cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
STUDI KEBERADAAN SHALLOW GAS DI LAPISAN BAWAH DASAR LAUT DAERAH X MENGGUNAKAN METODE SEISMIK Rama Ashari; Nasrul Ihsan; Sulistiawaty Sulistiawaty
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.409 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i3.1755

Abstract

Abstract: Study of the Existence of Shallow Gas at Seabed Underlay of Region X by Using Seismic Method. Determine areas that are shallow gas is a very important thing in mining, especially in shallow waters. One method used to determine the presence of shallow gas are seismic methods. Seismic survey was conducted to determine the presence of shallow gas under the seabed area X by using the tool SES-2000 Light-Narrow-Beam Parametric Sub Bottom Profilers mounted on the boat and then made the recording to follow the path that has been made. The recordings of such tools in the form of cross-sectional images layer under the seabed area X. Of the 50 tracks that have been surveyed, chosen one of the track that there are many anomalies in the form of a basin that is closely related to the presence of shallow gas that track CR03. Basins of the track were analyzed using software Seisee. The analysis showed only a few areas that are shallow gas possibility that at Area 1, Area 3a and  area 3b because the area there are 2 of the 4 characteristics that indicate the presence of shallow gas that each brightspot and acoustic masking.Key words : Shallow gas, marine seismic, brightspot, acoustic masking, polarity reversal, velocity push downAbstrak: Studi Keberadaan Shallow Gas di Lapisan Bawah Dasar Laut Daerah X Menggunakan Metode Seismik. Menentukan daerah yang terdapat shallow gas merupakan hal yang sangat penting dalam penambangan khususnya di laut dangkal. Salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui keberadaan shallow gas adalah metode seismik. Survei seismik dilakukan untuk mengetahui keberadaan shallow gas di bawah dasar laut  daerah X dengan menggunakan alat SES-2000 Light-Narrow-Beam Parametric Sub Bottom Profilers yang dipasang pada perahu dan kemudian dilakukan perekaman mengikuti lintasan yang telah dibuat. Hasil rekaman dari alat tersebut berupa gambar penampang lapisan bawah dasar laut daerah X. Dari 50 lintasan yang telah disurvei, dipilih salah satu lintasan yang banyak terdapat anomali berupa cekungan yang erat kaitannya dengan keberadaan shallow gas yaitu lintasan Cr03. Cekungan-cekungan dari lintasan tersebut dianalisis menggunakan software seisee. Hasil analisis menunjukkan hanya beberapa Area yang kemungkinan terdapat shallow gas yakni pada Area 1, Area 3a dan Area 3b karena pada Area tersebut terdapat 2 dari 4 karakteristik yang mengindikasikan adanya shallow gas yakni masing-masing brightspot dan acoustic masking.Kata Kunci:  Shallow gas, seismik laut, brightspot, acoustic masking, polarity reversal, velocity push down
PENGEMBANGAN PERANGKAT BERBASIS PENDEKATAN ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 1 BANTAENG Rusmi Rusmi; Jasruddin Daud Malago
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.426 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i3.3055

Abstract

This study included research and development (research and development), wherein the desired product is a learning device that is valid and deserves to be used .. These products are: (1) lesson plan (RPP), (2) Worksheet learners (LKPD) and (3) test science process skills. Development of the device model refers to a model of four-D (Model 4-D), which consists of four phases: (1) definition (define), (2) design (design), (3) development (develop), and ( 4) deployment (disseminate). This study uses four D software development models to determine the achievement of science process skills on the subject of light after being taught by using a scientific approach. This research was conducted at SMPN 1 Bantaeng. Analysis of the data used in this research is descriptive statistical analysis. Descriptive statistics were used to analyze the validity of the study and describe the results of observations of the test results. From these results it can be said that all the components of the learning device that includes lesson plans, LKPD, science process skills test along with an assessment instrument meets the criteria of validity based on an assessment team of experts. Thus the device is being developed viable for use in teaching physics, especially in light of the material. Based on the results of research and development is found characteristics of the learning device (RPP and LKPD) oriented scientific approach. Based on the analysis we found that the enforceability of the device is in the category implemented entirely, the ability of teachers to manage learning are in the very good category, the questionnaire responses of learners and teachers are in the category of very positive. And based on the analysis of test scores shows the science process skills Science Process Skills attainment levels are at very high category.Keywords: science process skill, scientific approachPenelitian ini termasuk penelitian pengembangan (research and development), dimana produk yang diinginkan adalah perangkat pembelajaran yang valid dan layak untuk digunakan. Produk tersebut adalah: (1) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), (2) Lembar kerja peserta didik (LKPD), dan (3) tes keterampilan proses sains. Pengembangan model perangkat yang digunakan mengacu pada model four-D (Model 4-D) yang terdiri dari empat tahap yaitu: (1) pendefinisian (define), (2) perancangan (design), (3) pengembangan (develop), dan (4) penyebaran (dessimenate). Penelitian ini menggunakan pengembangan perangkat model four D untuk mengetahui pencapaian keterampilan proses sains pada pokok bahasan cahaya setelah diajar dengan  menggunakan pendekatan ilmiah.  Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Bantaeng. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis kevalidan perangkat pembelajaran dan mendeskripsikan hasil pengamatan hasil uji coba. Dari hasil  penelitian ini dapat dikatakan bahwa semua komponen perangkat pembelajaran yang meliputi RPP, LKPD, tes keterampilan proses sains beserta instrumen penilaian memenuhi kriteria kevalidan berdasarkan penilaian tim ahli. Dengan demikian Perangkat yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam pembelajaran fisika khususnya pada materi cahaya. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ditemukan karakteristik dari perangkat pembelajaran (RPP dan LKPD) yang berorientasi pada pendekatan ilmiah. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa keterlaksanaan perangkat berada pada kategori terlaksana seluruhnya, kemampuan guru mengelola pembelajaran berada pada kategori sangat baik, angket respon peserta didik dan guru berada pada kategori sangat positif. Dan berdasarkan hasil analisis skor tes keterampilan proses sains menunjukkan tingkat pencapaian Keterampilan Proses Sains  berada pada kategori sangat tinggi.Kata Kunci:  keterampilan proses sains, pendekatan ilmiah  
PENGEMBANGAN PROGRAM SIMULASI KOMPUTER BERBASIS VISUAL BASIC APPLICATION PADA PERKULIAHAN GELOMBANG DAN OPTIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF CALON GURU FISIKA Muhammad Tawil; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v8i1.810

Abstract

Abstract. This study aimed to increase creative thinking skills prospective teachers on the topic of wave and optical physics and to study the response of physics teacher candidates on a computer simulation based learning. To study how the characteristics of problem-basesd learning on the computer simulation matter wave in enhancing creative thinking skills of prospective teachers of physics? The research method used was a mixed methods research designs Embedded Experimental Model. The results found that there was an increase creative thinking of prospective teacgers on the topic wave physics in the high category and physics teacher candidate responses to learning based on computer simulation of matter wave is very positive as well as prospective physics teachers have no difficulty in following this learning. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif calon guru fisika pada topik gelombang dan untuk mengetahui respon calon guru fisika terhadap pembelajaran berbasis simulasi komputer. Masalah penelitian bagaimana karakteristik pembelajaran berbasis simuasi komputer pada materi gelombang dan optika dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif calon guru fisika? Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan disain penelitian Model Experimental Embedded. Hasil penelitian ditemukan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berpikir kreatif calon guru fisika pada topik gelombang dengan kategori tinggi dan respon calon guru fisika terhadap pembelajaran berbasis simulasi komputer pada materi gelombang sangat positif serta  calon guru fisika tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran ini. Kata kunci: simulasi komputer, keterampilan berpikir kreatif, topik gelombang, respon calon guru fisika
PENERAPAN METODE QUESTION BASED DISCOVERY TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS XI MIA SMA NEGERI 21 MAKASSAR Usman, Usman; Wahyuni, Sri; Yani, Ahmad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.198 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i1.6328

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk menerapkan metode question based discovery terhadap keterampilan proses sains peserta didik SMAN  21 Makassar. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan dimensi metode  question based discovery dan konvensional, sedangkan variable terikatnya adalah keterampilan proses sains. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIA SMAN 21 Makassar sebanyak 8 kelas. Sedangkan sampelnya adalah kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 34 orang dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 32 orang. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil posttes keterampilan proses sains berupa posttes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor keterampilan proses sains pada kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 31.5 dan 21.9. Hasil analisis inferensial  bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains peserta didik antara yang diajar dengan metode question based discovery dengan yang diajar secara konvensional pada taraf signifikansi . Kata kunci : Discovery, question based discovery, keterampilan proses sains
PERANAN PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 LAPPARIAJA Hardianti Hardianti; Nurhayati Nurhayati; Ahmad Yani
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.204 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i1.1464

Abstract

This research aimed to describe students’ physics learning achievement who were taught by using scientific approach and expository approach and to find out the difference between them. This research was a Quasi Experimental with Intact Group Comparison design. The population of this research was the first grade students of SMA Negeri 1 Lappariaja academic year 2013/2014 with 350 students and the number of sample were 72 students which was divided into two classes directly chosen by the subject teacher. The descriptive analysis result showed mean score of experimental group was around 13 while the mean score of the control group was around 8. Inferential analysis showed that there is a significance difference in physics learning achievement between applying the scientific approach and by not applying a scientific approach to students grade X SMAN 1 Lappariaja academic year 2013/2014.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan menggunakan pendekatan scientific dan diajar dengan pendekatan ekspositori serta untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan diantara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan desain Intact Group Comparison. Subjek populasi adalah seluruh peserta didik Kelas X SMA Negeri 1 Lappariaja tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 350 peserta didik dengan sampel sebanyak 72 peserta didik dan terdiri dari dua kelas yang ditentukan secara langsung. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa taksiran rata-rata skor hasil belajar fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Lappariaja yang diajar dengan menggunakan pendekatan scientific adalah sekitar 13 sedangkan yang diajar dengan pendekatan ekspositori adalah sekitar 8. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar fisika yang signifikan antara peserta didik yang diajar dengan dengan pendekatan scientific dan yang diajar dengan pendekatan ekspositori pada taraf nyata Kata Kunci:         hasil belajar fisika, pendekatan scientific
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 17 MAKASSAR BERDASARKAN KURIKULUM 2013 Irwansyah, Irwansyah
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.302 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i2.10804

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian R & D yang bertujuan untuk mengembangkan instrumen kinerja siswa berdasarkan kurikulum 2013 yang valid secara teoritik dan empirik, serta efektif untuk digunakan. Subjek coba dalam penelitian ini berjumlah 18 orang peserta didik kelas XI SMAN 17 Makassar. Prosedur pengembangan mengacu pada model 4-D yang terdiri atas define, design, development, dan dessiminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) validasi pakar menunjukkan bahwa instrumen kinerja dinyatakan valid secara teoritik, 2) analisis setelah ujicoba menunjukkan bahwa sejumlah 12 rubrik kinerja dinyatakan valid secara empirik berdasarkan koefisien korelasinya, 3) hasil persepsi guru terhadap instrumen yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat tinggi, dan 4) instrumen penilaian kinerja siswa yang dikembangkan efektif untuk digunakan.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK SMA NEGERI 2 PALOPO Patappa, Ahmad Risal; Herman, Herman; Khaeruddin, Khaeruddin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.215 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i3.13495

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik dalam fisika SMA Negeri 2 Palopo. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode demonstrasi sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan proses sains fisika. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 SMAN 2 Palopo yang terdiri dari 27 siswa. Data penelitian ini diperoleh dengan tes keterampilan proses sains pada materi getaran harmonik sederhana untuk pretest dan post test. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan uji N-Gain. Berdasarkan analisis statistik inferensial, skor rata-rata untuk pretest 27 siswa adalah 2,70 dan skor rata-rata untuk post test 27 siswa adalah 16,74. Kemudian hasil analisis dengan uji N-Gain diperoleh peningkatan keterampilan proses sains dalam fisika siswa dalam mengamati dan menafsirkan aspek 0,9 dalam kategori tinggi. Maka disimpulkan bahwa metode demografi dapat meningkatkan keterampilan proses sains fisika dalam aspek mengamati dan menafsirkan siswa di kelas X IPA 2 SMAN 2 Palopo.
STUDI KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL-SOAL FISIKA MENURUT LANGKAH PEMECAHAN MASALAH POLYA PADA PESERTA DIDIK XI IPA SMA NEGERI 1 BARAKA KABUPATEN ENREKANG Muhammad Sugiarto; Ahmad Yani; Bunga Dara Amin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.435 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i2.2171

Abstract

This research is a descriptive research that aims to obtain a description / level of ability on solving physics’ questions by Problem Solving of Polya steps. The population and the sample in this research were students of class XI IPA SMAN 1 Baraka Enrekang year 2015/2016 year that consist of 101 people. Instruments that used in this research is test of ability on solving physics’ questions by Problem Solving of Polya steps which have valid and reliable to use. Descriptive analysis shows that score of abilty on solving physics’ question by Problem Solving of Polya steps overall in the middle category by percentage of 44,70% and the score of abilitiy on solving physics’ questions by Problem Solving of Polya steps on each sub-indicators obtain indicator, " Understanding the problem " were in the very high category by percentage of 44,56%, the indicator " Devising a plan " were in the middle categories by percentage of 35,64%, and indicators " Carrying out the plan " were in the low category by percentage of 46,53%. Keywords: problem solving of Polya, reliable, descriptive Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran/tingkat kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika menurut langkah pemecahan masalah Polya. Adapun populasi dan sekaligus menjadi sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 Baraka Kabupaten Enrekang tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 101 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika menurut langkah pemecahan masalah Polya yang telah valid dan reliabel untuk digunakan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan skor kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika menurut langkah pemecahan masalah Polya secara keseluruhan berada pada kategori cukup dengan persentase sebesar 44,70% dan skor kemampuan menyelesaikan soal-soal fisika menurut langkah pemecahan masalah Polya, pada setiap sub indikator diperoleh untuk indikator “memahami masalah” berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 44,56%, indikator “membuat rencana” berada pada kategori cukup dengan persentase sebesar 35,64%, dan indikator “melaksanakan rencana” berada pada kategori rendah dengan persentase sebesar 46,53%. Kata Kunci:pemecahan masalah Polya, reliabel, deskriptif
PENERAPAN STRATEGI MASTERY LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 30 MAKASSAR Salwa Rufaida; Muhammad Agus Martawijaya; Abdul Haris
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.092 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v7i2.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan menerapkan strategi mastery learning dengan menggunakan media visual, pada ketiga aspek hasil belajar yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Apakah hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar yang diajar dengan strategi mastery learning dengan menggunakan media visual telah mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah disepakati sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan menggunakan desain One-Shot Case Study dengan melibatkan satu variabel terikat yaitu strategi mastery learning dan tiga variabel tak terikat yaitu hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar pada aspek kognitif, hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar pada aspek afektif, dan  hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar pada aspek psikomotorik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar, sebanyak 9 kelas dengan jumlah siswa 334 siswa. Adapun sampel penelitian diambil dengan memilih kelas secara langsung yaitu kelas VIII1 dengan jumlah siswa sebanyak 37 orang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar, baik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, telah memenuhi standar KKM yang telah ditetapkan setelah diajar dengan strategi mastery learning dengan menggunakan media visual. Instrumen yang digunakan untuk tes hasil belajar pada aspek kognitif adalah tes objektif berjumlah 45 nomor, untuk tes hasil belajar pada aspek afektif menggunakan angket sikap belajar fisika siswa yang diolah dengan menggunakan skala likert yang terdiri atas 30 pernyataan dan tes hasil belajar pada aspek psikomotorik adalah keterampilan sains yang diwujudkan dalam bentuk tes objektif sebanyak 10 nomor. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar yang diajar dengan strategi mastery learning dengan menggunakan media visual, baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor, termasuk kategori skor yang cukup tinggi. Dari hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa hasil belajar fisika siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Makassar, baik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, telah memenuhi standar KKM yang telah ditetapkan setelah diajar dengan strategi mastery learning dengan menggunakan media visual.Baca secara fonetikKata kunci: Penelitian pra-eksperimen, strategi Mastery Learning, hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS XI MIA SMA NEGERI 2 BARRU Jayanti, Ana; Amin, Bunga Dara
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i1.6317

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain static group comparison yang bertujuan untuk memperoleh gambaran kemampuan berpikir kritis peserta didik serta mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelas yang diajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Sampel penelitian  adalah peserta didik kelas XI MIA 2 dan XI MIA 3 di SMA Negeri 2 Barru semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Hasil analisis deskriptif diperoleh rata-rata skor kemampuan berpikir kritis kedua kelas tersebut berada pada kategori sedang. Hasil analisis inferensial parametrik, diperoleh bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis namun tidak signifikan. Hal ini disebabkan karena jadwal pembelajaran yang kurang efektif dan waktu penelitian yang relatif singkat sehingga kemampuan berpikir kritis belum sepenuhnya berkembang. Namun dari hasil penelitian ini ada kecenderungan bahwa kemampuan berpikir kritis meningkat setelah diberikan perlakuan. Dari uji hipotesis disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis antara peserta didik yang diajar pembelajaran inkuiri terbimbing dengan peserta didik yang diajar pembelajaran konvensional. Kata kunci : Inkuiri terbimbing, kemampuan berpikir kritis

Page 9 of 35 | Total Record : 344


Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 3 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 2 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 3 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 2 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 2 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 3 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014) Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 3 (2012) Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 1 (2012) Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011) Vol 7, No 1 (2011) Vol 7, No 1 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA More Issue