Articles
344 Documents
PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN PEMBELAJARAN FISIKA TERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL UNTUK MENGUATKAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK
Dwi Utami Putri;
M A Martawijaya;
Helmi Abdullah
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35580/jspf.v16i2.15986
Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development), dengan menggunakan pengembangan model 4 - D (Four-D Model) yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan yang bertujuan untuk Untuk mengetahui validitas Buku Suplemen fisika terintegrasi kearifan lokal untuk menguatkan karakter Kemandirian peserta didik SMAN 22 Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 22 Makassar pada tahun ajaran 2019/2020 dengan subjek penelitian 1 orang peserta didik kelas XI MIPA VI di SMA Negeri 22 Makassar yang memiliki tingkat kemandirian yang masih kurang. Instrumen penelitian yang digunakan merupakan lembar validasi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan data validasi ahli. Hasil penelitian yang diperoleh dibagi menjadi beberapa tahap, antara lain: a) Tahap pendefinisian, b) Tahap perencanaan, dan c) Tahap pengembangan. Buku Suplemen pembelajaran Fisika di SMAN 22 Makassar yang layak digunakan oleh ahli pakar berada pada contents validity. Buku Suplemen yang dikatakan layak yaitu Buku Suplemen pembelajaran Fisika mengarahkan peserta didik untuk mempelajari Kearifan lokal setempat juga menguatkan kemandirian.
ANALISIS HASIL BELAJAR FISIKA DI SMA NEGERI 3 MAKASSAR
Mafudiansyah, Mafudiansyah
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 16, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35580/jspf.v16i1.15279
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis informasi tentang deskripsi hasil belajar fisika di SMA Negeri 3 Makassar tahun ajaran 2018/2019. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI  MIA 3 SMA Negeri 3 Makassar yang berjumlah 30 peserta didik. Untuk memperoleh data hasil belajar psikomotorik peserta didik maka digunakan lembar observasi dan untuk memperoleh data hasil belajar kognitif peserta didik maka pada akhir pembelajaran dilakukan tes akhir dengan menggunakan instrumen tes soal bentuk pilihan ganda. Berdasarkan analisis statistik deskriptif diperoleh bahwa nilai rata-rata hasil belajar kognititf peserta didik sebesar 13,97 dengan standar deviasi sebesar 4,29 atau berada pada kategori sedang. Nilai rata-rata hasil belajar psikomotorik peserta didik sebesar 16,46 dengan standar deviasi sebesar 1,63 atau berada pada kategori tinggi.
ANALISIS KARAKTER KERJA KERAS TERHADAP MATA PELAJARAN FISIKA DI SMA NEGERI 1 KOTA JAMBI
Kholilah, Kholilah;
Pratiwi, Maharani Rizky;
Wahyuni, Sri;
Yolviansyah, Fauziah;
Wicaksono, Langgengyoga
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35580/jspf.v17i1.15528
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakter kerja keras terhadap mata pelajaran fisika di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode peniltian analisis kuantitatif. Metode ini termasuk metode statistika deskriptif. Metode statistika deskriptif adalah metode bagian statistika mengenai pengumpulan data, penyajian, penentuan nilai-nilai statistika, pembuatan diagram atau gambar mengenai sesuatu hal, disini data yang disajikan dalam bentuk yang lebih mudah dipahami atau dibaca. . Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data asli yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti untuk menjawab masalah yang sedang di teliti. Subjek dari penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Kota Jambi, kelas XI MIPA 4 berjumlah 20 orang, kelas XI MIPA 5 berjumlah 20 orang dan kelas XI MIPA 6 berjumlah 20 orang. Dimana hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa dari semua pernyataan yang telah diberikan SMA Negeri 1 Kota Jambi telah berhasil menerapkan nilai-nilai karakter kerja keras dalam pembelajaran FisikaThe purpose of this study was to analyze the character of hard work on physics subjects in SMA Negeri 1 Jambi City. The method used in this research is quantitative analysis research method. This method is a descriptive statistical method. Descriptive statistical method is a method of the statistics section regarding data collection, presentation, determining statistical values, making diagrams or pictures of something, here the data is presented in a form that is easier to understand or read. . The data used in this study are primary data. Primary data is the original data that the researcher has collected himself to answer the problem being studied. The subjects of the study were students of SMA Negeri 1 Kota Jambi, class XI MIPA 4 totaling 20 people, class XI MIPA 5 totaling 20 people and class XI MIPA 6 totaling 20 people. Where the results of this study state that of all the statements that have been given by SMA Negeri 1 Jambi City, they have succeeded in applying the values of hard work character in learning physics. Â
STRATEGI PEMECAHAN MASALAH MEKANIKA FLUIDA MENURUT TAKSONOMI SOLO
Puspitasari, M. Dewi Manikta;
Nadliroh, Kuni;
Muzaki, Muhammad Najibulloh
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 16, No 3 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35580/jspf.v16i3.16457
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi pemecahan masalah mahasiswa berkemampuan fisika tinggi dan sedang dalam menyelesaikan soal mekanika fluida. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah mekanika fluida. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, tes mekanika fluida dan tes kemampuan fisika. Tes kemampuan fisika digunakan untuk mengelompokkan tingkatan kemampuan fisika mahasiswa tinggi dan sedang bedasarkan kriteria nilai hasil tes kemampuan fisika mahasiswa. Sedangkan strategi pemecahan masalah ditentukan dari hasil jawaban mahasiswa terhadap 4 soal mekanika fluida yang diberikan dan wawancara yang kemudian dianalisis dengan rubrik identifikasi strategi pemecahan masalah (epistemic game). Hasil analisis tes pertama menunjukkan strategi pemecahan masalah yang digunakan dalam menyelesaikan masalah adalah mapping mathematics to meaning dengan level relational dan transliteration to mathematics dengan level multistructural. Pada tes kedua, mahasiswa menggunakan pictorial analysis dengan level extended abstract dan transliteration to mathematics dengan level relational dalam menyelesaikan masalah. Sedangkan mahasiswa menyelesaikan masalah pada tes ketiga dengan menggunakan mapping mathematics to meaning dengan level relational dan recursive plug and chug dengan level relational. Mahasiswa menggunakan recursive plug and chug dengan level relational dan transliteration to mathematics dengan level relational dalam menyelesaiakn test keempat. Strategi pemecahan masalah dari penelitian ini nantinya dapat digunakan untuk menentukan strategi atau model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran konsep materi.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS STEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DALAM BERPIKIR KRITIS, KREATIF DAN BEKERJASAMA PESERTA DIDIK KELAS VIIA SMP NEGERI 4 SIBULUE
Suardi, Suardi
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35580/jspf.v16i2.12557
Suardi. 2019. Implementasi Pembelajaran Berbasis STEM dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Berpikir Kritis, Kreatif dan Bekerjasama. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang: 1) peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik; 2) peningkatan kemampuan berpikir kreatif; 3) peningkatan kerjasama. Pada Penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data denganmenggunakan pretes dan postes untuk mengukur pemahaman konsepdan kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik. Selain itu dilakukan dengan teknik observasi. Hasil peneliian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah diimplementasikan unit pembelajaran STEM meningkat; kemampuan berpikir kreatif juga meningkat; dan kemampuan kerja sama peserta didik juga meningkat.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK
hasin, ardiansah;
Ali, Sidin;
Arafah, Kaharuddin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 16, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35580/jspf.v16i1.13488
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk : memeroleh informasi tentang profil perangkat pembelajaran berbasis masalah, mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis yang diperoleh peserta didik yang diajar melalui model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang diajar tanpa melalui model pembelajaran berbasis dan mengetahui respon peserta didik terhadap perangkat pembelajaran fisika berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Desain penelitian yang digunakan adalah Posttest Only Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes kemampuan berpikir kritis untuk mengukur kemampuan berpikir berpikir kritis peserta didik kemudian selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif-inferensial. Hipotesis penelitian Kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar melalui model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan peserta didik yang tidak diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan yang meliputi buku peserta didik (BPD), lembar kegiatan peserta didik (LKPD), rencana pelaksanaaan pembelajaran (RPP) dan tes kemampuan berpikir kritis (TKBK) setelah dilakukan validasi dan ujicoba maka perangkat pembelajaran tersebut dinyatakan valid, praktis dan efektif sehingga layak untuk dipergunakan dalam pembelajaran fisika. Sedangkan kemampuan berpikir kritis dapat tercapai secara optimal melalui pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah.hal ini terlihat dari Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor tes kemampuan berpikir kritis peserta didik Kelas XI IPA 2 MAN 2 Model makassar yang diajar melalui model pembelajaran berbasis masalah sebesar 56,63 dan standar deviasinya 7,17. Sedangkan nilai rata-rata skor tes kemampuan berpikir kritis peserta didik Kelas XI IPA 2 MAN 2 Model makassar yang diajar tanpa menggunakan model pembelajaran berbasis masalah sebesar 39,23 dan standar deviasinya 8,32. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa Kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar melalui model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan peserta didik yang tidak diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pada taraf nyata = 0,05
STUDI KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI FISIKA DI SMA
Ratnasari, Ratnasari;
Haris, Abdul;
Azis, Aisyah
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35580/jspf.v17i1.19063
Penelitian ini merupakan penelitian study library yang bertujuan untuk megetahui gambaran kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika pada peserta didik di SMA berdasarkan hasil-hasil penelitian dengan menggunakan jurnal/artikel berupa review untuk melihat kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik berupa kemampuan menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Metode penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dengan mencari data megenai hal-hal yang berupa jurnal/artkel, buku dan sebagainya. Hasil analisis review menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika dari berbagai jurnal/artikel fisika di SMA masih dalam kategori rendah dari tahun ke tahun. Dimana indikator menganalisis (C4) menunjukkan berada dalam kategori sedang, begitupun untuk indikator mengevaluasi (C5) menunjukkan berada dalam kategori sedang, dan untuk indikator mencipta (C6) menunjukkan berada dalam kategori rendah atau secara kumulatif peserta didik belum memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi.This research is qualitative study library consistent with its objective-study category that aims to paint a picture of higher order thinking skill physical thuoght capacity on high school student based on research result using a review journal/article to stimulate learner’s hihgh level of thought ablity to analyze (C4), evaluate (C5), and create (C6). This research method uses documenting with technical content analysis by looking data on items that are journals/articles, books and so forth. Review analysis suggests idea that higher order thinking skill of physics from high school journal/ articles is still in the low category year after year. Where the analyzing (C4) indicator indicates moderate category, neither for evaluation (C5) indicator indicates moderate categori, and for the creative (C6) indicator indicates low in category or cumulatively the leaner does not have the higher order thinking skill
PENERAPAN MODEL ARGUMENT DRIVEN INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS X MIA 1 SMA NEGERI 7 BONE
Pujianti, Isna;
Herman, Herman;
Kaharuddin, Kaharuddin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 16, No 3 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35580/jspf.v16i3.16465
Penerapan Model Argument Driven Inquiry dalam Pembelajaran Fisika terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas X MIA 1 SMA Negeri 7 Bone. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains fisika peserta didik. Model argument driven inquiry sebagai variabel bebas dan variabel terikat adalah keterampilan proses sains peserta didik dalam pembelajaran fisika. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas X MIA 1 SMA Negeri 7 Bone. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan uji N-Gain. Berdasarkan analisis statistik, skor rata-rata untuk pretest 35 siswa adalah 3,6 dan skor rata-rata untuk post test 35 siswa adalah 8,3. Kemudian hasil analisis dengan uji N-Gain diperoleh peningkatan keterampilan proses sains dalam pembelajaran fisika peserta didik dengan indikator mengklasifikasi, menafsirkan, menerapkan konsep, dan mengomunikasikan sebesar 0,8 dalam kategori tinggi. Maka disimpulkan bahwa model pembelajaran argument driven inquiry dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik
PROGRAM BOLTZMANN TEMPERATURE DEPENDENCE UNTUK MENENTUKAN TEMPERATUR BAWAH PERMUKAAN AREA GEOTHERMAL MENGGUNAKAN DATA RESISTIVITAS
Hasib, Mohammad;
Maryanto, Sukir
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35580/jspf.v16i2.15105
Penentuan temperatur bawah permukan merupakan hal penting diperlukan untuk mengetahui seberapa besar potensi geothermal pada suatu area. Saat ini belum ada penelitian yang berfokus pada pengembangan program yang dapat dijadikan referensi untuk mengkonversi parameter data resistivitas ke parameter temperaturbatuan. Oleh karena itu, penting dilakukan pengembangan program untuk mengetahui temperatur bawah permukaan bumi berdasarkan data resistivitas. Input program adalah data resistivitas dalam Ohm.Meter, dan output program adalah temperatur dalam Celsius. Dalam perhitungannya, program menggunakan persamaan ketergantungan suhu Boltzmann untuk perhitungan suhu batuan dengan pendekatan metode biseksi. Berdasarkan hasil uji validitas teoretis dan eksperimen, program memungkinkan dapat dijadikan referensi dalam penentuan parameter temperatur batuan dari parameter input nilai resistivitas batuan. Program memiliki beberapa kelebihan yaitu mudah dioperasikan, dan rendahnya error antara hasil program dan hasil teoretis. Penelitian ini dapat memberikan pilihan program bagi peneliti untuk mengetahui nilai temperatur batuan dari nilai resitivitas untuk mengetahui potensi panas bumi di bawah permukaan.
ANALISIS KEMAMPUAN MEMPREDIKSI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XII MIA SMA NEGERI 9 MAKASSAR
Fitri, Fitri;
Herman, Herman;
Haris, Abdul
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35580/jspf.v16i2.15987
Penelitian ini adalah penelitian survey yang mendeskripsikan kemampuan memprediksi peserta didik dalam pembelajaran fisika. Sumber data pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XII MIA SMA Negeri 9 Makassar yang berjumlah 108, pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pemberian tes pilihan ganda beralasan, untuk mengetahui bangaimana gambaran kemampuan memprediksi peserta didik dalam pembelajaran fisika. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan memprediksi peserta didik kelas XII SMA Negeri 9 Makassar, berada pada kategori sedang. Hal ini disebabkan karena peserta didik cenderung menggunakan persamaan deret aritmetika, persamaan garis, dan juga perhitungan secara manual dengan menjumlahkan setiap rentang yang ada pada variabel satu persatu, tanpa coba memperhatikan dan mencoba menemukan pola yang ada sehingga menyebabkan peserta didik memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan soal tersebut, dan peserta didik tidak mampu mengubah soal ke dalam bentuk matematika,serta tidak mengetahui persamaan yang harus digunakan sehingga tidak mampu menerapkan konsep-konsep materi yang telah dipelajarinya.