cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
ANALISIS DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL SEISMOTEKTONIK WILAYAH SULAWESI BAGIAN SELATAN DAN BARAT BERDASARKAN NILAI-b DENGAN METODE MAKSIMUM LIKELIHOOD Imanuela Indah Pertiwi; Muhammad Arsyad; Pariabti Palloan
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.973 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v8i3.927

Abstract

Abstract:Analysis of Spacial and Temporal Distribution of Seismotectonic in South and West Region of Sulawesi Based on the b-Value by Using Maximum Likelihood Method. This study was correlational descriptive research is aimed to determined the spatial and temporal distribution seiemotektonik the southern and western Sulawesi (2°S-6°S and 118° 45'BT-120° 52'E). The variables in this study are the magnitude data of earthquake and the fractal dimension. Data obtained from IRIS catalog (Incorporated Research Institutions for Seismology) and BMKG. Technique of data analysis used the analysis of spatial distribution seismotektonik based on the b-value, and a-value, as well as analysis of temporal distribution seismotektonik based on the variation of b-value with time and and the fractal dimension,. The method used in determining the b-value is the Maximum Likelihood method with the help of software Zmap. Based on the results of the analysis indicate that the area Mamuju, Palopo, Mamasa, Rantepao and the surrounding area is a big chance for the occurrence of earthquakes with large magnitude and recurrence events in rapin intervals. Conversely, regions Pangkajene, Ujung Pandang, Sungguminasa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, and the surrounding area is an area with a very small chance for the occurrence of earthquakes with a large magnitude and recurrence events in a relatively long time intervals. Temporal distribution seismotektonik patterns (b-value distribution with time) showed that the b-value decreases dramatically when an earthquake will occur with a large magnitude and the time interval between events is very fast.Abstrak:Analisis Distribusi Spasial dan Temporal Seismotektonik Wilayah Sulawesi Bagian Selatan dan Barat Berdasarkan Nilai-b dengan Metode Maksimum Likelihood. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial dan temporal seismotektonik wilayah Sulawesi bagian selatan dan barat (2° LS-6° LS dan 118°45’ BT-120°52’ BT). Variabel dalam penelitian ini adalah data magnitude gempa bumi dan dimensi fraktal. Data magnitude diperoleh dari katalog IRIS (Incorporated Research Institutions for Seismology) dan BMKG. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis distribusi spasial seismotektonik yang didasarkan pada nilai-b, dan nilai-a, serta analisis distribusi temporal seismotektonik yang didasarkan pada variasi nilai-b terhadap waktu dan dimensi fraktal. Metode yang digunakan dalam menentukan nilai-b adalah metode Maksimum Likelihood dengan bantuan software Zmap. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa daerah Mamuju, Palopo, Mamasa, Rantepao dan sekitarnya adalah daerah yang berpeluang besar untuk terjadinya gempa bumi dengan magnitude besar dan perulangan kejadian gempa bumi dalam interval waktu yang cepat. Sebaliknya, daerah Pangkajene, Ujung Pandang, Sungguminasa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan sekitarnya adalah daerah dengan peluang yang sangat kecil untuk terjadinya gempabumi dengan magnitude yang besar dan perulangan kejadian gempa bumi dalam interval waktu yang relatif lama. Pola distribusi temporal seismotektonik (distribusi nilai-b terhadap waktu) menunjukkan bahwa, nilai-b menurun secara drastis ketika akan terjadi gempa bumi dengan magnitude yang besar dan interval waktu antar kejadian sangat cepat.Kata Kunci : nilai-b, nilai-a, dimensi fraktal, distribusi spasial, distribusi temporal
EFEKTIVITAS PENERAPAN DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN SAINS BERORIENTASI INQUIRY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI 13 MAKASSAR Destalina, Destalina; Ali, Muhammad Sidin; Palloan, Pariabti
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.218 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i1.9405

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian true experiment dengan desain posttest only control design yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran terhadap pemahaman konsep fisika peserta didik antara kelas yang diajar dengan pembelajaran discovery learning dengan kelas yang diajar menggunakan pembelajaran langsung. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA 1 dan XI IPA 4 di SMA Negeri 13 Makassar semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Hasil analisis deskriptif diperoleh rata-rata skor pemahaman konsep kedua kelas tersebut berada pada kategori tinggi. Selain itu, varians dan standar deviasi dari kelas eksperimen diperoleh 7,46 dan 2,73 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 12,63 dan 3,55. Hal ini menunjukkan bahwa sebaran data kelas kontrol lebih besar dibandingkan kelas eksperimen. Hasil analisis inferensial parametrik, diperoleh bahwa rata-rata skor hasil tes pemahaman konsep fisika yang diajar menggunakan model discovery learning lebih besar dari pada rata-rata skor hasil tes pemahaman konsep fisika yang diajar menggunakan pembelajaran langsung. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning pada pembelajaran sains berorientasi inquiry lebih efektif dibandingkan model pembelajaran langsung dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 13 Makassar.
PENGARUH PENDEKATAN ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 1 MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Tiara Purnama; Abdul Haris; Muhammad Arsyad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 2 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.963 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i2.1482

Abstract

This research is a quasi-experimental with static group comparison design with the aims are to determine; 1) the magnitude of science process skills of students who are taught by a scientific approach; 2) the amount of  science process skills of students who are taught without scientific approach; 3) significant difference to the science process skills of students who are taught by a scientific approach with which taught without using a scientific approach; The variables studied were scientific approach as independent variables, science process skills as dependent variables. The population in this study was all students of class X of SMAN 1 Liliriaja Academic Year 2014/2015. Based on the results of the descriptive analysis showed that the Science Process Skills Learners are taught with scientific approaches is higher than the learners who are taught without using a scientific approach. Inferential analysis shows that there are significant differences on Science Process Skills Learners were taught through a scientific approach with learners who are taught without scientific approach.Telah dilakukan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk memperoleh gambaran 1) besarnya keterampilan proses sains peserta didik yang diajar dengan pendekatan ilmiah; 2) besarnya keterampilan proses sains peserta didik yang diajar tanpa pendekatan ilmiah;  3) perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan proses sains peserta didik diajar dengan pendekatan ilmiah dengan yang  diajar  tanpa  mengunakan  pendekatan  ilmiah.  Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  seluruh peserta  didik  kelas  X  SMAN  1  Liliriaja  Tahun  Ajaran  2014/2015.  Berdasarkan  hasil  analisis deskriptif didapatkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik yang diajar dengan pendekatan ilmiah lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar tanpa menggunakan pendekatan ilmiah. Analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap keterampilan proses sains peserta didik diajar melalui pendekatan ilmiah dengan peserta didik yang diajar tanpa pendekatan ilmiah.Kata Kunci:  keterampilan proses sains, pendekatan ilmiah
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES HASIL BELAJAR KOGNITIF FISIKA KELAS XI MIA SMA NEGERI 5 PINRANG Ihwan, Muh Al; Sari, Salamang Salmiah; Ali, Muhammad Sidin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.672 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i2.11036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes hasil belajar fisika untuk materi Kesetimbangan dan Dinamika Rotasi, Elastisitas dan Hukum Hooke, Fluida Statik, Fluida Dinamik, Suhu dan Kalor, Teori Kinetik Gas serta Termodinamika. Dari tujuh Kompetensi dasar pada kelas XI MIA semester ganjil, dari 105 butir soal terdapat 103 butir soal valid hasil validasi teoretik oleh 2 pakar, 103 butir soal valid dengan koefisien konsistensi internal sebesar 0,98 setelah validasi empirik dari 103 butir soal diperoleh 62 butir soal valid setelah dilakukan uji coba sebanyak 2 kali. Pada ujicoba awal diperoleh 69 butir soal valid, pada ujicoba akhir diperoleh 62 butir soal yang valid dan diperoleh nilai reabilitas tes sebesar 0,93.tingkat kesukaran soal 7 butir soal (11,29%) pada kategori sukar, 55 butir soal (88,71%) pada kategori sedang. Untuk daya pembeda 3 butir soal (4,83%) terdapat pada kategori cukup, 18 butir soal (29,03%) pada kategori baik, dam 41 butir soal (66,12%) terdapat pada kategori sangant baik. efektivitas pengecoh semua pengecoh telah berfungsi dengan baik karena tidak terdapat pengecoh yang dipilih kurang dari 5 peserta didik (5%).Sehingga ke 62 butir soal tes hasil belajar fisika yang dikembangkan valid secara teoretik dan reliabel serta layak digunakan.
PENERAPAN PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMAN 1 ALLA’ KABUPATEN ENREKANG Irwan S; Aisyah Azis; A Momang Yusuf
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.133 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i1.2027

Abstract

This research is a pre-experimental study. The purposes of this research are: (1) to determine the learning outcome of physics students of class XI IPA SMAN 1 Alla' in academics year 2013-2014 after taught by using direct instruction and (2) to determine whether the learning outcome of physics students taught using direct instruction has reached the classical completeness 85% of KKM assigned school. The variable in this research is learning outcome of physics students in class XI IPA SMAN 1 Alla '. The population of this research was students of class XI IPA SMAN 1 Alla' Enrekang regency in the second semester in academic year 2013-2014. The sample in this research as many as 47 students. Data were obtained by using the test results learners. Data were analyzed using descriptive statistical analysis. Descriptive statistical analysis of the research obtained by the percentage of students who achieve the standard minimum completeness criteria (KKM) amounted to 69.96% or 31 students out of 47 students. The results showed that the learning outcomes of physics students of class XI IPA SMAN 1 Alla ' in academic year 2013-2014 has not exceeded the classical completeness 85% set by the Ministry of Education and Culture after being taught by applying direct instruction.Key words: learning outcomes, direct instructionJenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen. Tujuan penelitian ini adalah: (1)  untuk mengetahui besar hasil belajar fisika peserta didik SMA Negeri 1 Alla’ tahun ajaran 2013-2014 setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran langsung dan (2) untuk mengetahui apakah hasil belajar fisika paserta didik yang diajar dengan menggunakan pembelajaran langsung telah mencapai ketuntasan klasikal 85% dari KKM yang ditetapkan sekolah. Variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 Alla’. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 Alla’ Kab. Enrekang pada semester genap tahun ajaran 2013-2014. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 47 peserta didik. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar peserta didik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh persentase peserta didik yang mencapai standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 69,96% atau 31 siswa  dari 47 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 1 Alla’ tahun ajaran 2013-2014 belum mencapai ketuntasan klasikal 85% yang ditetapkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setelah diajar dengan menerapkan pembelajaran langsung.Kata Kunci:  hasil belajar, pembelajaran langsung
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTIR MIKRO GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR LEMPUNG LATERITE Khusnul Khatimah; Andi Irhamsyah
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.678 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v12i3.3059

Abstract

This research was amied to study the influence of rice husk ash addittion to the mechanical and micro structure properties of geopolymer based on laterite soil. Geopolymers were synthesized through alkali activation method of laterite soil varying the amount of rise husk ash mass (0%, 1.5%, 3%, 4.5% and 6%) relative to the mass of laterite. The addition of 4.5% rice husk ash showed the highest comppressive strength namely 41.07 Mpa. The result of X-Ray diffraction analysis phased that the presence of rise husk ash did not change the structure of geopolymers. Scanning electron microscopy (SEM) was used to study to morphology of geopolymers.Keywords: geopolymers, laterite soils, rise husk ash, mechanical properties, microstructurePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap sifat mekanik geopolimer berbahan dasar lempung laterite. dan  untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan abu sekam  padi terhadap struktur mikro geopolimer berbahan dasar lempung laterite. Sintesis geopolimer dilakukan dengan menggunakan metode aktivasi alkali berbahan dasar lempung laterite dengan menvariasikan penambahan abu sekam padi (0%, 1.5%, 3%, 4.5% dan 6%) yang di panaskan pada suhu 200oC selam 4 jam. Dengan penambahan abu sekam padi 4.5% memiliki kekuatan tekan tertinggi yaitu sebesar 41.07 MPa. Hasil analisis X-Ray Diffraction (XRD) memperlihatkan fase amorf dan seiring penambahan abu sekam padi  relatif terhadap massa bahan dasar tidak menunjukkan adanya perubahan fase dan struktur yang terbentuk. Citra SEM menunjukkan morfologi dari geopolimer seiring penambahan abu sekam padi  relatif terhadap massa bahan dasar.Kata Kunci:  geopolimer, lempung laterit, abu sekam padi, sifat mekanik, struktur mikro
PERANAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MELALUI PENDEKATAN INKUIRI DALAM PENCAPAIAN PENGUASAAN KONSEP FISIKA MAHASISWA TINGKAT PERTAMA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA Usman Usman
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.991 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v8i3.917

Abstract

Abstrack :Role Model Approach Learning Through Inquiry berbasisi Problems In Physics Student achievement Concept Mastery of First Instance physical education study program. This study aimed (1) to assess student achievement of mastery of physics concepts are taught with a problem-based learning model through the inquiry approach and mastery of the concepts of physics students taught by conventional learning model, (2) to determine the response of students to the problem-based learning model through inquiry approach . This study uses a pre-experimental design and descriptive nature, data collection techniques through tests, questionnaires and observation. Engineering data analyst done with descriptive statistics that include mean value, standard deviation and percentage analysis. The results showed that (1) the achievement of student mastery of physics concepts are taught with a problem-based learning model through inquiry approach higher than students taught with conventional learning, (2) students generally responded positively to the model approach to problem-based learning through inquiry . Students were interested, easier to understand and have the perception that the problem-based learning model with the inquiry approach to learning can be applied to enable students, to encourage motivation, and improve their understanding of physics concepts.Abstrak:Peranan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Melalui Pendekatan Inkuiri Dalam Pencapaian Penguasaan Konsep Fisika Mahasiswa Tingkat Pertama Program Studi Pendidikan Fisika. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pencapaian penguasaan konsep fisika mahasiswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah melalui pendekatan inkuiri dan penguasaan konsep fisika mahasiswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, (2) untuk mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah melalui pendekatan inkuiri. Penelitian ini menggunakan metode pre–eksperimental design dan bersifat deskriptif, teknik pengumpulan data melalui test, angket dan observasi. Teknik analis data dilakukan dengan statistik deskriptif yang meliputi nilai rata-rata, standar deviasi dan analisis presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pencapaian penguasaan konsep fisika mahasiswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah melalui pendekatan inkuiri lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, (2) mahasiswa pada umumnya memberi respon positif terhadap model pembelajaran berbasis masalah melalui pendekatan inkuiri. Mahasiswa merasa tertarik, lebih mudah memahami dan mempunyai persepsi bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan inkuiri yang diterapkan dalam pembelajaran dapat mengaktifkan mahasiswa, membangkitkan motivasi, dan meningkatkan penguasaan konsep fisika.Kata Kunci: Model Pembelajaran
ANALISIS PENGGUNAAN BAHAN BAKAR HIGH SPEED DIESEL (HSD) DAN MARINE FUEL OIL (MFO) TERHADAP PARAMETER TITIK UTAMA SIKLUS KERJA DAN PERFORMA MESIN DIESEL MITSUBISHI MAN TYPE 18V52/55A Padilla, Nur; Subaer, Subaer; Muris, Muris
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.742 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i1.9402

Abstract

Analisis Penggunaan Bahan Bakar High Speed Diesel (HSD) dan Marine Fuel Oil (MFO) Terhadap Parameter Titik Utama Siklus Kerja dan Performa Mesin Diesel Mitsubishi Man Type 18V52/55A. Penelitian ini dilaksanakan di PT. PLN (Persero) Sulselrabar yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar jenis HSD dan MFO terhadap parameter titik utama siklus kerja dan performa mesin diesel Mitsubishi MAN type 18V52/55A. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data sekunder berupa spesifikasi mesin dan jam operasi mesin selama bulan September dan oktober. Hasil pengolahan data diperoleh dengan menggunakan program Microsoft Office Excel. Pada bagian pertama disajikan data hasil perhitungan parameter termodinamika di titik-titik utama siklus kerja mesin. Pada bagian kedua disajikan data hasil perhitungan parameter kinerja mesin. Hasil pengolahan data perhitungan parameter termodinamika di titik-titik utama siklus kerja mesin diesel saat menggunakan bahan bakar HSD dan MFO menunjukan bahwa, setiap peningkatan 1 oK suhu dan atau 1 kg/cm2 tekanan pada tiap satu titik utama siklus akan diikuti dengan peningkatan pada titik lainnya demikian pula sebaliknya. Hasil perhitungan parameter kinerja mesin diesel berbahan bakar HSD dan MFO menunjukan, perolehan Daya Indikator (Ni) dan Daya Efektif (Ne) bahan bakar MFO lebih tinggi yaitu 3244,7064 PS dan 2758,0004 PS dibandingkan dengan HSD yang memiliki Daya Indikator (Ni) 3078,079 PS dan Daya Efektif (Ne) 2616,367 PS. Hal ini menandakan bahwa daya mesin yang dihasilkan mesin saat menggunakan bahan bakar MFO lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan HSD. Terlihat pula bahwa penggunaan bahan bakar lebih besar saat mesin beroperasi menggunakan bahan bakar HSD disbanding saat menggunakan MFO. Dengan demikian, performa mesin saat menggunakan bahan bakar MFO lebih baik daripada saat menggunakan bahan bakar HSD.
ANALISIS FENOMENA PERUBAHAN IKLIM DAN KARAKTERISTIK CURAH HUJAN EKSTRIM DI KOTA MAKASSAR Intan Pabalik; Nasrul Ihsan; Muhammad Arsyad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.568 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v11i1.1470

Abstract

This study examines the phenomenon of climate change and the analysis of the characteristics of extreme rainfall in the city of Makassar. The purpose of this study 1). to analyze the phenomenon of changes in precipitation in the city of Makassar and 2). to analyze changes in temperature Makassar. The data used are daily precipitation data obtained from PSDA, the data of monthly rainfall and temperature from years 1993-2012 obtained from BMKG region IV Makassar. Daily rainfall data is used to see the extreme rainfall whereas monthly rainfall and temperature to see the phenomenon peruban respectively. From the analysis of the data showed that rainfall Makassar including monsoonal type. For 20 years (1993-2012) the city of Makassar extreme rainfall occurred at the January, February, March and December around adari 101-376 mm / day. Climate change in Makassar especially rainfall is influenced by the occurrence of La Nina and El Nino.Suhu monthly average Makassar most low occurred in January, February, March and December, the lowest temperature while the house terjadipada months from May to October. The higher intensity of rainfall, the lower the air temperature and vice versa.Penelitian ini mengkaji tentang analisis fenomena perubahan iklim dan karakteristik curah hujan ekstrim di kota Makassar. Tujuan dari penelitian ini 1). untuk menganalisis fenomena perubahan curah hujan di kota Makassar dan 2). untuk menganalisis perubahan suhu kota Makassar. Data yang digunakan yaitu data curah hujan  harian diperoleh dari Dinas PSDA, data curah hujan bulanan dan suhu dari tahun 1993-2012  diperoleh dari BMKG wilayah IV Makassar . Data curah hujan harian digunakan untuk melihat terjadinya hujan ekstrim sedangkan curah hujan bulanan dan suhu untuk melihat fenomena peruban curah hujan dan suhu di setiap bulan selama 20 tahun. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa curah hujan kota Makassar termasuk pola monsunal. Selama 20 tahun (1993-2012) curah hujan ekstrim kota Makassar banyak terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret dan Desember. Curah hujan ekstrim yang paling tinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar 376 mm/hari. Curah hujan tahunan paling tinggi terjadi pada tahun 1999 sebesar 4722 mm dan curah hujan paling rendah terjadi pada tahun 1997 sebesar 1991 mm. Suhu rata-rata bulanan kota Makassar paling rendah terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret dan Desember sedankan suhu tertinggi terjadi pada bulan Mei-Oktober.Kata Kunci:  curah hujan, hujan ekstrim, suhu
MAKNA POLA PEMBELAJARAN FISIKA PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 GOWA Fitriani, Serli
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.422 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v14i2.10818

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui makna pola pembelajaran pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Gowa. Subjek penelitian adalah peserta didik yang memiliki presepsi bagus terhadap pola pembelajaran guru fisika dan bersedia diamati aktivitasnya dan dimintai pendapatnya. Data hasil penelitian diperoleh melalui tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan mengumpulkan data, memilah data, menyajikan data dan membuat kesimpulan. Data diabsahkan dengan pepanjangan waktu pengamatan, triangulasi metode, triangulasi waktu, member chek dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola pembelajaran fisika bermakna bagi peserta didik sebagai penguat potensi yang sudah dimilikinya. Pola pembelajaran bermakna bagi peserta didik ketika pola sesuai dengan pengetahuan awal, kebiasaan, karakter dan nilai yang dimiliki peserta didik.

Page 6 of 35 | Total Record : 344


Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 3 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 2 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 19, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 3 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 2 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 18, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 3 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 2 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 17, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 3 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 16, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 15, No 1 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 3 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 2 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 3 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10, No 3 (2014) Vol 8, No 3 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 8, No 3 (2012) Vol 8, No 1 (2012) Vol 8, No 1 (2012): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 2 (2011) Vol 7, No 2 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 1 (2011): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 7, No 1 (2011) More Issue