cover
Contact Name
Intan Rizky Mutiaz
Contact Email
intanrm@itb.ac.id
Phone
+6288212348559
Journal Mail Official
deskomvisjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lodan Raya No.2, RT.12/RW.2, Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara, Jakarta, 14430, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
ISSN : 27213927     EISSN : 27213919     DOI : https://doi.org/10.38010/deskomvis
Core Subject : Art,
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media published by Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV). Deskomvis focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research reports, conceptual ideas, studies, theories, using qualitative approach in the field of Visual Communication Design, Digital Arts, and Media. Focus and scope of Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media includes: Typography, Branding, Design Thinking, Visual Culture, Photography, Advertising, Film, Animation, Videography, Illustration, Nirmana, Painting, etc.
Articles 55 Documents
Sistem Visual Asian Games 2018: Upaya Memetakan Rumusan Konsep Visual yang Digunakan Daru Paramayuga; Rezki Gautama Tanrere
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 1 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i1.1

Abstract

Peristiwa olahraga Asian Games tahun 2018 yang diselenggarakan di Indonesia ini mungkin akan mengandung upaya branding di dalamnya, agar peristiwa ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat secara nasional, regional, maupun internasional. Salah satu upayanya adalah melibatkan bidang desain komunikasi visual, untuk berperan dan berkontribusi dalam mengorganisasikan satuan dan elemen-elemen visual yang diproduksinya. Penelitian yang kami lakukan menitik beratkan pada melacak derivat elemen-elemen visual Asian Games 2018 yang bersumber dari logo utamanya.
Analisis Elemen Visualisasi Budaya Kematian dalam Film Animasi Coco Felita Malva Amelinda; Elda Franzia
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 1 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i1.2

Abstract

Film animasi “Coco” karya Studio Pixar (2017) mengangkat upacara adat Dia de los Muertos atau “Hari Kematian” yang dilaksanakan dan dibudayakan oleh masyarakat Meksiko setiap awal November atau tanggal 31 Oktober. Upacara ini diadakan untuk menghormati kerabat mereka yang telah tiada. Penelitian ini dilaksanakan untuk memahami secara mendalam tema dan visualisasi fim tersebut, dan pengaruhnya terhadap hasil film secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, untuk pemaparan elemen-elemen visual film. Metode pengumpulan data dilakukan melalui berbagai sumber visual dan referensi pustaka, untuk menganalisis tanda-tanda visual pada film animasi “Coco”. Dapat disimpulkan bahwa penggambaran kematian dalam film tidak selalu harus berhubungan dengan elemen-elemen visual yang pada umumnya diasosiasikan dengan kematian seperti suasana suram yang diciptakan dengan spektrum warna gelap. Visualisasi film “Coco” dibuat untuk merayakan dan menghormati kerabat yang sudah tidak ada.
Perspektif Perempuan Urban di Jakarta pada Perubahan Majalah Digital Ariani Wardhani
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 1 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini membahas tentang persepsi perempuan terhadap penggunaan majalah digital yang sudah cukup lama beredar. Tidak semua para perempuan Indonesia mau menerima perubahan penggunaan majalah digital, namun semua itu ada penyebabnya dikarenakan mereka masih merasa nyaman dalam membaca majalah cetak. Penggunaan antara majalah cetak ke digital selain banyak mengandung unsur pergeseran budaya juga menghasilkan persepsi yang berbeda. Setiap pembaca memiliki proses menerima rangsangan atau data dari berbagai sumber sebelum menghasilkan persepsi dalam sesuatu. Kebanyakan data yang diperoleh dari panca indera dari pembaca, sehingga dapat mempelajari sebelum mencerna dari melihat, merasakan, mencium, mendengar, atau menyentuhnya. Ketika diadakannya focus group discussion setiap individu pembaca perempuan memiliki faktor-faktor sebelum mempersepsikan ketika membaca majalah cetak dan digital. Penelitian ini mencari tentang persepsi perempuan urban terutama di Jakarta dalam membaca majalah digital, sehingga hasil dari penelitian ini dapat berguna bagi kemajuan majalah digital di Indonesia.
Eksplorasi Visual Naratif Indonesia-Tionghoa dalam Film Karya Mahasiswa Lala Palupi Santyaputri; Olivia Nursalim; Catherine Karenina
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 1 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i1.4

Abstract

Indonesia-Tionghoa dalam film Indonesia jarang menjadi subyek utama pada narasi bahkan masih termarjinalkan. Marjinalisasi pada Indonesia-Tionghoa ini melihat kembali sejarah Indonesia yang tidak memberikan ruang yang sama dengan warga negara Indonesia yang lain. Perkembangan film Indonesia saat ini melahirkan pembuat film dari generasi milenial terutama yang lahir dari sekolah perfilman. Analisa secara narasi dan visual dilakukan pada dua karya mahasiswa tentang Indonesia-Tionghoa dengan menggunakan metodologi penelitian naratif dengan pendekatan kualitatif. Tahapan riset yang dilakukan oleh sutradara akan menjadi titik tolak dalam penelitian ini terutama dalam mempelajari sejarah. Dua obyek penelitian yang diangkat dalam penelitian masing-masing ini adalah biopic “Lebih Cina dari Tionghoa” (2019) dan film fiksi “Bulikan” (2019). Dua film ini mewakili representasi Indonesia-Tionghoa masa kini dan masa lalu. Penelitian ini sebagai studi representasi pada visualisasi dan narasi film karya generasi baru.
Pemanfaatan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Keterlibatan Audiens dalam Belajar Anggi Almira Rahma; Intan Rizky Mutiaz
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 1 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i1.5

Abstract

Media adalah segala sesuatu, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, yang dapat digunakan untuk mengirim pesan. Media audio visual (A-V) menyampaikan informasi melalui suara dan gambar secara bersamaan. Perkembangan pendidikan saat ini menjadikan penggunaan media A-V menjadi media pembelajaran yang populer karena dianggap dapat meningkatkan minat dan memberikan pemahaman yang lebih baik dalam pembelajaran. Ini berbanding lurus dengan tingkat keterlibatan audiens dalam pembelajaran, semakin kuat keterlibatan audiens, semakin baik pemahaman akan diterima. Metode yang digunakan dalam ulasan artikel ini adalah membandingkan penggunaan tiga media A-V digital (animasi, naratif A-V, dan realitas virtual) sebagai media pembelajaran. Penulis menjelaskan bagaimana setiap media pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan audiens. Berdasarkan penelitian media pembelajaran A-V tersebut, kesimpulannya adalah media A-V dapat meningkatkan tingkat keterlibatan audiens dalam pembelajaran. Keterlibatan audiens dapat melalui pengalaman pengguna, emosi, atau fisik. Semakin interaktif media, semakin banyak elemen audiens akan terlibat dalam pembelajaran. Tujuan dari ulasan artikel ini adalah untuk mengetahui jenis media A-V apa yang paling tepat untuk meningkatkan keterlibatan audiens dan bagaimana media tersebut dapat secara aktif melibatkan audiens dalam pembelajaran.
Konstruksi Citra Wanita dalam Media Online (Analisis Framing pada Popbela.Com) Ardita Ayulestari Soemardi; Intan Rizky Mutiaz
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 1 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i1.6

Abstract

Popbela.com merupakan media online yang menyajikan berita ataupun informasi seputar dunia wanita yang meliputi fashion, beauty, relationship, dan karir. Rubrik Fashion pada Popbela.com membahas aspek fashion dari dalam ataupun luar negeri yang menjadi tren. Sebagai media online yang menyiarkan informasi kepada publik, Popbela.com menampilkan citra wanita yang menjadi rujukan pada pembacanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan analisis William A. Gamson dan Modgliani berpendapat bahwa frame adalah cara bercerita yang menghadirkan konstruksi makna atas peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan objek suatu wacana. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konstruksi makna dari tulisan pada rubrik fashion yang terkait dengan citra wanita dalam wacana Popbela.com. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumenter data primer, dengan cara mengumpulkan artikel yang tertulis pada rubrik fashion pada Popbela.com dari tanggal 1-5 Desember 2019 dan analisis data berdasarkan hasil pengumpulan data tersebut. Artikel yang dipilih adalah artikel yang terpopuler pada saat periode tersebut. Dari penelitian ini diketahui bahwa Popbela.com mengonstruksi wanita sebagai sosok yang ekspresif, suka mencari perhatian, melihat sosok ideal adalah wanita yang tinggi semampai, dan kecenderungan menyukai fashion item mewah berharga fantatis dipengaruhi oleh gaya fashion selebriti yang menjadi panutannya.
Analisis Perubahan Desain Logo Gojek Tahun 2019 Shierly Everlin; Yana Erlyana
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 1 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i1.7

Abstract

Pembentukan identitas dalam bentuk logo digunakan sebagai salah satu alat komunikasi dalam menyampaikan visi dan misi perusahaan ke depan. Dalam penelitian ini, analisis perubahan logo perusahaan Gojek diharapkan dapat menambah wawasan mengenai pentingnya sebuah desain logo dalam menggambarkan citra perusahaan serta kemampuannya dalam menarik perhatian masyarakat. Adapun perubahan logo yang dilakukan oleh perusahaan Gojek ini berdasarkan pada adanya pengembangan dalam variasi layanan yang ditawarkan kepada pelanggan. Oleh karena itu, perubahan desain logo diperlukan untuk menyesuaikan dengan citra perusahaan Gojek yang baru, sebagaimana desain logo yang baik tidak hanya mewakili sebuah perusahaan, namun juga dapat membuat produk atau layanan mudah diingat oleh publik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus yang bersifat eksplanatoris dimana data murni diinterpretasikan oleh peneliti sendiri. Data kemudian diolah melalui pengamatan dan juga pencatatan yang sesuai dengan kategori yang dipakai, yaitu berdasarkan metode analisis yang menggunakan dasar teori segitiga makna (triangle meaning semiotics) dari Peirce. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa tampilan desain logo Gojek yang baru memiliki sifat universal, tahan lama, mudah diingat, fleksibel, unik, dan juga sederhana.
Kajian Fenomena Viral Meme Internet Chuck Norris Annisa Nurul Khasanah; Alvanov Zpalanzani Mansoor
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 1 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i1.8

Abstract

Meme Internet merupakan salah satu komedi kontemporer yang menyebar melalui jaringan internet global yang dirancang memalui pembajakan dan pengubah-suaian konten keseharian manusia dan populer. Meme internet Chuck Norris adalah salah satu meme populer yang menyebar secara global pada tahun 2007 sampai 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan menganalisis secara kualitatif deskriptif yang dikaji dengan teori Tipping Point dari Malcolm Gladwell. Adapun temuan penelitian ini adalah fenomena populernya meme internet Chuck Norris disebabkan oleh penggunaan penekanan konten keseharian yang dibuat bombastis dan penunggangan pada konten populer lain yang menyebar melalui forum online dan media sosial.
Pengembangan Visual Destination Branding dan Aplikasinya pada Media Promosi Kawasan Wisata Bandungan Andika Tri Prasetyo; Rahina Rahina Nugrahani; Eko Sugiarto
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 2 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i2.9

Abstract

Bandungan adalah sebuah kecamatan yang terletak di selatan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang kaya akan potensi pariwisata. Namun, sejak tahun 1970an, Bandungan dikenal oleh masyarakat di kawasan Semarang dan sekitarnya sebagai destinasi yang terkenal dengan keberadaan hotel dan karaoke yang dekat dengan kehidupan malam. Pemerintah dan paguyuban pengelola wisata di kawasan Bandungan menyadari kebutuhan kawasan ini akan adanya visual destination branding yang dapat merefleksikan citra positif Bandungan serta harapan dari masyarakatnya. Artikel ini memaparkan hasil perancangan visual destination branding dan aplikasi pada berbagai media promosi. Metode perancangan yang digunakan dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap pra produksi, produksi dan pasca produksi. Kegiatan perancangan dan pengembangan visual destination branding ini menghasilkan logo dan elemen visual yang diaplikasikan pada media luar ruang, transortasi publik, dan merchandise.
Perancangan Logo HDI Klaten 2019 sebagai Identitas Visual Hari Difabel Charla Tia Hartika; Angga Kusuma Dawami
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 2 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i2.10

Abstract

Daya juang dalam hal kesetaraan antar difabel dengan non-difabel dalam menjalani kehidupan, membuat para advokasi terus menerus melakukan berbagai macam langkah guna mencapai kesetaraan tersebut. Maka itu muncullah pergerakkan untuk memperjuangkan hak-hak Difabel untuk diakui dan direalisasi dari perkumpulan-perkumpulan berbasis komunitas ataupun organisasi Difabel di masyarakat sesuai yang tertera pada UU nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Kebanyakan dari mereka membuat kampanye-kampanye untuk menyuarakan hak-hak mereka sebagai penyandang Difabel. Seperti halnya diskriminasi pada penyandang difabel, stigma masyarakat dan juga aksesibilitas mereka. Begitu pula dengan penyandang disabilitas di Kabupaten Klaten, usaha tersebut dimodifikasi sesuai yang ada di zaman sekarang ini melalui media komunikasi visual yang dapat membantu untuk menunjukkan identitas visual Difabel Klaten itu sendiri. Identitas visual yang dimaksudkan disini meliputi logo, warna, pemilihan font, elemen desain, bagaimana bentuk promosinya dan hal lainnya yang bisa dikembangkan, juga dibuat secara konsisten atau pun berkelanjutan. Dengan adanya identitas visual yang baik maka brand tersebut akan meningkatkan kepercayaan pada masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana proses pembentukan identitas melalui logo Hari Disabilitas Internasional (HDI) pada tahun 2019. Dengan itu Hari Disabilitas Internasional merupakan momentum bagi para penyandang disabilitas di dunia untuk menunjukkan eksistensinya agar membedakan HDI Klaten 2019 dengan tahun sebelumnya, juga dengan komunitas ataupun organisasi lainnya.