa yang meliputi sikap berinfak, menahan marah, memaafkan, dan berbuat baik, memiliki implikasi yang signifikan dalam membentuk perilaku prososial.
SINKRETISME DELAM PRILAKU KEAGAMAAN SUKU AKIT DI KECAMATAN PULAU MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU Andri; Abd. Ghofur; Khairiah
Journal Hub for Humanities and Social Science Vol. 2 No. 1 (2025): 2025: January - June
Publisher : Yayasan Masjid Al-Muhajirin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63847/w6jmgt59

Abstract

Skripsi ini berjudul Sinkretisme dalam Perilaku Keagaman Suku Akik dikecamatan Pulau Merbau Kabupaten kepulauan meranti provinsi riau. Keanekaragaman Suku bangsa dengan budayanya di seluruh Indonesia merupakan Suku bangsa dan perlu mendapat perhatian khusus. Setiap Suku Bangsa memiliki budaya yang khas, yang memberikan jati diri terhadap Suku bangsa Indonesia lain. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berlandaskan “Bhineka Tunggal Ika” di dalamnya terdapat berbagai macam suku, bahasa dan kebudayaan yang berbeda antara suku yang satu dengan yang lain dan dapat diketahui dengan mempelajari dari segi aspek kebudayaan suku bangsa tersebut.Bagaimana pola sinkretisme dalam prilaku keagamaan suku akit di Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti,Faktor apa saja melatar belakangi terjadinya Sinkretisme di Kalangan Suku Akit Di Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti.Jenis dari penelitian ini berupa penelitian lapangan(fled research) untuk mendapatkan bahan yang harus diteliti maka peneliti memakai metode penelitian berupa kualitatif maka peneliti terjun ke lapangan secara langsung mewawancarai narasumber.Singkretisme (pencampur adukan antara Agama dan Budaya) Suku akik seringkali terjadi di kalangan orang orang Akik di Kecamatan Pulaumerbau entah kerena kurangnnya pengetahuan mereka atau memang mereka hannya mengikuti budaya atau tradisi yang di ajarkan oleh nenek moyang mereka tetapi penulis mengaris bawahi atau penulis menelaah dari sumber sumber observasi dan wawancara,penulis  hannya bias mengambil beberap ilmu atau pengetahuan tentang Suku Akik,mengapa mereka Masyarakat Suku Akik suka Menskretiskan (mencampur adukan agama dan budaya) , itu di karenakan lemahnnya ilmu pengetahuan Masyarakat Suku Akik terhadap Budaya dan keagamaan yang mereka anut di kalangan Suku Akik kecamatan pulau merabau karenakan masyrakat Suku Akik mereka lebih mementingkan mencari uang dan mencari makan ketimbang mencari ilmu dan mempelajari suatu Agama,karena Suku Akik Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti motivasi hidup mereka hannya untuk mencari makan dan mencari uang ketimbang mencari Ilmu dan mereka (suku akik) kurangnnya bergaul dengan Masyarakat setempat di karenakan mencari uang atau bekerja.

Page 2 of 4 | Total Record : 33