cover
Contact Name
Intan Rizky Mutiaz
Contact Email
intanrm@itb.ac.id
Phone
+6288212348559
Journal Mail Official
deskomvisjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lodan Raya No.2, RT.12/RW.2, Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara, Jakarta, 14430, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
ISSN : 27213927     EISSN : 27213919     DOI : https://doi.org/10.38010/deskomvis
Core Subject : Art,
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media published by Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV). Deskomvis focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research reports, conceptual ideas, studies, theories, using qualitative approach in the field of Visual Communication Design, Digital Arts, and Media. Focus and scope of Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media includes: Typography, Branding, Design Thinking, Visual Culture, Photography, Advertising, Film, Animation, Videography, Illustration, Nirmana, Painting, etc.
Articles 55 Documents
Perancangan Buku Cerita Bergambar Henry Dunant sebagai Penerima Nobel Perdamaian Pertama Noer Harisman Miftahudin; Ariefika Listya; Puri Kurniasih
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 2 No. 2 (2021): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v2i2.31

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk merancang buku cerita bergambar Jean Henry Dunant sebagai penerima nobel perdamaian pertama. Metode penelitian berjenis kualitatif deskriptif. Studi literatur serta wawancara dengan narasumber yang menguasai materi tentang Jean Henry Dunant dilakukan sebagai pengumpulan data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk grafis yang mengangkat Henry Dunant masih terbatas, sehingga diperlukan perancangan buku cerita bergambar untuk anak. Karakter visual dirancang berdasarkan sumber ilmiah terkait kehidupan Henry Dunant yang menggambarkan fisik dan sifat setiap karakter. Elemen desain komunikasi visual yang digunakan disesuaikan dengan target khalayak pembacanya yakni anak-anak. Melalui perancangan buku cerita bergambar Jean Henry Dunant ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat terutama anak-anak melalui pesan moral yang tersampaikan dengan sederhana dan dapat menjadikan Jean Henry Dunant sebagai panutan.
Study Of The Application Garuda Pancasila Symbol on The Flags and Banners Ornaments of Indonesia Independence Day Celebration Fransiska Rachel; A.M. Hermanto Laksana; Yuniarti Rahayu
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 2 No. 2 (2021): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v2i2.32

Abstract

Approaching the Independence Day of the Republic Indonesia, the phenomenon of selling banners, flags and various other complementary decorations for Independence Day celebration arise. The interesting thing about this phenomenon is the emergence of a new phenomenon where the use of Garuda Pancasila symbol as decoration of aesthetic elements on banners and flag. However, the use of Garuda Pancasila symbol is often followed by other additional decorative elements that overlap or even change the original character of the symbol. This study aims to collect the application of Garuda Pancasila logo and the decorations used, compile the phenomenology and analyze from the point of view of visual communication design, especially semiotics which is based on visual, semantic, syntactic and pragmatic analysis. The final goal of this research is to provide input to the government to provide clear rules and Design Ethics on the proper and correct use or application of the Garuda Pancasila symbol.
Oposisi Biner Urban-Rural dan Mitos Keterbelakangan dalam Film Denias: Senandung Di Atas Awan Samuel Arnold Septian; Difa Amirul Mu’min; Kartika Eka Cahyaning Widyanti; Silvanya Lima Silvanya Lima Bonita; M. I. Qeis
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 2 No. 2 (2021): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v2i2.33

Abstract

Meskipun perfilman Indonesia sempat mengalami mati suri pada tahun 1980-an hingga akhir tahun 1990-an, beberapa film yang diproduksi sineas muda saat ini akhirnya berhasil menembus pasar baik nasional maupun internasional. Beberapa film Indonesia pun telah meraih penghargaan dalam festival film internasional. Salah satu dari sekian judul film yang berhasil meraih penghargaan festival film internasional adalah “Denias: Senandung di Atas Awan” karya Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen. Film ini pun berhasil masuk nominasi Piala Oscar tahun 2008 untuk kategori film asing. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kajian untuk melihat strategi perfilman sineas muda yang sukses menembus pasar internasional, terutama dalam bentukan ekspresi budaya yang tervisualisasikan dalam film. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wujud ekspresi budaya melalui pendekatan Semiotika berupa oposisi biner dan mitos yang terdapat dalam film “Denias: Senandung Di Atas Awan”. Hasil yang diperoleh dalam kajian film berupa temuan-temuan sebagai berikut: (1) Film Denias menampilkan ekspresi budaya berupa oposisi biner antara masyarakat urban dengan masyarakat rural yang memunculkan benturan budaya dan perjuangan, (2) Film Denias memperkuat mitos keterbelakangan masyarakat rural dan superioritas masyarakat urban dengan memunculkan perjuangan Denias mempelajari ilmu sains dengan memunculkan oposisi biner antara modernitas dan tradisi. Kedua temuan ini mencerminkan adanya selera pasar internasional terhadap perjuangan dalam meraih impian dengan balutan superioritas ilmu pengetahuan dan sains.
Visualisasi film dokumenter pendek Soember Bahagia Ellen Lim; Lala Palupi Santyaputri
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 5 No. 1 (2024): Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v5i1.69

Abstract

Kehadiran seni urban di tengah masyarakat yang bermukim pada sebuah kota memiliki maksud untuk menyampaikan aspirasi dan opini terhadap konflik yang didapati pada kehidupan hirup pikuk perkotaan. Seni urban memakai ruang publik guna merealisasikan intensi interaktif antara pengamat, hasil karya, dan publikasi itu sendiri. Salah satu jenis seni urban yang memanfaatkan ruang publik ialah gambar pada karoseri truk. Perancangan film dokumenter “Soember Bahagia” akan membuktikan nilai tersebut dengan mendedikasikan penelitiannya langsung ke dalam kehidupan para narasumber yakni, sopir truk, pemilik bengkel karoseri, pelukis truk, dan peneliti fenomena gambar truk. Proyek ini melaksanakan empat tahapan pembuatan film dokumenter yaitu, praproduksi, produksi, pasca produksi, dan distribusi. Sebagai hasilnya, film yang dimuat dalam durasi lima belas menit ini berhasil menampilkan representasi kehidupan masyarakat kota melalui dokumentasi wawancara bersama narasumber, keseharian sopir truk, aktivitas perkotaan, dan lainnya.
Analisis poster film Baby Blues menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce Auryn Irwan A. W; M. Daffa Ibrahim; Zufar Ahmad B.
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 5 No. 1 (2024): Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v5i1.71

Abstract

Poster film adalah salah satu media komunikasi visual yang menyampaikan informasi kepada calon penonton tentang gambaran umum dari suatu film. Poster film baby Blues menjadi objek yang menarik untuk dianalisis karena memiliki elemen visual dan teks yang memiliki makna visual. Artikel ini menganalisis poster film Baby Blues dengan menggunakan pendekatan teori semiotika oleh Charles Sanders Peirce, yang membagi sebuah tanda menjadi tiga kategori yaitu ikon, indeks, dan simbol. Poster film dipilih karena merupakan salah satu bentuk media komunikasi visual yang tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi tetapi juga sebagai alat untuk menyampaikan tema, emosi, serta pesan utama pada film. Pada analisis ini, ikon menggambarkan kemiripan visual dengan objek nyata, indeks menunjukkan hubungan sebab-akibat dengan objek, dan simbol mencerminkan makna berdasarkan konvensi sosial. Elemen visual poster, seperti ekspresi wajah terkejut seorang pria, wajah wanita yang terlihat lelah, bayi yang digendong oleh wanita, mainan anak-anak, dan pakaian kasual yang dipakai seorang wanita, dievaluasi untuk menemukan makna visual di baliknya
Peran kearifan lokal dalam buku cerita untuk pendidikan karakter anak Aldina Suryani; Alfina Julianti; Andini Budiman; Anggis Rizky Wiyaringtyas
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 5 No. 1 (2024): Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v5i1.72

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal Kalimantan sebagai media untuk meningkatkan literasi dan pendidikan karakter anak. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan menelaah berbagai jurnal yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir melalui database Google Scholar dan Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar yang mengangkat nilai-nilai budaya dan tradisi lokal Kalimantan mampu meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi anak secara signifikan. Selain itu, media ini juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial yang berakar pada budaya daerah, sehingga membantu pembentukan karakter yang positif pada anak. Ilustrasi yang menarik dan cerita yang sesuai dengan pengalaman sehari-hari anak membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Selain media cetak, pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi digital yang mengintegrasikan kearifan lokal juga memberikan kontribusi penting dalam memperluas akses dan efektivitas pembelajaran di era digital. Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam pengembangan konten yang mencakup keberagaman budaya di Kalimantan serta dalam mengoptimalkan peran media sebagai sarana pembentukan karakter. Oleh karena itu, pengembangan buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal Kalimantan sangat direkomendasikan sebagai strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk mendukung literasi dan pendidikan karakter anak secara menyeluruh.
Perancangan ulang identitas visual Sitespirit untuk menguatkan brand image perusahaan dengan menggunakan pendekatan etnografi Achmada Marisanal; Dimas Fakhruddin
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 5 No. 1 (2024): Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v5i1.74

Abstract

Penelitian ini berfokus pada perancangan ulang identitas visual agensi Sitespirit dengan menggunakan pendekatan etnografi untuk mengeksplorasi kebutuhan konsumen dan interaksi pengguna. Melalui observasi lapangan selama enam bulan, teridentifikasi bahwa Sekawan Studio membutuhkan identitas visual yang lebih terstruktur, termasuk logo yang menarik, pemilihan warna yang tepat, tipografi yang jelas, dan penataan elemen visual yang lebih baik. Metode yang diterapkan adalah mixed methods, menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Proses design thinking dimulai dengan tahap empathize untuk pengumpulan data, diikuti dengan tahap define untuk menganalisis dan mengelompokkan kebutuhan desain. Tahap ideate menghasilkan konsep dan elemen visual yang dituangkan dalam moodboard, sebelum melanjutkan ke sketsa dan digitalisasi logo menggunakan Adobe Illustrator. Prototyping menghasilkan Graphic Standard Manual (GSM) dan media promosi tambahan untuk memperkuat brand image. Hasil uji coba melalui kuesioner menunjukkan bahwa responden sangat mendukung perancangan ulang identitas visual, yang dinilai lebih menarik dan selaras dengan nilai serta tujuan perusahaan.
Perancangan animasi sebagai media kampanye kekerasan anak terhadap orang tua Intan Ramadani; M. Arief Nazaruddin
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 5 No. 1 (2024): Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v5i1.76

Abstract

Perkembangan zaman memengaruhi perilaku masyarakat melalui perubahan ekonomi dan politik yang berdampak pada struktur sosial. Dampak negatifnya termasuk meningkatnya kriminalitas, terutama kekerasan, yang sulit dihilangkan. Kasus kekerasan, seperti KDRT, menjadi perhatian serius, terutama di Jawa Timur dan Surabaya. Surabaya meraih penghargaan Kota Layak Anak, menandakan komitmen dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga. Untuk mempertahankan penghargaan ini, diperlukan kontribusi dari masyarakat dan pemerintah. Penerapan animasi sebagai media kampanye diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang kekerasan anak, menjangkau semua usia untuk meningkatkan kesadaran dan respons positif terhadap masalah sosial ini. Pembuatan animasi sebagai media kampanye kekerasan anak terhadap orang tua ini adalah salah satu kontribusi untuk mendukung terciptanya kota layak anak. Animasi 2D ini dirancang menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penulis menggunakan metode kualitatif pada saat proses perancangan animasi, semantara menggunakan metode kuantitatif pada saat proses pengujian dan evaluasi. Pada penelitian ini juga menggunakan pendekatan design thinking yang terbagi dari lima tahap yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Teknik Analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan animasi sebagai media kampanye kekerasan anak yang dilakukan terhadap orang tua
Perbandingan user experience (UX) pada platform media Steam dan Epic games store Muhammad Abel Abdullah; Muhammad Rafi Jaseli; Pria Rafif Daffa Arya Putra; Anggis Rizky Wiyaringtyas
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 5 No. 2 (2024): Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v5i2.81

Abstract

Steam dan Epic Games Stores merupakan penyedia distribusi game digital yang terkenal di dunia. Kedua platform ini sering menjadi bahan perdebatan di forum diskusi dikarenakan fitur antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna yang diberikan oleh kedua platform distribusi game digital sangat berbeda. Beberapa pengguna menyebutkan jika fitur UI/UX yang diberikan oleh platform Steam lebih nyaman dan desain yang simpel bagi penggunanya, berbeda dengan Steam pengguna platform Epic Games lebih menyukai platform tersebut dikarenakan game gratis yang diberikan oleh penggunanya. Sehingga, perdebatan ini membuat perbandingan akan UI/UX dari kedua platform tersebut untuk mencari data. UI/UX manakah yang lebih diminati oleh para penggunanya. Hal ini dapat menjadi rekomendasi bagi para pengguna barunya dan dapat memberikan rekomendasi untuk pengembangan UI/UX terhadap para pengguna kedua platform distribusi game digital tersebut.
Gema idul fitri bersama BRI: Kajian literasi visual pada iklan idul fitri BRI 2023 Zulfa Aulia Novan Fadhilah; Rakha Arner Fadlurahman Azhari
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 5 No. 2 (2024): Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v5i2.82

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna dalam iklan Idul Fitri BRI tahun 2023 dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori Literasi Visual. Penelitian ini menganalisis iklan "Gema Idul Fitri Bersama BRI" yang menampilkan momen silaturahmi di rumah nenek, sering kali menjadi ajang pamer prestasi. Melalui pendekatan Literasi Visual, peneliti menguraikan elemen-elemen visual seperti gambar dan komposisi untuk memahami pesan mendalam yang disampaikan iklan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan visual terhadap elemen-elemen dalam iklan, termasuk ekspresi wajah dan gestur tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan tersebut berhasil menyampaikan nilai-nilai kebersamaan, dan pentingnya silaturahmi dalam budaya Indonesia. Elemen visual dalam iklan mempengaruhi perasaan dan pemahaman audiens, menggarisbawahi pentingnya menjaga hubungan harmonis meskipun ada persaingan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman tentang literasi visual dalam media iklan, serta membentuk dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai peran iklan dalam mencerminkan dan membentuk nilai-nilai budaya dalam masyarakat.