cover
Contact Name
Moh Riswandha Imawan
Contact Email
jurnalmu@um-surabaya.ac.id
Phone
+6285733333704
Journal Mail Official
jurnalmu@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Sutorejo No.59, Dukuh Sutorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur 60113
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Medis Umum
ISSN : -     EISSN : 30325692     DOI : https://doi.org/10.30651/jmu.v2i3
Core Subject : Health,
JurnalMU (Jurnal Medis Umum) merupakan sebuah jurnal kedokteran umum Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya yang berisi artikel ilmiah sebagai bentuk mewujudkan tridharma Perguruan Tinggi. Jurnal ini terbit setiap 4 bulan sekali pada bulan Januari, Mei, dan September yang terdiri atas tiga artikel berupa : Hasil penelitian, Laporan kasus, dan Telaah pustaka. Ruang lingkup jurnal ini mencakup seluruh bidang kedokteran dan kesehatan, termasuk namun tidak terbatas pada: Kedokteran dalam (termasuk kedokteran paru dan kedokteran kardiovaskular) Bedah (termasuk urologi, ortopedi dan traumatologi, bedah plastik, bedah saraf) Anestesi dan Kedokteran Darurat Neurologi Dermatologi Obstetri dan Ginekologi Forensik dan Medis-Hukum Patologi Klinik Patologi Anatomi Psikiatri Oftalmologi Otolaringologi Pediatri Radiologi Mikrobiologi dan Parasitologi Ilmu Dasar Kedokteran (termasuk biokimia, fisiologi, anatomi, dan histologi) Kesehatan Masyarakat dan Manajemen Kesehatan
Articles 73 Documents
Dual Faces of Malnutrition : Managing a Pediatric Case of Marasmus Kwashiokor in a Distric General Hospital Yustika Amalia; Aty Firsiyanti; Yusian Eri Fitria; Lasmadu Suyanto
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32625

Abstract

Marasmus kwashiorkor is a severe form of protein-energy malnutrition (PEM) combining features of both marasmus and kwashiorkor, and poses a significant threat to child health in low-resource settings. This case report aims to describe the clinical profile and management outcome of a 6-month-old infant diagnosed with marasmus-kwashiorkor at Dr. Soegiri General Hospital, Lamongan. The infant presented with chronic diarrhea, significant weight loss, generalized edema, hypoalbuminemia, and characteristic skin changes. Management was initiated following the World Health Organization (WHO) protocol for severe acute malnutrition (SAM), including cautious rehydration with ReSoMal, correction of electrolyte imbalances, antibiotics, and phased nutritional rehabilitation using F-75 and F-100 therapeutic milks. Micronutrient supplementation and infection prevention measures were also administered. The patient showed progressive clinical improvement, with resolution of edema by day ten and weight gain at 5 g/kg/day. This case highlights the critical importance of early identification and comprehensive, guideline-based treatment of SAM. Public health interventions addressing maternal education, breastfeeding practices, and food security are essential to prevent such cases and reduce child mortality in similar populations.
Perbandingan Efektivitas Terapi Farmakologis dengan Kombinasi Farmakologis dan Fisioterapi pada Penderita Osteoartritis Lutut Derajat Sedang di Rumah Sakit Siti Khodijah Sidoarjo Tahun 2023 Dhuta Kharisma Putra Aji; Brilliant Citra Wirashada; Nina Devi Indrawati; Detti Nur Irawati
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32626

Abstract

Latar Belakang: Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif pada sendi yang menyebabkan morbiditas, terbatasnya aktivitas fisik, dan kecacatan fisik sehingga penderita osteoartritis mengalami penurunan kualitas hidup. Terapi farmakologis dan terapi kombinasi farmakologis dan fisioterapi merupakan pilihan dalam terapi osteoartritis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas terapi antara pasien osteoartritis lutut yang mendapatkan terapi farmakologis dan terapi kombinasi farmakologis dan fisioterapi di Rumah Sakit Siti Khodijah Sidoarjo. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional analitik dengan metode pengambilan data secara cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan melihat rekam medis dan mewawancarai pasien dengan kuisioner KOOS (Knee Injury and Osteoarthritis Outcome Score). Pasien yang diwawancarai merupakan pasien osteoartritis lutut derajat sedang. Uji statistik Mann Whitney U digunakan untuk melihat perbandingan efektivitas terapi antara terapi farmakologis dan terapi kombinasi farmakologis dan fisioterapi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok terapi yang ditunjukkan melalui uji Mann Whitney U dengan nilai p = 0,175 (p > 0,005). Efektivitas terapi farmakologis saja setara dengan efektivitas terapi kombinasi farmakologis dan fisioterapi pada pasien osteoartritis lutut derajat sedang di Rumah Sakit Siti Khodijah Sidoarjo. Kesimpulan: Keefektifitasan terapi farmakologis dan terapi kombinasi farmakologis dan fisioterapi memiliki hasil yang sebanding. Oleh karena itu, penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan klinis pada pasien osteoartritis lutut derajat sedang.
Perbandingan Embrio Day-1, Day-3, Day-5 Pada Pasien Dengan Gangguan Sperma Yang Dilakukan Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) Dibandingkan Intracytoplasmic Morphologically-Selected Sperm Injection (IMSI) Pada Pasien In Vitro Fertilization (IVF) Felda Emilia Fahmawati; Uning Marlina; Muhammad Anas
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32628

Abstract

Latar belakang: Menurut hasil identifikasi World Health Organization (WHO) sekitar 60-80 juta pasangan mengalami kesulitan memiliki keturunan (Hendarto H, 2019). Baik wanita maupun pria dapat menjadi faktor infertilitas (Moridi et al., 2019). Sebanyak 40%-50% wanita infertilitas ini diakibatkan oleh penyakit saluran telur dan anovulasi. Infertilitas pada pria sekitar 30%-50% diakibatkan karena faktor kelainan sperma (Putra & Abrar, 2022). Permasalahan infertilitas di dunia setiap tahunya mengalami peningkatan (Nagórska et al., 2019). Tujuan: Untuk membandingkan embrio day-1, day-3, day-5 pada pasien gangguan sperma yang dilakukan ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection) dibandingkan IMSI (Intracytoplasmic Morphologically-Selected Sperm injection) pada pasien IVF (In Vitro Fertilization). Metode: Analitik Cross Sectional. Hasil: penelitian yang telah diolah menggunakan SPSS versi 26 menunjukkan nilai signifikansi Mann-Withney U sebesar p 0,510 (p<0,05). hasil tersebut menunjukan tidak terdapat perbedaan signifikan yang antara ICSI dibandingkan dengna IMSI pada embrio Day 1, Day 3, Day 5. Kesimpulan: Dari hasil uji statistika yang dilakukan pada penelitian ini yakni menggunakan uji Mann Withney U diketahui nilai p pada penelitian ini >0,005. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara metode ICSI dan IMSI.