cover
Contact Name
Moh Riswandha Imawan
Contact Email
jurnalmu@um-surabaya.ac.id
Phone
+6285733333704
Journal Mail Official
jurnalmu@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Sutorejo No.59, Dukuh Sutorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur 60113
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Medis Umum
ISSN : -     EISSN : 30325692     DOI : https://doi.org/10.30651/jmu.v2i3
Core Subject : Health,
JurnalMU (Jurnal Medis Umum) merupakan sebuah jurnal kedokteran umum Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya yang berisi artikel ilmiah sebagai bentuk mewujudkan tridharma Perguruan Tinggi. Jurnal ini terbit setiap 4 bulan sekali pada bulan Januari, Mei, dan September yang terdiri atas tiga artikel berupa : Hasil penelitian, Laporan kasus, dan Telaah pustaka. Ruang lingkup jurnal ini mencakup seluruh bidang kedokteran dan kesehatan, termasuk namun tidak terbatas pada: Kedokteran dalam (termasuk kedokteran paru dan kedokteran kardiovaskular) Bedah (termasuk urologi, ortopedi dan traumatologi, bedah plastik, bedah saraf) Anestesi dan Kedokteran Darurat Neurologi Dermatologi Obstetri dan Ginekologi Forensik dan Medis-Hukum Patologi Klinik Patologi Anatomi Psikiatri Oftalmologi Otolaringologi Pediatri Radiologi Mikrobiologi dan Parasitologi Ilmu Dasar Kedokteran (termasuk biokimia, fisiologi, anatomi, dan histologi) Kesehatan Masyarakat dan Manajemen Kesehatan
Articles 73 Documents
Pencitraan Radiologi Pada Kanker Esofagus: Laporan Kasus Rahmadika, Latifa; Nurwanto; Djauhari, Thantawy; Andala Putra, Muslim; Irma Pratiwi, Vivi; Hariono Limanto, Nico
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 3 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i3.28596

Abstract

Kanker esofagus merupakan salah satu kanker paling mematikan dengan tingkat kelangsungan hidup lima tahun yang rendah, yaitu kurang dari 20%. Dua subtipe utama kanker esofagus adalah karsinoma sel skuamosa (ESCC) dan adenokarsinoma (EAC), dengan perbedaan epidemiologi dan faktor risiko. Diagnosis seringkali terlambat karena gejala nonspesifik seperti disfagia dan penurunan berat badan, sehingga pasien sering didiagnosis pada stadium lanjut dengan prognosis buruk. Ilustrasi Kasus: Ny. S, perempuan 69 tahun, dirawat di IGD dengan keluhan utama perut penuh dan mual selama tiga minggu. Disfagia progresif (kesulitan menelan makanan padat) selama satu bulan, sensasi makanan tersangkut, dan penurunan berat badan 5 kg dalam dua bulan terakhir disertai lemas setelah makan. Riwayat GERD >10 tahun tidak terkontrol dan kebiasaan konsumsi makanan pedas/asam. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis, nyeri tekan epigastrium ringan, massa keras di epigastrium yang tidak bergerak saat menelan. Hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan anemia mikrositik hipokrom dan karsinoma sel skuamosa. Pasien didiagnosis dengan karsinoma sel skuamosa esofagus, anemia penyakit kronis, dan kolelithiasis. Tata laksana yang diberikan berupa transfusi PRC (2 kolf), suplemen vitamin. Kesimpulan: Laporan kasus ini menggambarkan temuan kasus kanker esofagus yang ditangani hingga pasien stabil untuk mendapat terapi definitif.
Perbedaan Anestesi Metode ERACS dan Non-ERACS terhadap Penurunan Rasa Nyeri pada Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya Rista Nabilah, Widya; Rochman, Syaiful; Dwi Ariningtyas, Ninuk; Suyuthi, Imam
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 3 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i3.28597

Abstract

Latar Belakang: Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) merupakan pendekatan terbaru dalam manajemen perioperatif yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa nyeri pascaoperasi. Tujuan: Menganalisis perbedaan efektivitas metode anestesi ERACS dan non-ERACS dalam menurunkan nyeri pascaoperasi pada pasien sectio caesarea. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 96 pasien post-SC yang dibagi dalam dua kelompok berdasarkan metode anestesi yang diterima, yaitu 48 pasien ERACS (bupivakain intratekal dengan morfin) dan 48 pasien non-ERACS (bupivakain intratekal dengan petidin intramuskular). Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) pada jam kedua pascaoperasi. Hasil: Dari hasil analisis uji chi-square menunjukkan bahwa pasien yang menerima metode ERACS mengalami nyeri lebih ringan dibandingkan kelompok non-ERACS (p<0,05). Kesimpulan: Metode anestesi ERACS lebih efektif dalam menurunkan rasa nyeri dan mempercepat pemulihan pasca sectio caesarea dibandingkan dengan metode non-ERACS. Penerapan metode ini dapat menjadi rekomendasi dalam manajemen perioperatif operasi sesar untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan mempercepat pemulihan.
Moluskum Kontagiosum: Tinjauan Klinis dan Penanganannya Marfil Tarangi, Filep; G. Manuputty, Amanda
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 3 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i3.28598

Abstract

Infeksi virus sering terjadi pada anak dan terdistribusi luas di dunia. Moluskum kontagiosum (MC) adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus Molluscipox, yang umumnya menyerang anak-anak dan dewasa dengan aktivitas seksual aktif. Penyakit ini ditandai dengan munculnya lesi kulit berbentuk papul kecil dengan permukaan halus dan cekungan di tengah (umbilikasi). Penularan MC dapat terjadi melalui kontak langsung dengan lesi atau benda yang terkontaminasi, seperti handuk atau pakaian. Diagnosis MC ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan klinis, dan evaluasi fisik. Terapi untuk MC biasanya bersifat suportif, namun pada beberapa kasus diperlukan tindakan medis seperti eksisi dan kuretase untuk mengangkat lesi. Pengobatan topikal dengan krim yang mengandung Fusidic acid, seperti Fucilex cream, sering digunakan untuk mencegah infeksi sekunder dan mempercepat proses penyembuhan pascaoperasi. Penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan mempercepat pemulihan pasien.
Hubungan Antara Paritas dan Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian BBLR di RS PKU Muhammadiyah Surabaya Haykal Ade Dayanegara; Ninuk Dwi Ariningtyas; Gina Noor Djalilah
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32614

Abstract

Latar Belakang: Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor utama penyebab meningkatnya angka kematian dan kesakitan bayi. Dua faktor maternal yang diduga berperan penting dalam kejadian BBLR adalah paritas dan anemia pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paritas dan anemia pada ibu hamil terhadap kejadian BBLR. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif yang dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Surabaya pada periode Januari 2023–Januari 2024. Data diperoleh dari rekam medis sebanyak 1295 ibu hamil. Variabel yang dikaji adalah paritas, anemia, dan kejadian BBLR. Uji statistik menggunakan Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian BBLR (p = 0,009), di mana ibu dengan paritas berisiko (primipara atau multipara ≥4) cenderung lebih banyak melahirkan bayi dengan BBLR dibandingkan paritas tidak berisiko. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR (p = 0,183). Kesimpulan: Paritas berisiko memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian BBLR, sementara anemia tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Intervensi lebih lanjut perlu difokuskan pada ibu hamil dengan paritas berisiko untuk mencegah BBLR.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN TERHADAP NILAI VO₂MAX PADA ATLET KONI JAWA TIMUR Muhammad Daffa Akbar Alamsyah; Kartika Prahasanti; Afrita Amalia Laitupa
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32615

Abstract

Latar Belakang: Hemoglobin berperan penting dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh, yang berpengaruh terhadap kapasitas aerobik seseorang. VO₂Max merupakan indikator utama kebugaran kardiorespirasi dan sering digunakan dalam menilai performa atlet. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dan nilai VO₂Max pada atlet KONI Jawa Timur. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang ini melibatkan 53 atlet. Kadar hemoglobin diukur melalui pemeriksaan laboratorium darah rutin, sedangkan VO₂Max diestimasi dengan Multistage Fitness Test. Analisis bivariat menggunakan uji Pearson dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Rerata hemoglobin keseluruhan adalah 14,99 ± 1,42 g/dL, sedangkan rata-rata VO₂Max sebesar 34,4 ± 9,58 mL/kg/menit. Uji korelasi menunjukkan nilai r = 0,085 dengan p = 0,545, yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar hemoglobin dan VO₂Max. Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan bermakna antara kadar hemoglobin dan VO₂Max pada atlet KONI Jawa Timur. Faktor lain di luar hemoglobin kemungkinan lebih berpengaruh terhadap kapasitas aerobic.
Perbandingan Rate Pressure Product (RPP) Pre dan Post Rehabilitasi Jantung Fase I pada Pasien Gagal Jantung di Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang Abdullah Abubakar Al Hadad; Muhammad Perdana Airlangga; Irma Kartikasari; Nur Aisah Ibrahimiyah
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32616

Abstract

Latar Belakang : Gagal jantung adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan oleh kelainan pada struktur jantung yang ditandai dengan tanda dan gejala yang berhubungan dengan tanda objektif kongesti paru maupun sistemik. Rate pressure product (RPP) adalah produk dari denyut nadi dan tekanan darah sistolik, yang biasa digunakan sebagai penanda fungsi jantung. Tujuan : Mengetahui perbandingan rate pressure product (RPP) pre dan post rehabilitasi jantung fase I pada pasien gagal jantung di Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang. Metode : Menggunakan metode kuantitatif analitik observasional. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 40 pasien gagal jantung yang menjalani rehabilitasi jantung fase I di Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang. Data yang diambil berupa tekanan darah sistolik atau systolic blood pressure (SBP) dan denyut nadi atau heart rate (HR), kemudian menghitung rate pressure product (RPP) dengan rumus RPP = SBP x HR. Analisis data menggunakan paired t test. Hasil : Uji statistik menunjukkan p-value = 0,325 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat perbandingan yang signifikan antara RPP sebelum dan sesudah rehabilitasi jantung fase I. Kesimpulan : Rehabilitasi jantung fase I tidak menunjukkan adanya perbandingan yang signifikan terhadap peningkatan RPP pada pasien gagal jantung. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai RPP.
Hubungan Risiko Hipertensi, Diabetes Mellitus Tipe 2, dan Hiperlipidemia Terhadap Tingkat Kejadian Stroke Iskemik di RS Muhammadiyah Lamongan Antika Pratidina; Nur Mujaddidah Mochtar; Detti Nur Irawati
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32617

Abstract

Latar belakang: Stroke iskemik merupakan salah satu jenis stroke yang paling sering terjadi dan menjadi penyebab utama morbiditas serta disabilitas jangka panjang di Indonesia. Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, dan hiperlipidemia memiliki peran penting dalam patogenesis stroke iskemik. Tujuan: Hubungan antara hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, dan hiperlipidemia terhadap tingkat kejadian stroke iskemik di RS Muhammadiyah Lamongan. Metode: Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional secara retrospektif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 pasien, terdiri dari 80 pasien dengan stroke iskemik dan 16 pasien non-stroke iskemik. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan bivariat, serta mengetahui kontribusi masing-masing faktor risiko secara multivariat terhadap kejadian stroke iskemik. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2 dengan kejadian stroke iskemik (p<0,05). Sementara itu, hiperlipidemia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Berdasarkan uji chi-square yang dilakukan juga menunjukkan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko dominan dengan nilai p value < 0,05, diikuti oleh diabetes mellitus tipe 2. Kesimpulan: Bahwa hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2 memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian stroke iskemik. Oleh karena itu, pengendalian tekanan darah dan kadar gula darah sangat penting dalam upaya pencegahan stroke iskemik.
Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Ujian Soca Di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya Christian Wijaya; Muhammad Anas; Gina Noor Djalilah; Syafarinah Nur Hidayah Akil
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32618

Abstract

Latar belakang: Ujian Student Oral Case Analysis (SOCA) merupakan model evaluasi berbasis lisan dalam pendidikan kedokteran yang diterapkan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya sejak tahun 2023. Ujian ini bertujuan menilai kemampuan pemahaman klinis, berpikir kritis dan sistematis, serta keterampilan komunikasi mahasiswa. Mengingat peran penting ujian SOCA dalam penilaian, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap ujian SOCA. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian sebanyak 174 mahasiswa Fakultas Kedokteran yang telah mengikuti ujian SOCA diambil dengan metode stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis model SERVQUAL yang mencakup lima dimensi, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil: Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi responsiveness memperoleh skor rata-rata tertinggi (mean = 3,46), disusul tangibles (mean = 3,44), reliability (mean = 3,41), assurance (mean = 3,35), dan empathy yang merupakan dimensi dengan skor terendah (mean = 3,32). Secara umum, mahasiswa merasa puas terhadap pelaksanaan ujian SOCA. Kesimpulan: Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap ujian SOCA berada pada kategori baik di seluruh dimensi SERVQUAL. Diperlukan perbikan pada aspek empati dan objektivitas evaluasi guna meningkatkan mutu pelaksanaan ujian SOCA secara menyeluruh.
Hubungan Faktor Risiko Jumlah Gravida Terhadap Pre-Eklamsia Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan Berdasarkan Musim Rofi Armando Febrian; Eko Nur Sucahyo; Muhammad Anas; Rijanto Agoeng Basoeki
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32619

Abstract

Latar belakang: Pre-eklamsia merupakan faktor penyebab morbiditas dan mortalitas bagi ibu hamil dan janin di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko jumlah gravida dengan kejadian pre-eklamsia serta pengaruh musim terhadap pre- eklamsia di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional yang bersifat retrospektif. Data diambil dari catatan medis ibu hamil dengan pre-eklamsia pada bulan November 2023 sampai Oktober 2024. Sampel terdiri dari 94 kasus yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil: Preeklamsia sering terjadi pada primigravida selama musim hujan dan multigravida musim kemarau. Analisis korelasi Spearman, tidak terdapat hubungan yang berarti antara jumlah gravida dengan pre-eklamsia, baik pada musim hujan (p=0,140) maupun pada musim kemarau (p=0,811). Namun, ditemukan hubungan yang signifikan antara usia dengan jumlah kehamilan, pada musim hujan (r=0,394; p=0,007), dan hampir signifikan pada musim kemarau (r=0,280; p=0,052), menunjukkan bahwa jumlah kehamilan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu. Kesimpulan: jumlah gravida dan musim tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian pre-eklamsia. Pre-eklamsia adalah kondisi yang melibatkan banyak faktor, seperti usia, riwayat hipertensi, status nutrisi dan faktor lingkungan. Maka pemeriksaan menyeluruh dan pemantauan kehamilan secara teratur sangat berarti dalam upaya mencegah komplikasi kehamilan.
Perbandingan Kualitas Hidup pada Terapi Farmakologis dan Fisioterapi dengan Penambahan Injeksi Intraartikular Kortikosteroid pada Pasien Osteoartritis Lutut Derajat Lanjut Muhammad Naufaldi Hefni; Brilliant Citra Wirashada; Eka Ari Puspita
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 3 No 1 (2026): JurnalMU : Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v3i1.32623

Abstract

Latar belakang: Osteoartritis lutut menyebabkan nyeri, kekakuan, dan gangguan fungsi yang menurunkan kualitas hidup. Tujuan: Mengetahui perbedaan kualitas hidup antara pasien OA lutut yang mendapat terapi farmakologis dan fisioterapi saja, dibandingkan yang juga mendapatkan injeksi intraartikular kortikosteroid.Metode: Penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional terhadap 44 pasien OA lutut derajat lanjut di RS Siti Khodijah Sidoarjo tahun 2023. Data diperoleh dari rekam medis dan kuisioner WOMAC, dianalisis dengan uji Mann-Whitney U dan Spearman. Hasil: Kelompok dengan terapi injeksi menunjukkan rata-rata skor WOMAC lebih rendah (19,2 ± 14,0) dibanding kelompok tanpa injeksi (35,07 ± 8,6), dengan perbedaan signifikan (p = 0,000). Kesimpulan: Penambahan injeksi intraartikular kortikosteroid memperbaiki kualitas hidup pasien OA lutut secara signifikan.